Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan
Not a member yet
    164 research outputs found

    PENGARUH METODE WEBQUAL 4.0 TERHADAP KEPUASAN PENGGUNA WEBSITE POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA

    Full text link
    Website is one form of mass media that published through internet ne twork that can be accessed wherever and whenever. To be able to get a quality website must be done. By measuring the quality of a website, it can be known the user‘s perception of the website. In this study using WebQual method that has been modofied with the addition the dimension of user satisfactionwith the three main dimensions of WebQual 4.0 usability, information, service interaction. This research was conducted in the environment of State Polytechnic of Sriwijaya. This research was conducted by using questionnaire. The population of this research is State Polytechnic of Sriwijaya collegers. The result obtained in this study is the development of a better website, it is found that the quality of information and quality of usability affects positive on user satisfaction. Quality of service interaction affects a negative on the usersatisfaction of State Polytechnic of Sriwijaya user.Website merupakan salah satu bentuk media masa yang dipublikasi melalui jaringan internet yangdapat diakses dimanapun dan kapanpun. Untuk mengetahui kualitas sebuah Website maka perludilakukan pengukuran. Dengan melakukan pengukuran kualitas suatu Website dapat diketahuipersepsi pengguna terhadap Website tersebut. Dalam penelitian ini menggunakan metodeWebQual yang telah dimodifikasi dengan menambahkan dimensi kepuasan pengguna dengan tigadimensi utama WebQual 4.0, yaitu Usability, Information, Service Interaction. Penelitian inidilakukan di lingkungan Politeknik Negeri Sriwijaya. Penelitian ini dilakukan denganmenggunakan kuesioner. Populasi dari penelitian ini adalah mahasiswa Politeknik NegeriSriwijaya. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah perkembangan Website yang lebih baik,didapat bahwa kualitas kegunaan dan kualitas informasi berpengaruh positif terhadap kepuasanpengguna. Kualitas layanan interaksi berpengaruh negatif terhadap kepuasan pengguna websitePoliteknik Negeri Sriwijaya

    SISTEM MONITORING LEVEL AIR RADIATOR KENDARAAN DENGAN METODE FUZZY

    Full text link
    Almost every vehicle will need maintenance such as oil change, tire change, water radiator, brake, engine parts and much more. However, sometimes vehicle owners are less concerned with the condition of the vehicle and often ignore the treatment. This can be bad, it can even lead to an accident. Therefore, the monitoring system is designed to monitor the level of radiator water in vehicle tanks. The ultrasonic sensor will measure the water level of the radiator in the r eservoir tank. If the water level of the radiator in the tank is low then the pump will automatically recharge the radiator water and the buzzer will sound faster. The data from the ultrasonic sensor will be sent to the microcontroller with fuzzy logic. Ve hicle owners can access information in the form of water level radiator in the tank via wifi module and wifi router. So the problem of damage to the vehicle can be overcome quickly, easily, and efficiently.Hampir setiap kendaraan pasti perlu perawatan seperti ganti oli, ganti ban, air radiator, rem, bagianmesin dan masih banyak lagi. Namun, terkadang pemilik kendaraan kurang peduli dengan kondisikendaraannya dan seringkali mengabaikan perawatan tersebut. Hal ini bisa berdampak buruk,bahkan bisa mengakibatkan kecelakaan. Oleh karna itu,sistem monitoring ini dirancang untuk memonitoring level air radiator pada tangki kendaraan. Sensor ultrasonik akan mengukur ketinggianair radiator pada tangki reservoil. Jika level air radiator pada tangki rendah maka pompa secaraotomatis akan mengisi ulang air radiator dan buzzer akan berbunyi lebih cepat. Data dari sensorultrasonik akan dikirim ke mikrokontroler dengan logika fuzzy. Pemilik kendaraan dapatmengakses informasi berupa ketinggian level air radiator di dalam tangki melalui modul wifiWemos ESP8266 sehingga keadaan bagian dalam pada kendaraan dapat dimonitroing dan diatasidengan cepat, mudah, dan efisien

