JPG (Jurnal Penelitian Geografi)
Not a member yet
    304 research outputs found

    Perbedaan Hasil Belajar Geografi Antara Problem Based Learning dan Project Based Learning

    Full text link
    This study aims to determine the difference of learning Problem Based Learning and Project Based Learning on learning outcomes. The research method used is experimental research method. The research design used is a Counterbalanced Design, that is a design that performs group exchanges at certain times during the experimentation period. The subjects of this study were students of class XI IPS 1 and XI IPS 3 of 64 students. Data collection using test and data analysis is t-test. After the t-test obtained a tcount of 1.72 while the ttable at the 0.05 significance level of 1.66 or tcount> ttable. So it can be concluded reject Ho and Ha states there are differences in geography learning results between students who were given learning of Problem Based Learning and Project Based Learning but not significant.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pembelajaran Problem Based Learning dan Project Based Learning terhadap hasil belajar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah Counterbalanced Design, yaitu desain yang melakukan pertukaran kelompok pada waktu-waktu tertentu selama masa eksperimentasi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 1 dan XI IPS 3 sebanyak 64 siswa. Pengumpulan data menggunakan tes dan analisis data yaitu uji t-tes. Setelah dilakukan uji t diperoleh nilai thitung sebesar 1,72 sedangkan ttabel pada taraf signifikansi 0,05 sebesar 1,66 atau thitung > ttabel. Maka dapat disimpulkan menolak Ho dan Ha menyatakan terdapat perbedaan hasil belajar geografi antara siswa yang diberi pembelajaran Ploblem Based Learning dan Project Based Learning namun tidak signifikan.Kata Kunci: hasil belajar geografi, problem based learning, project based learnin

    Hasil Belajar Menggunakan Model Pembelajaran Koopratif Tipe Make A Match Dan Point Counter Point

    Full text link
    This research was purposed to see the differences in student learning using cooperative learning model Make A Match and Point Counter Point. This research type is experiment. The research population were the students of Class XI IPS SMAN 1 Talangpadang. Sampling was done by random sampling so that it was found class of XI IPS 4 and XI IPS 1. Data analysis using t test. There is no difference in average learning outcomes early ability of students grade XI IPS SMAN 1 Talangpadang.There is a significant average difference in the learning result using cooperative learning model Make A Match and Point Counter Point type towards students grade XI SMAN 1 Talangpadang. The average learning result using cooperative learning model Make A Match type was higher than the average learning result using cooperative learning model Point Counter Point type.Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan pembelajaran kooperatif tipe Point Make A Match dan Point Counter. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI IPS SMAN 1 Talangpadang. Pengambilan sampel dilakukan random sampling sehingga didapati kelas X1 IPS 4 dan Kelas XI IPS 1. Analisis data digunakan dengan menggunakan uji t.Tidak terdapat perbedaan rata- rata hasil belajar kemampuan awal peserta didik kelas XI IPS SMAN 1 Talangpadang. Terdapat perbedaan signifikan rata- rata hasil belajar menggunakan model pembelajaran koopratif tipe tipe Make A Match dan Point Counter Point terhadap peserta didik kelas XI SMAN 1 Talangpadang. Rata- rata hasil belajar menggunkan model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match lebih tinggi dibandingkan rerata hasil belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif Point Counter Point.Kata kunci: hasil belajar, make a match, point counter poin

    Sosial Ekonomi Keluarga Buruh Pabrik Tapioka Di Desa Rukti Basuki Tahun 2017

    Full text link
    This research aspects of social and economic, covering the number of children , the number of dependents , income levels and the level of subsistense minimum basic needs. Descriptive methods, by applying a technique data is observation, documentation and interview structured as well data analysis is based on the table the frequency of simple. Research results: 1. The number of children respondets are a little average two childrens. 2. The number of dependent respondets are a little average four persons. 3. The average income Rp 1.487.836,- respondents. 4. Basic needs 21 respondents did not fulfilled and 9 respondents fulfilled.Penelitian ini aspek kajiannya sosial ekonomi, meliputi jumlah anak, jumlah tanggungan, tingkat pendapatan dan tingkat pemenuhan kebutuhan pokok minimum. Metode deskriptif, dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, dokumentasi dan wawancara terstruktur serta teknik analisa data tabel persentase berdasarkan frekuensi sederhana. Hasil penelitian: 1. Jumlah anak responden tergolong sedikit dengan rata-rata dua orang anak. 2. Jumlah tanggungan responden tergolong sedikit dengan rata-rata empat orang. 3. Rata-rata pendapatan responden Rp 1.487.836,-. 4. Kebutuhan pokok 21 responden tidak terpenuhi dan 9 responden terpenuhi.Kata Kunci : buruh pabrik tapioka, ekonomi, sosia

