Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan
Not a member yet
164 research outputs found
Sort by
PERANCANGAN JARINGAN LTE FDD DI TOL SOREANG-PASIR KOJA MENGGUNAKAN SOFTWARE PLANNING
Teknologi komunikasi seluler Long Term Evolution saat ini berkembang pesat di Indonesia, salah satunya di kota Bandung. Namun masih terdapat beberapa area yang kualitas jaringannya masih di bawah standar Key Performance Indikator (KPI) , salah satunya adalah area tol Soreang Pasir Koja. Tol sepanjang 10.6 Km tersebut merupakan tol yang baru dioperasikan sekitar akhir 2017 lalu. Maka pada penelitian ini dilakukan perencanaan untuk jaringan LTE FDD di area tol Soreang Pasir koja berdasarkan cakupan area dan kapasitas menggunakan software planning pada frekuensi 1800 MHz. Berdasarkan hasil perhitungan dan simulasi, untuk meningkatkan parameter kualitas sinyal di tol Soreang Pasirkoja dibutuhkan tambahan sebanyak 10 site dan menghasilkan 99.9% nilai RSRP sudah diatas -102 dBm, SINR 99.97% sudah diatas 3 dB. Sedangkan untuk throughput rata-rata sebesar 34.34 Mbp
EVALUASI SENSOR FIT0348 SEBAGAI ALAT UKUR POTENTIAL OF HYDROGEN (PH) LARUTAN
Pada penelitian ini dilakukan Evaluasi pada sensor pH FIT0348 sebagai alat ukur pH berbasis mikrokontroler. Evaluasi ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar tingkat akurasi, ketidakpastian dalam kalibrasi dan kenaikan pH air. Perancangan dan Impelementasi prototype sistem pemantauan pH terdiri dari sensor pH FIT0348, mikrokontroler ATmega16A, rangkaian amplifier, personal computer. Pengujian dilakukan dengan cara melakukan kalibrasi, dan pemantauan derajat keasaman larutan selama 20 jam dengan interval pengambilan data 1 jam. Larutan yang menjadi objek pengujian adalah air mineral sebanyak 500mL. Kalibrasi dilakukan pada sensor pH FIT0348, dan alat ukur PH/EC-9853. Dalam proses pengujian digunakan kertas lakmus sebagai pengukur pH untuk kisaran tertentu. Dari hasil evaluasi tersebut, diperoleh bahwa tingkat akurasi sensor pH FIT0348 adalah ±97%, pH larutan mengalami fluktuasi sebesar 0,01 hingga 0,02 setiap jamnya, ketidakpastian hasil pengukuran sensor pH adalah ±0,0026
Analisis Optimasi Space Diversity pada Link Microwave Menggunakan ITU Models
Dalam sebuah Link Microwave, sinyal terima harus memenuhi syarat LOS (Line of Sight). LOS adalah perambatan radio gelombang mikro dari antena pengirim ke antena penerima dengan jalur transmisi bebas. Pada penerima, sinyal yang diterima tidak hanya berasal dari sinyal LOS tetapi sinyal yang dipantulkan dari permukaan bumi. Sinyal dari beberapa pantulan ini sering disebut dengan multipath. Penerimaan sinyal di penerima memang merupakan sinyal penambahan dari sinyal LOS dan juga sinyal multipath, namun sinyal-sinyal multipath ini justru akan menimbulkan interferensi yang dapat menyebabkan fading atau perubahan gelombang elektromagnetik yang diterima. Untuk menanggulangi fading ini maka diperlukan optimasi yang meningkatkan kualitas Link Microwave. Dengan menggunakan space diversity menggunakan ITU models, availability meningkat dari 99,96949% menjadi 99,98767%. Diversity Receive Signal tertinggi didapatkan pada 200l, dengan nilai Diversity Receive Signal adalah -83,94dBm
