Polyglot: Jurnal Ilmiah
Not a member yet
192 research outputs found
Sort by
PENGGUNAAN RUBRIK SEBAGAI INSTRUMEN PENILAIAN DALAM KEGIATAN MENULIS TEKS EDITORIAL SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS [THE USE OF RUBRICS AS AN ASSESSMENT INSTRUMENT IN HIGH SCHOOL STUDENTS' EDITORIAL TEXT WRITING ACTIVITIES]
AbstractThis research is motivated by the author's findings on the structure of student editorial text opinion writing that has differences in the completeness of the content. It refers to the assessment of student achievement that is not the same assessment standard. As a series of continuous learning, this requires assessment and evaluation from the teacher. However, the unavailability of assessment instruments causes the assessment to be biased and subjective. This research was conducted on 30 class XII students at a private school in Manado. The purpose of this study is to describe the use of rubrics as a teacher's assessment instrument in writing editorial text activities for high school students. This study used the descriptive qualitative method. Based on the research results, it was found that rubrics can help teachers to see students' abilities in writing editorial texts, provide evaluations of students' writing results based on the criteria that have not been achieved, and assess students fairly and accurately based on the criteria contained in the rubric. The use of rubrics helps teachers realize God's love and justice in assessing and supporting students' potential in writing. In addition, the beauty and meaning of student writing can reveal the Creator to others. Therefore, the authors suggest determining skills that need to be assessed using rubrics, communicating achievement criteria to students, and providing evaluations based on rubrics criteria to support student growth.Bahasa Indonesia AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh temuan penulis pada struktur tulisan opini teks editorial siswa yang memiliki perbedaan pada kelengkapan isi. Hal ini merujuk pada penilaian capaian siswa yang tidak berada pada standar penilaian yang sama. Sebagai suatu rangkaian pembelajaran yang berkelanjutan, hal ini membutuhkan penilaian dan evaluasi dari guru. Akan tetapi, tidak tersedianya instrumen penilaian menyebabkan penilaian menjadi bias dan subjektif. Penelitian ini dilakukan pada 30 siswa kelas XII di salah satu sekolah swasta di Manado. Tujuan dari penelitian ini untuk memaparkan penggunaan rubrik sebagai instrumen penilaian guru pada kegiatan menulis teks editorial siswa Sekolah Menengah Atas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa rubrik dapat membantu guru melihat kemampuan siswa dalam menulis teks editorial, pemberian evaluasi pada hasil tulisan siswa berdasarkan kriteria yang masih belum tercapai, dan menilai siswa secara adil dan akurat berdasarkan kriteria yang dimuat di dalam rubrik. Penggunaan rubrik membantu guru mewujudkan kasih dan keadilan Allah dalam melakukan penilaian dan mendukung potensi siswa dalam menulis. Selain itu, keindahan dan makna tulisan siswa dapat menyatakan Pencipta kepada orang lain. Oleh sebab itu, penulis menyarankan untuk menentukan keterampilan yang perlu dinilai dari penggunaan rubrik, mengomunikasikan capaian kriteria kepada siswa, serta memberikan evaluasi berdasarkan kriteria rubrik untuk mendukung pertumbuhan siswa
IMPLIKASI IMAN SEJATI DALAM PENDIDIKAN KRISTEN [IMPLICATIONS OF TRUE FAITH IN CHRISTIAN EDUCATION]
AbstractChristian faith plays a very important role in education. Faith in God must affect the whole life of Christians to know God properly. This article states that the principle of true faith according to the Heidelberg Catechism is one of the important and historic documents for Christianity and its role in the field of education. The writing of this article is also to answer the various problems of understanding faith and its correlation with the field of Christian education. The discussion of this article uses literature research methods including the Bible, and various documents such as books and theological journals that discuss true faith according to the Heidelberg Catechism. The results of the discussion in this article show that true faith in God must have a very significant role in the field of holistic Christian education. Suggestions for Christian educators