Polyglot: Jurnal Ilmiah
Not a member yet
    192 research outputs found

    Pengembangan Modul Pembelajaran Pengolah Lembar Kerja Excel Berbasis Multimedia [Developing an Excel Spreadsheet Multimedia Learning Module]

    No full text
    Competence in the use of Information and Communication Technology (ICT) has become a part that is needed to be mastered by prospective student-teachers. Students are expected to use ICT appropriately in education. The problem that often happens is that many students have difficulty working on tasks outside the classroom, especially when Microsoft Excel. Many students appear to understand and look like they are able follow guided practice in class, but outside of class they are confused and often forget the instructions given by lecturers. One solution for dealing with these problems is to provide learners with a multimedia module for learning how to create and use spreadsheets. It is hoped that this module will help students to solve their learning difficulties in ICT courses including those with different learning styles. The purpose of this research is to evaluate the usefulness of this multimedia module. The development of this module was done by using the ASSURE model which consists of six stages: (1) analyze the learners; (2) state objectives; (3) select appropriate methods, media, and materials; (4) utilize materials; (5) require learners’ participation; and (6) evaluate and revise. The results of the questionnaire indicate that candidate teachers tend to be stronger in learning through Visual-Auditory ways. In addition, student mastery of the Excel Sheet processing program has the lowest value of Word and PowerPoint programs. The design of this learning module will be made by taking into account the Visual-Auditory aspects of the Microsoft Excel topic. This learning module will be developed with an interactive design using the PowerPoint 2016 program. BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Kompetensi penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menjadi bagian yang perlu dikuasai oleh mahasiswa calon guru. Mahasiswa diharapkan dapat menggunakan TIK secara tepat dalam dunia pendidikan. Permasalahan yang sering terjadi adalah banyak mahasiswa yang mengalami kesulitan saat pengerjaan tugas di luar kelas, khususnya penggunaan Microsoft Excel. Banyak mahasiswa yang mampu dan paham mengerjakan praktik terbimbing di kelas, namun ketika di luar kelas mereka mengalami kebingungan dan lupa akan instruksi yang diberikan oleh dosen. Untuk menjawab permasalahan  tersebut maka diberikan solusi yaitu pemberian modul pembelajaran pengolah lembar kerja excel berbasis multimedia. Pengembangan modul pembelajaran pengolah lembar kerja excel berbasis multimedia diharapkan dapat memecahkan masalah kesulitan belajar mahasiswa pada mata kuliah TIK. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan modul pembelajaran pengolah lembar kerja excel berbasis multimedia. Dengan diberikan modul pembelajaran ini diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan mahasiswa yang memiliki gaya belajar berbeda-beda. Pengembangan modul ini dilakukan dengan menggunakan model ASSURE yang terdiri dari enam tahap, yaitu: analyze learners; states objectives; select methods, media, and materials; utilize materials; require learners participation; dan evaluate and revise.  Hasil angket menunjukkan bahwa gaya belajar mahasiswa guru lebih kuat kepada Visual-Auditori. Selain itu, penguasaan mahasiswa terhadap program pengolah Lembar Kerja Excel memiliki nilai yang paling rendah daripada program Word dan PowerPoint. Rancangan modul pembelajaran ini akan dibuat dengan memperhatikan aspek Visual-Auditori pada topik Microsoft Excel. Modul pembelajaran ini akan dikembangkan dengan desain interaktif menggunakan program PowerPoint 2016.

    PENERAPAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS XI PADA PELAJARAN KIMIA DI UPH COLLEGE [THE IMPLEMENTATION OF CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING TO INCREASE CRITICAL THINKING OF GRADE 11 STUDENTS STUDYING CHEMISTRY AT UPH COLLEGE]

