Polyglot: Jurnal Ilmiah
Not a member yet
192 research outputs found
Sort by
PENGARUH SERVANT LEADERSHIP, IKLIM ORGANISASI, DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KEPERCAYAAN ORGANISASI GURU [THE EFFECT OF SERVANT LEADERSHIP, ORGANIZATION CLIMATE, AND WORK SATISFACTION ON ORGANIZATION TRUST OF TEACHERS]
Servant leader leading by not pursuing personal interest but striving to do the best for the organization and the people they lead. Servant leader can improve job satisfaction and trust of the people they lead. A good organizational climate also can triggers job satisfaction and organizational trust of the member towards the organization. This research was conducted with the aim to know the positive effect of servant leadership, organizational climate, and job satisfaction on organizational trust of the teacher in Sekolah Lentera Harapan Curug. This study uses quantitative approach with the subject of research amounted to 50 respondents. Path analysis and descriptive statistic were used to analyze the data collected. Result shows that (1) servant leadership has positive effect on job satisfaction; (2) organizational climate has positive effect on job satisfaction; (3) servant leadership has positive effect on organizational trust; (4) organizational climate has positive effect on organizational trust; and (5) job satisfaction has positive effect on organizational trust.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Seorang pemimpin pelayan menjalankan kepemimpinan dengan tidak mengejar kepentingan pribadi tetapi berusaha untuk mengupayakan yang terbaik bagi kemajuan organisasi dan orang-orang yang dipimpinnya. Kepemimpinan pelayan dapat mendorong kepuasan dan kepercayaan orang yang dipimpinnya. Selain itu, iklim organisasi yang baik juga turut memicu kepuasan dan kepercayaan anggota terhadap organisasi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh servant leadership, iklim organisasi, dan kepuasan kerja terhadap kepercayaan organisasi guru di Sekolah Lentera Harapan Curug. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan subjek penelitian sejumlah 50 responden. Metode pengolahan data menggunakan analisis jalur (path analysis) dan metode statistik deskriptif. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa (1) servant leadership berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja; (2) iklim organisasi berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja; (3) servant leadership berpengaruh positif terhadap kepercayaan organisasi; (4) iklim organisasi berpengaruh positif terhadap kepercayaan organisasi; dan (5) kepuasan kerja berpengaruh positif terhadap kepercayaan organisasi
KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH, BERPIKIR KREATIF, DAN PENALARAN PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN MEDIA VISUAL [PROBLEM SOLVING, CREATIVE THINKING, AND REASONING SKILLS IN LEARNING MATHEMATICS USING VISUAL LEARNING MEDIA]
Problem solving, creative thinking, and reasoning skills are important skills for students to master to solve various problems that they will face in the future. However, there are still many students that have relatively low ability levels performing these three skills. To improve students' abilities in these three skills, teachers can use learning strategies that incorporate visual learning media. The problem identified in a class of third graders at a public elementary school (SDN 01) in Jagakarsa was the lack of use of learning media in the learning process in the classroom so students' ability in all three skills was less developed. A research study was conducted to determine the increase in problem solving skills, creative thinking skills, and reasoning skills of third grade students at SDN 01 Jagakarsa in math subjects after being taught using instructional media. Data sources were obtained from students' test scores before and after being taught using visual learning media. Based on the N-gain calculation and data analysis using inferential statistics, results showed that the use of visual learning media can improve students' ability to solve problems, think creatively, and reason, especially in mathematics subjects.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Keterampilan memecahkan masalah, berpikir kreatif, dan menalar merupakan keterampilan yang penting dikuasai siswa untuk menyelesaikan bermacam persoalan yang akan dijumpainya kelak di masa yang akan datang. Kenyataannya masih banyak ditemui siswa dengan kemampuan ketiga keterampilan tersebut yang tergolong rendah. Untuk meningkatkan kemampuan siswa pada ketiga keterampilan tersebut, guru dapat menggunakan strategi pembelajaran menggunakan media pembelajaran. Masalah yang teridentifikasi di kelas III SDN 01 Jagakarsa adalah masih kurangnya penggunaan media pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran di kelas, sehingga kemampuan siswa dalam ketiga keterampilan tersebut kurang berkembang. