SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    1608 research outputs found

    PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PEMELIHARAAN MESIN KENDARAAN RINGAN PADA KOMPETENSI MEMAHAMI SISTEM BAHAN BAKAR BENSIN UNTUK KELAS XI TEKNIK KENDARAAN RINGAN DI SMK N 11 MALANG

    No full text
    ABSTRACT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PEMELIHARAAN MESIN KENDARAAN RINGAN PADA KOMPETENSI MEMAHAMI SISTEM BAHAN BAKAR BENSIN UNTUK KELAS XI TEKNIK KENDARAAN RINGAN DI SMK N 11 MALANGUlum, Muhammad Showi Nailul. 2015. Pengembangan Bahan Ajar Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan Pada Kompetensi Memahami Sistem Bahan Bakar Bensin Untuk Kelas XI Teknik Kendaraan Ringan di SMK N 11 Malang.Kata Kunci:Pengembangan bahan ajar, RPP, dan Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan pada Kompetensi Sistem Bahan Bakar BensinPengembangan bahan ajar ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar cetak jenis Handout dengan judul “Sistem Bahan Bakar Bensin” yang telah disesuaikan dengan karakteristik siswa dan alat praktek yang ada di SMK N 11 Malang.Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 11 Malang yang beralamat di Jl. Pelabuhan Bakahuni No. 1 Malang. Pengembangan ini menggunakan model Dick & Carey, model Dick & Carey merupakan model pengembangan yang prosedural yaitu memaparkan langkah-langkah untuk menghasilkan sebuah produk pembelajaran.Bahan ajar yang dikembangkan adalah bahan ajar cetak jenis handout. Materi handout disesuaikan dengan uraian materi dalam RPP, dengan pendekatan prinsip relevansi, konsisten, berkecukupan serta menggunakan kalimat yang singkat dan jelas guna memberikan informasi yang memotivasi siswa untuk belajar aktif dan mandiri.Untuk mengetahui tingkat kevalidan, kelayakan keterpakaian produk yang dihasilkan dilakukan uji kelayakan produk dalam 2 tahap, yaitu tahap uji ahli dan uji kelompok kecil. Untuk uji ahli, dilakukan oleh ahli bidang studi dan ahli pembelajaran, sedang kelompok kecil dilakukan oleh siswa SMK Negeri 11 Malang. Data diambil dengan menggunakan angket, yang sebelumnya angket telah di validasi oleh dosen pembimbing 1 dan 2 untuk mengetahui angket yang akan digunakan sudah memenuhi kecakupan dalam subtansi dan item, sehingga angket yang digunakan akan sesuai dengan pertanyaan seputar Handout. Hasil pengembangan bahan ajar menghasilkan bahan ajar cetak jenis handout yang materinya disesuaikan dengan kompetensi inti yang ada dalam silabus. Hasil uji coba bahan ajar pada uji ahli bidang studi memperoleh skor total rata-rata 82%, dengan kriteria valid, sedang dari ahli pembelajaran mendapat skor total rata-rata 95% dengan kriteria sangat valid, dan untuk uji coba kelompok kesil mendapat skor toal rata-rata 88% dengan kriteria sangat valid. dari perolehan skor diatas, pengambangan bahan ajar jenis handout yang berjudul sistem bahan bakar bensin valid dan layak digunakan untuk bahan ajar di SMK Negeri 11 Malan

    PENGARUH VARIASI DIAMETER ROLLER CVT (CONTINUOUSLY VARIABLE TRANSMISSION) DAN PUTARAN MESIN TERHADAP DAYA PADA SEPEDA MOTOR HONDA BEAT 108 CC

