Serat Acitya
Not a member yet
236 research outputs found
Sort by
PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG INDEPENDENSI AUDITOR DALAM PENAMPILAN (Studi empiris pada Analis Kredit Badan Kredit Kecamatan di Wilayah Jawa Tengah)
Independence in appearance is an attitude of public accountant for not take one side in perception of financial report users. Public accountant’s independence is influenced by many factors along with experience, knowledge and expectation on public accountant. Public accountant should be independent in their profession tasks. This independence attitude is difficult to dependable in perception of community.This study intended to find empiric evident about variables that influences public accountant’s independence in appearance. These variables including: Financial and business relationship with clients; services offered other than audit; periods of audit relationship; competition among public accounting office; size of public accounting office; audit fee; social relationship; services from clients. The populations in this study are Credit analysts in Badan Kredit Kecamatan in Central Java. The amounts of sample are 89 respondents, they asked to indicate about public accountant’s independence with answer alternatives range from very disagreed to very agreed, scored 1 to 5. The data used are primary and secondary data, analysis technique is descriptive statistics, data quality tests is validity and reliability tests, classic assumption test with normality test; multicollinearity test, autocorrelation test, heterokedasticity test; Hypotheses test with partial and simultaneous tests. The results show that financial and business relationship with clients, services offered other than audit, periods of audit relationship, competition among public accounting office and services from clients variables are negatively influences auditor’s independence in appearance. The size of public accounting office, fee audit and social relationship variables positively influences auditor’s independence in appearance.Keywords: independence in appearance , clients, auditor.AbstraksiIndependensi dalam penampilan merupakan sikap akuntan publik untuk tidak memihak, menurut persepsi pemakai laporan keuangan. Independensi akuntan publik akan dipengaruhi oleh banyak faktor disamping pengalaman, pengetahuan dan harapannya. Akuntan publik harus benar-benar independen dalam melaksanakan tugas profesionalnya, sikap mental independen menurut masyarakat inilah yang sulit untuk dipertahankan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empirik tentang variabel yang mempengaruhi independensi akuntan publik dalam penampilan. Variabel tersebut adalah: Ikatan Keuangan dan hubungan Usaha dengan klien, Pemberian jasa selain jasa Audit, Lamanya hubungan audit, Persaingan antar kantor Akuntan Publik, Ukuran Kantor Akuntan Publik, Besarnya audit Fee, Hubungan sosial, Pelayanan dari Klien. Populasi dalam penelitian ini, yaitu Analis Kredit pada Badan Kredit Kecamatan (BKK/BPR) di jawa Tengah. Sampel yang diambil sebanyak 89 rersponden, Kepada responden tersebut diajukan beberapa pertanyaan mengenai independensi Akuntan Publik dalam penampilan dengan alternatif jawaban yang disediakan dari sangat tidak setuju sampai dengan sangat setuju dengan skor 1 s/d 5. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Tehnis analis data melalui statistik Deskriptif, Uji kualitas sata dengan uji validitas dan uji reliabilitas. Uji asumsi klasik dengan uji Normalitas, uji Multikolineritas, uji Autokorelasi, uji Heterokedastisi, uji Hipotesa dengan uji Parsial dan uji Simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel ikatan dan hubungan usaha dengan klien, pemberian jasa lain selain jasa audit, lamanya hubungan audit, persaingan antar kantor Akuntan Publik, Pelayanan dari klien dan hubungan sosial berpengaruh negatif terhadap independensi auditor dalam penampilan sedangkan variabel ukuran kantor Akuntan Publik audit Fee berpengaruh negatif terhadap independensi auditor dalam penampilan sedangkan variabel ukuran Kantor Akuntan Publik, Audit Fee berpengaruh positif terhadap independensi auditor dalam penampilanKata kunci:  Independensi dalam penampilan, Klien, Auditor
MOTIVASI KERJA, KEPUASAN KERJA, KOMITMEN ORGANISASI, DAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOUR (OCB) (Studi Empiris Pada SMK Swasta Kecamatan Gayamsari Semarang)
