Polyglot: Jurnal Ilmiah
Not a member yet
192 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN MANAJEMEN WAKTU BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MENUJU ERA SOCIETY 5.0 [THE RELATIONSHIP OF STUDY TIME MANAGEMENT WITH LEARNING ACHIEVEMENT TOWARDS THE ERA OF SOCIETY 5.0]
Studying time management is the management of learning opportunities. This governance is very important as an effort to improve learning achievement. The method used by researchers is literature review. From this research and literature review, results include that students who manage training duration are able to achieve or increase training manifestations substantially. By managing the training period, students become more determined in carrying out training. Bahasa Indonesia AbstrakManajemen waktu belajar merupakan tata kelola kesempatan dalam belajar. Tata Kelola ini sangat penting sebagai upaya meningkatkan prestasi belajar. Metode yang peneliti tempuh ialah kajian literatur. Dari penelitian dengan kajian pustaka ini membuahkan hasil antara lain siswa yang melakukan pengelolaan durasi pelatihan mampu meraih atau meningkatkan manifestasi pelatihan dengan substansial. Dengan melakukan pengelolaan masa pelatihan, siswa menjadi lebih bertekat dalam melakukan pelatihan
KAJIAN SEMIOEDUKASI DALAM NOVEL SEJARAH KARYA GESTA BAYUADHY [SEMIOTIC-EDUCATIONAL STUDY IN THE HISTORICAL NOVEL BY GESTA BAYUADHY]
Abstract This study aims to describe the main character values that are the priority of the Strengthening Character Education (PPK) movement in Gesta Bayuadhy's historical novels, namely Ranggalawe: Mendung di Langit Majapahit and Mahapatih Nambi: Percik Api di Jantung Majapahit. The approach used is semioeducational based on the semiotic theory of Charles Sanders Peirce. This type of research is qualitative which focuses on the presentation of data in a narrative manner. In collecting data using library techniques, reading, and taking notes. The data analysis technique was carried out using a semioeducational approach through reading the historical novel by Gesta Bayuadhy in a heuristic and hermeneutic way. The semioeducational approach is carried out to interpret education, in the form of the main character values through Peirce's semiotic signs, namely representamen, object, and interpretant. The results showed that the main values of religious, nationalist, integrity, independent, and mutual cooperation characters with variants that are built through representamen, objects, and interpretants in the historical novel by Gesta Bayuadhy. Bahasa Indonesia Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai utama karakter yang menjadi prioritas gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dalam novel sejarah karya Gesta Bayuadhy, yakni Ranggalawe: Mendung di Langit Majapahit dan Mahapatih Nambi: Percik Api di Jantung Majapahit. Pendekatan yang digunakan adalah semioedukasi dengan berpedoman pada teori semiotika Charles Sanders Peirce. Penelitian ini berjenis kualitatif yang berfokus pada pemaparan data secara naratif. Dalam pengumpulan data menggunakan teknik pustaka, baca, dan catat. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan semioedukasi melalui pembacaan novel sejarah karya Gesta Bayuadhy secara heuristik dan hermeneutik. Pendekatan semioedukasi dilakukan guna menafsirkan edukasi, berupa nilai utama karakter melalui tanda semiotika Peirce, yakni representamen, object, dan interpretant. Hasil penelitian menunjukkan adanya nilai utama karakter religius, nasionalis, integritas, mandiri, dan gotong royong dengan berbagai variannya yang dibangun melalui representamen, object, dan interpretant dalam novel sejarah karya Gesta Bayuadhy
TEACHER’S ROLE AS A GUIDE IN SHAPING STUDENTS’ CHARACTER [PERAN GURU SEBAGAI PEMBIMBING DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA]