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk mengetahui peningkatan kemampuan memecahkan masalah, berpikir kreatif, serta menalar siswa kelas III SDN 01 Jagakarsa pada mata pelajaran matematika setelah diajarkan dengan menggunakan media pembelajaran. Sumber data didapat dari nilai siswa sebelum dan sesudah diajarkan dengan menggunakan media pembelajaran visual. Berdasarkan hasil perhitungan N-gain dan analisis data menggunakan statistik inferensial didapat kesimpulan bahwa penggunaan media pembelajaran visual dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah, berpikir kreatif, dan menalar secara keseluruhan khususnya pada mata pelajaran matematika
PENERAPAN PEER TUTORING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP JUMLAH DAN SELISIH SUDUT [THE IMPLEMENTATION OF PEER TUTORING TO IMPROVE CONCEPTUAL UNDERSTANDING OF SUM AND DIFFERENCE ANGLES]
Conceptual understanding is a student's ability to understand a concept that has been studied. Based on observation of daily test results, it is known that some students do not understand the concept of the sum and difference angle trigonometry formulas. This is demonstrated by achieving the standard of success of the number of students who achieved the Minimum Standard of Achievement set by the school of 75. To improve the situation, researchers implemented the Peer Tutoring method, which aims to improve the understanding of the concept of the sum and difference angle trigonometry formulas and find out how the application of Peer Tutoring can improve the conceptual understanding of the student. This research uses the Class Action Research (CAR) method based on Kemmis & McTaggart spiral model. This research was conducted in grade XI MIPA 2 SMA YZ in Semarang with 23 students. Instruments used for data collection are daily tests, observation sheets, checklists of mentor teachers and other teachers, mentor teacher interviews, and research reflection journals. The data obtained is calculated using descriptive statistics and analyzed qualitatively descriptively. Based on the analysis results, it can be concluded that the implementation of Peer Tutoring could improve student's conceptual understanding of the sum and difference. The increase was seen from the number of students who achieved the Minimum Standard of Achievement in the first cycle, which was 60.87% and in the second cycle was 78.26%. Therefore, the achievement has exceeded the standard of success is used, which was 75% of the number of students who reach the Minimum Standard of Achievement.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Pemahaman konsep adalah kemampuan siswa untuk memahami suatu konsep yang telah dipelajari. Berdasarkan observasi hasil tes harian, diketahui bahwa sebagian siswa belum memahami konsep rumus jumlah dan selisih sudut trigonometri. Hal tersebut ditunjukkan dengan belum tercapainya standar keberhasilan jumlah siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang ditetapkan sekolah sebesar 75. Untuk memperbaiki keadaan tersebut, peneliti menerapkan metode Peer Tutoring, yang bertujuan selain untuk memperbaiki dan meningkatkan pemahaman konsep rumus jumlah dan selisih sudut trigonometri, juga untuk mengetahui bagaimana penerapan Peer Tutoring dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berdasarkan model spiral Kemmis & McTaggart. Penelitian ini dilakukan pada kelas XI MIPA 2 SMA YZ di Semarang dengan jumlah siswa sebanyak 23 orang. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah tes harian, lembar observasi guru mentor dan guru lain, wawancara guru mentor, dan jurnal refleksi peneliti. Data yang diperoleh dikalkulasi menggunakan statistik deskriptif dan dianalisis secara kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan Peer Tutoring dapat meningkatkan pemahaman konsep rumus jumlah dan selisih sudut trigonometri pada siswa kelas XI MIPA 2 SMA YZ di Semarang. Peningkatan tersebut terlihat dari jumlah siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) pada siklus pertama mencapai 60,87%, meningkat pada siklus kedua menjadi 78,26%. Pencapain tersebut telah melebihi standar keberhasilan yang digunakan yaitu 75% dari jumlah siswa yang mencapai KKM
ASPEK AMAN, IMUN, DAN IMAN PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI DI IAIN SALATIGA SELAMA PANDEMI COVID-19 [THE ASPECTS OF SAFETY, IMMUNITY, AND FAITH IN PHYSICAL EDUCATION LEARNING AT IAIN SALATIGA DURING THE COVID-19 PANDEMIC]
