JPG (Jurnal Penelitian Geografi)
Not a member yet
304 research outputs found
Sort by
SIG DALAM PEMETAAN SEBARAN GURU IPS DAN GEOGRAFI DI WILAYAH KOTA METRO
This research was aimed to study on the use of GIS in mapping the distribution of social studies and geography teacher at Junior and senior high school on Metro Citys region in 2014. This research focused on map,GIS data and the distribution of social studies and Geographys teacher at Metro City. This research uses descriptive informative method. The results in this study were proved that the data like facilities, teacher of junior and senior high school in Metro city can be presented through maps and GIS and the distribution and the need for social studies and Geographys teacher at the Metro City region isnt spread evenly and infact, it encounter excess of social study and geography teacher and that data can be presented through the map.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang pemanfaatan SIG dalam pemetaan sebaran guru IPS dan geografi pada SMP dan SMA Negeri Diwilayah Kota Metro tahun 2014. Titik tekan kajianya pada peta dan data SIG SMP dan SMA serta persebaran guru IPS Geografi di Kota Metro. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif informatif. Hasil dalam penelitian ini adalah data fasilitas serta guru SMP dan SMA Negeri di Kota Metro dapat disajikan melalui peta dan SIG serta diketahui bahwa sebaran dan kebutuhan guru IPS Geografi di wilayah Kota Metro tidak merata bahkan mengalami kelebihan guru IPS Geografi dan keadaan tersebut dapat disajikan melalui peta.Kata Kunci: sistem informasi geografi, pemetaan, basisdata, kebutuhan guru
Analisis Pengaruh Sistem Informasi Geografis Dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Spasial (Spatial Thinking Ability)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Sistem Informasi Geografi (SIG) dalam meningkatkan kemampuan berpikir spasial (spatial thinking ability) mahasiswa. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier sederhana, dimana variabel dependennya adalah kemampuan berpikir spasial mahasiswa sedangkan variabel independennya adalah SIG. Kemampuan berpikir spasial mahasiswa diperoleh melalui instrumen Spatial Thinking Ability Test (STAT). Instrumen STAT ini merupakan komponen berpikir spasial yang akan dikembangkan oleh Association of American Geographers (AAG). Ada 8 komponen berpikir spasial yang digunakan, yaitu comparison, aura, region, hierarchy, transition, analogy, pattern, dan association (AAG, 2008). Hasil penelitian menunjukkan bahwa SIG memberikan pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan kemampuan berpikir spasial mahasiswa.Kata kunci: berpikir spasial, instrumen STAT, sistem informasi geografi DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v10.i1.2335
Perjalanan Masyarakat Tionghoa di Kota Palembang dalam Perspektif Geografi Sejarah
