JPG (Jurnal Penelitian Geografi)
Not a member yet
304 research outputs found
Sort by
The Correlation Between Resilience Levels and Disaster Preparedness Among Students at SMP Negeri 26 Jakarta Regarding Flood Disasters
This study aims to explore the relationship between resilience levels and disaster preparedness. The research employs a descriptive quantitative method with a correlational approach. The study was conducted on 83 students of SMP Negeri 26 Jakarta who had experienced flooding. The findings show that the correlation coefficient is non-zero, indicating a relationship between resilience and disaster preparedness. This relationship is positive, with a correlation coefficient of 0.454, suggesting that higher resilience correlates with higher disaster preparedness. The resilience levels of students who experienced flooding were categorized as high to very high, which aligned with their disaster preparedness levels, predominantly categorized as ready to very ready. Keywords: Resilience; Disaster Preparedness; Correlation
Analisis Kesesuaian Lahan Pemukiman di Kawasan Pesisir Kabupaten Gorontalo
Pemanfaatan lahan di kawasan pesisir sering menimbulkan konflik antar masyarakat dan tumpang tindih dalam pemanfaatan lahan. Penataan kawasan pesisir dan analisis kesesuaian lahan merupakan hal yang penting dalam perencanaan pembangunan kawasan pesisir. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian lahan permukiman di kawasan pesisir Kabupaten Gorontalo. Variabel penelitian ini meliputi aspek fisik lahan, aspek aksesibilitas dan aspek ketersediaan prasarana lingkungan. Penelitian ini dilaksanakan secara spasial menggunakan perangkat lunak sistem informasi geografis. Wilayah yang sangat sesuai untuk permukiman seluas 804.59 Ha (2.96%). Wilayah yang sesuai untuk permukiman di lokasi penelitian sebesar 5965.93 Ha (21.92%). Seluas 7815.69 Ha (28.72%) lahan kurang sesuai untuk permukiman. Wilayah penelitian dengan kelas tidak sesuai sementara yaitu seluas 12625.65 Ha atau sebesar 46.39%. Wilayah-wilayah yang berada di dekat garis pantai, didominasi oleh kelas sesuai, diikuti oleh kelas sangat sesuai untuk permukiman. Hal ini dikarenakan aksesibilitas dan prasarana lingkungan berupa jalan dan jaringan listrik terdapat dengan pola memanjang di sepanjang pantai Kabupaten Gorontalo. Kata kunci: kesesuaian lahan, permukiman, pesisir, skoring, spasial DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v12.i1.29101
Spatial Utilization Planning of Mangrove Conservation Area at Tinjul Village, Lingga Regency
The Indonesian Coastal Conservation Foundation (Yakopi) has successfully planted 82.24 hectares of mangroves in Tinjul Village, Lingga Regency. However, mangrove planting efforts need to be complemented with mangrove zoning mapping and the establishment of village regulations for mangrove protection. This research employs a qualitative approach using the Participatory Rural Appraisal (PRA) method, with data collection through Focus Group Discussions (FGD), participatory mapping, and documentation. The analysis method used is descriptive. The results indicate that (1) the first FGD led to an agreement on conducting mangrove zoning mapping and formulating village regulations, (2) a field survey via participatory mapping produced a mangrove zoning map, (3) the second FGD resulted in consensus on the mangrove zoning maps and village regulations regarding mangrove protection, and (4) the third FGD led to the ratification and handover of the mangrove zoning maps and Tinjul Village Regulation No. 002 of 2024 on mangrove protection to village government officials. The study concludes that community-based mangrove management can be sustainable, contributing to the balance of the existing ecosystem.Keywords: mangrove conservation; planning; spatial utilizatio
Tingkat Kesiapsiagaan Dasa Wisma dalam Menghadapi Bencana Banjir di Kelurahan Bidara Cina
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kesiapsiagaan Dasa Wisma dalam menghadapi banjir di Kelurahan Bidara Cina, Jakarta Timur yang difokuskan pada wilayah rawan banjir sepanjang sungai Ciliwung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif menggunakan observasi, angket/kuesioner, dan dokumentasi. Populasi dari penelitian ini berjumlah 284 anggota Dasa Wisma dengan pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yang berjumlah 74 anggota Dasa Wisma. Kemudian hasil pengambilan angket diolah dan dianalisis menggunakan teknik skoring yang mengacu pada LIPI-UNESCO dengan parameter pengetahuan dan sikap, rencana tanggap darurat, sistem peringatan dini, dan mobilisasi sumberdaya. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kesiapsiagaan Dasa Wisma paling tinggi berada di wilayah kerawanan banjir sedang diperoleh nilai indeks 79 kategori siap, dengan parameter tertinggi berada pada rencana tanggap darurat 86 kategori sangat siap Sedangkan, dilihat dari keseluruhan tingkat kesiapsiagaan Dasa Wisma dalam menghadapi banjir di Kelurahan Bidara Cina masuk dalam kategori siap dengan nilai indeks 75. Parameter tertinggi yang didapatkan oleh Dasa Wisma seluruh Kelurahan Bidara Cina berada pada sistem peringatan dini dengan nilai indeks 82 kategori sangat siap. Kata kunci: Banjir, Kesiapsiagaan, Dasa WismaDOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v12.i1.2906
