Polyglot: Jurnal Ilmiah
Not a member yet
    192 research outputs found

    THE EFFECT OF SERVANT LEADERSHIP, EMOTIONAL INTELLIGENCE, AND PURPOSE IN LIFE ON ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR IN XYZ EARLY CHILDHOOD YEARS - ELEMENTARY

    Full text link
    To prepare the students with the demand of life in the future, teachers must continuously develop mastery of new knowledge, skills, competencies, and aptitudes. Education has entered a period of profound disruptive transition. It requires teachers to have organizational citizenship behavior (OCB). The purpose of this quantitative study is to examine the effect of servant leadership, emotional intelligence, and purpose in life on organizational citizenship behavior in XYZ Early Childhood Years and Elementary School. Fifty-five teachers of XYZ Early Childhood Years and Elementary School completed the online questionnaires. Path analysis through PLS SEM method is employed to test the proposed hypotheses. The results showed that servant leadership has positive effect on purpose in life and organizational citizenship behavior. It was found that emotional intelligence has positive effect on purpose in life. Purpose in life also has positive effect on organizational citizenship behavior. In contrast, it was found that emotional intelligence does not have positive effect on organizational citizenship behavior.Bahasa Indonesia Abstrak: Siswa perlu dipersiapkan untuk menghadapi tuntutan kehidupan masa mendatang, guru harus terus mengembangkan penguasaan pengetahuan, keterampilan, kompetensi, dan bakat baru. Pendidikan telah memasuki masa transisi yang penuh disrupsi. Hal ini menuntut guru untuk memiliki organizational citizenship behavior (OCB). Tujuan dari penelitian kuantitatif ini adalah untuk menguji pengaruh servant leadership, emotional intelligence dan purpose in life terhadap organizational citizenship behavior di TK-SD XYZ. Lima puluh lima guru TK dan SD XYZ menyelesaikan kuesioner online. Perhitungan penelitian menggunakan analisis jalur melalui metode Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS SEM) digunakan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa servant leadership berpengaruh positif terhadap organizational citizenship behavior. Ditemukan juga bahwa servant leadership berpengaruh positif terhadap purpose in life dan emotional intelligence berpengaruh positif terhadap purpose in life. Purpose in life juga berpengaruh positif terhadap organizational citizenship behavior. Sebaliknya, emotional intelligence tidak berpengaruh positif terhadap organizational citizenship behavior.

    THE PRACTICE OF REFLECTIVE PEDAGOGY IN INDONESIAN CLASSROOMS: A SYSTEMATIC REVIEW

    Full text link
    This was a systematic literature review study aiming at exploring the implementation of the reflective pedagogy paradigm in the Indonesian educational context. The works being reviewed in the study were gathered using Harzing’s Publish and Perish software. The criteria for including the works were being indexed by Google Scholar, published between the last ten years (2012-2021), the most cited works during their year of publication, and published in, at least, peer-reviewed journals. This review excluded conference papers published in proceedings and other works that were not published in journals. The results of the review showed that the reflective pedagogy had been widely used across subject areas and levels of education in Indonesia. It was also found out that, as the fundamental part of the pedagogy, reflection had been regarded as a process where learners looked back at their learning process to identify their experiences and the values they had learned during the process. Based on the results, this study concluded that the implementation of the reflective pedagogy could improve learners’ achievement and awareness of life values and virtues. It also recommended implementing the pedagogy to encourage learners to be autonomous in assessing their learning to prepare themselves to be lifelong learners.Bahasa Indonesia AbstrakIni adalah studi tinjauan pustaka sistematis yang bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi paradigma pedagogi reflektif dalam konteks pendidikan Indonesia. Karya-karya yang ditinjau dalam penelitian ini dikumpulkan menggunakan perangkat lunak Harzing's Publish and Perish. Kriteria untuk memasukkan karya sedang diindeks oleh Google Scholar, diterbitkan antara sepuluh tahun terakhir (2012-2021), karya yang paling banyak dikutip selama tahun publikasi mereka, dan diterbitkan setidaknya di jurnal peer-review. Tinjauan ini mengecualikan makalah konferensi yang diterbitkan dalam prosiding dan karya lain yang tidak diterbitkan dalam jurnal. Hasil review menunjukkan bahwa pedagogi reflektif telah banyak digunakan di seluruh bidang studi dan jenjang pendidikan di Indonesia. Ditemukan juga bahwa, sebagai bagian mendasar dari pedagogi, refleksi telah dianggap sebagai proses di mana peserta didik melihat kembali proses belajar mereka untuk mengidentifikasi pengalaman mereka dan nilai-nilai yang telah mereka pelajari selama proses tersebut. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan pedagogi reflektif dapat meningkatkan prestasi dan kesadaran peserta didik akan nilai-nilai dan kebajikan hidup. Direkomendasikan pula penerapan pedagogi untuk mendorong peserta didik menjadi mandiri dalam menilai pembelajaran mereka untuk mempersiapkan diri menjadi pembelajar sepanjang hayat

