Polyglot: Jurnal Ilmiah
Not a member yet
192 research outputs found
Sort by
VIEWING ENGLISH LEARNING THROUGH THE EYES OF SPECIAL NEEDS STUDENTS: A NARRATIVE INQUIRY ON VR IMPLEMENTATION WITH MILLEALAB [MELIHAT PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS MELALUI PERSPEKTIF SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS: SEBUAH PENELITIAN NARATIF TENTANG IMPLEMENTASI VR DENGAN MILLEALAB]
This research is focused on the implementation of the MilleaLab VR platform for teaching English to a student with ADHD at SMP Plus Rahmat, Kediri, Indonesia. Traditional methodologies in teaching are often less engaging for students with ADHD, and alternative methods are increasingly needed. That is where Virtual Reality comes in. MilleaLab can offer an interactive learning environment that takes away stress, maintains focus, and increases interest in learning. After going through Narrative Inquiry, one could deduce that the participant was interested in learning because of the enrichment through Virtual Reality learning. The student was very keen to learn and was more relaxed when it came to learning English; this meant that Virtual Reality did have some advantage over its rivals. The student showed a more profound understanding of the stories told during the classes and seemed to remember them more; this would mean that VR can significantly improve memory and understanding. This points to the need to offer teaching techniques relevant to each individual for the students to continue their studies with success. These findings point out Virtual Reality as the preferred method of teaching, where the student mentioned the desire to continue working on MilleaLab. The results form an emerging understanding of the place of VR within inclusive education and point to some potentially productive directions for further research into the use of technology within diverse learning environments.
Abstrak bahasa Indonesia
Penelitian ini berfokus pada penerapan platform VR MilleaLab dalam pengajaran bahasa Inggris kepada seorang siswa dengan ADHD di SMP Plus Rahmat, Kediri, Indonesia. Metode pengajaran tradisional yang sering kurang menarik bagi siswa dengan ADHD membutuhkan alternatif yang lebih inovatif, dan di sinilah Virtual Reality (VR) berperan. MilleaLab menyediakan lingkungan pembelajaran interaktif yang dapat mengurangi stres, menjaga fokus, dan meningkatkan minat belajar. Melalui pendekatan *Narrative Inquiry*, ditemukan bahwa siswa menunjukkan antusiasme lebih tinggi, merasa lebih rileks, dan memiliki pemahaman yang lebih mendalam terhadap materi pelajaran, terutama dalam mengingat cerita yang disampaikan selama pembelajaran. Hal ini mengindikasikan bahwa VR dapat secara signifikan meningkatkan daya ingat dan pemahaman, sekaligus menunjukkan keunggulan dibandingkan metode pembelajaran lainnya. Siswa juga menyatakan keinginan untuk terus belajar menggunakan MilleaLab, yang menguatkan potensi VR sebagai metode pengajaran yang relevan untuk kebutuhan individu, khususnya dalam pendidikan inklusif. Hasil penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih luas tentang peran VR dalam mendukung keberhasilan belajar siswa dengan kebutuhan khusus dan membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut mengenai teknologi dalam lingkungan pembelajaran yang beragam.
EXPLORING STUDENTS’ VIEWS ON THE USE OF PHOTOVOICE FOR SELF-ASSESSMENT AND PEER FEEDBACK IN AN EFL CONTEXT [EKSPLORASI PANDANGAN SISWA TERHADAP PEMANFAATAN PHOTOVOICE DALAM PENILAIAN DIRI DAN UMPAN BALIK REKAN DALAM KONTEKS EFL]
The use of self-assessment and peer feedback in language learning has gained significant attention due to its potential to foster learner autonomy and improve academic outcomes. However, despite the growing interest, there is limited research on the integration of creative, visual methods, such as photovoice, into these practices, particularly in the context of English as a Foreign Language (EFL) learning. This study aims to explore students' perceptions of using photovoice as a tool for self-assessment and peer feedback, focusing on how this approach can promote self-reflection, critical thinking, and constructive peer interaction. Data was collected from a group of EFL students using a questionnaire, with responses analyzed using descriptive statistics. The findings reveal that the majority of students feel confident in conducting self-assessment, though comfort with peer feedback is more varied, with some expressing uncertainty. Additionally, photovoice is perceived positively by students, who identify it as an effective means of enhancing reflective skills and self-expression. The study concludes that photovoice offers a promising approach to engaging students in self-assessment and peer feedback, making learning more interactive and reflective. The findings suggest that integrating visual methods into EFL classrooms can foster deeper learner engagement and support the development of evaluative judgment. Future research should investigate the broader applicability of photovoice in diverse EFL contexts and its impact on student autonomy and collaborative learning.
