Polyglot: Jurnal Ilmiah
Not a member yet
    192 research outputs found

    STUDENT TEACHER’S EXPERIENCES OF SPIRITUAL FORMATION AND DIGITAL LEARNING IN A CHRISTIAN HIGHER EDUCATION

    Full text link
     The main purpose of Christian higher education is to provide a holistic development of students, including spirituality. In order to enhance student’s spiritual growth, a Christian private university has been developing a comprehensive approach to educational practices regarding the integration of faith and learning. However, the pandemic COVID-19 has been limiting student’s opportunity to experience those practices. The aim of this phenomenological study was to explore the student teachers’ experiences of spiritual formation and digital learning in a Christian Teachers’ College. The number of participants was 20 and data were collected by conducting interviews and self-reflection reports. The findings were classified in three main themes: personal attachment, support network, and diverse learning applications. The findings and implications are expected to reinforce digital learning in Christian higher education in promoting student’s spiritual formation. Bahasa Indonesia AbstrakTujuan utama dari pendidikan tinggi Kristen adalah menyediakan perkembangan naradidik secara holistik, termasuk spiritualitas. Demi meningkatkan pertumbuhan spiritual naradidik, sebuah universitas Kristen telah mengembangkan sebuah pendekatan pendidikan yang komprehensif secara khusus mengenai integrasi antara iman dan ilmu. Akan tetapi, pandemic COVID-19 telah membatasi kesempatan naradidik untuk mengalami praktik-praktik pendidikan tersebut. Tujuan studi fenomenologi ini adalah untuk mengeksplorasi pengalaman mahasiswa guru tentang formasi spiritualitas dan pembelajaran digital di sebuah fakultas keguruan Kristen. Partisipan berjumlah 20 orang dan data diperoleh melalui wawancara dan laporan jurnal refleksi pribadi.  Hasil penelitian diklasifikasikan dalam tiga tema utama: keterikatan pribadi (personal attachment), jaringan pendukung (support network), dan penerapan variasi pembelajaran (diverse learning applications). Hasil penelitian dan implikasi diharapkan dapat memperkuat pembelajaran digital serta mendukung formasi spiritualitas nara didik di pendidikan tinggi Kristen.

    COMPREHENSION PROCESSES AND CRITICAL THINKING SKILLS IN TWO UNIVERSITY ENTRANCE EXAMS IN INDONESIA: A CONTENT ANALYSIS OF THE SBMPTN AND THE SIMAK UI 2008-2019

    No full text
    Language testing development intervened with cognitive processes and higher-order thinking skills (HOTS) has impacted the English tests, included Indonesian university entrance exams within a decade. State universities in Indonesia which are in demand to the high quality of their candidates have conducted a highly reputable entrance exams to select their best candidates. However, less research was conducted to investigate the trend of English questions in the scope of university entrance tests. This study aimed to investigate trends of English questions tested in both the SBMPTN (national university entrance exams) and the SIMAK UI (Universitas Indonesia’s entrance exams) in a decade (from 2009 to 2018). The study design was a mixed-method employing content analysis to English questions (quantitatively and qualitatively).  The findings revealed; 1) types of questions tested, 2) comprehension processes, 3) and higher-order thinking questions, and 4) construction MCQs to promote critical thinking skills in both entrance exams. Finally, implications of the findings were elaborated.Bahasa Indonesia Abstrak: Ujian Saringan Masuk (USM), khususnya soal bahasa Inggris, dipercaya dapat mengambarkan pemahamanan dan kemampuan berpikir kritis para kandidat. Oleh karena itu, penelitian terhadap USM menjadi sangat signifikan. Nyatanya, penelitian tentang USM sangat jarang dan tren terhadap soal-soal bahasa Inggris terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki tren dalam proses pemahaman dan kemampuan berpikir tingkat tinggi yang termanifestasi dalam Ujian Seleksi Masuk UI (SIMAK UI) dalam satu dekade belakangan (2009-2018). Dengan menggunakan metode campuran content analysis, pertanyaan-pertanyaan dianalisa secara kualitatif dan kuantitatif dan menghasil beberapa temuan seperti 1) jenis pertanyaan yang diuji, 2) proses pemahaman, 3)  pertanyaan  untuk kemampuan berpikir tingkat tinggi, dan 4)konstruksi pembuatan pertanyaan pilihan ganda yang bertujuan meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Implikasi dari temuan ini juga dijelaskan.

