JPG (Jurnal Penelitian Geografi)
Not a member yet
    304 research outputs found

    Kesiapsiagaan Masyarakat Desa Tangguh Bencana Di Desa Sukaraja Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan

    Full text link
    This study aims to describe how preparation of disaster resilient village communities in Sukaraja Village, Rajabasa District, South Lampung Regency, measured by 5 parameters. This research used descriptive percentage method. The results of the study showed that: (1) Knowledge and attitudes of the community are ready because they already know what actions should be taken if a disaster occurs and where they should go to save themselves. (2) There is a mutual agreement in the community regarding evacuation and following a disaster evacuation simulation. (3) The emergency response plan is ready because the community has participated in the socialization of disaster mitigation and the availability of evacuation routes. (4) Disaster warning systems are less prepared because they only rely on clans as tools for disaster warning systems. (5) Mobilization is less prepared because there is no specific allocation for disaster emergency response.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana kesiapsiagaan masyarakat desa tangguh bencana di Desa Sukaraja Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan yang diukur oleh 5 parameter. Penilitian ini menggunakan metode deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pengetahuan dan sikap masyarakat tergolong siap karena sudah mengetahui secara alamiah tindakan apa yang harus dilakukan apabila terjadi bencana dan kemana harus menyelamatkan diri. (2) Sudah adanya kesepakatan bersama di dalam masyarakat dalam hal evakuasi dan mengikuti simulasi evakuasi bencana. (3) Rencana tanggap darurat tergolong siap karena masyarakat sudah mengikuti sosialisasi mitigasi bencana dan tersedianya jalur evakuasi. (4) Sistem peringatan bencana tergolong kurang siap karena hanya mengandalkan kentongan sebagai alat sistem peringatan bencana. (5) Mobilisasi tergolong kurang siap karena tidak adanya alokasi khusus untuk tanggap darurat bencana.Kata kunci: bencana, desa tangguh bencana, kesiapsiagaan bencan

    PROFIL KEMAMPUAN MENGAJAR GURU GEOGRAFI BERDASARKAN STANDAR PROSES

    Full text link
    The purposes of this research are to know the (1) the ability of planning lesson, (2) the ability of implementing lesson, (3) the assessment of learning result of the geography teacher based on standard process in  public and private senior high school in the Metro City school year 2012-2013. The method used in this research is descriptive method, and the population is the whole of geography teacher at Public and private senior high school in the Metro City of 25 teachers. The instruments of data collection are questionnaire and documentation. Technique of data analysis used independent sample T test. The results of this research indicate that there are differences of geography teachers’ ability to plan learning process, implement learning procces and ability in assesment of learning result at Public and Private senior high school in the Metro City school year in academic year 2012-2013.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) kemampuan perencanaan pembelajaran, (2) kemampuan pelaksanakan pembelajaran, (3) kemampuan penilaian hasil belajar  guru geografi berdasarkan standar proses pada SMA Negeri dan SMA Swasta di Kota Metro Tahun Ajaran 2012-2013. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru geografi pada SMA Negeri dan SMA Swasta di Kota Metro yang berjumlah 25 orang guru. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah teknik kuesioner dan teknik dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji independent sample T test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan guru geografi dalam kemampuan perencanakan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran dan  penilaian hasil belajar guru geografi pada SMA Negeri dan SMA Swasta di Kota Metro Tahun Ajaran 2012-2013.Kata kunci: geografi, guru, mengajar, profil, standar proses