    No full text
    ABSTRAK   PENGARUH VARIASI DIAMETER ROLLER CVT (CONTINUOUSLY VARIABLE TRANSMISSION) DAN PUTARAN MESIN TERHADAP DAYA PADA SEPEDA MOTOR HONDA BEAT 108 CC Hakim, Muhammad Lukman. 2016. Pengaruh Variasi Diameter Roller CVT      (Continuously Variable Transmission) Dan Putaran Mesin Terhadap Daya Pada Sepeda Motor Honda Beat 108 cc. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Partono, M.Pd. (2)Drs. Imam Muda Nauri, S. T., M. T. Kata Kunci: Roller CVT, Diameter Roller CVT (Continuously Variable Transmission), Daya Mesin. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang sangat pesat di masa sekarang menyebabkan dampak yang besar pada segala aspek kehidupan khususnya pada dunia otomotif. Dalam perkembangan yang semakin pesat ini, banyak orang yang belum mengetahui tentang sistem transmisi sepeda motor. Transmisi otomatis atau yang dikenal dengan sebutan Continuous Variable Transmision (CVT) adalah transmisi yang dapat membuat kita dapat merasakan kenyamanan karena kita hanya perlu menarik gas tanpa memindahkan transmisi karena transmisi akan berpindah secara otomatis. Penelitian ini merupakan peneltian eksperimental. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Post Test Only Control Design. Penelitian ini menggunakan variasi diameter roller  CVT (Continously  Variable  Transmision)  dengan diameter 16 mm (standart), 17 mm, 18. Pengujian dilakukan pada putaran 2000 rpm sampai 6000 rpm dengan rentan 250 rpm untuk melihat daya mesin. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan bahwa penggunaan roller berdiameter 17 mm menghasilkan daya maksimum yang lebih besar karena gerakan roller sesuai dengan kapasitas mesin, sedangkan penggunaan roller berdiameter 18 mm menghasilkan daya maksimum yang semakin menurun. Untuk daya mesin, roller berdiameter 16 mm menghasilkan daya maksimum sebesar 7,59 Hp pada putaran mesin 5250, dan daya minimum sebesar 5,79 HP pada 2000 rpm. Roller dengan diameter 18 mmmenghasilkan daya maksimum sebesar 7,94 HP pada 5750 rpm, dan daya minimum sebesar 3,609 HP pada 2000 rpm. Roller dengan diameter 17 mm menghasilkan daya maksimum sebesar 7,694 pada 5250 rpm, dan daya minimum sebesar 6,338 pada 2000rpm. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai referensi bagi mahasiswa atau pihak lain yang akan melakukan penelitian lebih dalam tentang penggunaan variasi diameter roller CVT pada sepeda motor. Untuk peneliti selanjutnya variabel dalam penelitian ini hanya meneliti pengaruh terhadap daya selanjutnya dapat diteliti terhadap konsumsi bahan bakar dan top speed yang dihasilkan dari penggunaan variasi diameter roller CVT. Sebagai pertimbangan agar menggunakan roller berdiameter 17 mm untuk meningkatkan daya pada sepeda motor honda beat 108 cc

