JPG (Jurnal Penelitian Geografi)
Not a member yet
    304 research outputs found

    PUDARNYA PERNIKAHAN NGEROROD PADA MASYARAKAT BALI DESA TRI MULYO KABUPATEN LAMPUNG TENGAH

    Full text link
    This study was conducted to determine the cause fading wedding tradition ngerorod in balinese communities in Tri Mulyo Sub Districts Seputih Mataram Districts Lampung Tengah. This research used descriptive method. The object of the research was the faded of marriage tradition called ngerorod in balinese community in Tri Mulyo. The subjects of the research were informants who are indigenous people of bali. The data analysis was done by descriptive qualitative method. The results of research as follow (1) a better consensus ( agreement , is the cause of the faded of wedding tradition ngerorod, marriage wich is not sanctioned and made an agreement can be discussed properly without the need for a wedding held ngerorod (2) mixed marriages ( amalgamation ) cause erosion of marriage ngerorod because mixing of the two cultures adjust to each other in order to be accepted (3) advanced education is a factors wich affect the erosion of marriage ngerorod.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penyebab pudaranya tradisi pernikahan ngerorod pada masyarakat bali di Desa Tri Mulyo Kecamatan Seputih Mataram Kabupaten Lampung Tengah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Objek penelitian adalah pudarnya penggunaan tradisi ngerorod pada masyarakat bali di Desa Tri Mulyo. Subjek penelitian yaitu beberapa orang informan yang merupakan masyarakat adat bali di Desa Tri Mulyo. Teknik analisis data dilakukan dengan cara deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian diketahui yaitu: (1) konsesus (kesepakatan) yang baik penyebab pudarnya pernikahan ngerorod, pernikahan yang tidak direstui dimusyawarahkan dan dibuat suatu kesepakatan secara baik tanpa dilaksanakan pernikahan ngerorod. (2) pernikahan campuran (amalgamasi) penyebab pudarnya pernikahan ngerorod karena bercamurnya dua budaya yang saling menyesuaikan agar dapat diterima. (3) pendidikan yang maju faktor yang mempengaruhi pudarnya pernikahan ngerorod.Kata Kunci: pudar, ngerorod,bali

    HUBUNGAN ANTARA MINAT BELAJAR DAN KESIAPAN BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR GEOGRAFI

    Full text link
    The aim of this research is to find out whether there was a correlation of learning interest and learning readiness with geography achievement at the first year students of SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung year of 2012-2013. Method of this research was correlation, the population are 181 students and the sample of this research are 75 students. Data collecting technique are test, questionnaire and documentation. Based on the data analysis the result of this research showed that: (1) There was a positive and significance correlation between learning interest with learning Geography achievemnet class  X the students of SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung year of 2012-2013 (: 0.682). (2) There was a positive and significant correlation between physical readiness with learning Geography achievement class X the students of SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung year of 2012-2013.  ( : 0.524). (3) There was a positive and significant correlation between mental readiness with learning Geography achievement class X the students of SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung year of 2012-2013.( : 0.652).(4) There was a positive and significant correlation between the readiness of the media with learning Geography achievement class X the students of SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung year of 2012-2013.( : 0.577). Keyword: learning interest, learning readiness and learning achievemen

    Pemodelan Tsunami Dan Alternatif Jalur Evakuasi Berbasis SIG Di Kecamatan Krui Selatan

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk memetakan zonasi wilayah berpotensi terdampak tsunami dan memberikan alternatif jalur evakuasi tsunami di Kecamatan Krui Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif berbasis sig dengan teknik interpretasi dan overlay dengan cara skoring. Hasil penelitian menunjukkan Kecamatan Krui Selatan memiliki 3 zona berupa zona sangat rawan, zona rawan, dan zona aman ( zona evakuasi), berdasarkan hasil analisis peta zonasi terdampak tsunami, luas zonasi yang paling dominan merupakan zona sangat rawan dengan luas 1.446 ha, selanjutnya zona rawan memiliki luas 834 ha, dan wilayah yang termasuk kedalam zona aman (zona evakuasi) memiliki luas sebersar 1.345 ha. Kata Kunci: zonasi terdampak tsunami, bencana, sig, jalur evakuasi DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v10.i1.2056

    KEMATIAN BAYI DI KOTA BEKASI DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

