Polyglot: Jurnal Ilmiah
Not a member yet
192 research outputs found
Sort by
PENGARUH KOLABORASI DOSEN, KEMAMPUAN TEKNIS DOSEN, DAN PARTISIPASI DARING DOSEN TERHADAP KEPUASAN MAHASISWA PADA PROGRAM PENDIDIKAN JARAK JAUH DI UNIVERSITAS XYZ [THE INFLUENCE OF LECTURER COLLABORATION, LECTURER TECHNICAL ABILITY, AND LECTURER ONLINE PARTICIPATION ON STUDENT SATISFACTION IN DISTANCE EDUCATION PROGRAMS AT XYZ UNIVERSITY]
AbstractStudent satisfaction is one of the factors that influence student motivation and learning process. The more satisfied students are, the higher their motivation to complete their studies and have a better learning process. This study aims to see the effect of lecturers' collaboration level, lecturers' technical ability, and lecturers' online participation in the online classroom on student satisfaction. The research was conducted on active students of the Communication Science Distance Education study program in 2018 with a total of 88 respondents. Data were obtained through a survey consisting of 40 questions. The data were processed with the PLS method using SmartPLS software. The results obtained are lecturer collaboration, lecturer technical ability, and lecturer online participation in online classrooms have a positive effect on student satisfaction, with lecturer technical ability being the most influential factor on student satisfaction. Mastery of technology and the use of various methods of lecturer participation in online classrooms are recommended approaches for lecturers to take. Bahasa Indonesia AbstrakKepuasan Mahasiswa merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi motivasi dan proses belajar siswa. Semakin puas siswa, maka motivasi mereka semakin tinggi untuk menyelesaikan studi dan memiliki proses belajar yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh dari tingkat Kolaborasi Dosen, Kemampuan Teknis Dosen, dan Partisipasi Daring Dosen pada online classroom terhadap Kepuasan Mahasiswa. Penelitian dilakukan pada mahasiswa aktif program studi Pendidikan Jarak Jauh Ilmu Komunikasi di tahun 2018 dengan total responden sebanyak 88 orang. Data diperoleh melalui survey yang terdiri dari 40 pertanyaan. Data diolah dengan metode PLS menggunakan perangkat lunak SmartPLS. Hasil yang diperoleh adalah Kolaborasi Dosen, Kemampuan Teknis Dosen, dan Partisipasi Daring Dosen pada ruang kelas daring berpengaruh positif terhadap Kepuasan Mahasiswa, dengan Kemampuan Teknis Dosen yang menjadi faktor paling berpengaruh terhadap kepuasan siswa. Penelitian ini terbatas pada satu program studi saja, dan terbatas pada siswa yang aktif di tahun 2018.
OPTIMIZING SCAFFOLDING TO IMPROVE STUDENTS' WRITING ANALYTICAL EXPOSITION IN AN EFL CLASSROOM CONTEXT [MENGOPTIMALKAN SCAFFOLDING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS EKSPOSISI ANALITIS SISWA DALAM KONTEKS KELAS EFL]
Abstract The preliminary study of the present research showed that students faced problems in writing English analytical exposition text. Framed in classroom action research, this study aims to investigate how using scaffolding as a strategy in teaching writing can improve students' writing in analytical exposition text. This qualitative study employed document analysis and interviews to answer the research questions. The participants of this study were 26 EFL students in a senior high school in Bandung, and six students participated in interview sessions. The result indicated that the scaffolding process implemented in two action research cycles improved students' skills in writing analytical exposition text in all aspects of writing: content, organization, grammar, vocabulary, and mechanics. Besides, students also showed a positive perception toward implementing scaffolding through various activities in the classroom. This study recommends that scaffolding writing be applied using multiple online tools in more diverse educational settings since the rapid progress of information technology enables learners to acquire knowledge and improve skills online. Bahasa Indonesia Abstrak Studi pendahuluan dari penelitian ini menunjukkan bahwa siswa menghadapi masalah dalam menulis teks eksposisi analitis menggunakan bahasa Inggris. Dibingkai dalam penelitian tindakan kelas, penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana penggunaan scaffolding sebagai strategi dalam pengajaran menulis dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa dalam teks eksposisi analitis. Penelitian kualitatif ini menggunakan analisis dokumen dan wawancara untuk menjawab pertanyaan penelitian. Partisipan dari penelitian ini adalah 26 siswa EFL di sebuah sekolah menengah atas di Bandung, dan enam siswa berpartisipasi dalam sesi wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses scaffolding yang diterapkan dalam dua siklus penelitian tindakan meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks eksposisi analitis di semua aspek penulisan: konten, organisasi, tata bahasa, kosakata, dan mekanik. Selain itu, siswa juga menunjukkan persepsi yang positif terhadap penerapan scaffolding melalui berbagai kegiatan di kelas. Penelitian ini merekomendasikan agar penulisan scaffolding dapat diterapkan dengan menggunakan berbagai alat online dalam lingkungan pendidikan yang beragam karena kemajuan teknologi informasi yang pesat memungkinkan siswa untuk memperoleh pengetahuan dan meningkatkan keterampilan online
