JPG (Jurnal Penelitian Geografi)
Not a member yet
    304 research outputs found

    STUDI TENTANG KEDUDUKAN ANAK PEREMPUAN DALAM SISTEM PEWARISAN ADAT BALI

    Get PDF
    This research was aimed to know the daughter position in Balinese inherited tribe system in Seputih Raman district, Subdistrict Center Lampung 2013. The methods of this research was  descriptive. Object of this research is position of daughter in Balinese inherited tribe system. The data colllecting technique used obsevation, interview and documentation. The data analysis used descriptive analysis. The result of this research showed that: (1) Balinese tribe used Patrilineal system. (2) daughter has gotten apart of their parents have changed to bequest. (3) Parents strove for deciding heir with the changes of position daughter to be son.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kedudukan anak perempuan dalam sistem pewarisan adat Bali di Kecamatan Seputih Raman Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Objek dalam penelitian ini adalah kedudukan anak perempuan dalam sistem pewarisan Adat Bali. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, teknik wawancara dan teknik dokumentasi. Teknik analisa data dengan menggunakan analisis deskriftif. Berdasarkan hasil pengolahan data, hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) sistem kekerabatan masyarakat Bali adalah Sistem Kekerabatan Patrilineal. (2) Anak perempuan telah mendapat bagian pada harta waris orang tua mereka yang beruba hibah. (3) Upaya yang dilakukan oleh orang tua dalam menetapkan ahli waris adalah melalui pengangkatan status anak perempuan menjadi anak laki-lakiKata kunci : adat bali, kedudukan anak perempuan, sistem pewarisan

    KEBERADAAN PT.BUMI MADU TERHADAP SERAPAN TENAGA KERJA DI KECAMATAN NEGERI BESAR

    Get PDF
    The aim of this research was to find out description of the existence of PT. Bumi Madu toward workforce absorption in Negeri Besar sub district of Way Kanan district in 2011. The research objects were the origin of workforce, employee recruitment system, workforce absorption, employee’s working hours, and waging system. This was a descriptive research. Data were collected using observation, documentation, and structured interview. Data were analyzed using percentage table analysis. PT. Bumi Madu Mandiri The results showed that: 1) 80% employees working in PT. Bumi Madu Mandiri came from Negeri Besar sub district; 2) workforce recruitment system was conducted by giving new occupational positions for internal employees in the company; 3) workforce absorption was 200 labors and only 1.4% workforce in Negeri Besar sub district was absorbed by this company; 4) each employee averagely had 40 working hours weekly; and 5) the labor salary was approximately Rp. 800,000 to Rp. 1,000,000 per month.   Penelitian ini bertujuan menggambarkan keberadaan PT. Bumi Madu Mandiri terhadap serapan tenaga kerja di Kecamatan Negeri Besar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, sedangkan teknik pengumpulan data yang  digunakan yaitu observasi, dokumentasi dan wawancara terstruktur serta teknik analisa data yang digunakan adalah analisis tabel persentase . Objek  penelitian ini adalah PT. Bumi Madu Mandiri. Hasil penelitian ini menunjukan: 1).  80 % karyawan yang bekerja berasal dari Kecamatan Negeri Besar, 2). Sistem penerimaan tenaga kerja dilakukan dengan cara memberikan posisi yang baru kepada karyawan dari dalam perusahaan, 3) Jumlah serapan tenaga kerja yang bekerja 200 orang karyawan dan 1,4 % dari jumlah usia angkatan kerja yang baru dapat diserap, 4). Rata-rata karyawan memiliki 40 jam/minggu curahan jam kerja, dan 5). Gaji atau upah karyawan yang diterima berkisar Rp. 800.000,- –  Rp. 1.000.000,- per bulan.Kata kunci: pt.bumi madu mandiri, serapan, tenaga kerja

