JPG (Jurnal Penelitian Geografi)
Not a member yet
304 research outputs found
Sort by
Penilaian Potensi Objek Wisata Pulau Permata di Telukbetung Timur Kota Bandar Lampung
This study was aimed to describe the potential of tourism object and determine the potential category of Permata Island tourism East Telukbetung Bandar Lampung City. This study used descriptive method. The object of this research was the assessment of the potential. data collecting used observation, interviews, and documentation. Analysis data used spatial analysis with scoring techniques. The results shows that Permata Island tourism object completely get score 45 which is included in medium potential. The potential scoring included the physical potential included in high potential, the accessibility included in medium potential, facilities include in medium potential, the infrastructures included in medium potential, and and the safety included in medium potential. Considering those reasons Permata Island is quite feasible to be develoved and becomes tourism object especially in Bandar Lampung City.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan potensi yang ada dan mengetahui kategori potensi objek wisata Pulau Permata di Telukbetung Timur Kota Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Objek dalam penelitian ini adalah penilaian potensi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan analisis keruangan dengan teknik scoring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa objek wisata Pulau Permata secara keseluruhan memperoleh rekapitulasi skor yaitu 45 dan termasuk dalam kategori potensi sedang. Penilaian potensi meliputi potensi fisik yang secara keseluruhan berpotensi tinggi, aksesibilitas secara keseluruhan berpotensi sedang, fasilitas secara keseluruhan berpotensi sedang, infrastruktur secara keseluruhan berpotensi sedang, dan keamanan secara keseluruhan berpotensi sedang. Berdasarkan hal tersebut objek wisata Pulau Permata layak untuk dikembangkan dan menjadi daerah tujuan wisata khususnya di Kota Bandar Lampung.Kata kunci: penilaian potensi, objek wisata, pulau permat
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Tipe Think Pair Share Terhadap Aktivitas dan Hasil Belajar Geografi
This research aims to determine the effect of the application of think pair share type cooperative learning models to the learning activities and learning outcomes of students of class XI IPS in Yadika Bandar Lampung High School. The research method used in this study is Quasi Experiment. Data collection uses test techniques to measure student learning outcomes. Observation technique to obtain data from the teaching and learning process in class and documentation. The subjects of this study were students of class XI IPS 1 and XI IPS 2 totaling 52 students. The results showed that: (1) there were differences in learning activities between classes using the TPS type model and those who did not. (2) there are differences in learning outcomes between classes that use the TPS type model and those that do not. (3) there is an influence of the use of TPS type learning models on geography learning outcomes.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share terhadap aktivitas dan hasil belajar geografi siswa kelas XI IPS di SMA Yadika Bandar Lampung. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Eksperimen Semu (Quasi Eksperimen). Pengumpulan data menggunakan teknik tes untuk mengukur hasil belajar siswa. Teknik Observasi untuk memperoleh data dari proses kegiatan belajar mengajar di kelas dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 1 dan XI IPS 2 berjumlah 52 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) terdapat perbedaan aktivitas belajar antara kelas yang menggunakan model tipe TPS dengan yang tidak. (2) terdapat perbedaan hasil belajar antara kelas yang menggunakan model tipe TPS dengan yang tidak. (3) terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaran tipe TPS terhadap hasil belajar geografi.Kata kunci: aktivits, hasil belajar, pembelajaran think pair shar
Analisis Sebaran Ruang Terbuka Hijau di Kecamatan Banyumas Kabupaten Pringsewu
This study aims to determine the distribution of green open space in the Banyumas District, Pringsewu Regency. Research using survey research methods. The results of the study note (1) Green open space in the District of Banyumas Pringsewu Regency is still below the need for availability of green open space which is under 30% of the area. (2) Green Open Space Distribution Pattern in Banyumas District which consists of 5 parts of the region, namely the northern region with a clustered pattern, the eastern region with a random distribution pattern, the western region with a clustered distribution pattern, the southern region with a random distribution pattern, and a central area with a clustered distribution pattern. This can be known through calculations using the nearest neighbor analysis technique. (3) Green Open Space in Banyumas District has additional (extrinsic) and main (intrinsic) functions.