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh motivasi kerja, kepuasan kerja terhadap organizational citizenship behavior (OCB) dan komitmen organisasi sebagai mediasi.Penelitian dilaksanakan pada guru SMK Kecamatan Gayamsari Semarang dengan jumlah sampel 160 guru.Teknik analisis yang digunakan adalah teknik Structural Equation Model (SEM) dengan software AMOS Ver 22. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya hubungan kausalitas antar variabel-variabel secara signifikan. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa variabel motivasi dan komitmen merupakan faktor penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, karena sebagai dorongan mental yang di miliki oleh seorang dalam melakukan pekerjaan sebagai guru. Tetapi sikap sukarela sebagai wujud kepuasan kerja harus dikedepankan demi kepentingan organisasi. Kesemuanya ini akan mampu membawa peserta didik untuk lebih belajar dengan sungguh-sungguh.Kata Kunci :Motivasi Kerja, Kepuasan Kerja, Komitmen Organisasi, dan Organizational Citizenship Behavior (OCB)ABSTRACT The purpose of this study to analyze the influence of work motivation, job satisfaction on organizational citizenship behavior ( OCB ) and organizational commitment as implemented in vocational teachers mediasi.Penelitian Gayamsari District Semarang with a sample of 160 guru.Teknik analysis technique used is Structural Equation Model ( SEM ) with software AMOS Ver 22. Hasil this study indicate that the causal relationships between variables significantly.The results of this study explains that variabel motivation and commitment is an important factor for improving the quality of learning , because as mental stimulation which is owned by a person in doing voluntary work as guru. But attitude as a form of job satisfaction should be encouraged in the interests of the organization. All of these will be able to bring more students to study in earnest .Keywords :Work Motivation, Job Satisfaction , Organizational Commitment , and Organizational Citizenship Behaviour(OCB
ANALISIS KARAKTERISTIK INDIVIDU DAN MOTIVASI INTRINSIK TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (Studi pada PDAM Tirta Mulia Kabupaten Pemalang)
Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh karakteristik individu dan motivasi intrinsik terhadap kepuasan kerja untuk meningkatkan komitmen organisasi. Penelitian ini menggunakan karakteristik individu dan motivasi intrinsik sebagai variabel independen, penelitian ini juga menggunakan kepuasan kerja sebagai variabel intervening dan komitmen organisasi sebagai variabel dependen. Penelitian dilakukan di PDAM Tirta Mulia Kabupaten Pemalang. Dalam penelitian ini digunakan metode sensus yaitu dengan memberikan kuesioner pada seluruh populasi. Populasi ini berjumlah 135 responden. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis SEM (Structural Equation Modelling) yang dioperasikan melalui program AMOS 22. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik individu dan motivasi intrinsik berpengaruh signifikan positif terhadap kepuasan kerja dan meningkatkan komitmen organisasi. Pengaruh karakteristik individu terhadap kepuasan kerja adalah positif yang signifikan. Pengaruh motivasi intrinsik terhadap kepuasan kerja adalah positif yang signifikan. Tapi, baik karakteristik individu dan motivasi intrinsik memiliki dampak positif tidak signifikan terhadap komitmen organisasi. Di sisi lain, pengaruh kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi adalah positif yang signifikan.Kata kunci : Karakteristik Individu, Motivasi Intrinsik, Kepuasan Kerja, Komitmen Organisasi AbstractThe purpose of this research is to investigate the effects of individual characteristic and intrinsic motivation on job satisfaction to enhance organizational commitment. Individual characteristic and intrinsic motivation are used as the independent variables, this study is also uses job satisfaction as the intervening variable, and organizational commitment as the dependent variable. The study was conducted at PDAM Tirta Mulia Kabupaten Pemalang. Sensus method is used in this study by giving the questioners to all population. The population numbers are 135 respondents. The analysis data technique in this study use SEM (Structural Equation Modelling) analysis which is operate by AMOS 22 program. The results of this study show that individual characteristics and intrinsic motivation has positive significance effect on job satisfaction and increase organizational commitment. The effect of individual characteristic on job satisfaction is positive significant. The effect of intrinsic motivation on job satisfaction is positive significant. But, both individual characteristics and intrinsic motivation has unsignificant positive impact to organizational commitment. In the other hand, the effect of job satisfaction on organizational commitment is positive significant.Keywords             :              Individual Characteristic, Intrinsic Motivation, Job Satisfaction, Organizational Commitmen
KAJIAN TENTANG PRAPERADILAN DALAM HUKUM PIDANA
