Polyglot: Jurnal Ilmiah
Not a member yet
    192 research outputs found

    KEPEMIMPINAN DIGITAL MASA DEPAN MELALUI PENDIDIKAN KARAKTER GENERASI ALPHA [FUTURE DIGITAL LEADERSHIP THROUGH CHARACTER EDUCATION FOR THE ALPHA GENERATION]

    Full text link
    AbstractThe Alpha generation is a unique generation, born in the era of digital technology. From an early age, they have been in contact with information technology. Based on previous research, this generation spends a lot of time in front of screens and is fluent in using technological tools. There is a negative impact of using technology when it is not accompanied by character education. As they are the future generation of leaders, teachers and parents must take an approach based on the characteristics of the Alpha generation in parenting and teaching to develop leadership character. This research aims to examine the characteristics of the Alpha generation, character education for the Alpha generation, and parenting styles that are effective in preparing to be the digital leaders. The research method is a literature study. The results of the literature study show that the Alpha generation has great potential as digital leaders in a digital environment and character education in schools and parental care must adapt to the characteristics of the Alpha generation by providing examples, mentoring, and good relationships.Bahasa Indonesia AbstrakGenerasi Alpha adalah generasi unik, lahir di era teknologi digital. Sejak usia dini, telah bersentuhan dengan teknologi informasi. Berdasarkan penelitian terdahulu generasi ini banyak menggunakan waktu di depan layar dan fasih dalam penggunaan alat-alat teknologi. Terdapat dampak negatif dari penggunaan teknologi yang tidak disertai dengan pendidikan karakter. Sebagai generasi pemimpin di masa depan, guru dan orang tua harus mempunyai pendekatan berdasarkan karakteritik generasi alpha dalam pola asuh dan pengajaran untuk mengembangkan karakter kepemimpinan. Penelitian bertujuan mengkaji karakteristik generasi Alpha, bagaimana pendidikan karakter untuk generasi Alpha dan pola asuh orang tua yang efektif dalam mempersiapkan kepemimpinan digital generasi Alpha. Metode penelitian adalah metode kepustakaan, melalui penelurusan literatur terpercaya. Hasil penelitian studi literatur menunjukkan generasi Alpha mempunyai potensi besar sebagai pemimpin digital melalui lingkungan digital yang telah dikuasai, pendidikan karakter di sekolah dan asuhan orang tua harus menyesuaikan dengan karakteristik generasi Alpha, dengan memberikan keteladanan, pendampingan, serta relasi yang baik

    PENGARUH AKTIVITAS MEDIA SOSIAL TERHADAP KESEHATAN DAN KESEJAHTERAAN GURU DALAM MODEL EFFORT REWARD IMBALANCE (ERI) [THE EFFECTS OF SOCIAL MEDIA ACTIVITIES ON TEACHERS’ HEALTH AND WELL-BEING IN THE EFFORT REWARD IMBALANCE (ERI) MODEL]

    Full text link
    Abstract Past research reveals the positive effect of social media in reducing stress and providing social support to promote health and wellbeing. However, research in the teacher’s context is still limited and thus requires further investigation. This research is aimed at measuring the effect of social media activities on the health and wellbeing of active teachers currently teaching grades 7-12 in a Christian school in Indonesia. The Effort Reward Imbalance (ERI) model is used to measure the stress level while the Teacher Subjective Wellbeing Questionnaire (TSWQ) is used to measure the health and well-being of 68 targetted teachers. Data is analyzed and processed using the PLS-SEM method. The results show that social media activities have a positive effect on the health and well-being of teachers when mediated by teacher reward while teacher effort has a negative effect on the health and well-being of teachers.Bahasa Indonesia AbstrakBeberapa penelitian mengungkapkan pengaruh positif media sosial dalam mengurangi stres dan menjadi sumber social support yang meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan. Namun demikian penelitian dalam konteks guru masih terbatas sehingga membutuhkan penggalian lebih jauh. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh aktivitas media sosial terhadap kesehatan dan kesejahteraan guru yang aktif mengajar di sekolah Kristen di Indonesia pada jenjang SMP/SMA. Model Effort Reward Imbalance (ERI) digunakan untuk mengukur tingkat stres yang dihadapi sementara Teacher Subjective Wellbeing Questionnaire (TSWQ) digunakan untuk mengukur kesehatan dan kesejahteraan dari 68 guru yang menjadi target penelitian. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan metode PLS-SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas media sosial berpengaruh positif terhadap kesehatan dan kesejahteraan guru ketika dimediasi oleh teacher reward sementara teacher effort berpengaruh negatif terhadap kesehatan dan kesejahteraan guru

