Polyglot: Jurnal Ilmiah
Not a member yet
    192 research outputs found

    PENGARUH PENERAPAN ANDRAGOGI, SELF- REGULATED LEARNING, DAN LITERASI MEMBACA TERHADAP PEMANFAATAN BLENDED LEARNING BERBASIS LMS PADA CALON GURU PENGGERAK REGULER DI PROVINSI NTT [THE EFFECT OF ANDRAGOGY APPLICATION, SELF-REGULATED LEARNING, AND READING LITERACY TO THE USE OF LMS- BASED BLENDED LEARNING ON CALON GURU PENGGERAK REGULAR OF THE NINTH BATCH IN NTT PROVINCE]

    Full text link
    Research on the utilization of LMS-based blended learning and the implementation of andragogy in the Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP) program for Calon Guru Penggerak (CGP) remains limited, particularly in East Nusa Tenggara (NTT) Province. As of 2023, this program has graduated eight cohorts of Guru Penggerak. However, the failure rate has increased over the last three cohorts. This study aims to analyze the influence of andragogy implementation, self-regulated learning (SRL), and reading literacy on the utilization of LMS-based blended learning among the ninth cohort of regular CGP in NTT Province. This research involved 152 respondents from 13 districts and one municipality in NTT. The findings indicate that for the ninth cohort of regular CGP in NTT Province: (1) andragogy implementation significantly influences the utilization of LMS-based blended learning; (2) SRL does not have a significant effect on the utilization of LMS-based blended learning; (3) reading literacy has a significant effect on the utilization of LMS-based blended learning; and (4) collectively, andragogy implementation, SRL, and reading literacy influence the utilization of LMS-based blended learning.  Abstrak Bahasa Indonesia Penelitian mengenai pemanfaatan blended learning berbasis LMS serta implementasi andragogi dalam Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP) bagi Calon Guru Penggerak (CGP) masih sangat terbatas, terutama di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga tahun 2023, program ini telah meluluskan delapan angkatan guru penggerak. Namun, dalam tiga angkatan terakhir, tingkat ketidaklulusan mengalami peningkatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan andragogi, Self-Regulated Learning (SRL), dan literasi membaca terhadap pemanfaatan blended learning berbasis LMS pada CGP reguler angkatan kesembilan di Provinsi NTT. Penelitian ini melibatkan 152 responden yang tersebar di 13 kabupaten dan satu kotamadya di Provinsi NTT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada CGP reguler angkatan kesembilan di Provinsi NTT: (1) penerapan andragogi berpengaruh terhadap pemanfaatan blended learning berbasis LMS; (2) SRL tidak berpengaruh signifikan terhadap pemanfaatan blended learning berbasis LMS; (3) literasi membaca berpengaruh terhadap pemanfaatan blended learning berbasis LMS; dan (4) secara simultan, penerapan andragogi, SRL, dan literasi membaca berpengaruh terhadap pemanfaatan blended learning berbasis LMS

    PENGARUH PRAKTIK MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DAN PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT TERHADAP KOMITMEN GURU MELALUI EMPLOYEE ENGAGEMENT DI SMP SUBRAYON 09 KOTA SEMARANG [THE INFLUENCE OF HUMAN RESOURCE MANAGEMENT PRACTICE AND PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT TOWARDS TEACHER COMMITMENT THROUGH EMPLOYEE ENGAGEMENT IN JUNIOR HIGH SCHOOL SUBRAYON 09 SEMARANG CITY]