Eksistensi dan kehadiran praperadilan bukan merupakan lembaga peradilan tersendiri melainkan hanya pemberian wewenang dan fungsi baru yang dilimpahkan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) kepada Pengadilan Negeri. Pasal 1 butir 10 KUHAP menegaskan pengadilan untuk memeriksa dan memutus tentang sah tidaknya penangkapan/penahanan, sah tidaknya penghentian penyidikan/penghentian penuntutan, permintaan ganti rugi/rehabilitasi oleh tersangka atau keluarganya atau kuasanya yang perkaranya tidak diajukan ke Pengadilan Negeri. Untuk kelancaran tugas dan tanggung jawab praperadilan, Ketua Pengadilan Negeri dapat memiliki alternatif dengan memperhatikan faktor beban kerja dan tenaga teknis demi tegaknya hukum dan perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM). Tata cara proses pemeriksaan sidang praperadilan di atur dalam Bab X Bagian ke I Pasal 79 sampai dengan Pasal 83 KUHAP. Pemeriksaan praperadilan bisa gugur artinya dihentikan sebelum putusan dijatuhkan/dihentikan tanpa putusan yaitu dengan cara menggugurkan permintaan dan sekaligus semua hal yang berkenaan dengan perkara itu di tarik ke dalam kewenangan Pengadilan Negeri untuk menilai dan memutusnya. Kata Kunci: Praperadilan, KUHAP, Hak Asasi Manusia, Pengadilan Negeri Abstract The existence and presence of pretrial not a separate judicial institution but only granting new powers and functions bestowed the Code of Criminal Procedure (Criminal Procedure Code) to the District Court. Article 1 point 10 of the Criminal Procedure Code asserts the court to examine and decide on the legitimacy of the arrest / detention, the lawfulness of the termination of the investigation / prosecution termination, demand compensation / rehabilitation by the suspect or his family or attorney that his case was not submitted to the District Court. To smooth the duties and responsibilities of pretrial, Chairman of the Court could have an alternative to take into account the workload and technical personnel for the sake of law and protection of Human Rights (HAM). The procedure for the inspection process at the pretrial hearing set in Chapter X Part I Article 79 through Article 83 of the Criminal Procedure Code. A preliminary hearing could fall means to be stopped before the verdict / terminated without a decision that is the way to abort the request and at the same time all things pertaining to the case in drag under the authority of the District Court to assess and decide. Keywords: Pretrial, Criminal Code, the Human Rights Cour
ANALISIS KOREKSI FISKAL ATAS LAPORAN KEUANGAN KOMERSIAL DALAM PENENTUAN PAJAK PENGHASILAN PADA PT. GAJAHMADA INDRASEHATI (HOTEL IBIS SIMPANG LIMA SEMARANG)
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui koreksi fiskal atas akun-akun pada laporan keuangan komersial PT. Gajahmada Indrasehati (Hotel Ibis Simpang Lima Semarang), agar dapat ditentukan pajak penghasilan perusahaan.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian yang bersifat kualitatif dengan analisis deskriptif, yaitu menguraikan secara menyeluruh koreksi-koreksi fiskal yang dilakukan pada PT. Gajahmada Indrasehati. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari : data primer, yaitu sumber data yang secara langsung diberikan seperti dokumen dan catatan yang digunakan, dan data sekunder, yaitu sumber data yang tidak memberikan informasi secara langsung berupa studi pustaka dan literatur-literatur yang terkait dengan penelitian ini.Hasil penelitian ini adalah terdapat koreksi fiskal positif yang berakibat laba yang diperoleh berdasarkan laporan keuangan komersial berbeda dengan laporan keuangan fiskal, serta terdapat kurang bayar pajak penghasilan perusahaan. Untuk mengatasi hal tersebut, saran yang diberikan yaitu sebaiknya sebelum melaporkan SPT Tahunan PPh Badan kepada Dirjen Pajak, perusahaan melakukan koreksi fiskal sendiri, dan perusahaan dapat mengurangi pengeluaran-pengeluaran yang tidak dapat diakui/ dibebankan sesuai dengan UU PPh yang berlaku.Kata Kunci: koreksi fiskal, laporan keuangan komersial, pajak penghasilan badan ABSTRACTThe purpose of this research is to acknowledge fiscal correction of commercial financial statement’s accounts at PT. Gajahmada Indrasehati (Hotel Ibis Simpang Lima Semarang), in order to determine the corporate income tax.The method used is qualitative or explanatory research with descriptive analysis method that totally describes fiscal correction researched at PT. Gajahmada Indrasehati. This research use two kind of data: primary data,  that is data resource which directly given such as documents and notes by the company; and secondary data, that is data resource which not directly give an information such as libraries or literatures related with this research.The result of this research there is positive fiscal correction that caused differences profit between commercial financial statement and fiscal financial statement. Also there is underpayment of corporate income tax. To solve the problem, the suggestion can give is before reporting SPT Tahunan PPh Badan to Dirjen Pajak, company should doing fiscal correction independently, and the company can decrease expenses that can’t be charged according to tax laws and regulations.Keywords: fiscal correction, commercial financial statement, corporate income ta
