JPG (Jurnal Penelitian Geografi)
Not a member yet
304 research outputs found
Sort by
KESADARAN LINGKUNGAN SUKU TENGGER DALAM MEMPERTAHANKAN RUANG HIDUP DAN BUDAYA
Masifnya pengembangan industri pariwisata dapat berpengaruh terhadap kerusakan lingkungan. Namun, Suku Tengger yang berada di Desa Ngadisari mampu meningkatkan perekonomian melalui kegiatan pariwisata dan tetap dapat melindungi lingkungannya agar tetap lestari. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan alasan mengapa kedua keadaan tersebut dapat terwujud. Studi ini dirancang secara kualitatif dengan menggunakan metode wawancara dan kajian kepustakaan. Hasil Studi menunjukkan keterlibatan Suku Tengger Desa Ngadisari dalam konservasi lingkungan didasari oleh pemahaman bahwa kehidupan yang baik adalah kehidupan yang harmoni antara manusia, alam dan tuhan. Kesadaran lingkungan ini diperoleh secara non formal melalui pewarisan nilai dalam kegiatan upacara adat-keagamaan yang konsisten dilaksanakan. Peningkatan kesejahteraan Suku Tengger melalui pariwisata hanyalah salah satu dampak positif dari penerapan nilai keselarasan hidup. Kata Kunci: Kesadaran Lingkungan, Suku Tengger, Ruang Hidup, Konservasi Lingkungan, Ekowisata DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v11.i1.2701
PEMANFAATAN CITRA LANDSAT 8 UNTUK PEMETAAN PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI DAERAH TERDAMPAK ERUPSI GUNUNGAPI SEMERU (4 DESEMBER 2021)
Dampak erupsi Gunung Semeru pada tanggal 4 Desember 2021 berupa abu vulkanik dan material lainnya dapat diamati secara visual dengan citra penginderaan jauh, dalam hal ini ialah citra resolusi menengah. Data yang digunakan dalam penelitian adalah citra satelit Landsat 8. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perubahan penggunaan lahan terdampak erupsi Gunung Semeru pada 4 Desember 2021. Metode penelitian yang digunakan untuk mendeteksi dampak luasan erupsi ialah dengan memanfaatkan transformasi indeks vegetasi berupa NDVI (Normalized Difference Vegetation Index), klasifikasi penutupan lahan menggunakan metode klasifikasi terbimbing (supervised classification) dan Maximum Likelihood. Berdasarkan Analisis NDVI, luas wilayah terdampak adalah 2354,24 Ha. Kawasan terdampak erupsi berada di 3 desa yaitu Desa Oro-oro ombo, Desa Supiturang dan Desa sumberwuluh. Perubahan Tutupan lahan didapatkan dari hasil korelasi antara data klasifikasi tutupan lahan pra erupsi dan pasca erupsi. Kelas tutupan lahan hutan sebelum erupsi mempunyai luas 994,33 Ha (42%) mengalami perubahan menjadi 689,54 (30,70%). Sedangkan kelas penggunana lahan Pertanian dan Sawah pada tahun 2021 sebelum erupsi mempunyai total luas 531,14 Ha (22,53%), pasca erupsi mengalami perubahan menjadi 137,45 Ha. Pada kelas penggunaan lahan pemukiman luas sebelum erupsi yaitu 50.62 Ha (3%) mengalami perubahan menjadi 7,18 Ha (0,45%). Kata Kunci: erupsi, gunungapi, semeru, NDVI, lahar DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v11.i1.2695
PEMETAAN POLA PERSEBARAN WISATA KULINER KHAS LAMPUNG DI KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2022
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola persebaran wisata kuliner khas Lampung di Kota Bandar Lampung pada Tahun 2022. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah restoran-restoran di Kota Bandar Lampung yang menyediakan menu kuliner tradisional khas Lampung. Jumlah restoran yang menjadi populasi penelitian ini adalah 10 restoran. Penelitian ini menggunakan penelitian populasi, yang berarti seluruh populasi yang ada menjadi sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 10 restoran di Kota Bandar Lampung. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi teknik observasi, dokumentasi, wawancara, dan studi pustaka. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan Teknik Analisis Tetangga Terdekat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis menggunakan Teknik Analisis Tetangga Terdekat, pola persebaran wisata kuliner khas Lampung di Kota Bandar Lampung memiliki pola tersebar tidak merata (random) dengan nilai T = 0.84. Kata Kunci: wisata kuliner, pola persebaran, kuliner khas DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v11.i1.2713
KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI KEPALA KELUARGA DAERAH RAWAN BENCANA BANJIR DI KECAMATAN KELUMBAYAN KABUPATEN TANGGAMUS
Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan Karakteristik Sosial Ekonomi Kepala Keluarga Daerah Bencana Banjir di Kecamatan Kelumbayan Kabupaten Tanggamus. Titik kajiannya pada : pendidikan, jenis pekerjaan, pendapatan, jenis rumah, status kepemilikan rumah, jumlah anggota keluarga dan pemenuhan kebutuhan pokok. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Jumlah populasi sebanyak 324 kepala keluarga di daerah rawan bencana banjir, diambil sampel 15 % (49 KK). Pengumpulan data dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi. Analisis data dengan pendekatan keruangan yang digunakan sebagai dasar dalam interpretasi dan membuat deskripsi laporan penelitian. Hasil Penelitian menunjukkan : (1) Sebagian besar pendidikan kepala keluarga yang tinggal di daerah rawan bencana banjir Kecamatan Kelumbayan adalah Pendidikan dasar (SD dan SMP), (2) Jenis pekerjaan kepala keluarga yang tinggal di daerah rawan bencana banjir Kecamatan Kelumbayan sebagian besar adalah petani, (3) Pendapatan kepala keluarga yang tinggal di daerah rawan bencana banjir Kecamatan Kelumbayan rata-rata sebesar Rp 1.953.000,- per bulan, (4) Jenis rumah kepala keluarga yang tinggal di daerah rawan bencana banjir Kecamatan Kelumbayan sebagian besar permanen, (5) Sebagian besar status kepemilikan rumah kepala keluarga yang tinggal di daerah rawan bencana banjir Kecamatan Kelumbayan adalah milik sendiri, (6) Sebagian besar jumlah beban tanggungan setiap keluarga yang tinggal di daerah rawan bencana banjir Kecamatan Kelumbayan rata-rata 3 orang, (7) Sebagian besar pemenuhan kebutuhan pokok kepala keluarga yang tinggal di daerah rawan bencana banjir Kecamatan Kelumbayan nyaris miskin. Kata Kunci: sosial, ekonomi, kepala keluarga rawan bencana banjir, keruangan DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v11.i1.2708
Dampak Kerusakan Ekosistem Mangrove Terhadap Aktivitas Nelayan di Desa Jaring Halus Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengenai dampak yang timbul akibat kerusakan ekosistem mangrove terhadap aktivitas nelayan serta mencari solusi yang dapat dilakukan guna mengatasi kerusakan ekosistem mangrove di Desa Jaring Halus, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumenter. Populasi pada penelitian ini adalah masyarakat Desa Jaring Halus yang berjumlah 3.360 jiwa (907 KK), dengan sampel sebanyak 9 orang. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan pendapatan nelayan sebelum dan sesudah terjadi kerusakan ekosistem mangrove, yaitu sebelum ekosistem mangrove rusak, nelayan mendapatkan penghasilan hingga Rp. 300.000/hari, setara hasil tangkapan sebanyak 12 kg, setelah ekosistem mangrove rusak, nelayan hanya mendapatkan penghasilan Rp.100.000/hari, setara dengan hasil tangkapan sebanyak 4 – 5 kg. Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki ekosistem mangrove, seperti meningkatkan kesadaran masyarakat, rehabilitasi dan pengurangan aktivitas yang dapat merusak ekosistem mangrove, meningkatkan keberlanjutan ekonomi lokal, serta pemantauan terhadap kondisi mangrove.Kata kunci: aktivitas nelayan; jaring halus, secanggang; kerusakan mangrove; langkatDOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v11.i2.2752
PERSEPSI MASYARAKAT DESA AKE JAWI TERHADAP KEBERADAAN TAMAN NASIONAL AKETAJAWE LOLOBATA (TNAL) KABUPATEN HALMAHERA TIMUR
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui Persepsi Masyarakat Desa Ake Jawi Terhadap Keberadaan Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Sumber datanya adalah 22 keluarga yang berbatasan langsung dengan TNAL. Teknik pengumpulan data adalah observasi dan wawancara. Responden dipilih secara purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif (pengumpulan data, reduksi data, display data, verifikasi/penarikan kesimpulan). Berdasarkan analisis data yaitu (1) Persepsi sebagian kecil masyarakat yang memiliki persepsi baik terhadap keberadaan taman nasional yang dianggap masyarakat bahwa TNAL berdampak positif. Keberadaan taman nasional diharapkan dapat terus memanfaatkan sumber daya hutan dan menjaga kelestariannya di masa mendatang. Persepsi masyarakat yang kurang baik yaitu keberadaan TNAL tidak memberikan apa-apa melainkan hanya mengurangi luas lahan garapan mereka yang masuk ke dalam kawasan TNAL yang membuat masyarakat terganggu dengan keberadaan TNAL. Hal ini banyak terjadi pada responden Desa Ake Jawi yang mengenyam pendidikan dasar dan menengah. (2) Persepsi masyarakat Desa Ake Jawi disebabkan oleh faktor eksternal yaitu rendahnya tingkat pendidikan, kurangnya partisipasi sosialisasi, kurangnya pengalaman dan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang taman nasional dan fungsinya untuk kehidupan selanjutnya. Kata Kunci: Taman nasional, persepsi, masyarakat DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v9.i2.2705
NILAI SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT DESA BUKIT KECAMATAN SEMIDANG LAGAN TERHADAP POTENSI PARIWISATA
