Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan
Not a member yet
    164 research outputs found

    ANALISA PERFORMANSI INTERNET BROADBAND LONG TERM EVOLUTION INNER CITY DAN RURAL DI KOTA PALEMBANG (STUDY KASUS : PT. TELKOMSEL)

    Full text link
    Lahirnya Teknologi 4G LTE dengan segala kelebihan yang di janjikan dibanding dengan teknologi sebelumnya telah membawa kita ke era komunikasi data perangkat bergerak yang super cepat. Untuk mengetahui seberapa besar perkembangan teknologi LTE saat ini. Maka, dilakukanlah penelitian terhadap performansi mobile internet di wilayah rural (Kenten Laut) dan inner city (Bukit Besar) di kota palembang. Yaitu dengan cara membandingkan RSRP, SINR, RSRQ dan Troughput dengan KPI Teori dan KPI Telkomsel. Keempat parameter Untuk wilayah ruraldidapatkan hasil yaitu RSRP dedicated mode sebesar 100% untuk ≥(-100 ) dBm, SINR dedicated mode 84.62% <0dBm, 99.59% <(-18) dBm dan troughput dedicated mode71.17% ≥ 2 Mbps. Untuk wilayah inner city didapatkan hasil yaitu RSRP dedicated mode 100% untuk ≥(-100 ) dBm,SINR dedicated mode sebesar 91.66% <0dBm, RSRQ dedicated mode 99.47% > (-18) dBm dan troughput dedicated mode 88.1% ≥ 2 Mbps. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa rata – rata kualitas dari faktor - faktor performansi inner city kota palembang sudah optimal. Sedangkanuntuk rural kota palembang masih butuh pengoptimalan.&nbsp

    PENERAPAN OPEN SHORTEST PATH FIRST (OSPF) UNTUK MENENTUKAN JALUR TERBAIK DALAM JARINGAN

    Full text link
    Large-scale computer networks often face problems in data communications. Data transmission takes a long time due to the inappropriate selection of routing protocols. The selected routing protocol can not provide the best alternative path for get through the data packets. This research tested the ability of Open Shortest Path First (OSPF) routing protocol in the selection of the best path. As a comparison the chosen routing protocol is Routing Information Protocol version 2 (RIPv2). This research compares the best path generated by OSPF and RIPv2. OSPF is a routing protocol that often used in medium and large scale networks. OSPF distributes routing information between system autonomous routers (AS). OSPF is routing protocol that use link-state algorithm to build and calculate the shortest path to all known destination. Link-state algorithms are also known as dijkstra algorithm or shortest path first (SPF) algorithms. Dijkstra's algorithm is applied in the OSPF protocol to choose the best route to be taken by a data packet from a source address in order to arrive at the destination address with the value of the unit load (cost metric) the smallest. In graph theory, Dijkstra's algorithm is used to choose the shortest path between two vertices of a graph that is a representation of the network topology. Whereas RIPv2 is a distance vector protocol that uses a hop count in it's measurement. Path that have a lower hop count will be selected for get through the data packets. Based on experiments that have been carried out, the OSPF routing protocol can provide a selection of the best route (best path) to deliver data packets. While RIPv2 can not specifically generate the best path.Jaringan komputer skala besar sering kali menghadapi masalah dalam komunikasi data. Transmisidatanya membutuhkan waktu yang lama karena pemilihan protokol routing yang tidak tepat.Protokol routing yang dipilih tidak dapat memberikan alternatif jalur terbaik untuk melewatkanpaket data. Penelitian ini menguji kemampuan protokol routing Open Shortest Path First (OSPF)dalam pemilihan jalur terbaik. Sebagai protokol routing pembanding dipilihlah RoutingInformation Protocol version 2 (RIPv2). Penelitian ini membandingkan jalur terbaik yangdihasilkan oleh OSPF dan RIPv2. OSPF merupakan protokol routing yang sering digunakan dalamjaringan skala menengah dan besar. OSPF mendistribusikan informasi routing antara router-routerautonomous system (AS). OSPF merupakan protokol routing yang menggunakan algoritma linkstate untuk membangun dan mengitung jalur terbaik ke semua tujuan yang diketahui. Algoritmalink-state juga dikenal dengan algoritma dijkstra atau algoritma shortest path first (SPF). Algoritmadijkstra diterapkan dalam protokol OSPF untuk memilih rute terbaik yang harus ditempuh olehsuatu paket data dari suatu alamat asal agar sampai di alamat tujuan dengan nilai satuan beban (costmetric) terkecil. Dalam teori graf, algoritma dijkstra dimanfaatkan untuk memilih lintasanterpendek antara dua simpul dari suatu graf yang merupakan representasi topologi jaringan.Sedangkan RIPv2 merupakan protokol distance vector yang menggunakan hitungan lompatandalam pengukurannya. Jalur yang memiliki hop count yang lebih rendah akan dipilih untukmelewatkan paket data. Berdasarkan pada percobaan yang telah dilakukan, protokol routing OSPFdapat memberikan pilihan jalur terbaik (best path) dalam mengantarkan paket data. SementaraRIPv2 secara spesifik tidak dapat menghasilkan jalur terbaik

