JPG (Jurnal Penelitian Geografi)
Not a member yet
304 research outputs found
Sort by
DESKRIPSI FAKTOR-FAKTOR YANG MENDUKUNG PEMEKARAN WILAYAH PEKON TAMBAHREJO BARAT
This research aimed to know the suitability between the factors supporting the region expansion of Tambahrejo Barat village. The focus was on the importance of planning in the region expansion by describing (1) the physical aspects, including: factors of an area, the boundaries of the region, and the infrastructure of the village (2) the aspects of non relevant factors, which include: the number of inhabitants, the aspirations of the community of the village, and the economic potential of the village. The method used descriptive method. The number of respondents were 15 people. Data collection technique was using the method of observation, interviews, literature study, and documentation. The analysis of the data used was descriptive qualitative data analysis. The results of this research showed that the factors supporting the region expansion of Tambahrejo Barat village reviewed from the physical aspects and non-physical aspects is in compliance with the provisions of the terms of the expansion of the village.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian antara faktor-faktor pendukung pemekaran wilayah Pekon Tambahrejo Barat. Fokus kajiannya adalah pentingnya perencanaan dalam pemekaran wilayah dengan mendeskripsikan tentang (1) aspek fisikal, yang meliputi: faktor luas wilayah, batas wilayah, dan prasarana desa (2) aspek non fisikal, yang meliputi: faktor jumlah penduduk, aspirasi masyarakat desa, dan potensi ekonomi desa. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Jumlah responden sebanyak 15 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor pendukung pemekaran wilayah Pekon Tambahrejo Barat yang ditinjau dari aspek fisikal dan aspek non fisikal sudah sesuai dengan ketentuan persyaratan pemekaran desa.kata kunci: faktor pendukung, pemekaran wilayah, pekon tambahrejo barat
PROFIL PEDAGANG LESEHAN DI JALAN KARTINI KELURAHAN PALAPA KECAMATAN TANJUNG KARANG PUSAT
This study aimed to obtain the information about the profile of Lesehan trader at kartini street. The object of this research was lesehan food businesses. The subject of this research was Lesehan seller. This research used descriptive research method with 15 people as trader. Data were collected by observation technique, and structured interviews. The results of this research showed that most of the sources business fund were from private fund. The education level of the business owners which was 46.67% were high school graduates. The license taken out by the Government City of Bandar Lampung has been owned by lesehan food businesses owner which made this business as livelihood. The labours which every lesehan owned were between 2-3 people. 60% of trader earn more than 2.4 million Rupiah/ month.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai Profil Pedagang lesehan di Jalan Kartini . Objek penelitian yaitu usaha lesehan. Subjek penelitian ini ialah pedagang lesehan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pedagang sebanyak 15 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara terstruktur. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar sumber modal usaha berasal dari uang pribadi . Pendidikan pemilik usaha sebanyak 46,67 % merupakan lulusan SMA. Surat izin yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Bandar Lampung telah dimiliki oleh para pedagang lesehan yang menjadikan usaha ini sebagai pekerjaan pokok. Tenaga kerja yang dimiliki setiap warung lesehan antara 2 3 orang. 60 % pedagang memperoleh pendapatan lebih dari Rp 2.400.000/bulan.Kata kunci: lesehan, profil, pedagan
MONITORING PERUBAHAN HUTAN MENGGUNAKAN CITRA SATELIT DI REGISTER 45 KECAMATAN MESUJI TIMUR TAHUN 2016
The purpose of this study is to find the alterationdistribution, breadth and transfer of functions of the producting forest in register 45 sungai buaya East Mesuji Regency from 2000 until 2016. Descriptive analysis was used in this research and the interpretations of Landsat Sattelite in 2000 until 2016 were also involved.The object of research covers all exiting production forest in register 45, East Mesuji Regency. Data collection techniques used are documentation, survey, and observation. The result showed (1) Distribution of production forest in the region of 45 registers from 2000-2016 have changed from west to east with the pattern extends along the road net work. (2) Alteration in production forest area in Regions 45 of 2000-2016, total production forest area is still 15.975,43 ha and the number of production forest is reduced to 24.141,01 ha.