Abstrak Bahasa Indonesia
Penggunaan penilaian diri dan umpan balik dari rekan dalam pembelajaran bahasa telah memperoleh perhatian signifikan karena potensinya untuk menumbuhkan otonomi pelajar dan meningkatkan hasil akademis. Namun, meskipun minatnya meningkat, penelitian tentang integrasi metode visual yang kreatif, seperti photovoice, ke dalam praktik ini masih terbatas, khususnya dalam konteks pembelajaran Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi siswa tentang penggunaan photovoice sebagai alat untuk penilaian diri dan umpan balik dari rekan, dengan fokus pada bagaimana pendekatan ini dapat meningkatkan refleksi diri, pemikiran kritis, dan interaksi rekan sejawat yang konstruktif. Data dikumpulkan dari sekelompok siswa EFL menggunakan kuesioner, dengan tanggapan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Temuan dalam studi ini mengungkapkan bahwa mayoritas siswa merasa percaya diri dalam melakukan penilaian diri, meskipun tingkat kenyamanan dengan umpan balik dari rekan lebih bervariasi, dengan beberapa menyatakan ketidakpastian. Selain itu, photovoice dipersepsikan positif oleh siswa, yang mengidentifikasinya sebagai cara yang efektif untuk meningkatkan keterampilan reflektif dan ekspresi diri. Studi ini menyimpulkan bahwa photovoice menawarkan pendekatan yang menjanjikan untuk melibatkan siswa dalam penilaian diri dan umpan balik dari rekan, sehingga pembelajaran menjadi lebih interaktif dan reflektif. Temuan ini menunjukkan bahwa mengintegrasikan metode visual ke dalam kelas EFL dapat mendorong keterlibatan pelajar yang lebih dalam dan mendukung pengembangan penilaian evaluatif. Penelitian di masa mendatang harus menyelidiki penerapan photovoice yang lebih luas dalam berbagai konteks EFL dan dampaknya terhadap otonomi siswa dan pembelajaran kolaboratif
THE ROLE OF ENGLISH IN CAREER READINESS FOR FUTURE TEACHERS [PERAN BAHASA INGGRIS DALAM KESIAPAN KARIR GURU MASA DEPAN]
As the world becomes more connected, being proficient in English is crucial for teachers' career readiness and professional growth. For future teachers, having strong English skills can open numerous opportunities. This study explores the role of English language proficiency in preparing future teachers for their careers. The researchers used a mix of qualitative and quantitative methods, including interviews with students who are preparing themselves to become teachers. The findings highlight that English is the global language of communication and learning. Teachers who are fluent in English can better access educational resources, collaborate with colleagues worldwide, and foster intercultural understanding in their classrooms. Mastering the four basics of English skills, reading, writing, listening, and speaking is the key to equipping future teachers with the competencies they need to succeed. By improving their English skills, future educators can thrive in an increasingly globalized world.
Abstrak bahasa Indonesia
Seiring dengan semakin terhubungnya dunia, menguasai bahasa Inggris sangat penting bagi kesiapan karier dan pertumbuhan profesional guru. Bagi calon guru, memiliki keterampilan bahasa Inggris yang baik dapat membuka banyak peluang. Studi ini mengeksplorasi peran kemahiran bahasa Inggris dalam mempersiapkan calon guru untuk karier mereka. Para peneliti menggunakan campuran metode kualitatif dan kuantitatif, termasuk wawancara dengan siswa yang belajar untuk menjadi guru. Temuan tersebut menyoroti bahwa bahasa Inggris adalah bahasa komunikasi dan pembelajaran global. Guru yang fasih berbahasa Inggris dapat mengakses sumber daya pendidikan dengan lebih baik, berkolaborasi dengan rekan kerja di seluruh dunia, dan menumbuhkan pemahaman antarbudaya di kelas mereka. Menguasai empat keterampilan dasar bahasa Inggris - membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara adalah kunci untuk membekali calon guru dengan kompetensi yang mereka butuhkan untuk berhasil. Dengan meningkatkan keterampilan bahasa Inggris mereka, calon pendidik dapat berkembang pesat di dunia yang semakin mengglobal.
