JPG (Jurnal Penelitian Geografi)
Not a member yet
304 research outputs found
Sort by
Motivasi Wisatawan Berkunjung ke Objek Wisata Pantai Mutun
This research aims to examine the motivation of tourists who are visiting Mutun Beach Tourism Object 2018, with the research points of the recreational motivation, dating, visiting family/friend, hobby, and research. This research uses a descriptive method. The populations in this research are all the tourists who visit the Mutun beach. The method of determining the sample is a insidental sampling of 50 respondents. Data collection is carried out by observation, documentation, and structured interviews. Data analysis uses tables and percentage as basis for interpretation and description in giving meaning to the data of this research. The result of this research indicates: (1) tourists motivation for recreation is 32 tourists (64%), (2) tourists motivation for dating is 9 tourists (18%), (3) tourists motivation for visiting family/friend is 2 tourists (4%), (4) tourists motivation for hobby is 6 tourists (12%), (5) tourists motivation for research is 1 tourists (2%).Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang motivasi wisatawan yang berkunjung ke Objek Wisata Pantai Mutun Tahun 2018, dengan titik kajiannya pada motivasi rekreasi, berpacaran, mengunjungi keluarga keluarga/teman, penyaluran hobi, dan penelitian. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wisatawan yang berkunjung ke Objek Wisata Pantai Mutun. Metode penentuan sampel dalam penelitian ini adalah insidental sampling sebanyak 50 responden. Pengumpulan data dilakukan teknik observasi, dokumentasi, dan wawancara terstruktur. Analisa data menggunakan tabel dan presentase sebagai dasar untuk interpretasi dan deskripsi dalam memberikan arti data tersebut guna laporan penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) motivasi wisatawan untuk rekreasi sejumlah 32 wisatawan (64%), (2) motivasi wisatawan untuk berpacaran sejumlah 9 wisatawan (18%), (3) motivasi wisatawan untuk mengunjungi keluarga/teman 2 wisatawan (4%, (4) penyaluran hobi sejumlah 6 wisatawan (12%), (5%) motivasi wisatawan untuk penelitian sejumlah 1 wisatawan (2%).Kata kunci: motivasi, objek wisata pantai mutun, wisatawa
Pemanfaatan Remitan Tenaga Kerja Indonesia Di Desa Bumi Jaya Kecamatan Candipuro
This research was purposed to examine the utilization of Indonesian labor remittance from Bumi Jaya Village. This research used descriptive research method. 1) The results showed that the destination country of migrant workers spread in 3 countries. 2) The duration of the labor contract consists of 3 years and 5 years. 3) there are only 2 types of work: housemaid and employees of the company. 4) most of the workers send remittances uncertainly. 5) the dominant remitters managers of migrant workers are the mothers. 6) The average number of remittances of labor migrants working in Japan and South Korea is higher than those in Taiwan. 7) The types of migrant workers remittances are balanced between money, and money and goods. 8) Utilization of remittances is more dominant for productive use as many as 27 TKI or 84.37 percents and as many as 21 TKI or 78.13 percent used remittances for consumptive.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan remitan tenaga kerja Indonesia asal Desa Bumi Jaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. 1) Hasil penelitian menunjukkan bahwa negara tujuan TKI tersebar di 3 negara. 2) Lama kontrak kerja TKI terdiri dari 3 tahun dan 5 tahun, 3) hanya terdapat 2 jenis pekerjaan, yaitu pekerja rumah tangga dan karyawan perusahaan. 4) sebagian besar TKI mengirim remitan dengan tidak menentu. 5) Pengelola remitan dominan ibu TKI. 6) Jumlah rata-rata remitan TKI yang bekerja di Negara Jepang dan Korea Selatan lebih tinggi dibandingkan TKI yang bekerja di Negara Taiwan. 7) Jenis remitan TKI berimbang antara uang dan uang serta barang. 8) Pemanfaatan remitan lebih dominan untuk pemanfaatan produktif sebanyak 27 TKI atau sebesar 84.37 persen dan sebanyak 21 TKI atau sebesar 78.13 persen TKI asal Desa Bumi Jaya memanfaatkan remitan untuk konsumtif.Kata kunci: tenaga kerja Indonesia, pemanfaatan, remitan
Karakteristik Sosial Ekonomi Kepala Keluarga Yang Bekerja Di Objek Wisata Pantai Klara