    PENGARUH PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERBASIS HOTS (HIGHER ORDER THINKING SKILLS) TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN SEJARAH SMA [THE IMPLEMENTATION OF HOTS-BASED LEARNING (HIGHER ORDER THINKING SKILLS) ON STUDENTS' CRITICAL THINKING SKILLS IN HIGH SCHOOL HISTORY SUBJECTS]

    Full text link
    AbstractTwenty-first century learning has various objectives, one of it is to form an understanding of students' critical thinking to solve various problems in learning. The purpose of this study is to see the impact of the application of HOTS (Higher Order Thinking Skills) based learning on students' critical thinking skills in history subjects. The study was conducted on 25 class XI students at SMA Negeri 1 Unggulan Indralaya Utara using an experimental type of research. The data sources in this study are observation sheets on the behavior of students according to the indicators set by the researcher, and the test results after learning treatment is carried out. The results showed that the application of Higher Order Thinking Skills-based learning can help students to think critically.Bahasa Indonesia AbstrakPembelajaran abad 21 memiliki berbagai tujuan salah satunya yakni membentuk pemahaman berpikir kritis peserta didik untuk memecahkan berbagai masalah dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat dampak penerapan pembelajaran berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skills) terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik pada mata pelajaran sejarah. Penelitian dilakukan kepada 25 peserta didik kelas XI di SMA Negeri 1 Unggulan Indralaya Utara dengan menggunakan jenis penelitian eksperimen. Sumber data dalam penelitian ini yaitu lembar observasi tingkah laku peserta didik sesuai indikator yang ditetapkan oleh peneliti, dan hasil tes setelah dilakukan perlakuan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis Higher Order Thinking Skills dapat membantu peserta didik untuk berpikir kritis

    YOUTUBE AS INSTRUCTIONAL MEDIA IN PROMOTING EFL INDONESIAN STUDENTS’ PRONUNCIATION

    Full text link
    AbstractPronunciation for Indonesian EFL students is tricky and challenging due to the different phonetic systems of the student's mother tongue and the target language. Integrating YouTube into English language learning could overcome these issues. The present study reviewed previous studies about the benefits of integrating YouTube as instructional media in promoting EFL students' pronunciation. This study was library research following George's (2008) model by selecting recent publications on the topic to summarize how YouTube videos affect students' English pronunciation and highlight a research gap that could be taken by future research. The review revealed that YouTube had benefitted students in aspects of pronunciation: stress, intonation, rhythm, voice quality, gestures, vowels, and consonants, although research on the application's use for improving students' rhythm is minimal despite the availability of relevant videos. This finding implies the need for more research on improving students' rhythm using YouTube video. Bahasa Indonesia AbstrakPengucapan bahasa Inggris sangat rumit untuk pebelajar Indonesia karena perbedaan dalam sistem fonetik bahasa ibu dan bahasa target siswa. Integrasi video YouTube ke dalam pembelajaran bahasa Inggris dapat mengatasi masalah ini. Kajian ini mencermati hasil penelitian terkini mengenai integrasi video YouTube sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan pelafalan bahasa Inggris siswa. Penelitian ini merupakan kajian pustaka menggunakan model dari George (2008), dengan melibatkan peneitian terkait untuk menghasilkan gambaran umum mengenai pengaruh video Youtube terhadap pelafalan siswa untuk menyoroti kesenjangan penelitian yang masih ada sehingga menjadi masukan untuk penelitian selanjutnya. Ditemukan bahwa Youtube meningkatkan pelafalan siswa dari tekanan, intonasi, ritme, kualitas suara, gestur, pelafalan suara vokal dan konsonan. Namun, penelitian yang menyoroti pemanfaatan Youtube untuk meningkatkan ritme dalam pelafan siswa masih terbatas, walaupun Youtube menyediakan banyak video yang relevan. Temuan ini berimplikasi pada perlunya penelitian lebih lanjut mengenai pemanfaatan video YouTube untuk mengembangkan ritme pelafalan bahasa Inggris siswa