    Full text link
    Success in developing schools cannot rely solely on external factors such as budget, technology, and physical facilities. Internal factors, particularly teachers' commitment to their profession and institution, play a key role in fostering a high-quality learning environment. Teachers with strong commitment are more likely to take initiative, be responsible, and contribute sustainably to achieving educational goals, making them a fundamental pillar of overall school progress. This study aims to examine the influence of human resource management practices and perceived organizational support on teacher commitment, with employee engagement as a mediating variable. The research was conducted at Junior High Schools in Subrayon 09, Semarang City, involving a sample of 194 teachers. Data were collected using a 5-point Likert scale questionnaire distributed online via Google Forms. Data analysis was carried out using Structural Equation Modeling based on Partial Least Squares (SEM-PLS). The findings indicate that human resource management practices and perceived organizational support have a positive effect on employee engagement and teacher commitment. Furthermore, employee engagement directly influences teacher commitment and significantly mediates the effect of human resource management practices and perceived organizational support on teacher commitment. Abstrak Bahasa Indonesia Keberhasilan dalam mengembangkan sekolah tidak cukup hanya mengandalkan faktor-faktor eksternal seperti anggaran, teknologi, dan fasilitas fisik. Faktor internal, khususnya komitmen guru terhadap profesi dan institusi, memegang peranan kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas. Guru yang memiliki komitmen tinggi akan lebih berinisiatif, bertanggung jawab, dan berkontribusi secara berkelanjutan dalam mencapai tujuan pendidikan, sehingga menjadi fondasi utama dalam kemajuan sekolah secara menyeluruh. Studi ini bertujuan untuk meneliti pengaruh praktik manajemen sumber daya manusia dan perceived organizational support terhadap komitmen guru dengan employee engagement sebagai variabel mediasi. Objek yang dijadikan tempat penelitian yaitu SMP di Subrayon 09 Kota Semarang dengan sampel sebanyak 194 guru. Pengumpulan data menggunakan kuesioner skala Likert 5 poin yang didistribusikan secara online melalui Google Forms. Analisis data menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS). Temuan penelitian menunjukkan bahwa praktik manajemen SDM dan perceived organizational support berpengaruh positif terhadap employee engagement dan komitmen guru. Employee engagement juga terbukti secara langsung memengaruhi komitmen guru dan dapat secara signifikan memediasi pengaruh praktik manajemen SDM dan perceived organizational support terhadap komitmen guru

    ANALISIS PENGGUNAAN CAMPUR KODE MAHASISWA MELALUI PESAN WHATSAPP DAN SUREL SEBAGAI IMPLIKASI DARI XENOGLOSOFILIA [ANALYSIS ON STUDENTS' CODE-MIXING USAGE THROUGH WHATSAPP MESSAGE AND EMAIL AS AN IMPLICATION OF XENOGLOSSOPHILIA]

    Full text link
    Language contact is one of the reasons for one's language variety or variation. The use of variation will also depend on the language attitude, whether it is included in a positive or negative language attitude toward a language. One of the languages in question is Indonesian, which is often mixed with words from foreign languages, especially English, thus violating the language codes of the variety used. This is known as code mixing. This study uses a survey method to find out the language attitudes of students at one of the private universities in Tangerang towards Indonesian and an observation method through the Simak Libat Cakap (SLC) technique to analyze the forms of student code-mixing. Based on the study's results, students still maintain a positive attitude towards the language, as evidenced by their pride in the Indonesian language. The findings of code mix used, such as the words text, quiz, error, submit, online class, upload, join, and others. Thus, from the results of the analysis of the forms of student code mix, it is evident that the phenomenon of xenoglossophilia occurs. Abstrak Bahasa Indonesia Kontak bahasa menjadi salah satu alasan terjadinya ragam atau variasi bahasa seseorang. Penggunaan variasi itu pun akan bergantung pada sikap berbahasanya apakah termasuk dalam sikap bahasa positif atau negatif pada suatu bahasa. Salah satu bahasa yang dimaksud adalah bahasa Indonesia yang kerap kali dicampuradukkan dengan kata-kata dari bahasa asing sehingga menyalahi kode-kode bahasa dari ragam yang digunakan. Hal inilah yang dikenal dengan istilah campur kode. Penelitian ini menggunakan metode survei untuk mengetahui sikap bahasa mahasiswa UPH terhadap bahasa Indonesia dan metode observasi melalui teknik Simak Libat Cakap (SLC) untuk menganalisis bentuk-bentuk campur kode mahasiswa UPH. Berdasarkan hasil penelitian, mahasiswa UPH tergolong memiliki sikap bahasa positif berupa sikap bangga terhadap bahasa Indonesia. Akan tetapi, dari hasil analisis bentuk-bentuk campur kode mahasiswa UPH, mengimplikasikan bahwa fenomena xenoglosofilia benar-benar terjadi