BEYOND RANKINGS: A CRITICAL PEDAGOGY PERSPECTIVE ON PISA AND EDUCATIONAL REFORM IN INDONESIA AND VIETNAM [MELAMPAUI PERINGKAT: SEBUAH PERSPEKTIF PEDAGOGI KRITIS TERHADAP PISA DAN REFORMASI PENDIDIKAN DI INDONESIA DAN VIETNAM]
The Programme for International Student Assessment (PISA) has become a benchmark for evaluating educational quality worldwide. This study explores whether PISA promotes meaningful improvements or shifts focus toward standardized outcomes, through a comparative analysis of Indonesia and Vietnam. Despite its low GDP, Vietnam consistently achieves high PISA scores, while Indonesia struggles despite substantial reforms. Drawing on Paulo Freire and Henry Giroux’s critical pedagogy, this paper critiques test-centered education and emphasizes the need for contextualized, transformative learning. Using literature review and qualitative analysis, this research offers recommendations for aligning educational assessment with broader human development goals.
Abstrak Bahasa Indonesia
Program Penilaian Siswa Internasional (PISA) telah menjadi tolok ukur untuk mengevaluasi kualitas pendidikan di seluruh dunia. Studi ini meneliti apakah PISA mendorong peningkatan yang berarti atau mengalihkan fokus ke hasil yang terstandardisasi, melalui analisis komparatif Indonesia dan Vietnam. Meskipun PDB-nya rendah, Vietnam secara konsisten mencapai skor PISA yang tinggi, sementara Indonesia mengalami kesulitan meskipun ada reformasi substansial. Mengacu pada pedagogi kritis Paulo Freire dan Henry Giroux, makalah ini mengkritik pendidikan yang berpusat pada ujian dan menekankan perlunya pembelajaran yang kontekstual dan transformatif. Dengan menggunakan tinjauan pustaka dan analisis kualitatif, penelitian ini menawarkan rekomendasi untuk menyelaraskan penilaian pendidikan dengan tujuan pembangunan manusia yang lebih luas
INVESTIGATING LOW ATTENTION SPAN IN KINDERGARTEN 3: A CASE STUDY AT SCHOOL XYZ [PENYELIDIKAN RENDAHNYA RENTANG PERHATIAN DI TAMAN KANAK-KANAK 3: SEBUAH STUDI KASUS DI SEKOLAH XYZ]
The attention span of early childhood children is a critical factor in forming their developmental foundation, encompassing physical, cognitive, social, and emotional growth. Informal interviews with classroom teachers reveal that students struggle to maintain attention during instruction, often displaying behaviors such as restlessness and lack of focus immediately after the lesson begins. This thesis aims to investigate the impact of internal and external factors on the attention span among Kindergarten 3 students at Sekolah XYZ, focusing on regular classroom settings and specialized classes (music and art). This research employs a case study method by combining observations, interviews, and documentation to provide a comprehensive understanding of the issue. The findings of this research include a limited direct exploration within the classroom and the type of curriculum currently used, which are reasons for the low attention span of Kindergarten 3 students. This study highlights the novelty of tactile learning approaches to enhance attention span. To expand these findings, future research is expected to consider comparative studies across Yayasan XYZ network, investigating the impact of direct exploration and different educational approaches on the attention and learning outcomes of students in specialist classes.
