Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan
Not a member yet
    164 research outputs found

    PENERAPAN METODE OTSU THRESHOLDING DAN KOEFISIEN KORELASI PADA PENDETEKSIAN JUDUL BUKU TUGAS AKHIR

    Full text link
    Documentation of students' final project (TGA) books is very important for mapping research and minimizing plagiarism. In some cases, many TGA books have not been recorded correctly, so the library administration team at both the institutional and departmental levels must re-register it with a manual system so that this activity can spend not enough time. For this reason, this study aims to build a system that can help the documentation process quickly and easily. The system is a software based on digital image processing. The cover image of the TGA book is taken using a webcam and then processed by preprocessing, binerization, segmentation and character recognition. The result of the research is book title by text format. The methods to be used in this research include the acquisition process using specific box, Otsu Thresholding, segmentation, and pattern recognition using the Correlation Coefficient method. From the results of the research that has been done, it is found that the overall success rate of the system in recognizing the image patterns of letters in student TGA books is 95%.Pendokumentasian buku Tugas Akhir (TGA) mahasiswa sangat penting untuk  pemetaan penelitian serta meminimalisir adanya tindakan plagiarisme Pada beberapa kasus banyak buku TGA yang belum terdata dengan benar, sehingga staf administrasi perpustakaan baik tingkat institusi dan jurusan harus mendata ulang dengan sistem manual sehingga kegiatan ini dapat menghabiskan waktu yang tidak sedikit. Dengan alasan tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk membangun suatu sistem yang dapat membantu proses dokumentasi yang cepat dan mudah. Sistem berupa perangkat lunak berbasis pengolahan citra digital. Citra sampul buku TGA diambil menggunakan webcam dan selanjutnya diproses dengan tahapan preprocessing, binerisasi, segmentasi dan pengenalan karakter. Hasil penelitian berupa data judul buku. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini antara lain proses akuisisi dibantu dengan kotak peletakan buku, Otsu Thresholding, segmentasi, dan pengenalan pola menggunakan metode Koefisian Korelasi. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa tingkat keberhasilan keseluruhan sistem dalam mengenali pola citra huruf pada buku TGA mahasiswa sebesar  95%

    Identifikasi Gangguan Qualitas Daya Pada Transformer Distribusi Untuk Menjaga Kualitas Jaringan

    Full text link
    Hampir dari seluruh transformator yang terpasang di indonesia belum adanya pemantauan secara langsung guna untuk menjaga kualitas energi listrik yang akan disalurkan menuju pelanggan. Dengan adanya pemantauan secara langsung pada transformator dapat dilakukannya pendeteksian gangguan secara langsung hal ini akan membuat pihak penyalur tenaga listrik membantu mempercepat menangani masalah yang terjadi. Makalah ini menyajikan pengidentifikasi gangguan dengan cara melakukan pemodelan dari gangguan yang akan di identifikasi. Dengan bantuan perangkat elektronik yang dapat melakukan pemodelan gangguan menggunakan Artficial Neural Network sehingga perangkat elektronik dapat mengenali gangguan yang terjadi pada transformator

    PENGARUH VARIASI POSISI SUMBER SUARA TERHADAP ESTIMASI DIRECTION OF ARRIVAL (DOA)

    Full text link
    Metode yang sering digunakan untuk meng-estimasi arah datangnya sumber suara (DOA) adalah teknik beamforming. Beamforming adalah pemrosesan sinyal pada array sensor dengan cara meningkatkan sinyal sumber dan mengfilter noise. Pemrosesan sinyal dengan algoritma Fast Fourier Transform (FFT) beamforming digunakan dalam penelitian untuk estimasi DOA. Sedangkan konfigurasi sensor disusun secara Uniform Linear Array (ULA). Penelitian dilaksanakan dengan memvariasikan posisi sumber suara menjadi tiga kategori : pertama, posisi sumber lebih dari  (> Planewave) . Kedua, posisi sumber kurang dari    (< Planewave) dan ketiga, posisi sumber sama dengan . (= Planewave). Hasil penelitian menunjukkan penempatan posisi sumber suara sama dengan . (= Planewave) memiliki nilai akurasi paling tinggi terhadap estimasi DOA dengan nilai error pengukuran ± 0.10The method used to estimate the direction of the sound source (DOA) is beamforming technique. Beamforming is signal processing array sensor by increasing the source signal and filtering noise Signal processing with Fast Fourier Transform (FFT) beamforming algorithm is used in this research to estimate DOA. While the sensor configuration is arranged in a Uniform Linear Array (ULA). The research was conducted by varying the position of sound sources into three categories. first, the source position is more than D min (> Planewave). Second, the source position is less than D_min (<Planewave) and third, the source position is the same as D min. (= Planewave). The results showed  placement of the sound source position is same as D min. (= Planewave) has  highest accuracy value of DOA estimation with measurement error value ± 0.1