OPTIMASI DESAIN FILTER ANALOG BERBASIS MIKROSTRIP PADA FREKUENSI 600 MHZ
Filter berbentuk planar menjadi salah satu topik penelitian yang semakin berkembang saat ini, mengingat penggunaannya yang sangat luas, terutama untuk aplikasi telekomunikasi. Artikel ini menyajikan proses optimasi filter mikrostrip pada frekuensi 600 MHz dengan memanfaatkan struktur ring-square. Struktur ini dipilih karena dapat memberikan faktor kualitas (Q-factor) yang tinggi. Hasil pengukuran memperlihatkan bahwa filter yang telah dioptimisasi memiliki Q-factor yang cukup tinggi, ditandai oleh bandwidth yang sempit, sekitar 3,3%. Filter yang dihasilkan juga memiliki return loss yang rendah mencapai -30,665 dB, dan insertion loss yang juga rendah, sekitar -6,849 dB. Oleh karena itu, filter tersebut sesuai untuk diaplikasikan pada perangkat sistem telekomunikasi, terutama yang membutuhkan sub-komponen dengan geometri planar.Planar filter has become one of research topic that grows rapidly nowadays, considering the vast utilization, mainly for telecommunication application. This article presents the optimization process of microstrip filter at 600 MHz frequency by utilizing the ring-square structure. This structure is chosen as it may provide high quality factor (Q-factor). Measurement result shows that the optimized result inherits high Q-factor, marked by the narrow bandwidth, of about 3.3%. The obtained filter is also having low return loss down to -30.665 dB, and low insertion loss, of about -6.849 dB. Therefore, this filter is suitable to be applied on telecommunication system component, mainly that require sub-component with planar geometry
APLIKASI SISTEM MONITORING JARINGAN BERBASIS WEBSITE
Dalam melakukan pengamatan terhadap kualitas jaringan, masih banyak yang menggunakan cara manual, seperti melakukan ping dari satu host ke host yang lain. Penelitian ini bertujuan membuat aplikasi monitoring berbasis website untuk mengamati kondisi traffic, delay dan jitter pada jaringan, aplikasi dibuat menggunakan Bahasa pemrograman PHP, python, javaScript, dan MySQL. Kemampuan website ini diantaranya, dapat melihat traffic pada jaringan, mengetahui kondisi perangkat yang terhubung ke jaringan, informasi traffic jaringan akan ditampilkan pada google Map.
Berdasarkan hasil pengujian aplikasi monitoring, yang mengacu pada standar QoS, diperoleh rata-rata delay 1,97581 millisecond dan jitter 1,36925 millisecond, menandakan kualitas traffic data sangat bagus. Persentase error pengujian aplikasi monitoring terhadap pengujian dengan aplikasi wireshark sebesar 16,82% untuk delay dan untuk jitter sebesar 23,46%.To observe a network quality, there are still many who use manual methods, using ping from one host to another. This research aims create a website-based monitoring application to observe traffic delay and jitter on the network, this application made using PHP, python, JavaScript, and MySQL programming languages. The ability of this website can monitor a traffic and discover condition of the devices that connected to network computer, and the network traffic information displayed on Google Map.