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran ruang terbuka hijau di Kecamatan Banyumas Kabupaten Pringsewu. Penelitian menggunakan metode penelitian survey. Hasil penelitian diketahui (1) Ruang terbuka hijau yang terdapat di Kecamatan Banyumas Kabupaten Pringsewu masih berada dibawah kebutuhan ketersediaan ruang terbuka hijau yaitu dibawah 30% dari luas wilayah. (2) Pola Sebaran Ruang Terbuka Hijau di Kecamatan Banyumas yang terdiri dari 5 bagian wilayah yaitu wilayah utara dengan pola sebaran mengelompok (clustered), wilayah timur dengan pola sebaran acak (random), wilayah barat dengan pola sebaran mengelompok (clustered), wilayah selatan dengan pola sebaran acak (random), dan wilayah tengah dengan pola sebaran mengelompok (clustered). Hal tersebut dapat diketahui melalui perhitungan menggunakan teknik analisi tetangga terdekat. (3) Ruang Terbuka Hijau di Kecamatan Banyumas memiliki fungsi tambahan (ekstrinsik) dan fungsi utama (intrinsik). kata kunci: luas, pola sebaran, fungs
Model Pembelajaran Kooperatif Tipe IOC untuk Meningkatkan Hasil Belajar Geografi Siswa
The research was to find out about (1) the effect of using IOC of cooperative learning model to the tenth grade students’ achievement score, and (2) the differences of students’ achievement score who used IOC type of cooperative learning model and students’ achievement score who used conventional learning method. This was quasi experiment research. The population was students of the tenth grade and research’s samples were the students of grade X1 and X3 of SMAN 1 Natar. The data collected were the students’ achievement scores and the student’ activity scores. Data were analized by using linear regression analysis and t-test. The results were (1) there was an effect of using inside-outside circle of cooperative learning model to the tenth grade the students’ achievement score, and (2) there was a difference of students’ achievement score who used IOC type of cooperative learning model and students’ achievement score who used conventional learning method.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) adanya pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe inside-outside circle (IOC) terhadap hasil belajar siswa kelas X , dan (2) adanya perbedaan rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe inside-outside circle (IOC) dengan rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan metode konvensional. Penelitian ini merupakaneksperimen semu. Populasi penelitian adalah siswa kelas X dan sampel penelitian yakni siswa kelas X1 dan X3 SMA Negeri 1 Natar. Data yang diperoleh berupa nilai hasil belajar dan data aktivitas pembelajaran siswa. Teknik analisis data menggunakan uji linier sederhana dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan (1) adanya pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe inside-outside circle pada hasil belajar siswa kelas X, dan (2) adanya perbedaan rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe IOC dengan rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan metode konvensional.Kata kunci: IOC, pembelajaran kooperatif, hasil belaja
Pemanfaatan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar Terhadap Hasil Belajar Geografi
This research was aimed to know and analyse (1) the difference between the students’geographics learning results which used environment usage nature as the learning sources and the students’ geographics learning results which used conventional (2) the usage of the environment usage nature as the learning sources in the students’geographics learning results. This research used quasi experiment method. The population of this research was all of the students of XI IPS A class, where the sample classes were XI IPS A as the experimental class and XI IPS B as the control class. Data technique used was t-test and correlation product moment analysis. The results showed that (1) there was a difference between the students’ geographics learning results using the environment usage nature as the learning sources and the students’ geographics learning results using conventional learned results, 2) there was an influence of environment usage nature as the learning sources of the students’ geographics learning results.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis (1) perbedaan hasil belajar geografi siswa yang menggunakan pemanfaatan lingkungan alam sebagai sumber belajar dengan hasil belajar geografi siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional, (2) pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar terhadap hasil belajar geografi siswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS, dengan sampel kelas XI IPS A sebagai kelas eksperimen dan kelas IPS B sebagai kelas kontrol. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji t dan analisis korelasi produk moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Ada perbedaan hasil belajar geografi siswa yang menggunakan pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar dengan hasil belajar geografi siswa menggunakan pembelajaran, (2) Ada pengaruh pemanfaatan lingkungan alam sebagai sumber belajar terhadap hasil belajar geografi.Kata kunci : lingkungan, hasil belajar, pembelajaran konvensiona