    EVALUASI GERAK JATUH DAN JONGKOK DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM PENDETEKSI JATUH BERBASIS SENSOR ACCELEROMETER

    No full text
    In this study, accelerometer sensor used as fall detection system in, Wearable, and Ambulatory in order to evaluate falling and squat movement. This system consists of two parts, the transmitter and the receiver. Both parts were equipped with a 2,4Ghz radio frequency wireless communication system to transmit data from accelerometer between the two parts. The accelerometer Sensor is placed on the transmitter to detect the three axes of gravity acceleration and the magnitude values in the event of fall and squat using the ATMEGA328 control unit. The transmitter parts is placed on the waist for the test to detect 2 types of fall positions i.e foward and backward and squat. From the test result of this study, the average value of three axis from the steady state condition of falling foward is 0,123g, -0,473g, -0,888g, backward is -0,084g, 0,495g, 0,628g, and squat is 0,739g, -0,262g, -0,493g. As for the magnitude of falling forward is 2,916g, backward is 2,580g, and squat is 0,344g.Pada penelitian ini, sensor accelerometer digunakan sebagai sistem pendeteksi jatuh secara Wireless, Wearable dan Ambulatory guna mengevaluasi pergerakan berdiri-jatuh dan siklus berdiri-jongkok. Sistem ini terdiri dari dua bagian yaitu bagian pengirim dan bagian penerima yang masing-masing dilengkapi sistem komunikasi wireless, dengan frekuensi radio 2,4GHz untuk mengirimkan data accelerometer antara kedua bagian tersebut. Sensor accelerometer diletakkan pada bagian pengirim untuk mendeteksi nilai tiga sumbu percepatan gravitasi dan nilai magnitude pada saat terjadi jatuh dan jongkok melalui pengolah data kontroler ATMEGA328. Sistem pengirim ditempatkan pada pinggang naracoba untuk diuji dalam mendeteksi posisi jatuh ke depan, ke belakang, dan siklus berdiri-jongkok. Dari hasil pengujian pada 10 orang naracoba didapatkan bahwa karakteristik tiga sumbu pada posisi jatuh ke depan bernilai 0,123g, -0,473g, -0,888g, ke belakang bernilai -0,084g, 0,495g, 0,628g, dan jongkok bernilai -0,739g, -0,262g, -0,493g. Adapun nilai rata-rata magnitude pada jatuh ke depan bernilai 2,916g, ke belakang bernilai 2,580g, dan jongkok bernilai 0,344g

    ANGKLUNG ROBOT CONTROL SYSTEM BASED ON MICROCONTROLLER

    Full text link
    Angklung is an art tool made of bamboo originating from West Java. Although angklung has been known worldwide, even UNESCO (United Nations of Educational, Scientific, and Cultural Organizations) has designated the instrument as part of Indonesian original art, but unfortunately this traditional musical instrument is almost extinct. On the other hand, technological developments help and make it easier for humans to do anything. One form of technological development is robots. Therefore, this article will discuss about the design of the angklung robot control system. The design consists of two parts, namely the design of the angklung robot and the design of the angklung robot control application. Some components used in angklung robots include Bluetooth HC-06, Arduino Uno, and relay modules, while for Android-based control applications. The process of sending data from the application to the angklung robot using Bluetooth communication. The results show that the angklung robot control system can transmit data at a distance of less than 10 meters and with an average delay of 0.303 seconds. For the functionality of the 100% angklung robot control application it can work in accordance with the initial design.Angklung merupakan alat kesenian terbuat dari bambu yang berasal dari Jawa Barat. Walaupun angklung sudah dikenal secara mendunia, bahkan UNESCO (United Nations of Educational, Scientific, and Cultural Organization) menetapkan alat musik tersebut sebagai bagian dari kesenian asli Indonesia, namun sayangnya alat musik tradisional ini sudah hampir punah. Di sisi lain, perkembangan teknologi membantu dan mempermudah manusia dalam melakukan apapun. Salah satu bentuk perkembangan teknologi adalah robot. Oleh karena itu maka pada artikel ini akan dibahas tentang perancangan sistem kendali robot angklung. Perancangan terdiri dari dua bagian yaitu perancangan robot angklung dan perancangan aplikasi kendali robot angklung. Beberapa komponen yang digunakan pada robot angklung meliputi Bluetooth HC-06, Arduino Uno, dan module relay, sedangkan untuk aplikasi kendali berbasis Android. Proses pengiriman data dari aplikasi ke robot angklung menggunakan komunikasi Bluetooth. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem kendali robot angklung dapat melakukan pengiriman data pada jarak kurang dari 10 meter dan dengan delay rata-rata sebesar 0.303 detik. Untuk fungsionalitas aplikasi kendali robot angklung 100% dapat bekerja sesuai dengan perancangan awal