    PERAN GURU, PERAN ORANG TUA, DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR DI SD KARUNIA IMANUEL BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2019/2020 [ROLE OF TEACHER, ROLE OF PARENTS, AND STUDENT'S LEARNING MOTIVATION ON LEARNING ACHIEVEMENT IN SD KARUNIA IMMANUEL BANDAR LAMPUNG ACADEMIC YEAR 2019/2020]

    No full text
     Various phenomena in the field of education highlight the importance of developing student achievement, especially in the aspects of the teacher's role, the role of parents, and student motivation towards students’ learning achievement. Researchers argue that student learning needs will be fulfilled if there is optimal support from educators in schools and parents who guide at home and if there is motivation from within. This research was conducted quantitatively with multiple regression analysis. Data collection was carried out by distributing three questionnaires to respondents. The data obtained were processed by testing the reliability and validity, performing multiple regression analysis, and determining the contribution through the R-square value. The results of the study which included 30 students at SD Karunia Imanuel found that the teacher's role had an effect on student achievement, but both the role of parents and student motivation had no effect on student achievement. Nevertheless, based on the F-test these three variables affect student achievement.                            Bahasa Indonesia AbstrakBerbagai fenomena bidang pendidikan banyak menyoroti tentang pentingnya perkembangan prestasi siswa yang terbentuk khususnya pada aspek peran guru, peranan orang tua, dan motivasi belajar siswa dalam proses belajar untuk menentukan prestasi belajar siswa tersebut. Peneliti melihat bahwa kebutuhan pembelajaran siswa akan terselenggara dengan baik dalam menunjang prestasi belajar anak jika adanya dukungan dari peran lingkungan yang  baik dan optimal pula terutama dari pendidik di sekolah yaitu guru serta orang tua yang membimbing di rumah dan motivasi dari dalam diri siswa. Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif dengan analisis regresi berganda. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran tiga kuesioner terhadap responden yang adalah siswa. Data yang didapatkan diolah dengan menguji reliabilitas dan validitas, melakukan analisis regresi berganda dan menentukan kontribusi melalui nilai R-square. Hasil penelitian yang mengikutsertakan 30 orang siswa di SD Karunia Imanuel ditemukan secara parsial bahwa peran guru berpengaruh kuat terhadap prestasi siswa, peran orang tua tidak berpengaruh terhadap prestasi siswa, dan motivasi siswa tidak berpengaruh terhadap prestasi siswa dan berdasarkan uji-F ketiga variabel ini berpengaruh terhadap prestasi siswa