    IMPLEMENTASI DAN ANALISA PERFORMANSI LAYANAN VPN PADA JARINGAN MPLS-TE MENGGUNAKAN PROTOKOL BGP DENGAN METODE QOS INTSERV

    Full text link
      The Traffic Engineering feature on MPLS can move a traffic link that has congestion avoidance, therefore a link can be moved to an empty link. The MPLS VPN TE technology is the solution in increasing security and choosing the best route in a network. Integrated service is one of a QoS model for bandwidth controlling problem on a network that is needed for MPLS VPN-TE technology for stability of network. Open IMS Core is a multimedia service server that is used on MPLS VPN TE technology by considering Quality Of Service on multimedia. The usage of BGP protocol is a type of routing that is expected to do an exchange of routing information by mapping an IP table network inter-Autonomous System by giving Qos enhancement on a network In this research, the author implements MPLS VPN TE on Mikrotik Router. The test result of Traffic Engineering feature on MPLS VPN network show improved 27,44 % in delay for Voip services, 11,14% for video call services. For Throughput parameter showed a improved 6,02% for Voip service, 56,6 for video call services. For jitter parameters result < 1ms.Fitur Traffic Engineering pada MPLS dapat melakukan perpindahan pada link trafik yang mengalami congestion, sehingga link dapat dipindahkan pada link yang kosong. Teknologi MPLS VPN-TE menjadi solusi untuk meningkatkan keamanan dan pemilihan rute terbaik dalam suatu jaringan. Integrated Service merupakan salah satu model QoS untuk masalah pengontrolan bandwidth end-to-end pada suatu jaringan yang diperlukan oleh teknologi MPLS VPN-TE untuk kestabilan jaringan. Open IMS Core merupakan server layanan multimedia yang digunakan pada teknologi MPLS VPN-TE dengan mempertimbangkan Quality Of Service pada layanan multimedia. Penggunaan protocol BGP merupakan jenis peroutingan yang dapat melakukan pertukaran informasi routing dengan memetakan tabel IP network antar Autonomous System (AS) dengan memberikan peningkatan QoS pada suatu jaringan.Pada Penelitian ini diimplementasikan teknologi MPLS VPN TE dengan menggunakan router mikrotik. Dari hasil pengujian menunjukan bahwa teknologi MPLS VPN dengan penambahan fitur Traffic Engineering didapatkan hasil perbaikan delay sebesar 27,44% untuk voip,11,14% untuk video call. Untuk parameter throughput mengalami perbaikan sebesar 6,02 % untuk voip, 56,6% untuk video call dan jitter mendapatkan hasil < 1 ms