    A CHRISTIAN FEMALE LEADERSHIP FRAMEWORK: AN INSIGHT FROM CHRISTIAN HIGHER EDUCATION IN INDONESIA

    Full text link
    AbstractThere are only a few Christian- and Catholic-based universities in Indonesia that have females at the highest leadership. This may seem to be promoting the patriarchy concept as allegedly endorsed by Christianity, that woman was created to be a helper to man and because of that, woman is inferior to man. However, the Bible also mentions several female leaders and defends the inclusive culture where men and women are working together for God’ Kingdom. It is reflected by the many women at the middle management level in Christian higher education in Indonesia. Yet, studies about female in the middle management in Indonesia’s Christian universities are still limited. To further understand the issue, this study employs the phenomenology approach of the qualitative research method. In-depth interviews with six participants from two Christian universities in Indonesia were conducted in two weeks. From the findings, the authors propose a framework involving three elements that shape the Christian Female Leadership. Bahasa Indonesia AbstrakDi universitas berbasis Kristen dan Katolik di Indonesia, hanya terdapat sedikit wanita yang menduduki jabatan sebagai pimpinan tertinggi. Hal ini seakan mengesankan bahwa Kekristenan mendukung konsep patriarki di mana wanita di ciptakan sebagai penolong bagi pria yang karenanya, wanita dianggap berada di bawah pria. Namun, Alkitab sebenarnya juga menyebutkan beberapa pemimpin wanita dan membela budaya inklusif di mana wanita dan pria bekerja sama untuk Kerajaan Allah. Ini tercermin dari banyaknya wanita pada level manajemen menengah di pendidikan tinggi Kristen di Indonesia. Akan tetapi, studi tentang wanita sebagai pemimpin pada level madya pada kampus Kristen di Indonesia masih terbatas. Untuk memahami lebih lanjut tentang hal ini, penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dari metode kualitatif. Wawancara mendalam dilakukan dengan enam partisipan dari dua kampus Kristen di Indonesia dalam waktu dua minggu. Dari hasil penelitian, para peneliti mengusulkan kerangka pemikiran di mana terdapat tiga elemen yang membentuk Kepemimpinan Wanita Kristen

    ANTESEDEN DARI EMPLOYEES’ ENGAGEMENT: SEBUAH MODEL MODERATED MEDIATION DARI PERCEIVED ALTERNATIVE JOB OPPORTUNITIES, EMPLOYEES’ ATTITUDE DAN EMPLOYEES’ MOTIVATION DOSEN DI UNIVERSITAS “X” [THE ANTECEDENTS OF EMPLOYEES’ ENGAGEMENT: A MODERATED MEDIATION MODEL OF LECTURER’S PERCEIVED ALTERNATIVE JOB OPPORTUNITIES, EMPLOYEES’ ATTITUDE AND EMPLOYEES’ MOTIVATION AT “X” UNIVERSITY ]

    Full text link
    Abstract This study aims to investigate the role and potential of mediating and moderating variables which are the antecedents for Employees' Engagement (EE) at University “X” by developing and testing an empirically integrated model to study the mediating role of Employees' Attitude (EA) and Employees' Motivation (EM) on the relationship between Transformational Leadership (TL) and EE being moderated by Perceived Alternative Job Opportunities (PAJO). This study uses a quantitative research approach with survey research methods (non-experimental). The data collection method was carried out through an E-questionnaire for 98 lecturers at the "X" university. Data is analyzed using PLS-SEM resulting in PAJO does not moderate the mediation of EA and EM between TL and EE. Bahasa Indonesia Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari peran dan potensi variabel mediasi dan moderasi yang merupakan anteseden bagi Employees’ Engagement (EE) di universitas “X” dengan mengembangkan dan menguji sebuah model yang terintegrasi secara empiris untuk mempelajari peran mediasi Employees’ Attitude (EA) dan Employees’ Motivation (EM) terhadap hubungan Transformasional Leadership (TL) dan EE yang dimoderasi oleh Perceived Alternative Job Opportunities (PAJO). Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian survey (non-eksperimental). Metode pengumpulan data dilakukan melalui E-kuesioner terhadap 98 dosen di universitas “X”. Analisis Data menggunakan PLS SEM dimana hasil penelitiannya adalah PAJO tidak memoderasi hubungan TL dan EE yang dimediasi oleh EA dan EM

    UPAYA MENGEMBANGKAN PROFIL KOMPETENSI PESERTA DIDIK DI ERA SOCIETY 5.0 DALAM PERSPEKTIF ILMU PENGETAHUAN SOSIAL [EFFORTS TO DEVELOP STUDENT COMPETENCY PROFILES IN THE SOCIETY 5.0 ERA FOR SOCIAL STUDIES EDUCATION]