ANTESEDEN DAN KONSEKUENSI BRAND EXPERIENCE SEKOLAH SWASTA: STUDI EMPIRIS PERILAKU SISWA SMA XYZ DI MEDIA SOSIAL [ANTECEDENTS AND CONSEQUENCES OF PRIVATE SCHOOL BRAND EXPERIENCE: AN EMPIRICAL STUDY OF XYZ HIGH SCHOOL STUDENTS' BEHAVIOR ON SOCIAL MEDIA]
Technology, especially the internet, is becoming the main platform and source of learning, so students understand more about the internet and social media and this can be an experience they feel so that it is likely to be expressed on social media. Schools can see opportunities to be able to attract consumer attention with the existence of experience stories about their schools (Brand Experience) on social media through the behavior of students who write them. The purpose of this study is to examine the influence of private school Brand Experience antecedents and their consequences on the behavior of XYZ High School students on social media. The research methodology is quantitative with 196 XYZ school respondents in South Tangerang, the data obtained is processed with SMART PLS ver 3. The results obtained are evidence of the influence of antecedents, namely positive Brand Identification on Brand Experience, resulting in consequences of student behavior that tells good things and promotions about XYZ schools (Advocacy Intention and EWOM) on social media. Bahasa Indonesia Abstrak Pandemi covid 19 membuat pembelajaran di sekolah yang biasa secara tatap muka menjadi online, sehingga untuk melakukannya memerlukan pengetahuan tentang teknologi dan mengakibatkan adanya penyesuaian bagi siswa juga sekolah. Teknologi terutama internet menjadi platform dan sumber utama pembelajaran, jadi siswa tambah mengerti tentang internet dan media sosial dan hal ini bisa jadi pengalaman yang mereka rasakan sehingga kemungkinan dituangkan di media sosial. Sekolah dapat melihat peluang untuk dapat menarik perhatian konsumen dengan adanya cerita pengalaman mengenai sekolahnya (Brand Experience) di media sosial melalui perilaku siswa yang menuliskannya. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengkaji pengaruh anteseden Brand Experience sekolah swasta dan konsekuensinya pada perilaku siswa SMA XYZ di media sosial. Metodologi penelitian ialah kuantitatif dengan 196 responden sekolah XYZ di Tangerang Selatan, data yang diperoleh diolah dengan SMART PLS ver 3. Hasil yang didapatkan adalah adanya bukti pengaruh anteseden yaitu Brand Identification yang positif terhadap Brand Experience sehingga menghasilkan konsekuensi perilaku siswa yang menceritakan hal baik dan promosi tentang sekolah XYZ (Advocacy Intention dan EWOM) di media sosial
EFL LECTURERS’ TECHNOSTRESS IN LOW HDI CONTEXTS: FACTORS, IMPACTS, COPING STRATEGIES, AND INTERRELATIONSHIPS [TECHNOSTRESS DOSEN DALAM KONTEKS HDI RENDAH: FAKTOR, DAMPAK, STRATEGI PENANGGULANGAN, DAN KETERKAITAN]
Abstract This mixed-methods study investigates English as a Foreign Language (EFL) lecturers' technostress in low Human Development Index (HDI) contexts, aiming to identify contributing factors, impacts, and coping strategies. The data collection was done through quantitative surveys and qualitative interviews. Twenty-two participants from public and private universities in West Nusa Tenggara, Indonesia, were selected based on their willingness to participate and provided demographic information. The analysis reveals that factors such as techno-complexity, techno-insecurity, and techno-uncertainty significantly contribute to high levels of technostress among EFL lecturers in low HDI contexts. Despite the challenges posed by technostress, participants exhibit adaptive skills in employing coping strategies effectively. The study underscores the need for tailored support programs, such as Technology Professional Development, to enhance EFL lecturers' technological proficiency and well-being. These findings have theoretical implications for understanding technostress in educational settings and practical implications for developing strategies to alleviate technostress and improve teaching outcomes in low-resource contexts. Bahasa Indonesia Abstrak Penelitian