    TEACHER’S COMPETENCIES PROFILE IN DIGITAL TECHNOLOGY ERA: SPIRITUAL FORMATION AND BIBLICAL COMMUNITY

    Full text link
     Christian education aims to bring students to have relationships and growth based on Christian Faith. For building this relationship and growing faith, teacher’s competencies are needed in implementing teaching and learning that is based on the Biblical Christian Worldview. During this digital technology era, Christian teachers are required to have competence for developing their Spiritual Formation and Biblical Community. This study aims to analyze the teacher's competencies to enhance spiritual formation and develop biblical community. The research was conducted by distributing a survey to 61 respondents at Christian private school Tangerang. Data from respondents was collected through an online questionnaire via Google form and analyzed data with descriptive qualitatively. The results on each aspect of Spiritual Formation (SF) and Biblical Community (BC) suggest that respondents have achieved an average score of 4.1 (good category) or has met the teacher competency profile criteria as expected. Nevertheless, there needs to be a relevant follow-up to improve teacher competence in the digital technology era in the aspect of Spiritual Formation and Biblical Community through professional development or similar training.Bahasa Indonesia Abstrak Natur pendidikan Kristen bertujuan untuk membawa peserta didik mengalami relasi dan pertumbuhan yang berlandaskan Iman Kristiani. Dalam membangun relasi dan pertumbuhan iman tersebut, dibutuhkan peran dan kompetensi guru Kristen dalam mengimplementasikan pengajaran yang sesuai dengan Biblical Christian Worldview (BCW). Pada era digital saat ini, guru Kristen dituntut untuk memiliki kompetensi dalam meningkatkan Spiritual Formation (pertumbuhan rohani peserta didik) dan Biblical Community (komunitas yang memiliki relasi dengan berwawasan Kristen Alkitabiah). Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis seberapa besar kompetensi guru dalam meningkatkan pertumbuhan rohani dan membangun komunitas yang berlandaskan prinsip Alkitabiah. Penelitian dilakukan dengan membagikan survei kepada guru di salah satu sekolah swasta Kristen Tangerang dengan responden sebanyak 61 orang. Data dari responden dikumpulkan melalui kuesioner online (google form) dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian pada masing-masing aspek Spiritual Formation (SF) dan Biblical Community (BC), responden telah mencapai rata-rata angka 4,1 (kategori baik) atau telah memenuhi kriteria profil kompetensi guru sesuai yang diharapkan. Kendati demikian, perlu ada tindak lanjut yang relevan guna meningkatkan kompetensi guru di era digital dalam aspek Spritual Formation dan Biblical Community melalui pengembangan profesional ataupun pelatihan sejenis.

    HOLISTIC LEARNING FOR YOUNG LEARNERS - IS IT POSSIBLE AND WHAT CAN CHRISTIAN TEACHERS DO TO MAKE IT HAPPEN?