    INVESTIGATING ENGLISH EDUCATION MASTER STUDENTS' PERCEPTIONS ON EXTENSIVE READING STRATEGY

    Full text link
    Nowadays it is not sufficient enough for ELT educationalists to introduce their learners to L2 reading enterprises through one-way rigid trajectory; comprehension-based reading activities. Meanwhile, EFL learners critically demand more interactive, enjoyable, and comprehensive L2 reading learning enterprises. One of the exact representations of this coveted reading approach is manifested in the form of an extensive reading strategy. It is plausibly repudiated that extensive reading strategy can significantly foster EFL learners’ overall reading skills, vocabulary knowledge, and reading volition. This present small-scale qualitative study was enacted as one of the proactive attempts to profoundly investigate English Education Master Students’ perceptions on extensive reading strategy. To fulfill this main research objectivity, 15 English Education Master Students enrolling in Sanata Dharma University, Yogyakarta were invited to fill out the 10 items of the online Likert-scale questionnaire. 3 random interviewees were also selected from similar samplings to record their responses in correspondence with the 5 online open-ended written narrative inquiry questions. The research results unveiled that the majority of English Education Master Students have transformed into more competent L2 readers since they vigorously engaged in extensive reading activities and efficiently take better management over their extensive reading enterprises.   Bahasa Indonesia Abstrak: Dewasa ini tidak cukup bagi pengajar Bahasa Inggris untuk memperkenalkan peserta didik mereka ke usaha membaca bahasa kedua melalui lintasan kaku satu arah; kegiatan membaca berbasis pemahaman. Sementara itu, pelajar Bahasa Inggris secara kritis menuntut pembelajaran membaca bahasa kedua yang lebih interaktif, menyenangkan, dan komprehensif. Salah satu representasi tepat dari pendekatan membaca yang didambakan ini diwujudkan dalam bentuk strategi membaca ekstensif. Masuk akal untuk diakui bahwa strategi membaca ekstensif dapat secara luar biasa mendorong keterampilan membaca, pengetahuan kosakata, dan kemauan membaca pelajar Bahasa Inggris secara keseluruhan. Studi kualitatif skala kecil ini dilakukan sebagai salah satu upaya proaktif untuk menyelidiki secara mendalam mengenai persepsi Siswa Magister Pendidikan Bahasa Inggris tentang strategi membaca ekstensif. Untuk mewujudkan objektivitas penelitian utama ini, 15 Mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa Inggris yang mendaftar di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta diundang untuk mengisi 10 item kuesioner skala likert online. 3 orang yang diwawancarai secara acak juga dipilih dari sampel yang sama untuk membagikan tanggapan mereka sesuai dengan 5 pertanyaan inkuiri naratif tertulis terbuka secara online. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa sebagian besar Siswa Magister Pendidikan Bahasa Inggris telah berubah menjadi pembaca bahasa kedua yang lebih kompeten karena mereka giat terlibat dalam kegiatan membaca ekstensif dan secara efisien mengambil manajemen yang lebih baik atas usaha membaca ekstensif mereka

    PENGARUH MODEL PROBLEM-BASED LEARNING AND COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK-PAIR-SHARE DITINJAU DARI GAYA BELAJAR TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS 2 SD ABC [THE EFFECT OF THE THINK-PAIR-SHARE TYPE OF PROBLEM-BASED LEARNING AND COOPERATIVE LEARNING MODEL ON THE CRITICAL THINKING SKILLS OF SECOND GRADE STUDENTS OF ABC SCHOOL]

    No full text
    Critical thinking ability needs to be developed from an early age, so it is very important to find an effective learning model to foster critical thinking skills. The learning model being tested is the Problem-Based Learning and the Cooperative Learning Model Think-Pair-Share (TPS) Type. This study aims to see the effect of the learning model reviewed from learning style on critical thinking skills. This research was conducted in SD ABC with a population of 153 students in grade II. This research method is quantitative research using quasi-experimental. Data analysis was tested using normality and homogeneity tests. Hypothesis testing using two-way ANOVA and Tukey's test. The conclusion obtained is that there are differences in the results of critical thinking skills between students who received learning with Problem-Based Learning and Cooperative Learning Model TPS Type with a significance level of 0.017, there is no difference in students' critical thinking skills with auditory learning styles between those who received learning with Problem-Based Learning and Cooperative Learning Model TPS Type with a significance value of 0.211, and there is no difference in students' critical thinking skills with kinesthetic learning styles between those who received learning with Problem-Based Learning and Cooperative Learning Model TPS Type with a significance value of 0.421.Bahasa Indonesia Abstrak: Kemampuan berpikir kritis perlu dikembangkan sejak dini, maka sangat penting untuk menemukan model pembelajaran yang efektif memupuk kemampuan berpikir kritis. Model pembelajaran yang diujicobakan adalah Model Pembelajaran Berbasis Masalah dan Model Pembelajaran Kooperatif tipe ThinkPair-Share (TPS). Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh model pembelajaran ditinjau dari gaya belajar terhadap kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini dilakukan di SD ABC dengan jumlah populasi 153 siswa di kelas II SD. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan kuasi eksperimen. Analisis data diuji menggunakan uji normalitas dan homogenitas. Pengujian hipotesis menggunakan ANAVA dua jalur serta uji Tukey. Kesimpulan yang didapatkan adalah adanya perbedaan hasil kemampuan berpikir kritis antara siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan Model Pembelajaran Berbasis Masalah dan Model Pembelajaran Kooperatif tipe TPS dengan taraf signifikansi 0,017, tidak ada perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa dengan gaya belajar auditori antara siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan Model Pembelajaran Berbasis Masalah dan Model Pembelajaran Kooperatif tipe ThinkPair-Share dengan nilai signifikansi 0,211, dan tidak ada perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa dengan gaya belajar kinestetik antara yang mendapatkan pembelajaran dengan Model Pembelajaran Berbasis Masalah dan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Think-Pair-Share dengan nilai signifikansi 0,421