    PERSEPSI WISATAWAN TERHADAP OBYEK WISATA AIR TERJUN WAY LALAAN

    Get PDF
    This study aimed to obtain information on the tourist’s perceptions on tourism object waterfall way  lalaan in tanggamus 2013. The point of studies is on the accessibility, facilities, availability of infrastructure, security and promotional and information. This  study used survey method. The amount population was 50 tourists. The technique to collect data used observation, questionnaires, and documentation. Data was analize using the percentage tables. The results showed that: (1) Accessibility in Waterfall Way Lalaan was support. (2) Facility in Waterfall Way Lalaan less supportive. (3) Availability of infrastructure was less support. (4) Objects Waterfall Way Lalaan was safe to visit. (5) Promotion and information about Waterfall Way Lalaan less well.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai Persepsi Wisatawan terhadap Obyek Wisata Air Terjun Way Lalaan di Kabupaten Tanggamus Tahun 2013. Titik tekan kajiannya pada aksesibilitas, fasilitas, ketersediaan infrastruktur, keamanan serta promosi dan informasi. Metode yang digunakan adalah metode survey. Populasi penelitian adalah 50 orang wisatawan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Analisa data menggunakan tabel persentase. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Aksesibilitas Obyek Wisata Air Terjun Way Lalaan mendukung. (2) Fasilitas Obyek Wisata Air Terjun Way Lalaan kurang mendukung. (3) Ketersediaan infrastruktur kurang mendukung. (4) Obyek Wisata Air Terjun Way Lalaan aman untuk dikunjungi. (5) Promosi dan informasi Obyek Wisata Air Terjun Way Lalaan kurang baik.Kata kunci: air terjun, persepsi, way lalaan

    DESKRIPSI USAHA PERTANIAN PADI SAWAH DI DESA NANTAL

    Get PDF
    This study aims to examine the description of Rice Farming at Nantal Village covering acreage, rice cultivation, farmer knowledge about rice farming, production costs, production and net income. The method used is descriptive. Retrieval techniques date of observation, structured interviews, and documentation. The results showed that: 1). Average acreage is 0.76 Ha. 2). Seeds used are the type of IR64, using tractor of land preparation, irrigation use the technical irrigation, river and rain-fed, the most prolific type of fertilizer is NPK, Eradication of pests by spraying pesticides and insectisida. 3). The source of their knowledge of rice farming that is of a family, participate in training, counseling participate, and ask neighbors. 4). Average production cost is 4.115.380, -/orang. 5). Average production is 1.952 kg/ha. And 6). Average net income of   8.807.837, -/people.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Deskripsi Usaha Pertanian Padi Sawah di Desa Nantal yang meliputi luas lahan garapan, budidaya tanaman padi, pengetahuan petani tentang pertanian padi, biaya produksi, produksi dan pendapatan bersih. Metode yang digunakan yaitu deskriptif. Teknik pengambilan data yaitu observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). Rata-rata luas lahan garapan yaitu 0,76 Ha. 2). Bibit unggul yang digunakan yaitu jenis IR64, pengolahan lahan dengan menggunakan traktor, pengairan menggunkan irigasi teknis, sungai dan tadah hujan, jenis pupuk yang paling produktif yaitu NPK, pemerantasan hama dengan cara disemprot menggunakan pestisida dan insectisida. 3). Sumber pengetahuan petani tentang pertanian padi yaitu dari keluarga, ikut pelatihan, ikut penyuluhan, dan bertanya kepada tetangga. 4). Rata-rata biaya produksi adalah Rp 4.115.380,-/orang. 5). Rata-rata Produksi yaitu 1.952 kg/Ha. Dan  6) Rata-rata pendapatan bersih yaitu Rp 8.807.837,-/orang.Kata kunci: desa nantal, padi sawah, usaha pertanian

    DESKRIPSI PETANI SINGKONG DESA LAMBU KIBANG

    Get PDF
    The purpose of this study is to describe cassava farmers in the village of Lambu Kibang Kibang Budi Jaya west subdistrict Tulang Bawang Regency 2012. Research is using descriptive methods,with population of 251 families, a sample of 20% (50 families). Results of the study: 1). A total of 100% cassava farmers plant cassava poison. 2). The average land area of 2.82 ha respondents. 3). Total production average of 56,800 kg/farmers.4). Total production in the selling price of Rp. 780 and marketed to pabric.5). Rp.616.170.000 total production costs by an average of Rp. 12.323.400/farmers. 6). Total net revenues in the first planting time Rp.1.559.450.000 income of 26 respondents Rp.490.791.600 Rp.18.876.600/farmers average, net income of 24 respondents Rp.1.068.638.400 with an average of Rp 44.526.600/farmers. 7). All respondents 100% is able to meet the minimum basic.Tujuan penelitian mengkaji deskripsi petani singkong di Desa Lambu Kibang Kecamatan Kibang Budi Jaya Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2012. Penelitian menggunakan metode deskriptif, populasi sebanyak 251 KK, sampel sebanyak 20% (50 KK) .  Hasil penelitian : 1). Sebanyak 100% petani singkong menanam singkong racun. 2). Luas lahan rata-rata responden 2,82 ha.3).Produksi singkong rata-rata 56.800 kg/petani.4). Seluruh produksi singkong di jual dengan harga Rp. 780 dan dipasarkan ke pabrik.5).Total biaya produksi Rp.616.170.000 rata-rata Rp. 12.323.400/petani. 6). Total pendapatan bersih dalam 1 kali tanam Rp.1.559.450.000 dengan rata-rata pendapatan bersih 26 responden Rp.490.791.600 rata-rata Rp.18.876.600/petani, pendapatan bersih 24 responden Rp.1.068.638.400 rata-rata Rp 44.526.600/petani. 7). Seluruh responden 100% mampu memenuhi kebutuhan pokok minimum. Kata kunci : biaya produksi, kebutuhan pokok minimum, petani singkon