    No full text
    Christian teachers play a critical role in the implementation of holistic learning as the vision of Christian education is to transform students’ lives holistically. However, there seems to be a subtle debate in the implementation of holistic learning to younger students, whether it is possible or not. Arguing that it is not only possible, but it is a must, this study explores the implementation of holistic Christian education for young learners. This study has found that the implementation of holistic learning for younger learners requires Christian teachers to provide authentic and inclusive learning, and to facilitate a learning environment for younger students to build their worldview grounded on biblical truth from an early age.Bahasa Indonesia Abstrak: Guru Kristen memiliki peran yang signifikan dalam melaksanakan pembelajaran holistik karena visi pendidikan Kristen adalah mentransformasikan kehidupan siswa secara holistik, termasuk bagi para pembelajar muda. Namun demikian, peneliti menemukan bahwa masih kurangnya pemahaman guru Kristen tentang pembelajaran holistik khususnya bagi pelajar muda yang tercermin dari bagaimana proses belajar mengajar dilakukan di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Kristen dalam melaksanakan pembelajaran holistik terutama untuk pelajar muda dalam pendidikan Kristen. Studi ini mengungkapkan bahwa pemahaman yang benar dalam menerapkan pembelajaran holistik Kristen bagi pelajar muda sangat penting bagi guru Kristen karena hal itu mempengaruhi praktik mengajar mereka. Guru Kristen harus memahami bahwa peran mereka adalah menyediakan pembelajaran otentik, pembelajaran inklusif, dan memfasilitasi lingkungan belajar bagi pelajar muda untuk membangun pandangan dunia mereka yang didasarkan pada kebenaran alkitabiah sejak usia dini

    USING FLIPGRID AS ELECTRONIC PORTFOLIO IN SPEAKING ASSESSMENT

    Full text link
     Given the prolonged pandemic situation that forced schools to run online in both synchronous and asynchronous modes has impacted some changes in either teaching practice or conducting the assessment. With the limited timetable provided to each school subject, there is a significant adjustment that the teachers should take to make the teaching and learning meaningful, not to mention in assessing students’ learning. In the English as a Foreign Language (EFL) setting, assessing speaking is another challenge the teachers encounter specifically during online teaching. Consequently, English teachers are required to have specific strategies to manage this assessment still. Electronic portfolio-based assessment has been shown to serve both as an effective learning tool and assessment tool. Hence, this study was aimed to investigate the use of the Flipgrid as the electronic portfolio in assessing speaking. The qualitative design was applied in this study with students' scores, teacher’s field notes, and questionnaires as the instruments to collect data. This study was expected to describe the washback of the Flipgrid as electronic portfolios in speaking assessment. BAHASA INDONESIA ABSTRAKSituasi pandemi yang berkelanjutan telah memaksa setiap sekolah untuk melaksanakan pembelajaran daring baik secara synchronous maupun asynchronous. Hal ini berdampak pada berubahnya praktik mengajar dan penilaian dalam pembelajaran. Dengan jadwal pembelajaran yang terbatas untuk setiap mata pelajaran, guru harus dapat melakukan penyesuaian yang signifikan untuk membuat proses kegiatan belajar mengajar menjadi berarti, begitu pula dengan penilaian hasil belajar siswa. Pada pembelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing, penilaian keterampilan berbicara menjadi tantangan tersendiri bagi para guru khususnya pada saat pembelajaran daring. Sebagai konsekuensinya, setiap guru bahasa Inggris harus memiliki strategi tertentu untuk dapat mengelola penilaian dalam proses pembelajaran. Penilaian berbasis portofolio elektronik telah menunjukkan bahwa penilaian ini digunakan sebagai alat pembelajaran dan penilaian yang efektif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menelaah penggunaan Flipgrid sebagai portofolio elektronik pada penilaian keterampilan berbicara dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan nilai siswa, catatan lapangan guru, dan kuesioner sebagai instrumen untuk mengumpulkan data. Penelitian ini diharapkan dapat mendeskripsikan dampak penggunaan Flipgrid sebagai portofolio elektronik pada penilaian keterampilan berbicara dalam pembelajaran Bahasa Inggris.