    No full text
    Chemistry in secondary education aims to equip students with higher order thinking skills. In a grade 11 chemistry class at UPH College, students were less active in asking and answering questions. The result of their cognitive learning in class was actually quite good, but they did not connect the concepts and context of chemistry to real-world situations. Students memorized almost all of the concepts that they needed to complete the exercises and take tests. Students were not using thinking skills because the learning process tended to use a  conventional teacher-centered approach. The aim of this research is to implement the Contextual Teaching and Learning method as a solution to increase critical thinking of grade 11 students in chemistry. This study uses Class Action Research (CAR) with 24 grade 11 students at UPH College as research subjects. Data were collected through observation, interviews, reflection, and student worksheet which is then analyzed descriptively qualitative. The results showed that there is increased critical thinking through Contextual Teaching and Learning. It was concluded that (1) the Contextual Teaching and Learning process should include constructivist, inquiry, questioning, learning communities, modeling, reflection, and authentic assessment in each cycle run, (2) the Contextual Teaching and Learning method can increase critical thinking of grade 11 students in chemistry.BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Pembelajaran Kimia pada pendidikan menengah atas bertujuan untuk memperlengkapi siswa dengan kemampuan berpikir yang lebih tinggi. Saat pembelajaran Kimia di UPH College berlangsung, sebagian besar siswa kelas XI masih kurang aktif dalam proses tanya jawab. Hasil rata-rata belajar kognitif siswa dalam kelas ini tergolong baik, namun siswa kurang mengaitkan konsep kimia dengan konteks kehidupan sehari-hari. Hampir semua konsep dihafal dan digunakan untuk mengerjakan soal latihan dan soal tes. Siswa belum terbiasa melatih kemampuan berpikir mereka karena pembelajaran cenderung menggunakan pendekatan konvensional yang berpusat pada guru. Penelitian ini bertujuan menerapkan pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI pada pelajaran Kimia. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek penelitian berjumlah 24 siswa kelas XI di UPH College. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, jurnal refleksi, dan lembar kerja siswa yang kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan berpikir kritis melalui pembelajaran kontekstual. Disimpulkan bahwa: (1) proses pembelajaran kontekstual yang meliputi konstruktivisme, inkuiri, bertanya, komunitas belajar, pemodelan, refleksi, dan penilaian otentik terlaksana dalam setiap siklus yang dijalankan, (2) pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI pada pelajaran Kimia

    Penerapan Program Matrikulasi Biologi Umum Fakultas Ilmu Pendidikan Tahun 2016/2017 [On The Implementation of General Biology Matriculation Program Faculty of Education In 2016/2017]

    No full text
    Matriculation is an adjustment program intended to accelerate the adaptive ability of students’ academic and non-academic skills at the beginning of study at a university. The university is authorized to design and create its own forms of matriculation programs in accordance with the ability of university and the conditions of prospective students who have been accepted. The purpose of the Matriculation Program in the Biology Education Study Program is to help students to better understand foundational knowledge, especially in general Biology. This study was an evaluative research, and data were collected using questionnaires and interviews. The total sample was 48 students. The results show that matriculation is important for participants with diverse educational backgrounds. The result of this study should be developed by evaluating suggestions and inputs for the development of matriculation activities in the next academic year.BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Matrikulasi adalah program penyesuaian yang dimaksudkan untuk mempercepat kemampuan adaptasi akademik maupun non-akademik mahasiswa di perguruan tinggi yang bersangkutan. Perguruan Tinggi pelaksana diberi kewenangan untuk merancang dan mengkreasi sendiri bentuk program matrikulasi sesuai dengan kemampuan perguruan tinggi dan kondisi calon mahasiswa yang diterima.  Tujuan Program matrikulasi pada. Program Studi Pendidikan Biologi adalah agar mahasiswa lebih memahami pengetahuan dasar khususnya pada mata kuliah Biologi Umum. Penelitian ini menggunakan penelitian evaluatif. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan wawancara. Jumlah sampel 48 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa matrikulasi penting bagi peserta dengan latar belakang pendidikan yang beragam. Hasil penelitian ini perlu dikembangkan dengan mengevaluasi saran dan masukan untuk pengembangan kegiatan matrikulasi pada tahun akademik berikutnya

    THE IMPLEMENTATION OF THE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION TECHNIQUE TO INCREASE GRADE 8 STUDENTS’ ACTIVE LEARNING IN AN ENGLISH CLASS

    Full text link
    Based on class observations, some students in grade 8 of XYZ Junior High School were not contributing actively in an English class. One of the reason was because they were not used to speaking English. This research was aimed at increasing students’ active learning in studying English in the classroom by implementing the Cooperative Integrated Reading Composition (CIRC) technique. The research method used was Classroom Action Research (CAR) of Kemmis and McTaggart’s, conducted within three cycles. The subjects were four students who were not speaking English actively. The data was collected through questionnaires and mentor’s observation checklist. The result showed that the implementation of the CIRC technique in an English class could increase students’ active learning significantly.BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Berdasarkan hasil observasi di VIII SMP XYZ tidak berpartisi aktif saat pembelajaran Bahasa Inggris. Salah satu alasannya adalah siswa tidak terbiasa menggunakan bahasa Inggris. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan keaktifan siswa kelas VIII SMP dalam pembelajaran Bahasa Inggris dengan menggunakan teknik Cooperative Integrated Reading Composition (CIRC). Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart dengan 3 siklus. Subyek penelitian berfokus pada empat orang siswa yang tidak terlibat secara aktif di kelas Bahasa Inggris. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan checklist observasi mentor. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa dengan penerapan teknik CIRC dalam kelas Bahasa Inggris, keaktifan siswa mengalami kenaikan yang signifikan.