include being faithful to the truth and applying it in Christian education.Bahasa Indonesia AbstrakIman Kristen memiliki peran yang sangat penting dalam Pendidikan. Beriman kepada Allah harus memengaruhi seluruh kehidupan orang Kristen untuk mengenal Allah dengan benar. Artikel ini menyatakan bahwa prinsip iman sejati (true faith) menurut katekismus Heidelberg sebagai salah satu dokumen penting dan bersejarah bagi kekristenan dan bagaimana perannya dalam bidang pendidikan. Penulisan artikelini juga sebagai jawaban atas berbagai persoalan pemahaman iman dan korelasinya dengan bidang Pendidikan Kristen. Pembahasan artikel ini menggunakan metode riset literatur antara lain Alkitab, dan berbagai dokumen seperti buku, jurnal teologis yang membahas iman sejati menurut Katekismus Heidelberg. Hasil pembahasan artikel ini menunjukkan bahwa iman sejati kepada Allah harus memiliki peran yang sangat signifikan dalam bidang pendidikan Kristen yang holistis. Saran untuk para pendidik Kristen adalah untuk setia kepada kebenaran dan menerapkannya dalam pendidikan Kristen
PEMBENTUKAN SIKAP TANGGUNG JAWAB SISWA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING DI SEKOLAH DASAR [SHAPING STUDENTS’ RESPONSIBILITY THROUGH THE PROBLEM-BASED LEARNING METHOD IN ELEMENTARY SCHOOL]
AbstractA school is an official institution that is trusted by students' parents to help developing character values in students. It is pretty normal for a country to have curriculum changes in response to present and future challenges The 2013 curriculum in Indonesia focuses on developing student character values, one of which is responsibility and the recommended learning model is the problem-based learning model. The purpose of this study is to describe the problem-based learning model in developing students' responsibility. The approach used in this research is qualitative descriptive approach. The data collection technique used was a literature study. The result showed that the use of problem-based learning models could develop students' social attitudes, one of which is responsibility.Bahasa Indonesia AbstrakSekolah sebagai suatu lembaga resmi yang dipercayai oleh orang tua siswa untuk membantu mereka dalam mengembangkan nilai karakter pada siswa. Perubahan kurikulum yang terjadi di suatu negara merupakan hal yang wajar, karena kurikulum dibuat untuk menjawab segala tantangan yang dibutuhkan oleh masyarakat di masa kini dan masa depan. Fokus pada kurikulum 2013 di Indonesia adalah mengembangkan nilai sikap karakter siswa, salah satunya adalah sikap tanggung jawab dan salah satu model pembelajaran yang dianjurkan untuk diterapkan pada saat pembelajaran adalah model problembasedlearning. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis dan mendeskripsikan model problem-basedlearningsebagai salah satu model pembelajaran yang dapat mengembangkan sikap tanggung jawab siswa. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif dalam memaparkan hasil analisis. Teknik pengumpulan data dengan cara studi pustaka. Hasilnya didapati bahwa penggunaan model problem-basedlearning dapat mengembangkan sikap sosial siswa, salah satunya sikap tanggung jawab
AN ANALYSIS ON LEARNING LOSS AND HOLISTIC EDUCATION
AbstractChristian education views students as an image of God. During the pandemic of COVID-19, students encountered learning loss phenomena which has become a challenge for Christian schools. Thus, this study aims to elaborate the difference between Christian perspective and secular perspective toward the “learning loss’ phenomena; how important a holistic education is to be implemented in the classroom; and to explain the role of the teacher as a facilitator to implement holistic learning in the classroom. The research method used in this study is literature review. The result showed that students as the image of God should be valued as a whole person, not only partially as viewed from secular perspectives. Christian teachers need to be equipped to see and teach their students holistically, such as planning their lessons to be ”˜contextual’ and relevant for their students in order to raise awareness for tolerance, empower their talents, and conduct learning processes through loving interaction and applying holistic assessments. A recommendation for further research is to implement holistic education at primary level and elaborate the challenges faced by the teacher. Bahasa Indonesia AbstrakPendidikan Kristen melihat siswa sebagai Image of God. Selama pandemi covid-19 siswa menghadapi satu fenomena, yaitu Learning Loss, di mana terdapat penurunan dalam proses pembelajaran siswa. Oleh karena itu, tujuan dari paper ini adalah untuk menjelaskan perbedaan antara sudut pandang kekristenan dengan sudut pandang sekuler terkait fenomena “learning loss; pentingnya penerapan pendidikan holistis di dalam kelas, dan menjelaskan peran guru sebagai fasilitator dalam mengimplementasikan pendidikan holistis di dalam kelas. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa murid sebagai Image of God seharusnya dididik sebagai manusia yang utuh, dan tidak hanya sebagian seperti halnya dalam pandangan sekuler. Guru Kristen harus diperlengkapi agar dapat melihat dan mengajar secara holistik. Misalnya, merencanakan pembelajaran yang kontekstual dan relevan untuk siswa agar dapat membangkitkan kesadaran mereka akan toleransi dan mengembangkan talenta mereka. Serta mengimplementasikan pendidikan holistik di dalam kelas melalui interaksi yang didasarkan pada kasih serta penerapan penilaian holistik kepada siswa. Sebagai rekomendasi, peneliti menyarankan agar penelitian selanjutnya berfokus pada penerapan pendidikan holistik kepada murid di Sekolah Dasar serta memaparkan tantangan-tantangan yang dihadapi oleh Guru.
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION) DALAM MENGUPAYAKAN TANGGUNG JAWAB SISWA [STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION) COOPERATIVE LEARNING MODEL FOR STUDENT RESPONSIBILITY]
AbstractThe learning process that takes place in the classroom demands the responsibility of each student for learning to be active not passive so that the learning objectives can be achieved. However, students often lack this responsibility when they are learning in the classroom. This can be seen when some students focus on their activities and not all students contribute to discussions. One of the things that is done to strive for student responsibility is to apply a cooperative learning model of the Student Team Achievement Division (STAD) type. The present study aims to explain the steps of the STAD (Student Teams Achievement Division) cooperative learning model to seek student responsibility in the classroom. The research method used is descriptive qualitative. The conclusion of this research is that the STAD (Student Teams Achievement Division) type cooperative learning model is carried out with the following steps, explaining the material and learning objectives, dividing and directing students to work together in groups, and finally providing evaluation and appreciation of student work. Thus, the Student Teams Achievement Division type of cooperative learning model can strive for student responsibility.Bahasa Indonesia AbstrakProses pembelajaran yang berlangsung di dalam kelas, menuntut tanggung jawab setiap siswa agar pembelajaran tidak pasif melainkan aktif sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran. Fakta yang ditemukan adalah kurangnya tanggung jawab siswa saat melakukan pembelajaran di dalam kelas. Hal ini terlihat dari sebagian siswa yang masih sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing dan tidak semua anak berkontribusi untuk melakukan diskusi. Salah satu hal yang dilakukan untuk mengupayakan tanggung jawab siswa adalah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe student team achievement division. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division) untuk mengupayakan tanggung jawab siswa di kelas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Kesimpulan dari penulisan penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division) dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut, menjelaskan materi dan tujuan pembelajaran, membagi dan mengarahkan siswa untuk bekerja sama dalam kelompok, dan yang terakhir memberikan evaluasi serta penghargaan terhadap hasil kerja siswa. Sehingga, model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division dapat mengupayakan tanggung jawab siswa
SCIENCE TEACHING AND LEARNING THROUGH KATH MURDOCH’S INQUIRY CYCLE: A CASE STUDY ON PRESERVICE PRIMARY TEACHERS