Karakteristik Pertanian Stroberi Di Desa Barudua Kecamatan Malangbong Kabupaten Garut
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik pertanian stroberi di Desa Barudua Kecamatan Malangbong Kabupaten Graut, dengan melihat sistem budidaya yang dimulai dari tahapan pembuatan kompos, persiapan lahan, penanaman, pembibitan, pemupukan, pemeliharaan, pengendalian hama penyakit, panen, dan pasca panen. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Menggunakan teknik analisis data deskriptif dimana terdapat tiga teknik analisis yaitu analisis data sebelum di lapangan, analisis data selama di lapangan, dan analisis data yang terkumpul dengan tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas stroberi yang ditanam yaitu Mencir, dengan menggunakan media tanam yaitu 20 kg tanah dan 5 kg kompos. Lahan yang digunakan ditutup dengan mulsa untuk menekan tumbuhnya gulma di area penanaman. Untuk pengendalian hama penyakit dilakukan dengan sistem PHT. Buah yang dapat dipetik yaitu yang sudah mempunyai tingkat kematangan 75%. Daya simpan dari stroberu yang sudah dipanen memiliki perbedaan antara musim kemarau dan musim hujan. Apabila panen di musim hujan daya simpan hanya 4-5 hari di suhu ruang, sedangkan apabila panen di musim kemarau daya simpan stroberi 7-9 hari. Kata kunci: Karakteristik, Pertanian, Stroberi DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v12.i1.2758
Pemetaan Kawasan Rawan Longsor Menggunakan Sistem Informasi Geografi (SIG) Berbasis Komunitas di Desa Kebonagung Kecamatan Sawahan Kabupaten Nganjuk
Desa Kebonagung termasuk dalam kawasan dataran tinggi dengan ancaman bencana tanah longsor. Kejadian tanah longsor menimbulkan berbagai kerugian mulai dari kerugian material, kerusakan lingkungan, terhambatnya aktivitas warga, dan bahkan korban jiwa. Untuk mengurangi kerugian tersebut, dilakukan pemetaan terhadap kawasan rawan longsor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kawasan di Desa Kebonagung yang rawan terjadi longsor. Selain itu, penelitian ini juga dapat menjadi informasi, serta bahan belajar bagi masyarakat untuk melakukan mitigasi bencana. Pemetaan dilakukan dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografi (SIG) dengan metode pembobotan. Pendekatan penelitian juga melibatkan partisipasi masyarakat dalam proses penggalian data melalui wawancara, plotting, validasi, dan Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga kelas kerawanan longsor di Desa Kebonagung, yakni rendah, sedang, dan tinggi. Daerah rendah kebanyakan berada di bagian utara Desa Kebonagung, sedangkan daerah sedang kebanyakan berada di selatan. Adapun kawasan dengan potensi longsor yang tinggi hanya di titik dekat dengan Desa Kweden. Kata Kunci: Pemetaan, Longsor, Partisipasi masyarakat
Spatial Analysis of Healthcare Facilities in Mersam Subdistrict
This study aims to assess and analyze healthcare facilities in the Mersam Subdistrict. The research employs a descriptive quantitative approach, utilizing a regional study design with a spatial analysis based on Geographic Information System (GIS) software. The author seeks to understand the distribution, accessibility, and performance of these healthcare facilities. The Mersam Subdistrict serves as the population unit for this research. The findings reveal that the distribution of healthcare facilities in the Mersam Subdistrict includes community health centers (Puskesmas), assistant community health centers (Puskesmas Pembantu), and village health posts (Poskesdes). Accessibility to these healthcare facilities is defined as 3,000 meters for Puskesmas, 1,500 meters for Puskesmas Pembantu, and 1,000 meters for Poskesdes. These radii are established based on the Indonesian National Standards (SNI) 03-1733-2004 regarding the planning of urban residential environments. The analysis indicates that the facilities can be accessed effectively by the community. Performance assessments of the healthcare facilities in Mersam, derived from questionnaire surveys, reveal mixed levels of satisfaction among the public. For the Puskesmas, the satisfaction survey indicates positive feedback for Mersam Puskesmas. Among the assistant community health centers, Mersam Pustu received satisfactory ratings, while Belanti Jaya Pustu received a rating of dissatisfaction. The village health posts (Poskesdes) predominantly indicated a level of dissatisfaction among users.Keywords: Distribution; Affordability; Performance of Health Facilitie