    METAFUNCTION PATTERNS OF THE TOBA BATAK LANGUAGE

    Full text link
    This study aims at finding out the metafunction patterns of clauses of the Toba Batak Language. The data was gained from the speech of tulang (the mother’s brother) in delivering ulos saput at the Bataknese sari matua (an old person who died but he/she still has children who are unmarried) ceremony. The result shows that 74% of the clauses are patterned with Predicator, Complement, and Adjunct followed by Mood, whereas 26% of them are patterned with Mood followed by Predicator, Complement, and Adjunct.  The majority of the clause pattern is Predicator followed by Mood.  The most dominant theme is the Marked Topical Theme that reached 73% whereas 26% of them have Unmarked Topical Themes; the rest clause is imperative that has no theme. It can be concluded that  clauses in the Toba Batak Language are dominantly patterned by Predicator followed by Mood. The Mood consists of Finite preceding the Subject.  Residue itself mostly precedes Mood. The most dominant theme is the Marked Topical Theme in which the theme is not the Subject.BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pola metafunction dalam bahasa Batak Toba.  Data peneltian ini adalah klausa-klausa yang disampaikan oleh tulang (saudara laki-laki dari ibu) ketika menyerahkan ulos saput dalam acara saur matua (orang Batak yang meninggal dalam kondisi sudah lanjut usia akan tetapi masih memiliki anak yang belum menikah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 74% klausa terdiri dari Mood yang  didahului oleh Predicator, Complement dan Adjunct, dan hanya 26% Mood mendahului Predicator, Complement, dan Adjunct.  Kebanyakan klausa dalam bahasa Batak Toba dibentuk dengan pola Predicator yang kemudian diikuti oleh Mood.  Theme yang paling dominan adalah Marked Topical Theme yang mencapai 73% sementara 26% merupakan Unmarked Topical Theme;  selebihnya merupakan kalimat perintah  yang tidak memiliki theme. Dapat disimpulkan bahwa  pola klausa dalam bahasa Batak Toba  adalah Predicator diikuti oleh Mood. Mood terdiri dari Finite yang mendahului Subjek.  Kebanyakan Residue mendahului Mood. Theme yang paling dominan adalah Marked Topical Theme dimana Theme bukan merupakan  Subjek

    The Critiques of Francis Schaeffer's Work

    Full text link
    This paper will attempt to discuss Francis Schaeffer’s life and thought, with special emphasis on his apologetics. The primary resource is one of his books, ”˜How Should We Then Live?’ and also several books about Schaeffer from various other authors: (1) Francis Schaeffer’s Apologetics: A Critique by Thomas Morris, (2) Reflection on Francis Schaeffer, edited by Ronald W. Ruegsegger, and (3) Francis Schaeffer: The Man and His Message, written by Louis Gifford Parkhurst, Jr.  In his method of apologetical verification, he used of elements of common ground as a point of contact with unbelievers.  Unlike the inductive approach, he majors on inner, existential values as well as outer empirical data. In contrast with the pre-suppositional approach, Schaeffer’s method discovers and appeals to factual and personal data in confirmation of his hypothesis.BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Tulisan ini mencoba untuk mendiskusikan kehidupan dan pemikiran Francis Schaeffer, terutama pada bidang apologetik. Bahan utama diskusi adalah berasal dari bukunya yang berjudul How Should we Then Live, dan juga pengarang-pengarang  lainnya yang membahas pemikiran Shaeffer dalam buku-bukunya antara lain: (1) Francis Schaeffer’s Apologetics: A Critique by Thomas Morris, (2) Reflection on Francis Schaeffer, edited by Ronald W. Ruegsegger, dan (3) Francis Schaeffer: The Man and His Message, written by Louis Gifford Parkhurst, Jr. Dalam metodenya verifikasi apologetik, Shaeffer menggunakan unsur-unsur kesamaan sebagai titik kontak dengan orang-orang yang belum mengenal Tuhan. Berbeda dengan pendekatan induktif, ia mengutamakan pada bagian dalam (inner) manusia, nilai-nilai eksistensial dan data-data empiris. Berbeda dengan pendekatan pre-suposisi, metode Schaeffer membuka  banyak  data  faktual dan personal yang mengonfirmasi hipotesisnya

