Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan
Not a member yet
164 research outputs found
Sort by
SISTEM MONITORING ENERGI LISTRIK PADA KOMPOR PENGHASIL LISTRIK DENGAN TEKNOLOGI INTERNET OF THINGS (KOLISS-IOT
Electricity has become a basic need of society today. Alternative energy sources are one of the ways to help people in providing electrical energy, therefore an internet of things-based electric stove technology (KOLISS-IoT) is needed. technology. A monitoring tool is needed so that it is known how much the performance of the KOLISS-IoT technology in producing electrical energy. The tool designed to monitor this requires a voltage and current sensor, and Arduino. Current sensor uses INA219 sensor which functions to detect how much voltage and power current is generated by KOLISS-IoT. Arduino and ESP8266 modules are needed to process data and send data using IoT technology. The results can be displayed on a 16x2 I2C lcd and webpage using the ESP8266 module. The test results obtained through measurements using the sensor voltage, current, and power by the INA219 sensor are at an average of 2.65V for the calculation of the voltage, 0.031A for the calculation of the current and 0.0785W for the calculation of power. The maximum values ??of voltage, current and power in the test are 2.85 V, 0.068A, and 0.194W.Listrik sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat saat ini. Sumber energi alternatif merupakan salah satu cara untuk membantu masyarakat dalam menyediakan energi listrik, oleh karena itu dibutuhkannya sebuah teknologi kompor penghasil listrik berbasis internet of things (KOLISS-IoT). Dibutuhkan alat monitoring agar diketahui berapa besar kinerja teknologi KOLISS-IoT dalam menghasilkan energi listrik Alat yang dirancang untuk memonitor ini dibutuhkan sensor tegangan dan arus, serta arduino. Sensor arus menggunakan sensor INA219 yang berfungsi untuk mendeteksi berapa besar arus tegangan dan daya dihasilkan oleh KOLISS-IoT. Serta dibutukan arduino dan module ESP8266 untuk mengolah data dan mengirim data menggunakan teknologi IoT. Hasilnya dapat ditampilkan pada lcd 16x2 I2C dan webpage menggunakan modul ESP8266. Hasil pengujian yang didapat melalui pengukuran menggunakan sensor tegangan, arus, dan daya oleh sensor INA219 yaitu pada rata-rata sebesar 2,65V pada perhitungan tegangan, 0,031A pada perhitungan arus dan 0,0785W pada perhitungan daya. Nilai maksimal tegangan, arus dan daya pada pengujian yaitu sebesar 2,85 V, 0,068A, dan 0,194W
PERENCANAAN INDOOR BUILDING SOLUTION DI WAHANA TRANS STUDIO BANDUNG
The Trans Studio Bandung area is a place to vacation with families that are crowded with visitors. However, there are reports that poor access to cellular services for the operator's LTE network 3. Based on the data from the walktest results around the Trans Studio Building area, bad results are obtained, namely the RSRP value of ? -110 dBm and SINR of ? 6 dB. Based on the survey results, this is due to the thick building material so that the signal does not penetrate well into the room. Based on the identification of OSS data, it shows an imbalance between user traffic and cell capacity that affects network quality and throughput. In this study, the optimization of signal quality using the Indoor Building Solution (IBS) method at a frequency of 1800 MHz, 10 MHz bandwidth, and applying lampsite technology to improve service and capacity in the area. This planning simulation was carried out using IBwave 6.6.4 and the ITU-RP1238 propagation model which is Huawei's standard. Observation parameters in this study are RSRP, SINR, and data rates. The results of the planning show an increase in the average RSRP value of -68.83 dBm, and SINR 22.78 dB. Meanwhile, for data rates, it reached a value of 96.8% for values> = 15 Mbps and the lowest value was 34.82 Mbps. This shows that this plan can provide excellent service to users
RANCANG BANGUN SARUNG TANGAN SEBAGAI ALAT BANTU TUNA NETRA BERBASIS SENSOR ULTRASONIC DAN ARDUINO NANO
Accessibility is the design of a building that guarantees security and is easily accessible to everyone and is no exception, including individuals with disabilities. One form of accessibility is the guiding block or guide texture tiles that guide the blind pedestrians in public places. However, the existing guilding block sometimes makes blind people with accidents such as being hit by pots or electric poles.