    MAPPING GENERATIVE AI'S ETHICAL ISSUES IN HIGHER EDUCATION: A FELT-GUIDED SYSTEMATIC REVIEW [PEMETAAN ISU ETIKA GENERATIVE AI DI PENDIDIKAN TINGGI: TINJAUAN SISTEMATIS BERPANDUAN FELT]

    Full text link
    The pervasive integration of generative AI (GenAI) into higher education presents transformative opportunities alongside complex ethical challenges that necessitate urgent scholarly attention. This study conducts a systematic literature review (SLR) following the rigorous Kitchenham protocol, analyzing 27 peer-reviewed articles published between 2023 and 2025 to comprehensively identify these ethical issues and map them against the ALT Framework for Ethical Learning Technologies (FELT). The SLR revealed seven prominent ethical concerns: (1) academic integrity and plagiarism, highlighting issues of unauthorized assistance and false authorship; (2) bias and fairness, manifested through algorithmic and linguistic biases; (3) data privacy and security, concerning unauthorized access and re-identification risks; (4) impact on critical thinking and learning outcomes, fostering over-reliance; (5) authorship, intellectual property, and copyright ambiguities; (6) misinformation, hallucinations, and deepfakes, eroding trust; and (7) broader environmental and labor impacts. Crucially, the mapping to FELT demonstrated that these issues collectively challenge institutional accountability, necessitate responsible learning paradigms, demand greater transparency in AI operations, and underscore the imperative for care towards individuals and societal well-being. Findings indicate a nascent and fragmented institutional response globally, driven by varied stakeholder perspectives. This research recommends a multi-faceted approach: fostering comprehensive AI literacy, adopting human-centered design, developing robust and adaptive policies, ensuring system transparency and accountability, strengthening data governance, advocating for ethical AI design, and promoting interdisciplinary collaboration. This study equips higher education stakeholders to navigate GenAI's ethical landscape and uphold core educational values by synthesizing current ethical dilemmas and offering a FELT-guided framework for responsible integration. Abstrak Bahasa Indonesia Integrasi kecerdasan buatan generatif (GenAI) yang meluas ke pendidikan tinggi menghadirkan peluang transformatif sekaligus tantangan etika yang kompleks dan memerlukan perhatian akademis yang mendesak. Studi ini melakukan tinjauan literatur sistematis (SLR) mengikuti protokol Kitchenham yang ketat, menganalisis 27 artikel peer-reviewed yang diterbitkan antara tahun 2023 dan 2025 untuk secara komprehensif mengidentifikasi isu-isu etika ini dan memetakannya terhadap Kerangka Kerja ALT untuk Teknologi Pembelajaran Etis (FELT). SLR ini mengungkapkan tujuh kekhawatiran etika yang menonjol: (1) integritas akademik dan plagiarisme, menyoroti isu-isu bantuan tidak sah dan kepengarangan palsu; (2) bias dan keadilan, termanifestasi melalui bias algoritmik dan linguistik; (3) privasi dan keamanan data, menyangkut akses tidak sah dan risiko re-identifikasi; (4) dampak pada pemikiran kritis dan hasil pembelajaran, mendorong ketergantungan berlebihan; (5) ambiguitas kepengarangan, kekayaan intelektual, dan hak cipta; (6) misinformasi, halusinasi, dan deepfake, mengikis kepercayaan; dan (7) dampak lingkungan dan tenaga kerja yang lebih luas. Secara krusial, pemetaan ke FELT menunjukkan bahwa isu-isu ini secara kolektif menantang akuntabilitas institusional, menuntut paradigma pembelajaran yang bertanggung jawab, membutuhkan transparansi yang lebih besar dalam operasi AI, dan menggarisbawahi keharusan untuk peduli terhadap individu dan kesejahteraan masyarakat yang lebih luas. Temuan mengindikasikan respons institusional yang masih baru dan terfragmentasi secara global, didorong oleh beragam perspektif pemangku kepentingan. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan multi-aspek: membina literasi AI yang komprehensif, mengadopsi desain yang berpusat pada manusia, mengembangkan kebijakan yang kuat dan adaptif, memastikan transparansi dan akuntabilitas sistem, memperkuat tata kelola data, mengadvokasi desain AI yang etis, dan mempromosikan kolaborasi interdisipliner. Dengan menyintesis dilema etika saat ini dan menawarkan kerangka kerja berbasis FELT untuk integrasi yang bertanggung jawab, studi ini membekali pemangku kepentingan pendidikan tinggi untuk menavigasi lanskap etika GenAI dan menjunjung tinggi nilai-nilai inti pendidikan.