    No full text
    Secara empirik, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang paling dominan mempengaruhi kematian bayi di Kota Bekasi. Metode penelitian secara kuantitatif deskriptif dengan melibatkan populasi seluruh ibu yang sudah melahirkan bayi dan kemudian mengalami kematian bayi, khususnya sepanjang tahun 2010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor sosial ekonomi mendominasi (53,943%) kejadian kematian bayi di Kota Bekasi Tahun 2010. Faktor-faktor lainnya yang turut mempengaruhi kematian bayi adalah faktor maternal (21,589 %). Kata Kunci: Loop analisis, Kematian bayi, Kota Bekasi DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v9.i2.21340Full Text:PDF ReferencesBatukar.info. (2000). Retrieved from batukar.info: www.barukar.infoBlaxter, M. (1981). The health of childern a review of research on the place of health in cycles of disadvantage.Murray, C. J., & Lopez, A. (1997). Regional patterns of disability-free life expectancy and disability-adjusted life expectancy: global Burden of Disease Study. 1347-1352.Murray, C., & Rethingking. (1996). The global burden of disease: a comprehensive assessment of mortality and disability from diseases, injuries, and risk factors in 1990 and projected to 2020. 1-98.Murray, C., Salomon, J., & Mathers, C. (2000). A critical examination of summary measures. Bulletin of the World Health Organization, 981-994

    PENGARUH KEMISKINANTERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DI PROVINSI LAMPUNG

    No full text
     Pembangunan manusia merupakan sebuah proses kegiatan yang dilakukan suatu wilayah untuk mengembangkan kualitas hidup masyarakat. Salah satu tolak ukur pembangunan manusia dapat dilihat melalui Indeks Pembangunan Manusia yang diukur melalui kesehatan,kualitas tingkat pendidikan dan ekonomi. Pembangunan ekonomi ditujukan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sisi ekonomi maupun sisi sosial,hal ini bertujuan untuk meminimalisir meningkatnya jumlah kemiskinan. Kemiskinan sudah sejak lama menjadi masalah bangsa Indonesia, dan hingga sekarang masih belum menunjukkan tanda-tanda menghilang. Angka statistik terus saja memberikan informasi masih banyaknya jumlah penduduk miskin. Di Provinsi Lampung, masalah kemiskinan dan pengangguran juga merupakan isu penting yang menjadi permasalahan tahunan dalam pembangunan ekonomi.Karenanya tidak heran jika IPM Provinsi Lampung berada pada kategori sedang.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana dan seberapa besar pengaruh antara jumlah penduduk miskin, anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) sektor pangan Provinsi Lampung tahun 2011-2018,garis kemiskinan,dan pengangguran terbuka terhadap indek pembangunan manusia (IPM) di Provinsi Lampung.Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. sumber data yang akan dianalisis berasal dari data jumlah penduduk miskin,anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) sektor pangan Provinsi Lampung tahun 2011-2018, garis kemiskinan,dan pengangguran terbuka.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi menggunakan data sekunder yang di peroleh dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah serta data BPS Provinsi Lampung Tahun 2019. Teknik analisis data yang digunakan menggunakan analisis regresi berganda menggunakan minitab 15.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh negatif antara jumlah penduduk miskin,pengangguran terbuka dan garis kemiskinan terhadap IPM Provinsi Lampung. Sementara pengaruh positif dan linear ditunjukkan oleh APBD sektor pangan terhadap IPM Provinsi Lampung. Namun secara keseluruhan, hasil analisis of varian untuk nilai P regression yaitu sebesar 0,033 dimana ˂ 0,05,yang artinya bahwa secara simultan (keseluruhan),variabel jumlah penduduk miskin,pengangguran terbuka,APBD sektor pangan dan garis kemiskinan mempunyai pengaruh bermakna pada variabel IPM di Provinsi Lampung.Yang artinya H0 ditolak dan H1 diterima. Kata Kunci: IPM, Kemiskinan, Lampung DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v9.i2.21338Full Text:PDF ReferencesBakhri, S. (2019). Animasi Interaktif Pembelajaran Huruf dan Angka Menggunakan Model ADDIE.INTENSIF, 3(2), 130-144.BNPB. (2016). Risiko Bencana Indonesia. Jakarta: Direktorat Pengurangan Risiko Bencana, BNPB.Branch, R. M. (2009). Instructional Design: The ADDIE Approach. New York: Springer.Cahyadi, R. A. (2019). Pengembangan Bahan Ajar Berbasis ADDIE Model. Halaqa, 3(1), 35- 43.Halim, A., Huda, I., Tarmizi, Mustafa, & Khaldun, I. (2019). Penerapan Model ADDIE pada PengembanganModul E-Learning dalam Pembelajaran Fisika. Talenta Conference Series: Science and Technology (ST), 2(2).Kramer, S. L. (2007). Geotechnical Earthquake Engineering. New Delhi: Pearson.PusGeN. (2017). Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Perumahan dan Pemukiman, Balitbang Kementerian PUPR.Rosmiati,Liliasari,Tjasyono, B.,Ramalis,T.R.,& Satriawan, M. (2020). Adaptasi dan Mitigasi Bencana Alam untuk Mahasiswa Calon Guru Fisika Melalui Pengembangan LKM. Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika, 11(1), 1-7.