At this time, the tool to help the blind to do activities is just a stick that has a length of 120 cm, the stick has limitations such as the reach of the tool, can not detect various objects around the person in a fast time.
In this research will be made a tool in the form of gloves to help and ease activities such as knowing the object that is in front of the blind people. With the help of ultrasonic sensors then processed using Arduino Nano. With the output produces vibrations and sound coming from the dc motor and buzzer. Can tell how close the object is.
The test results were carried out ten times in terms of distance and delay in three conditions. Gloves have a small error in terms of measuring distances but have a high error rate for each object. Then the delay generated by the ultrasonic sensor to vibration changes significantly in each condition, this is influenced by the temperature and conditions around the test.Aksesibilitas adalah desain sebuah bangunan yang menjamin keamanan dan mudah dijangkau oleh semua orang dan tidak terkecuali, termasuk individu dengan disabilitas. Salah satu bentuk aksesibilitas adalah adanya guiding block atau ubin tekstur pemandu yang menjadi penunjuk jalan bagi pejalan kaki tunaneta di tempat umum. Akan tetapi guilding block yang sudah ada terkadang membuat penyadang tuna netra mengalami kecelakaan seperti tertabrak pot atapun tiang listrik.
Pada saat ini, alat untuk membantu penyandang tuna netra untuk melakukan aktivitas hanyalah sebuah tongkat yang memiliki panjang 120 cm, Tongkat tersebut memiliki keterbatasan seperti jangkauan alat, tidak dapat mendeteksi berbagai object di sekeliling penyandang dalam waktu yang cepat.
Pada penelitian ini akan dibuat sebuah alat berupa sarung tangan untuk membantu dan meringankan aktivitas seperti mengetahui object yang berada di depan para penyandang tuna netra tersebut. Dengan bantuan sensor ultrasonic kemudian di proses menggunakan Arduino nano. Dengan keluaran menghasilkan getaran dan suara yang berasal dari motor dc dan buzzer. Dapat memberitahukan seberapa dekat objek.
Hasil pengujian yang dilakukan sebanyak sepuluh kali dalam hal jarak dan delay pada tiga kondisi. Sarung tangan memiliki error yang kecil dalam hal pengukuran jarak tetapi memiliki error rate yang tinggi di setiap object. . Kemudian pada pengujian delay didapatkan perbedaan nilai yang sedikit pada object yang berbeda dan pada jarak tertentu dari satu hingga tiga meter didalam tiga kondisi
SISTEM TELEMONITORING GANGGUAN PADA JARINGAN LISTRIK SECARA REAL TIME DENGAN MODUL GSM
Pemutus beban merupakan pengaman jika arus melebihi kapasitas beban. Kondisi ini teknisi tidak dapat langsung mengetahui lokasinya, hal ini berdampak pada kerugian bagi perusahaan penyedia listrik. Penelitian ini membuat sistem yang dapat memberikan informasi kepada teknisi ketika terjadi gangguan, yaitu gangguan arus dideteksi sensor arus ACS712 30 A, kemudian diproses oleh Arduino untuk mengaktifkan servo untuk membuka pemutus beban, sekaligus memberikan informasi status keadaan pemutus beban ke handphone petugas melalui modul GSM. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem berfungsi dengan baik, dengan error pada sensor arus ACS712 30A 0,6 % pada pemutus beban 1 dan 2 serta 0,2 % pada pemutus beban 3. Modul GSM dapat mengirim dan menerima perintah sesuai dengan status sistem dari atau ke handphone user di lokasi dengan baik sesuai dengan tampilan LCD sistem yang meliputi informasi waktu dan tanggal
APLIKASI PEMBELAJARAN PERHITUNGAN REDAMAN DAN DISPERSI PADA SERAT OPTIK UNTUK MENUNJANG PRAKTIKUM ONLINE BERBASIS MATLAB
Berdasarkan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 36962/MPK.A/HK/2020 mahasiswa harus melakukan kegiatan praktikum secara virtual untuk pembelajaran dalam rangka pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Hal ini didukung oleh surat edaran Telkom University Nomor 040/SKR4/REK/2020 tentang antisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan Telkom University yaitu dengan pengalihan pembelajaran tatap muka menjadi daring (online) dan tidak ada pelaksanaan praktikum onsite dalam kurun waktu yang ditentukan.