Abstract One of the goals of Christian education is to assist students in cultivating godly character. However, the reality indicates that some students display traits inconsistent with godly character, such as bullying, irresponsibility, and disrespect. Therefore, the role of teachers as a guide becomes crucial in encouraging students to grow in faith and exhibit Christlike character in their live. This paper aims to explain the role of Christian teachers as a guide in shaping students’ character using a literature review method. In shaping students’ characters, teachers implement various strategies in the classroom such as creating a positive learning environment, integrating characters’ education into lessons, and fostering reflection and self-awareness among students. The finding of this paper shows that Christian teachers have responsibility to guide the development of students’ Christian characters. To enhance this role, the suggestions for teachers are to provide learning methods that encourage character development and establish partnerships with families and churches to collectively guide the students. Bahasa Indonesia Abstrak Salah satu tujuan pendidikan Kristen adalah untuk membantu siswa mengembangkan karakter yang saleh. Namun, kenyataan menunjukkan bahwa beberapa siswa menunjukkan sifat-sifat yang tidak sesuai dengan karakter yang saleh, seperti perundungan, tidak bertanggung jawab, dan tidak sopan. Oleh karena itu, peran guru sebagai pembimbing menjadi sangat penting dalam mendorong siswa untuk bertumbuh dalam iman dan menunjukkan karakter Kristus dalam kehidupan mereka. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan peran guru Kristen sebagai pembimbing dalam membentuk karakter siswa dengan menggunakan metode studi literatur. Dalam membentuk karakter siswa, guru menerapkan berbagai strategi di dalam kelas seperti menciptakan lingkungan belajar yang positif, mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam pelajaran, dan menumbuhkan refleksi dan kesadaran diri di antara siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru-guru Kristen memiliki tanggung jawab untuk membimbing perkembangan karakter Kristen siswa. Untuk meningkatkan peran ini, saran untuk para guru adalah untuk menyediakan metode pembelajaran yang mendorong pengembangan karakter dan membangun kemitraan dengan keluarga dan gereja untuk secara kolektif membimbing para siswa.
EVALUATION OF THE CREATIVITY ACTIVITY SERVICE (CAS) PROGRAM AT A PRIVATE INTERNATIONAL BACCALAUREATE SCHOOL USING STAKE’S EVALUATION MODEL
Creativity Action Service (CAS) is one of the Diploma Program requirements in the International Baccalaureate (IB) curriculum for students in grade 11 and 12. Through this CAS program, students are expected to grow in awareness of their own strengths and potential, learn to overcome the challenges from new activities they have initiated and planned, work collaboratively, show persistence and commitment to be involved in global issues. Periodic evaluation of the program in IB curriculum schools is necessary to investigate the quality of the program and its components which can be used for assessment and decision making towards the improvement and/or accountability of the program. The evaluation result also contributes to increased organizational and social values not only for the school itself, but also for the community affected by this program. This evaluation research uses a descriptive qualitative method by implementing the Countenance Stake evaluation model that emphasizes descriptions and judgments to see the objective conditions at the antecedent (context), transaction (process), and outcome (result) stages. Data collection was carried out through documentation studies, interviews with CAS coordinators, teachers as CAS advisors, students, as well as observing the program implementation. The evaluation results were analyzed and categorized as best practices, challenges, and support systems which in the end became suggestions for improvements in short-term, medium-term, and long-term implementation strategies for the school.Bahasa Indonesia AbstrakBerkenaan dengan fakta bahwa pembelajaran penulisan Bahasa Inggris sering dianggap sebagai aktivitas individual, budaya menulis kolaboratif memegang sebuah peranan penting untuk meningkatkan motivasi menulis pelajar Bahasa Inggris di seluruh dunia yang dapat membawa mereka menjadi penulis optimis, inovatif, dan cakap. Studi pustaka skala kecil ini diperuntukan secara mendalam untuk menyelidiki apakah budaya menulis kolaboratif dapat tumbuh dengan dukungan Google Docs. Oleh karena itu, peneliti dengan sangat kritis meninjau hasil penelitian yang telah dihasilkan oleh 20 penelitian menulis kolaboratif dan Google Docs dengan bantuan dari analisis tematik. Metode analisis tematik diterapkan untuk memastikan kredibilitas, kepercayaan, dan keandalan dari setiap hasil penelitian yang telah dikelompokan secara spesifik. Untuk menghasilan hasil penelitian yang relevan dan kontekstual, peneliti memilih penelitian menulis kolaboratif dan Google Docs dari tahun 2019 hingga 2023. Berkenaan dengan hasil penelitian yang telah didapat, instruktur menulis Bahasa Inggris di seluruh dunia disarankan untuk menggabungkan penerapan strategi menulis kolaboratif dengan Google Docs agar secara terus menerus mentransformasi pelajar Bahasa Inggris menjadi penulis seumur hidup yang lebih kolaboratif, tangguh, dan ulet