    Analisis Kinetika Reaksi Pembakaran Sampah Organik pada Variasi Heating Rate

    No full text
    ABSTRACT   Analisis Kinetika Reaksi Pembakaran Sampah Organik pada Variasi Heating Rate Fidiah, Lailatul, 2016. Analisis kinetika reaksi pembakaran sampah organik pada variasi heating rate, Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:  (I) Dr. Sukarni, S.T., M.T (II) Drs. H. Sumarli, M.Pd., M.T Kata kunci: Kinetika Reaksi, Analisis Termogravimetrik, Dekomposisi Pembakaran, Sampah Organik, Variasi heating rate. Sampah merupakan masalah nasional yang dihadapi oleh negara maju maupun berkembang, termasuk Indonesia sebagai negara berkembang jumlah sampah di Indonesia semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. MenurutKementrian Negara Lingkungan Hidup (KNLH) jumlah sampah di Indonesia pada tahun 2008 sebesar 38,5 juta ton/tahun atau 105 ribu ton/ hari, pada tahun 2010 sampah meningkat hampir dua kali lipat yaitu 200 ribu ton/hari.Jika sampah tidak dikelolah dengan baik maka diperkirakan jumlah sampah di Indonesia mencapai 1 juta ton/hari pada tahun 2020. Hal ini menunjukkan bahwa managemen sampah konvensional yang digunakan tidak menyelesaikan persoalan sampah. Oleh karenannya diperluhkan alternatif penanganan sampah berupa konversi termal pembakaran sampah menjadi energi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dekomposisi pembakaran dan energi aktivasi dari sampah organik. Pengujian thermogravimetric bertujuan untuk mengetahui perubahan berat susut (weight loss) dan laju penurunan berat (rate of massloss) dalam kaitanya dengan perubahan temperatur, dan waktu.Hasil pengujian digunakan untuk menengetahui pelepasan volatile, pembakaran arang dan pembentukan abu. Kurang lebih 10 mg sampel dihitung di dalam crucible keramik Al2O3. Udara atmosfir 100 ml/min selama proses pembakaran pada rentang temperatur 25-1000oC dan heating rate 10, 20, 30, dan 40oC/min. Hasil menunjukkan bahwa proses dekomposisi dari sampah organik terbagi menjadi 3 tahap. Dimana tahap pertama adalah tahap pelepasan air dan volatil ringan, tahap kedua merupakan tahap devolatilisasi dan tahap ketiga adalah tahap pembakaran arang.Kurva DTG keseluruhan menunjukkan bahwa dekomposisi termal pada tahap 2 terjadi pada rentang temperatur yang luas yaitu sekitar139-440oC. Sedangkan, temperatur di atas 440oC pada kurva TG cenderung lebih mendatar menunjukkan terjadi sedikit pelepasan massa. Sesuai dengan rekomendasi dari International Cofederation for Thermal Analysis and Calorimetry(ICTAC). Nilai energi aktivasi dari sampah organik  telah dianalisis menggunkan metode Flynn Wall Ozawa dan Vyazovkin. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata energi aktivasi menurut FWO dan Vyazovkin 119,03 kJ/mol dan 121,90 kJ/mol

    Analisis Pengaruh Variasi Temperatur Pengecoran HPDC Terhadap Tingkat Ketangguhan Al Si-Cu

    No full text
    ABSTRACT Analisis Pengaruh Variasi Temperatur Pengecoran HPDC TerhadapTingkat Ketangguhan Al-Si Cu.Muhammad Ilham Aryakusuma Assaat, Jurusan Teknik Mesin, FakultasTeknik,Universitas Negeri MalangE-mail: [email protected] merupakan proses pembentukan dari bahan logam. Adabeberapa proses yang diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Seiringperkembangan zaman yang semakin moderen, jenis pengecoran yangdikembangkan juga semakin bervariasi. Salah satu jenis pengecoran yang banyakdigunakan pada pabrik-pabrik pengecoran logam dan besi ialah jenis pengecoranHigh Pressure Die Casting (HPDC). Alasan pemakaian cetakan logam sebagaipengganti cetakan pasir ialah karena kebutuhan dunia industri terhadap logam danbesi begitu banyak sehingga estimasi waktu dan kualitas coran menjadikeunggulan tersendiri pada pengecoran HPDC ini.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur tuangdengan bahan paduan aluminium-tembaga pada pengecoran HPDC terhadaptingkat ketangguhan hasil coran. Selain itu juga penelitian ini bertujuan untukmengetahui kandungan yang ada pada hasil coran dan melihat bentuk patahan daripengujian ketangguhan.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodeeksperimental yang melihat hasil dari sebuah perlakuan terhadap suatu kelompokspesimen. Setelah diberikan perlakuan, spesimen akan dianalisa dimulai daripelepasan hasil coran dari cetakan logam, pengujian ketangguhan (impact test)pada setiap spesimen, dan juga foto mikro untuk melihat struktur yang terkandungpada hasil coran. Selain itu dilakukan pula analisa bentuk patahan yang terjadisetelah pengujian ketangguhan.Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari uji ketangguhan bahanpaduan aluminium-tembaga menunjukan spesimen temperatur tuang 900˚C padapengecoran HPDC memiliki nilai ketangguhan tertinggi yaitu sebesar 0,079Joule/mm2, hasil ini diperkuat juga oleh bentuk patahan saat uji ketangguhandimana bentuk patahan yang terjadi pada spesimen ini merupakan bentuk patahanyang sangat getas. Adapun data yang hasil kualitas yang dang diperoleh saat fotomikro menunjukan bahwa spesimen temperatur tuang 900 ˚C memiliki kandunganaluminum dan tembaga yang terlihat lebih solid dan lebih menyatu denganstruktur yang lainnya.Kata kunci: Pengecoran HPDC (High Pressure Die Casting), temperatur tuang, ketangguhan baha