Oleh karena itu, berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini merancang dan merealisasikan sebuah aplikasi pembelajaran untuk praktikum daring mata kuliah Sistem Komunikasi Optik (SKO) pada materi Power Link Budget (PLB) dan dispersi serat optik. Aplikasi ini bernama Optical Calculation of PLB and dispersion (Opticaloldis). Tujuan dari perhitungan PLB yaitu menentukan nilai redaman untuk mengetahui anggaran daya yang diperlukan pada penerima (receiver) sehingga level daya tidak kurang dari sensitivitas minimum. Selain itu, tujuan dari perhitungan dispersi yang terjadi pada serat optik yaitu untuk mengetahui rugi-rugi yang terjadi selama proses perambatan agar tidak mengganggu kinerja serat optik.
Pengujian parameter performansi aplikasi Opticaloldis pada penelitian ini menggunakan perhitungan nilai akurasi dan nilai Mean Opinion Score (MOS). Hasil dari perhitungan nilai akurasi terhadap fitur-fitur yang tersedia pada aplikasi Opticaloldis didapatkan nilai sebesar 99,99% dari 100%. Selain itu, perhitungan nilai MOS berdasarkan hasil dari 30 responden dan tujuh pertanyaan dalam kategori (i) manfaat, (ii) user friendly, dan (iii) mudah dipahami, didapatkan nilai MOS dari skala 5 sebesar 4,57, 4,56, dan 4,61, secara berturut-turut. Oleh karena itu, didapatkan rata-rata nilai MOS ( ) sebesar 4,58, yang artinya aplikasi Opticaloldis ini sangat bermanfaat dan dapat digunakan sebagai alat bantu praktikum daring mata kuliah SKO pada materi PLB dan dispersi serat optik
IMPLEMENTASI VIRTUAL LABORATORY SISTEM KOMUNIKASI OPTIK PADA JURUSAN D3 TEKNOLOGI TELEKOMUNIKASI BERBASIS MARKERLESS AUGMENTED REALITY
Sistem Komunikasi Optik adalah salah satu mata kuliah yang terdapat pada jurusan D3 Teknologi Telekomunikasi dan memiliki laboratorium untuk melakukan pelaksanaan praktikum. Pada mata kuliah Sistem Komunikasi Optik ini memiliki beberapa modul pembelajaran yang harus dilaksanakan didalam laboratorium supaya mahasiswa dapat berinteraksi secara langsung dengan perangkat-perangkat yang terdapat didalam sistem komunikasi optik. Namun dikarenakan adanya pandemi saat ini yang menyebabkan pembelajaran dilingkungan kampus beralih kedalam pembelajaran online sehingga pelaksanaan beberapa praktikum ditiadakan termasuk praktikum dari mata kuliah Sistem Komunikasi Optik sendiri dan karena perubahan sistem pembelajaran ini menyebabkan akses kedalam laboratorium dibatasi. Aplikasi ini dirancang untuk membantu pelaksanaan praktikum sistem komunikasi optik pada jurusan D3 Teknologi Telekomunikasi, aplikasi ini akan menampilkan alat-alat yang digunakan pada saat praktikum yang dilaksanakan didalam laboratorium secara real time dan berbentuk 3D, adapun alat-alat yang ditampilkan dalam aplikasi ini adalah cleaver, fusion splicer, ODP closure, OPM, OTDR, patch cord, dan splitter. Berdasarkan hasil pengujian, semua konten dan sistem dalam aplikasi berfungsi seperti yang diharapkan, dimana aplikasi SKO Virtual Laboratory mampu menampilkan objek dengan benar ketika kamera smartphone android diarahkan kearah mata angin sebelah Utara dengan sudut 0? atau 360 ?, cahaya yang berbeda di dalam ruangan atau diluar ruangan yang dijadikan tempat pendeteksian objek tidak mempengaruhi hasil dari tampilan objek 3D. Berdasarkan hasil 25 responden, hasil survei permintaan aplikasi memberikan skor MOS terbaik dengan nilai 4,84 sedangkan survei manfaat aplikasi MOS memberikan skor MOS terbaik hasil terbaik