Analisis Perubahan Penggunaan Lahan Sawah Menjadi Permukiman di Kecamatan Pagelaran Utara
This research aims to earn the effect of changing the rice field into settlement, to understand the factors causing the alteration of rice field usage into settlement, as well as the flow and direction of the alteration of rice field usage in Pagelaran Utara sub-district, Pringsewu regency. This research implements overlay method. Data collection within this research uses observaton method, interview method, as documenting method. Data analysis used within this research is map analysis technique. The results of this research are: 1. In 2014 – 2018 in Pagelaran Utara sub-district, there are alteration of rice fields up to 16.08 ha into settlement. 2. Factors of the alteration of rice fieds in Pagelaran Utara sub-district, consist of physical and non-physical factors. 3. The direction of rice field alteration into settlement in Pagelaran utara sub-district, is heading to the east with the form of straight line, following the highway.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan penggunaan lahan sawah menjadi permukiman, faktor-faktor penyebab perubahan penggunaan lahan sawah menjadi permukiman, pola dan arah perubahan lahan sawah di Kecamatan Pagelaran Utara Kabupaten Pringsewu. Penelitian ini menggunakan metode overlay. Pengumpulan data dalam penelitian mengggunakan metode observasi, metode wawancara dan metode dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis peta. Hasil dalam penelitian ini: 1. Pada tahun 2014-2018 di Kecamatan Pagelaran Utara terjadi perubahan lahan sawah seluas 16,08 ha menjadi permukiman. 2. Faktor penyebab terjadinya perubahan penggunaan lahan sawah di Kecamatan Pagelaran Utara terdiri dari faktor fisik dan non fisik. 3. Arah perubahan lahan sawah menjadi permukiman di Kecamatan Pagelaran Utara mengarah ke Timur, dengan pola permukiman memanjang yaitu mengikuti jalan raya.Kata kunci: lahan sawah, permukiman, perubahan penggunaan lahan sawa
Profil Petani Karet Desa Bumiarjo Makmur Kecamatan Lempuing Kabupaten OKI Provinsi Sumatera Selatan
The research aims to know about the rubber farmers’ profile at Bumiarjo Makmur village Lempuing dictrict OKI regency South Sumatera Province. The data were collected through observation, questionnaire and documentation. The result showed that: (1) the rubber farmers are most likely in productive age 20-64 years old (96.6%), (2) generally the rubber farmers graduated from elementary and junior high school are 85% as their basic education, (3) the average number of rubber farmers’ children are 2 children (46.7%), (4) the rubber farmers planted Klon Sekunder named PB 280 or about 50%, and (5) most of the rubber farmers have agriculture extent of 0.5-2 hectare or medium (88.3%,) (6) total income of most rubber farmer is about Rp.7,056,000–Rp.47,040,000/year (60.0%) and it is considered as low income.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Profil Petani karet di Desa Bumiarjo Makmur Kecamatan Lempuing Kabupaten OKI Provinsi Sumatera Selatan. Pengumpulan data melalui observasi, kuesioner dan dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukkan (1) Petani karet kebanyakan berusia produktif 20-64 tahun (96,6%). (2) Petani karet pada umumnya menamatkan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama (85%) sebagai pendidikan dasar. (3) Rata-rata jumlah anak yang dimiliki petani karet adalah 2 orang anak (46,7%). (4) Sebagian besar petani karet menanam jenis klon tanaman karet unggul yaitu klon sekunder yang bernama PB 280 (50%). (5) Kebanyakan petani karet memiliki luas lahan perkebunan yang tergolong sedang yaitu 0,5-2 Ha (88,3%). (6) Jumlah pendapatan sebagian besar responden adalah Rp.7.056.000–Rp.47.040.000/tahun (60,0%) dan tergolong berpendapatan rendah.Kata kunci: karet, petani, profi
Evaluasi Kesesuaian Lahan Tegalan Di Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Pringsewu Tahun 2018