Sebagai kota tertua di Indonesia, Kota Palembang telah mengalami berbagai perkembangan yang ada di dalamnya. Salah satu bagian yang tidak terpisahkan dalam perjalanan sejarah Kota Palembang adalah Masyarakat Tionghoa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana perjalanan masyarakat Tionghoa di Kota Palembang dalam perspektif Geografi Sejarah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan. masyarakat Tionghoa pertama kali mulai muncul di Kota Palembang pada masa Kerajaan Sriwijaya dalam tujuan perdagangan. Pada masa Kesultanan Palembang, masyarakat Tionghoa mulai menetap di Sungai Musi hingga naik ke darat pada pemerintahan Belanda hingga saat ini. Seiring berkembangnya waktu, masyarakat Tionghoa saat ini telah menyebar ke berbagai penjuru kota baik dari pusat kota hingga ke pinggiran kota dengan perjalanan yang begitu banyak. Kata Kunci: Masyarakat Tionghoa, Kota Palembang, Geografi Sejarah. DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v10.i1.2343
DAMPAK PENAMBANGAN BATU TRAS TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI PEKERJANYA DI KELURAHAN SUKAMENANTI BARU KECAMATAN KEDATON KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2021
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penambangan batu tras di Kelurahan Sukamenanti Baru terhadap kondisi sosial ekonomi pekerjanya. Kondisi sosial ekonomi tersebut meliputi kondisi sebelum dan sesudah bekerja di tambang batu tras. Variabel yang diteliti yaitu: tingkat pendidikan anak, jumlah tanggungan, pendapatan, dan pemenuhan kebutuhan pokok. Penelitian menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tingkat pendidikan anaknya pekerja tambang sebelum pekerja bekerja di tambang batu tras, paling banyak berada pada tingkat pendidikan SMA sebanyak 43 orang (53,75%), paling sedikit sebanyak 3 orang (3,75%) berada pada tingkat pendidikan SD. Tingkat pendidikan anaknya pekerja tambang sesudah pekerja bekerja di tambang batu tras, sebanyak 80 orang (100%) berada pada tingkat pendidikan SMA. (2) Tanggungan paling banyak pekerja tambang sebelum bekerja di tambang batu tras yaitu tanggungan besar sebanyak 21 orang (84%), dan jumlah tanggungan yang paling sedikit yaitu tanggungan kecil sebanyak 4 orang (16%). Tanggungan pekerja tambang sesudah bekerja di tambang batu tras yang paling banyak yaitu tanggungan kecil sebanyak 23 orang (92%), dan tanggungan paling sedikit yaitu tanggungan besar sebanyak 2 orang (8%). (3) Pendapatan yang diperoleh 25 orang pekerja tambang sebelum bekerja di tambang batu tras yaitu rata-rata Rp. 1.126.000/bulan. Pendapatan yang diperoleh 25 orang pekerja tambang sesudah bekerja di tambang batu tras yaitu rata[1]rata Rp.2.200.000/bulan. (4) Kebutuhan pokok pekerja tambang sebelum bekerja di tambang batu tras belum dapat terpenuhi sebanyak 25 orang (100%). Kebutuhan pokok pekerja tambang sesudah bekerja di tambang batu tras dapat terpenuhi sebanyak 25 orang (100%). Kata kunci : Batu Tras, Dampak Penambangan, Kondisi sosial Ekonomi DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v10.i2.2554
KAJIAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI GOOGLE EARTH ENGINE UNTUK BIDANG PENGINDERAAN JAUH
Pesatnya perkembangan teknologi di bidang penginderaan jauh menyebabkan perubahan kebutuhan akan pengolahan data yang masif, mudah dan cepat. Trend teknologi kedepan diperkirakan akan mengarah ke sebuah sistem berbasis cloud computing dimana big data dan IOT (Internet of things) saling terintegrasi untuk menyelesaikan permasalahan didunia penginderaan jauh. Salah satu teknologi baru yang tersedia untuk bidang penginderaan jauh adalah Google Earth Engine (GEE). Penelitian ini dilaksanakan di kecamatan Natar dengan fokus studi kasus untuk interpretasi tutupan lahan. Data yang digunakan berupa Citra Sentinel-2 tahun 2021-2022. Metode yang digunakan untuk klasifikasi yaitu dengan eksplorasi machine learning pada GEE. Adapun metode machine learning yang digunakan pada penelitian ini yaitu CART, SVM, RFC dan NBC. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) GEE mampu melakukan proses pengolahan data citra penginderaan jauh dengan cukup baik. Terbukti dengan kegiatan klasifikasi dapat memproses menggunakan 4 metode machine learning hanya dengan memodifikasi formula sesuai kebutuhan. Selanjutnya untuk ketelitian citra yang dihasilkan dengan area satu kabupaten berada pada skala 1:100.000 dengan ketelitian horizontal/CE90 berada pada kelas 2 dan 3, sedangkan ketelitian horizontal/CE90 pada kelas 1 berada pada skala 1:250.000. (2) Fasilitas pengolahan data yang disediakan GEE mampu menyelesaikan analisis penginderaan jauh dengan maksimal meskipun masih terdapat fasilitas yang belum tersedia seperti fasilitas layout peta dengan metode klasifikasi machine learning tertinggi yang mampu menginterpretasi tutupan lahan dengan baik adalah random forest dengan akurasi 93%. Kata Kunci: CART, Cloud Computing, Google Earth Engine, NBC, RFC, SVM. DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v10.i2.24219 Full Text:PDF (BAHASA INDONESIA) ReferencesAnggeriana, H., Kom, S., dan Kom, M. 2011. Cloud Computing. Jurnal Teknik Informatika, 1.Arisondang, V. 2015. Klasifikasi Tutupan Lahan Menggunakan Metode Segmentasi Berbasis Algoritma Multiresolusi (Studi Kasus Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat). Jurnal Teknik Geodesi Universitas Diponegoro: Semarang.Basuki, A. 2007. Pengantar Pengolahan Citra. PENS-ITS Surabaya.Danoedoro, P. 2012. Pengantar Penginderaan Jauh Digital. Yogyakarta : ANDI Offset.Edisuryana, M., Isnanto, R. R., dan Somantri, M. 2013. Aplikasi Steganografi Pada Citra Berformat Bitmap Dengan Menggunakan Metode End Of File. Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro, 2(3), 734-742.Fariz, T. R., Daeni, F., dan Sultan, H. 2021. Pemetaan Perubahan Penutup Lahan Di Sub-DAS Kreo Menggunakan Machine Learning Pada Google Earth Engine. Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 8(2), 85-92.Fariz, T. R., Permana, P. I., Daeni, F., dan Putra, A. C. P. 2021. Pemetaan ekosistem mangrove di Kabupaten Kubu Raya menggunakan machine learning pada Google Earth Engine. Jurnal Geografi: Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian, 18(2).Hendrawan, H., Gaol, J. L., dan Susilo, S. B. 2018. Studi kerapatan dan perubahan tutupan mangrove menggunakan citra satelit di Pulau Sebatik Kalimantan Utara. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 10(1), 99-109.Humaidah, N., Sudarsono, B., dan Prasetyo, Y. 2015. Analisis Perbandingan Kepadatan Pemukiman Menggunakan Klasifikasi Supervised Dan Segmentasi (Studi Kasus: Kota Bandung). Jurnal Geodesi Undip, 4(4), 73-80.Julianto, F. D., Putri, D. P. D., dan Safi’i, H. H. 2020. Analisis Perubahan Vegetasi dengan Data Sentinel-2 menggunakan Google Earth Engine. Jurnal Penginderaan Jauh Indonesia, 2(2), 13-18.Johansen, K., Phinn, S., and Taylor, M. 2015. Mapping woody vegetation clearing in Queensland, Australia from Landsat imagery using the Google Earth Engine. Remote Sensing Applications: Society and Environment, 1, 36-49.