    Migrasi Suku Minangkabau ke Lampung Tengah Tahun 2018

    No full text
    This study aims to describe the driving and pulling factors of the Minangkabau migration to migrate to Central Lampung. The research method uses descriptive. The population of all migrant family heads during the life of the Minangkabau tribe in the West Bandar Jaya Village. The research sample is the entire population. The sampling technique is purposive sampling. Retrieval of data using questionnaires, interviews, documentation and observation. Data analysis uses percentage analysis techniques. The results found that (1) 85.0% of the factors driving migration are the desire to improve living standards, (2) 86.8% of the factors driving migration are difficult to find work in the area of origin, (3) 85.0% of factors that attract migration are the opportunity to get employment in the destination, (4) 85.0% of the pull factors of migration the opportunity to get a better income in the destination, (5) 71.7% of the pull factors of migration success of friends or relatives.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor pendorong dan penarik migrasi Suku Minangkabau bermigrasi ke Lampung Tengah. Metode penelitian menggunakan deskriptif. Populasi seluruh kepala keluarga migran semasa hidup Suku Minangkabau yang terdapat di Kelurahan Bandar Jaya Barat. Sampel penelitian ialah seluruh populasi. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Pengambilan data dengan menggunakan kuesioner, wawancara, dokumentasi dan observasi. Analisis data menggunakan teknik analisis persentase. Hasil penelitian menemukan bahwa (1) 85,0% faktor pendorong migrasi keinginan untuk memperbaiki taraf hidup, (2) 86,8 % faktor pendorong migrasi sulitnya mendapatkan pekerjaan di daerah asal, (3) 85,0% faktor penarik migrasi kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan di daerah tujuan, (4) 85,0% faktor penarik migrasi kesempatan mendapatkan pendapatan yang lebih baik di daerah tujuan, (5) 71,7% faktor penarik migrasi keberhasilan teman atau saudara.Kata kunci: faktor pendorong, faktor penarik, migrasi, suku minangkaba

    Tinjauan Geografis Objek Wisata Teropong Kota di Kecamatan Tanjungkarang Barat Kota Bandar Lampung Tahun 2019

    Full text link
    This study aims to describe the geographical factor of Teropong Kota Destination in the west Tanjungkarang, Bandar Lampung City in 2019. Data collection is done by observation, interviews and documentation. Data analysis was explorative descriptive analysis. Research results show: (1) Topography of Teropong Kota Destination is categorized as a steep slope, (2) Location of Teropong Kota Destination is hear the yellow bamboo market, the Tamin market and the monument Bandar Lampung City, (3)The best time for sightseeing in the  morning and in the afternoon when the air temperature is not too hot and the air humidity is not too dry, (4) Accessibility to the Teropong Kota Destination is easy, (5) Facilities at the Teropong Kota Destination are suitable with the needs of tourists.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor geografis objek wisata Teropong Kota di Kecamatan Tanjungkarang Barat Kota Bandar Lampung Tahun 2019. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif eksploratif. Hasil penelitan menunjukan: (1) Topografi objek wisata Teropong Kota dikategorikan kemiringan lereng agak curam, (2) Lokasi objek wisata Teropong Kota dekat dengan Pasar Bambu Kuning, Pasar Tamin dan Tugu Juang Kota Bandar Lampung, (3) Waktu kenyamanan wisatawan lokal untuk berwisata ke Objek Wisata Teropong Kota adalah pagi dan sore hari ketika suhu udara tidak terlalu panas serta kelembaban udara tidak terlalu kering, (4) Aksesibilitas menuju objek wisata Teropong Kota lancar, (5) Fasilitas di objek wisata Teropong Kota memenuhi kebutuhan wisatawan.Kata kunci: objek wisata, teropong kota, tinjauan geografi

    Deskripsi Objek Wisata Puncak Mas Kelurahan Sukadanaham Kota Bandar Lampung

    Full text link
    This research describe Puncak Mas Sukadana Ham Tanjung Karang Barat District Bandar Lampung year 2018. This Research focused on tourist atrraction, accesibility, supporting facilities, security, and promotion management. This research used descriptive method. Subject of this research are manager and tourists who visit Puncak Mas. Data was collected by observation, interview, questionaire, and documentation. Data analysis use tabulation and percentage for description. The result of this research indicated that tourist perception about tourist attraction is good, accesibility is good enough, support facilities are available, security is available, promotion and information management are less attractive.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Objek Wisata Puncak Mas di Kelurahan Sukadana Ham Kecamatan Tanjung Karang Barat Kota Bandar Lampung tahun 2018. Fokus kajian penelitian adalah daya tarik wisata, aksesibilitas, sarana atau fasilitas penunjang, keamanan, dan promosi objek wisata. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah pengelola dan wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Puncak Mas. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, angket/ kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan tabulasi dan persentase sebagai dasar interpretasi dan deskripsi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa menurut persepsi wisatawan : daya tarik wisata menarik, aksesibilitas cukup baik, fasilitas penunjang tersedia, keamanan tersedia, promosi dan informasi kurang baik.kata kunci: deskripsi, puncak mas, objek wisata