    Karakteristik Sosial Ekonomi Pekerja Batu Lapis Bukit Widoro Payung

    Full text link
    The purpose of this research for reviewing the characteristic of social economic labours layer stone of widoro payung hill in gemahripah village in the gemahripah sub district pagelaran district in pringsewu. This research used descriptive research method with a population of 60 people and a sample of 30 people with random sampling. Data analysis used in this research is technique of frequency percentage table.The results of this study showed that 1. A total of 96.67% labours age belong to the productive age and only 3.33% are not procinductive. 2.As many as 50% of education labours of rocks are low, namely education basic. 3.As many 35.71%. Has a large family dependent.4 as much as 73.33% labours working days are high8 hours per day.5.as 80% of  labours  income is low. 6. as many as 63.33% the level of fulfillment of basic needs are met ie ≥ Rp Rp. 384.270.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang karakteristik sosial ekonomi pekerja batu lapis bukit widoro payung di Pekon Gemahripah Kelurahan Gemahripah Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan jumlah  populasi yaitu 60 orang dan sampel 30 orang dengan random sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik tabel persentase frekuensi.Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa 1. Sebanyak 96,67% usia pekerja tergolong pada usia produktif dan hanya  3,33% yang tidak berusia prokduktif. 2.Sebanyak 50% pendidikan pekerja batu tergolong rendah yaitu pendidikandasar. 3.sebanyak 35,71%. Memiliki tanggungan keluarga yang besar.4 sebanyak 73,33% lama kerja pekerja tergolong tinggi yaitu 7- 8 jam setiap hari.5.sebanyak 80 % pendapatan pekerja tergolong rendah. 6. sebanyak 63,33% tingkat pemenuhan kebutuhan pokok terpenuhi yaitu ≥Rp. 384.270.Kata kunci: karakteristik, pekerja batu lapis, sosial ekonom

    Usaha Pertanian Ubi Kayu di Desa Gaya Baru III Kecamatan Seputih Surabaya Lampung Tengah

    Full text link
    The aim of this study is to examine the cassava farming business at Gaya Baru III village Seputih Surabaya Central Lampung. The method used is descriptive method. The population is 1.260 farmers. The data collection uses observation technique, structured interview and documentation. The analysis technique uses percentage table.  The result of this study showed that 1) The land area of cassava is categorized in the area of medium (77.46%). 2) The maintenance done by cassava farmers is not good enough (91.55%). 3) most of the production coast incurred by cassava farmers are medium (53,53%)  to low (46,56%). 4) The cassava production is classified into small production (69.01%). 5) Marketing is done by cassava farmers by selling to factory (76, 05%). 6) The income of cassava farmers is classified into high income (94, 36%).   Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji usaha pertanian ubi kayu di Desa Gaya Baru III Kecamatan Seputih Surabaya Lampung Tengah. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif. Populasi sebanyak 1.260 petani. Pengumpulan data melalui teknik observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Teknik analisis menggunakan tabel persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Luas lahan petani ubi kayu tergolong dalam luas lahan garapan sedang (77,46%). 2) Pemeliharaan yang dilakukan oleh petani ubi kayu tergolong kurang baik (91,55%). 3) Biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani ubi kayu tergolong sedang (53,53%) hingga rendah (46,56%). 4) Sebagian besar hasil produksi petani ubi kayu tergolong ke dalam hasil produksi kecil (69,01%). 5)Pemasaran dilakukan petani ubi kayu dengan menjual ke pabrik (76,05%). 6 Pendapatan petani ubi kayu tergolong ke dalam pendapatan tinggi (94,36%).Kata kunci: pertanian, ubi kayu, usah

    Pemetaan Titik Kemacetan Lalu Lintas Menggunakan Sistem Informasi Geografi Pada Tahun 2018