    PERANCANGAN DAN REALISASI E-LOCK SYSTEM MENGGUNAKAN JARINGAN GSM

    Full text link
    Abstract In this study has been designed an electronic security system for the door (E-Lock System). This system uses the GSM network to send access commands through short messages service (SMS). This system uses SMS, because many people have been using SMS for communication since last 10 years. The system hardware uses ATMega16 as microcontroller and wavecom module as GSM modem  to transmit or receive SMS data. Passwords is used on this system to access electronic key through SMS. People who only has room access permissions can use it. Not only can access the door, E-Lock System has ability to display the history of the user access the door and able to detect human objects in the room. Object detection process is done by PIR sensor which has been integrated with this system. Many of the testing processes performed on this system, such as hardware testing, data transmission testing and integrated system testing. Test results have shown that every menu on the system can be accessed through SMS by the user. The maximum data can be displayed from history menu is limited, only the last 8 users.Abstrak Dalam penelitian ini telah dirancang sistem keamanan elektronik untuk pintu (E-Lock System). Sistem ini menggunakan jaringan GSM untuk mengirim perintah akses melalui layanan pesan singkat (SMS). Sistem ini menggunakan SMS, karena banyak orang telah menggunakan SMS untuk komunikasi sejak 10 tahun terakhir. Perangkat keras sistem menggunakan ATMega16 sebagai modul mikrokontroler dan wavecom sebagai modem GSM untuk mengirim atau menerima data SMS. Kata sandi digunakan pada sistem ini untuk mengakses kunci elektronik melalui SMS. Orang yang hanya memiliki izin akses ruangan dapat menggunakannya. Tidak hanya dapat mengakses pintu, E-Lock System memiliki kemampuan untuk menampilkan histori pengguna akses pintu dan mampu mendeteksi objek manusia di dalam ruangan. Proses pendeteksian objek dilakukan dengan sensor PIR yang telah terintegrasi dengan sistem ini. Banyak proses pengujian yang dilakukan pada sistem ini, seperti pengujian perangkat keras, pengujian transmisi data dan pengujian sistem terintegrasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa setiap menu pada sistem dapat diakses melalui SMS oleh pengguna. Data maksimal yang bisa ditampilkan dari menu histori adalah terbatas, hanya 8 pengguna terakhir

    ANALISIS PERBANDINGAN HARGA JARINGAN LISTRIK PENERANGAN PADA MODEL JARINGAN KONVENSIONAL DAN JARINGAN BERBASIS RELE

    Full text link
    Jaringan listrik penerangan pada penelitian ini mengacu pada jaringan listrik yang digunakan untuk mengontrol nyala dan matinya lampu, bukan mengatur redup terangnya lampu. Jaringan konvensional dan jaringan berbasis relay memiliki dua perbedaan mendasar, yaitu pada pemilihan jenis kabel, dan relay sebagai pengganti fungsi saklar. Jaringan konvensional umumnya menggunakan jenis kabel dengan luas penampang sebesar mungkin untuk menghindari rugi-rugi akibat daya disipasi. Sedang pada jaringan berbasis relay, selain menggunakan relay dan power supply sebagai komponen utama, jenis jaringan ini cukup menggunakan kabel dengan luas penampang yang kecil, karena tegangan yang dilewatkan hanya 5V. Perbedaan penggunaan jenis kabel membuat biaya yang dibutuhkan pada kedua jenis jaringan juga berbeda. Jaringan konvensional membutuhkan banyak biaya ketika kabel yang digunakan sangat panjang, sedang jaringan berbasis relay akan boros biaya ketika kabel yang digunakan cukup pendek. Ada satu kondisi, dimana kedua jenis jaringan tersebut membutuhkan biaya yang sama. Kondisi ini ditentukan oleh panjang kabel yang digunakan. Dengan mengetahui kondisi tersebut, teknisi listrik dapat meminimalisir kebutuhan biaya untuk jaringan penerangan