The focus of this research is on the aspects of safety, immunity, and faith in learning Physical Education (PE) at IAIN Salatiga. This study aims to analyze the aspects of safety, immunity, and faith in physical education learning at IAIN Salatiga. This study uses a qualitative method with a phenomenological approach and uses a case study design. The results of this research show that the safety aspect has been implemented in Physical Education learning at IAIN Salatiga by fully implementing online learning. Furthermore, the immunity aspect is carried out in physical education learning by implementing a physical fitness independent exercise program. Finally, the faith aspect is achieved by praying together before and after Physical Education learning. This research concludes that the aspects of safety, immunity, and faith have been implemented in physical education learning at IAIN Salatiga during the Covid-19 Pandemic.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Fokus penelitian ini tentang aspek aman, imun, dan iman dalam pembelajaran pendidikan jasmani (penjas) di IAIN Salatiga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek aman, imun, dan iman dalam pembelajaran penjas di IAIN Salatiga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis dan menggunakan desain case study. Hasil penelitian ini adalah aspek aman telah dilaksanakan dalam pembelajaran penjas di IAIN Salatiga dengan cara melaksanakan pembelajaran penuh dalam jaringan (daring). Selanjutnya, aspek imun dilaksanakan dalam pembelajaran penjas dengan cara pelaksanaan program latihan mandiri kebugaran jasmani. Sementara itu aspek iman dicapai dengan cara melaksanakan do’a bersama sebelum dan sesudah pembelajaran penjas. Simpulan penelitian ini adalah aspek aman, imun, dan iman telah dilaksanakan dalam pembelajaran penjas di IAIN Salatiga selama Pandemi Covid-19
ACTIVITY PARTICIPATION AND STUDENT PROFILES IN A GEN Z UNIVERSITY
Human resources are an important factor in the industrial world because they help innovate, create, and lead (soft skills). The industrial sector in the future will be dominated by Generation Z individuals, most of whom are currently university students. Therefore, it is very important for students to develop their soft skills. One way for students to develop soft skills is by participating in student activities. Based on research conducted at Universitas Pelita Harapan, results show that 22% of students are not actively participating in student activities. The aim of this research was to find and analyze the correlation between student profiles, namely the student's home faculty/academic major, class, and gender, with inactive participation in student activities. This study also analyzes the reasons for and considerations of student inactivity based on the characteristics of Generation Z and provides suggestions for student activities desired by students. Data was collected using a questionnaire filled out by 1214 respondents and interviews, then processed using SPSS software version 25. The results of the data processing show that there is a correlation between student profiles, namely faculty/academic major and class, with the inactivity of students participating in student activities (p-value <0.05) and there is not a sufficient correlation between gender and student inactivity in student activities (p-value > 0.05). There are several reasons and considerations that cause students not to actively participate in student activities which are then used as suggestions for new student activities.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Sumber Daya Manusia merupakan salah satu aset penting dalam dunia Industri karena memiliki kemampuan untuk berinovasi, berkreasi dan memimpin (soft skill). Angkatan kerja pada era industri ini akan diisi oleh para individu generasi Z, sebagian besar adalah mahasiswa perguruan tinggi. Oleh sebab itu sangat penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan softskill mereka. Salah satu cara mengembangkan softskill pada mahasiswa adalah dengan mengikuti kegiatan kemahasiswaan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Universitas Pelita Harapan, diketahui bahwa terdapat 22% mahasiswa yang tidak aktif mengikuti kegiatan kemahasiswaan. Penelitian ini dilakukan di Universitas Pelita Harapan, dengan tujuan untuk mengetahui dan menganalisis hubungan antara profil mahasiswa, yaitu fakultas asal mahasiswa, angkatan, dan jenis kelamin dengan ketidakaktifan dalam mengikuti kegiatan kemahasiswaan. Lalu, untuk menganalisis alasan dan pertimbangan ketidakaktifan mahasiswa dihubungkan dengan karakteristik generasi Z berdasarkan teori yang ada, serta memberikan usulan dan saran kegiatan kemahasiswaan bagi UPH. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan wawancara, kemudian diolah dengan software SPSS. Hasil pengolahan data menunjukan bahwa terdapat hubungan antara profil mahasiswa yaitu fakultas dan angkatan dengan ketidakaktifan mahasiswa dalam mengikuti kegiatan kemahasiswaan (p-value <0,05) dan tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan ketidakaktifan mahasiswa dalam mengikuti kegiatan kemahasiswaan (p-value >0,05). Terdapat beberapa alasan dan pertimbanagan yang menyebabkan mahasiswa tidak aktif mengikuti kegiatan kemahasiswaan. Setelah itu, usulan dan saran dapat dilakukan analisis lebih lanjut mengenai jenis kegiatan yang paling sesuai untuk dilaksanakan, berdasarkan profil mahasiswa yang berbeda-beda