    SISTEM MEDIA CENTER PERIKLANAN PAMERAN DI BANDUNG BERBASIS RASPBERRY PI MENGUNAKAN SERVIIO

    No full text
    Pameran adalah suatu kegiatan penyajian produk untuk dikomunikasikan sehingga dapat diapresiasi oleh masyarakat luas. Pameran bisa disebut sebagai kegiatan promosi yang dilakukan oleh suatu produsen. Biasanya pada saat pameran di sediakan booth yang berisi Televisi,layar monitor atau alat promosi lain. Namun booth yang biasa disediakan sempit sehingga harus pintar memilih alat promosi yang dibutuhkan agar booth tersebut terlihat menarik. Solusi agar booth tersebut terlihat minimalis adalah dengan dibuatnya sebuah server untuk mengatur segala yang ditampilkan di Televisi yang mempunyai fitur Digital Living Network Alliance Data yang akan diperlihatkan di simpan pada Raspberry Pi yang mempunyai aplikasi serviio dan bersertifikat Digital Media Server lalu sambungkan dalam satu jaringan WiFi setelah itu sindmkronsasi antara client dan server. Apabila sudah di sinkronisasi maka data tersebut bisa di akses oleh client. Hasil yang diperoleh yaitu dari pihak client bisa memperlihatkan data yang ada di server. Pada saat proses sinkronisasi membutuhkan waktu relatif lama dengan persentase keberhasilan 80% karena tergantung oleh banyaknya client

    PERANCANGAN DAN ANALISA PENGGELARAN LTE PADA FREKUENSI 700 MHZ DENGAN METODE ADAPTIF MODULATION CODING UNTUK IMPLEMENTASI DIGITAL DIVIDEND DI WILAYAH SUB-URBAN DAN RURAL KABUPATEN BANYUMAS

    No full text
    Rencana Implementasi analouge switchover to TV digital akan menjadikan solusi dalam menyikapi terbatasnya alokasi spektrum radio untuk memenuhi pengembangan serta pemerataan mobile broadband di Indonesia. Pemanfaatan frekuensi 700 MHz untuk teknologi untuk teknologi LTE (Long Term Evolution) akan memberikan dampak yang positif terhadap bagi penyebaran layanan telekomunikasi terutama pada wilayah rural yang memiliki penetrasi broadband yang kecil, sehingga mampu mengurangi kesenjangan digital antara wilayah urban, sub-urban dan rural. Perancangan jaringan LTE FDD pada frekuensi 700 MHz band menggunkan skenario bandwidth 15 MHz dan 10 MHz di wilayah Sub-Urban dan Rural Kabupaten Banyumas yang dilakukan dengan menggunakan pendekatan coverage, kapasitas dan simulasi menggunakan software Atoll untuk menganalisa performa jaringan LTE. Pada pendekatan coverage dengan menggunakan model propagasi Okumura-Hatta membutuhkan 13 e_NodeB untuk dapat mencakup seluruh wilayah pengamatan. Sedangkan pendekatan kapasitas pada skenario bandwidth 10 MHz cembutuhkan 8 e_NodeB (MIMO 2x2) dan 4 e_NodeB (MIMO 3x3) dan pada skenario bandwith 15 MHz membutuhkan 4 e_NodeB baik menggunakan MIMO 2x2 maupun MIMO 3x3. Berdasarkan simulasi kualitas sinyal, didapatkan nilai rata-rata RSRP -72.2 dB dan SINR rata-rata 6.83. Sedangkan nilai index CQI sebesar 7.17, sehingga perangkat user yang dapat menerima layanan adalah yang memiliki spesifikasi modulasi 64QAM dengan code rate 466 dan efisiensi 2.7. Pada parameter nilai throughput memiliki perbedaaan antara kedua skenario, dimana bandwidth 15 MHz memiliki throughput hingga 52 Mbps sedangkan bandwidth 10 MHz hanya 16 Mbps

