Serat Acitya
Not a member yet
236 research outputs found
Sort by
Pengaruh Pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Terhadap Peningkatan Ekonomi Masyarakat Di Desa Gemuhblanten Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal
ABSTRAKSI Salah satu upaya pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat miskin adalah Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM), program ini merupakan salah satu upaya penyelamatan dalam bentuk bantuan langsung yang menyentuh masyarakat miskin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh pelaksanaan program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) terhadap peningkatan ekonomi masyarakat di Desa Gemuhblanten Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Kuantitatif, dengan tipe penelitian Explanatory. Sampel penelitian diambil secara sensus yaitu seluruh anggota simpan pinjam Desa Gemuhblanten sebanyak 37 orang. Teknik pengumpulan data dengan cara Observasi, Interview Guide, Questionere dan Dokumentasi. Teknik pengolahan data meliputi editing, coding dan tabulating serta dalam menganalisa data menggunakan analisa kualitatif dan kuantitatif. Pengujian hipotesis menggunakan teknik korelasi Product Moment dengan r hasil = 0,581. Selanjutnya nilai tersebut dikonsultasikan dengan r tabel dengan N = 37 pada taraf signifikansi 5% diketahui nilai tabel 0,325. Jadi nilai r hasil lebih besar dibandingkan dengan “r†tabel (0,581 > 0,325). Hal ini menyimpulkan bahwa hipotesa yang menyatakan “Ada Pengaruh Pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) terhadap Peningkatan Ekonomi Masyarakat di Desa Gemuhblanten Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendalâ€Â dinyatakan DITERIMA Sebagai rekomendasi dari hasil penelitian ini yaitu 1. mengikutsertakan para pelaku usaha kecil/ rumah tangga dalam berbagai kegiatan kursus atau pelatihan untuk menambah ketrampilan dan kemampuan usaha.    2. pemerintah membantu pemasaran hasil produksi. 3. Perlunya menggerakkan pelaku usaha kecil/ industri rumah tangga untuk bergabung dalam asosiasi atau koperasi. Kata kunci: PNPM, Ekonomi masyarakat, Kesejahteraan, Simpan pinjam, status social Ekonomi ABSTRACT One of the government's efforts to realize the welfare of the poor is the National Program for Community Empowerment (PNPM), this program is one of the rescue efforts in the form of direct aid that touch the poor. The purpose of this study was to determine whether any effect of the implementation of the national community empowerment program (PNPM) to increase the local economy in the Village District Gemuhblanten Gemuh Kendal District. The method used in this research is quantitative method, with Explanatory research type. The samples taken in the census are all members of village savings and loan Gemuhblanten as many as 37 people. Data collection techniques by way of observation, Interview Guide, Questionere and Documentation. Data processing techniques including editing, coding and tabulating and analyzing the data using qualitative and quantitative analysis. Hypothesis testing using Product Moment correlation technique with results r = 0.581. Further consultation with the r value is a table with N = 37 at significance level of 5% is known the value of the table 0.325. So the value of r is greater than the "r" table (0.581> 0.325). It is concluded that the hypothesis which states "There's Influence Implementation of the National Community Empowerment Program (PNPM) to the Community Economic Improvement District in the Village Gemuhblanten Gemuh Kendal regency" stated RECEIVED As a recommendation from this research are 1. involving the small business / home in a variety of courses or training activities to increase skills and business skills. 2. government to help the marketing of production. 3. The need to move the small business / home-based industries to join the association or cooperative. Key words: PNPM, the Economy, Welfare, Save the loans, social economic statu
TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PENGANGKATAN ANAK ANTAR WARGA NEGARA INDONESIA DAN AKIBAT HUKUMNYA DI KOTA SEMARANG