    Sistem Pengisian Pulsa Pada KWH Meter Prabayar Menggunakan Ponsel

    Full text link
    There are two ways of billing system currently applied by PT PLN to bill electric power usage by subscriber, ie : conventional system and token system. In the conventional system done by staff by attending the location of the subscriber’s KWH Meter for recording the position of KWH Meter as data tobe used for billing system. The disadvantage of this way is the wasting time and costly. While the disadvantage of the token system is: no early warning when the token balance near to zero, but the power goes off suddenly. Another disadvantage of token system is the updating of balance of KWH Meter only can be done at one place, ie on the keypad near the KWH Meter device. It contrary with the updating way of the balance in mobile phone billing system thatr can be done "any place", by mean smart phone. In this research, designed a digital KWH Meter using Arduino Uno which equipped with communication system to get some features based on SMS as needed to solve those problems. The features are: the updating way of balance of KWH meter is integrated with mobile billing system, ie done by typing on the subscriber’s smart phone easily. Another feature is the checking of the remaining of the balance of KWH Meter also can be done on subscriber’s smart phone any where, any time. And the third feature is the early warning system (notifification message) to subscriber’s hand phone when the remaining of the balance of KWH meter reach the critical value according to preset value determined by subscriber to avoid the power source in the home goes off suddenly. As the final step of this research is the testing of the system which shown that the accuracy of KWH Meter by 99.34%, the average delay response of updating of the balance of KWH Meter (round trip delay) is 12,25 seconds, the delay response of balance checking of KWH Meter (round trip delay) is  14,25 seconds, and the delay of the early warning system (one way delay) is 7,15  secondsSaat ini terdapat dua cara sistem pembayaran (billing system) daya listrik yang diterapkan PT. PLN, yakni sistem konvensional dan sistem token. Dalam sistem konvensional petugas lapangan mendatangi lokasi pelanggan untuk mencatat posisi KWH Meter sebagai data penagihan. Kekurangan cara ini pemborosan waktu dan tenaga/biaya. Sedangkan dalam sistem token, kekurangannya adalah tidak ada peringatan dini menjelang habis kuota KWH Meter, yang menyebabkan listrik mati secara tiba-tiba. Selain itu cara pengisian kuota KWH sistem token hanya bisa dilakukan ditempat KWH Meter berada (melalui keypad pada KWH Meter); tidak seperti pengisian kuota pulsa telepon seluler, dapat dilakukan “dimanapun†melalui ponsel. Dalam penelitian ini dilakukan perancangan KWH Meter dijital dengan komponen utama Arduino Uno yang dilengkapi dengan modul komunikasi berbasis SMS untuk memberikan tiga fitur utama sebagai solusi permasalahan. Ketiga fitur tsb yaitu; sistem pengisian kuota KWH Meter melalui pembelian pulsa seperti pengisian pulsa pada ponsel, sistem pengecekan “sisa kuota†KWH Meter yang dapat dilakukan sewaktu-waktu melalui ponsel pelanggan secara interaktif berbasis SMS, dan sistem peringatan dini (reminder) pada ponsel pelanggan jika sisa kuota KWH Meter mencapai angka kritis menjelang habis sesuai seting angka yang diset pelanggan untuk menghindari listrik mati karena pulsa habis. Hasil pengujian sistem menunjukkan akurasi alat KWH Meter 99.34%, rata-rata delay pengisian pulsa kuota KWH Meter (round trip delay): 12,25 detik, delay pengecekan posisi KWH Meter (round trip delay):  14,25 detik, dan delay notifikasi peringatan dini (one way delay): 7,15 detik

    MANFAAT PEMASANGAN OPTICAL TERMINATION PREMISES DALAM JARINGAN FIBER TO THE HOME

    No full text
    Tumbuhnya pelanggan broadband berbasis jaringan Fiber To The Home (FTTH) ternyata dibarengi dengan banyaknya keluhan atau gangguan yang terjadi. Keluhan yang terjadi adalah lamanya waktu penyelesaian atau perbaikan gangguan dan sulitnya Teknisi masuk ke dalam rumah  pelanggan saat melakukan  perbaikan gangguan.  Gangguan terbesar berada pada segmen antara Optical Distribution Point (ODP) dan Roset [1]. Gangguan yang terjadi pada segmen ini adalah sering terjadi putusnya kabel drop. Pada umumnya aktivitas yang dilakukan  jika ada gangguan/putus kabel drop, baik itu di bagian outdoor maupun indoor proses perbaikannya kabel drop diganti mulai dari ODP sampai ke Roset. Hal ini tidak terlepas dari desain infrastruktur jaringan pelanggan FTTH [2]. Dalam desain jaringan pelanggan FTTH ini kabel drop ditarik dari port output adapter ODP yang berada di luar rumah sampai ke Roset yang berada di dalam rumah. Berdasarkan standar instalasi [3] [4]  bahwa instalasi kabel drop  dari ODP ke Roset harus melalui perangkat OTP.  Pemasangan OTP  bertujuan untuk mempermudah melokalisir gangguan dan demarkasi atau titik batas antara kabel bagian luar rumah (outdoor) dan bagian dalam rumah (indoor). Dengan dipasangnya ODP jika terjadi gangguan maka kabel yang terganggu itu saja yang dilakukan perbaikan atau penggatian dan  hal ini akan menghemat/efesien dalam pemakaian kabel drop