Salah satu desa wisata berbasis alam di Kecamatan Semidang Lagan Kabupaten Bengkulu Tengah adalah Desa Bukit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai sosial budaya masyarakat desa bukit kecamatan semidang lagan terhadap potensi pariwisata. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Informan penelitian ini adalah masyarakat dan pengelola, serta orang-orang dari dinas pariwisata dan kebudayaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah model interaktif untuk pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa A) Deskripsi lokasi penelitian B) Nilai Sosial Budaya Masayarakat Desa Bukit Kecamatan Semidang Lagan Terhadap Potensi Pariwisata. Diantaranya yaitu 1) kependudukan, 2) Pola Pemukiman, 3) Pendidikan, 4) Kesehatan, 5) Keagamaan, 6) Organisasi Masyarakat, 7) Relasi Sosial, 8) Adat Istiadat, 9) Tradisi, 10) Pariwisata, 11) Masalah dan Fenomena Sosial.Kata Kunci: Nilai, Sosial, Budaya, PariwisataDOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v11.i1.2710
Simulasi Hujan Lebat Pemicu Banjir Bandang Di Sub Das Sumbergunung Kota Batu Menggunakan Model WRF-ARW Skema Kessler Kain Fritsch
Peristiwa banjir bandang dipicu oleh curah hujan lebat. Dampak banjir bandang di Kota Batu tanggal 4 November 2021 mengakibatkan kerusakan harta benda, lahan pertanian, hancurnya permukiman masyarakat, matinya hewan ternak dan hilangnya nyawa manusia. Penelitian ini dilakukan di Sub DAS Sumbergunung Kota Batu, Jawa Timur dengan menggunakan model WRF-ARW skema mikrofisika Kessler dan skema cumulus Kain Fritsch. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data GFS pada tanggal 30 Oktober 2021 dengan resolusi 0,25ox0,250 yang digunakan untuk memprediksi kejadian hujan hingga pada tanggal 4 November 2021.Verfikasi model dilakukan dengan menggunakan tabel kontingensi dan verifikasi menggunakan batas toleransi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model ini mampu memprediksi kejadaian hujan dan tidak hujan dengan sangat baik. Akan tetapi model ini belum cukup baik dalam memprediksi ketebalan hujan hingga pada tanggal 4 November 2021. Meskipun demikian, model ini mampu memprediksi hujan hingga 2 hari kedepan yakni hingga tanggal 1 November 2021. Kata kunci: banjir bandang; kota batu; parameterisasi; sub das sumbergunung; WRF-ARW DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v11.i2.2770
Aplikasi Electrical Resistivity Tomography (ERT) untuk Sistem Grounding: Studi Kasus di Pesisir Bandar Lampung
Electrical resistivity tomography telah digunakan untuk membantu memetakan zona konduktif sebagai tapak penempatan electrode penangkal petir di Pesisir Bandar Lampung. Terdapat tiga lintasan ERT menggunakan konfigurasi Wenner-Schlumberger, panjang lintasan 200 m dan spasi antar electrode 6 m. Profil bawah permukaan memperlihatkan kemiripan tersusun oleh dua lapisan. Llapisan konduktif dengan kedalaman 0 – 15 m, menutup lapisan resistif di bawahnya. Zona konduktif dengan resistivitas < 7 Ω-m berupa lensa-lensa sebagai air tanah dangkal yang terpapar oleh air laut. Pengayaan unsur khususnya Na, Cl, dan Mg, telah menjadikan air tanah dangkal berperan sebagai konduktor dan memenuhi spesifikasi untuk penempatan electrode system penangkal petir. Kata kunci: ERT; grounding; pesisir bandar lampung DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v11.i2.2850
SUMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI
This research is: to identify the average score of learning otuput of the student in geography focusing on population dynamics. Of the second grade of social science class in SMA N 08 Bandar Lampung, academic year 2013/2014 to identify the contribution between the contextual teaching learning towards the learning otuput ini subject of geography about populations dynamics of the second grade of social science class of SMA N 08 Bandar Lampung academic years 2013/2014.The samples of this research were go student. The data analysis method used in this research was T test, independent sample T test.The result of data analysis conclude that the use of contextual teaching learning model in giving the significant contribution towards the learning output of citizenship dynamics in geography subject of the students. The learning output of the student by applying the contectual teaching learning is bettter (higher) than the output without applying the contectual teaching learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai rata-rata hasil belajar siswa pada mata pelajaran geografi tentang dinamika kependudukan kelas XI IPS di SMA Negeri 08 Bandar Lampung TA: 2013/2014. Untuk mengetahui sumbangan antara model pembelajaran kontekstual (contextual teaching learning) terhadap hasil belajar pada mata pelajaran geografi tentang dinamika kependudukan kelas XI IPS di SMA Negeri 08 Bandar Lampung TA: 2013/2014.Model yang digunakan pada penelitian ini adalah model korelasi. Jumlah sampel sebanyak 60 siswa. Analisis data yang digunakan adalah uji tindependent samples t test.Hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa: Penggunaan model pembelajaran berbasis kontekstual memberikan sumbangan yang signifikan terhadap hasil belajar dinamika kependudukan oleh siswa.Hasil belajar siswa dengan model pembelajaran berbasis kontekstual lebih tinggi dibandingkan dengan tanpa model pembelajaran berbasis kontekstual.Kata kunci: hasil belajar, model, pembelajaran kontekstua