The test results of monitoring application, that refers to the QoS standard. Show the average delay is 1.97581 millisecond and 1.36925 millisecond for jitter, indicating the quality of data traffic is very good. The percentage error for testing monitoring application against the Wireshark testing, is 16.82% for delay and 23.46% for jitter
KINERJA ROTATED CODED 8 PSK PADA KANAL RAYLEIGH
Signal space diversity is a one of techniques to increase the performance of system without using error control coding technique, adding power transmission or reduce data rate but with rotate the signal constellation. With the aim to increase performance of MC CDMA, this paper combine rotated and trellis 8 PSK coded modulation scheme. From the simulation results, rotated modulation doesn’t give any coding gain to system in AWGN channel, the performance of rotate modulation scheme and system MC CDMA without rotate scheme was relative have same performance. Different things happened in fading channel. Rotated modulation scheme give a better performance rather than system without rotate scheme. Coded modulation in the other side give a coding gain to the system in AWGN channel or in Rayleigh fading channel.Diversitas ruang sinyal merupakan salah satu teknik yang dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja sistem tanpa menggunakan error control coding, meningkatkan daya transmisi ataupun menurunkan data rate. Teknik diversitas ruang dapat dilakukan dengan melakukan rotasi pada konstelasi sinyal. Paper ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja MC-CDMA dengan menggabungkan skema coded modulation 8 PSK dan skema rotasi. Berdasarkan hasil simulasi, diperoleh bahwa pada kanal fading skema rotated modulation dan coded modulation memberikan adanya perbaikan kinerja pada sistem MC-CDMA, namun pada kanal AWGN, perbaikan kinerja hanya ditunjukkan oleh penggunaan coded modulation
INTEGRASI SISTEM HEADEND HFC PADA JARINGAN FIBER TO THE HOME UNTUK LAYANAN TV BROADCAST ANALOG
Penelitian ini mengusulkan sebuah sistem headend Hybrid Fiber Coax (HFC) yang diintegrasikan pada jaringan Fiber to The Home (FTTH). Implementasi Headend HFC pada jaringan FTTH bertujuan untuk menambah layanan TV Broadcast Analog sehingga dengan menggunakan satu antenna dapat melayani banyak user dengan menggunakan panjang gelombang yang sama di 1550 nm.
Implementasi jaringan yang diusulkan menggunakan perangkat FTTH meliputi perangkat OLT, ODC, passive splitter, patchcore, dan roset. Jaringan FTTH tersebut akan diintegrasikan dengan jaringan HFC dengan perangkat yang digunakan yaitu fiber transmitter, fiber node, tv tuner, antena, dan amplifier.
Hasil pengujian sistem menunjukkan bahwa nilai daya terima antena memiliki kualitas layanan yang baik dengan nilai sebesar -40 dB. Nilai sensitivitas penerimaan perangkat fiber node sebesar -5 dBm sampai dengan -27 dBm dengan nilai CNR yang dihasilkan sebesar -47,7 dB
PENGARUH ELEMEN SENTRAL PADA SUSUNAN ANTENA SIRKULAR UNTUK SISTEM TELESKOP RADIO TRANSIT: EFFECT OF CENTRAL ELEMENT ON CIRCULAR ARRAY ANTENNA FOR TRANSIENT RADIO TELESCOPE SYSTEM
Susunan antena sirkular telah digunakan pada berbagai aplikasi, termasuk untuk system telekomunikasi dan dalam sistem teleskop radio. Artikel ini membahas pengaruh elemen sentral pada lebar berkas susunan antena sirkular untuk sistem teleskop radio transit. Analisis ini diperoleh dari simulasi dan dibandingkan dengan model teoritis sistem susunan antena 2-elemen dari pekerjaan sebelumnya. Hasil percobaan menunjukkan bahwa sistem susunan antena dengan elemen sentral memiliki lebar berkas yang lebih lebar dibandingkan dengan susunan antena tanpa elemen pusat, dengan intensitas side lobe yang lebih rendah. Karakteristik ini cocok untuk susunan antena yang akan diimplementasikan dalam sistem teleskop radio transit
EVALUASI MULTI-ANTENNA BERBASIS PENDEKATAN GLRT PADA COGNITIVE RADIO