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KERJA SAMA SISWA KELAS XI AKL 1 SMKN 2 MAGELANG [IMPLEMENTATION OF THE GROUP INVESTIGATION LEARNING MODEL TO IMPROVE TEAMWORK SKILLS OF GRADE 11 ACCOUNTING AND FINANCE STUDENTS AT SMKN 2 MAGELANG]
AbstractThis study aims to determine whether the application of the Group Investigation model can increase student’s teamwork skills in elements of business economics at SMKN 2 Magelang. This research is motivated by the importance of teamwork skills in vocational high school in preparation for work as the main outcome. The research was Classroom Action Research that was performed within 2 cycles used. The subjects of this study were 35 students of class XI AKL 1 of SMKN 2 Magelang. This research instrument uses an observation sheet that contains 5 indicators of teamwork including positive interdependence, face-to-face interaction, personal responsibility, interpersonal relationships, and group processing. The research used qualitative descriptive analysis techniques. Cycle I showed that the average student’s teamwork skills are 74,14%. Student’s teamwork skills increased by 10,07% in cycle II to 84,21%. The results showed an increase in student’s teamwork skills using Group Investigation model.Bahasa Indonesia AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan kerja sama siswa pada elemen ekonomi bisnis melalui penerapan model pembelajaran Group Investigation di SMKN 2 Magelang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan kerja sama pada siswa SMK untuk persiapan menuju dunia kerja sebagai luaran utama. Jenis Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dimana dilaksanakan dalam 2 siklus. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI AKL 1 yang berjumlah 35 siswa. Penelitian ini menggunakan lembar observasi yang memuat 5 indikator kerja sama yakni saling ketergantungan positif, interaksi tatap muka, tanggung jawab individu, hubungan interpersonal, dan proses kelompok. Analisis data dilakukan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Siklus I menunjukkan kemampuan kerja sama siswa sebesar 74,14%. Kemampuan kerja sama siswa meningkat sebesar 10,07% pada siklus II menjadi 84,21%%. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan kerja sama siswa menggunakan model Group Investigation
POSITIVE TEACHER-STUDENT RELATIONSHIPS FOR EFFECTIVE LEARNING
The distance between teacher and students can affect students’ performance in the teaching and learning process. On the other hand, a Christian teacher as an agent of reconciliation should build a positive relationship with the students by showing love and caring as God does it first to us. Thus, this paper aims to know the importance and the possible ways of creating a positive teacher-student relationship for effective learning. Through the literature review, the writer found that a positive teacher-student relationship has impacted students’ performance, by which they will be more confident and motivated to participate in the learning process. Hence, the teacher must be flexible and be able to select the most suitable ways to build a positive relationship. It is recommended for the next researcher to find ways to embed the boundaries amid positive relationships. Bahasa Indonesia AbstrakJarak antara guru dengan siswa dapat mempengaruhi prestasi siswa dalam proses belajar mengajar. Di sisi lain, seorang guru Kristen sebagai agen rekonsiliasi harus membangun hubungan guru-siswa yang positif melalui tindakan kasih dan kepedulian seperti yang telah Allah lakukan lebih dahulu. Oleh karena itu, makalah ini bertujuan untuk mengetahui pentingnya dan cara-cara yang memungkinkan untuk menciptakan relasi guru-siswa yang positif. Melalui kajian literatur, penulis menemukan bahwa relasi ini memberikan dampak bagi prestasi siwa, dimana mereka lebih percaya diri dan termotivasi untuk berpartisipasi dalam proses pembelajaran. Maka, guru Kristen harus mampu untuk menjadi fleksibel dan mampu untuk memilih mana cara yang paling tepat dan cara yang harus dihindari dalam membangun relasi guru-siswa yang positif. Disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk menemukan bagaimana cara menanamkan batasan di tengah-tengah relasi yang positif