Abstrak bahasa Indonesia
Rentang perhatian anak usia dini adalah faktor kritis dalam pembentukan dasar perkembangan mereka, mencakup pertumbuhan fisik, kognitif, sosial, dan emosional. Wawancara informal dengan guru-guru kelas mengungkapkan bahwa murid kesulitan untuk mempertahankan perhatian selama instruksi, sering menunjukkan perilaku seperti gelisah dan ketidakfokusan segera setelah pembelajaran dimulai. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dampak dari faktor internal dan eksternal terhadap rentang perhatian di kalangan murid Kindergaten 3 di Sekolah XYZ, berfokus pada setting kelas reguler dan khusus (musik dan seni). Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan menggabungkan observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memberikan pemahaman komprehensif tentang isu tersebut. Hasil dari penelitian ini ialah eksplorasi langsung yang terbatas dalam kelas, juga jenis kurikulum yang digunakan saat ini yang menjadi alasan rendahnya rentang perhatian siswa TK 3. Penelitian ini menyoroti kebaruan dari pendekatan pembelajaran taktil untuk meningkatkan rentang perhatian. Untuk memperluas temuan ini, penelitian masa depan diharapkan mempertimbangkan studi perbandingan di seluruh jaringan Yayasan XYZ, menyelidiki dampak eksplorasi langsung dan pendekatan pendidikan yang berbeda terhadap perhatian dan hasil belajar murid di kelas-kelas khusus.
TANTANGAN PENDIDIKAN KRISTEN MENGHADAPI PENGARUH SEKULARISME [THE CHALLENGE OF CHRISTIAN EDUCATION FACING THE INFLUENCE OF SECULARISM IN SCHOOLS]
Secularism has been influencing the way of thinking and acting in all areas of human life, including religion and education. Secularism’s aims to enable different human beings to do their functions as members of community, free from conflicts caused by religious (Christian) values. This goal can be achieved by removing religious beliefs from the public sphere to the private sphere or denying faith involvement in social life. Secularism rejects the absoluteness of God and so this view is contrary with God's revelation in the Bible. This secularism has impacts on Christian education, such as, the God’s Truth is not foundation of Christian education, students are not educated to know God, education prepares students to work according to the purpose of secularism. The purpose of this article is to explain that the principles of Christian faith based on the Bible relevant in the lives of Christians and the foundation of education to overcome the influence of secularism. This article uses descriptive qualitative approach by analysing the influence of secularism in education through various relevant literature sources. This data is analysed based on biblical principles to find how the role of Christian faith in the Bible faces the influence of secularism in education. The writing of this article explains that the principles of Christian faith relevant as the foundation of Christian education to lead students to know God and grow more like Christ, that God has authority over His creation, so that human life depends on God.
Abstrak bahasa Indonesia
Sekularisme telah mempengaruhi sistem berpikir dan bertindak seluruh bidang kehidupan manusia, termasuk bidang agama maupun pendidikan. Pemikiran sekularisme bertujuan agar manusia yang berbeda-beda dapat menjalankan fungsinya sebagai anggota masyarakat, bebas dari konflik yang disebabkan oleh nilai agama (kristen). Tujuan tersebut dapat dicapai dengan menyingkirkan keyakinan agama dari wilayah publik kepada wilayah pribadi, atau menolak keterlibatan iman dalam kehidupan bermasyarakat. Sekularisme menolak kemutlakan Allah sehingga pandangan ini bertentangan dengan wahyu Allah dalam Alkitab. Seklarisme ini memberikan dampak dalam pendidikan Kristen, yaitu, Alkitab tidak menjadi dasar dalam pendidikan Kristen, para siswa tidak dididik, dituntun untuk mengenal dan bertumbuh mengenal Allah, pendidikan mempersiapkan para siswa untuk bekerja sesuai tujuan jaman sekularisme. Tujuan penulisan artikel ini untuk menjelaskan bahwa prinsip iman Kristen berdasarkan Alkitab tetap relevan dalam hidup orang Kristen dan dasar pendidikan untuk mengatasi pengaruh sekularisme ini. Penulisan artikel menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menganalisis pengaaruh sekularisme dalam pendidikan melalui dari berbagai sumber literatur yang relevan. Data tersebut kemudian dianalisis berdasasarkan prinsip Alkitab untuk menemukan bagaimana peran iman Kristen dalam Alkitab menghadapi pengaruh sekularisme pendidikan. Penulisan artikel ini menunjukkan bahwa prinsip iman Kristen tetap relevan menjadi dasar dalam pendidikan Kristen untuk menuntun siswa mengenal Allah dan bertumbuh semakin serupa Kristus, Allah memiliki otoritas atas ciptaan-Nya, hidup manusia bergantung kepada Allah
STRATEGI MENGAJARKAN INTEGRASI PSIKOLOGI DAN KEKRISTENAN DI PENDIDIKAN TINGGI KRISTEN [STRATEGY TO TEACH PSYCHOLOGY AND CHRISTIANITY INTEGRATION IN CHRISTIAN HIGHER EDUCATION]