The aim of this study was to describe the social economics characteristics of the heads of family working at the tourist attraction of Klara Beach. This study used a descriptive method. Data collection was done by using percentage tables. The results of this study indicate that: (1) 72.41% of the heads of family belong to the full productive age. (2) 79.31% of the education of the heads of family are low education. (3) 55.71% of the heads of family are included in an extended family with more than two children. (4) 56.76% of the heads of family’s children are taking primary and secondary education. (5) 93.10% of the heads of family have high working hours >35 hours per week. (6) 62.07% heads of family income have a low income with an average monthly income of Rp. 1,333,620. (7) 86.21% of the heads of family have valuables with moderate criteria. (8) 65.52% of the heads of family who can fulfill their family's needs.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik sosial ekonomi kepala keluarga yang bekerja di objek wisata Pantai Klara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Pengumpulan data menggunakan tabel persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) 72,41% kepala keluarga tergolong usia produktif penuh. (2) 79,31% pendidikan kepala keluarga berpendidikan rendah. (3) 55,71% kepala keluarga termasuk kedalam keluarga besar dengan jumlah anak lebih dari dua. (4) 56,76% anak kepala kepala sedang menempuh pendidikan dasar dan menengah. (5) 93,10% kepala keluarga memiliki jam kerja tinggi >35 jam perminggu. (6) Sebagian besar pendapatan kepala keluarga berpendapatan rendah 62,07% dengan rata-rata pendapatan perbulan sebesar Rp. 1.333.620. (7) 86,21% kepala keluarga memiliki barang berharga dengan kriteria sedang. (8) 65,52% kepala keluarga dapat memenuhi kebutuhan hidup keluarga.Kata kunci: kepala keluarga, objek wisata, sosial ekonom
Kondisi Sosial Ekonomi Orangtua Pelaku Pernikahan Anak di Desa Sendang Mulyo Kabupaten Lampung Tengah
This study aims to describe the socio-economic conditions of parents in the context of child marriage in Sendang Mulyo Village. The method used in this research is descriptive method. This research is a kind of population research. The population in this study is parents of child marriages in Sendang Mulyo Village. The data collecting technique was done by using interview and documentation. The data was analyzed by using percentage analysis and scoring techniques. The results of the study show that: (1) the education of the doers and the parents of child marriages is still relatively low; (2) parents of child who have children of more than two children are still high, and the number of dependents on the parents of child marriages is still high; (3) the occupation of the parents of child marriage entirely (100%) is farmers; (4) the income of the parents of child marriages is still relatively low; (5) the property owned by parents of child marriages is in the moderate and high criteria. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi sosial ekonomi orangtua pelaku pernikahan anak di Sendang Mulyo. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Penelitian ini merupakan penelitian populasi. Populasi penelitian ini adalah orangtua pelaku pernikahan anak di Sendang Mulyo. Pengambilan data menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis persentase dan scoring. Hasil penelitian menunjukkan: (1) pendidikan pelaku dan orangtua pelaku pernikahan anak rendah; (2) orangtua pelaku pernikahan anak yang memiliki anak lebih dari dua dan jumlah tanggungan orangtua pelaku pernikahan anak masih tinggi; (3) seluruh orangtua pelaku pernikahan anak bekerja sebagai petani; (4) pendapatan orangtua pelaku pernikahan anak di Sendang Mulyo masih rendah; (5) barang berharga yang dimiliki orangtua pelaku pernikahan anak berkriteria sedang dan tinggi.Kata kunci : anak, pernikahan anak, sosial ekonom
Kondisi Sosial Ekonomi Keluarga Yang Bermukim di Daerah Slum di Kelurahan Bumi Waras
This study aims to examine the socio-economic conditions of families living in slum areas in the Bumi Waras sub distric, Bumi Waras District. This study is a quantitative descriptive study with a sample of 49 family heads. Data was collected through observation, interviews with questionnaires, and documentation as a research instrument. Analysis of the data used was the mix method. The indicators used in this study were socio-economic which includes type of work, working hours, income, home ownership status, education level, level of fulfillment of basic needs, and ownership of valuables properties.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang keadaan social ekonomi keluarga yang bermukim di daerah slum di Kelurahan Bumi Waras Kecamatan BumiWaras. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 49 kepala keluarga. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan kuisioner, dan dokumentasi sebagai instrument penelitian. Analisis data yang digunakan adalah mix method. Indikator yang digunakan pada penelitian ini adalah sosial ekonomi yang meliputi jenis pekerjaan, jam kerja, pendapatan, status kepemilikan rumah, tingkat pendidikan, tingkat pemenuhan kebutuhan pokok, dan kepemilikan barang berharga.Kata kunci : kondisi ekonomi, kondisi sosial, slum are
Usia Kawin Anak di Kampung Poncowarno Tahun 2017