    Kesulitan Belajar Matematika Berkaitan dengan Konsep pada Topik Aljabar: Studi Kasus pada Siswa Kelas VII Sekolah ABC Lampung [Difficulties in Learning Mathematics Concepts in Algebra: A Case Study of Grade VII Students in ABC School Lampung]

    No full text
    Algebra is an important part of Mathematics that Grade 7 students must learn. Students have difficulty learning algebraic concepts at ABC School in Lampung. The purpose of this study is to identify the difficulties experienced by students in learning algebraic conceptss as well as identify factors that affect students who experience difficulties. This research uses a qualitative case study approach focusing on two students in class VII. Data collection techniques consisted of tests, planned unstructured interviews, and student task documentation. The results showed that: (1) students' difficulties in learning mathematics related to the concept were: (a) difficulty in identifying concepts; (b) difficulty using symbols to represent concepts; (c) difficulty in identifying the given conceptual properties and recognizing the conditions specified by a concept; (d) difficulty translating from a presentation model to another presentation mode; (e) difficulty comparing and asserting concepts; and (2) Factors that make it difficult for students are the influence of difficulty on a particular topic and difficulty in abstracting.BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Aljabar adalah salah satu bagian penting yang harus dipelajari oleh siswa. Pada kenyataannya masih terdapat kesulitan siswa dalam mempelajari konsep aljabar, seperti yang terjadi di Sekolah ABC Lampung. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi kesulitan yang dialami siswa dalam mempelajari matematika topik aljabar serta mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi siswa mengalami kesulitan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, subjek 2 siswa kelas VII. Teknik pengumpulan data;tes, wawancara terencana-tidak terstruktur, dan dokumentasi tugas siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kesulitan siswa dalam mempelajari matematika berkaitan dengan konsep antara lain; (a) kesulitan mengidentifikasi konsep; (b) kesulitan menggunakan simbol untuk mempresentasikan konsep; (c) kesulitan mengidentifikasi sifat-sifat konsep yang diberikan dan mengenali kondisi yang ditentukan suatu konsep (d) kesulitan menterjemahkan dari suatu model presentasi ke mode presentasi yang lainnya; (e) kesulitan membandingkan dan menegaskan konsep-konsep; (2) Faktor yang mempengaruhi siswa mengalami kesulitan adalah pengaruh kesulitan pada suatu topik tertentu dan kesulitan dalam mengabstraksi

    Inisiatif Mahasiswa Guru sebagai Bentuk Pembelajaran [Student Teachers' Initiative as A Learning Model]

    No full text
    Initiative is an attitude that makes a person compelled to do something without any outside force. Every student-teacher should take initiative in order to teach and serve their students well. This student-teacher attitude appeared to develop during the students’ first internship. By taking initiative, student-teachers can learn more and enjoy every process of learning outside the classroom environment, which currently happens directly in the school. In addition, through this attitude, student-teachers can more easily interact with and adapt to the school environment in which they are placed to carry out this first internship. In line with the development of the attitude and character of the student teachers, the call to service as a teacher is even more fortified.BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Inisiatif merupakan sikap yang membuat seseorang terdorong untuk melakukan sesuatu tanpa adanya perintah terlebih dahulu. Sikap inisiatif perlu dimiliki oleh setiap guru agar dapat mendidik dan melayani setiap siswanya dengan baik. Sikap inisiatif mahasiswa guru selama Program Pengenalan Lapangan 1 ini terlihat mulai berkembang sejalan dengan pelaksanaan program ini. Melalui sikap insiatif, mahasiswa guru dapat belajar lebih dalam dan menikmati setiap proses pembelajaran di luar lingkungan kelas, yaitu saat terjun langsung ke sekolah. Selain itu, melalui sikap ini pun, mahasiswa guru dapat dengan lebih mudah berinteraksi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah di mana mereka ditempatkan untuk melaksanakan PPL I ini. Sejalan dengan perkembangan sikap dan karakter mahasiswa guru, panggilan untuk melaksanakan tugas pelayanan sebagai seorang guru pun semakin diteguhkan