Abstract Many studies on inquiry focus on the effect of inquiry learning on students' learning abilities and science skills. However, research focusing on the learning experience and teaching skills of preservice teachers based on inquiry is still lacking. The practices that a preservice teacher undertakes in his/her teaching years are strongly influenced by his/her learning experience in teacher education. The inquiry learning experienced by preservice teachers while in college will later affect inquiry-based teaching practiced in schools. This qualitative research aims to describe inquiry practices conducted by pre-service teachers. The sample of the study was 33 preservice primary teachers who took the second-year science content course named Integrated Science for Primary. There are two questions that will be the focus of this research: 1) How does Kath Murdoch’s Inquiry Cycle help preservice teachers experience significant learning? 2) How does an inquiry cycle help preservice teachers design Inquiry-based Science Lesson Plan? This study shows that learning through Kath Murdoch’s inquiry cycle is found as an interesting and useful approach for preservice teachers to understand how scientific processes are integrated into their experiment designs. Also, an inquiry cycle used in guided practices (including metacognitive prompts, reflections, and group discussion) could provide preservice teachers with the necessary skills to develop an inquiry-based teaching plan. Yet, this does not guarantee that preservice teachers would successfully facilitate inquiry in a real classroom setting. Bahasa Indonesia AbstrakBanyak penelitian tentang inkuiri berfokus pada pengaruh pembelajaran inkuiri terhadap kemampuan belajar siswa dan keterampilan sains. Namun, penelitian yang berfokus pada pengalaman belajar dan keterampilan mengajar calon guru yang berbasis inkuiri masih sedikit. Praktik yang dilakukan seorang calon guru di tahun-tahun mengajarnya sangat dipengaruhi oleh pengalaman belajarnya selama di pendidikan keguruan. Pembelajaran inkuiri yang dialami oleh calon guru selama di bangku kuliah nantinya akan mempengaruhi pengajaran berbasis inkuiri yang dipraktikkan di sekolah. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik inkuiri yang dilakukan oleh calon guru. Sampel penelitian adalah 33 calon guru SD yang mengambil mata kuliah konten sains tahun kedua yaitu IPA Terpadu untuk Sekolah Dasar. Ada dua pertanyaan yang akan menjadi fokus penelitian ini: 1) Bagaimana Siklus Inkuiri Kath Murdoch membantu calon guru mengalami pembelajaran yang signifikan?; 2) Bagaimana siklus inkuiri membantu calon guru merancang Rencana Pembelajaran IPA berbasis Inkuiri? Studi ini menunjukkan bahwa pembelajaran melalui siklus Kath Murdoch adalah pendekatan yang menarik dan berguna bagi calon guru untuk memahami bagaimana proses ilmiah diintegrasikan ke dalam rancangan eksperimen. Juga, siklus inkuiri yang digunakan dalam praktik terbimbing (termasuk petunjuk metakognitif, refleksi, dan diskusi kelompok) dapat memperlengkapi calon guru dengan keterampilan yang diperlukan untuk mengembangkan rencana pengajaran berbasis inkuiri. Namun, ini tidak menjamin bahwa kelak calon guru tersebut akan berhasil memfasilitasi praktik inkuiri di kelas nyata
EFEKTIVITAS SITUS KEJARCITA: MEDIA DAN ASESMEN BELAJAR GRATIS UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR [THE EFFECTIVENESS OF KEJARCITA WEBSITE: FREE LEARNING MEDIA AND ASSESSMENT FOR ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS]
AbstractThis research and development study aims to increase the use of websites in learning for elementary school students through free features of video media and learning assessments in the form of question banks and quizzes. The variables studied were the appearance, effectiveness, practicality, and satisfaction of using the features on Kejarcita website. Website revisions were conducted after validation from experts and field trials that involved 349 students and 12 teachers of SD Mahabodhi Vidya and SD Muhammadiyah 6. The expert validation result showed that the website as a learning resource is sufficient. Literacy and numeracy assessments as the indicator of effectiveness are considered quite effective with a percentage of 60% on literacy and 56% on numeracy. The website shows 82% effectiveness from the teacher's side and 81% from the students’ side. The practical results of the website are 77% from