SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
1608 research outputs found
Sort by
Analisis Thermogravimetric Dekomposisi Pembakaran Mikroalga Spirulina platensis dan Sekam Padi (Rice Husk)
ABSTRAK Drajat, Deby Yangin Analisis Thermogravimetric Dekomposisi Pembakaran Mikroalga Spirulina platensis dan Sekam Padi (Rice Husk)Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sukarni, S.T., M.T.(II) Rr. Poppy Puspitasari, S.Pd., M.T. Ph.D. Kata Kunci: Mikrolaga Spirulina platensis, Sekam Padi, Analisis thermogravimetric, dekomposisi pembakaran, potensi biomassa Permasalahan mengenai menipisnya ketersediaan energi tak terbarukan menjadi permasalahan besar hampir di seluruh belahan dunia. Semua berawal dari ketergantungan manusia terhadap bahan bakar fosil. Letak Indonesia yang berada pada garis khatulistiwa memungkinkan pembudidayaan mikroalga sebagai bahan bakar terbarukan. Per tahun Indonesia menghasilkan limbah sekam padi yang dihasilkan sebanyak 8,2 sampai 10,9 ton. Analisis Thermogravimetric (TGA) adalah salah satu teknik analisis termal yang digunakan untuk mengukur jumlah dan laju (kecepatan) perubahan massa sebuah sampel sebagai fungsi temperatur atau waktu dalam suasana yang dikendalikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik, kandungan kimia, dan dekomposisi pembakaran campuran mikroalga Spirulina platensisdan sekam padi sebagai bahan bakar biomassa terbarukan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimental eksploratif. Metode tersebut merupakan metode yang mengidentifikasi sifat mendasar terlebih dahulu pada material yang diteliti. Sifat-sifat tersebut memerlukan pengujian untuk mendapatkan data dan info tema penelitian yang akan dilakukan. Berdasarkan hasil penelitian kandungan kimia dari Spirulina platensis didominasi unsur C sebesar 43,55 + 3,5 wt% dan kandungan kimia sekam padi didominasi unsur O sebesar 35,16 + 5,24 wt%. Foto SEM (Scanning Electron Microscopy) pada mikroalga Spirulina platensis perbesaran 10.000 X menunjukan morfologi partikel yang tidak homogen, partikel yang kasar (bulk) serta tidak berongga (porous). Kemudian untuk hasil SEM sekam padi pada perbesaran 4.000 X menunjukan morfologi sekam padi yang berongga (porous), serta hampir halus bertekstur permukaannya pada perbesaran 1.000 X. Nilai kalor yang dihasilkan Spirulina platensis sebesar 16,56 + 0,08 MJ/kg, melebihi 9 jenis batubara yang rata-rata melebihi batubara jenis lignite. Sedangkan nilai kalor sekam padi sebesar 13,53+ 0,09 MJ/kg, lebih banyak dari 8 jenis batubara dan rata –rata juga melebihi batu bara jenis lignite. Pada proses dekomposisi pembakaran 4 variasi spesimen terjadi 4 tahap. Pada spesimen dengan variasi rice husk 75% dan Spirulina platensis 25% memiliki volatile matters / dekomposisi pembakaran terbesar dengan penurunan massa sebesar 4,09 mg. Potensi Sekam Padi dan Mikroalga Spirulina platensis layak untuk dijadikan bahan bakar. Fenomena dekomposisi pembakaran tersebut dapat dirancangnya sebuah dapur pembakaran dengan jumlah oksigen kontrol – kontrol suhu untuk dapur yang terukur
Pengaruh Variasi Arus Las SMAW Terhadap Kekerasan dan Kekuatan Tarik pada Sambungan SS 304 dan ST 37