Masyarakat Jawa Tengah mengatakan seorang anak angkat “ngangsu sumur loroâ€, yang artinya ia mewarisi baik dari orang tua angkatnya maupun orang tua kandungnya. Adapun tujuan penelitian ini: untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan dari pengangkatan anak antar Warga Negara Indonesia di kota Semarang. Selain itu, untuk mengetahui bagaimana akibat hukum dari pengangkatan anak antar Warga Negara Indonesia tersebut. Metode penelitian yang digunakan yuridis empiris dengan pendekatan penelitian deskriptif analisis yaitu penelitian yang dilakukan dengan mengupayakan untuk memberikan gambaran secara konkrit, sistematis dan menyeluruh mengenai obyek penelitian. Sampel adalah 10 (sepuluh) Penetapan Pengadilan Agama Semarang dan 10 (sepuluh) Penetapan Pengadilan Negeri Semarang yang menetapkan tentang pengangkatan anak dengan segala akibat hukumnya. Analisis data yang dipergunakan normatif kualitatif yaitu analisis data hasil penelitian dengan memberikan makna dan interpretasi berdasarkan sumber-sumber ilmu hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelaksanaan Pengangkatan Anak yang terjadi di kota Semarang, baik melalui Penetapan Pengadilan Negeri Semarang maupun Penetapan Pengadilan Agama Semarang menunjukkan bahwa alasan pengangkatan anak sebagian besar adalah karena tidak mempunyai anak. Akibat Hukum Pengangkatan Anak, terhadap kekuasaan orang tua kandung, kebanyakan pengangkatan anak tidak menyebabkan hubungan antara anak angkat dengan keluarga asalnya menjadi putus. Sementara itu, terdapat beberapa orang tua angkat yang belum mengetahui kalau dalam pelaksanaan pengangkatan anak itu tidak hanya diperlukan penyerahan anak dari orang tua kandung kepada orang tua angkat saja, namun diperlukan pula adanya pengesahan melalui Penetapan Pengadilan
Towards a Character Language : Rethinking the Nature of Human Language in Indonesian Context
This paper is about a character language, i.e. a language with character through pragmatic viewpoints. A character language should be directed, the writer argues, to politeness (distant language) and camaraderie (close language), the two varieties of language use in every diglossic speech situation. The writer’s arguments are, among others, that distant language is formal, indirect, and non-literal, and that close language is informal, direct, and literal. Distant language is spoken to hearers with power factor, while close language is spoken to hearers with solidarity factor. Ignorance or incompetence of this may cause impoliteness, i.e. rude situations or awkward situations in interpersonal interactions. This tendency elaborates pragmatic viewpoints (Goffman’s positive and negative face, 1959; Brown and Levinson’s positive and negative politeness strategies, 1987; Renkema’s solidarity and respect politeness, 1993; and Jumanto’s politeness and friendship, 2008; 2011) and types of hearer elaborated by Brown and Gilman (1968) and advocated by Jumanto (2011). Examples in the Indonesian language are given to support the everyday-use-of-Indonesian-language arguments.  Key Words:   character, language, pragmatics, meaning, verbal interaction, social distance, politeness, object language, metalanguage, character languag
EFEKTIFITAS SISTEM PEMBINAAN NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN TERHADAP TUJUAN PEMIDANAAN
Sistem pemasyarakatan merupakan suatu rangkaian penegakan hukum yang bertujuan agar warga binaan pemasyarakatan menyadari kesalahannya, menyadari diri dan tidak mengulangi kesalahannya serta dapat di terima kembali dalam lingkungan masyarakat dan berperan aktif dalam pembangunan, hidup secara wajar sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab. Dengan penjatuhan pidana penjara bagi terpidana berarti terampasnya hak kemerdekaan seseorang yang menyangkut martabat kemanusiaan. Karenanya dalam pencapaian tujuan pemidanaan diperlukan motivasi dan karateristik dari petugas pemasyarakatan maupun masyarakat secara berkesinambungan dan terpadu baik pada saat narapidana berada di dalam Lembaga Pemasyarakatan (intra mural) ataupun di luar Lembaga Pemasyarakatan (ekstra mural). Hal ini diperlukan karena kurangnya perhatian petugas Lembaga Pemasyarakatan maupun peran serta masyarakat dalam sistem pemasyarakatan narapidana berakibat peradilan pidana dapat bersifat kriminogen dan menjadi tidak efektif
The Effectiveness of Text-Based Strategy to Teach Adjectives and Adverbs: An Experimental Study on the Second Semester Students of the English Department at the Faculty of Language and Culture UNTAG Semarang
A foundational part of what the writer does as a teacher of English as a foreign language involves grammar. When the writer examines students’ ability of grammar, the writer certainly expects that they are able to apply grammar correctly in sentences as well as in texts. Unfortunately, this does not always happen. Hence, in this research the writer will discuss one of the teaching strategies to teach grammar (especially adjectives and adverbs), that is text-based teaching strategy. The purpose of this research is to measure the ability of the second semester students in the use of adjectives and adverbs as a basis of legitimate fact for the need of a new teaching strategy, and how effective is the text-based strategy to teach adjectives and adverbs to the second semester students of the English Department at the Faculty of Language and Culture Untag Semarang. The research design is a quasi-experimental