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan persebaran, luas, dan alih fungsi hutan produksi di wilayah Register 45 dari tahun 2000 sampai 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dan interpretasi visual citra satelit landsat tahun 2000dan 2016. Obyek penelitian meliputi seluruh hutan produksi di wilayah Register 45 Sungai Buaya Kecamatan Mesuji Timur. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dokumentasi, survey, dan observasi. Hasil penelitian menunjukan (1) Persebaran hutan produksi di kawasan Register 45 dari tahun 2000-2016 mengalami perubahan dari barat menuju timur dengan pola memanjang mengikuti jaringan jalan. (2) Perubahan luas hutan produksi di wilayah Register 45 tahun 2000-2016, jumlah area hutan produksi yang masih tetap 15.975,43 hadan jumlah hutan produksi yang berkurang mencapai 24.141,01 ha.Kata kunci : Alih Fungsi, Hutan Produksi, Luas, Persebaran
ANALISIS PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN SAWAH MENJADI PERMUKIMAN DI KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN 2012-2014
The purpose of this research was to acknowledge the changing of rice fields land use in Pringsewu Regency and the direction pattern change of rice-fields in Pringsewu. The research used the overlay method. The object of the research was rice fields which data turn into settlement. Data collection in research used observation, interviews and documentation method from associated agencies. Analysis of data used in this research was overlay. Results in this study were: 1 . In 2012-2014 in Pringsewu Regency there is a massive change of rice fields with 515,74ha turn to be settlement. 2 Patterns and distribution of rice field land change in Pringsewu to be settlements was greatest happened in Pringsewu subdistrict as a center of government, in Gadingrejo, Pagelaran, Sukoharjo which was leading to the north, central and eastern. There are three subdistricts which are not experienced the land change of rice fields, there are Adiluwih, Banyumas and Pardasuka subdistrict.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perubahan penggunaan lahan sawah di Kabupaten Pringsewu dan pola arah perubahan lahan sawah di Kabupaten Pringsewu. Penelitian ini menggunakan metode overlay. Objek dalam penelitian ini adalah lahan sawah yang berubah menjadi permukiman. Pengumpulan data dalam penelitian mengggunakan metode observasi, metode wawancara dan metode dokumentasi data dari dinas-dinas terkait. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah cara overlay. Hasil dalam penelitian ini: 1. Pada tahun 2012-2014 diKabupaten Pringsewu terjadi perubahan lahan sawah seluas 515,74ha menjadi permukiman. 2. Pola dan sebaran perubahan lahan sawah menjadi permukiman di Kabupaten Pringsewu paling banyak terjadi dan berpusat di Kecamatan Pringsewu sebagai pusat pemerintahan, Kecamatan Gadingrejo, Kecamatan Pagelaran, Kecamatan Sukoharjo yang mengarah ke utara, tengah dan timur. Terdapat tiga Kecamatan yang tidak mengalami alih fungsi lahan sawah, yaitu Kecamatan Adiluwih, Banyumas dan Pardasuka.Kata kunci: perubahan penggunaan lahan, sawah, permukima
PENAMBANGAN BATUBARA OLEH RAKYAT DI DESA TANJUNG LALANG KECAMATAN TANJUNG AGUNG
This study aimed to assess on coal mining by the people in the village of Tanjung Lalang Sub District Tanjung Agung, with a pressure point on the review of mining areas, the number of miners, revenue per month, the number of mining and mine way. This research used descriptive method. The results showed that: (1) The area of coal mining predominantly on location VI (very narrow) as many as 13 people. (2) The number of coal miners dominated by miners in a large area with a number of miners were 105 people. (3) The amount of a coal mine as much as 6 points. (4) How coal mining communities that is the way in and open pit mines.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang penambangan batubara oleh rakyat di Desa Tanjung Lalang Kecamatan Tanjung Agung, dengan titik tekan kajian pada wilayah penambangan, jumlah penambang, pendapatan per bulan, jumlah penambangan dan cara menambang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Wilayah penambangan batubara didominasi Lokasi VI (sangat sempit) sebanyak 13 orang (2) Jumlah penambang batubara didominasi oleh penambang pada lahan yang luas dengan jumlah penambang sebanyak 105 orang. (3) Jumlah tempat penambangan batubara sebanyak 6 titik penambangan. (4) Cara penambangan batubara oleh masyarakat dengan cara tambang dalam dan tambang terbuka.Kata kunci: penambangan, batubara, rakya
PROFIL KEADAAN SOSIAL EKONOMI KELUARGA PETANI TAMBAK DESA MARGASARI KECAMATAN LABUHAN MARINGGGAI