There is not much effort has been made to teach the integration between psychology and Christianity in higher education in Indonesia. One of the efforts to teach the integration between psychology and Christianity in the bachelor program of psychology Universitas Kristen Krida Wacana is to conduct a class namely Psychology and Christianity (PC). In this article, the author describes the practice of teaching the integration of PC conceptually, practically, and personally for the bachelor students of psychology of Universitas Kristen Krida Wacana. The strategy to teach the integration of PC is, teaching the theoretical perspective of the integration of PC, summarizing an empirical study of PC, and creating discussion forum. The strategy to teach the integration of PC practically is, describing the integration of PC in the diverse contexts of life, discussing the specific topics of PC, and reporting on the implementation of PC in school and church settings. The strategy of teaching the integration of PC personally is, by writing an essay and self-reflection. The author used a survey method to evaluate the PC class. Three questions that are used in the survey are, students’ goals in participating in the PC class, their level of confidence in achieving their goal and also their goal attainment, and their perceptions about the integration of PC. The evaluation showed that most students perceived that they had attained the goals they set in participating in the PC class. They also observed that PC class is considered the main form of integration of PC.
Abstrak Bahasa Indonesia
Mengajarkan integrasi antara psikologi dan kekristenan di pendidikan tinggi Kristen di Indonesia belum banyak dilakukan. Salah satu upaya mengajarkan integrasi antara psikologi dan kekristenan dilakukan oleh program studi sarjana strata satu (S1) psikologi Universitas Kristen Krida Wacana, Jakarta adalah dengan mengadakan kelas yang bernama Psikologi dan Kristianitas (PK). Dalam artikel ini, penulis memaparkan mengenai praktik mengajarkan integrasi dari psikologi dan kekristenan secara konseptual, praktikal, dan personal bagi mahasiswa program studi sarjana psikologi. Strategi mengajarkan integrasi secara konseptual diantaranya adalah, membahas perspektif teoretis psikologi dan kekristenan, merangkum hasil penelitian empiris mengenai psikologi dan kekristenan, dan mengadakan forum diskusi. Strategi mengajarkan integrasi secara praktikal adalah dengan cara, membahas topik-topik integrasi psikologi dan kekristenan dalam berbagai konteks kehidupan, membahas topik-topik khusus integrasi psikologi dan kekristenan, dan laporan mengenai implementasi psikologi dan kekristenan di sekolah dan gereja. Strategi mengajarkan integrasi secara personal adalah dengan aktifitas menulis yakni menulis esai dan menulis refleksi. Penulis menggunakan metode survei untuk melakukan evaluasi terhadap mata kuliah PK. Tiga pertanyaan utama yang diajukan adalah mengenai, tujuan mahasiswa mengikuti kuliah PK, keyakinan diri dan ketercapaian mencapai tujuan tersebut, dan persepsi mereka terhadap integrasi. Evaluasi menunjukkan mahasiswa menilai bahwa diri mereka telah mencapai dengan baik tujuan yang mereka tetapkan dalam mengikuti mata kuliah PK. Mahasiswa juga menilai bahwa mata kuliah (MK) PK merupakan bentuk utama dari integrasi antara psikologi dan kekristenan yang mereka amati di kampus
THE INFLUENCE OF TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP AND WORKPLACE SPIRITUALITY ON TEACHER PERFORMANCE WITH WORK MOTIVATION AS A MEDIATOR AT XYZ ELEMENTARY SCHOOL IN KUPANG CITY [PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN SPIRITUALITAS KERJA TERHADAP KINERJA GURU DENGAN MOTIVASI KERJA SEBAGAI MEDIATOR DI SEKOLAH DASAR DI KOTA KUPANG]
This research is a quantitative study aimed at examining the influence of transformational leadership and workplace spirituality on teacher performance with work motivation as a mediator at XYZ Elementary School in Kupang City. This study involved 35 teachers working at the school, with data collected through an online questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis was conducted using the statistical method Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM), including path analysis and mediation effect testing. The results of the study indicate that 1) there is no positive and significant influence of transformational leadership on teacher performance, 2) there is no positive and significant influence of transformational leadership on work motivation, 3) there is a positive and significant influence of workplace spirituality on teacher performance, 4) there is a positive and significant influence of workplace spirituality on work motivation, 5) there is a positive and significant influence of work motivation on teacher performance, 6) there is no positive and significant influence of transformational leadership on teacher performance mediated by work motivation, and 7) there is no positive and significant influence of workplace spirituality on teacher performance mediated by work motivation.