    STRATEGI PENERAPAN BERPIKIR KRITIS, LOGIS DAN REFLEKTIF DALAM PEMBELAJARAN PENGANTAR AKUNTANSI DI ERA DARING: SUATU TINJAUAN EPISTEMOLOGIS [STRATEGY IN THE IMPLEMENTATION OF CRITICAL, LOGICAL, AND REFLECTIVE THINKING DURING ONLINE LEARNING IN INTRODUCTION TO ACCOUNTING 1: AN EPISTEMOLOGICAL REVIEW]

    No full text
    Accounting is related to the practice of logical-mathematical calculations. The practice needs to be preceded by the basis of the correct meaning. The purpose of this study is to describe learning strategies that emphasize critical, logical, and reflective thinking in online learning Introduction to Accounting 1. The research method used is a descriptive approach with observational data, documentation, and questionnaires filled out by 27 Economic Education students. The results show that online learning strategies combined with synchronous and asynchronous activities starting from greetings, opening activity, main activity, and closing activity with conversation and meet features in Microsoft Teams lead to fun experience learning and thus encourage students to think deeply logically, critically, and reflectively.Bahasa Indonesia Abstrak: Akuntansi sarat dengan praktik perhitungan logis matematis. Adapun praktik perlu didahului dengan dasar pemaknaan yang benar. Tujuan dari penelitian ini adalah memaparkan strategi pembelajaran yang menekankan pada berpikir kritis, logis dan reflektif dalam pembelajaran Pengantar Akuntansi 1 secara daring. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan data observasi, dokumentasi dan angket yang diisi oleh sebanyak 27 mahasiswa Pendidikan Ekonomi tingkat dua. Hasilnya menunjukkan bahwa strategi pembelajaran daring dengan kombinasi kegiatan sinkronous maupun asinkronous yang dimulai dari salam pembuka, kegiatan awal, inti dan penutup dapat membuat mahasiswa belajar secara menyenangkan tetapi sekaligus membuat mereka berpikir mendalam secara logis, kritis dan reflektif

    MASUKAN SISWA SEBAGAI BAHAN PERBAIKAN KUALITAS KOMPETENSI PEDAGOGIS GURU [STUDENTS' INPUTS AS MATERIALS FOR IMPROVING THE QUALITY OF STUDENT TEACHERS' PEDAGOGICAL COMPETENCE]

    No full text
    ABSTRACTPedagogic competence that affects learning needs to be continuously improved and this can be done through students’ input which might be used as a source of learning. This study, in particular, aims to describe how students provide input to improve the quality of student teachers’ pedagogical competence. As an image of God, students indeed have been gifted with the ability to provide input for student teachers which can improve the pedagogical competence if there is a follow-up from the student teachers. Student’s input can indeed improve the quality of the teacher’s pedagogic competence when the input is constructive, and teachers are aware of their limitations and are humble enough to receive feedback.  BAHASA INDONESIA ABSTRAKKompetensi pedagogis merupakan kompetensi penting yang memengaruhi pembelajaran, sehingga perlu diperbaiki. Masukan siswa menjadi salah satu sumber belajar mahasiswa guru untuk meningkatkan kompetensi pedagogisnya. Penelitian ini bertujuan menjelaskan cara siswa memberi masukan demi perbaikan kualitas kompetensi pedagogis mahasiswa guru. Siswa adalah ciptaan yang segambar dan serupa dengan Allah sehingga memiliki kemampuan menyampaikan masukan untuk perbaikan kompetensi pedagogis. Siswa dapat memberi masukan untuk perbaikan kualitas kompetensi pedagogis guru menggunakan potensi atau rasionya yang ditindaklanjuti guru secara bijak dengan pertolongan Roh Kudus. Masukan siswa dapat memberi perbaikan kualitas kompetensi pedagogis guru ketika guru menyadari keterbatasannya, memiliki kerendahan hati, dan masukan tersebut jujur dan membangun.KATA KUNCI: Kompetensi pedagogis; Masukan siswa; Guru