This study aims to evaluate the suitability of tegalan based on the physical criteria of tegalan in Sukoharjo Subdistrict, Pringsewu Regency in 2018. This study used the overlay method and descriptive research with scoring calculations. The population in this study were all land units. Data collection was done through documentation and field surveys. Data analysis used spatial analysis with scoring techniques.The results showed that the suitability level of tegalan had three land suitability classes; S1, S2, and S3 classes. The land suitability evaluation class assessment includes the S1 class (Correctly Appropriate), S2 (Appropriate), S3 (Appropriate Marginal), and N (Not Appropriate).Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian lahan tegalan berdasarkan kriteria fisik lahan tegalan di Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Pringsewu tahun 2018. Penelitian ini menggunakan metode overlay dan penelitian deskriptif dengan perhitungan scoring. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh satuan lahan yang berjumlah 34 jenis satuan lahan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara dokumentasi, survey lapangan. Analisis data yang digunakan analisis keruangan dengan teknik scoring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian lahan tegalan memiliki tiga kelas kesesuaian lahan yaitu kelas S1, S2, dan S3. Penilaian kelas evaluasi kesesuaian lahan meliputi kelas S1 (Sangat Sesuai), S2 (Cukup Sesuai), S3 (Sesuai Marginal), dan N (Tidak Sesuai).Kata kunci: evaluasi, kesesuaian lahan, tegalan
Pengaruh Model Two Stay Two Stray Terhadap Hasil Belajar dan Aktivitas Siswa Pada Pelajaran IPS
The purpose of this research was to identify the differences of social studies study result and activites between studenst who studied with Two Stay Two Stray model (eksperiment class) and students who studied with conventional learning model (control class) at 8th grader in Belitang 1st Junior High State School. This research was using quasi experiment with pretest-posttest control group design. The data were collected by using observation, documentation, and test. In the other hand, data analysts technique was paired-sample T-Test and two way anova for the different test and influence test. Based on the research result, it can be concluded that (1) there were a difference between student who studied with Two Stay Two Stray model and conventional methode toward the social studies study result, and (2) there were influnce of Two Stay Two Stray model toward student activities when they studied social studies.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS dan aktivitas siswa antara siswa yang diberi perlakuan model pembelajaran Two Stay Two Stray (kelas eksperimen) dengan siswa yang diberi perlakuan model pembelajaran konvensional atau ceramah (kelas kontrol) dan mengetahui pengaruh model pembelajaran Two Stay Two Stray terhadap aktivitas dan hasil belajar IPS siswa. kelas VIII SMP Negeri 1 Belitang. Penelitian ini merupakan penelitian quasy experiment (eksperimen semu) dengan designpre-test post-test control group design.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, dan tes. Sementara analisis data yang digunakan adalah uji paired-sampel t-test dan anova dua jalur untuk uji beda serta uji pengaruh. Adapun hasil penelitian menunjukan bahwa (1) terdapat perbedaan hasil belajar IPS siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran Two Stay Two Stray dengan yang belajar menggunakan metode ceramah, dan (2) terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaran Two Stay Two Stray terhadap aktivitas belajar IPS siswa.Kata kunci: aktivitas belajar, hasil belajar, model pembelajaran two stay two stra
Kontribusi Pendapatan Pekerja Wanita Penyadap Getah Damar Terhadap Pendapatan Keluarga di Pekon Penengahan
This study aims to determine the income contribution of female resin tappers towards family's income in Penengahan village, Karya Penggawa Subdistrict, West Pesisir Regency in 2018. This study applied a quantitative descriptive method with a sample of 57 female resin tappers. The data collection techniques were carried out through observation, questionnaires, interviews, and documentation. The data analysis was done using percentage tables. The results of this study showed that: 1) The amount of resin produced by female tappers reached 22.04 kilograms on average a day and 309 kilograms in a month. 2) The average working hours spent by female workers are 35 hours a week, 3) The average income of female resin tappers is Rp. 1,391,921.10 per month. 4) The income contribution of female tappers towards family's income is Rp 1,246,307.01 per month or 89.54% of total family's income.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi pendapatan pekerja wanita penyadap getah damar terhadap pendapatan keluarga di Pekon Penengahan Kecamatan Karya Penggawa Kabupaten Pesisir Barat Tahun 2018. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 57 pekerja wanita penyadap getah damar. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan tabel persentase. Hasil penelitian ini menemukan bahwa : 1) Jumlah getah damar yang dihasilkan oleh pekerja wanita rata-rata dalam sehari mencapai 22,04 kilogram dan 309 kilogram dalam sebulan. 2) Jam kerja yang digunakan pekerja wanita rata-rata yaitu 35 jam dalam seminggu, 3) Pendapatan pekerja wanita penyadap getah damar rata-rata sebesar Rp 1.391.921,10 per bulan. 4) Kontribusi pendapatan pekerja wanita untuk keluarga adalah Rp 1.246.307,01 /bulan atau 89,54% dari pendapatan total keluarga.Kata Kunci: getah damar, kontribusi, pekerja wanita