    PENINGKATAN KETERAMPILAN KOLABORASI SISWA MELALUI PENERAPAN METODE TWO STAY TWO STRAY (TSTS) PADA MATERI JENIS-JENIS MASALAH SOSIAL

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan kolaborasi siswa melalui penerapan Metode Two Stay Two Stray (TSTS) pada Materi Jenis-jenis Masalah  Sosial. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan Metode Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas XI IPS-2 SMA Negeri 3 Rangkasbitung. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, angket dan tes. Analisis data dilakukan melalui metode kuantitatif dan kualitatif. Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan Keterampilan Kolaborasi pada pada Siklus I pertemuan 1 dan 2 yang ditunjukkan dengan data siswa yang memperoleh nilai sesuai KKM/ SKBM adalah : pada siklus I pertemuan ke-1 = 22 orang (52.38 %), siklus I pertemuan ke-2 = 26 orang (61.90 %) atau terjadi kenaikan sebanyak 4 orang (9.52 %), sedangkan untuk siklus II pertemuan ke-3 = 31 orang (73.81 %) atau mengalami kenaikan sebanyak 5 orang (11.90 %) dan siklus II pertemuan ke-4 = 37 orang (88.10 %) atau mengalami kenaikan sebanyak 6 orag (14.29 %). Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa, “Penerapan Metode Two Stay Two Stray (TSTS) secara Signifikan dapat Meningkatkan Keterampilan Kolaborasi Siswa”. Kata Kunci: Metode Two Stay Two Stray DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v10.i1.2261

    DESKRIPSI KONDISI SOSIAL EKONOMI DAN DEMOGRAFI PASANGAN USIA SUBUR MUDA PARITAS RENDAH (PUSMUPAR) DI KAMPUNG KB

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kondisi sosial ekonomi dan demografi pasangan usia subur muda paritas rendah (PUSMUPAR). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif eksploratif. Populasi pada penelitian ini adalah wanita PUSMUPAR unmet need KB yang berjumlah 178 dengan sampel sebanyak 64 wanita yang tersebar di 3 lingkungan dan diperoleh dengan proportional random sampling. Data dikumpulkan dengan wawancara terstruktur yang di pandu oleh kuesioner. Analisis data menggunakan tabel persentase. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) 51,56% wanita PUSMUPAR memiliki pengetahuan KB yang baik, 2) sebagian besar wanita PUSMUPAR memiliki persepsi yang negatif dan memilih tidak menyetujui empat dari lima pernyataan mengenai persepsi pada kuesioner, 3) Wanita PUSMUPAR memiliki usia ≤ 35 tahun menjadi faktor penyebab terjadinya unmet need KB, 4) tingkat pendidikan wanita PUSMUPAR sebesar 56,25% memiliki tingkat pendidikan menengah, 5) 65,62% wanita PUSMUPAR tidak memperoleh dukungan suami terkait dengan penggunaan alat kontrasepsi, 6) tingkat pendapatan wanita PUSMUPAR sebagian besar tergolong memiliki pendapatan rendah yaitu sebesar 81,25%, 7) 89,06% wanita PUSMUPAR tidak menggunakan alat kontrasepsi dikarenakan efek samping. Kata Kunci: Keluarga Berencana, Pasangan Usia Subur Paritas Rendah, Unmet Need KB. DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v10.i1.2264

    PENGETAHUAN DAN PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP PENTINGNYA RUANG TERBUKA HIJAU DI SEMPADAN DAS KARANG MUMUS