dengan metode campuran ini menyelidiki technostress dosen Bahasa Inggris sebagai Penutur Asing (EFL) dalam konteks Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang rendah, yang bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab, dampak, dan strategi penanggulangan. Pengumpulan data dilakukan melalui survei kuantitatif dan wawancara kualitatif. Dua puluh dua partisipan dari universitas negeri dan swasta di Nusa Tenggara Barat, Indonesia, dipilih berdasarkan kesediaan mereka untuk berpartisipasi dan memberikan informasi demografis. Analisis menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti kompleksitas teknologi, ketidakamanan teknologi, dan ketidakpastian teknologi secara signifikan berkontribusi pada tingginya tingkat stres teknologi di kalangan dosen EFL dalam konteks IPM yang rendah. Terlepas dari tantangan yang ditimbulkan oleh technostress, para peserta menunjukkan keterampilan adaptif dalam menggunakan strategi mengatasi masalah secara efektif. Studi ini menggarisbawahi perlunya program dukungan yang disesuaikan, seperti pengembangan profesionalisme dalam penggunaan teknologi, untuk meningkatkan kemahiran dan kapabilitas dosen EFL. Temuan ini memiliki implikasi teoritis untuk memahami technostress dalam lingkungan pendidikan dan implikasi praktis untuk mengembangkan strategi untuk mengurangi technostress dan meningkatkan hasil pengajaran dalam konteks sumber daya rendah
IMPLEMENTASI MANAJEMEN STRATEGIS KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI MASA PANDEMI COVID-19 (SEBUAH STUDI KASUS PEMBELAJARAN DARING DI SDK PENABUR KOTA MODERN KOTA TANGERANG) [IMPLEMENTATION OF PRINCIPALS' STRATEGIC MANAGEMENT IN IMPROVING TEACHER PERFORMANCE DURING THE COVID-19 PANDEMIC (A CASE STUDY OF ONLINE LEARNING AT SDK PENABUR KOTA MODERN, TANGERANG]
AbstractThe COVID-19 pandemic has impacted all aspects of life. The impact can be categorized as a crisis. Changes that occurred in the education sector as a result of this crisis changed the system and patterns of learning. Learning in the era of the COVID-19 pandemic is carried out by distance learning or online. This study aims to obtain information about the principal's managerial strategy in improving teacher performance, especially in dealing with changes in the way of learning that occur, the implementation and evaluation of the principal's managerial strategy in online learning activities in times of crisis. This research uses a qualitative approach with a case study method. For data collection, researchers used interviews, document studies and observation. The results of the study are 4 principal management which includes: planning, implementation, supervision, organization and the seven principles carried out by school principals in dealing with changes in the implementation of learning in schools due to the crisis, including: 1) calm, 2) confident, 3) communication, 4) cooperation, 5) community, 6) concern, 7) financial ability in dealing with crises at school. By implementing the management strategy of the principal, the teacher's performance can be improved. The approach taken by the principal in overcoming the crisis can help improve performance so that services to students and parents can be provided to the maximum. Bahasa Indonesia AbstrakPandemi Covid-19 berdampak pada semua aspek kehidupan. Dampak yang ditimbulkan dapat dikategorikan dengan krisis. Perubahan yang terjadi pada ranah pendidikan akibat krisis ini mengubah sistem dan pola pembelajaran. Pembelajaran pada era pandemi Covid-19 dilakukan dengan pembelajaran jarak jauh atau online. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang manajemen strategi Kepala Sekolah dalam meningkatkan kinerja guru khususnya dalam menghadapi perubahan cara pembelajaran yang terjadi, implementasi serta evaluasi manajemen strategi Kepala Sekolah pada kegiatan pembelajaran daring di masa krisis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Untuk pengumpulan data peneliti menggunakan wawancara, studi dokumen dan observasi. Hasil penelitian yaitu 4 manajemen Kepala Sekolah yang meliputi: perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, pengorganisasian serta tujuh prinsip yang dilakukan kepala sekolah dalam menghadapi perubahan pelaksanaan pembelajaran di sekolah akibat krisis yang terjadi antara lain: 1) tenang, 2) percaya diri, 3) komunikasi, 4) kerjasama, 5) komunitas, 6) kepedulian, 7) kemampuan finansial dalam menghadapi krisis di sekolahan. Dengan menjalankan strategi manajemen dari Kepala Sekolah akhirnya kinerja guru dapat ditingkatkan. Pendekatan yang dilakukan Kepala Sekolah dalam mengatasi krisis dapat membantu meningkatkan kinerja sehingga pelayanan terhadap peserta didik dan orang tua dapat diberikan dengan maksimal
