Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan
Not a member yet
164 research outputs found
Sort by
ANALISIS PERFORMANSI PROTOKOL ROUTING DISTANCE VECTOR DAN HYBRID ROUTING DENGAN ROUTER PROPRIETARY
Protokol routing merupakan metode yang digunakan untuk menghubungkan dari router satu ke router yang lainnya, menyampaikan informasi dengan benar, memberikan jaminan layanan. Setiap protokol routing memiliki algoritma yang berbeda, pada penelitian ini dibahas tentang protokol routing yang bersifat distance vector dan hybrid routing, khusus penelitian ini akan dibahas tentang protokol routing yang bersifat proprietary.Skenario yang digunakan pada penelitian ini menggunakan komunikasi VoIP (Voice over Internet Protocol), dengan menggunakan 10 buah router, 16 host yang berkomunikasi satu dengan lainnya pada saat yang bersamaan, kemudian juga dilakukan scenario pemutusan jaringan untuk melihat cara protokol routing meng-update tabel routingnya, juga akan dilakukan perbandingan antara performansi antara IPv4 dan IPv6.Dari hasil penelitian didapatkan hasil protokol routing EIGRP dibandingkan dengan IGRP memiliki nilai performansi dari sisi konvergensi jaringan, jumlah hop, paket yang hilang (traffic dropped), delay paket dan throughput yang lebih baik
MONITORING CO DAN DETEKSI DINI KEBOCORAN GAS LPG PADA PERUMAHAN MENGGUNAKAN WIRELESS SENSOR NETWORK
Ancaman bahaya pada lingkungan perumahan antara lain berasal dari kebocoran tabung gas LPG dan pencemaran gas karbonmonoksida (CO). Gas CO sangat sulit dikenali oleh manusia dan jika masuk ke tubuh manusia pada konsentrasi tertentu akan berdampak buruk terhadap kesehatan. Untuk itu dibutuhkan suatu sistem yang mampu memonitor besarnya konsentrasi gas CO di dalam ruangan dan terintegrasi dengan deteksi dini kebocoran LPG. Pada penelitian ini, dirancang sistem monitoring CO dan deteksi dini kebocoran LPG berbasis wireless sensor network (WSN) dengan menggunakan standar komunikasi zigbee. Ada 3 titik WSN yang membentuk jaringan bertopologi bus dan star. Sensor yang digunakan adalah LM35DZ sebagai pembaca suhu, HSM 20-G sebagai pembaca kelembaban, TGS 2600 sebagai pembaca gas CO, dan MQ-4 sebagai detektor gas LPG. Data pembacaan node-node sensor terkumpul pada node kordinator yang terhubung pada server. Data pada server ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik kemudian dikirimkan kepada user menggunakan komunikasi G-Talk. Jangkauan pengiriman data antar node sejauh ± 53 meter, dimana rata-rata error pembacaan sensor TGS 2600 sebesar 4,414 %. Jarak yang ideal dan aman antara sensor dengan tabung gas LPG adalah 25 cm, dan waktu untuk mendeteksi kebocoran gas LPG ± 12 detik
RANCANG BANGUN DAN IMPLEMENTASI ALAT UKUR DAN SISTEM INFORMASI PADA LISTRIK SATU FASA
Sistem monitoring penggunaan listrik baik secara prabayar maupun pascabayar masih memiliki beberapa masalah, salah satu permasalahan yang terjadi adalah masih kurangnya pengawasan untuk mengetahui seberapa besar penggunaan listrik di suatu rumah atau suatu daerah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan sebuah perangkat yang mampu mengukur parameter-parameter pada listrik arus AC (Alternating Current) satu fasa, dan menampilkannya hasilnya dalam suatu sistem informasi, sehingga penggunaan daya listrik dari setiap rumah atau daerah dapat diketahui jumlahnya.Dengan