Pengaruh Keberhasilan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan Terhadap Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Di Desa Gundi Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan
Desa Gundi Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan adalah salah satu desa yang melaksanakan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan. Kami menyoroti tentang Keberhasilan PNPM mandiri Pedesaan terhadap Tingkat Kesejahteraan Masyarakat di desa tersebut. Secara teori, program dikatakan berhasil dapat di ukur dari seberapa besar tingkat kesejahteraan masyarakat.Desa Gundi yang terletak sekitar 17 km dari ibukota kabupaten mempunyai keadaan demografi yang beraneka ragam, dengan mayoritas penduduk bekerja di sektor pertanian serta tingkat pendidikan dan tingkat ekonomi yang masih rendah diharapkan program PNPM dapat memberi dampak yang positif dan dapat mensejahterakan masyarakat setempat.PNPM Mandiri Pedesaan adalah program pemerintah untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan secara terpadu dan berkelanjutan. Visi PNPM Mandiri Pedesaan adalah tercapainya kesejahteraan dan kemandirian masyarakat miskin pedesaan.Setelah kami melaksanakan pengumpulan data dengan menggunakan daftar pertanyaan terbuka dan kuesioner dengan teknik sensus terhadap 33 responden yang merupakan anggota kelompok SPP, kami memperoleh hasil yang tidak signifikan. Ini mungkin dikarenakan tingkat kesejahteraan masyarakat yang masih kurang sehingga mempengaruhi hasil perhitungan kami.Dengan hasil penelitian kami, semoga menjadi perhatian pemerintah maupun semua elemen yang berkaitan dengan PNPM Mandiri Pedesaan untuk lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam pelaksanaan PNPM Mandiri Pedesaan.Kata kunci : PNPM, Pemberdayaan Masyarakat, Kesejahteraan, Pedesaan
MEWUJUDKAN GOOD LOCAL GOVERNANCE MELALUI STRATEGI INDEKS KEPUASAN PELAYANAN PADA BIROKRASI PUBLIK
Perubahan paradigma penyelenggaraan pemerintahan dalam wujud pelaksanaan otonomi daerah yang luas, nyata dan bertanggung jawab telah menjadikan Pemerintah Daerah sebagai ujung tombak dalam pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sebagai konsekuensi dari perubahan tersebut maka perlu adanya penataan ulang berbagai elemen dalam sistem penyelengggaraan pemerintahan dalam rangka manifestasi pelaksanaan otonomi daerah. Karena pada dasarnya tujuan pelaksanaan otonomi daerah adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam rangka mewujudkan sasaran atau tujuan yang diinginkan diperlukan upaya pembinaan aparatur pemerintah daerah, sehingga dapat bekerja secara profesional dan manajemen pelayanan umum (public service) dapat dilaksanakan secara efektif, efisien, dan akuntabel. Yang perlu dikedepankan oleh Pemerintah Daerah adalah bagaimana pemerintah daerah mampu membangun, meningkatkan dan mendayagunakan kelembagaan daerah yang kondusif, sehingga dapat mendesain standart pelayanan publik yang mudah, murah dan cepat. Kata Kunci :Good Local Governance, Strategi Indeks Kepuasan Pelayanan, Birokrasi Publi
Penerapan Model Strategi Keunggulan Bersaing Berorentasi Lingkungan Pada Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Di Kota Semarang
The Research oriented application environment competitive advantage strategy on Perguruan Tinggi Swasta (PTS) in Semarang with qualitative descriptive analysis tools produce information models ( 1 ) information technology ( IT ) services in support of very large. ( 2 ) The business strategy is carried out by PTS in Semarang with the strategy of market penetration , market development, product development, concentric diversification and horizontal stretegi able to improve organizational performance ( 3 ) The orientation of the customer ( student ) related to the needs of the stakeholders , ( 4 ) Orientation competitors and ( 5 ) environmental orientation to achieve competitive advantage. Informants in this study is the dean or a representative. The results of the phase II study recommends that the environmental dimension there are some private universities are not yet possess the green room and lobby space is adequate, there are private universities that do not have lifts for the disabled , all PTS has been to build relationships with the Company and the Bank, a small portion yet formed a partnership with IDX, most of PTS is not the concept of nationalism, and religion -based Key Word : information technology ( IT ), business strategy, Market orientation, and environmental orientatio