    No full text
    Sempadan Sungai Karang Mumus memiliki alih fungsi lahan yang tidak sesuai dengan peruntukkannya, sehingga Sungai Karang Mumus mengalami kerusakan dan penurunan kualitas air. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui pemahaman masyarakat tentang pentingnya ruang terbuka hijau disempadan DAS Karang Mumus Kota Samarinda (2) untuk mengetahui perilaku masyarakat di sempadan Das Karang Mumus Kota Samarinda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode survei. Subjek penelitian ini adalah masyarakat yang tinggal di hulu, tengah, dan hilir DAS Karang Mumus yang berjumlah 30 orang. Teknik pengambilan data menggunakan teknik sampel area. Pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder. Analisis data kualitatif menggunakan dari Miles dan Huberman yaitu hasil data berupa wawancara, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulam. Hasil penelitian menunjukkan (1) masyarakat memiliki tingkat pengetahuan tentang pentingnya ruang terbuka hijau di sempadan DAS Karang Mumus tinggi 10%, sedang 26,7%, dan rendah 63,3% (2) perilaku masyarakat di sempadan DAS Karang Mumus positif 43,3% dan negatif 56,7%. Masyarakat di DAS Karang Mumus dinyatakan memiliki tingkat pengetahuan rendah dan perilaku yang negatif.  Kata Kunci: Loop analisis, Kematian bayi, Kota Bekasi DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v9.i2.21385Full Text:PDF ReferencesAjzen, I., dan Fishbein, M. 1975. Belief, Attitude, Intention, and Behavior: An Introduction to Theory and Research. New York : Addison-Wesley, Reading, MA.Anto, Dajan. 1986. Pengantar Model Statistik II. LP3ES : Jakarta.Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Proyek Penelitian dan Pengembangan Pembangunan Regional Provinsi Kalimantan Timur. 2002. Laporan Akhir Studi Penataan Dan Konservasi Daerah Tangkapan Air (DTA) Karang Mumus Dengan Bididaya Agroforestry Berbasis Masyarakat Setempat. SamarindaBandura, Albert. 1977. Social Learning Theory. New Jersey : Prentice-Hall,Icn.Branch, M.C. 1955. Perencanaan Kota Komprehensif : Pengantar dan Penjelasan. Yogyakarta : Gajah Mada University Press.Cuwin, A. 2009. Pengtahuan Dasar Keperawatan dan Pendidikan Dasar Bidan. Malang : PT Erlangga Perkasa.Danarti,K. 2011. Peran Taman Balekambang sebagai Pembentuk Estetika Kota. Jurnal Teknik dan Arsitektur FT UTP Vol 9.Devy, D Shaloha. 2017. Permodelan Air Tanah DAS Karang Mumus Wilayah Samarinda Provinsi Kalimantan Timur. Skripsi. Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Mulawarman. Samarinda.Dewanto, Hadi., Dyah, Hariani., dan Maesaroh. 2013. Artikel Perencanaan Strategis dalam Penyelenggaraan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Semarang. Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro, Semarang.Depdiknas. 2003. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : PT Balai Pustaka.Depdiknas. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : PT Balai Pustaka.Depdiknas. 1989. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : PT Balai Pustaka.Fauzian R Aziz, Rahmi F Luthfia, dan Nugroho Trilaksana. 2016. Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Perilaku Memeriksakan Diri Ke Pelayanan Kesehatan: Penelitian pada Pasien Glaukoma di Rumah Sakit Dr. Kariadi. Jurnal Kedokteran Diponegoro Vol 5 Nomor 4.Gold, Seymour M. 1980. Recreation Planning and Design. United Stated Of America : McGraw-Hill, Inc.Grey, G.W, and Deneke, F.J. 1986. Urban Forestry. Second Edition. New York : John Wileyand Sons.Huberman, A.M. 2014. Qualitative Data Analysis, A Methods Sourcebook Edition 3. USA : Sage Publications.J. Supranto, M. A. 2000. Statistik Teori dan Aplikasi Jilid 1, Edisi Keenem. Jakarta : Erlangga.Keputusan Presiden. 1990. Keppres No.32 Tahun 1990 Tentang Pengelolaan Kawasan Lindung.Mahmud. 2010. Psikologi Pendidikan. Bandung: CV Mustika Setia.Margono, S. 2010. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta.Maryono, Agus. 2003. Pembangunan Sungai Dampak dan Restorasi Sungai. Yogyakarta :Gadjah Mada University.Miller, Robert W. 1981. Urban Forestry. California : Wadsworth Publishing.Mirsa, Rinaldi. 