menggunakan papan mikrokontroler Arduino Uno sebagai pengolah datanya, parameter yang dapat diukur oleh perangkat terdiri dari arus, tegangan dan daya, data pengukuran tersebut kemudian dikirim melalui jaringan wireless ke sebuah komputer server, komputer server berfungsi sebagai penyimpanan data hasil monitoring dan mengolah data tersebut menjadi sebuah informasi yang ditampilkan dalam sebuah website.Berdasarkan hasil pengujian pada pengukuran arus didapatkan nilai kesalahan rata-rata sebesar 3,28%, kesalahan rata-rata pengukuran tegangan sebesar 0,39%, pada pengukuran nilai daya didapatkan nilai kesalahan rata-rata sebesar 8,82%. Sedangkan pada proses pengiriman data diperoleh nilai presentase error sebesar 0.1%, dan akurasi data mencapai 100%
IMPLEMENTASI DISCRETE WAVELET TRANSFORM (DWT) DAN SINGULAR VALUE DECOMPOSITION (SVD) PADA IMAGE WATERMARKING
Keaslian informasi dalam berbagai bentuk dan media tidak lagi terjaga karena setiap orang dapat mengubah dan memodifikasinya untuk kemudian disebarkan kembali. Tanda air (watermarking) dapat diartikan sebagai suatu teknik penyisipan dan atau penyembunyian informasi yang bersifat rahasia pada suatu data lainnya untuk “ditumpangi†(kadang disebut dengan host data), tetapi orang lain tidak menyadari adanya kehadiran data tambahan pada data host-nya (istilah host digunakan untuk data atau sinyal digital yang disisipi), sehingga seolah-olah tidak ada perbedaan berarti antara data host sebelum dan sesudah proses watermarking. Pada penelitian ini dilakukan simulasi algoritma watermarking dengan menyisipkan citra watermark ke citra asli menggunakan Discrete Wavelet Transform (DWT) dan Singular Value Decomposition (SVD). Penelitian ini menggunakan citra host berwarna sehingga perlu dilakukan proses konversi citra RGB menjadi komponen Y, Cb, dan Cr. Metode DWT-SVD lebih tahan terhadap attack dibandingkan dengan metode DWT. Prosespenyisipan watermark dengan Arnold transform menghasilkan PSNR lebih tinggi dibandingkan tanpa Arnold transform, dimana dengan Arnold transform PSNR = 85.7959 dB, dan tanpa Arnold transform PSNR = 85.3901 dB. Semakin rendah PSNR maka semakin tinggi nilai similarity factor (SF) dan semakin jelas watermark-nya
ANALISIS UNJUK KERJA RIPv2 DAN EIGRP DALAM DYNAMIC ROUTING PROTOCOL
Jaringan komunikasi komputer didukung oleh protokol routing untuk mengirimkan paket data. Ada berbagai jenis protokol routing yang banyak digunakan, diantaranya Routing Information Protocol version 2 (RIPv2) dan Enhanced Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP) yang masuk ke dalam dynamic routing protocol. RIPv2 menggunakan protokol distance vector, sedangkan EIGRP dikategorikan pada protokol hybrid. RIPv2 menggunakan request message untuk membangun hubungan dengan router tetangga, sedangkan EIGRP menggunakan hello packet.Tulisan ini membandingkan kedua protokol tersebut dari aspek daftar tabel routing, informasi mengenai protokol routing, kemampuan menghasilkan tabel topologi, kemampuan mengenali router tetangga (tabel neighbor), melihat konektivitas jaringan, dan memeriksa jalur yang dilewati oleh paket data. Hasilnya adalah EIGRP memiliki konvergensi yang lebih baik dibandingkan RIPv2. RIPv2 melakukan update tabel routing ke seluruh router, sedangkan EIGRP hanya pada router yang terkena dampak langsung dari perubahan topologi jaringan. EIGRP mampu menghasilkan tabel topologi dan tabel neighbor, sedangkan RIPv2 tidak