Escalating EFL Collaborative Writing Culture through the Use of Google Docs
Since EFL writing learning enterprises are frequently regarded as single-handedly activities, collaborative writing culture plays a crucial role in increasing globalized EFL learners’ writing motivation leading them to become more optimistic, innovative, and proficient writers. This current small-scale library study was projected to profoundly investigate whether EFL collaborative writing culture can thrive in the support of Google Docs. Accordingly, the researcher critically reviewed the foregoing research results yielded by 20 previously published collaborative writing and Google Docs studies with the accompaniment of a thematic analysis. A thematic analysis approach was incorporated to ascertain the credibility, believability, and reliability of each specifically clustered research result. To produce more relatable and contextual research results, the researcher selected prior collaborative writing and Google Docs investigations ranging from 2019 until 2023 year. In conformance with the particularly obtained research results, second language writing instructors all around the globe are strongly suggested to fuse the further internalization of collaborative writing strategy with Google Docs to constantly transform EFL learners into more collaborative, resilient, persistent, and life-long writers. Bahasa Indonesia Abstrak Berkenaan dengan fakta bahwa pembelajaran penulisan Bahasa Inggris sering dianggap sebagai aktivitas individual, budaya menulis kolaboratif memegang sebuah peranan penting untuk meningkatkan motivasi menulis pelajar Bahasa Inggris di seluruh dunia yang dapat membawa mereka menjadi penulis optimis, inovatif, dan cakap. Studi pustaka skala kecil ini diperuntukan secara mendalam untuk menyelidiki apakah budaya menulis kolaboratif dapat tumbuh dengan dukungan Google Docs. Oleh karena itu, peneliti dengan sangat kritis meninjau hasil penelitian yang telah dihasilkan oleh 20 penelitian menulis kolaboratif dan Google Docs dengan bantuan dari analisis tematik. Metode analisis tematik diterapkan untuk memastikan kredibilitas, kepercayaan, dan keandalan dari setiap hasil penelitian yang telah dikelompokan secara spesifik. Untuk menghasilan hasil penelitian yang relevan dan kontekstual, peneliti memilih penelitian menulis kolaboratif dan Google Docs dari tahun 2019 hingga 2023. Berkenaan dengan hasil penelitian yang telah didapat, instruktur menulis Bahasa Inggris di seluruh dunia disarankan untuk menggabungkan penerapan strategi menulis kolaboratif dengan Google Docs agar secara terus menerus mentransformasi pelajar Bahasa Inggris menjadi penulis seumur hidup yang lebih kolaboratif, tangguh, dan ulet
STUDI EKSPLORASI PENGARUH PELAKSANAAN PERKULIAHAN HIBRIDA PASCA PANDEMI COVID-19 BAGI DOSEN & MAHASISWA (STUDI KASUS: MK. PENGENALAN TIPOGRAFI) [EXPLORATIVE STUDY OF THE EFFECT OF POST-COVID-19 PANDEMIC HYBRID CLASS FORMAT FOR LECTURERS AND UNDERGRADUATE STUDENTS (CASE STUDY: INTRODUCTION TO TYPOGRAPHY COURSE)]
After two years of the COVID-19 pandemic, Universitas Pelita Harapan’s Visual Communication Design Department started conducting hybrid courses. The hybrid course format is a new format implemented as a transition between online education during the pandemic and the soon-offline course. This research explores the effects of the hybrid course for lecturers and students who had conducted two years of online education. The data collection for this qualitative study is through interviews with the student and lecturers, observations of the offline and online classes, and class documentation studies. This research found that the lecturers and the students positively receive the hybrid course as an alternative format for education post-COVID-19 pandemic.Bahasa Indonesia AbstrakSetelah dua tahun pandemi COVID-19, Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Pelita Harapan mulai mengimplementasikan perkuliahan secara hibrida. Perkuliahan secara hibrida ini adalah format yang baru pertama kali dilakukan, dan dilakukan sebagai transisi antara perkuliahan daring karena pandemi dan perkuliahan luring yang akan kembali diselenggarakan. Penelitian ini mencoba mengeksplorasi pengaruh dari perkuliahan hibrida ini terhadap dosen dan mahasiswa yang telah dua tahun mengikuti perkuliahan daring. Pengumpulan data untuk penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan wawancara terhadap dosen dan mahasiswa, observasi perkuliahan daring dan luring, serta studi dokumentasi perkuliahan. Dari penelitian ini didapati bahwa perkuliahan hibrida direspon positif oleh dosen dan mahasiswa, dan menjadi sebuah alternatif format perkuliahan yang baik pasca pandemi COVID-19.