    VERIFIKASI DESAIN ANTENA BERBASIS DIPOL BERBENTUK V UNTUK PENGAMATAN GARIS 21 CM

    No full text
    21 cm adalah salah satu garis emisi penting didalam astronomi radio. Garis ini umumnya digunakan untuk mempelajari karakteristik galaksi-galaksi. Artikel ini mempresentasikan sebuah  antena dipol berbentuk V untuk sistem telekop radio 21 cm, yang berkorespondensi dengan frekuensi pengamatan 1420MHz. Designnya telah diimplementasikan dan diukur. Hasil pengukuran memperlihatkan kesesuaian dengan simulasi, dengan eror frekuensi puncak sebesar 0,7%. SWR yang diperoleh juga cukup rendah, yaitu sekitar 1,14. Antena yang diajukan pada artikel ini berpotensi untuk digunakan sebagai feed pada antena reflektor atau sebagai elemen penyusun pada sebuah sistem antena array

    PERANCANGAN DAN REALISASI BOX ALAT UKUR PANJANG BADAN BALITA ELEKTRONIK BERBASIS PERSONAL COMPUTER (PC)

    Full text link
    Dalam penelitian ini dilakukan perancangan dan realisasi box alat ukur panjang badan balita elektronik berbasis Personal Computer (PC). Alat ukur panjang badan ini dirancang dengan menggunakan transduser ultrasonik untuk mempermudah proses evaluasi perkembangan gizi balita, terutama dalam hal pengukuran panjang badan balita yang merupakan salah satu aspek parameter kesehatan gizi balita. Untuk mengetahui kualitas sistem ini dilakukan pula evaluasi nilai linieritas, kepresisian, dan akurasi dari hasil pengukur panjang badan elektronik. Sistem elektronik ini diintegrasikan dalam suatu box bayi dengan material kayu berdimensi 120x50x15 cm3, sehingga bayi dapat diukur dalam kondisi posisi telentang. Hasil output dari transduser diproses oleh sistem Arduino untuk memperoleh nilai tinggi badan balita. Data dari Arduino selanjutnya ditampilkan pada layar LCD dan dihubungkan ke PC melalui port USB. Hasil pengujian sistem menunjukkan bahwa sistem telah dapat melakukan pengukuran panjang badan dengan linieritas lebih dari 0,9, kepresisian 0 cm dan keakuratan 0 cm

    PERANCANGAN DAN REALISASI MOBIL REMOTE CONTROL MENGGUNAKAN FIREBASE

    Full text link
    Car Remote Control is a smaller size miniature car, which is controlled directly by the remote or joystick using transmitter module as a communication, in this journal propose design and realization of car remote control based on Internet of things using Firebase Cloud Messaging, first data from joystick application sent to the realtime database, and NodeMCU on car RC synchronizes the data from realtime database . The results obtained average value of delay from realtime database to NodeMCU is 1.191 second, while the value of sending data from the joystick application to Firebase is 3.13 Kb/s for upload and 2.28 Kb/s for download.Mobil Remote Control adalah miniatur mobil dengan ukuran yang lebih kecil, yang dikendalikansecara langsung oleh remote atau joystick dengan menggunakan modul transmitter sebagai mediakomunikasi, pada jurnal ini dibahas perancangan dan realisasi mobil remote control berbasisInternet of things menggunakan Firebase Cloud Messaging, data dari aplikasi joystick padasmartphone dikirim ke realtime database terlebih dahulu, dan NodeMCU pada mobil RCmelakukan singkronisasi data ke realtime database. Hasil pengujian diperoleh nilai rata-rata delaydari realtime database ke NodeMCU adalah 1.191 second, sedangkan nilai pengiriman data dariaplikasi joystick ke firebase adalah 3,13 Kb/s untuk upload dan download sebesar 2,28 Kb/s