    PENGEMBANGAN MODUL PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA PADA FASE F UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN BUDAYA MEMBATIK PADA PESERTA DIDIK [DEVELOPMENT OF A MODULE FOR PHASE F OF THE PANCASILA STUDENT PROFILE STRENGTHENING PROJECT (P5) TO ENHANCE STUDENTS’ UNDERSTANDING OF BATIK CULTURE]

    Full text link
    This study aims to develop and evaluate the Project to Strengthen Pancasila Student Profile (P5) module with a local wisdom theme. The P5 activities in this module are designed to enhance students' understanding of batik culture. The Research and Development (R&D) approach using the ADDIE development model was applied in this study. However, the research was limited to the third phase of ADDIE, which is the development phase. Therefore, the ADDIE model in this research consists of the analysis phase, the design phase, and the development phase. The P5 module utilizes the dimensions of collaboration, creativity, and global diversity as indicators of the achievement of the Pancasila Student Profile. The developed module underwent validity testing by expert media validators and expert material validators. The assessment results indicate that the P5 module with the local wisdom theme is highly suitable for use in P5 activities.  Abstrak bahasa Indonesia Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi modul Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema kearifan lokal. Kegiatan P5 pada modul ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta didik tentang budaya batik. Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini dibatasi pada tahap ketiga ADDIE yaitu pengembangan, sehingga model pengembangan ADDIE dalam penelitian terdiri atas tahap analisis, tahap perancangan, dan tahap pengembangan. Modul P5 ini menggunakan dimensi gotong royong, kreatif, dan berkebhinekaan global sebagai indikator pencapaian Profil Pelajar Pancasila. Modul yang dikembangkan telah melalui uji validitas oleh validator ahli media dan validator ahli materi. Hasil penilaian yang dilakukan menunjukkan bahwa modul P5 dengan tema kearifan lokal sangat layak untuk digunakan dalam kegiatan P5.

    SCHOLARSHIP OF TEACHING AND LEARNING DALAM PENDIDIKAN TINGGI KRISTEN DI INDONESIA: MENUJU PENDEKATAN PEDAGOGI BERBASIS IMAN [SCHOLARSHIP OF TEACHING AND LEARNING IN CHRISTIAN HIGHER EDUCATION IN INDONESIA: TOWARDS A FAITH BASED PEDAGOGICAL APPROACH]

    Full text link
    This article critically examines the shifting focus among higher education faculty in Indonesia—particularly within Christian institutions—from teaching to research, driven by academic policies that prioritize scholarly publication. Using a literature-based approach and the framework of the Scholarship of Teaching and Learning (SoTL), the paper explores global developments, conceptual challenges, and the relevance of SoTL for faith-integrated learning. While SoTL practices in Indonesia and Christian institutions remain limited, the study highlights their strategic potential to strengthen reflective, collaborative, and transformative pedagogy. The article concludes with recommendations for building a faith-informed SoTL ecosystem within the context of Christian higher education in Indonesia. Abstrak Bahasa Indonesia Tulisan ini mengkaji pergeseran fokus dosen pendidikan tinggi di Indonesia—khususnya di institusi Kristen—dari pengajaran ke penelitian akibat kebijakan akademik yang menekankan publikasi ilmiah. Dengan pendekatan studi pustaka dan kerangka Scholarship of Teaching and Learning (SoTL), artikel ini menelusuri perkembangan global, tantangan konseptual, serta relevansi SoTL bagi integrasi iman dan pembelajaran. Kajian ini menunjukkan bahwa meskipun praktik SoTL di Indonesia dan institusi Kristen masih terbatas, pendekatan ini memiliki potensi strategis untuk memperkuat pedagogi reflektif, kolaboratif, dan transformatif. Artikel ini juga menawarkan rekomendasi untuk membangun ekosistem SoTL berbasis iman dalam konteks pendidikan tinggi Kristen di Indonesia