This study aimed to assess the condition of family socio economic fish farmers at Margasari village. This research used descriptive method, the population of this research were 35 households. All of the populations were sampled. The data here collecting through observation, interviews, and documentation. The data analysis used table presentation. These results indicate that: (1) 68.57% of fish farmers was graduate of junior high school, (2) 51.43% fish farmers that have children >2, with an average of 2.84 children and 51.43% fish farmers have dependents >5 peoples, (3) Farmers has average pond area of 0.82 ha, (4) The average income of farm families every pond of farms amount of Rp 48.968.114,-/year, (5) An addition average income (fields, gardens, labor and trade), each household of fish farmers is Rp 13,410,180,-/year (6) Average total income of each families fish farmers is Rp 62.404.000,-/year, (7) The level of subsistence families are all metPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi sosial ekonomi keluarga petani tambak Desa Margasari. Penelitian menggunakan metode deskriptif, populasi penelitian 35 KK. Semua populasi dijadikan sampel. Pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dengan tabel persentase. Hasil penelitian menunjukan: (1) 68,57% petani tambak berpendidikan menengah, (2) 51,43% petani tambak memiliki jumlah anak >2, dengan rata-rata 2,84 anak dan 51,43% petani tambak mempunyai tanggungan >5 orang, (3) Petani tambak rata-rata memiliki luas lahan 0,82 ha, (4) Rata-rata pendapatan kepala keluarga petani tambak dari usaha tambak sebesar Rp 48.968.114,-/tahun, (5) Rata-rata pendapatan tambahan (sawah, kebun, buruh dan dagang) setiap kepala keluarga petani tambak sebesar Rp 13.435.885,-/tahun, (6) Rata-rata pendapatan total setiap kepala keluarga petani tambak sebesar Rp 62.404.000,-/tahun. (7) Tingkat pemenuhan kebutuhan pokok keluarga semuanya terpenuhi.Kata kunci : petani, tambak, sosial ekonom
KENDALA GURU MENGAJAR PENGINDERAAN JAUH DI SMA NEGERI 1 GEDONG TATAAN TAHUN PELAJARAN 2014-2015
This study aimed to assess the geography teachers constraints in teaching remote sensing material in SMA Negeri 1 Gedong Tataan. Pressure point of this studies is on the selection of the source books, understanding the material, the use of teaching methods, the use of media and the learning process. The method used was descriptive qualitative method. The research population was a geography teacher who taught class XII IPS in SMA Negeri 1 Gedong Tataan. The data were collected by observation, structured interviews and documentation. The result of the research indicated, that: 1) teacher did not master the material of remote sensing so that it becomes an obstacle in understanding and conveying the material; 2) teacher used less variety of learning methods in teaching remote sensing; 3) teacher in the learning process did not use the media in accordance with the material; 4) teacher never attend trainings organized by educational institutions.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kendala guru geografi dalam mengajar materi penginderaan jauh di SMA Negeri 1 Gedong Tataan. Titik tekan kajiannya pada pemilihan buku sumber, pemahaman materi, penggunaan metode pembelajaran, penggunaan media dan proses pembelajaran. Metode yang digunakan metode kualitatif bersifat deskriptif. Populasi penelitian adalah seorang guru geografi yang mengajar kelas XII IPS di SMA Negeri 1 Gedong Tataan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara terstruktur dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan, bahwa: 1) Guru kurang menguasai materi Penginderaan Jauh sehingga masih menjadi kendala dalam memahami dan menyampaikan materinya; 2) Guru kurang menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi dalam mengajar Penginderaan Jauh; 3) Guru dalam proses pembelajaran tidak menggunakan media yang sesuai dengan materi; 4) Guru tidak pernah mengikuti pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan.Kata kunci: kendala, guru geografi, penginderaan jau
KINERJA PENGAWAS MADRASAH KEMENTERIAN AGAMA KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2015
Supervisors in performing their duties had not been implemented to the maximum. The purpose of this study was to describe and analyze the performance of supervisory in madrasah which includes four components, namely: the preparation of the surveillance program, program implementation, evaluation, professional guide and train teachers. Qualitative research methods was used that are based on the theory of phenomenology. The informants were 8 people consisting of 1 section chief educators,2 supervisors Madrasah, 3 evaluation, and 4 madrasah teachers. The results showed performance of the Madrasah supervisors in doing their duties is even in monitoring program implementation, evaluation, and implementation of guidance