dengan nilai 4,8.Optical Communication System is one of the courses in the D3 Telecommunication Technology major and has a laboratory to carry out practical work. In this Optical Communication System course, there are several learning modules that must be carried out in the laboratory so that students can interact directly with the devices contained in the optical communication system. However, due to the current pandemic which causes learning in the campus environment to switch to online learning so that the implementation of several practicums is eliminated, including the practicum from the Optical Communication System course itself and because of this change in the learning system, access to the laboratory is limited. This application is designed to assist the implementation of the optical communication system practicum in the D3 Telecommunication Technology major, this application will display the tools used during the practicum carried out in the laboratory in real time and in 3D form, while the tools displayed in this application are cleavers. , fusion splicer, ODP closure, OPM, OTDR, patch cord, and splitter. Based on the test results, all content and systems in the application function as expected, where the SKO Virtual Laboratory application is able to display objects correctly when the android smartphone camera is directed towards the north cardinal angle with an angle of 0? or 360, different light indoors or out. the room that is used as a place for object detection does not affect the results of the 3D object display. Based on the results of 25 respondents, the results of the application request survey gave the best MOS score with a value of 4.84 while the MOS application benefits survey gave the best MOS score with a score of 4.8
APLIKASI PRESENSI MENGGUNAKAN PENGENAL WAJAH BERBASIS OPENCV
Penelitian ini merealisasikan sebuah aplikasi pencatat kehadiran otomatis menggunakan mekanisme pengenalan wajah. Metode pengenalan yang dipakai adalah metode Eigenface dengan algoritma Haar Cascade yang mampu mendeteksi dengan cepat dan realtime wajah manusia. Parameter pengujian yang dilakukan meliputi tiga kondisi yakni pengujian terhadap tipe wajah, terhadap jarak ke objek, dan terhadap delay waktu pembacaan objek. Seluruh kondisi tersebut mengacu pada tingkat keakuratan yang dinyatakan dalam FAR (False Acceptance Rate) dan FRR (False Rejection Rate). Hasil pengujian pertama terhadap tipe wajah menunjukkan nilai FAR pada tipe wajah berkacamata yakni 50%, sedangkan yang tidak berkacamata memiliki nilai FAR 51,6%. Pada pengujian kedua terhadap jarak antara smartphone dan wajah, menunjukkan nilai FAR pada jarak 20 cm yakni 57,1%, sedangkan pada jarak 30cm memiliki nilai FAR 43%. Pada pengujian terhadap delay pembacaan wajah, didapatkan hasil rata-rata delay sebesar 3,93 detik. Pengujian juga dilakukan terhadap delay deteksi, didapatkan hasil rata-rata delay sebesar 3,93 detik
PERANCANGAN SISTEM INSTRUMENTASI PADA VERTICAL AEROPONIC (VERO) BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 2560