PERAN GURU KRISTEN DALAM MENDIDIK KARAKTER KESANTUNAN BERBAHASA SISWA BERDASARKAN TINJAUAN FILSAFAT ETIKA KRISTEN [THE ROLE OF CHRISTIAN TEACHER IN EDUCATING STUDENTS’ LANGUAGE CHARACTER BASED ON CHRISTIAN ETHICS PHILOSOPHY]
The character of students in class can be shown through the attitude of talking to others. The politeness of using the language is something that must be considered when someone interacts. However, the facts that occur in the world of education show that there are still students and teachers who do not pay attention to the politeness of the language while the lesson is taking place. This shows the lack of awareness of educators to apply and educate the character of students' politeness in the class. The purpose of this paper is to explain the important role of Christian teachers in educating the character of politeness in students' language use based on a review of Christian ethical philosophy. This writing is reviewed using the literature review method. The teachers as the example of morals, ethical mentors, and effective givers are responsible for educating the character of students holistically, in fulfilling God's calling to clarify the values of God's giving to the lives of each student. The politeness of the language is one realization of obedience to an ethic. Christian teachers need to have perspectives that refer to truth to avoid moral relativism. Through this perspective, the teachers are able to help students to have the right motivation in applying politeness in language, which are the response to the salvation of Christ and the tools for them to grow more like Christ. Suggestions for the teacher, it is better to develop sensitivity to the condition of students 'politeness of the language use and explore the principle of the language use politeness, and innovative ways to educate the character of students’ politeness in using the language.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Karakter siswa di kelas dapat ditunjukkan melalui sikap berbicara dengan orang lain. Kesantunan berbahasa menjadi hal yang harus diperhatikan ketika seseorang melakukan interaksi. Namun, fakta yang terjadi di dunia pendidikan menunjukkan masih terdapat siswa dan guru yang tidak memperhatikan kesantunan berbahasa saat pelajaran tengah berlangsung. Hal ini menunjukkan kurangnya kesadaran pendidik untuk menerapkan serta mendidik karakter kesantunan berbahasa siswa di kelas. Tujuan dari penulisan ini adalah menjelaskan pentingnya peran guru Kristen dalam mendidik karakter kesantunan berbahasa siswa berdasarkan tinjauan filsafat etika Kristen. Penulisan ini dikaji menggunakan metode kajian literatur. Guru sebagai contoh moral, mentor etika, dan pemberi yang efektif bertanggung jawab untuk mendidik karakter siswa secara holistis, dalam memenuhi panggilan Tuhan untuk memperjelas nilai-nilai pemberian Tuhan kepada kehidupan setiap siswa. Kesantunan berbahasa merupakan salah satu realisasi dari kepatuhan akan suatu etika. Guru Kristen perlu memiliki perspektif yang mengacu pada kebenaran untuk menghindari relativisme moral. Melalui perspektif tersebut, guru mampu menolong siswa untuk memiliki motivasi yang tepat dalam menerapkan kesantunan berbahasa, yakni sebagai tanggapan terhadap keselamatan Kristus serta sarana untuk mereka bertumbuh semakin menyerupai Kristus. Saran terhadap guru, sebaiknya perlu menumbuhkan kepekaan akan kondisi kesantunan berbahasa siswa dan mengeksplorasi prinsip kesantunan berbahasa, serta cara-cara inovatif untuk mendidik karakter kesantunan berbahasa siswa
PENGARUH HARGA TANAMAN PANGAN DAN UPAH PETANI TERHADAP KONSUMSI [THE INFLUENCE OF FOOD CROPS PRICES AND FARMERS' WAGES ON CONSUMPTION]