Abstrak bahasa Indonesia
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan mengkaji pengaruh kepemimpinan transformasional dan workplace spirituality terhadap kinerja guru dengan motivasi kerja sebagai mediator di SD XYZ Kota Kupang. Penelitian ini melibatkan 35 guru yang bekerja di sekolah tersebut, dengan data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan secara online dan telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan metode statistik Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM), yaitu analisis jalur dan uji efek mediasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan kepemimpinan transformasional terhadap kinerja guru, 2) tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan kepemimpinan transformasional terhadap motivasi kerja, 3) terdapat pengaruh positif dan signifikan workplace spirituality terhadap kinerja guru, 4) terdapat pengaruh positif dan signifikan workplace spirituality terhadap motivasi kerja, 5) terdapat pengaruh positif dan signifikan motivasi kerja terhadap kinerja guru, 6) tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan kepemimpinan transformasional terhadap kinerja guru yang dimediasi oleh motivasi kerja, dan 7) tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan workplace spirituality terhadap kinerja guru yang dimediasi oleh motivasi kerja.
AN IN-DEPTH LEARNING APPROACH: A CASE STUDY IN A FACULTY OF EDUCATION IN TANGERANG, INDONESIA [PENDEKATAN PEMBELAJARAN MENDALAM: STUDI KASUS DI FAKULTAS PENDIDIKAN DI TANGERANG, INDONESIA]
Christian schools in Indonesia are expanding rapidly, necessitating a need for more skilled and qualified Christian teachers. Therefore, the research, which applies the qualitative approach with case study procedures, aims to offer an in-depth learning approach as a solution to provide reflective, responsive and responsible Christian teachers for Indonesia. The data gathered were course outlines, assessments, class activity photos, and student work. The result was that the in-depth learning approach was implemented by the Faculty of Education in Tangerang, Indonesia. It was shown by its teaching learning, which emphasized meaning making; challenged critical thinking, integrated faith and knowledge, as well as practiced problem solving. To make in-depth learning approach sustained in the future, the Faculty of Education must incorporate strategies such as negotiating power relations, creating a meaningful curriculum, fostering a culture of reflection, providing opportunities to explore new ideas and concepts, challenging traditional power dynamics, and transforming digital classrooms. For further research, conducting interviews and observations with students from the Faculty of Education is recommended to assess the impact of in-depth learning implementation.
Abstrak bahasa Indonesia
Sekolah kristen di indonesia berkembang pesat, sehingga kebutuhan akan guru Kristen yang terampil dan berkualitas semakin meningkat. Oleh karena itu, penelitian ini, yang menggunakan pendekatan kualitatif dengan prosedur studi kasus, bertujuan menawarkan pendekatan pembelajaran yang mendalam sebagai solusi untuk menghasilkan guru Kristen yang reflektif, responsif, dan bertanggung jawab bagi Indonesia. Data yang dikumpulkan meliputi silabus mata kuliah, penilaian, foto aktivitas kelas, dan hasil karya mahasiswa. Hasilnya menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran yang mendalam telah diterapkan oleh Fakultas Pendidikan di Tangerang, Indonesia. Hal ini terlihat dari proses pembelajaran yang menekankan pada pembentukan makna, menantang kemampuan berpikir kritis, mengintegrasikan iman dan pengetahuan, serta mempraktikkan penyelesaian masalah. Untuk menjaga keberlanjutan pendekatan pembelajaran mendalam di masa depan, Fakultas Pendidikan perlu menerapkan strategi seperti: negosiasi dalam hubungan kekuasaan, menciptakan kurikulum yang bermakna, mendorong budaya refleksi, memberikan kesempatan untuk mengeksplorasi ide dan konsep baru, menantang dinamika kekuasaan tradisional, dan mentransformasi ruang kelas digital. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk melakukan wawancara dan observasi terhadap mahasiswa Fakultas Pendidikan guna menilai dampak penerapan pendekatan pembelajaran mendalam.