    STUDI KASUS PADA SMA LUAR BIASA B (TUNARUNGU) DHARMA BHAKTI DHARMA PERTIWI

    Get PDF
    This study aims to determine the curriculum, tools, and methods used in integrated social studies learning in SLBB (deaf) Dharma Bhakti Dharma Pertiwi Bandar Lampung Academic year 2013/2014. The method used in this research is the case study method. Research the type of case study aims to find out about something in depth. Analysis of the data used is the collection, data reduction, data presentation and conclusion. The results showed that the curriculum used in the learning process is the Integrated Social Science curriculum is designed specifically for students who have physical limitations in this case deaf. This curriculum has a percentage of 60% skill and 40% common material. In the Integrated Social learning methods used in class XB (deaf) are two special methods that include group method, demonstration method, drill method, and study tours. While the individual methods include a question and answer method, face to face and oral.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kurikulum, sarana, dan metode yang digunakan dalam pembelajaran IPS terpadu di SMALB B (tunarungu) Dharma Bhakti Dharma Pertiwi Bandar Lampung Tahun Ajaran 2013/2014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Analisis data yang digunakan adalah pengumpulan, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum yang digunakan dalam proses pembelajaran IPS Terpadu adalah kurikulum khusus yang dirancang untuk peserta didik yang memiliki keterbatasan fisik dalam hal ini tunarungu. Kurikulum ini memiliki persentase 60% keterampilan dan 40% materi umum. Dalam pembelajaran IPS Terpadu metode yang digunakan dikelas X B (tunarungu) adalah dua metode khusus yaitu metode kelompok meliputi, metode demonstrasi, metode drill, dan karya wisata. Sedangkan metode individu meliputi metode tanya jawab, face to face dan oral.Kata kunci: bandar lampung, IPS terpadu, SMA luar bias

    PERBANDINGAN PRESTASI BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS X ANTARA MENGGUNAKAN POST-TEST

    Get PDF
    This research aimed to know a comparison of students’ learning achievement between the class with post-test and non post-test. This research is done in SMA N 1  Rumbia. The method of  this research is quasi-experimental research. In this research, independent variable is post test and dependent variable is learning achievement. The data was obtained by t-test used SPSS 17.0. The result of research shows that the comparison of students’ average score in the class which apply post-test is higher than non post-test.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan prestasi belajar antara kelas yang menggunakan post-test dan kelas yang tidak menggunakan post-test. Penelitian ini dilakukan di SMA N 1 Rumbia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Eksperimental-Semu. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebasnya adalah post test sedangkan variabel terikatnya yaitu prestasi belajar. Data pada penelitian ini diperoleh dengan uji-t menggunakan SPSS 17.0. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perbandingan prestasi belajar siswa pada  kelas yang menggunakan post-test lebih tinggi daripada kelas yang tidak menggunakan post-test.Kata kunci: perbandingan, post-test, prestasi belajar