This study aims to determine the effect of crops prices and farmers' wage on consumption rate in Indonesia. Agriculture is one of the primary sectors when it comes to fulfilling society's needs and livelihood. Indonesia's developing economic rate today displays the development of our agricultural sector, which is related to farmers' consumption rate. However, farmers could only afford it if they've obtained adequate wage. Farmers' income are heavily influenced by the prices of crops. This study utilized Eviews as the primary data processing software, in addition to that data was obtained secondarily from Badan Pusat Statistik (Statistics Indonesia). Secondary data obtained was 72 data from 2011 - 2016, containing real and nominal wage of farmers, crops' prices, and consumption rate in Indonesia. This study adopts quantitative research method and hypothesis was tested with regression model on the panel data. Results showed that the selected RE model and farmers 'wages significantly affected consumption rate, crops' prices did not have significant effect on consumption and no strong correlation between crops' prices and farmers' wages was found.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh harga tanaman pangan dan upah petani terhadap konsumsi di Indonesia. Sektor pertanian masih menjadi salah satu sektor utama dalam memenuhi kebutuhan masyarakat maupun sebagai mata pencarian. Berkembangnya perekonomian di Indonesia memperlihatkan juga perkembangan sektor pertaniannya yang kemudian berkaitan dengan konsumsi petani, sedangkan petani mampu untuk mengkonsumsi jika ada upah yang memadai. Pendapatan atau upah petani salah satunya dipengaruhi oleh harga tanaman pangan. Penelitian ini menggunakan Eviews sebagai software pengolah data, data diperoleh dari data sekunder yaitu dari Badan Pusat Statistik. Data sekunder yang diambil sebanyak 72 data yang adalah data upah petani riil dan nominal, harga beberapa tanaman pangan dan data konsumsi di Indonesia, semua data diambil dari tahun 2011 sampai dengan 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dan pengujian yang dilakukan dengan software Eviews yaitu regresi data panel. Hasil dari penelitian ini adalah yang terpilih model RE dan upah petani berpengaruh secara signifikan terhadap konsumsi, harga tanaman pangan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap konsumsi dan tidak ada korelasi yang kuat antara harga tanaman pangan dengan upah petani
PENGARUH SERVANT LEADERSHIP, PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT, DAN WELL-BEING TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PADA GURU SMK MUDITA KOTA SINGKAWANG [THE EFFECT OF SERVANT LEADERSHIP, PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT, AND WELL-BEING ON THE ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR OF TEACHER AT MUDITA VOCATIONAL SCHOOL SINGKAWANG CITY]
Education is one of the formal organizations that serves to increase students' knowledge, it is also a place to obtain various knowledge as provisions for the future.The purpose of this research was to determine the effect of servant leadership, organizational citizenship behavior OCB, Perceived Organizational Support (POS), well-being on the Organizational Citizenship Behavior (OCB). The research subjects are 39 teachers teaching in SMK Mudita Vocational School, in which Organizational Citizenship Behavior (OCB) was identified. The research design in the of path analysis with a cumulative approach. The applied method is in SmartPL 32 program. The research instrument is through distributing questionnaire and by interviewing the principal and teachers of SMK Mudita Vocational School in Singkawang City. The sampling technique used is by gathering data from the entire population. This technique as census, the results research shows that: servant leadership positively influences Organizational Citizenship Behavior (OCB), Perceived Organizational Support positively affects Organizational Citizenship Behavior (OCB) Well-being positively affects Organizational Citizenship Behavior (OCB) positively.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Pendidikan merupakan salah satu organisasi formal yang berfungsi untuk meningkatkan pengetahuan siswa, juga merupakan tempat untuk memperoleh berbagai ilmu pengetahuan sebagai bekal untuk dikemudian hari. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh servant leadership, organizational citizenship behavior OCB, Perceived Organizational Support (POS) ,Well-Being terhadap terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) guru pada sekolah SMK Mudita dikota Singkawang. Adapun subjek penelitian adalah 39 guru yang mengajar di sebuah Sekolah SMK Swasta di kota singkawang, dimana teridentifikasi Organizational Citizenship Behavior (OCB) didalamnya.mengunakan desain penelitian adalah Desain penelitian analisis jalur dengan cara pendekatan kumulatif. Metode yang digunakan dalam program SmartPL32. Istrumen penelitian adalah membagi kuesioner dan wawancara kepala sekolah dan guru SMK Mudita Kota Singkawang.Teknik sampel yang digunakan dalam pengambil data dari keseluruhan jumlah populasi. Teknik ini disebut sensus, Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Servant Leadership mempengaruhi Organizational Citizenship Behavior (OCB) secara positif, Perceived Organizational Support mempengaruhi Organizational Citizenship Behavior(OCB) secara positif, Well-being mempengaruhi Organizational Citizenship Behavior (OCB) secara positif