IMPROVING EFL STUDENTS’ WRITING THROUGH PEER TUTORING [MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS MAHASISWA PEMBELAJAR BAHASA INGGRIS SEBAGAI BAHASA ASING MELALUI TUTORING OLEH TEMAN SEBAYA]
This study investigates the writing challenges faced by Indonesian EFL students and examines the effectiveness of peer tutoring in enhancing their writing skills. Through a mixed-methods approach, data were collected via open- and closed-ended survey responses and writing assessments’ scores to 40 students as tutees, and semi-structured interviews with 4 peer tutors. The findings indicate that students struggle primarily with vocabulary, grammar, sentence structure, and translation. These difficulties are interconnected, as limited vocabulary and grammatical knowledge hinder their ability to construct clear and coherent sentences. The results show that most students found peer tutoring beneficial, as it provided a supportive learning environment, personalized guidance, and reduced the pressure of traditional teacher-student interactions. However, some students reported minimal or no improvement, which could be attributed to factors such as lack of engagement or scheduling conflicts. These findings are analyzed through the lens of Vygotsky’s Sociocultural Theory, particularly the concepts of the Zone of Proximal Development and scaffolding. The study highlights how peer tutoring facilitates learning by providing social interaction with more knowledgeable peers, enabling students to progress beyond their current level of competence. These insights suggest that educational institutions should integrate structured peer tutoring programs into EFL writing courses and provide teachers with the necessary training and resources to offer appropriate scaffolding tailored to students’ individual challenges. Future research should explore targeted interventions for students with lower engagement and investigate strategies to enhance the effectiveness of peer tutoring in EFL writing instruction.
Abstrak Bahasa Indonesia
Studi ini menyelidiki tantangan menulis yang dihadapi oleh mahasiswa EFL Indonesia dan mengkaji efektivitas tutoring teman sebaya dalam meningkatkan keterampilan menulis mereka. Melalui pendekatan mixed-methods, data dikumpulkan melalui survei dengan pertanyaan terbuka dan tertutup serta nilai-nilai penilaian writing dari 40 siswa sebagai tutee, serta wawancara semi-terstruktur dengan 4 tutor sebaya. Temuan-temuan menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan, khususnya dengan kosakata, tata bahasa, struktur kalimat, dan terjemahan. Kesulitan-kesulitan tersebut saling terkait, karena kosakata dan pengetahuan tata bahasa yang terbatas menghambat kemampuan mereka untuk membuat kalimat yang jelas dan koheren. Hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar tutee merasa tutoring teman sebaya bermanfaat, karena memberikan lingkungan belajar yang mendukung, bimbingan yang personal, dan mengurangi tekanan dari interaksi tradisional antara guru dan siswa. Namun, beberapa tutee menyatakan sedikit atau tidak ada peningkatan, yang dapat dikaitkan dengan faktor-faktor seperti kurangnya keterlibatan atau konflik jadwal. Temuan-temuan tersebut dianalisis melalui lensa Teori Sosial Budaya Vygotsky, terutama konsep-konsep Zona Perkembangan Proximal (ZPD) dan scaffolding atau pendampingan. Studi ini menyoroti tutoring teman sebaya memfasilitasi pembelajaran dengan memberikan interaksi sosial dengan teman sebaya yang lebih berpengetahuan, memungkinkan siswa untuk maju melampaui tingkat kompetensi mereka saat ini. Hal-hal itu menunjukkan bahwa institusi pendidikan harus mengintegrasikan program tutoring teman sebaya yang terstruktur ke dalam mata kuliah writing EFL dan memberikan pelatihan serta sumber daya yang diperlukan kepada guru untuk melakukan scaffolding yang sesuai dengan tantangan-tantangan yang dimiliki setiap siswa. Penelitian di masa depan harus mengeksplorasi intervensi terarah untuk siswa dengan keterlibatan yang lebih rendah dan menyelidiki strategi-strategi untuk meningkatkan efektivitas tutoring teman sebaya dalam pembelajaran menulis EFL.