    Pengaruh Penggunaan Metode Pembelajaran Induktif Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Pemeliharaan Sistem Pengapian Elektronik Siswa Kelas XII SMK Negeri 1 Udanawu Blitar

    No full text
    ABSTRAK   Mahfudianto, Fuad. 2015. Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Induktif terhadap Hasil Belajar Pemeliharaan Sistem Pengapian Elektronik Siswa Kelas XII SMK Negeri 1 Udanawu Blitar. Skripsi, Progam Studi Pendidikan Teknik Otomotif, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd., (II) Drs. Ir. Eko Edi Purwanto, S.E,. M.Pd., M.M.   Kata Kunci:Model Pembelajaran Induktif, Hasil Belajar   Model pembelajaran yang baik akan menciptakan kondisi kelas yang kondusif, sehingga pada akhirnya akan memberi efek yang berbeda terhadap hasil belajar siswa. Namun pada praktiknya masih banyak guru yang kurang memperhatikan penggunaan model pembelajaran secara tepat. Oleh karena itu,dalam penelitian ini diterapkan sebuah model pembelajaran induktif sebagai alternatif untuk mengurangi masalah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara kelompok siswa yang menggunakan model pembelajaran induktif dan kelompok siswa yang menggunakan metode pembelajaran ceramah pada mata pelajaran pemeliharaan sistem pengapian elektronik kelas XII di SMK Negeri 1 Udanawu Blitar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan pola posttest only control design.Penetapan subyek penelitian dilakukan dengan cluster random sampling. Teknik analisis data dilakukan dengan uji t (Independent sample test) pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunujukanada perbedaan hasil belajar antara kelompok siswa yang menggunakan model pembelajaran induktif dan kelompok siswa yang menggunakanmetode pembelajaran ceramah pada mata pelajaran pemeliharaan sistem pengapian elektronik kelas XII di SMK Negeri 1 Udanawu Blitar (Probabilitas 0,00

    Pengaruh Penambahan Gas HHO (Hydrogen-Oxyde)Terhadap Efisiensi Bahan Bakar Dan Emisi Gas Buang Pada Mobil EFI Toyota 5A FE