    INDONESIAN UNIVERSITY STUDENTS' PERCEPTIONS OF CHATGPT FOR ENGLISH ESSAY WRITING [PERSEPSI MAHASISWA INDONESIA TERHADAP CHATGPT DALAM PENULISAN ESAI BAHASA INGGRIS]

    No full text
    ChatGPT, an AI tool launched in November 2022, has gained popularity among EFL students for assisting in English essay writing. Despite its popularity, little is known about Indonesian students' perceptions of ChatGPT's usefulness, ease of use, and limitations in essay writing. To address this gap, a survey with closed and open-ended questions was conducted on 76 first-year undergraduate students from IT programmes at a private university in Indonesia. Quantitative data was analysed using descriptive statistics, and open-ended responses were analysed using thematic analysis. The theoretical framework of the Technological Acceptance Model (TAM) underpinned the analysis. The findings reveal that students found ChatGPT easy to use because it did not demand specific skills and promptly understood and responded to their prompts. ChatGPT was deemed helpful for various reasons, with its ability to provide relevant materials, check vocabulary and sentence structures, generate ideas, and translate Indonesian sentences into English being the top five reasons. However, students also highlighted three main limitations: ChatGPT's tendency to provide irrelevant or unclear answers and its difficulty understanding complex instructions. This study indicates that while students use ChatGPT for English essay assistance, they remain aware that its answers may not always be appropriate. Abstrak bahasa Indonesia  ChatGPT, sebuah alat kecerdasan buatan yang diluncurkan di bulan November 2022, telah mendapatkan popularitas di kalangan mahasiswa yang belajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing dalam membantu penulisan esai Bahasa Inggris. Meskipun sudah populer, persepsi mahasiswa Indonesia terhadap kegunaan ChatGPT masih belum banyak diketahui, seperti tentang kemudahan penggunaan ChatGPT dan keterbatasan ChatGPT dalam penulisan esai bahasa Inggris. Untuk menjawab kekurangan informasi ini, survei dengan pertanyaan tertutup dan terbuka dilakukan pada 76 mahasiswa tahun pertama dari program IT di sebuah universitas swasta di Indonesia. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif, dan jawaban terbuka dianalisis menggunakan analisis tematik. Kerangka teori Model Penerimaan Teknologi (TAM) mendasari analisis ini. Hasil temuan menunjukkan bahwa mahasiswa menganggap ChatGPT mudah digunakan karena tidak membutuhkan keterampilan khusus dan mampu dengan cepat memahami serta merespons permintaan mereka. ChatGPT dianggap berguna untuk setidaknya lima alasan utama: kemampuan ChatGPT untuk menyediakan materi yang relevan, memeriksa kosa kata dan struktur kalimat, menghasilkan ide, serta menerjemahkan kalimat Bahasa Indonesia ke dalam Bahasa Inggris. Meski demikian, mahasiswa juga menggarisbawahi tiga keterbatasan utama dari penggunaan ChatGPT: kecenderungan ChatGPT untuk memberikan jawaban yang tidak relevan atau tidak jelas, dan kesulitan ChatGPT memahami instruksi yang kompleks. Studi ini menunjukkan bahwa meskipun mahasiswa memanfaatkan ChatGPT untuk membantu penulisan esai Bahasa Inggris, mereka tetap menyadari bahwa hasil yang diberikan mungkin tidak selalu tepat

    ANALISIS KESALAHAN SINTAKSIS PADA ARTIKEL JURNAL ILMIAH MAHASISWA [ANALYSIS OF SYNTAX ERRORS IN STUDENT SCIENTIFIC JOURNAL ARTICLES]