IMPLEMENTASI SISTEM IDENTIFIKASI PAKAIAN MENGGUNAKAN RFID DAN NOTIFIKASI SMS PADA LAYANAN BINATU
Bagi orang-orang yang sibuk setiap harinya, menggunakan jasa binatu memberikan keuntungan bagi kehidupan mereka. Namun, salah satu kerugian menggunakan jasa ini adalah terjadinya kehilangan atau tertukarnya pakaian kita dengan pakaian orang lain. Salah satu penyebabnya adalah karena penyedia layanan binatu tidak menggunakan sistem atau alat yang dapat mengidentifikasi kepemilikan pakaian tersebut secara otomatis.Untuk mengatasi kelemahan tersebut diperlukan sistem identifikasi pakaian dengan menggunakan RFID dan notifikasi melalui SMS. Pada sistem identifikasi ini, pakaian pelanggan yang telah dipasangi tag RFID akan diidentifikasi menggunakan pembaca RFID yang sama-sama bekerja pada frekuensi 13.56MHz. Selanjutnya ID yang terdapat di tag tersebut diproses oleh mikrokontroler untuk dikirimkan ke PC dan disimpan pada database pelanggan dengan tampilan berbasis web. Setelah proses pencucian dan pengeringan selesai, pakaian diidentifikasi ulang agar tidak tertukar dengan pakaian dari pelanggan lainnya serta dibandingkan jumlahnya agar sesuai dengan identifikasi awal. Setelah dipastikan jumlahnya sesuai sistem akan mengirimkan notifikasi SMS ke pelanggan untuk menginformasikan bahwa pakaiannya telah siap diambil.Sistem ini dapat mengidentifikasi pakaian dengan prosentase keberhasilan pembacaan ID 100%. Waktu yang dibutuhkan sistem dalam mengirimkan notifikasi SMS ke pelanggan secara rata-rata adalah 30 detik.Â
PERANCANGAN JARINGAN KOMPUTER DISKLESS BERBASIS LINUX TERMINAL SERVER PROJECT PADA SISTEM OPERASI UBUNTU 8.04
Linux Terminal Server Project (LTSP) merupakan sebuah proyek jaringan computer diskless berbasiskan sistem operasi GNU/linux yang dimulai oleh James A McQuillan. Komputer diskless adalah perangkat client atau workstation yang tidak dilengkapi dengan media penyimpanan tetap. Teknologi ini makin populer karena dapat menghemat sumber daya hardware. Dalam penelitian ini dirancang jaringan computer dengan menggunakan Personal Computer (PC) sekelas pentium Dsebagai workstation, tanpa dilengkapi media penyimpanan dan PC sekelas pentium core 2 duo sebagai server. LTSP akan diintegrasikan pada sistem operasi linux ubuntu 8.04. Kemudian dilakukan pengujian performasi terhadap CPU server dan penggunaan memori server ketika client menggunakan aplikasi Openoffice, Gimp dan Firefox. Hasil penelitian menunjukkan bahwa server mampu melayani 8 client secara bersamaan. CPU usage dengan menjalankan tiga aplikasi tersebut masih dalam keseimbangan, yaitu berkisar antara 65-70% untuk user time, 30-35% untuk system time dan 0-0,5% idle time. Penggalokasian swap muncul ketika nilai “free†berkisar antara 14.000 Kbyte-30.000 Kbyte
MONITORING ELEKTROKARDIOGRAF MENGGUNAKAN TOPOLOGI MESH