    IMPLEMENTASI FUNCTION BLOCK DIAGRAM PADA SIMULATOR KONTROL LANDING GEAR SYSTEM UNTUK RODA PESAWAT

    No full text
    Landing gear system pada beberapa pesawat masih menggunakan sistem elektromekanik dengan sejumlah kumpulan relay tanpa kendali terpusat. Penelitian ini akan mencoba menggantikan relay elektromekanik tersebut dengan menggunakan smart relay agar menjadi rangkaian yang lebih sederhana. Selanjutnya sistem dapat dikendalikan dan diprogram secara terpusat. Sistem yang diimplementasikan berupa simulator kontrol dari landing gear system menggunakan smart relay dengan bahasa pemrograman Function Block Diagram (FBD). Berdasarkan perancangan, instruksi FBD untuk implementasi sistem menggunakan instruksi OR, Set-Reset dan Timer. Dengan instrusksi tersebut, simulator ini telah berhasil menggerakkan piston Double Acting Cylinder (DAC) sehingga roda pesawat dapat bergerak naik dan turun, serta dapat memberikan sejumlah informasi kepada pilot melalui indikator berupa buzzer dan sejumlah LED. Pengujian dilakukan untuk 6 kondisi, yaitu pesawat di darat, lepas landas, di udara, pesawat terbang rendah, mendarat dan kondisi pergerakan DAC yang bermasalah. Keseluruhan sistem telah bekerja sesuai dengan spesifikasi sistem

    REALISASI ANTENA MIKROSRIP SISTEM AERIAL VIDEO PADA SISI GROUND SEGMENT DI FREKUENSI 5.8 GHZ

    Full text link
    The shooting method using UAV (Unmaned Aerial Vehicle ) rides is being thoroughly studied and used in the telecommunication world because it has various benefits. The benefits of UAV are aerial shooting and monitoring process at a location. Monitoring using UAV system require a long distance to get maximum results. The problem is transceiver of antennas did not work optimally for long distances. In this study, the micro strip antenna is designed on the ground segment side using T-junction technique. T-junction is a power divider technique that can support impedance matching on transmission line especially for micro strip array antenna. The coupled technique that used in this paper is the proximity portion coupled with the same height of the upper and lower layers. Then, the materials using Epoxy FR-4 substrate with a dielectric constant 4.4 at a frequency of 5.8 GHz. The simulation and measurements resulted the microstrip antenna that has an unidirectional pattern, circular polarization center frequency at 5.8 GHz, with VSWR ≤ 2, the impedance value is 50 Ω, the gain is 8.459 dB, where is in accordance with the specifications of the desired antenna.Metode pengambilan gambar menggunakan wahana UAV ( Unmaned Aerial Vehicle ) sedangbanyak di teliti dan digunakan didunia telekomunikasi karena memiliki berbagai manfaat. Adapunmanfaat dari UAV diantaranya aerial shooting dan monitoring pada suatu lokasi. Untukmelakukan monitoring menggunakan UAV membutuhkan jarak ketinggian yang cukup jauhuntuk mendapatkan hasil yang maksimal. Permasalahan yang sering terjadi adalah antenatransceiver tidak dapat bekerja secara maksimal untuk jarak yang cukup jauh. Pada penelitian ini,dirancang sebuah antena microstrip pada sisi ground segment untuk pengambilan video padaaplikasi aerial video menggunakan T-junction pada frekuensi 5.8 GHZ. T-junction merupakansebuah teknik power divider yang dapat mendukung impedance matching pada saluran transmisikhususnya untuk antena mikrostrip array. Adapun teknik catuan yang digunakan yaitu proximitycoupled dengan ketinggian lapisan atas dan bawah dibuat sama. Kemudian, bahan yangdigunakan adalah substrat FR-4 Epoxy dengan konstanta dielektrik 4,4. Dari hasil simulasi danpengukuran didapatkan antena mikrostrip memilki pola radiasi unidirectional, polarisasi linierdan bekerja pada frekuensi 5.8 Ghz, dengan nilai VSWR 1.034, impedansi 50 Ω dan nilai gain8.459 dB, dimana hal ini sudah sesuai dengan spesifikasi antena yang diinginkan

    105

    full texts

    164

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