    SERVANT LEADERSHIP, SPIRITUALITAS TEMPAT KERJA, DAN EMPLOYEE ENGAGEMENT DI FAKULTAS LIBERAL ARTS UNIVERSITAS X [SERVANT LEADERSHIP, WORKPLACE SPIRITUALITY AND EMPLOYEE ENGAGEMENT IN THE FACULTY OF LIBERAL ARTS, UNIVERSITY X]

    No full text
    Leadership style can not only shape employee behavior by influencing employee attitudes, such as their satisfaction, commitment, and well-being at work, but also can shape performance such as job involvement through motivational construction. The purpose of this study was to analyze the relationship between servant leadership, workplace spirituality and employee engagement in an analytical-critical manner and comprehensively based on the primary and secondary data available at the Faculty of Liberal Arts, University X. This study used an approach with the research subject of 40 lecturers; permanent, and 5 part time. The data processing method is descriptive method. From the results of the study it can be concluded that servant leadership in FLA has a positive relationship and influence; the state of workplace spirituality in FLA has a positive influence that is built personally (lecturers), and is supported by servant leadership based on the truth of God's Word indicating that the condition of workplace spirituality has good results and  employee engagement in FLA occurs because of the relationship between leaders who apply servant leadership style and Jesus Christ as a role model.Bahasa Indonesia Abstrak: Gaya kepemimpinan tidak hanya dapat membentuk perilaku karyawan dengan mempengaruhi sikap karyawan, seperti kepuasan, komitmen, dan kesejahteraan mereka di tempat kerja, tetapi juga dapat membentuk kinerja seperti keterlibatan kerja melalui konstruksi motivasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan  antara servant leadership, spiritualitas tempat kerja dan employee engagement secara analitis-kritis dan komprehensif berdasarkan data primer dan data sekunder yang tersedia di Fakultas Liberal Arts, Universitas X. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek penelitian 40 dosen tetap dan 5 dosen paruh waktu. Metode pengolahan datanya yaitu metode deskriptif. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa servant leadership di FLA memiliki hubungan dan pengaruh yang positif, keadaan spiritualitas tempat kerja di FLA membawa pengaruh yang positif yang dibangun secara pribadi (dosen), dan didukung oleh praksis servant leadership pimpinan fakultas berazaskan kebenaran firman Tuhan yang menunjukkan bahwa kondisi spiritualitas tempat kerja memiliki hasil yang baik serta keadaan employee engagement di FLA terjadi karena adanya keterkaitan antara pimpinan yang menerapkan gaya servant leadership dengan Yesus Kristus sebagai role model