    Persepsi Wisatawan Terhadap Obyek Wisata Pantai Tirtayasa Desa Way Tataan Kecamatan Teluk Betung Timur

    Full text link
    The research purpose was to obtain the information about tourists' perceptions of Tirtayasa Beach Tourism Objects. This research uses a descriptive method. The population in this study was tourists visiting Tirtayasa Beach Tourism Object. The method of determining the sample in this study was accidental sampling of 30 respondents. Data collection techniques carried out by observation, interviews, questionnaires and documentation. Data analysis technique is percentage analysis. The results showed that: (1) tourists' perceptions of the attractiveness of Tirtayasa Beach are not attractive compared to other attractions in Lampung Bay. (2) tourists stated that Tirtayasa Beach Tourism Object facilities are incomplete and not maintained. (3) tourists said the security situation of Tirtayasa Beach Tourism Object is not safe. (4) promotion and information of Tirtayasa Beach Tourism Object is not optimal. (5) Tirtayasa Beach Tourism Object cannot compete with other tourism objects in Lampung Bay with the current condition.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai persepsi wisatawan terhadap Obyek Wisata Pantai Tirtayasa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah wisatawan yang berkunjung ke Obyek Wisata Pantai Tirtayasa. Metode penentuan sampel dalam penelitian ini adalah accidental sampling sebanyak 30 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis persentase. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) persepsi wisatawan mengenai daya tarik Pantai Tirtayasa tidak menarik dibandingkan dengan obyek wisata lain yang ada di Teluk Lampung. (2) wisatawan menyatakan bahwa fasilitas Obyek Wisata Pantai Tirtayasa tidak lengkap dan tidak terawat. (3) wisatawan keadaan keamanan Obyek Wisata Pantai Tirtayasa tidak aman bagi wisatawan. (4) promosi dan informasi Obyek Wisata Pantai Tirtayasa kurang optimal (5) Obyek Wisata Pantai Tirtayasa kalah bersaing dengan obyek wisata Teluk Lampung dengan keadaan saat ini.Kata kunci: persepsi, wisatawan, pantai tirtayas

    Kondisi Sosial Ekonomi Kepala Keluarga Batu Bata di Kelurahan Rajabasa Raya Tahun 2018

    No full text
    The research is  aim to find out the socio-economic condition of brick businessman’s family head  in Rajabasa Raya Village. Variable of this research is the number of dependents, level of education the respondent’s children, the amount of income, and fulfillment of basic needs. This research used descriptive method with of 26 peoples. The data collecting technique were observation, structure interview, and documentation. The result showed that (1) 38.46% had 6 people dependents, (2) 67.81% had 53 children to continue their education to intermediate level, (3) 57.70% totaled 15 family head has less income than UMP (< Rp. 2,054,365), (4) 100.00% totaled 26 family head the fulfillment of basic needs.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi sosial ekonomi kepala keluarga batu bata di Kelurahan Rajabasa Raya, variabel penelitian yaitu jumlah tanggungan, tingkat pendidikan, jumlah pendapatan, dan pemenuhan kebutuhan pokok. Menggunakan metode deskriptif dan jumlah populasi sebanyak 26. Teknik pengumpulan data yaitu teknik observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan (1) Sebanyak 38,46% memiliki jumlah tanggungan 6 orang, (2) sebanyak 67,81% berjumlah 59 anak melanjutkan pendidikan ke jenjang Menengah, (3) sebanyak 57,70% berjumlah 15 kepala keluarga pendapatannya kurang dari UMP (< Rp. 2.054.365), (4) sebanyak 100,00% berjumalh 26 kepala keluarga kebutuhan pokoknya terpenuhi.Kata kunci: pemenuhan kebutuhan batu bata, tanggungan, pendapata

    Deskripsi Industri Tempe Di Kelurahan Jagabaya II Kecamatan Way Halim Kota Bandar Lampung