    PERANCANGAN LINK RADIO MICROWAVE MENGGUNAKAN KONFIGURASI 4+0

    Full text link
    Pengguna jaringan selular yang semakin hari semakin bertambah mengharuskan adanya perancangan link radio microwave yang lebih efisien. Hal ini bertujuan agar semua kebutuhan user dapat terpenuhi, tanpa harus memasang banyak perangkat antena dan spektrum frekuensi. Salah satu cara meningkatkan nilai availability pada antena microwave yaitu menggunakan konfigurasi 4+0. Konfigurasi ini menggunakan satu buah antena dengan satu frekuensi, akan tetapi terdapat empat channel frekuensi karena memiliki empat Outdoor Unit (ODU) dalam satu antena sehingga dapat  meningkatkan nilai availability mencapai 99.99%,  karena pada konfigurasi 1+0, nilai availability belum mencapai standar ITU-T G.821 class 450 km for 10 km hop, untuk itu perlu dilakukan perancangan dengan konfigurasi 4+0. Pada penelitian ini, akan dilakukan perancangan menggunakan software Pathloss 5 yaitu pada site Condet Gedong ke site Kp Rambutan menggunakan frekuensi 11 GHz dengan jarak 9.61 km. Berdasarkan hasil perancangan, didapatkan  nilai Receive Signal Level (RSL) sebesar -50.11 dBm dan Rx Threshold Level sebesar -75 dBm. Sehingga dapat dinyatakan bagus karena nilai RSL ? RTH. Nilai availability dengan konfigurasi 1+0 didapatkan 99.98914%, nilai tersebut belum mencapai standar ITU-T G.821 class 450 km for 10 km hop karena memiliki standar 99.99%. Setelah menggunakan konfigurasi 4+0 didapatkan nilai availability sebesar 99.99006%, artinya nilai tersebut sudah mencapai standar.Cellular network users are increasingly growing necessitating more efficient microwave radio link design. It is intended that all user needs can be met, without having to install many antenna devices and frequency spectrum. One way to increase the availability value of a microwave antenna is to use a 4 + 0 configuration. This configuration uses one antenna with one frequency, but there are four frequency channels because it has four Outdoor Units (ODU) in one antenna so that it can increase the availability value to 99.99%, because in the 1 + 0 configuration, the availability value has not yet reached the ITU standard- T G.821 class 450 km for 10 km hop, it is necessary to design with a 4 + 0 configuration. In this research, design will be done using Pathloss 5 software, namely the Conded Gedong site to the Kp Rambutan site using 11 GHz frequency with a distance of 9.61 km. Based on the design results, the Receive Signal Level (RSL) value is -50.11 dBm and the Rx Threshold Level is -75 dBm. So it can be declared good because the RSL value ? RTH. The availability value with 1 + 0 configuration is 99.98914%, the value has not yet reached the ITU-T G.821 class 450 km for 10 km hop standard because it has a 99.99% standard. After using the 4 + 0 configuration, the availability value of 99.99006% is obtained, meaning that the value has reached the standard