and professional training of teachers has not done well. Supervisors should receive training in accordance with their duties and functions.Pengawas dalam melaksanakan tugasnya belum terlaksana dengan maksimal. Tujuan penelitian ini untuk mendiskripsikan dan menganalisis kinerja pengawas madrasah yang meliputi 4 komponen, yaitu: penyusunan program pengawasan, pelaksanaan program, evaluasi, membimbing dan melatih profesional guru. Metode penelitian yaitu kualitatif yang didasari teori fenomenologi. Informan penelitian berjumlah 8 orang yang terdiri dari kepala seksi tenaga pendidik dan kependidikan 1 orang, pengawas Madrasah 3 orang, dan 4 guru madrasah. Hasil penelitian menunjukkan Kinerja Pengawas Madrasah dalam melaksanakan tugasnya baik pelaksanaan program pengawasan, evaluasi, serta pelaksanaan pembimbingan dan pelatihan profesional guru belum terlaksana dengan baik. Pengawas perlu mendapat pelatihan sesuai tugas pokok dan fungsinya.Kata kunci: kinerja, pengawas, madrasah
FAKTOR PENDUKUNG KERAJINAN BATU BATA DI KELURAHAN RAJABASA JAYA BANDAR LAMPUNG 2012
This study aimed to describe the supporting factors of the establisment of craft business bricks in Rajabasa Jaya subdistrict, Rajabasa district, Bandar Lampung city in 2012. This research used descriptive method. Population research amounted to 50 head of the family craftsman brick. Data retrieval was performed by using techniques of observation, interview and documentation. Data analysis was using percentage as the basis of description. The results showed that : (1) the easiness in obtaining capital support for craft business bricks; (2)it is not easy to get raw materials still support for craft business bricks; (3) the easiness to meet the needs of water support for craft business bricks; (4) not easy to get a fixed fuel still support for craft business bricks; (5) the easiness of transportation support for craft business bricks; (6) the easiness of marketing support for craft business bricks.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor pendukung berdirinya usaha kerajinan batu bata di Kelurahan Rajabasa Jaya Kecamatan Rajabasa Kota Bandar Lampung Tahun 2012. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Populasi penelitian berjumlah 50 kepala keluarga (KK) perajin usaha batu. Pengambilan data dilakukan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dengan persentase sebagai dasar deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) mudahnya mendapatkan modal mendukung untuk usaha kerajinan batu bata; (2) tidak mudahnya mendapatkan bahan mentah tetap mendukung untuk usaha kerajinan batu bata; (3) mudahnya memenuhi kebutuhan air mendukung untuk usaha kerajinan batu; (4) tidak mudahnya mendapatkan bahan bakar tetap mendukung untuk usaha kerajinan batu; (5) mudahnya sarana transportasi yang diperlukan mendukung usaha kerajinan batu bata; (6) mudahnya pemasaran mendukung untuk usaha kerajinan batu.Kata kunci: faktor pendukung, kerajinan batu bata, perajin
ANALISIS DAERAH RAWAN LONGSOR DI KECAMATAN WAY KRUI TAHUN 2015
This research aimed to know the characteristics of areas prone to landslide based on a prone landslide map in Way Krui sub district year 2014. The map was classified according to the prone area so it produced A area as the less prone to erosion, B area as the prone to erosion, C area as the less prone, D area as the prone landslide and E very vulnerable to landslide. This research was using overlay methods. Objects of this research were the landslide map. The subject in research was areas less to landslide in Way Krui sub district Pesisir Barat. The results of research were A area was less prone, B was prone area, C area was less prone, D area and the E area were very prone and in recommended to local conservation.The analysis which was gotten showed that parameter wich was dominant in way krui sub-district is settlement.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik daerah rawan longsor berdasarkan Peta Rawan Longsor di Kecamatan Way Krui tahun 2014. Peta tersebut digolongkan menurut area rawan sehingga menghasilkan area A sebagai daerah yang kurang rawan longsor, area B rawan longsor, area C kurang rawan, area D rawan longsor dan area E sangat rawan terhadap longsor. Penelitian ini menggunakan metode overlay. Objek dalam penelitian yaitu peta parameter longsor. Subjek dalam penelitian yaitu daerah rawan longsor di Kecamatan Way Krui Kabupaten Pesisir Barat. Hasil penelitian area A kurang rawan, area B rawan, area C kurang rawan, Area D rawan dan area E sangat rawan dan di sarankan untuk daerah konservasi. Analisis yang didapatkan bahwa parameter yang dominan di Kecamatan Way Krui adalah permukima.Kata kunci: daerah rawan longsor, overlay, parameter longsor