ANALISIS MOTIVASI BELAJAR BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DENGAN KURIKULUM ASING: SEBUAH STUDI KASUS SEKOLAH XYZ [AN ANALYSIS OF INDONESIAN LANGUAGE LEARNING MOTIVATION USING FOREIGN CURRICULUM: A CASE STUDY AT SCHOOL XYZ]
The low learning motivation in students studying Indonesian language is often encountered in a school using international curriculum. This was also found at XYZ school, where the issue encountered is of a particular one. The Indonesian language subject has led students to experience stress, moving out to language B course, and even moving into a new school. This is a case-study research involving 3 respondents and 7 participants. This case-study research was conducted during the Covid 19 pandemic; thus, all data collection was done online. The techniques used to collect data include open questionnaires, in-depth interviews, observations, and document reviews. Data validity was tested through data triangulation. The results showed that internal factors, namely student’s perspective on Indonesian language and external factors which are family background, curriculum policies and teacher quality greatly affect to students’ motivation. The role of parents, teachers, as well as curriculum policies are crucial to increase the students’ learning motivation in studying Indonesian language.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Rendahnya motivasi belajar bahasa Indonesia siswa di sekolah dengan kurikulum asing merupakan masalah yang sering ditemui. Hal tersebut juga ditemui di sekolah XYZ, namun permasalahan yang ditemui di sekolah XYZ sangat khusus, karena pelajaran bahasa Indonesia mengakibatkan siswa mengalami stres, pindah ke kelas BI B, dan bahkan pindah sekolah. Penilitian ini merupakan penelitian studi kasus yang melibatkan 3 responden dan 7 partisipan. Penelitian studi kasus ini dilakukan dalam situasi pandemi Covid 19 dan semua pengumpulan data dilakukan secara daring. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner terbuka, wawancara mendalam, pengamatan, dan kajian dokumen. Keabsahan data diuji melalui triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal, yaitu perspektif siswa tentang pembelajaran bahasa Indonesia dan faktor eksternal yaitu latar belakang keluarga, kebijakan kurikulum, dan cara mengajar guru sangat mempengaruhi motivasi belajar bahasa Indonesia siswa. Peranan orang tua, guru, dan kebijakan kurikulum sangat penting untuk meningkatkan motivasi belajar bahasa Indonesia pada siswa
DAMPAK PENERAPAN METODE NUMBERED HEADS TOGETHER TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA [THE IMPACT OF THE IMPLEMENTATION OF THE NUMBERED HEADS TOGETHER METHOD ON STUDENTS' MATHEMATICAL CONCEPTUAL UNDERSTANDING]
One of the objectives of learning mathematics is to develop students' understanding of mathematical concepts to be able to solve math problems. In mathematics learning, understanding concepts is very important because by understanding concepts students can learn higher order thinking skills. However, through a test at the observation stage, the researchers found that students had difficulty understanding mathematical concepts. The purpose of this study was to see whether the application of the Numbered Heads Together method influences students’ understanding of mathematical concepts. The research was conducted on 32 seventh grade students at Rantepao Christian Junior High School using qualitative descriptive research. Data sources in this study include student work results, mentor observation sheets, tests, and researcher reflection journals. The results of the study show that the application of the Numbered Heads Together method can help develop students' understanding of the mathematical concept.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Salah satu tujuan dari pembelajaran Matematika adalah mengembangkan pemahaman konsep matematik siswa untuk dapat menyelesaikan masalah Matematika. Dalam pembelajaran Matematika, memahami konsep sangat penting karena dengan memahami konsep Matematika siswa dapat mempelajari ketrampilan berpikir yang lebih tinggi. Namun, melalui test pada tahap observasi, peneliti menemukan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep Matematika. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat dampak penerapan metode Numbered Heads Together terhadap pemahaman konsep matematis siswa. Penelitian dilakukan kepada 32 siswa kelas VII di SMP Kristen Rantepao dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini antara lain: hasil pekerjaan siswa, lembar observasi mentor, tes, dan jurnal refleksi peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Numbered Heads Together dapat membantu mengembangkan pemahaman konsep matematis siswa