    DENOISING SINYAL ELECTROCARDIOGRAM (ECG) MENGGUNAKAN METODE FAST FOURIER TRANSFORM PADA SISTEM DETEKSI KANTUK

    Full text link
    Salah satu penyebab kecelakaan lalu lintas adalah kantuk dimana tingkat konsentrasi dan kewaspadaan menurun. Tingginya angka kecelakaan karena factor kantuk menjadi suatu permsalahan yang memiliki urgensi tinggi untuk diselesaikan. Sistem deteksi kantuk merupakan solusi permasalahan tersebut.  Sinyal EKG adalah salah satu parameter system deteksi kantuk. Sinyal denyut listrik kecil memicu detak jantung dan memicu kontraksi otot jantung. Sinyal-sinyal listrik ini dapat dideteksi menggunakan elektroda yang terpasang pada permukaan kulit atau dalam jarak kecil dari kulit. Sinyal EKG merepresentasikan aktivitas listrik jantung pada berbagai tahap aliran darah di jantung. Setiap siklus jantung menghasilkan gelombang EKG yang ditunjuk sebagai P, Q, R, S dan T. Namun, sinyal elektrokardiogram yang dihasilkan oleh sensor masih terdapat noise yang menyebabkan sulitnya menganalisa dan mendapatkan informasi dalam sinyal tersebut. Pada penelitian ini akan dilakukan denoising sinyal elektrokardiogram menggunakan metode fast fourier transform (FFT). Sensor AD8232 digunakan untuk mendeteksi sinyal kelistirkan jantung lalu diakuisi datanya menggunakan arduino uno. Data sinyal yang di akusisi oleh arduino ditampilkan pada layar LCD untuk mengetahui sinyal secara langsung. Proses pengolahan sinyal dilakakukan menggunakan komputer dengan mengirim sinyal yang sudah di akuisisi oleh arduino uno menggunakan media usb serial. Selanjutnya data sinyal disimpan selama 10 detik untuk diproses denoising sinyal menggunakan metode Fast Fourier Transform sehingga hasil dari sinyal EKG dapat tervisualisai dengan baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan metode FFT, sinyal EKG dapat terdenoising dengan baik sehingga dapat di proses untuk tahap selanjutnya

    ANALISIS IMPLEMENTASI FREQUENCY DIVERSITY TERHADAP NILAI AVAILABILITY SYSTEM PADA WILAYAH URBAN DAN RURAL

    Full text link
    Media transmisi yang banyak digunakan yaitu salah satunya ialah media transmisi menggunakan gelombang mikro. Gelombang mikro masih dibutuhkan saat ini karena tidak semua lokasi di izinkan untuk pergelaran jaringan menggunakan kabel, selain itu pengaruh terhadap bencana alam kecil, dan lebih praktis di implementasikan pada wilayah urban maupun rural. Namun dalam penggunaan transmisi gelombang mikro terdapat kendala-kendala yang dapat menyebabkan proses transmisi mengalami gangguan dalam proses penyampaian informasi. Salah satu kendala yang mempengaruhi transmisi gelombang radio yaitu adanya efek fading yang menyebabkan turunnya daya terima dan rusaknya kualitas transmisi. Oleh sebab itu, perlu dilakukan proses optimasi untuk meningkatkan availability sistem komunikasi gelombang mikro. Penggunaan teknik diversity yang dapat meningkatkan nilai kehandalan sistem. Pada penelitian ini teknik diversity yang digunakan yaitu frequency diversity. Hasil dari simulasi perancangan jaringan transmisi gelombang mikro pada penelitian ini mendapatkan nilai kehandalan sistem sebelum menggunakan teknik diversity yaitu sebesar 99,99348%. Sedangkan setelah menggunakan teknik frequency diversity di dapatkan hasil sebesar 99,99934%. Hasil akhir simulasi ini sesui dengan yang diharapkan dengan adanya penerapan teknik frequency diversity akan mengoptimalkan layanan kepada penggunan dengan tingkat kehandalan sistem sebesar 0,00586% lebih optimal.The widely used transmission media, one of which is transmission media using microwave. Microwaves are still needed today as not all locations allow for network performances using cables, in addition to the influence of small natural disasters, and are more practical to implement in urban and rural areas. But in the use of micro wave transmission there are constraints that can cause the transmission process to experience interference in the process of conveying information. One obstacle that affects transmission of radio waves is the presence of fading effect that causes the decline in the receiving power and damage transmission quality. Therefore, the optimization process is necessary to increase the availability of the microwave communication system. The use of a diversity technique can increase the value of system reliability. In this research the diversity technique used is frequency diversity. The result of the design simulation of microwave transmission network in this study obtained the value of system reliability before using the diversity technique of 99.99348%. Whereas after using frequency diversity technique obtained the result of 99.99934%. The final result of this simulation is as expected by the application of frequency diversity technique will optimize service to users with a system reliability level of 0.00586% more optimal