2012. Elemen Tata Ruang Kota. Yogyakarta : Graha Ilmu.Mislan. 2016. Kajian Pergeseran Tipe Iklim untuk Mendukung Terwujudnya Ketahanan Air di DAS Mahakam. Makalah PIT HATHI XXXIV. Semarang: 9-11 September 2016.Moleong, J Lexy. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.Mulyandari, Hestin. 2010. Pengantar Arsitektur Kota. Yogyakarta : CV Andi Offset.Notoatmodjo, S. 2003. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.Notoatmodjo, S. 2005. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.Notoatmodjo, S. 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta : Rineka Cipta.Notoatmodjo, S. 1993. Pengantar Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku Kesehatan. Yogyakarta : Andi Offset.Nursalam. 2008. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan Pedoman Skripsi, Tesis, dan Instrumen Penelitian Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung. Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (online), (http://www.esdm.go.id) diakses 17 Maret 2019.Peraturan Daerah Kota Samarinda No. 2 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Samarinda Tahun 2014 – 2034. Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Badan Pemeriksa Keuangan Kota Samarinda (online), (http://www.samarinda.bpk.go.id) diakses 17 Maret 2019.Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.5 Tahun 2008 tentang Pendoman Penyediaan danPemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan. Direktorat Jenderal Penataan Ruang Departemen Pekerjaan Umum (online), (http://www.birohukum.go.id) diakses 17 Maret 2019.Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No. 28 Tahun 2015 tentang Penetapan Garis Sempadan Sungai dan Sempadan Danau. Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (online), (http://www.sda.pu.go.id) diakses 17 Maret 2019.Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 38 Tahun 2011 tentang Sungai. Direktorat Jenderal Perundang-undangan Kementerian Hukum dan Ham (online), (http://www.ditjenpp.kemenkumham.go.id) diakses 17 Maret 2019.Ramadhani, A. 2013. Pemodelan Hidrologi Untuk Penentuan Tingkat Prioritas Sub Sub DAS Dalam Pengendalian Banjir Menggunakan Citra Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis. Tesis. Program Studi Teknik Ilmu Lingkungan. Sekolah Pascasarjana UGM. Yogyakarta.Rapuono, Michael, P.P. Pirone, and Brooks E. Wigginton. 1964. Open Space In Urban Design. Cleveland, Ohio : The Cleveland Development Foundation,. Tersedia : Hilman Firmanyah Tugas Akhir, Tahun 2008. “Kajian Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau Guna Menanggulangi Pencemaran Udara Di Pusat Kota Cianjur”. Jurusan Teknik Planologi, Universitas Pasundan.Shirvani, Hamid. 1983. The Urban Design Process. New York : Van Nostrand Reinhold Company.Skinner, B.F. 1938. The Behavior of Organisms : An Experimental Analysis. Cambridge Massachusetts : B.F. Skinner Foundation.Soeryono, S.D. 2006. Kegiatan dan Masalah Kehutanan Dalam DAS. Jakarta : Prosiding Pertemuan Diskusi Pengelolaan DAS DITSI.Sugiyono. 2013. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung : ALFABETA.Suharti, Titing. 2004. Pengelolaan Sungai, Danau, dan Waduk untuk Konservasi Sumberdaya Air. Bogor : Institut Pertanian Bogor.Supranto, J. 2000. Statistik Teori dan Aplikasi Jilid 1 Edisi 6. Jakarta : Erlangga.Undang-Undang Republik Indonesia No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Kementerian Keuangan (online), (http://www/jdih.kemenkeu.go.id) diakses 17 Maret 2019.Walgito, Bimo. 2003. Pengantar Psikolog Umum. Yogyakarta: C.V Andi Offset.Wawan, A., dan Dewi, M. 2011. Teori dan Pengukuran Pengetahuan Sikap, dan Perilaku Manusia Yogyakarta: Nuha Medika.Wijayanti, Daru. 2009. Fakta Penting Sekitar Reproduksi Wanita. Yogyakarta : Diglosia Printika.Wongkar P Aprilita. 2017. Tingkat Pengetahuan Masyarakat Surabaya Mengenai Brand Baru Indosat Ooredoo. Jurnal E-Komunikasi Vol 5 Nomor 1.Yogaswara, Herry. 2004. Dinamika Interaksi Hulu – Hilir Daerah Aliran Sungai. Jakarta : PUSAT PENELITIAN KEPENDUDUKAN LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA (PPK – LIPI)Zoer’aini, D.I. 2005. Tantangan Lingkungan dan Hutan Kota. Jakarta : Bumi Aksara

    EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK OBJEK WISATA TALANG INDAH KECAMATAN PRINGSEWU KABUPATEN PRINGSEWU

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian lahan objek wisata alam Talang Indah Kecamatan Pringsewu. Penelitian ini dilakukan di objek wisata alam Talang Indah Kecamatan Pringsewu Kabupaten Pringsewu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wilayah objek wisata Talang Indah berada pada saatuan wilayah dengan curah hujan 200-3500mm dengan jenis tanah podsolik dan ketinggian lereng berada pada 3-8%,atau landai. Dengan melihat kondisi ini maka dapat ditentukan kesesuaian lahannya untuk objek wisata Talang Indah dengan memasukkan data kedalam parameter kesesuaian pariwisata, ternyata di peroleh  bahwa wilayah objek wisata Talang indah memang wilayah yang sesuai untuk adanya objek wisata. Kata Kunci: objek wisata,kesesuaian lahan DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v9.i2.21343Full Text:PDF ReferencesFAO. 1976. A Framework for Land Evaluation. Soil Resources Management and Conservation Service Land and Water Development Division. FAO Soil Bulletin No. 32. FAO-UNO. Rome.Husein, D.K. 1980. Evaluasi Kesesuaian Lahan, Pertemuan Teknis Survey Tanah danPemetaan Tanah Daerah Transmigrasi. Buletin Pertanian, BP3. LPT,Bogor. Http://www.lampost.co/berita-talang-air-pringsewu-wisata-peninggalan-belanda-nan-indah. 2017-03-05 08:30:00).I Gusti Bagus Rai Utama.2016.Pengantar Industri Pariwisata.Deepublish.YogyakartaKoko Irawan,2010.Potensi Objek Wisata Sebagai Daya Tarik Wisata. Kertas Karya. Yogyakarta.Kementrian Ekonomi dan Pariwisata Republik Indonesia. 2012. Undang-undang No 10 Tahun 2009. Jakarta:Kemenpar RIM.Lutfi Rayes, 2006.Metode Inventarisasi Sumber Daya Lahan.Andi.Yogyakarta.Moh. Pabundu Tika. 2005. Metode Penelitian Geografi.Bumi Aksara.BandungMalingreau,J.P dan Mangunsukardjo,K.1978. Evaluasi Lahan dan Pendekatan Terpadu untuk Pembangunan Pedesaan. Puspics-Bakosurtanal,Yogyakarta.Oka A. Yoeti. 2015. Pengantar Ilmu Pariwisata.Angkasa. BandungSantun Sitorus (1985.Evaluasi Sumber Daya Lahan.Tarsito:BandungSujali, 1989. Geografi Pariwisata dan Kepariwisataan. Fakultas Geografi UGM.Spillane, James J. 1987. Ekonomi Pariwisata, Sejarah dan Prospeknya.Kanisius;Yogyakarta.Sitorus, R.P. 1998. Evaluasi Sumber Daya Lahan. Tarsito. Bandung.Sarwono Hardjowigeno dan Widiatmaka. 2007. Evaluasi Kesesuaian Lahan dan Perencanaan Tataguna Lahan.UGM Press.Yogyakarta

    ANALISIS DAERAH RAWAN LONGSOR DI KECAMATAN LIMAU KABUPATEN TANGGAMUS

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) tingkat rawan longsor di Kecamatan Limau, (2) faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya longsor di Kecamatan Limau. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode survey.. Teknik analis data menggunakan teknik Analisis Tumpang Susun (Map Overlay) dan Metode Pengharkatan (Scoring). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Tingkat rawan longsor di Kecamatan Limau Kabupaten Tanggamus dibedakan menjadi dua yakni kelas kerawanan tidak rawan dan kelas kerawanan rawan longsor. (2) Faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya longsor di Kecamatan Limau Kabupaten Tanggamus yang paling mendominasi adalah faktor kemiringan lereng dan jenis tanah. Kata Kunci: pemetaan, rawan, longsor DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v10.i1.2262

    293

    full texts

    304

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JPG (Jurnal Penelitian Geografi)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