PENDEKATAN TRANSFORMATIVE LEARNING DALAM PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU [TRANSFORMATIVE LEARNING APPROACH IN TEACHER PROFESSIONAL DEVELOPMENT]
Studies indicate that many teachers who have gone through Teacher Professional Development programs demonstrate no deep change in their educational perspectives and practices. Using a systematic literature review and critical reflection lens, this study aims to provide an alternative for better teacher professional development efficacy. Based on the transformative learning framework, I propose four areas of change that include: the attitude of learning, the approach to learning, the content of learning, and the climate of learning.Bahasa Indonesia Abstrak Penelitian menunjukkan bahwa banyak guru yang mengikuti program pengembangan profesional tidak memberikan perubahan yang mendalam di dalam perspektif dan praktik pendidikan mereka. Menggunakan studi literatur yang sistematik dan refleksi kritis, penelitian ini bertujuan menawarkan alternatif pengembangan professional guru yang lebih baik. Berdasakan kerangka transformative learning, penulis menggusulkan empat area perubahan yang mencakup: sikap belajar, pendekatan pembelajaran, isi pembelajaran, dan iklim pembelajaran.
PEMBELAJARAN BERBASIS RISET (RESEARCH-BASED LEARNING) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS, BERPIKIR KREATIF DAN BERPIKIR REFLEKTIF SISWA DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI [RESEARCH-BASED LEARNING TO IMPROVE STUDENTS' CRITICAL THINKING, CREATIVE THINKING AND REFLECTIVE THINKING SKILLS IN BIOLOGY LEARNING]
AbstractThe development of the 21st century learning era and the development of the industrial revolution 4.0, brings the world of education into the arena of competition in all aspects of life. Current advances in science and technology provide their own challenges for teachers in designing a learning model to produce learners according to 21st century competencies. Current education has not been able to produce the quality of 21st century learners who have the ability to think critically, think creatively and think reflectively. It is a challenge for an educator to design the right learning model. This study aims to see whether the application of research-based learning model can develop students' critical thinking, creative thinking, and reflective thinking skills in learning biology. The method used in this research is Classroom Action Research according to Mc. Kernans which was conducted for two cycles in class XI Major A. Data collection techniques used rubrics to measure the achievement of indicators through tests. The results showed that the application of the research-based learning model was able to improve students' critical thinking, creative thinking, and reflective thinking skills in learning biology. Bahasa Indonesia AbstrakPerkembangan era 21 century learning dan perkembangan revolusi industri 4.0, membawa dunia pendidikan memasuki arena kompetisi dalam segala aspek kehidupan. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini memberikan tantangan tersendiri bagi guru dalam merancang sebuah model pembelajaran untuk menghasilkan peserta didik sesuai kompetensi abad 21 saat ini. Pendidikan saat ini belum mampu menghasilkan kualitas peserta didik abad 21 yang memiliki kemampuan berpikir kritis, berpikir kreatif dan berpikir reeflektif. Sebuah tantangan tersendiri bagi seorang pendidik dalam merancang sebuah pemodelan pembelajaran yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah penerapan model research-based learning mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, berpikir kreatif, dan berpikir reflektif peserta didik dalam pembelajaran biologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas oleh Mc. Kernans yang dilakukan selama dua siklus di kelas XI Major A. Instrumen penelitian berupa tes yang telah divalidasi oleh dua orang ahli. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa penerapan model research-based learning mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, berpikir kreatif, dan berpikir reflektif peserta didik dalam pembelajaran biologi
THE FUNCTIONS OF INFOGRAPHICS IN A NATIONALLY PUBLISHED TEXTBOOK [FUNGSI INFOGRAFIS DALAM BUKU TEKS YANG DITERBITKAN SECARA NASIONAL]