PENGARUH INTRINSIC MOTIVATION, PERCEIVED AUTONOMY SUPPORT, DAN JOB CRAFTING TERHADAP INNOVATIVE WORK BEHAVIOR DI TK-SD XYZ TANGERANG SELATAN [THE IMPACT OF INTRINSIC MOTIVATION, PERCEIVED AUTONOMY SUPPORT, AND JOB CRAFTING TOWARD INNOVATIVE WORK BEHAVIOR IN TK-SD XYZ SOUTH TANGERANG]
The world of education is very dynamic. Teachers, as the frontliners of education, are expected to keep up with the times. 21st century skills are believed to be essential to be integrated and implemented for the success of students and teachers. One of the 21st century skills taken as the basis of this research is innovation. Innovative work behavior is a continuous process that starts with seeking opportunities for ideas to solve problems encountered, then developing those ideas in new or alternative ways so that they can be accepted in the organization and implemented to provide benefits to both performance and the organization. This study aims to see the effect of intrinsic motivation, perceived autonomy support, and job crafting on innovative work behavior in XYZ Early Childhood Years and Elementary School, South Tangerang. Data were obtained from 80 Early Childhood Years and Elementary School teachers by using online questionnaires. This research is quantitative research using the path analysis through SEM-PLS method. The results of this study indicate that intrinsic motivation, perceived autonomy support, and job crafting have positive effect on innovative work behavior.Bahasa Indonesia AbstrakDunia pendidikan sangatlah dinamis. Sebagai pelaksana dan ujung tombak pada dunia pendidikan, guru diharapkan untuk dapat mengikuti perkembangan zaman. Keterampilan abad 21 diyakini penting untuk diintegrasikan dan diimplementasikan bagi kesuksesan para siswa dan guru. Salah satu keterampilan abad 21 yang diambil sebagai dasar penelitian ini adalah inovasi. Innovative work behavior adalah suatu perilaku yang berkelanjutan, yang dimulai dari pencarian peluang ide untuk memecahkan masalah yang dihadapi, lalu dikembangkan dengan cara-cara baru atau alternatif sehingga dapat diterima dalam organisasi dan diimplementasikan untuk memberikan keuntungan atau manfaat kepada kinerja maupun organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh intrinsic motivation, perceived autonomy support, dan job crafting terhadap innovative work behavior di TK-SD XYZ Tangerang Selatan. Data diperoleh dari 80 guru di TK-SD tersebut dengan cara penyebaran kuesioner secara daring. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan analisis jalur melalui metode SEM-PLS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa intrinsic motivation, perceived autonomy support, dan job crafting berpengaruh positif terhadap innovative work behavior.