    RELIGIOUS BROTHERS’ EMOTION REGULATION TO PURSUE WELL-BEING IN ONLINE LEARNING

    Full text link
     Effective learning is supported by a conducive environment. However, pandemic situations with their demands have changed the learning system from face-to-face to a virtual learning environment, which in some ways affects the emotions of the students. This study aimed to investigate the way undergraduate students regulate their emotions to pursue well-being in online learning challenges. Two research questions were proposed, namely (1) how do the undergraduate students manage their emotions to cope with the online learning challenges; and (2) what factors did they find facilitative to cope with the challenges? Qualitative research was utilized through semi-structured interviews. The respondents were two first-year and two fourth-year undergraduate students from 2 private universities in Yogyakarta, Indonesia. The result indicated that community context as an ecological perspective provides security, trust, and meaningful activities that help its members cope with their negative emotions to pursue well-being in online learning. Furthermore, the school context played a crucial role in facilitating the learning goals through various supports and strategies. The lecturers and future researchers are expected to emphasize and develop more empirical studies concerning the importance of self-regulation of emotion to attain well-being in online learning challenges. BAHASA INDONESIA ABSTRAKPembelajaran yang efektif didukung oleh lingkungan yang kondusif. Namun, situasi pandemi dan tuntutannya telah mengubah lingkungan pembelajaran dari tatap muka menjadi pembelajaran virtual, yang berdampak pada emosi siswa dalam beberapa hal. Studi ini bertujuan untuk menyelidiki cara mahasiswa sarjana mengatur emosi mereka untuk mengejar kesejahteraan dalam tantangan pembelajaran online. Dua pertanyaan penelitian diajukan, yaitu (1) bagaimana mahasiswa sarjana mengelola emosi mereka untuk mengatasi tantangan pembelajaran online; dan (2) faktor apa saja yang mereka temukan fasilitatif untuk mengatasi tantangan pembelajaran online? Penelitian kualitatif digunakan dalam studi ini melalui wawancara semi-terstruktur. Respondennya adalah dua mahasiswa sarjana tahun pertama dan dua mahasiswa sarjana tahun keempat dari 2 universitas swasta di Yogyakarta, Indonesia. Hasilnya menunjukkan bahwa konteks komunitas religius sebagai perspektif ekologis memberikan keamanan, kepercayaan, dan kegiatan yang bermakna yang membantu anggotanya mengatasi emosi negatif mereka untuk mengejar kesejahteraan dalam pembelajaran online. Selain itu, konteks universitas memainkan peran krusial dalam memfasilitasi tujuan pembelajaran melalui berbagai dukungan dan strategi. Para dosen dan peneliti masa depan diharapkan untuk menekankan dan mengembangkan studi yang lebih empiris mengenai pentingnya regulasi emosi untuk mencapai kesejahteraan dalam tantangan pembelajaran online. 

    INVESTIGATION OF UBIQUITOUS-PHYSICS APP WITH LEARNING GUIDED MAP TO FACILITATE PHYSICS LEARNING IN AUTHENTIC CONTEXTS

    Full text link
     Many studies have considered the use of mobile devices to support learning in different subjects such as English, math, and biology. However, there are not many studies which focus on facilitating physics learning with mobile device supports in authentic contexts. Taking this into account, we updated a mobile app called Ubiquitous-Physics (U-Physics) by adding a guide learning map (gMap) which helps students to explore inclined plane phenomena in authentic contexts. We aimed to investigate the effectiveness of U-Physics with gMap on students’ learning achievements and to analyze students’ perceptions based on interview results. Forty-five first-grade vocational high school students majoring in housekeeping management were participated in this quasi-experiment for seven weeks. The experimental group used U-Physics with gMap and the control group used U-Physics without gMap. Although there were no significant differences between the experimental group and the control group concerning learning achievements, we found that learning gain of both groups significantly improved. Additionally, students revealed that they enjoyed exploring and conducting physics experiments in authentic context environments such parks, playgrounds, and houses. These findings indicated that exploring and conducting physics phenomena in authentic contexts can enhance understanding of the physics phenomena and enriches experiential learning.Bahasa Indonesia Abstrak Banyak penelitian telah mempertimbangkan penggunaan perangkat seluler untuk mendukung pembelajaran dalam berbagai mata pelajaran seperti bahasa Inggris, Matematika, dan Biologi. Namun, tidak banyak penelitian yang berfokus pada memfasilitasi pembelajaran Fisika dengan dukungan perangkat seluler dalam konteks otentik. Dengan mempertimbangkan hal ini, kami memperbarui aplikasi seluler bernama Ubiquitous-Physics (U-Physics) dengan menambahkan peta pembelajaran panduan (gMap) yang membantu siswa menjelajahi fenomena bidang miring dalam konteks otentik. Kami bertujuan untuk menyelidiki efektivitas U-Physics dengan gMap pada prestasi belajar siswa dan untuk menganalisis persepsi siswa berdasarkan hasil wawancara. Empat puluh lima siswa sekolah menengah kejuruan, kelas satu, jurusan manajemen rumah tangga berpartisipasi dalam percobaan semua ini selama tujuh minggu. Kelompok eksperimen menggunakan U-Physics dengan gMap dan kelompok kontrol menggunakan U-Physics tanpa gMap. Meskipun tidak ada perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol mengenai prestasi belajar, kami menemukan bahwa perolehan pembelajaran kedua kelompok meningkat secara signifikan. Selain itu, siswa mengungkapkan bahwa mereka senang menjelajahi dan melakukan eksperimen Fisika di lingkungan konteks otentik seperti taman, taman bermain, dan rumah. Temuan ini menunjukkan bahwa mengeksplorasi dan melakukan fenomena Fisika dalam konteks otentik dapat meningkatkan pemahaman tentang fenomena Fisika dan memperkaya pembelajaran berdasarkan pengalaman.