    CULTIVATING BIBLICAL LEARNING COMMUNITY IN A VIRTUAL LEARNING ENVIRONMENT THROUGH GROUP PROJECT-BASED LEARNING

    Full text link
     For the last two years, the Covid-19 pandemic has caused students to learn in a virtual mode, cultivating a learning community that fully supports students is therefore particularly challenging.  Studies have proved that in a virtual learning environment there is a greater possibility of learning loss including loss of learning about and through interaction and relationship values. From a Biblical perspective, relationship in the learning community needs to be built, repaired, and maintained to make learning fruitful, constructive, and meaningful to students. Therefore, strategies for building this learning community are required in virtual classrooms to help students learn effectively. This study focuses on the experiences of how the biblical learning community is cultivated through an iterative process in group project-based learning. This study uses a qualitative descriptive method on cohort-2020 primary student-teachers at Teachers College, Pelita Harapan University. The data was obtained from observation, performance rubric, and questionnaire. Results from the performance rubric showed that around 65-66% of total students have consideration for the feelings and learning needs of other members in his/her group and encourage others to contribute, and 73-74% of total students show solid cooperation in the group. In addition, data from observation and questionnaires indicated that few students still need time to develop those abovementioned aspects. Bahasa Indonesia AbstrakPandemi Covid-19 yang sudah terjadi selama dua tahun terakhir ini telah menyebabkan siswa belajar dalam sebuah mode virtual, mengkultivasi sebuah komunitas belajar yang sepenuhnya mendukung mereka adalah hal yang menantang. Penelitian-penelitian telah membuktikan bahwa di dalam sebuah lingkungan pembelajaran virtual, terdapat kemungkinan yang lebih besar untuk terjadinya kehilangan pembelajaran, termasuk kehilangan pembelajaran tentang dan melalui nilai-nilai interaksi dan hubungan. Dari perspektif Alkitabiah, hubungan di dalam komunitas belajar perlu dibangun, diperbaiki, dan dipelihara untuk membuat pembelajaran berbuah, konstruktif, dan bermakna bagi para siswa. Oleh karena itu, strategi untuk membangun komunitas belajar ini diperlukan dalam ruang kelas virtual untuk membantu siswa belajar secara efektif. Penelitian ini berfokus pada pengalaman tentang bagaimana komunitas belajar yang alkitabiah dikultivasi melalui sebuah proses berulang dalam pembelajaran berbasis proyek grup. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif pada mahasiswa-guru angkatan 2020 di Teachers College, Universitas Pelita Harapan. Datanya diperoleh dari observasi, rubrik performa, dan kuesioner. Hasil dari rubrik performa menunjukkan bahwa sekitar 65--66% dari keseluruhan siswa memiliki perhatian untuk perasaan dan kebutuhan belajar anggota-anggota lain dalam grupnya, juga mendorong siswa-siswa lain untuk berkontribusi dan 73--74% dari keseluruhan siswa menunjukkan kerja sama yang solid dalam grup. Selain itu, data dari observasi dan kuesioner mengindikasi bahwa beberapa siswa masih membutuhkan waktu untuk mengembangkan aspek-aspek yang disebutkan di atas

    PENERAPAN METODE BERCERITA BONEKA TANGAN UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS, PENGUASAAN KOSAKATA MANDARIN, DAN KETERLIBATAN DI DALAM KELAS PADA PESERTA DIDIK TK B DI SEKOLAH MAITREYAWIRA JAKARTA [THE IMPLEMENTATION OF HAND PUPPETS AND ONLINE STORYTELLING METHODS IN INCREASING CREATIVITY, MANDARIN VOCABULARY MASTERY, AND ENGAGEMENT OF TK-B STUDENTS AT MAITREYAWIRA SCHOOL JAKARTA]