    ANALISIS PENGARUH PERGERAKAN USER TERHADAP KUALITAS SINYAL SUARA PADA JARINGAN WIMAX IEEE 802.16

    No full text
    WiMAX IEEE 802.16e merupakan non-line of sight (NLOS) Broadband Wireless Access (BWA) yang dikeluarkan oleh WiMAX Forum yang dikembangkan berdasarkan standar IEEE 802.16. Teknologi ini mampu diimplementasikan untuk mobile wireless access yang dapat memenuhi kebutuhan layanan data dengan bandwidth yang cukup besar 20 MHz, coverage yang luas 50 km, dengan bitrate yang tinggi 75 Mbps. Pergerakan user/mobile station akan mempengaruhi kualitas layanan suara pada jaringan WiMAX IEEE 802.16e yaitu akan terjadinya efek doppler spread yang mengakibatkan perubahan frekuensi terhadap mobile station yang bergerak.  Penelitian mengenai pengaruh pergerakan user/mobile station terhadap kualitas sinyal suara pada jaringan WiMAX IEEE 802.16e ini dilakukan dengan cara membuat simulasi sistem transmisi WiMAX 802.16e yang dilewatkan pada kanal yang bersifat multipath fading karena bersifat komunikasi non-line of Sight (NLOS) dengan cara terdistribusi rayleigh dan noise AWGN dengan pemodelan kanal propagasi SUI (Stanford University Interim). Parameter kecepatan user/mobile station yang disimulasikan mulai 0 km/jam (user statis), <15km/jam (user berjalan kaki), 16-50 km/jam (user berkendaraan sedang), sampai dengan 51-120 km/jam (user kecepatan tinggi). Hasil simulasi dan analisa memperlihatkan bahwa kecepatan pergerakan user sangat berpengaruh terhadap  fluktuasi fading pada kanal rayleigh. Berdasarkan standar komunikasi digital yaitu nilai BER sebesar 10, nilai Eb/No yang dihasilkan dibawah 12 dB untuk modulasi BPSK kecepatan user bisa mencapai 50 km/jam, sementara untuk QPSK kecepatan maksimal user dibawah 50 km/jam, dan 8PSK kecepatan user dibawah 30 km/jam. Sehingga modulasi yang paling baik untuk system ini adalah BPSK

    SISTEM KEAMANAN BERBASIS ALARM IP CAMERA DENGAN PASSIVE INFRARED RECEIVER (PIR) SENSOR DAN SMS GATEWAY

    No full text
    Penelitian mengenai security sytem sekarang ini sedang ramai diperbincangkan. Beberapa diantaranya adalah dengan menggunakan CCTV, dengan adanya rekaman CCTV ini sangat memudahkan bagi para penyelidik untuk mengetahui tindak kejahatan yang terjadi, namun penggunaan CCTV untuk merekam secara terus menerus selama waktu tertentu umtuk mendapat visualisasi kejadian yang lengkap membutuhkan kapasitas memori yang besar sehingga tidak efisien. Pada penelitian ini diimplementasikan sistem keamanan alarm CCTV network atau biasa disebut dengan Kamera IP dengan menggunakan PIR (Passive Infrared Receiver) sebagai sensor untuk mendeteksi gerak manusia sehingga CCTV hanya akan merekam pada saat terjadi pergerakan manusia dengan mendeteksi perubahan suhu disekitarnya, pada saat terdeteksi adanya pergerakan manusia yang tertangkap di kamera IP akan membunyikan alarm dan mengirimkan notifikasi pesan singkat ke ponsel genggam pemilik CCTV menggunakan SMS Gateway dan terekam oleh CCTV sehingga dapat dilihat melalui aplikasi pada smartphone atau PC. secara realtime. Penelitian dilakukan dengan cara memasang kamara IP dan SMS gateway di kamar kost dan PC serta smart pendeteksi dilakukan di kampus. Dari hasil pengukuran, sensor PIR dapat mendeteksi suhu dengan jarak terjauh 4 meter.Lamanya buzzer menyala adalah 50.67 detik. Apabila buzzer aktif, maka sms akan terkirim secara otomatis pada smartphone, adapun delay ratarata pengiriman notifikasi sms adalah 5.2 detik. Parameter QoS yang terukur yaitu,  packet loss sebesar 0,2%, delay 0,0038 second/packet, dan throughput sebesar 2,028 Mbit/sec