Kebutuhan terhadap teknologi nirkabel semakin meningkat, Sementara itu ketersediaan spektrum frekuensi mendekati batasnya. Masalah ini dapat diatasi dengan pemanfaatan spektrum yang masimal. Salah satu teknologi yang dapat memaksimalkan ketersediaan spektrum adalah cognitive radio. Spektrum sensing adalah salah satu komponen yang ada di cognitive radio (CR). Algoritma sensing yang biasanya digunakan adalah deteksi energi. Karena ada beberapa kelemahan pada deteksi energi, yang mana sangat sensitif terhadap daya noise yang tidak menentu. Sehingga dibentuk metode baru berdasarkan pendekatan Generalized likelihood ratio tests (GLRT). Di paper ini analisis spektrum sensing pada cognitive radio berbasis pendekatan GLRT dan deteksi energi. Primary User (PU) menggunakan space-time block coding (STBC) dan kanal menggunakan Geometrically-Based Single Bounce (GBSB). Hasil evaluasi menunjukan beberapa masalah yang mempengaruhi kinerja pendekatan GLRT seperti; jumlah antenna penerima (nR), Skema MIMO STBC, bentuk kanal GBSB, Terakhir algoritma pendekatan GLRT dapat menyelesaikan masalah deteksi energi..Abstract—Wireless traffic in fact is mount, while spectrum already shared. This problem can be solve using maximizing utilization band spectrum. One of technology that can maximizing spectrum is cognitive radio. Spectrum sensing is one of component in cognitive radio (CR). The sensing algorithm that usually used is energy detector. Because there is a shortage in energy detector, which is very sensitive to noise power uncertainty. Then formed a new method based on GLRT approach. In this paper analysis on cognitive radio spectrum sensing using GLRT Approach and energy detector. The signal space-time block coding (STBC) as a signal primary user (PU) and channel using Geometrically-Based Single Bounce (GBSB). Evaluation results showed that there are several issue that influence the algorithm signal GLRT approach such as; Number of Antenna Receiver (nR), MIMO STBC scheme, Channel shape GBSB, Last algorithm GLRT approach can solve energy detector problem
PERANCANGAN SISTEM KEAMANAN SEPEDA DI TEMPAT UMUM BERBASIS RFID
Most of the bicycle par
king sistems in open areas today still use the traditional method of using
only a piece of paper provided by the parking attendants and in the open area without a guardrail so
that the sense is still minimal supervision. Lack of efficiency of the parking p
rocess so prone to
cheating and crime theft becomes a weakness of the parking sistem in this open area.
To solve the
above problem then created a security sistem where bike parking by using RFID technology (Radio
Frequency Identification). RFID itself is a
method of data communication by using a predetermined
frequency to exchange data within a certain distance. To implement this bike security sistem using
RFID sensors are controlled using Arduino Uno. The hardware used this parking sistem tool will be
plac
ed inside the box design mechanical bicycle rack made.
The conclusion that can be drawn from
making this research is the error rate of reading and RFID identification is 0%. Based on the test
results, the maximum detection distance RFID tag customer agains
t RFID reader is 4 cm. Overall,
this bike safety sistem can be implemented as a prototype that has the potential to be developed and
become an alternative solution for bicycle safety.
Sebagian besar sistem parkir sepeda di area terbuka saat ini masih menggunakan metode yangtradisional yaitu hanya menggunakan selembar kertas yang diberikan oleh petugas parkir dan diarea terbuka tanpa adanya pagar pembatas sehingga dirasa masih minim pengawasan. Untukmemecahkan permasalahan di atas maka dibuat sistem keamanan tempat parkir sepeda denganmenggunakan teknologi RFID (Radio Frequency Identification). RFID sendiri merupakan sebuahmetode komunikasi data dengan menggunakan frekuensi yang sudah ditentukan untuk bertukardata dalam jarak tertentu. Untuk mengimplementasikan sistem pengamanan sepeda inimenggunakan sensor RFID yang dikontrol menggunakan Arduino Uno. Perangkat keras yangdigunakan alat sistem parkir ini akan ditempatkan didalam box desain mekanik rak sepeda yangdibuat. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah tingkat kesalahan pembacaan danpengidentifikasian RFID adalah 0%. Berdasarkan hasil pengujian, jarak deteksi maksimal RFIDtag pelanggan terhadap RFID reader adalah 4 cm. Secara keseluruhan, sistem pengaman sepeda inidapat diimplementasikan sebagai prototipe yang berpotensi untuk dikembangkan dan menjadisolusi alternatif untuk pengaman sepeda