    Meta Analisis Model Pembelajaran Problem Based Learning dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis di Sekolah Dasar [A Meta-analysis of Problem-Based Learning Models in Increasing Critical Thinking Skills in Elementary Schools]

    No full text
    This study aims to analyze Problem-based Learning models intended to improve critical thinking skills in elementary school students. Problem-based learning models are learning processes where students are open minded, reflexive, active, reflective, and critical through real-world context activities. In this study the researcher used a meta-analysis method. First, the researcher formulated the research problem, then proceeded to review the existing relevant research for analysis. Data were collected by using a non-test technique by browsing electronic journals through Google Scholar and studying documentation in the library. Seven articles were found through Google Scholar and only one was found in the library. Based on the analysis of the results, the problem-based learning model can improve students' thinking ability from as little as 2.87% up to 33.56% with an average of 14.18%.BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kembali tentang model pembelajaran Problem Based Learning untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis di Sekolah Dasar. Model pembelajaran Problem Based Learning adalah proses pembelajaran dimana siswa mampu memiliki pola pikir yang terbuka, refktif, aktif, reflektif dan kritis melalui kegiatan konteks dunia nyata. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode meta analisis. Pertama-tama, peneliti merumuskan masalah penelitian, kemudian dilanjutkan dengan menelusuri penelitian yang sudah ada dan relevan untuk dianalisis. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan non tes yaitu dengan menelusuri jurnal elektronik melalui google Cendekia dan studi dokumentasi di perpustakaan. Dari hasil penelusuran diperoleh 20 artikel dari jurnal dan 3 dari repository. Berdasarkan hasil analisis ternyata model pembelajaran Problem Based Learning mampu meningkatkan kemampuan berpikir Siswa mulai dari yang terendah 2,87% sampai yang tertinggi 33,56% dengan rata-rata 12,73%.

    Pengembangan Media Pembelajaran pada Pemrograman Terstruktur dan Pemrograman Berorientasi Objek dengan Visualisasi Bangun Datar Menggunakan Processing [Developing Learning Media Instruction on A Structured Programming and An Object-oriented Programming with Two-dimensional Figure Visualization Using Processing]

    No full text
    In general, many people learn structured programming first and then learn object-oriented programming. This makes it difficult for someone to learn object-oriented programming. Because of this difficulty, researchers are interested in developing a learning medium that can display structured programming code and object-oriented code simultaneously and then visualize it with a flat wake object. It is hoped that this learning media can help students in studying object-oriented programming. The type of research used is Research and Development. Questionnaires were distributed to 30 students to find out their response to the media that were developed. The results of this research are displayed in the form of percentages of each aspect on the questionnaire and the percentage of the whole aspect. The results obtained in this research show that structured programming and object-oriented programming that are displayed and visualized simultaneously can help students in understanding object-oriented programming. It can be seen from the percentage obtained during user trials which was 83,33% and for percentage of student response to learning media which was a large as 84,92%.BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Pada umumnya kebanyakan orang mempelajari pemrograman terstruktur terlebih dahulu dan baru kemudian mempelajari pemrograman berorientasi objek. Kebanyakan orang juga mengalami kesulitan dalam mempelajari pemrograman berorientasi objek. Dari permasalahan tersebut peneliti tertarik untuk mengembangkan sebuah media pembelajaran yang dapat menampilkan kode pemrograman terstruktur dan berorientasi objek secara bersamaan kemudian memvisualisasikannya dengan objek bangun datar. Media pembelajaran ini diharapkan dapat membantu seseorang dalam mempelajari pemrograman berorientasi objek. Jenis penelitian ini adalah Research and Development. Angket dibagikan kepada 30 orang mahasiswa untuk mengetahui respons mereka terhadap media pembelajaran yang dikembangkan. Hasil pengolahan data dalam penelitian berupa persentase setiap aspek pada angket dan persentase keseluruhan aspek.  Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah pemrograman terstruktur dan pemrograman berorientasi objek yang ditampilkan dan divisualisasikan secara bersamaan dapat membantu mahasiswa dalam memahami pemrograman berorientasi objek. Hal tersebut dapat dilihat dari persentase yang didapatkan pada saat uji coba pengguna dengan persentase sebesar 83,33% dan untuk persentase respons mahasiswa terhadap media pembelajaran secara keseluruhan sebesar 84,92%

    128

    full texts

    192

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Polyglot: Jurnal Ilmiah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