    Full text link
    This study aims to analyze syntactic errors in students' scientific articles, especially in the application of the principles of effective sentences. This study uses a qualitative descriptive approach with primary data in the form of 18 scientific articles in non-synta journals written by undergraduate or S-1 Indonesian Language and Literature study program students from 12 different universities as author affiliations. Data collection was carried out through documentation techniques, and analysis was carried out using a content analysis approach for three months, namely October to December 2024. The results of the study showed that the most common syntactic errors occurred in the aspects of unity of ideas, coherence, and emphasis. These errors include illogical combinations of ideas, lack of integration between sentences, and inability to emphasize the main idea. In addition, errors were also found in variations in sentence structure, parallelism, and logical reasoning. These findings reflect students' weak understanding of the basic principles of syntax and effective sentences. This study concludes that intensive training and guidance in academic writing are needed to improve the quality of students' scientific articles. These findings are expected to contribute to the development of scientific writing learning strategies in higher education.  Abstrak bahasa Indonesia  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan sintaksis dalam artikel ilmiah mahasiswa, khususnya dalam penerapan prinsip kalimat efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan data utama berupa 18 artikel ilmiah pada jurnal non sinta yang ditulis mahasiswa program studi Bahasa dan Sastra Indonesia jenjang sarjana atau S-1, dari 12 perguruan tinggi yang berbeda sebagai afiliasi penulis. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi, dan analisis dilakukan dengan pendekatan analisis isi selama tiga bulan, yaitu bulan Oktober sampai dengan Desember 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan sintaksis paling umum terjadi pada aspek kesatuan gagasan, koherensi, dan penekanan. Kesalahan ini meliputi penggabungan ide yang tidak logis, kurangnya keterpaduan antar-kalimat, serta ketidakmampuan menekankan gagasan utama. Selain itu, ditemukan pula kesalahan dalam variasi struktur kalimat, paralelisme, dan penalaran logika. Temuan ini mencerminkan lemahnya pemahaman mahasiswa terhadap prinsip-prinsip dasar sintaksis dan kalimat efektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelatihan intensif dan bimbingan menulis akademik diperlukan untuk meningkatkan kualitas artikel ilmiah mahasiswa. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi pembelajaran menulis ilmiah di perguruan tinggi

    ANALISIS MUSIKALISASI PUISI SANG GURU MENURUT ESTETIKA IMMANUEL KANT DIKAITKAN DENGAN PENGALAMAN ESTETIS MAHASISWA [ANALYSIS OF THE MUSICALIZATION OF THE POEM SANG GURU ACCORDING TO IMMANUEL KANT’S AESTHETICS ASSOCIATED WITH THE AESTHETIC EXPERIENCE OF STUDENTS]

    Full text link
    This research aims to describe the musicalization of the poem Sang Guru by Panji Sakti in Immanuel Kant’s aesthetic perspective and its relationship with students’ aesthetic experience. Poetry musicalization as a form of literary work that combines elements of music and poetry can also create a deep aesthetic experience for the audience. This research uses a qualitative approach by distributing questionnaires to 93 students to measure the aesthetic experience of the musicalization of the poem Sang Guru by Panji Sakti. The results showed 82.8% of students agreed that the musicalization of the poem Sang Guru by Panji Sakti was able to evoke aesthetic experiences. The aesthetic assessment of the musicalization of Sang Guru's poetry can be enjoyed universally. This is in accordance with the research results that as many as 62.4% of students agree and 37.6% of students strongly agree that the musicalization of Sang Guru's poetry has aesthetic value, so the musicalization of poetry can be said that its beauty is universal not subjective to individuals. Harmonization between poetry and music in the musicalization of Sang Guru's poem has an integration that weaves aesthetic value. Almost 99% of students agreed with this statement. The musicalization of the poem Sang Guru by Panji Sakti has a free aesthetic value without any practical purpose.  Abstrak bahasa Indonesia Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan musikalisasi puisi Sang Guru karya Panji Sakti dalam perspektif estetika Immanuel Kant dan hubungannya dengan pengalaman estetis mahasiswa. Musikalisasi puisi sebagai suatu bentuk karya sastra yang menggabungkan elemen musik dan puisi juga dapat menciptakan pengalaman estetis yang mendalam bagi penikmatnya. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan menyebarkan angket kepada 93 mahasiswa untuk mengukur pengalaman estetis terhadap musikalisasi puisi Sang Guru karya Panji Sakti. Hasil penelitian menunjukkan 82,8% mahasiswa menyepakati bahwa musikalisasi puisi Sang Guru karya Panji Sakti mampu membangkitkan pengalaman estetis. Penilaian estetis terhadap musikalisasi puisi Sang Guru dapat dinikmati secara universal. Hal tersebut sesuai dengan hasil penelitian bahwa sebanyak 62,4% mahasiswa setuju dan 37,6% mahasiswa sangat setuju bahwa musikalisasi puisi Sang Guru memiliki nilai estetis, sehingga musikalisasi puisi tersebut bersifat universal bukan subjektif perorangan. Harmonisasi antara puisi dan musik dalam musikalisasi puisi Sang Guru memiliki keterpaduan yang menjalin nilai estetis. Hampir 99% mahasiswa menyepakati pernyataan tersebut. Musikalisasi puisi Sang Guru karya Panji Sakti memiliki nilai estetis yang bebas tanpa adanya tujuan praktis