    PENGENALAN TULISAN TANGAN KARAKTER HIRAGANA MENGGUNAKAN DCT, DWT, DAN K-NEAREST NEIGHBOR

    Full text link
    Research to recognize hiraga na character based image processing has been widely practiced and even the accuracy level is close to 100%. However, the input image that used is still in the form of japanese characters print - out while the handwriting has not been studied. So in this stu dy tested the recognition of hiragana letters derived from handwriting format. Jpeg. Of the several related studies, the most commonly used compression approach for JPEG images is the DCT and DWT algorithms, so both algorithms are used in this study to be tested and compared their performance. In the system tested 45 images of 3 people handwriting hiragana character with KNN - based classification where previously 45 different images of the 3 people are trained by each DWT and DCT algorithms. The result is ba sed on the distance parameters that exist in the KNN algorithm, the DWT algorithm is superior to the DCT algorithm. The achievement of the maximum accuracy level obtained for each DWT - DCT algorithm is on the cityblock distance parameter 82.61% (DWT) and co rrelation distance 58.70% (DCT).Penelitian untuk mengenali karakter huruf hiragana berbasis image processing telah banyakdilakukan dan bahkan tingkat akurasi hampir mendekati 100%. Namun citra masukkan yangdigunakan masih berupa karakter huruf jepang hasil print-out sedangkan untuk masukkan berupatulisan tangan belum dilakukan. Maka pada penelitian ini diujikan pengenalan huruf hiragana yangberasal dari tulisan tangan berformat .jpeg. Dari beberapa strudi terkait, pendekatan kompresi yangpaling sering digunakan untuk citra JPEG adalah algoritma DCT dan DWT, sehingga keduaalgoritma tersebut digunakan pada penelitian ini untuk diujikan dan dibandingkan performansinya.Pada sistem diujikan 45 citra dari 3 orang tulisan tangan karakter hiragana dengan klasifikasiberbasis KNN dimana sebelumnya 45 citra yang berbeda dari 3 orang tersebut di training olehmasing-masing algoritma DWT dan DCT. Hasilnya berdasarkan parameter jarak yang ada padaalgoritma KNN, algoritma DWT lebih unggul dibandingkan algoritma DCT. Pencapaian tingkatakurasi maksimum diperoleh untuk masing-masing algoritma DWT-DCT adalah pada parametercityblok 82.61 % (DWT) dan correlation 58.70 % (DCT)

    PERANCANGAN APLIKASI PENGAMANAN INFORMASI TEKS DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA KRIPTOGRAFI ALPHA-QWERTY REVERSE

    Full text link
    Alpha - qwerty reverse is one part of the classical cryptographic algorithm that serves as the security of infor mation by encoding to information. The process of encryption of that information is encrypted and description. Alpha - qwerty reverse algorithm is a development of vigenere cipher cryptographic algorithms. Alpha - qwerty reverse differences in terms of number of characters that are more than vigenere cipher in which the alpha - qwerty reverse using 92 characters while vigenere cipher uses only 26 characters. Moreover, in terms of the use of character is also different. In vigenere cipher, the characters used an a lphabet sequence either in the original message (plaintext), a key or an encrypted message (ciphertext) whereas the alpha - qwerty reverse using the alphabetical order of the plaintext and key keyboard. Therefore, in this study will design a security applica tion that is text information with the cryptographic algorithm of alpha - qwerty reverse using a eclipse software. The aim of designing applications, namely to secure the important text information contained in the mobile phone based on android with the purp ose of storing or transmitting through a mobile phone communication service. From this study it can be concluded that alpha - qwerty reverse cryptographic algorithms can be implemented on the text information security applications designed and as the latest cryptographic algorithms to secure the information by generating a better level of security.  Alpha-qwerty reverse merupakan salah satu bagian dari algoritma kriptografi klasik yangberfungsi sebagai pengamanan informasi dengan melakukan penyandian terhadap informasi.Proses penyandian terhadap informasi tersebut yaitu enkripsi dan deskripsi. Algoritma alphaqwerty reverse merupakan pengembangan dari algoritma kriptografi vigenere cipher. Alphaqwerty reverse memiliki perbedaan yaitu dari segi jumlah karakternya yang lebih banyak darivigenere cipher di mana alpha-qwerty reverse menggunakan 92 karakter sedangkan vigenerecipher hanya menggunakan 26 karakter. Selain itu, dari segi pemakaian karakternya jugaberbeda. Pada vigenere cipher, karakter yang digunakan merupakan urutan alfabet baik padapesan asli (plaintext), kunci maupun pesan tersandi (ciphertext) sedangkan pada alpha-qwertyreverse menggunakan urutan alfabet dari keyboard pada plaintext dan kunci. Oleh karena itu,pada penelitian ini akan merancang aplikasi pengamanan informasi yaitu teks denganalgoritma kriptografi alpha-qwerty reverse menggunakan perangkat lunak eclipse. Tujuandari perancangan aplikasi yaitu untuk mengamankan informasi teks penting yang terdapatpada telepon seluler berbasis android dengan tujuan untuk disimpan atau dikirimkan melaluilayanan komunikasi telepon seluler. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa algoritmakriptografi alpha-qwerty reverse dapat diimplementasikan pada aplikasi pengamananinformasi teks yang dirancang dan sebagai algoritma kriptografi terbaru yang dapatmengamankan informasi dengan menghasilkan tingkat keamanan yang lebih baik

    105

    full texts

    164

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