This study aimed at investigating causing factors of children’s marriage age at Poncowarno Village Kalirejo Subdistrict Lampung Tengah Regency. Methods used in this research was explorative descriptive methods. Population in this research was 11 married couple. Sample in this research was the whole 11 married couple. Non-random sampling was used in sampling technique. A structured interview and documentation were used in collecting the data. Then, presentation analysis was used in analyzing the data. The results showed that was the causing factor of child marriage age is 1) low financial condition of the family amount of 54,5 percent. 2) Low formal education level of the marriage couple amount of 68,2 percent. 3) Unwed pregnancy amount of 63,6 percent. 4) A powerful parents’ role in decision making of their child marriage amount of 81,8 percent.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor penyebab terjadinya usia kawin anak di Kampung Poncowarno Kecamatan Kalirejo Kabupaten Lampung Tengah. Metode yang digunakan adalah deskriptif eksploratif. Populasi pada penelitian ini adalah pasangan usia kawin anak yang berjumlah 11 pasangan. Sampel dalam penelitian adalah seluruh pasangan usia kawin anak yang berjumlah 11 pasangan. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Non-random Sampling. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara terstruktur, dan dokumentasi.Teknik analisis data menggunakan analisis persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab terjadinya perkawinan usia anak adalah 1) keadaan ekonomi ekonomi yang rendah yaitu sebesar 54,5 persen. 2) Tingkat pendidikan formal anak yang rendah yaitu sebesar 68,2 persen. 3) Hamil di luar nikah yaitu sebesar 63,6 persen. 4) Peran orang tua yang kuat dalam pengambilan keputusan mengawinkan anak yaitu sebesar 81,8 persen.Kata kunci : faktor penyebab, kampung Poncowarno, usia kawin ana
Analisis Pendapatan Nelayan Payang di Kelurahan Pasar Madang Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus Tahun 2018
This research aims is to analyze cost of production that is spent by Payang fishermen, production result of Payang fishermen was obtained, the average income of the Payang fishermen family and the fulfillment of minimum basic needs Payang fishermen in Pasar Madang Kota Agung Tanggamus. The method used in this research is descriptive research. The Data collecting technique were used observation, interviews and documentation. The data analysis were used presentation table. The research results show that: ( 1 ) cost of production that is spent by Payang fishermen was Rp 3.798.125 for one month .( 2 ) production result of Payang fishermen was obtained was Rp 18.738.214 for one month .( 3 ) the average income of the Payang fishermen family who consist of 24 people were ( 42,86 % ) and below the UMR a total of 32 people ( 57,14 % ). ( 4 ) the fulfillment of minimum basic needs of 55 Payang fishermen were ( 98,21 % ) While only 1 ( 1,79 % ) the Payang fishermen unfulfilled the basic needs.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang biaya produksi, hasil produksi, pendapatan rata-rata keluarga nelayan payang dan pemenuhan kebutuhan pokok minimum nelayan payang di Kelurahan Pasar Madang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan tabel persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya produksi selama satu bulan sebesar Rp 3.798.125, hasil produksi yang diperoleh selama satu bulan sebesar Rp 18.738.214, pendapatan rata-rata keluarga nelayan payang sebagian besar di bawah UMR sebanyak 32 orang (57,14%) dan sebanyak 55 (98,21%) keluarga nelayan payang yang terpenuhi kebutuhan keluarganya, sedangkan hanya 1 (1,79%) keluarga nelayan payang yang tidak terpenuhi kebutuhan keluarganya.Kata kunci : analisis, nelayan, pendapata
Penggunaan Media Animasi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pada Pembelajaran Geografi
This classroom action research aims to improve the students’ learning outcomes through the use of animation media in geographic learning at Senior High School 4 Bandar Lampung. The implementation of this study consists of three cycles, and each cycle consists of several stages, such as planning, implementation, observation and reflection. The data collected in this study were teacher learning activities and the data from the students’ learning outcomes after using animation media. The data from this study were analyzed by qualitative descriptive method. The results of this study indicate that in the first cycle, the completeness of learning outcomes reached 33.33%. In the second cycle the learning outcomes of students increased to 56.66%. In the third cycle which was also as the result in this study, the percentage of completeness of learning outcomes increased to 90.00%. Based on the results of this study, it can be concluded that the use of animation media can improve the geography learning outcomes.Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penggunaan media animasi pada pembelajaran geografi di SMA Negeri 4 Bandar Lampung. Pelaksanaan penelitian ini terdiri dari tiga siklus dan masing-masing siklus terdiri dari beberapa tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah kegiatan belajar guru dan data dari hasil belajar siswa setelah menggunakan media animasi. Data dari penelitian ini dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pada siklus I, ketuntasan hasil belajar mencapai 33,33%. Pada siklus II hasil belajar peserta didik meningkat menjadi 56,66%. Pada siklus III yang sekaligus menjadi hasil dalam penelitian ini, persentase ketuntasan hasil belajar meningkat menjadi 90,00%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa melalui penggunaan media animasi dapat meningkatkan hasil belajar geografi.Kata kunci: hasil belajar, media animasi, pembelajaran geograf
Analisis Minat Belajar dan Aktivitas Belajar Melalui Model Discovery Learning Terhadap Hasil Belajar Geografi
The problem in this study is most students geography scores are still under standard. This study aims to analyze (1) the effect of learning interests and learning activities through discovery learning model of the students geography learning outcomes of tenth grade students at SMA Negeri 1 Pesisir Selatan, (2) the differences between the students geography learning outcomes of tenth grade students at SMA Negeri 1 Pesisir Selatan by using discovery learning model and using lecture method. The method used in this research was the experimental method. The results of the study showed that (1) there was an effect of learning interests and learning activities through discovery learning model of the students geography learning outcomes of tenth grade students at SMA Negeri 1 Pesisir Selatan, and (2) there were differences between students geography learning outcomes of tenth grade students at SMA Negeri 1 Pesisir Selatan who used discovery learning model and used lecture method.Masalah dalam penelitian ini adalah sebagain besar nilai siswa pada mata pelajaran geografi masih dibawah kriteria ketuntasan minimum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) pengaruh minat belajar dan aktivitas belajar melalui model discovery learning terhadap hasil belajar geografi siswa kelas X SMA Negeri 1 Pesisir Selatan, (2) perbedaan hasil belajar geografi siswa kelas X SMA Negeri 1 Pesisir Selatan yang menggunakan model discovery learning dengan yang menggunakan motode ceramah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada pengaruh minat belajar dan aktivitas belajar melalui model discovery learning terhadap hasil belajar geografi siswa kelas X SMA Negeri 1 Pesisir Selatan, dan (2) ada perbedaan hasil belajar geografi siswa kelas X SMA Negeri 1 Pesisir Selatan yang menggunakan model discovery learning dengan yang menggunakan metode ceramah.Kata Kunci: aktivitas belajar, hasil belajar, minat belaja
Perubahan Usaha Tani Dari Petani Kelapa Sawit Menjadi Petani Palawija di Desa Gedung Pakuon
This research aimed to investigate the causes of transformation of oil palm farmer into crop farmer at Gedung Pakuon, Baradatu, Way Kanan. Descriptive method was used in this research were observation, interview, questionnaire, documentation and percentage table. The result showed that there were five points. Those were: 1) there were 23.3 ha oil palm areas transformed into crop areas. 2) lack of production of oil palm was the one of the reasons for causing oil palm areas became crop areas. 3) The inexpensive price was the second reason that made the farmers interested in crop rather than oil palm. 4) there was an easy market that effected the farmers to plant crop rather than oil palm. 5) The low-income was the last factor of which the farmers use their areas to plant crop rather than oil palm.Penelitian ini bertujuan mengetahui penyebab perubahan usaha tani dari petani kelapa sawit menjadi petani palawija di Desa Gedung Pakuon Kecamatan Baradatu Kabupaten Way Kanan. Metode penelitian yang digunakan metode deskriptif, dengan jumlah populasi sebanyak 30 petani. Teknik pengumpulan data teknik observasi, wawancara, kuesioner, dokumentasi, dan analisis data dalam bentuk tabel persentase. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Luas lahan usaha petani kelapa sawit seluas 23,3 ha yang diubah menjadi petani palawija. 2) Rendahnya produksi kelapa sawit menyebabkan usaha petani kelapa sawit menjadi usaha petani palawija. 3) Rendahnya harga jual kelapa sawit menyebabkan usaha petani kelapa sawit menjadi usaha petani palawija. 4) Perubahan usaha tani petani kelapa sawit menjadi petani palawija dikarenakan mudahnyapemasaran palawija dibandingkan dengan kelapa sawit. 5) Rendahnya pendapatan usaha petani kelapa sawit menyebabkan petani kelapa sawit berubah menjadi petani palawija.Kata kunci: luas lahan, produksi, usaha tan