    Full text link
    AbstractThe emergence of the Society 5.0 era opens opportunities as well as increasingly complex challenges for the existence and progress of education to support communication and information technology in the learning process which is expected to produce students who are adaptive to the social changes around them. However, the lack of students' competence regarding access to learning and technology remains an educational challenge in this era. The purpose of this article is to identify and develop competency profiles of students in the Society 5.0 era for social studies education. The research method used is qualitative with a literature review approach that is relevant to the competency profile of students in terms of character, citizenship, critical thinking, creative thinking, collaboration, and communication. The analysis results show that the six competencies are effectively implemented in schools by educators through concrete efforts to improve the quality of learning models, provide space for developing student competencies, and consistently make efforts to strengthen students' character, values, and ethics.Bahasa Indonesia AbstrakMunculnya era Society 5.0 membuka peluang sekaligus tantangan yang semakin kompleks bagi eksistensi dan kemajuan dunia pendidikan dengan dukungan teknologi komunikasi dan informasi dalam proses pembelajaran yang diharapkan mampu mencetak peserta didik yang adaptif terhadap perubahan sosial di sekitar tempat tinggalnya. Namun, minimnya kompetensi peserta didik terhadap akses pembelajaran dan teknologi masih menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan di era tersebut. Tujuan penulisan artikel ini untuk melakukan identifikasi dan mengembangkan profil kompetensi peserta didik di era Society 5.0 dalam perspektif Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan kajian literatur yang relevan dengan profil kompetensi peserta didik dalam hal karakter, kewarganegaraan, berpikir kritis, berpikir kreatif, kolaborasi, dan komunikasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa keenam kompetensi tersebut efektif diimplementasikan di sekolah oleh pendidik melalui upaya konkret peningkatan kualitas model pembelajaran, penyediaan ruang pengembangan kompetensi peserta didik, serta secara konsisten melakukan upaya penguatan karakter, nilai, dan etika peserta didik

    USING OAS.WEB.ID TO CREATE ENGLISH VOCABULARY SIZE QUIZ

    Full text link
    ABSTRACTA systematic and continuous vocabulary assessment is required to monitor the progress of learners’ learning and readiness to follow certain instr8uctional programs. The purpose of this study is to report a tryout of constructing an online quiz using http://oas.web.id/.  OAS is an ongoing R&D project to help teachers and/or educational researchers create an online quiz by converting multiple-choice questions from a spreadsheet program (i.e. MS Excel or Google Sheets) into a Google Forms quiz, Moodle, paper-based quiz, Kahoot, or any other quiz makers that have import facility. This paper focuses on describing the making and tryout of a vocabulary-size quiz into Google Forms quiz to find out whether the resulting quiz works. The result shows that OAS offered an easy and very quick way in creating a vocabulary-size quiz successfully by copying the already available vocabulary-size questions based on Nation and Beglar’s Vocabulary Size Test. The researcher and the voluntary test students got the scores immediately after they had submitted the Google Forms. It can then be concluded that the OAS created the vocabulary quiz successfully without any serious technical problems.BAHASA INDONESIA ABSTRAKSebuah asesmen kosakata yang sistematis dan berkelanjutan diperlukan untuk memonitor kemajuan dan kesiapan pembelajar untuk mengikuti program-program pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melaporkan sebuah uji coba dari penyusunan sebuah kuis dalam jaringan menggunakan http://oas.web.id/.  OAS adalah sebuah proyek penelitian dan pengembangan untuk menolong guru-guru dan/atau peneliti-peneliti pendidikan membuat sebuah kuis dalam jaringan dengan cara mengonversi pertanyaan-pertanyaan pilihan berganda dari sebuah program lembar kerja (misalnya Microsoft Excel atau Google Sheets) ke dalam kuis Google Forms, Moodle, lembar kuis cetak, Kahoot, atau program-program pembuat kuis lainnya yang memiliki fitur impor. Paper ini fokus pada penggambaran proses pembuatan dan uji coba sebuah kuis kosakata dengan Google Forms untuk mengetahui apakah kuis tersebut bisa digunakan. Hasilnya menunjukkan bahwa OAS menawarkan sebuah cara yang mudah dan sangat cepat dalam membuat sebuah kuis kosakata dengan menyalin pertanyaan-pertanyaan kosakata yang telah disediakan berdasarkan tes kosakata Nation and Beglar’s. Peneliti dan mahasiswa/i yang berpartisipasi di uji coba, langsung mendapatkan hasil kuis setelah mereka mengumpulkan Google Forms. Kemudian dapat disimpulkan bahwa OAS sukses membuat kuis kosakata tanpa ada masalah-masalah teknis yang berarti