    Full text link
    This study aims to describe: (1) the availability of raw materials, (2) the amount of capital used,  (3) the origin of the workforce, (4) the origin of the fuel,  (5) transportation marketing and (6) marketing of tempe products. The research method uses a descriptive survey. Data collection by observation, documentation and questionnaire. Data analysis uses percentages. The results of the study: (1) The availability of raw materials derived from imports and the acquisition of raw materials through the market 22 respondents (62.86%) and suppliers 13 respondents (37.14%). (2) The amount of capital used is the majority of small capital (<Rp. 889,602,9). (3) origin of work from family. (4) The origin of fuel from within the Way Halim District and the type of fuel used is fuel wood with a percentage of 62.86% or 22 respondents. (5) Marketing transportation mostly uses motorcycle. (6) Most of the marketing of tempe results is sold in the market and customers who come.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: (1) ketersediaan bahan mentah, (2) jumlah modal yang digunakan, (3) asal tenaga kerja,  (4) asal bahan bakar, (5) transportasi pemasaran dan (6) pemasaran hasil tempe. Metode penelitian menggunakan survei deskriptif. Pengumpulan data dengan observasi, dokumentasi dan kuesioner. Analisis data menggunakan persentase. Hasil penelitian: (1) Ketersediaan bahan mentah berasal dari impor dan perolehan bahan mentah melalui pasar 22 responden (62,86%) dan pemasok 13 responden (37,14%). (2) Jumlah modal yang digunakan mayoritas modal kecil (<Rp. 889.602,9). (3) asal tenaga kerja dari keluarga. (4) Asal bahan bakar dari dalam Kecamatan Way Halim dan jenis bahan bakar yang digunakan adalah kayu bakar dengan persentase 62,86% atau 22 responden. (5) Transportasi pemasaran sebagian besar menggunakan sepeda motor. (6) Pemasaran hasil tempe sebagian besar dengan cara dijual dipasar dan pelanggan yang datang.Kata kunci: deskripsi, industri tempe, geografi industri

    Pemetaan Kerentanan Bencana Alam di Provinsi Lampung Tahun 2018

    No full text
    The aim of this research is to determine the distribution of vulnerable area from natural disasters in Lampung Province. The method use in this study is a scoring method. This method used to calculate every parameters of vulnerability bassed on their impact on natural disaster. The results of this study show that there are 12 (twelve) districts at moderate level of vulnerability, 3 (three) districts at a high level of vulnerability, and nothing areas of city administration at a low level of vulnerability.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran wilayah yang rentan terhadap bencana alam di Provinsi Lampung. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode skoring. Metode ini digunakan untuk pengharkatan pada parameter tiap variabel kerentanan yang berpengaruh terhadap bencana alam. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 12 (duabelas) wilayah dengan tingkat kerentanan sedang, 3 (tiga) wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi, dan tidak ada satupun wilayah di Provinsi Lampung yang terindikasi pada tingkat kerentanan rendah.Kata kunci:bencana alam, kerentanan, skoring, pemetaan, Provinsi Lampung

    Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran SFAE Terhadap Hasil Belajar Geografi Di MAN 1 Bandar Lampung

    Full text link
    This research is aimed at analyzing the difference between the in the results of learning achiement X IPS 3 students using the SFAE learning model with the results of learning achiement X IPS 4 students using conventional learning, (2) the effect of using the SFAE learning model the learning outcomes of class X IPS 3 on geography in MAN 1 Bandar Lampung. This study uses a quasi-experimental method. Analysis data techniques that used in this research were t test and effect size. The results showed that (1) there were difference in the results of learning achiement X IPS 3 students using SFAE learning models with the results of learning achiement X IPS 4 students using conventional learning, (2) there was the influence of using the SFAE learning model the learning outcomes of class X IPS 3 on geography in MAN 1 Bandar Lampung.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) perbedaan hasil belajar siswa kelas X IPS 3 yang menggunakan model pembelajaran SFAE dengan hasil belajar siswa kelas X IPS 4 yang menggunakan pembelajaran konvensional, (2) pengaruh penggunaan model pembelajaran SFAE terhadap hasil belajar kelas X IPS 3 pada mata pelajaran geografi di MAN 1 Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPS 3 dan kelas X IPS 4. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji t dan uji efek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada perbedaan hasil belajar siswa kelas X IPS 3 yang menggunakan model pembelajaran SFAE dengan hasil belajar  siswa kelas X IPS 4 yang menggunakan pembelajaran konvensional, (2) ada pengaruh penggunaan model pembelajaran SFAE terhadap hasil belajar kelas X IPS 3 pada mata pelajaran geografi di MAN 1 Bandar Lampung.Kata kunci: pengaruh, model student facilitator and explaining, hasil belajar

    293

    full texts

    304

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JPG (Jurnal Penelitian Geografi)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