    PENGEMBANGAN AGROWISATA BALAI BENIH INDUK HORTIKULTURA KECAMATAN PEKALONGAN KABUPATEN LAMPUNG TIMUR

    Get PDF
    This study is conducted to determine the development strategy of attractions that exist in the Balai Benih Induk Hortikultura Agro tourism Pekalongan Subdistrict, East Lampung. It used survey method. The object of research was the development of Balai Benih Induk Hortikultura Agro tourism Pekalongan Subdistrict, East Lampung and the subject of research was Balai Benih Induk Hortikultura Agro tourism Pekalongan Subdistrict, East Lampung. Techniques of data analysis were done by using qualitative description, the data obtained would be analyzed using SWOT analysis. The results of this study are: (1) There are four types of alternative agro-tourism development strategy BBIH Pekalongan that needs to be done, namely, strategy SO (Strengths and Opportunities), Strategy WO (Weakness and oppotunities), Strategy ST (Strength and Threats), and Strategy WT (Weakness and Threaths). (2) The success of tourism development is determined by three factors, namely, the availability of objects and tourist attraction, their accessibility facilities are facilities and infrastructure, and the suit is the target of tourism facilities.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui strategi pengembangan objek wisata pada kawasan agrowisata Balai Benih Induk Hortikultura Kecamatan Pekalongan, Kabupaten Lampung Timur. Penelitian menggunakan metode survei. Objek penelitian adalah pengembangan objek wisata kawasan agrowisata BBIH Pekalongan dan subjek penelitian yaitu agrowisata BBIH Pekalongan. Teknik analisis data dengan cara deskriptif kualitatif, data akan dianalisis dengan analisis SWOT. Dari hasil penelitian diketahui yaitu: (1) Terdapat empat jenis alternatif strategi pengembangan agrowisata BBIH Pekalongan yang perlu dilakukan yaitu, strategi SO (Strength and Opportunities), strategi WO (Weakness and Oppotunities), strategi ST (Strength and Threats), dan strategi WT (Weakness and Threaths). (2) Keberhasilan pengembangan pariwisata ditentukan oleh 3 faktor yaitu, tersedianya objek dan daya tarik wisata, adanya fasilitas accessibility, dan terjadinya fasilitas amenities. Kata kunci: agrowisata, BBIH, pengembangan, strategi

    PERBANDINGAN HASIL BELAJAR STAD DENGAN PROBLEM SOLVING DAN STAD TANPA PROBLEM SOLVING

    Get PDF
    This study aims to investigate : (1) The difference between learning outcomes of Geography at STAD learning model with problem solving and learning model STAD with no problem solving. (2) The difference between the increase (n with-gain) of Geography learning outcomes using STAD learning model with problem solving and learning model STAD with no problem solving. The research used a quasi-experimental method (Quasi Experimental Design). The population in this research were all students of class X which consists of two classes such as experimental class (X.1) and a control class (X.2). Data analysis used t test. The results are: (1) There are differences in geography learning outcomes using STAD learning model with Problem Solving higher than the learning outcomes of Geography students with learning model STAD without Problem Solving. (2) There are differences in the increase (n-gain) Geography learning outcomes with STAD learning model with problem solving and learning model STAD without Problem Solving.Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Perbedaan hasil belajar Geografi pada model pembelajaran STAD dengan Problem Solving dan model pembelajaran STAD tanpa Problem Solving. (2) Perbedaan peningkatan (n-gain) hasil belajar Geografi menggunakan model pembelajaran STAD dengan Problem Solving dan model pembelajaran STAD tanpa Problem Solving. Penelitian menggunakan metode eksperimen semu (Quasi Experimental Design). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X yang terdiri dari dua kelas yaitu kelas eksperimen (X.1) dan kelas kontrol (X.2). Analisis data menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Ada perbedaan hasil belajar Geografi yang menggunakan model pembelajaran STAD dengan Problem Solving lebih tinggi dari pada hasil belajar Geografi siswa dengan model pembelajaran STAD tanpa Problem Solving. (2) Ada perbedaan peningkatan (n-gain) hasil belajar Geografi dengan model pembelajaran STAD dengan Problem Solving dan model pembelajaran STAD tanpa Problem Solving.Kata kunci: hasil belajar, problem solving, STA

    HUBUNGAN PERSEPSI SISWA TENTANG KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DAN MOTIVASI BELAJAR

    Get PDF
    This study aims to examine the relationship of students 'perceptions of teachers' professional competence and motivation to learn the geography of learning outcomes in SMA 1 Sukau Academic Year 2013/2014. The method used is a correlation study. The results of the research are: There was a significant positive relationship between, (1) students' perceptions about the professional competence of teachers to student outcomes. (2) learning motivation with students 'learning outcomes. (3) Students 'perceptions about the professional competence of teachers with students' motivation. (4) Students 'perceptions of teachers' professional competence and motivation of the student learning outcomes.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan persepsi siswa tentang kompetensi profesional guru dan motivasi belajar dengan hasil belajar geografi di SMA Negeri 1 Sukau Tahun Pelajaran 2013/2014. Metode yang digunakan adalah penelitian korelasi. Hasil penelitian: Ada hubungan yang positif dan signifikan antara, (1) Persepsi siswa tentang kompetensi profesional guru dengan hasil siswa. (2) Motivasi belajar dengan hasil belajar siswa. (3) Persepsi siswa tentang kompetensi profesional guru dengan motivasi belajar siswa. (4) Persepsi siswa tentang kompetensi profesional guru dan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa.Kata kunci: hasil belajar, kompetensi profesional guru, motivasi

    293

    full texts

    304

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JPG (Jurnal Penelitian Geografi)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