ABSTRACT Yogi, Muhammad. 2016. Pengaruh Variasi Arus Las SMAW Terhadap Kekerasan dan Kekuatan Tarik pada Sambungan SS 304 dan ST 37. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Heru Suryanto, S.T, M.T., (II) Drs. H. Abdul Qolik M.M., M.Pd. Kata Kunci: arus listrik, las SMAW, sambungan SS 304 dan ST 37, kekuatan tarik, kekerasan Proses penyambungan logam dengan pengelasan sudah sering diaplikasikan dalam industri fabrikasi salah satunya adalah pengelasan beda jenis logam. Pengelasan beda jenis logam (Dissimilar Metal Welding) adalah suatu proses pengelasan yang dilakukan pada dua logam atau paduan logam yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mengetahui pengaruh antara variasi arus terhadap kekerasan sambungan SS 304 dan ST 37, (2) mengetahui pengaruh antara variasi arus terhadap kekuatan tarik sambungan SS 304 dan ST 37, (3) mengetahui pengaruh antara variasi arus terhadap struktur mikro sambungan SS 304 dan ST 37, (4) mengetahui pengaruh antara variasi arus terhadap struktur makro sambungan SS 304 dan ST 37. Penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental dengan jenis pendekatan kuantitatif. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Pengujian kekerasan menggunakan 9 titik yang berjajar dan 1 titik di weld metal, pengujian tarik menggunakan standar spesimen uji tarik sambungan JIS Z 2201 1981. Pengamatan struktur mikro dan makro masing-masing diamati dengan foto dan digunakan sebagai pendukung hasil uji kekerasan dan kekuatan tarik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap penambahan arus menunjukkan peningkatan nilai kekerasan di daerah weld metal akan tetapi mengalami penurunan di HAZ (Heat Affected Zone). Hasil uji kekerasan tertinggi pada weld metal dimiliki oleh spesimen dengan variasi arus 80 ampere dikarenakan struktur mikro mempunyai dendritik yang lebih banyak dan untuk hasil uji kekerasan rata-rata tertinggi pada HAZ dimiliki oleh spesimen dengan variasi arus 60 ampere. Hasil kekuatan tarik las dengan perlakuan pengelasan pada semua variasi arus lebih besar dari raw material ST 37 dan lebih rendah dari raw material SS 304.Nilai kekuatan tarik optimal pada spesimen dengan perlakuan pengelasan terdapat pada arus 70 ampere sebesar 51,656 kg/mm2. Pada penelitian ini, menegaskan bahwa nilai kekerasan mempunyai hubungan dengan struktur mikronya, semakin besar arus maka akan merubah struktur mikronya menjadi butiran besar. Nilai kekuatan tarik mempunyai hubungan dengan hasil uji struktur makronya, semakin besar arus maka akan semakin ulet dan semakin besar arus akan menimbulkan retakan las akibat tegangan yang terjadi
Pengaruh Variasi Konsentrasi Cairan Carbon Cleaner dalam Bahan Bakar terhadap Daya dan Emisi Gas Buang pada Honda Vario 110 PGM-FI
ABSTRACT Trihatmojo, Ahmad Arbi. 2016. Pengaruh Variasi Konsentrasi Cairan Carbon Cleaner dalam Bahan Bakar terhadap Daya dan Emisi Gas Buang pada Honda Vario 110 PGM-FI. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hj. Widiyanti, M.Pd. (2) Drs. Partono, M.Pd.Kata Kunci: Bahan Bakar, Carbon Cleaner, Daya Mesin, Emisi Gas Buang.Pada saat ini sektor transportasi tumbuh dan berkembang seiring dengan peningkatan ekonomi nasional maupun global. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2013, menunjukkan bahwa perkembangan jumlah kendaraan bermotor di Indonesia mengalami peningkatan 9,86 % dari tahun sebelumnya. Pesatnya pertumbuhan kendaraan bermotor berakibat meningkatnya penggunaan bahan bakar minyak (BBM) di sektor transportasi, sehingga emisi gas buang yang mengandung polutan akan naik dan meningkatkan kadar pencemaran udara. Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui signifikansi pengaruh variasi konsentrasi cairan carbon cleaner dalam bahan bakar terhadap daya dan emisi gas buang pada Honda Vario 110 PGM-FI. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif yaitu True Experimental Design jenis Post Test Only Control Design dengan menggunakan variasi konsentrasi cairan carbon cleaner 0 ml, 10 ml, 15 ml, 20 ml, dan 25 ml berbanding satu liter bahan bakar untuk diuji pengaruhnya terhadap daya dan emisi gas buang pada Honda Vario 110 PGM-FI. Bahan bakar yang digunakan adalah pertamax 92 standar Pertamina. Cairan carbon cleaner yang digunakan mengandung Poly Ether Amine (PEA). Parameter putaran mesin yang digunakan yaitu 2000 rpm sampai 5000 rpm dengan kenaikan 500 rpm. Analisis data hasil penelitian dengan uji statistik One Way Anova dan Post Hoc. Hasil pengujian daya mesin dan emisi gas buang menunjukkan bahwa variasi konsentrasi cairan carbon cleaner dalam bahan bakar mempengaruhi daya mesin dan emisi gas buang yang dihasilkan. Daya mesin yang dihasilkan mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya variasi kadar carbon cleaner yang terdapat didalam bahan bakar. Penggunaan variasi konsentrasi cairan carbon cleaner 25 ml menghasilkan daya mesin tertinggi, serta emisi gas buang CO dan HC yang dihasilkan lebih rendah dibandingkan dengan bahan bakar pertamax murni, namun untuk daya mesin, dan emisi gas buang yang dihasilkan dari variasi konsentrasi cairan carbon cleaner 15 ml, 20 ml, dan 25 ml tidak berbeda jauh, hal tersebut dikarenakan perbedaaan jumlah konsentrasi carbon cleaner yang tidak terlalu banyak dan mendekati angka aturan pakai yang terdapat dalam kemasan produk, sehingga peningkatan kualitas daya bakar yang ditimbulkan sama
AnalisisKetangguhandanStrukturMikroLogam Al SebagaiProdukPengecoranLogamdenganVariasiSuhuPenuangandanVariasiPenambahanSeng (Zn)
ABSTRAK AnalisisKetangguhandanStrukturMikroLogam Al SebagaiProdukPengecoranLogamdenganVariasiSuhuPenuangandanVariasiPenambahanSeng (Zn) Aluminiummerupakanlogam non-ferro yang bahandasarnyaadalahbauksitdankreolit.Penggunaanaluminiumterusmeningkatdaritahunketahun.Dari urutanpenggunaanlogam, paduanaluminiummenempatiurutankeduasetelahpenggunaanlogambesidanbaja.Aluminiummemilikisifatmekanis yang kurangbaikjikatidakdipadukandenganunsurlogam lain. Salah satuusahauntukmeningkatkanketangguhanAluminiumyaitudenganmenambahkanunsursengkedalampaduanaluminium.Selainkarenapenambahanunsurpaduan, diperlukanjugapengaturansuhupenuanganuntukmendapathasilpengecoran yang baik. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahuiketangguhanimpaklogam Al denganvariasisuhupenuangandanvariasipenambahanseng (Zn), (2) mengetahuistrukturmikrologam Al denganvariasisuhupenuangandanvariasipenambahanseng (Zn). Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Ditinjau dari jenis metode penelitian, maka jenis penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian eksperimen. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif yang dilakukan dengan cara merangkum hasil penelitian dari pengamatan yang dilakukan. Data yang diperoleh berupa nilai rerata ditampilkan dalam bentuk tabel, dan histogram sehingga lebih mudah dibaca. Pengujian ketangguhan menggunakan mesin uji takik metode charpy dan jenis patahan diamati dari hasil foto mikro dan makro aluminium. KetangguhanImpakaluminiumakibatvariasisuhupenuangandanvariasipenambahansengterbesaradapadavariasisuhupenuangan 6500C danpenambahanseng (Zn) 1% yaitu 0,0072 J/mm2dan yang terkeciladapadavariasisuhupenuangan 7500C danvariasipenambahanseng (Zn) 3% yaitu 0,0028 J/mm2.Penurunanketangguhanimpakseiringdengansemakintingginyasuhupenuangandanpenambahansengdikarenakanpeningkatanporositasdansemakinkecilukuranbutirpadaaluminium
ANALISIS KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO BAJA ST 42 AKIBAT PENGARUH KOMPOSISI ARANG TEMPURUNG KELAPA DAN PUPUK UREA PADA PROSES CARBONITRIDING