the students’ side and 79% from the teachers’ side. The satisfaction shows 79% from the teacher's side. It is concluded Kejarcita website after revision is considered effective, practical and provides user satisfaction.Bahasa Indonesia AbstrakPenelitian pengembangan ini bertujuan untuk meningkatkan penggunaan website untuk pembelajaran anak-anak sekolah dasar dengan menggunakan fitur gratis berupa video dan asesmen dalam bentuk bank soal dan kuis. Variabel yang diteliti adalah tampilan, efektivitas, kepraktisan, dan kepuasan penggunaan fitur pada website Kejarcita. Revisi website dilakukan setelah divalidasi oleh pakar, dan uji coba lapangan melibatkan 349 siswa dan 12 guru SD Mahabodhi Vidya dan SD Muhammadiyah 6. Hasil validasi pakar menunjukkan revisi website sebagai sumber belajar sudah memadai. Asesmen belajar literasi dan numerasi siswa sebagai indikator efektivitas dinilai cukup efektif dengan persentase sebesar 60% pada asesmen literasi dan 56% pada asesmen numerasi. Efektivitas website dari sisi guru sebesar 82% sedangkan dari sisi siswa sebesar 81%. Sedangkan, kepraktisan website sebesar 77% dari sisi siswa dan 79% dari sisi guru. Kepuasan penggunaan website dari sisi guru sebesar 79%. Dapat disimpulkan website Kejarcita pasca revisi dinilai efektif, praktis dan memberikan kepuasan pada pengguna
DEVELOPMENT OF DIGITAL COMIC LEARNING MEDIA IN ECONOMIC SUBJECTS FOR SENIOR HIGH SCHOOL GRADE 10
ABSTRACTThis study aims to produce digital learning media in the form of digital comics for economics subjects in senior high school grade 10 and equivalent to Demand and Supply subjects. The type of this research is development research. The research procedure uses the ADDIE model, which consists of five stages, including identification (analysis) stage, design stage, development stage, implementation stage, and evaluation stage. The software used in the development of digital comic media is Canva. Based on the results obtained, it can be concluded that economics learning, especially Demand and Supply materials based on digital comics is considered interesting and feasible to apply. This is proven by the results of the validation test of material experts, technological experts, and trials to 40 students who are in the good category. The average on the material expert validation test shows a good category with a score of 4.25. Technological experts indicate the category is quite good with a score of 3.75 while the trials on students were in the good category with a score of 4.0. BAHASA INDONESIA ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran digital berupa komik digital untuk mata pelajaran ekonomi kelas 10 SMA dan setara dengan mata pelajaran Permintaan dan Penawaran. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Prosedur penelitian menggunakan model ADDIE yang terdiridari lima tahap, meliputi tahap identifikasi (analisis), tahap desain, tahap pengembangan, tahap implementasi, dan tahap evaluasi. Perangkat lunak yang digunakan dalam pengembangan media komik digital adalah Canva. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran ekonomi khususnya materi Permintaan dan Penawaran berbasis komik digital dinilai menarik dan layak untuk diterapkan. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji validasi ahli materi, ahli teknologi, dan uji coba kepada 40 siswa yang berada pada kategori baik. Rata-rata pada uji validasi ahli materi menunjukkan kategori baik dengan skor 4,25. Pakar teknologi menunjukkan kategori cukup baik dengan skor 3,75, sedangkan uji coba pada siswa berada pada kategori baik dengan skor 4.0
PENGARUH INTERAKSI MAHASISWA DAN KEHADIRAN DOSEN TERHADAP KEPUASAN MAHASISWA PADA PEMBELAJARAN DARING [THE EFFECT OF STUDENT INTERACTION AND LECTURER PRESENCE ON STUDENT SATISFACTION IN ONLINE LEARNING]