    Full text link
    The study aims to determine the level of traffic congestion in the Bandar Lampung City. The method used is descriptive method. The subjects in this study is the provincial road and bandar lampung road. The data collection uses observation and documentation. The analysis technique uses spatial analysis with scoring and overlay technique. The result of the research show that (1) the strategic location of the traffic jam in Bandar Lampung city are Jl. Radin Intan, Jl. Ahmad Yani, Jl. RA. Kartini, Jl. Soekarno Hatta, Jl. ZA. Pagar Alam, Jl. Sultan Agung, Jl. Teuku Umar, and Jl. Pangeran Antasari, (2) the timing of the traffic jam are often happened in the morning and evening, (3) the volume of vehicle was observed in different length of time on earch the road (4) the traffic signs are incompletePenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemacetan lalu lintas di Kota Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah Jalan Kota Bandar Lampung. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan analisis keruangan dengan teknik scoring dan overlay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Lokasi titik rawan kemacetan lalu lintas di Kota Bandar Lampung Jl. Radin Intan, Jl. Ahmad Yani, Jl. RA. Kartini, Jl. Soekarno Hatta, Jl. ZA. Pagar Alam, Jl. Sultan Agung, Jl. Teuku Umar, dan Jl. Pangeran Antasari, (2) Waktu terjadinya kemacetan di pagi dan sore hari, (3) Volume kendaraan yang melintas selama waktu pengamatan berbeda beda di setiap jalannya, (4) Rambu lalu lintas yang tersedia kurang lengkap.Kata kunci: kemacetan, kota bandar lampung, pemetaa

    Anak Usia Sekolah Yang Bekerja Sebagai Penjual Koran di Kota Bandar Lampung

    Full text link
    The research purpose was to examined the school-age children who work as a newspaper seller in Bandar Lampung City, the research point is level of education, social environment, working hours, income, distance and time taken between place to stay with work place. This research used descriptive method. Sample were 40 respondents by using incidental sampling technique. Data collected through observation, structured interviews, and documentation. Data analyze used percentage frequency tables. The results showed: (1) 49.49% of respondents had elementary and junior high school education, (2) 82.50% of respondents were in a supportive social environment for work, (3) 97,50% were classified as high working hours, (4) 55.00% of respondents sold many newspapers (5) 80.00% of respondents traveled a short distance, (6) 80.00% of respondents took a short time to support to work.Penelitian ini bertujuan mengkaji tentang anak usia sekolah yang bekerja sebagai penjual koran di Kota Bandar Lampung, titik kajian pada tingkat pendidikan, lingkungan sosial, jam kerja, pendapatan, jarak dan waktu yang ditempuh antara tempat tinggal dengan tempat bekerja. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Jumlah sampel sebanyak 40 orang dengan menggunakan teknik insidental sampling. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan tabel frekuensi persentase. Hasil penelitian menunjukan: (1) 49,49% responden berpendidikan dasar SD dan SMP, (2) 82,50% responden berada pada lingkungan sosial yang mendukung untuk bekerja, (3) 97,50% tergolong jam kerja tinggi, (4) 55,00% responden menjual banyak koran (5) 80,00% responden menempuh jarak dekat, (6) 80,00% responden menempuh waktu sebentar dapat mendukung untuk bekerja.Kata kunci: anak usia sekolah, pekerja anak, penjual kora

    Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe SAVI Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Geografi

    Full text link
    The problem this research was motivated by the low learning results on Geography and also the limited application of learning model especially for types like SAVI. This research aims to find out: 1) the improvement on students' learning activity by using SAVI learning model; 2) the improvement on students' learning results by using SAVI learning model on Geography The method used in this research was classroom action research with all. The results of this research showed that; 1) there was an improvement on students' learning activity after being taught with SAVI learning model; the students more active in the learning process after the application of SAVI learning model; 2) there was an improvement on students' learning results after being taught with SAVI learning model on scores after the application of SAVI model; 3) SAVI learning model is suitable to be applied in grade because it could improve students' learning activity and students' learning results.Masalah penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar geografi siswa serta guru masih jarang menggunakan model pembelajaran terutama model pembelajaran tipe Somatik, Auditori, Visual, dan Intelektual (SAVI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar siswa  dengan penggunaan model pembelajaran SAVI pada mata pelajaran geografi kelas 12 IPS 1; 2) untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan penggunaan model pembelajaran SAVI pada mata pelajaran geografi kelas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian ini menunjukkan; 1) terdapat peningkatan aktivitas belajar siswa setelah diterapkan model SAVI siswa cenderung lebih aktif dalam proses pembelajaran; 2) terdapat peningkatan hasil belajar siswa setelah diterapkan model SAVI sebagian siswa memperoleh nilai diatas KKM; 3) Model Pembelajaran SAVI cocok diterapkan di kelas karena dapat meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa mata pelajaran geografi. Kata kunci: aktivitas, hasil belajar, SAV