Penerapan wireless sensor node (WSN) telah banyak dikembangkan untuk aplikasi monitoring parameter kesehatan pasien, salah satunya digunakan pada perangkat elektrokardiogram. Pada penelitian sebelumnya, dibuat sistem monitoring EKG menggunakan topologi multipoint to point berbasis perangkat transceiver Xbee[1]. Sistem tersebut menggunakan tiga node sensor dengan satu node kordinator sebagai penerima data dari semua node sensor. Pada topologi tersebut, tidak terdapat node yang difungsikan sebagai router sehingga tidak ada rute alternatif jika terjadi kesalahan pada suatu node. Selain itu, tidak dapat digunakan untuk jarak transmisi yang lebih jauh. Solusi permasalahan tersebut adalah dengan mengaplikasikan topologi jaringan mesh. Sistem ini digunakan untuk aplikasi monitoring EKG secara real time yang terdiri dari 4 buah node sensor. Dimana 3 buah node sensor berfungsi sebagai router, 1 buah node sensor sebagai end device dan 1 buah kordinator pada bagian penerima sebagai pusat pengolah data. Dari hasil pengujian diperoleh bahwa data dari setiap node sensor diterima dengan baik. Penambahan karakter diperlukan untuk identifikasi sumber node. Proses routing berjalan dengan baik ketika ada node yang mengalami gangguan
PROTOTIPE SISTEM INFORMASI KETINGGIAN AIR MELALUI MEDIA SOSIAL TWITTER SEBAGAI SISTEM PERINGATAN DINI BAHAYA BANJIR
Sungai merupakan salah satu kebutuhan hidup bagi sebagian masyarakat yang hidup di daerah bantaran sungai, tetapi ketika musim penghujan air sungai dapat meluap dan berpotensi banjir di beberapa kawasan sehingga dapat menyebabkan kerugian harta benda dan bahkan korban jiwa dikarenakan terlambatnya informasi air sungai yang meluap. Twitter merupakan jejaring sosial yang memungkinkan penggunanya untuk mengirim dan membaca pesan berbasis teks secara cepat update dan realtime hingga 140 karakter. Prototipe sistem terdiri dari sensor ultrasonik HC-SR04 untuk membaca ketinggian air, Arduino Uno R3, dan Ethernet Shield compatible Arduino untuk menghubungkan ke jaringan komputer agar dapat di posting langsung ke twitter secara otomatis. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem ini mampu memberikan informasi ketinggian air yang dikatagorikan kondisi aman, waspada, siaga, dan bahaya secara realtime dan broadcast melalui media sosial Twitter secara berkala
ANALISIS ANTENA BOWTIE PADA FREKUENSI 500-700 MHZ UNTUK TV DIGITAL DI INDONESIA
Tahun 2017 merupakan tonggak sejarah perubahan di Indonesia dari TV analog menjadi TV digital sesuai dengan Peraturan Menteri Kominfo No.05 Tahun 2012 yang mengadopsi Televisi Digital terestrial Digital Video Broadcasting-Terestrial second Generation (DVB-T2), sehingga diharapkan dengan perubahan menjadi TV Digital dapat meningkatkan kapasitas layanan melalui efisiensi spektrum frekuensi, dimana setelah migrasi ke TV Digital maka 1 kanal bisa ditempati sekitar 6-8 operator televisi. Pada Penelitian sebelumnya, telah dirancang dan direalisasikan sebuah antenna Bowtie, namun belum di implementasikan untuk siaran televisi digital di Indonesia.Penelitian ini menggunakan metode desain, realisasi kemudian diimplentasikan dan dilakukan pengujian dan pengukuran sehingga menghasilkan suatu Antena Bowtie pada rentang frekuensi 500-700 MHz yang dipergunakan untuk antena penerima televisi digital di Indonesia tanpa menggunakan set top box dengan harga yang relatif murah.Hasil Analisis dari antena Bowtie yang dipergunakan untuk televisi digital dengan rentang frekuensi 500-700 MHz didapatkan VSWR masing-masing 500 MHz (VSWR=1,442) dan 600 MHz (VSWR=1,448) serta 700 MHz (VSWR=1,442) kemudian untuk penguatan 13,038 bisa menerima siaran televisi digital. Namun antena ini masih perlu untuk pengembangan ke depannya, karena antenna ini belum dikemas dengan baik dan sempurna