Dengan pesatnya kemajuan teknologi salah satunya pada bidang pertanian, yaitu ditemukannya metode bercocok tanam dengan menggunakan media udara yaitu aeroponik. Metode bercocok tanam dengan aeroponik ini sangat efektif, karena pemberian nutrisi dilakukan dengan menyemprotkan langsung ke akar tanaman. Pada metode aeroponik ini harus selalu terpantau kadar air nutrisi sebelum disemprotkan ke akar tanaman agar kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan tanaman tercukupi. Penelitian ini akan dirancang sistem instrumentasi dengan menggunakan arduino uno sebagai pusat kontroler dan empat buah modul sensor yang digunakan untuk mengukur parameter air nutrisi yang berada pada tabung. Pengujian dilakukan dengan membandingkan hasil pembacaan sensor dengan hasil pembacaan alat ukur. Hasil pengujian dari pembacaan sensor yang digunakan memiliki kriteria yang bagus dan akan tepat digunakan untuk mengukur kadar pada air nutrisi yang akan disemprotkan pada tanaman aeroponik
PERENCANAAN LTE CELL SPLITTING UNTUK MENINGKATKAN PERFORMANSI LAYANAN 4G DI JALAN TAMAN KOPO INDAH 2 BANDUNG
Berdasarkan hasil survei lokasi, drivetest awal, dan pengamatan data OSS (Operating Support System) yang dilakukan pada wilayah Taman Kopo Indah 2 disimpulkan bahwa trafik pengguna layanan 4G LTE (Long Term Evolution) untuk operator Tri di wilayah tersebut cukuplah tinggi, dan mengakibatkan menurunnya kualitas layanan dengan ditandai rendahnya kecepatan akses data. Salah satu solusi yang umum dilakukan untuk mengatasi masalah kapasitas jaringan seluler adalah dengan menggunakan metoda cell splitting. Pada penelitian ini telah dilakukan perencanaan cell splitting pada frekuensi 1800 Mhz guna meningkatkan kapasitas jaringan dan sekaligus memperbaiki coverage area pada wilayah Taman Kopo Indah 2. Perencanaan ini menggunakan software atoll 3.3 dengan menganalisa beberapa parameter yaitu RSRP (Reference Signal Received Power), SINR (Signal to Interference plus Noise Ratio) dan throughput. Hasil perencanaan bisa dikatakan memiliki kinerja maksimal dalam memperbaiki coverage area dan kapasitas dengan menghasilkan nilai parameter LTE, seperti RSRP dengan nilai ? -90 dBm mencapai 73,1%, SINR dengan nilai ? 5 dB telah mencapai 88,48%, dan throughput ? 800 Kbps mencapai 100%, hasil -hasil perencanaan ini telah sesuai dengan standar dari operator Tri, sehingga perencanaan ini bisa menjadi rekomendasi bagi pihak operator dalam upaya meningkatkan kualitas layanan terutama layanan 4G pada wilayah taman kopo indah 2 Bandun
PENGGUNAAN MATEREIAL DIELEKTRIK BUATAN BERBASIS REKTANGULAR PATCH PADA ANTENA HORN UNTUK RADAR X-BAND
Dielectric materials play an important role in antennas in an effort to support data communication. The material used by the dielectric is usually not even one material, however, it is a combination of several dielectric materials. From the final simulation results, the antenna is obtained at a working frequency of 7.822 GHz with a return loss of -20.336 dB, a bandwidth of 830.6 MHz and a VSWR of 1.21. Whereas in the measurement results of the horn antenna using dielectric material that has been realized, it is found that the antenna is able to work at a frequency of 8.41GHz with a return loss of -13.31 dB, a bandwidth of 110 MHz, and a VSWR of 1.61. The difference in parameter results could be due to dimensional differences between the simulated antenna and the antenna that has been realized. The difference in parameter results could be due to dimensional differences between the simulated antenna and the antenna that has been realized. Measurements are not carried out in a closed room or specifically for measuring the antenna, thus allowing interference to the waves from the antenna being measured because the simulation results are made in ideal conditions