    No full text
    Abstrak   Prasetyo, Eko. 2015. Pengaruh Penambahan Gas HHO (Hydrogen-Oxyde) Terhadap Efisiensi Bahan Bakar Dan Emisi Gas Buang Pada  Mobil EFI Toyota 5A FE. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Mardji, M.Kes. (II) Drs. H. Paryono, S.T., M.T.   Kata kunci: Gas HHO (Hydrogen-Oxyde), Efisiensi, Emisi Gas Buang, MobilEFI Toyota 5A-FE.   Pemenuhan kebutuhan energi sebagaian besar masih tergantung dengan energi fosil terutama minyak bumi saat ini masih memasok 80% kebutuhan energi dunia, padahal persediaan bahan bakar fosil adalah salah satu energi yang tidak dapat diperbaharui, sehingga semakin hari jumlah energi tersebut berkurang seiring penggunaannya. Dampak negative yang ditimbulkan dari penggunaan energi fosil tersebut adalah meningkatnya suhu bumi akibat bertambahnya emisi gas buang NOx, CO, CO2, dan Hidrokarbon dari sisa pembakaran yang tidak sempurna. Untuk menyiasati hal tersebut perlu dilakukan sebuah inovasi yakni dengan menambahkan gas HHO (Hydrogen-Oxyde) pada proses pembakaran (internal combustion) agar dapat meningkatkan efektivitas pembakaran minyak bumi. Gas HHO (Hydrogen-Oxyde) memiliki angka oktan yang lebih tinggi dari pada premium sehingga dapat meningkatkan angka oktan campuran bahan bakar tersebut. Meningkatnya angka oktan ini berakibat pembakaran menjadi lebih sempurna sehingga efisiensi bahan bakar  menjadi meningkat dan kadar emisi gas buang menjadi turun. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan gas HHO (Hydrogen-Oxyde) terhadap efisiensi bahan bakar, emisi gas buang CO, dan emisi gas buang HC pada  mobil EFI toyota 5A FE. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah quasi experiments. Analisis dari hasil penelitian ini menggunakan  uji One Way Analysis Of Variance (ANOVA) dengan bantuan software pengolah data IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Terdapat pengaruh yang signifikan dari penambahan gas HHO (Hydrogen-Oxyde) terhadap Efisiensi Bahan Bakar pada  mobil EFI Toyota 5A FE. Dengan nilai selisih efisiensi mencapai 22,82% lebih besar dari pada penggunaan bahan bakar 50ml/s pada kondisi kontrol.  (2) Terdapat pengaruh yang signifikan dari penambahan gas HHO (Hydrogen-Oxyde) terhadap emisi gas buang Karbon Monoksida (CO) pada  mobil EFI Toyota 5A FE. Dengan nilai selisih penurunan gas Karbon Monoksida (CO) mencapai 9,29% lebih kecil dari kondisi kontrol. (3) Terdapat pengaruh yang signifikan dari penambahan gas HHO (Hydrogen-Oxyde) terhadap emisi gas buang Hidrokarbon (HC) pada  mobil EFI Toyota 5A FE. Dengan nilai selisih penurunan mencapai 26.41% lebih kecil dari kondisi kontrol. Berdasarkan hasil perolehan data dapat disimpulkan bahwa penambahan  Gas HHO (Hydrogen –Oxyde) pada proses pembakaran mobil EFI toyota 5A FE berpengaruh signifikan terhadap efisiensi bahan bakar dan memberikan dampak yang positif terhadap kadar emisi gas buang

    Hubungan Persepsi Siswa Tentang Peralatan Praktik Dan Motivasi Belajar Dengan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Diklat Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan Kelas XII Di SMK Negeri 2 Bojonegoro