Kondisi Sosial Ekonomi Nelayan Buruh Di Desa Muarapilu Kecamatan Bakauheni Kabupaten Lampung Selatan
Penelitian ini dilaksanakan untuk mengkaji umur, besar pendapatan, jumlah tanggungan, pendidikan anak, kepemilikan rumah, dan pengeluaran untuk kebutuhan pangan nelayan buruh di Desa Muarapilu, Kecamatan Bakauheni pada tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan populasi pada penelitian ini adalah 488 nelayan yang ada di Desa Muarapilu, Kecamatan Bakauheni, Provinsi Lampung. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan purposive sampling sebanyak 33 nelayan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil dari penelitian ini yaitu (1) umur nelayan buruh mayoritas berada pada kelompok umur 36 sampai 40 tahun dengan jumlah 12 nelayan atau 36,36%; (2) pendapatan nelayan buruh mayoritas memiliki pendapatan Rp.1.500.000/bulan dengan jumlah sebanyak 22 nelayan atau 66,7%; (3) jumlah tanggungan nelayan buruh mayoritas memiliki tanggungan sebanyak 3 orang dengan jumlah sebanyak 16 nelayan atau 48,48%; (4) pendidikan anak nelayan buruh mayoritas memiliki pendidikan pada jenjang SMP dan SMA dengan jumlah sebanyak 16 anak atau 32,65%; (5) kepemilikan rumah nelayan buruh mayoritas memiliki status rumah milik sendiri dengan jumlah sebanyak 25 nelayan atau 75,76%.; dan (6) pengeluaran untuk kebutuhan pangan mayoritas pengeluaran rumah tangga sebesar Rp.1.500.000 sampai Rp.2.000.000 dengan banyaknya nelayan buruh sebanyak 16 nelayan atau 48,48%.Kata Kunci : Keluarga Berencana, Pasangan Usia Subur Paritas Rendah, Unmet Need KBDOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v10.i1.2331
PENGELOLAAN KELAS GURU GEOGRAFI DI SMA NEGERI 1 BANJIT TAHUN PELAJARAN 2014/2015
The objective of this research was aimed to determine classroom management by geography teachers at SMAN 1 Banjitin academic year 2014/2015. The method was descriptive method. The population was all students of class X. The data collection techniques were interviews, questionnaires, observation and documentation. The data analysis used was descriptive analysis. Based on the research it:1. The motivation for learners was well enough (42.5%) and (42.5%) 2. The methods and learning models were good enough (31.25%) 3. The order of learning materials was good enough (46.25%) 4. The setting for an effective exercise is good enough 43.75%, (37.5%) and (41.25%) 5. The issue of individual differences of learners was good (55%) 6. The evaluation of the learning was good enough (47.5 %) (36.25%) and (40%) The directions for the students were good enough (35%) and (57.5%) 7. The infrastructures were good enough (38.75%) and (27.5%).Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengelolaan kelas guru mata pelajaran geografi di SMA Negeri 1 Banjit Tahun Pelajaran 2014/2015.Metode penelitian adalah deskriptif. Populasi adalah seluruh siswa kelas X. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, kuesioner, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif.Berdasarkan hasil penelitian. 1. Motivasi kepada peserta didik cukup baik (42,5%) dan (42,5%)2. Penggunaan metode dan model pembelajaran sudah cukup baik (31,25%)3. Urutan materi pembelajaran sudah cukup baik (46,25%)4. Pengaturan latihan yang efektif sudah cukup baik 43,75%, (37,5%) dan(41,25%)5. Masalah perbedaan individu peserta didik sudah baik (55%)6. Evaluasi pembelajaran sudah cukup baik (47, 5%) (36,25%) dan (40%) bimbingan siswa sudah cukup baik (35%)dan (57,5%) 7. Sarana dan Prasarana sudah cukup baik (38,75%) dan (27,5%).Kata Kunci:Pengelolaan Kelas, Guru Geografi, Pembelajara
DESKRIPSI PENGEPUL IKAN SELAMA PANDEMI COVID-19 DI DESA KETAPANG KECAMATAN KETAPANG LAMPUNG SELATAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pengepul ikan selama pandemi covid-19 di Desa Ketapang Kecamatan Ketapang Lampung Selatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan jumlah responden sebanyak 22 pengepul ikan. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah obervasi, kuesioner, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik deskriptif dengan analisis tabel persentase. Penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) jam kerja pengepul ikan merupakan jam kerja panjang, (2) ikan yang dikumpulkan pengepul ikan tetap sama sebelum dan pada masa pandemi covid-19, (3) harga beli ikan menurun pada masa pandemi covid-19, (4) jumlah ikan yang terjual tetap sama sebelum dan pada masa pandemi covid-19, (5) harga jual ikan menurun pada masa pandemi covid-19, (6) pendapatan pengepul ikan menurun pada masa pandemi covid-19. Kata Kunci: Deskripsi, Pengepul Ikan, Pandemi Covid-19 DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v10.i2.2494