    ANTENA UWB (ULTRA WIDEBAND) MENGGUNAKAN BROADSIDE ARRAY CIRCULAR PATCH 2×2 DENGAN BANDWIDTH 500 MHZ UNTUK RADAR C BAND

    Full text link
    large amounts of data at a fairly close distance with the smallest bandwidth of 500 MHz with a frequency range of 3.1-10.6 GHz which is often applied to WIFI, smartphones and radar, so it is necessary to design an antenna that can produce a wide enough bandwidth. This study made a UWB microstrip antenna with circular patches for c-band radar arranged by a 2 × 2 broadside array using a slot with direct feed technique and is expected to work in the c band frequency range which has a return loss value> 20 dB, VSWR <2, gain > 6 dBi, and bandwidth > 500 MHz. The simulation is carried out using the CST Studio Suite 2019 software by entering antenna parameters based on the results of manual calculations, and optimization is carried out to get the expected antenna specifications.From the final simulation results, it is found that the antenna works at a working frequency of 6.204 - 6,760 GHz with a center frequency of 6.5 GHz, a return loss of 41.1407 dB, a wide bandwidth of 556.1 MHz and a VSWR of 1.0176. Whereas in the measurement results of the circular patch microstrip antenna that have been realized, the antenna works at a frequency of 6,150 - 6,720 GHz with a center frequency of 6,390 GHz, a return loss of 30.62 dB, a bandwidth of 570 MHz, and a VSWR of 1.16.UWB (Ultra Wideband) merupakan suatu teknologi nirkabel yang dikembangkan sampai sekarang agar dapat memancarkan sejumlah data yang berukuran sangat besar pada jarak yang cukup dekat dengan bandwidth paling kecil sebesar 500 MHz dengan range pada frekuensi 3.1-10.6 GHz yang sering diaplikasikan untuk WIFI, smartphone dan radar, maka diperlukan perancangan antena yang dapat menghasilkan bandwidth yang cukup lebar. Penelitian ini membuat sebuah antena mikrostrip UWB dengan patch lingkaran untuk radar c-band yang disusun broadside array 2×2 menggunakan slot dengan teknik pencatuan langsung dan diharapkan bekerja pada range frekuensi c band yang memiliki nilai return loss > 20 dB, VSWR < 2, gain > 6 dBi, dan bandwidth > 500 MHz. Simulasi dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak CST Studio Suite 2019 dengan memasukan parameter antena berdasarkan hasil perhitungan manual yang dilakukan, serta dilakukan optimasi untuk mendapatkan spesifikasi dari antena yang diharapkan. Dari hasil akhir simulasi didapatkan antena bekerja pada frekuensi kerja 6.204 – 6.760 GHz dengan frekuensi tengah di 6.5 GHz, return loss sebesar 41.1407 dB, lebar bandwidth sebesar 556.1 MHz dan VSWR sebesar 1.0176. Sedangkan pada hasil pengukuran antena mikrostrip patch lingkaran yang telah direalisasikan, antena bekerja pada frekuensi 6.150 – 6.720 GHz dengan frekuensi tengah di 6.390 GHz, return loss sebesar 30.62 dB, lebar bandwidth sebesar 570 MHz, dan VSWR sebesar 1.16

    Perancangan dan Implementasi Aplikasi Sistem Pemantauan Helm Pendeteksi Kantuk Berbasis Website

    Full text link
    Microsleep is a drowsiness condition that makes a person fail to respond the surrounding environment for several miliseconds. That condition often occurs in motorcyclists. At this time, the information about motorcyclist's drowsiness condition can not be known directly by the motorcyclist's family. This journal explains the design and implementation of a monitoring and history record system application of the motorcyclist's drowsiness using website with brain sensor to detect drowsiness that embedded to the rider's helmet. Data from brain sensor is received by microcontroller that connected to the internet and then sent the data to the website database in real time. The output of this system is to display a dynamic chart and tables on website www.unsikahelpin.xyz that can be accessed online by the motorcyclist's family. Then there is filtering feature according dates  to display the time and date when the driver is drowsy. The motorcyclist's brain history data could be saved as a document file in PDF format.Tidur singkat atau biasa dikenal microsleep adalah kondisi kantuk yang menyebabkan seseorang tidak merespon lingkungan sekitar selama sepersekian detik. Kondisi kantuk tersebut sering terjadi pada pengendara sepeda motor. Saat ini, informasi kondisi kantuk pengendara tidak dapat diketahui secara langsung oleh pihak keluarga pengendara. Pada jurnal ini dibahas perancangan dan implementasi aplikasi sistem pemantauan dan catatan riwayat kantuk pengendara berbasis website menggunakan sensor otak yang disematkan pada helm pengendara. Data dari sensor otak diterima oleh mikrokontroler yang terhubung dengan jaringan internet dan dikirimkan ke database website secara realtime. Hasil keluaran berupa tampilan dinamis grafik dan tabel pada halaman website www.unsikahelpin.xyz yang dapat diakses secara online oleh pihak keluarga pengendara, dan tersedia fitur penyaringan dengan rentang tanggal di hari-hari sebelumnya untuk menampilkan jam dan tanggal ketika pengendara mengalami kantuk. Data riwayat kantuk pengendara dapat disimpan menjadi berkas dokumen dalam format PDF

    105

    full texts

    164

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