    No full text
    Creativity, mastery of Mandarin vocabulary, and engagement in the classroom are very important from early age to support students’ ability to mastering Mandarin. The purpose of this research is to apply online storytelling methods to improve the abilities of students aged 5-6 years in creativity, mastery of Mandarin vocabulary, and engagement in the classroom. This study used a Classroom Action Research method with preliminary research and three cycles with three meetings for each as a form of corrective action. The subjects of this study were children aged 5-6 years at Maitreyawira School Jakarta. Data collection used data triangulation, assessment rubrics, field notes, and performance results also the assessment was carried out by three observers, which are the researcher and two observers. The results showed that (1) online storytelling methods by providing opportunities to respond the events and critical thinking can increase students’ creativity, (2) online storytelling methods by listening and practicing role-play conversation activity can improve the mastery of Mandarin vocabulary, and (3) online storytelling methods with educator interaction and students can increase students’ engagements in the classroom. For the conclusion, there is an increase in the level of creativity, mastery of Mandarin vocabulary, and engagement in the class of TK B students at Maitreyawira School Jakarta. Suggestions for further research are to pay more attention to children's developments and provide more varied activitiesBahasa Indonesia Abstrak: Kreativitas, penguasaan kosakata Mandarin, dan keterlibatan di dalam kelas dibutuhkan sejak usia dini untuk menunjang kemampuan peserta didik dalam menguasai Bahasa Mandarin. Tujuan dari penelitian dalam kegiatan pembelajaran Bahasa Mandarin adalah menerapkan metode bercerita daring untuk meningkatkan kemampuan peserta didik usia 5-6 tahun dalam kreativitas, penguasaan kosakata Mandarin, dan keterlibatan di dalam kelas. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas dengan penelitian pendahuluan dan tiga siklus dengan masing-masing tiga pertemuan sebagai bentuk tindakan perbaikan. Subjek penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun di Sekolah Maitreyawira Jakarta. Pengumpulan data menggunakan triangulasi data yaitu rubrik penilaian, catatan lapangan, dan hasil unjuk kerja serta penilaian dilakukan oleh tiga pengamat yaitu peneliti dan dua pengamat. Hasil penelitian didapatkan bahwa (1) metode bercerita daring dengan memberikan kesempatan menanggapi kejadian dan berpikir kritis dapat meningkatkan kreativitas peserta didik, (2) metode bercerita daring dengan mendengarkan dan berlatih percakapan dapat meningkatkan penguasaan kosakata Mandarin, (3) metode bercerita daring dengan interaksi pendidik dan peserta didik dapat meningkatkan keterlibatan di dalam kelas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat peningkatan pada tingkat kreativitas, penguasaan kosakata Mandarin, dan keterlibatan di dalam kelas peserta didik TK B di Sekolah Maitreyawira Jakarta. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah lebih memperhatikan kemampuan anak dan memilih kegiatan yang lebih bervariasi

    THE EFFECT OF MEDIA CD INTERACTIVE ON THE IMPROVEMENT OF ENGLISH OF EARLY CHILDHOOD AND CHILDREN’S ATTENTION AT THE CLASS IN ENGLISH LANGUAGE LESSONS IN THE MUTIARA HARAPAN OF ISLAMIC PONDOK AREN TANGERANG