    Cognitive Engagement during Emergency Remote Teaching: How Students Struggle

    Full text link
    AbstractThe COVID-19 pandemic situation has had an impact on the higher education system in Indonesia. It created an online learning ecosystem to enact the essential role of cognitive engagement by students. This qualitative research utilized multimodal data collection to examine students' voices to assess how they perceived the cognitive engagement dimension during emergency remote teaching (ERT). Data were gathered from 60 students from three higher education institutions in Indonesia's urban areas. The findings revealed that the ERT environment requires students to self-regulate their learning by employing their preferred strategies to comprehend the material. Moreover, they engage in meaningful learning by relating content to their prior experiences and knowledge. Students also believe that teachers play a vital role in ERT as authoritative figures and focal learning points. They view teachers as ­the main agents for fostering and enhancing their cognitive engagement. This study draws attention to the need for continuous teacher professional development in ERT by concentrating on students' needs. Bahasa Indonesia Abstrak: Situasi pandemi COVID-19 berdampak pada sistem pendidikan tinggi di Indonesia. Ini menciptakan ekosistem pembelajaran online untuk memberlakukan peran penting keterlibatan kognitif oleh siswa. Penelitian kualitatif ini menggunakan pengumpulan data multimodal untuk memeriksa suara siswa untuk menilai bagaimana mereka merasakan dimensi keterlibatan kognitif dalam fenomena pengajaran jarak jauh darurat. Data dari 60 mahasiswa dari tiga perguruan tinggi yang berada di perkotaan Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan pengajaran darurat mengharuskan siswa untuk menerapkan proses belajar mandiri dengan mengatur preferensi metode pembelajaran mereka untuk memahami isi materi. Bahkan, mereka melakukan pembelajaran yang bermakna dengan menghubungkan konten dengan pengalaman dan pengetahuan mereka sebelumnya. Mereka juga percaya bahwa guru, serta siswa, memainkan peran penting dalam lingkungan pengajaran darurat. Selain itu, karena keyakinan mereka bahwa guru masih menjadi pusat pembelajaran sebagai sosok otoriter, mereka menggambarkan guru sebagai agen utama untuk mempromosikan dan meningkatkan keterlibatan kognitif mereka. Studi ini lebih menarik perhatian pada perlunya pengembangan profesional guru yang berkelanjutan dalam situasi pengajaran darurat dengan berkonsentrasi pada kebutuhan siswa

    IMPLEMENTASI MIROKREDENSIAL DI INDONESIA: MENGUKUR PENERIMAAN TEKNOLOGI MAHASISWA [THE IMPLEMENTATION OF MICROCREDENTIALS IN INDONESIA: MEASURING STUDENTS’ TECHNOLOGY ACCEPTANCE]

    Full text link
    AbstractThis study aimed to analyse the main four major components of the Technology Acceptance Model (TAM) in study participants (N = 275). Study participants are students who enrolled in the full online Micro-Credential Developer Program and participated intensively in both synchronous and asynchronous learning activities. Result indicates that perceived ease of use was not directly correlated with participants' behavioural intent to use. It is predicted that the LMS used did not match the course’s characteristics, there still is much room for improvement in the learning design, and the pre-training of students before the program is implemented needs to be significantly improved. The study also presents a comparison of findings on student acceptance of technology in micro-credential programs conducted in various other countries. Bahasa Indonesia Abstrak Penelitian ini menganalisa 4 elemen utama dalam Technology Acceptance Model (TAM) pada sampel mahasiswa (N-275) yang mengikuti Program Mikro Kredensial Game Developer secara intensif dengan moda pembelajaran full daring secara sinkronus maupun asinkronus. Hasil penelitian menunjukkan Perceived Ease of Use tidak memberikan pengaruh langsung terhadap Behavioural Intention to Use dari responden. Hal ini diduga karena kurangnya tepatnya pemilihan LMS yang digunakan, rancangan pembelajaran yang masih harus ditingkatkan serta kurangnya pelatihan yang diberikan oleh penyelenggara kepada responden sebelum Program ini berlangsung. Penelitian ini juga menyajikan perbandingan hasil kajian penerimaan teknologi mahasiswa dalam program mikro kredensial yang dilakukan di berbagai negara lain

    128

    full texts

    192

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Polyglot: Jurnal Ilmiah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