    PENGEMBANGAN HANDBOOK STRATEGI PEMBELAJARAN INOVATIF UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU HOMESCHOOLING DI KOTA BANDUNG [THE DEVELOPMENT OF AN INNOVATIVE LEARNING STRATEGY HANDBOOK TO IMPROVE THE COMPETENCE OF HOMESCHOOLING TEACHERS IN BANDUNG CITY]

    Full text link
    Homeschooling is increasingly popular as an alternative educational model, but it faces challenges, including the need for competent teachers who can cater to diverse student needs. This study aimed to develop and evaluate a competency development program for homeschooling teachers in Bandung City, packaged as a handbook titled "Strategi Pembelajaran Inovatif" (Innovative Learning Strategies). The research utilized a Research and Development (R&D) method with the 4D model (Define, Design, Develop, Disseminate). The Define stage involved a Focus Group Discussion (FGD) with homeschooling leaders and interviews with teachers, revealing a need for enhanced teacher competency, particularly in innovative learning strategies. The Design stage focused on creating the handbook structure and content, covering "Mengenal Homeschooling" (Understanding Homeschooling) and "Strategi Pembelajaran Inovatif," which includes personalized learning, project-based learning, inquiry-based learning, and technology integration. The Develop stage included expert validation (content, design, technology) which rated the handbook favorably (average scores 2.8, 2.9, and 2.9 out of 3, respectively, leading to minor revisions) and a trial with homeschooling teachers. The trial showed an increase in participants' understanding, with average pre-test scores of 61.17 and post-test scores of 70.75. Feedback on the training program and handbook was generally "good" (average rating 83.77). The Disseminate stage involved distributing the handbook to four other homeschooling institutions in Bandung, which provided "sufficient" feedback (average rating 75/100) and positive impressions. The study concludes that the developed handbook is a viable and relevant tool for enhancing the competencies of homeschooling teachers in Bandung. Abstrak Bahasa Indonesia Homeschooling semakin diminati sebagai model pendidikan alternatif, namun menghadapi berbagai tantangan, termasuk kebutuhan akan guru yang kompeten dan mampu melayani kebutuhan siswa yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi program pengembangan kompetensi bagi guru homeschooling di Kota Bandung, yang dikemas dalam bentuk sebuah handbook berjudul "Strategi Pembelajaran Inovatif". Penelitian ini menggunakan metode Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Tahap Define melibatkan Focus Group Discussion (FGD) dengan pimpinan homeschooling dan wawancara dengan guru, yang mengungkap kebutuhan peningkatan kompetensi guru, khususnya dalam strategi pembelajaran inovatif. Tahap Design berfokus pada perancangan struktur dan konten handbook, yang mencakup materi "Mengenal Homeschooling" dan "Strategi Pembelajaran Inovatif" (pembelajaran personalisasi, project-based learning, inquiry-based learning, dan integrasi teknologi). Tahap Develop meliputi validasi ahli (konten, desain, teknologi) yang menilai handbook secara positif (rata-rata skor 2,8, 2,9, dan 2,9 dari 3, yang mengarah pada revisi minor) dan uji coba kepada guru homeschooling. Hasil uji coba menunjukkan peningkatan pemahaman peserta, dengan skor rata-rata pre-test 61,17 dan post-test 70,75. Umpan balik terhadap program pelatihan dan handbook umumnya "baik" (rata-rata penilaian 83,77). Tahap Disseminate melibatkan pendistribusian handbook ke empat institusi homeschooling lain di Kota Bandung, yang memberikan umpan balik "cukup" (rata-rata penilaian 75/100) dan kesan positif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa handbook yang dikembangkan merupakan alat yang layak dan relevan untuk meningkatkan kompetensi guru homeschooling di Kota Bandung

    128

    full texts

    192

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Polyglot: Jurnal Ilmiah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