ANALISIS PERUBAHAN PENGGUNAAN TANAH DAN ZONA NILAI TANAH AKIBAT PEMBANGUNAN MASS RAPID TRANSIT (MRT) TAHAP 1 DI KECAMATAN MENTENG JAKARTA PUSAT (TAHUN 2014 - 2021)
Kecamatan Menteng memiliki 6 kelurahan, dengan luas 653 Ha. Pada tahun 2014 Pemda DKI Jakarta membangun mass rapid transit (MRT). Tingginya permintaan tanah dikawasan sekitar stasiun MRT menyebabkan perubahan harga tanah yang cenderung meningkat. Kondisi tersebut dapat menjadi penyebab perubahan penggunaan tanah. Penelitian ini menggunakan peta penggunaan tanah tahun 2014 dan 2021. Data tersebut digunakan untuk menganalisis perubahan penggunaan tanah. Sedangkan, analisis perubahan nilai tanah menggunakan peta zona nilai tanah tahun 2014 dan peta zona nilai tanah tahun 2021 yang didapatkan dari hasil survei lapangan menggunakan metode penilaian tanah masal. Dari hasil tersebut, dilakukan analisis pengaruh perubahan penggunaan tanah terhadap perubahan nilai tanah di Kecamatan Menteng sebagai akibat dari pembangunan MRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total luas perubahan tanah sebesar 18,604 hektar atau 2,879%. Rincian perubahan tersebut yaitu perdagangan naik 1,362%, pemukiman turun 1,938%, hotel naik 0,071%, danau naik 0.114%, tanah kosong turun 0,006%, taman naik 0,368%, PT teratur naik 0,485%. kenaikan harga tertinggi adalah sebesar Rp110.218.903/m2 karena terdapat perubahan penggunaan tanah dari perumahan teratur menjadi perdagangan. kenaikan nilai tanah terbesar yang dilihat dari karakteristik penggunaan tanah dominan terdapat pada kawasan komersial atau perdagangan yaitu sebesar 187% dengan kenaikan nilai Rp76.170.137/m2. Kata Kunci: Perubahan Penggunaan Tanah, Perubahan, Nilai tanah, Zona Nilai Tanah, Menteng, Penilaian Tanah Masal. DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v10.i2.2421
KAJIAN TENTANG PENYEBAB TRANSMIGRAN BERTAHAN TINGGAL DI DESA TIRTA KENCANA
: Tirta Kencana is one of the villages which became the settlement of transmigrant from Java in the year 1973/1974. Location hebitable be supporting settlement that transmigrants remain in transmigration sites. In addition, the area of land they have also influenced decisions to survive. Traditional still life in Java have implications for the economic life of the family and next-generation transmigrants. The issue of land and the narrowing of the rampant crime situation in the village was not making transmigrants in Tirta Kencana move to another place. This situation is interesting to study so that the purpose of this study was to determine the cause of transmigrants survive living in Tirta Kencana subdistrict of Tulang Bawang Tengah regency of Tulang Bawang Barat in 2012. The population in this study as many as 329 migrants. Samples taken are as many as 66 samples with Proportional Random Sampling technique in seven hamlets. The method used is descriptive method and data collection techniques are observation, structured interviews and documentation. Data analysis techniques using frequency tables and cross-tabulations as the basis for describing the data obtained and responding to expressed. The results showed that transmigrants endure living in the village of Tirta Kencana subdistrict of Tulang Bawang Tengah regency of Tulang Bawang Barat in 2012 because 1) The availability of facilities and adequate transportation infrastructure (89.4%), 2) as well as the relatives who have blood relations (98.5%). As for 3) Land owned (60.6%) is caused migrants to survive living in the village of Tirta Kencana and 4) ownership of valuable goods is not proven to be the cause of migrants survive living in the village of Tirta Kencana (48.5%).Key words: Last recidence, location of transmigratio