    No full text
    This study aims to determine the effect the use of Media CD Interactive on the improvement of English vocabulary of early childhood and children's attention in the classroom in English lesson at Mutiara Harapan Islamic Kindergarten, Pondok Aren Tangerang. This research is a quantitative study using experimental research methods through classroom observation and written tests. The subjects of this study were group ”˜A’ students as the experimental class by comparing the learning methods before the experiment implemented, which was the method of using Flashcard media to improve children's English vocabulary and puppet shows to increase children's attention in class.The type of statistics used in this study is to test the hypothesis of the Mean value of each dependent variable through the t-test. Through data processing that has been done, the experimental improvement of English vocabulary of children Interactive CD learning media has a better effect than the use of Flashcard and on the experiment of increasing children's attention in the class using media CD Interactive also has a better effect than the use of puppet show. This is evidenced by the Mean value of the use of media CD Interactive is greater than the use of previous learning media.Bahasa Indonesia Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media CD Interaktif terhadap peningkatan kosakata bahasa inggris anak usia dini dan perhatian anak di kelas pada pelajaran bahasa inggris di TK Mutiara Harapan Islamic, Pondok Aren Tangerang. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan metode penelitian eksperimen melalui observasi kelas, tes tertulis. Subjek penelitian ini adalah siswa-siswa kelompok A sebagai kelas eksperimen dengan membandingkan metode pembelajaran sebelum dilakukan eksperimen yaitu metode penggunaan media Flashcard untuk meningkatkan kosakata bahasa inggris anak dan puppet show untuk meningkatkan perhatian anak di kelas. Jenis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah menguji hipotesa nilai Mean dari masing variabel terikat melalui Uji t. Melalui olah data yang telah dilakukan, pada eksperimen peningkatan kosakata bahasa inggris anak media pembelajaran CD Interaktif berpengaruh lebih baik daripada penggunaan media pembelajaran Flashcard dan pada eksperimen peningkatan perhatian anak di kelas media CD Interaktif juga berpengaruh lebih baik daripada penggunaan media puppet show. Hal ini dibuktikan dengan nilai Mean dari penggunaan media CD Interaktif lebih besar daripada penggunaan media pembelajaran sebelumnya

    IMPLEMENTATION OF EDUCATIVE ASSESSMENT IN PHYSICS EDUCATION STUDY PROGRAM UPH DURING ONLINE LEARNING

    Full text link
     Assessment is the collection of information about student learning outcomes. Educative assessment should enable students to respond as images of God and challenge them to grow and learn more. The purpose of this study is to describe the implementation of educative assessment in the Physics Education Study Program during the 2020/2021 academic year at the University of Pelita Harapan. This study used descriptive qualitative research methods. The Implementation of educative assessments were carried out through interdisciplinary assessment in some courses, mid-term and final-term personal reflections in all physics courses, vlogs in material physics courses as mid-term assessments, and used Moodle for review and weekly quizzes. Based on students’ feedback, it was known that the interdisciplinary assessment makes students understand the learning material deeper, more comprehensively, and integrated. The interdisciplinary assessment also makes the task load less overwhelming, especially during online learning. Vlogs as a mid-term assessment open space for students to be more creative and expressive to share knowledge in public, stimulate students' curiosity about learning material, and make students grow in their skills to find, summarize, and publish information digitally. At the end of the term, all of the students’ learning outcomes resulted in good and excellent grades. Bahasa Indonesia AbstrakPenilaian adalah pengumpulan informasi tentang hasil belajar siswa. Penilaian Edukatif memampukan siswa untuk merespon sebagai gambar Tuhan dan menantang mereka untuk tumbuh dan belajar lebih giat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengimplementasian penilaian edukatif pada Program Studi Pendidikan Fisika selama tahun ajaran 2020/2021 di Universitas Pelita Harapan dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penilaian edukatif dilakukan melalui penilaian interdisipliner pada beberapa mata kuliah, pembuatan refleksi pribadi pada tengah dan akhir semester pada semua mata kuliah fisika, Pembuatan vlog pada mata kuliah fisika material sebagai penilaian tengah semester, dan penggunaan moodle untuk review dan kuis mingguan. Berdasarkan umpan balik mahasiswa, diketahui bahwa penilaian interdisipliner membuat mereka memahami materi pembelajaran lebih dalam, lebih komprehensif dan terintegrasi. Penilaian interdisipliner juga membuat beban tugas tidak terlalu berat, terutama selama pembelajaran online. Pembuatan vlog sebagai penilaian tengah semester membuka ruang bagi mahasiswa untuk lebih kreatif dan ekspresif untuk berbagi ilmu di depan umum, merangsang rasa ingin tahu terhadap materi pembelajaran, dan menumbuhkan keterampilan mahasiswa dalam menemukan, merangkum, dan mempublikasikan informasi secara digital. Pada akhir semester, semua mahasiswa lulus dengan nilai yang baik dan sangat baik

    128

    full texts

    192

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Polyglot: Jurnal Ilmiah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