AbstractThe presence of diagrams or infographics in English textbooks is believed to support Indonesia’s curriculum goal of communication using multimodal resources. However, the functions of infographics in language learning have not been well understood. This study examines how infographics accompanied by verbal texts can convey visual metalanguage. The images from an English textbook designed for X grades were used as the basis for this study. Drawing on the theories of Visual Design Grammar (Kress & Leeuwen, 2006) and Systemic Functional Linguistics (Halliday & Matthiessen, 2004, 2013), this study explores the images and instructions in infographics. The systemic functional approach to multimodal discourse analysis (SF-MDA) was employed. The results of this study reveal the functions of the images in the textbook and how metalanguage competencies can support the teaching of multimodal texts in a representative and compositional manner. The study also provides several pedagogical implications for teachers in teaching diagrammatic images.Bahasa Indonesia AbstrakKehadiran diagram atau infografis dalam buku teks bahasa Inggris diyakini mendukung tujuan kurikulum Indonesia, komunikasi menggunakan sumber daya multimodal. Namun, fungsi infografis dalam pembelajaran bahasa belum banyak diketahui. Studi ini mengkaji bagaimana infografik yang disertai dengan teks verbal dapat menyampaikan metabahasa visual. Gambar-gambar dari buku teks bahasa Inggris, yang dirancang untuk kelas X, dijadikan sumber penelitian ini. Dibangun di atas Grammatika Desain Visual (Kress & Leeuwen, 2006) dan Linguistik Fungsional Sistematik (Halliday & Matthiessen, 2004), penelitian ini mengeksplorasi gambar dan instruksi dalam diagram dan infografis. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan fungsional sistemik dengan analisis wacana multimodal (SF-MDA). Hasil penelitian ini mengungkapkan fungsi gambar dalam buku teks dan bagaimana kompetensi metabahasa dapat membantu untuk mendukung pengajaran teks multimodal secara representatif dan komposisional. Studi ini juga memberikan beberapa implikasi pedagogis bagi guru untuk mengajar gambar diagram
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BAAMBOOZLE TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN KOLABORASI SISWA PROGRAM KEAHLIAN AKUNTANSI DAN KEUANGAN LEMBAGA [THE EFFECT OF USING BAAMBOOZLE LEARNING MEDIA ON IMPROVING STUDENT COLLABORATION SKILLS IN INSTITUTIONAL ACCOUNTING AND FINANCE SKILLS PROGRAMS]
This study aims to determine the effect of using Baamboozle learning media on improving students' collaboration skills in the Accounting and Financial Institution expertise program. This type of research uses a quasi-experimental with a non-equivalent comparison group design. This research was conducted from November 2022 to January 2023 at the Accounting and Financial Institution Expertise program, SMK Muhammadiyah 1 Baturetno. The research sample consisted of 23 students in the experimental class and 22 in the control class. The data collection instrument used a self-assessment test in the form of a closed questionnaire developed using a Likert scale with five alternative answers. Data analysis technique using independent sample t-test. The results showed a significant influence on the use of Baamboozle learning media on improving students' collaboration skills in the Accounting and Financial Institutions expertise program. Bahasa Indonesia Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran Baamboozle terhadap peningkatan keterampilan kolaborasi siswa program keahlian Akuntansi dan Lembaga Keuangan. Jenis penelitian menggunakan kuasi eksperimen dengan non-equivalent comparison group design. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2022 sampai dengan Januari 2023 di program keahlian Akuntansi dan Lembaga Keuangan, SMK Muhammadiyah 1 Baturetno. Sampel penelitian yang digunakan terdiri atas 23 siswa sebagai kelas eksperimen dan 22 siswa sebagai kelas kontrol. Instrumen pengumpulan data menggunakan tes penilaian diri berbentuk kuesioner tertutup yang dikembangkan mengacu skala Likert dengan lima alternatif jawaban. Teknik analisis data menggunakan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan pengguanaan media pembelajaran Baamboozle terhadap peningkatan keterampilan kolaborasi siswa program keahlian Akuntansi dan Keuangan Lembaga.