    Deskripsi Kecamatan Kedamaian Sebagai Hasil Pemekaran Wilayah Kecamatan Tanjungkarang Timur Tahun 2018

    Full text link
    This research examined of expansion Kedamaian Subdistrict. The research fokused after the expansion area with the description (1) the large area (2) the number of inhabitans (3) Economic condition (4) facilities and infrastructure. The method used in this research is descriptive method, Data collection used observation method, unstructured interview, and documentation. Analysis data used percentage This research : (1) the area didn’t qualification of the new subdistrict (2) the population of Kecamatan Kedamaian has qualification the requirement of the new kecamatan (3) the economic condition of Kecamatan Kedamaian with good facilities (4) the means of Kecamatan Kedamaian is good enough.Penelitian ini mengkaji pemekaran wilayah Kecamatan Kedamaian. Titik kajiannya setelah pemekaran wilayah dengan pendeskripsian tentang (1) Keadaan jumlah penduduk (2) luas wilayah (3)  Keadaan ekonomi (4) Sarana dan Prasarana. Metode yang digunakan penelitian adalah metode deskriptif, teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara tidak terstruktur dan  dokumentasi. Analisis data mengunakan analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian: (1) luas wilayah tidak memenuhi syarat pembentukan kecamatan baru (2) jumlah penduduk kecamatan Kedamaian telah memenuhi syarat pembentukan kecamatan baru (3) keadaan ekonomi Kecamatan Kedamaian di tunjang dengan sarana yang baik (4) keadaan sarana Kecamatan Kedamaian sudah cukup baik.Kata Kunci : deskripsi, kedamaian, pemekaran

    Analisi Sebaran SMA Negeri di Kabupaten Pringsewu Tahun 2017

    Full text link
    This research investigated about: (1) The distribution pattern of state senior high school (SMA Negeri) in Pringsewu District. (2) The accessibility of state senior high schools in Pringsewu District. (3) comparison of population senior high school with the number of classrooms for each state senior high school in Pringsewu District. The subjects of this research were 10 state senior high schools in Pringsewu District. The objects of this research distribution, accessibility and comparison of population senior high school with the number of classrooms for each state senior high school in Pringsewu District. Data collecting technique in this research were observation and documentation. The result showed: (1) The distribution pattern of state senior high schools in Pringsewu District was random. (2) Accesibility senior high schools in Pringsewu District is easly categorized. (3) Comparison of classrooms in Pringsewu District is more 14 class room.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji: (1) sebaran SMA Negeri di Kabupaten Pringsewu. (2) Aksesibilitas SMA Negeri di Kabupaten Pringsewu. (3) Perbandingan antara jumlah penduduk usia sekolah menengah dengan jumlah ruang kelas sekolah menengah di Kabupaten Pringsewu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian survei. Subjek penelitian ini adalah 10 SMAN di Kabupaten Pringsewu. Objek penelitian ini yaitu sebaran, aksesibilitas dan perbandingan antar jumlah penduduk usia SMA dengan jumlah ruang kelas SMA di Kabupaten Pringsewu. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) pola sebaran SMA Negeri di Kabupaten Pringsewu adalah random (acak). (2) Aksesibilitas SMA Negeri di Kabupaten Pringsewu dikategorikan mudah. (3) Perbandingan ruang kelas di Kabupaten Pringsewu lebih 14 ruang kelas.Kata Kunci: aksesibilitas, pemetaan, sekola

    293

    full texts

    304

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JPG (Jurnal Penelitian Geografi)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