    CHRISTIAN EDUCATORS' MENTAL HEALTH CONDITION AND WELL-BEING IN INDONESIA DURING THE COVID-19 PANDEMIC

    Full text link
    This descriptive quantitative study aims to explore Christian educators' mental health condition and well-being in Indonesia during the Covid-19 pandemic. Data collection was carried out from March 30 to April 24, 2021. The participants of this study are Christian educators who either teach at Christian, public, or national private schools. The findings show that Christian educators in Indonesia have a high vocational passion (89%), good mental health (97.6%), high level of spiritual well-being (94.8%), relatively good social well-being (82, 8%), economic well-being is quite good (79.4%). In comparison, only 52.8% participants who have high health well-being and 66% who has high life satisfaction. The chisquare test shows that the components of well-being (spiritual, economic, social, and health) significantly affect the level of mental health of educators. The main challenges faced by educators are learning to support technology; teaching and learning activities that are deemed not optimal; attitudes and behavior of students who are less disciplined, polite, cooperative, and motivated; lack of relationships and interactions between teachers and teachers as well as fellow students; and increased workloads and hours leading to physical and mental health exhaustion. The main implication is for the decisionmakers of Christian educational institutions in Indonesia to pay special attention to the health well-being of educators who have experienced physical exhaustion by evaluating and adjusting the expectations and workloads, and developing a well-being ecosystem at school.Bahasa Indonesia Abstrak: Penelitian kuantitatif deskriptif ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan mental dan well-being pendidik Kristen di Indonesia selama masa pandemic Covid-19. Pengambilan data dilakukan pada 30 Maret sampai dengan 24 April 2021. Peserta penelitian ini adalah pendidik Kristen yang mengajar di sekolah Kristen, negeri, atau swasta nasional. Hasil temuan menunjukkan pendidik Kristen di Indonesia memiliki vocational passion yang tinggi (89%), kesehatan mental yang baik (97,6%), tingkat well-being spiritual tinggi (94,8%), well-being sosial relatif baik (82,8%), well-being ekonomi cukup baik (79,4%), sedangkan well-being kesehatan hanya 52,8% yang tinggi. Sebanyak 66% pendidik memiliki kepuasan hidup yang tinggi. Uji chi square menunjukkan bahwa komponen well-being (spiritual, ekonomi, sosial, dan kesehatan) mempunyai hubungan yang signifikan dengan tingkat kesehatan mental para pendidik. Tantangan utama yang dihadapi pendidik adalah masalah: teknologi pendukung pembelajaran; kegiatan belajar mengajar yang dirasa tidak maksimal; sikap dan perilaku murid yang kurang disiplin, sopan, kooperatif, dan motivasi; kurangnya relasi dan interaksi antara guru dan guru serta sesama murid; dan beban dan jam kerja yang bertambah yang menyebabkan kelelahan kesehatan fisik dan mental. Implikasi utama dari temuan ini bagi para pengambil keputusan lembaga pendidikan Kristen di Indonesia untuk memberikan perhatian khusus well-being kesehatan dari para pendidik yang telah mengalami kelelahan fisik dengan mengevaluasi dan menyesuaikan ekspektasi, beban kerja, dan jam kerja yang jelas dan membangun ekosistem well-being di sekolah

    128

    full texts

    192

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Polyglot: Jurnal Ilmiah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