    No full text
    ABSTRAK   Rahayu, T, Dwi. 2015. Hubungan Persepsi Siswa Tentang Peralatan Praktik dan Motivasi Belajar dengan Hasil Belajar Siswa pada Mata Diklat Pemeliharaan Mesin Kendaraan RinganKelas XIIDi SMK Negeri 2 Bojonegoro.Skripsi.JurusanTeknikMesin, Program StudiPendidikanTeknikOtomotif. FakultasTeknik. UniversitasNegeri Malang.Pembimbing: (1) Dr. SyarifSuhartadi, M.Pd., (2) Drs. H. Sumarli, M.Pd., M.T.   Kata Kunci :Persepsisiswatentangperalatanpraktik, motivasibelajar, hasilbelajar.   Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan suatu lembaga pendidikan yang mempersiapkan peserta didiknya untuk masuk ke dunia kerja sesuai bidang yang diminati. Salah satutujuan dibentuknya sekolah SMK adalahuntuk mempersiapkan siswa siap bekerja ataupun berwirausaha di bidangnya masing-masing.Peralatanpraktiksangatdibutuhkandalampembelajaran, sehinggahaltersebutharusterpenuhi.Peralatanpraktikbertujuanuntukmemberikanbekalpengetahuandanketrampilankepadalulusannyasupayamenjaditenagakerja yang produktif.Denganperalatanpraktik yang memadai, maka proses belajarmengajarakanberjalandenganefektifdandiharapkansiswamemperolehhasilbelajar yang optimal. Motivasibelajarmerupakan penggerak siswa untuk melakukan kegiatan belajar.Motivasibelajarsiswaakanberpengaruhterhadaphasilbelajarsiswa. Tujuanpenelitianiniadalah: (1)Mengetahui adanya hubungan antara persepsi siswa tentang peralatan praktik terhadap hasil belajar siswa pada mata diklat pemeliharaan mesin kendaraan ringan kelas XI1 SMKN 2 Bojonegoro, (2) Mengetahui adanya hubungan antara motivasi belajar dengan hasil belajar siswa pada mata diklat pemeliharaan mesin kendaraan ringan kelas XII SMKN 2 Bojonegoro, (3) Mengetahui adanya hubungan antara persepsi siswa tentang peralatan praktik dan motivasi belajar dengan hasil belajar siswa pada mata diklat pemeliharaan mesin kendaraan ringan kelas XII SMKN 2 Bojonegoro. Rancanganpenelitian yang digunakanadalahmetodedeskriptifkorelasional yang dilaksanakanpadasiswakelas XII TKR SMKN 2 Bojonegoro, sampel yang digunakansebanyak 64 siswa.Pengumpulan data dilakukandenganmenggunakanangket.Analisis data dalampenelitianinimenggunakanujikorelasisederhanadanujikorelasiganda. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwa, (1) persepsisiswatentangperalatanpraktik di SMKN 2 Bojonegorotermasukdalamkategoribaiksebesar 56%, (2) motivasibelajarsiswakelas XII TKR di SMKN 2 Bojonegorotermasukdalamkategoribaiksebesar 69%, (3) hasilbelajarsiswakelas XII TKR di SMKN 2 Bojonegorotermasukdalamkategoribaiksebesar 50%, (4) terdapathubungan yang signifikanantarapersepsisiswatentangperalatanpraktikdanmotivasibelajarsiswakelas XII TKR di SMKN 2 Bojonegorosebesar 0.687. Kesimpulan yang diperoleh: (1) Ada hubungan yang signifikan tentang peralatan praktik dengan hasil belajar siswa pada mata diklat pemeliharaan mesin kendaraan ringan kelas XII di SMKN 2 Bojonegoro, (2) Ada hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dengan hasil belajar siswa pada mata diklat pemeliharaan mesin kendaraan ringan kelas XII di SMKN 2 Bojonegoro, (3) Ada hubungan yang signifikan tentang peralatan praktik dan motivasi belajar dengan hasil belajar siswa pada mata diklat pemeliharaan mesin kendaraan ringan kelas XII di SMKN 2 Bojonegoro