Abstract Online learning has the potential to become a learning model trend in the future. Student satisfaction in online learning activities is one of the benchmarks for the success of implementing educational programs in higher education. The purpose of this study was to determine the effect of student interaction and the presence of lecturers on student satisfaction in online learning with student involvement as a moderator variable. This study is a cross-sectional survey with a quantitative approach. The research sample was taken by simple random sampling technique with a total sample of 253 students. Data taken from questionnaires were analyzed using path analysis. The results showed that there was a significant direct effect of student interaction, lecturer presence, and student engagement on student satisfaction in online learning. Student interaction and lecturer presence also have a significant direct effect on student engagement. However, it turns out that there is no significant indirect effect of student interaction and lecturer presence on student satisfaction in online learning through student engagement. The implication is that educational institutions need to formulate implementing policies to optimize these three factors as an effort to increase student satisfaction in online learning.Bahasa Indonesia AbstrakPembelajaran daring sangat berpotensi menjadi tren model pembelajaran di masa depan. Kepuasan mahasiswa pada kegiatan pembelajaran daring menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan penyelenggaraan program pendidikan di perguruan tinggi. Tujuan penelitian ini, yaitu untuk mengetahui pengaruh interaksi mahasiswa dan kehadiran dosen terhadap kepuasan mahasiswa pada pembelajaran daring dengan keterlibatan mahasiswa sebagai variabel moderator. Penelitian ini merupakan survei cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian diambil dengan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 253 mahasiswa. Teknik dan instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Uji validitas instrumen penelitian menggunakan analisis faktor eksploratori, sedangkan uji reliabilitasnya menggunakan formula Alpha. Teknik analisis data dalam pengujian hipotesis dilakukan dengan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh langsung signifikan interaksi mahasiswa, kehadiran dosen, dan keterlibatan mahasiswa terhadap kepuasan mahasiswa dalam pembelajaran daring. Interaksi mahasiswa dan kehadiran dosen juga berpengaruh langsung signifikan terhadap keterlibatan mahasiswa. Namun, ternyata tidak ada indirect effect (pengaruh tidak langsung) signifikan interaksi mahasiswa dan kehadiran dosen terhadap kepuasan mahasiswa pada pembelajaran daring melalui keterlibatan mahasiswa. Implikasinya yaitu penyelenggara pendidikan perlu merumuskan kebijakan implementatif untuk mengoptimalkan ketiga faktor tersebut sebagai upaya peningkatan kepuasan mahasiswa pada pembelajaran daring
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE (TTW) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA [IMPLEMENTATION OF THINK TALK WRITE (TTW) LEARNING MODEL TO IMPROVE STUDENTS' MATHEMATICAL DISPOSITION ABILITY]
AbstractThe quality of the nation's life is reflected in the quality of education which includes mathematical abilities, one of which is mathematical soft skills, namely mathematical disposition. The purpose of this study is to describe the implementation of the TTW learning model to improve the mathematical disposition of students at SDN 2 Banyukembar which is the target school of the Class 4 Teaching Campus Program. This classroom action research was conducted in August-October 2022 in two cycles with each cycle consisting of 5 meetings. The results of this study indicate that the implementation of the TTW learning model in mathematics learning has increased students' mathematical disposition abilities, which is indicated by an increase in the achievement of students' mathematical disposition abilities by 71.4% at the end of the second cycle.Bahasa Indonesia Abstrak Kualitas kehidupan bangsa tercermin dari kualitas pendidikan yang didalamnya memuat kemampuan matematis, salah satunya softskill bermatematika adalah disposisi matematis. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan implementasi model pembelajaran TTW untuk meningkatkan kemampuan disposisi matematis siswa SDN 2 Banyukembar yang merupakan sekolah sasaran Program Kampus Mengajar Angkatan 4. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan Agustus-Oktober 2022 dalam dua siklus dengan masing-masing siklus terdiri dari 5 pertemuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi model pembelajaran TTW pada pembelajaran matematika telah meningkatkan kemampuan disposisi matematis siswa yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan capaian kemampuan disposisi matematis siswa sebesar 71,4% di akhir siklus II.