Performance Intelligence of Sustainable Waste Management through SWOT Analysis at the 3R Waste Management Site in Subang Antapani, Bandung
The city government, in its efforts to reduce waste being thrown into landfills, has attempted to build several 3R TPSs. On the other hand, 3R is still found not to be implemented optimally and there is still the practice of collecting, transporting, throwing away. From the research conducted, the status of TPS 3R Subang is rated in the poor category. For this reason, intelligence is needed to improve performance to the adequate category or the good category. The aim of this research is to intelligence of improving the performance of TPS 3R Subang from low to medium or good. The analytical method used is a qualitative method with SWOT analysis. SWOT has two internal and external factors and it is necessary to identify internal and external factors from TPS 3R Subang. The results of carrying out this intelligence obtained coordinates (0.6; 0.2), namely in quadrant I (SO), meaning that what shall be done to improve performance is to use strength to be able to seize every opportunity, namely optimizing the use of incinerator machines, optimizing terawang stone compost, maggot cultivation, and seize opportunities by selling cultivated in larger volumesWaste Management; Intelegence; SWOT; TPS 3
The Role of Islamic Non-Governmental Organizations in Environmental Conservation: A Case Study of the Global Muslim Climate Network (GMCN)
In the international arena, the author believes that one way to maintain world peace is by protecting the environment. In this context, the author posits that actions taken by the Global Muslim Climate Network (GMCN) are instrumental in environmental protection. The GMCN was established in response to the climate challenges faced by predominantly Muslim countries. Composed of scholars, philanthropists, experts, and NGOs, the organization aims to address the climate crisis through the lens of Islamic teachings. GMCN promotes renewable energy and sustainable investment, urging predominantly Muslim countries to increase their renewable energy usage to at least 20% of their energy mix. The organization’s involvement in international environmental diplomacy, advocacy at UN climate conferences, and local initiatives exemplifies its role in shaping global environmental policy. Through collaborative efforts, GMCN demonstrates how Islamic principles can drive innovative solutions to the current environmental crisis, highlighting the potential of religion as a powerful force for global sustainability.Keywords: NGO; Green Diplomacy; GMCN; Environmental Preservation; Isla
Analysis of the Projection of Primary School Needs in Sukamakmue District, Sabang Municipality in 2045
The availability of educational facilities, particularly at the elementary level, plays a crucial role in regional development. This study aims to: (a) evaluate the availability of existing elementary school facilities in Sukamakmue District, (b) analyze the projected needs for elementary school facilities in Sukamakmue District by 2045, and (c) recommend appropriate policies to address the future needs for elementary school facilities in the district. The research utilizes a combination of secondary data analysis and primary data obtained through interviews with key stakeholders in the Education Office. The findings indicate that the distribution of public elementary schools is relatively even across all villages in Sukamakmue District, with a total of 7 public elementary schools currently available. However, based on the population projection for 2045, Paya Seunura Village is expected to experience significant population growth, necessitating the addition of more elementary school facilities over the next 21 years. The projection for facility needs was calculated using a facility needs analysis, with the base year set between 2021 and 2045. In contrast, the other villages show declining population growth, suggesting that no additional facilities will be required. Keywords: educational facilities; availability; needs; elementary schoo