    Pengaruh Standar Bengkel Sekolah dan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Pemeliharaan Mesin Sepeda Motor terhadap Kesiapan Kerja Sebagai Mekanik Siswa SMK Muhammadiyah 1 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Wahzjie, Saidinan. 2015. Pengaruh Standar Bengkel Sekolah dan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Pemeliharaan Mesin Sepeda Motor Terhadap Kesiapan Kerja Sebagai Mekanik Siswa SMK Muhammadiyah I Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1)Drs. Solichin, S.T, M.Kes. (2)Drs. Syamsul, M.Pd   Kata Kunci: Standar bengkel, prestasi belajar dan kesiapan kerja sebagai mekanik Bengkel atau workshop secara garis besar memiliki fungsi sebagai tempat untuk memberikan kelengkapan bagi pelajaran teori yang telah diterima sehingga antara teori dan praktik bukan merupakan dua hal yang terpisah. Prestasi belajar diwujudkan pada pola tingkah laku dan skill serta dapat dilihat pada nilai hasil belajar. Kesiapan peserta didik sebagai calon tenaga kerja merupakan suatu kondisi individu dari hasil pendidikan dan latihan atau keterampilan. Pada penelitian ini, pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Sedangkan  rancangan yang digunakan adalah deskriptif korelasional.subjek penelitian yang digunakan adalah semua siswa kelas XI TSM SMK Muhammadiyah 1 Malang yang berjumlah 13siswa dengan menggunakan proses pengumpulan data.  Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan instrumen penelitian berupa angket yang berisi 45 butir pertanyaan dengan 4 jawaban opsi, dan ada pula yang berupa dokumentasi dan observasi. Sebelum instrumen digunakan perlu dilakukan pengujian instrumen terlebih dahulu. Hasil penelitian di SMK Muhammadiyah 1 Malang Jurusan Teknik Sepeda Motor diperoleh (1) Standar bengkel sekolah secara parsial berpengaruh positif sebesar 44,36% terhadap kesiapan kerja sebagai mekanik siswa SMK Muhammadiyah 1 Malang. (2) Prestasi belajar mata pelajaran pemeliharaan mesin sepeda motor secara parsial berpengaruh positif sebesar 41,36% terhadap kesiapan kerja sebagai mekanik siswa SMK Muhammadiyah 1 Malang. (3) Terdapat pengaruh secara simultan standar bengkel sekolah dan prestasi belajar mata pelajaran pemeliharaan mesin sepeda motor terhadap kesiapan kerja sebagai mekanik siswa SMK Muhammadiyah 1 Malang sebesar 66,7 %

    Perbedaan Penggunaan Injektor Lubang Satu Dan Injektor Lubang Empat Terhadap Emisi Gas Buang CO Dan HC Pada Mesin EFI.

    No full text
    ABSTRAK   Nabhani, M. Irfan. 2016. Perbedaan Penggunaan Injektor Lubang Satu Dan Injektor Lubang Empat Terhadap Emisi Gas Buang CO Dan HC Pada Mesin EFI. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin FT Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Sumarli, M.Pd., M.T. (II) Drs. H. Imam Muda Nauri, S.T., M.T.   Kata Kunci: Injektor, Emisi Gas Buang, Saat ini jumlah pemakaian kendaraan bermotor mengalami peningkatan. Dengan meningkatnya jumlah kendaraan tersebut menimbulkan banyak masalah, salah satunya adalah semakin meningkatnya polusi udara karena emisi gas buang hasil pembakaran campuran bahan bakar dan udara yang tidak sesuai. Hal tersebut terjadi karena campuran bahan bakar dan udara tidak homogen. Salah satu cara untuk meningkatkan homogenitas campuran bahan bakar dan udara adalah mengganti injektor dengan jumlah lubang yang lebih banyak, karena jumlah lubang injektor mempengaruhi pengabutan bahan bakar. Semakin banyak dan semakin kecil diameter lubang injektor hasil pengabutan juga semakin halus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi jumlah lubang injektor mesin EFI terhadap kadar emisi gas buang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental semu dengan objek penelitian menggunakan mesin Suzuki Wagon-R 1000 cc. Pengujian dilakukan dengan menggunakan gas analyzer pada putaran mesin 800 rpm – 5800 rpm dengan kenaikan 250 rpm. Teknik analisis data menggunakan analisis Paired Sample T-Test dengan bantuan softwere SPSS for Windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahawa: (1) Terdapat perbedaan penggunaan injektor lubang satu dan injektor lubang empat terhadap emisi gas buang CO pada mesin EFI. Selisihnya sebesar 0,221% lebih kecil kadar emisi gas buang CO yang dihasilkan injektor lubang empat. (2) Terdapat perbedaan penggunaan injektor lubang satu dan injektor lubang empat terhadap emisi gas buang HC pada mesin EFI. Selisihnya sebesar 35,24 ppm lebih kecil kadar emisi gas buang HC yang dihasilkan injektor lubang empat. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan agar penelitian lanjutan menggunakan instrumen dengan merk mobil lain yang berbeda dan variasi jumlah lubang injektor yang digunakan ditambah dengan 8 lubang, sehingga didapat 3 variasi injektor yang berbeda

    Prospek Mikroalga Isochrysis Galbana Sebagai Bahan Bakar Terbarukan Ditinjau Dari Produktivitas Biomassa, Sifat Fisik, Sifat Kimia Dan Dekomposisi Termal.