Analisis Perbandingan Laporan Keuangan Untuk Menilai Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Telekomunikasi (Studi Kasus BEI)
Penilaian tingkat keuangan suatu perusahaan dapat dilakukan dengan menganalisis laporan keuangan perusahaan. Laporan keuangan merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan karena laporan keuangan merupakan alat untuk memperoleh informasi mengenai posisi keuangan dan hasil operasi yang telah dicapai oleh suatu perusahaan. Untuk mengetahui apakah keadaan keuangan perusahaan dalam kondisi yang baik dapat dilakukan sebagai analisis, salah satunya adalah analisis rasio. Tujuan dari penelitian adalah untuk menganalisis kinerja keuangan guna mengetahui perkembangan posisi keuangan pada PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk, PT Indosat Tbk, PT Smartfren Telkom Tbk, selama periode tahun 2010 - 2014 ditinjau dari rasio likuiditas, rasio Solvabilitas dan Rasio Solvabilitas. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui perusahaan mana yang memliki kinerja keuangan paling baik periode tahun 2010 - 2014. Metode analisis data dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif yaitu analisis didasarkan pada perhitungan. Data yang digunakan berupa laporan keuangan periode 2010 -2014 dari PT Telekomunikasi Tbk, PT Indosat Tbk, PT Smartfren Telkom Tbk, menggunakan Rasio Likuiditas, Solvabilitas, dan Profitabilitas. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa kinerja ke tiga perusahaan tidak selalu mengalami kenaikan, dalam periode 5 tahun selalu terjadi kenaikan dan penurunan presentasi pada ketiga perusahaan tersebut. Perusahaan dengan kinerja yang dianggap paling baik berdasarkan perhitungan rasio likuiditas dan rasio solvabilitas adalah PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, sedangkan berdasarkan rasio Profitabilitas adalah PT Smartfren Telkom Tbk. Kata Kunci : Kinerja Keuangan, Rasio Likuiditas, Rasio Solvabilitas, Rasio Profitabilias Financial level assessment of a company can be done by analyzing the company's financial statements. The financial report is very important for the company because of the financial statements is a tool to obtain information about the financial position and operating results that have been achieved by a company. To determine whether the company's financial situation is in good shape can be done as the analysis, one of which is a ratio analysis. The aim of the study was to analyze financial performance in order to determine the development of the financial position of PT. Telecommunications Indonesia Tbk, PT Indosat Tbk, PT Telkom Tbk Smartfren, during the period 2010 - 2014 in terms of liquidity ratio, Solvency and Solvency Ratios. This study also aims to determine which company works best financial performance year period 2010-2014. Methods of data analysis in this research is descriptive quantitative analysis is based on calculations. Data used in the form of financial statements 2010 -2014 period of PT Telkom Tbk, PT Indosat Tbk, PT Telkom Tbk Smartfren, using the ratio of liquidity, solvency, and profitability. Results from this study showed that the performance of the three companies do not always increase, within a period of 5 years is always an increase and a decrease in the company's presentation at the third. The company considered the most good performance based on the calculation of liquidity ratios and solvency ratio is PT Telkom Indonesia Tbk, while profitability is based on the ratio Smartfren PT Telkom Tbk. Keywords: Financial Performance, Liquidity Ratios, Solvency Ratio, Ratio Profitabilit
MEMBANGUN LOYALITAS PELANGGAN MELALUI EXPERIENTIAL MARKETING DAN KEPERCAYAAN PELANGGAN (Studi empiris pada : penjual makanan sate kambing di Semarang)
Tujuan utama studi ini adalah mengembangkan sebuah model konseptual pemasaran mengenai experiential marketing dan kepercayaan pelanggan untuk membangun loyalitas pelanggan.Target khusus studi ini menguji pengaruh experiential marketing, kepercayaan pelanggan pada loyalitas pelanggan. Teknik sampling berdasarkan purposive sampling, Sampel yang digunakan adalah 65 penjual sate kambing di Semarang. Data yang diperoleh dalam penelitian ini didapat dengan cara wawancara. Pengumpulan data dengan menggunakan kombinasi pertanyaan terbuka dan pertanyaan tertutup, yang diberikan kepada responden. Data dianalisis dengan teknik SPSS 20.0. Hasil teoritis menambah literatur menciptakan experiential marketing yang dapat meningkatkan loyalitas pelanggan. Temuan manajerial ialah strategi experiential marketing dapat meningkatkan loyalitas pelanggan pada penjual sate kambing di Jawa Tengah.Kata Kunci : experiential marketing, kepercayaan pelanggan, loyalitas pelangga