study. The data of how high is the ability of the students in using adjectives and adverbs is taken by using pre-test and post-test. Meanwhile, the data of how effective is the text-based strategy to teach adjectives and adverbs to the students is tested by using the average difference of the post-test of the experimental and the control group. The result of how high the ability of students in using adjectives and adverbs in sentences and texts was from the pre-test result and from the post-test result and it can be seen that the post-test result is better than the pre-test result and it means that H0 is rejected and H1 is accepted. Based on the testing of the average difference (using t-test), it was found that tobtained > ttable. Hence, H0 is rejected and H1 is accepted. This means that teaching adjectives and adverbs using text-based strategy is effective in this institution
Kontribusi Seni, Ruang dan Desain Pada Perencanaan Kota di Masa Depan
Seni, ruang dan desain kota seringkali dihadapkan pada pertanyaan bagaimana seni dan desain dapatberkontribusi pada perencanaan perkotaan di masa depan. Saat ini telah dilakukan penelusuran secara kritispada kebudayaan secara geografi, sosiologi perkotaan dan teori kritikal melalui analisis yang berawal darikota, ruang perkotaan dan gendering, serta monumen. Muncul dualisme yang terjadi antara seni publik yangterikat dengan estetika dari objek, dan seni sebagai proses, yang secara terus menerus melakukan partisipatifterhadap kritik sosial. Hubungan antara seni publik konvensional dan pembangunan perkotaan adalah salahsatu keterlibatan, sementara praktek-praktek yang muncul dari resistensi penawaran seni untukkonseptualisasi kota yang mengecualikan kepentingan penduduknya. Dua peran untuk seni disarankansebagai hiasan dalam bidang visi ulang desain perkotaan di mana kebutuhan pengguna sangat penting, dansebagai proses kritik sosial serta keterlibatannya yang mendefinisikan ruang publik bukan sebagai situspublik tetapi sebagai bidang kompleks yang diminati publik. Ketegangan antara posisi ini menimbulkansesuatu yang kreatif.Metode penelitian makalah ini adalah untuk membangun jembatan antara, di satu sisi, praktik senikontemporer dan desain untuk ruang publik perkotaan, dan adanya kritik lain dari kota yang dihasilkan dalamdisiplin ilmu seperti sosiologi perkotaan dan geografi, diinformasikan oleh teori kritis masyarakat danbudaya. Berawal dari sini lah dimungkin untuk berspekulasi tentang peran seniman dan desainer di masadepan perkotaan. Makalah ini bertujuan menyatukan berbagai perspektif terkait tetapi independen dariberbagai disiplin ilmu, namun melampaui pembatasan pertimbangan estetik untuk menempatkan praktek senidan ruang publik dalam hal kebutuhan sosial dan struktur nilai, dan menyarankan cara-cara perspektif seni,sebagai karya imajinasi, yang mungkin juga mampu berkontribusi terhadap kritik kota dan untuk masa depanperkotaan yang berkelanjutan dan ramah.ABSTRACTArt, Space and the City asks how art and design can contribute to urban futures. It investigates the criticalperspectives of cultural geography, urban sociology and critical theory, through analyses of the city, urbanspace and its gendering, and the monument. A duality emerges between public art which is bound by theaesthetics of the object, and art as a continuous, participatory process of social criticism.The relation between conventional public art and urban development is one of complicity, whilst emergingpractices of art offer resistance to conceptualizations of the city which exclude the interests of its inhabitants.Two roles for art are suggested as decoration within a re-visioned field of urban design in which the needs ofusers are central, and as a social process of criticism and engagement, defining the public realm not as publicsites but as complex fields of public interest. The tension between these positions is creative.Research method of this paper is to construct bridges between, on one hand, contemporary practices of artand design for urban public spaces, and, on the other, critiques of the city generated in disciplines such asurban sociology and geography, informed by critical theories of society and culture. From this it is possibleto speculate on the roles of artists and designers in urban futures.This paper aim is bringing together a range of related but independent perspectives from different disciplines;it goes beyond the restrictions of aesthetic judgement to situate the practice of art for the public realm interms of social needs and structures of value, and suggests ways in which the perspective of art, as work ofthe imagination, might also contribute to a critique of the city and to sustainable and convivial urban futures.Keywords: city, art. design, urban design, future city