    No full text
    ABSTRACT Mufid, Al. A. 2016 Prospek Mikroalga Isochrysis Galbana Sebagai Bahan Bakar Terbarukan Ditinjau Dari Produktivitas Biomassa, Sifat Fisik, Sifat Kimia Dan Dekomposisi Termal. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sukarni, S.T.,M.T. (II) Drs. H. Imam Muda Nauri, S.T., M.T.Kata Kunci: Mikroalga, Isochrysis Galbana, Produktivitas Biomassa, Sifat Fisik, Sifat Kimia dan Dekomposisi TermalPada saat ini kebutuhan energi yang di gunakan dalam masyarakat luas untuk kegiatan sehari-hari dihasilkan dari bahan bakar fosil, bahan bakar fosil ini merupakan sumberdaya tak terbarukan karena perlu waktu lama untuk terbentuk kembali, dan hasil membakaran dari bahan bakar fosil mengakibatkan pencemaran udara dan global warming.Banyak Negara-negara maju mulai mencari alternatif penganti bahan bakar fosil. Salah satunya adalah biofuel yang berasal dari biomassa, bentuk yang paling popular saat ini adalah biodiesel dan bioethanol.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prospek mikroalaga Isochrysis galbana sebagai energi bahan bakar terbarukan ditinjau dari produktivitas biomassa, sifat fisika, sifat kimia dan dekomposisi termal. dalam mempeoleh data yang valid penulis menggunakan metode analisis data deskriptif. dimana analisis ini menjabarkan tentang data yang diperoleh dari (1) produktifitas mikroalga Isochrysis galbana. (2) kandungan sifat fisik mikroalga Isochrysis galbana. (3) kandungan sifat kimia mikroalga Isochrysis galbana. (4) proses dekomposisimikroalga Isochrysis galbana ketikamengalami pemanasan dilihat dari pendekatan termogravimetri. Hasil penelitian ini menunjukan bahawa: (1) Produktivitas mikroalga Isochrysis galbana selama 8 hari, menunjukan produktivitas pada hari ke 1 sebesar 3x106 sel/ml sampai sekitar 10,64x106 sel/ml pada hari ke 8. Jika produktivitas iscohrysis galbana dinyatakan dalam kinetika pertumbuhan, maka laju pertumbuhan spesifiknya dan waktu untuk menggandakan diri adalah sebesar 0,18/hari dan 3,85 hari. (2) Kandungan unsur fisik mikroalga Isochrysis galbana ditentukan menggunakan analisis proksimat, menunjukan kadar air (M) sebesar 10,57 wt%, kadar volatil (VM), karbon tetap (FC) dan kadar abu (A)masing-masing sebesar 59,14 wt%;18,85 wt% dan 11,44 wt%. Sedangkan nilai kalor tinggi (HHV) dari biomassa sebesar 18,201 MJ/kg.(3) Kandungan unsur kimia mikroalga Isochrysis galbana yaitu C 12,89%, O 45,68%, Na 1,18%, Mg 29,02%, Al 0,22%, Si 1,62%, P 1,33%, Cl 1,61% dan Ca 6,46%.(4) Proses dekomposisi pembakaran mikroalga Isochrysis galbana terjadi dalam 4 tahapan selama proses pembakaran sampai temperatur 1200oC. Tahap 1 menunjukkan pelepasan volatil ringan dan kandungan air. Tahap 2 penurunan berat biomassa utama, dari dekomposisi komponen organik biomassa. Tahap 3, menunjukkan proses pembakaran dari sisa kandungan volatil yang terbakar bersamaan dengan arang. Tahap 4 terjadi proses pembakaran secara perlahan dari sisa arang yang dikelilingi abu

    0

    full texts

    1,608

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