The Implications of Written Malapropism in ELT
In English Language Teaching (ELT) classes, teachers tend to be aware of checking the students’ spoken and written errors. Malapropism is the use of an incorrect word that places a similar-sounding word that results in a nonsensical and humorous expression. This phenomenon occurs in spoken yet it is found in written communication. This research is focused on the phenomena of written malapropism produced by non-English department students during English language learning. The descriptive qualitative method is applied in this research due to its aim to identify characteristics, frequencies, trends, and categories of students’ written malapropism. Class observation, notes taken, and the student’s language ability background analysis are used to gather the data. The research showed that during one semester there were five grammatical errors in the form of written malapropism that occurred as the implication of students’ lack of ability to understand English terms due to their inadequate vocabulary awareness.Bahasa Indonesia Abstrak Dalam suatu kelas pembelajaran Bahasa Inggris atau English Language Teaching (ELT), pengajar selalu menyadari dan memeriksa kesalahan siswa dalam berbahasa Inggris secara lisan maupun tulisan. Malapropisme adalah penggunaan kata yang kurang tepat yang menempatkan kata tersebut terdengar serupa sehingga menghasilkan ekspresi yang tidak sesuai namun terdengar menghibur. Malapropisme biasanya ditemukan dalam lisan, namun dapat juga terjadi dalam komunikasi tertulis. Penelitian ini difokuskan pada fenomena malapropisme tertulis yang dihasilkan oleh mahasiswa jurusan non-Bahasa Inggris selama pembelajaran Bahasa Inggris. Kualitatif deskriptif diterapkan dalam penelitian ini karena bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik, frekuensi, tren, dan kategori malapropisme tertulis yang dihasilkan oleh mahasiswa. Observasi kelas, pencatatan yang diambil selama penelitian berlangsung dan analisis latar belakang kemampuan bahasa mahasiswa digunakan untuk mengumpulkan data. Penelitian menunjukkan bahwa selama satu semester terdapat lima kesalahan gramatikal berupa malapropism tertulis yang terjadi sebagai implikasi dari kurangnya kemampuan siswa dalam memahami istilah-istilah bahasa Inggris karena perbendaharaan kosakata mereka yang kurang memadai
PENGARUH PEMBERIAN VIDEO ORANG POLYGLOT TERHADAP MOTIVASI MAHASISWA UNTUK MEMPELAJARI BAHASA ASING [THE INFLUENCE OF POLYGLOT VIDEOS ON THE MOTIVATION OF PSYCHOLOGY STUDENTS AT PADJADJARAN UNIVERSITY TO LEARN FOREIGN LANGUAGES]
AbstractGlobalization encourages global citizens to interact internationally, therefore people are required to master more than one language in order to facilitate communication. Foreign language skills and motivation for learning foreign languages among students in Indonesia are still low. Previous research has shown that video media based learning can increase learning motivation. This study aims to determine the effect of providing videos of polyglots on the students' motivation to learn foreign languages. This research was conducted by testing data of 77 respondents from the 2021 and 2022 batches, which were obtained through a simple random sampling technique. Motivation was measured using the FLLMQ-6 Factor 3 instrument. The Wilcoxon signed ranks test revealed a significant difference in students' motivation to learn a foreign language before and after viewing the polyglot video, T=1758,Z=5,874,p<0,05. The final results show that providing videos of polyglots has an effect on increasing students' motivation to learn foreign languages.Bahasa Indonesia AbstrakGlobalisasi mendorong masyarakat global untuk berinteraksi, sehingga masyarakat tersebut dituntut untuk bisa menguasai lebih dari satu bahasa agar mempermudah komunikasi. Kemampuan berbahasa asing dan motivasi dalam mempelajari bahasa asing pada mahasiswa masih rendah. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa media video dapat meningkatkan motivasi belajar. Penelitian ini bertujuan mengetahui adanya pengaruh pemberian video orang polyglot terhadap motivasi mahasiswa untuk mempelajari bahasa asing. Penelitian ini dilakukan dengan menguji data 77 responden dari angkatan 2021 dan 2022 yang diperoleh melalui teknik simple random sampling. Motivasi diukur menggunakan instrumen FLLMQ-6 Faktor 3. Hasil uji wilcoxon signed ranks menunjukkan bahwa terdapat perbedaan secara signifikan motivasi mahasiswa dalam mempelajari bahasa asing antara sebelum dan sesudah pemberian video orang poyiglot, T=1758, Z=5,874, p<0,05. Hasil akhir menunjukkan bahwa pemberian video orang polyglot berpengaruh terhadap peningkatan motivasi mahasiswa dalam mempelajari bahasa asing