ABSTRAK Basri, Mohammad Hasan. 2015.AnalisisKekerasan Dan StrukturMikroBaja St 42 AkibatPengaruhkomposisiArangtTempurungKelapaDan PupukUrea PadaProses Carbonitriding.Skripsi, JurusanTeknikMesin. FakultasTeknik. UniversitasNegeri Malang.Pembimbing: (I) Drs. H. Sunomo.,M.Pd., (II)Rr Poppy Puspitasari, S.Pd., M.T.,Ph.D Kata Kunci: Komposisimedia donor, kekerasan, Strukturmikro, baja St 42,packcarbonitriding Packcarbonitridingadalahproses pengerasanpermukaanbajadimanabajadipanaskandiatastemperaturkritis didalam media donor sehinggaterjadidifusikarbondan nitrogen kedalampermukaanbaja. Permasalahannya yang seringtimbulyaitusifatmekanisterutamakekerasankurangsesuaidengankebutuhan yang ada.Tujuandalampenelitianiniadalahuntukmengetahuiadanyapengaruhkomposisi mediacarbonitridingterhadapkekerasandanstrukturmikrobaja St 42. Metode yang digunakandalampenelitianiniadalahpenelitianeksperimental.Dalampenelitianini yang merupakan variable bebasnyayaitu, arangtempurungkelapadanpupuk urea, sedangkanvariabelterikatnyamerupakankekerasandanstrukturmikrobaja.Analisisdalampenelitianinimenggunakananalisisdeskriptif. Hasilpenelitianinimenunjukkanadanyapengaruh, dimanaditunjukkandenganadanyaperbedaankekerasanpadatiapvariasi.Padavariasi50%:50% mempunyaikekerasansebesar 412,4 HVpadatitikpertamadanterdapatlebihbanyak nitrogen yang masukdilihatdarijumlahnitrida yang lebihbanyak. Sedangkanpadavariasi 60%:40%mempunyaikekerasan 263,9 HVterlihatjumlahnitridaberkurangdanpadavariasi 70%:30%dengankekerasan 245,6 HVnitrida yang masuklebihsedikitdanlebihbanyakkarbida.Penurunankekerasaniniterjadikarenapenguranganjumlah nitrogen, yang dalampenelitianinimengurangiprosesntasepupuk/ammonia yang digunakanpada proses carbonitriding. Darihasilpenilitianini, perludiadakanpenelitiankembalidenganvariasipresentasekomposisi lain denganlebihbanyakprosentasenitrogennya
Pengaruh Penggunaan Catalytic Converter Berbahan Aluminium Terhadap Emisi Gas Buang Pada Sepeda Motor
ABSTRACT PENGARUH PENGGUNAAN CATALYTIC CONVERTER BERBAHAN ALUMINIUM TERHADAP EMISI GAS BUANG PADA SEPEDA MOTORBayu Muslimatul Zakhim, Partono, Eddy RudiyantoProgram Studi Pendidikan Otomotif Teknik Mesin Fakultas TeknikUniversitas Negeri MalangE-mail: [email protected] pertumbuhan sepeda motor di Indonesia setiap tahunnya terjadi peningkatan diatas 5 juta unit. Pertumbuhan ini sebanding dengan peningkatan polusi udara yang berbahaya bagi lingkungan serta kehidupan manusia. Diantaranya polutan berbahaya bagi manusia yaitu emisi gas Hidrocarbon (HC) dan Carbonmonoksida (CO). Oleh karena itu diperlukan pencegahan dengan cara mereduksi emisi gas buang menggunakan Catalytic Converter dan salah satu bahan alternatifnya adalah aluminium duralumin sebagai bahan yang berfungsi mempercepat laju reaksi oksidasi emisi gas buang, diharapkan mampu mereduksi polutan berbahaya.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan: Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan knalpot dengan catalytic converter berbahan Aluminium pada tingkat putaran mesin [stasioner/rendah (1500 rpm), sedang/menengah (2500 rpm), dan tinggi (4000 rpm)] terhadap emisi gas buang pada sepeda motor dalam bentuk HC dan CO. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen. Obyek dalam penelitian ini adalah sepeda Honda Supra X 125cc tahun 2007. Analisis data yang dipakai adalah analisis Deskriptif dan penjelasan tertulis.Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa polutan HC berhasil direduksi pada putaran mesin 1500 rpm adalah 24,49% dan CO sebesar 59,02%. Putaran mesin 2500 rpm adalah 26,59% dan CO sebesar 60,29%. Putaran mesin 4000 rpm adalah 30,44% dan CO sebesar 62,38%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa catalytic converter Aluminium mampu mereduksi polutan berbahaya dan layak untuk digunakan. Tingkat putaran mesin juga berpengaruh terhadap reduksi polutan berbahaya, untuk gas HC dari putaran rendah ke tinggi sebesar 13,52% dan gas CO sebesar 17,38%.Disarankan agar penggunaan catalytic converter berbahan aluminium jenis duralumin dapat diterapkan pada knalpot sepeda motor standar karena memberikan dampak positif pada sepeda motor. Selain itu, agar dilakukan penelitian lebih lanjut tentang komposisi bahan alternatif pembuat catalytic converter dan polutan berbahaya lain yang dihasilkan dari sisa pembakaran sepeda motor.Kata kunci: Emisi Gas Buang, Catalytic Conveter, Aluminium Duralumin, Catcon.ABSTRACT The rapid growth of motorcycles in Indonesia every year increase above 5 million units. This growth is proportional to the increase of air pollution that are harmful to the environment and human life. Hydrocarbons (HC) and carbon monoxide (CO) are the most dangerous pollutants from exhaust emission. Therefore we need prevention by reducing exhaust emissions using catalytic converters and one of the alternative material is aluminum duralumin that serves as accelerate the rate of oxidation of exhaust emissions, which is expected to reduce harmful pollutants.This research was carried out with the purpose: To determine how much effect the use of tailpipe with aluminium catalytic converters based on the engine speed [stationary or low (1500 rpm), medium (2500 rpm), and high (4000 rpm)] against exhaust emissions at motorbike in the form HC and CO. This research uses experimental research design. The object in this research is Honda Supra X 125cc bike in 2007. The data analysis was descriptive and written explanation.The results showed that the pollutants HC was reduced on engine speed 1500 rpm is 24,49% and CO in the amount of 59,02%. The engine speed 2500 rpm HC was reduced in the amount of 26,59% and CO in the amount of 60,29%. The engine speed 4000 rpm HC was reduced in the amount of 30,44% and CO in the amount of 62,38%. It can be concluded that the aluminium catalytic converters is capable of reducing harmful pollutants and worthy to be used. The use of a catalytic converters which made from aluminum type duralumin can be applied on a standard motorcycle’s tilepipe and it is very recommended, because it gives a positive impact against the reduction of exhaust emissions on a motorcycle. In addition, in order to do further research about the alternative materials for the catalytic converters and research about the another harmfull pollutants which produced from the combustion residue of motorcycles. Key Words: Exhaust Emissions, Catalytic Conveter, Aluminium Duralumin, Catcon
Hubungan Status Sosial Ekonomi Orang Tua dan Hasil Belajar Mata Pelajaran Produktif dengan Minat Berwirausaha Siswa Kelas XII Teknik Sepeda Motor SMK di Kabupaten Trenggalek
ABSTRAK Hermawan, Yosef Dwi Nofik. 2015. Hubungan Status Sosial Ekonomi Orang Tua dan Hasil Belajar Mata Pelajaran Produktif dengan Minat Berwirausaha Siswa Kelas XII Teknik Sepeda Motor SMK di Kabupaten Trenggalek. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Prodi S1 Pendidikan Teknik Otomotif, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Purnomo, S.T., M.Pd. (II) Drs. Ir. Mustaman, M.Pd. Kata Kunci: status sosial ekonomi orang tua, hasil belajar mata pelajaran produktif, minat berwirausaha. Sekolah Menengah Kejuruan merupakan lembaga pendidikan formal di Indonesia yang menyiapkan peserta didiknya untuk memiliki kompetensi- kompetensi untuk dapat bekerja disuatu bidang pekerjaan tertentu. Dengan adanya kompetensi yang dimiliki siswa, maka siswa bisa mengunakannya untuk berwirausaha. Status sosial ekonomi orang tua dan hasil belajar mata pelajaran produktif yang dimiliki siswa berbeda satu sama lainnya, maka siswa mempunyai kesempatan berbeda pula untuk bisa berwirausaha. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan: (1) mengetahui status sosial ekonomi orang tua siswa kelas XII Teknik Sepeda Motor SMK di Kabupaten Trenggalek, (2) mengetahui hasil belajar mata pelajaran produktif Siswa kelas XII Teknik Sepeda Motor SMK di Kabupaten Trenggalek, (3) mengetahui minat berwirausaha siswa kelas XII Teknik Sepeda Motor SMK di Kabupaten Trenggalek, (4) mengetahui hubungan antara status sosial ekonomi orang tua dengan minat berwirausaha siswa kelas XII Teknik Sepeda Motor SMK di Kabupaten Trenggalek, (5) mengetahui hubungan antara hasil belajar mata pelajaran produktif dengan minat berwirausaha siswa kelas XII Teknik Sepeda Motor SMK di Kabupaten Trenggalek, (6) mengetahui hubungan antara status sosial orang tua dan hasil belajar mata pelajaran produktif dengan minat berwirausaha siswa kelas XII Teknik Sepeda Motor SMK di Kabupaten Trenggalek Penelitian ini merupakan penelitian ex post facto dengan pendekatan kuantitatif. Populasi yang digunakan adalah siswa kelas XII Teknik Sepeda motor SMK di Kabupaten Trenggalek. Sampel yang digunakan sebanyak 70 siswa. Pengambilan sampel dengan teknik sampling purposive dan proportional random sampling. Pengambilan data penelitian ini mengunakan angket dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian ini, diketahui bahwa: (1) siswa memiliki status sosial ekonomi orang tua yang sedang, (2) Siswa memiliki hasil belajar mata pelajaran produktif yang tinggi, (3) Tingkat minat berwirausaha siswa tinggi, (4) ada hubungan signifikan dan positif antara status sosial ekonomi orang tua dengan minat berwirausaha. (5) ada hubungan yang signifikan dan positif antara hasil belajar mata pelajaran produktif dengan minat berwirausaha, (6) ada hubungan signifikan dan positif antara status sosial ekonomi orang tua dan hasil belajar mata pelajaran produktif dengan minat berwirausaha
RANCANG BANGUN ELECTRIC THROTTLE BERBASIS MIKROKONTROLER SEBAGAI PENGGANTI KONTROL THROTTLE KONVENSIONAL PADA MOBIL TOYOTA KIJANG 4K
ABSTRAK Mustova, RizaQoirul. 2015. RancangBangun Electric Throttle BerbasisMikrokontrolerSebagaiPenggantiKontrol Throttle KonvensionalPada Mobil Toyota Kijang 4K.Skripsi,JurusanTeknikMesin FT UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Drs.H. Imam MudaNauri, S.T., M.T. (II) Drs. Paryono, S.T., M.T. Kata Kunci: electric throttle, mikrokontroler, kabel gas, potensiometer. Electric throttle valvedibuatkarenasemakinharimanusiasemakinberkembangdanterusmembuatalat yang memudahkanpekerjaanmerekasehari-hari. Salah satudiantaranyaadalahperkembanganthrottle position (TP) yang semakinharisemakincanggih. Padaawalperkembangannya, throttle position (TP) padasistembahanbakarinjeksi (EFI) masihmenggunakankabel gas sebagaipenariknya, tetapipadakendaraanbermotorbersistembahanbakarinjeksi (EFI) keluaranterbarusudahmenggunakanelektroniksebagaipenggantikabel gas untukmenarikthrottlepadathrottle position (TP). Tetapiberbedadengankendaraan yang masihmenggunakansistembahanbakarkarburator yang tetapmenggunakankabel gas sebagaipenarikthrottle padakarburatornya. Padakendaraandengankarburatormemerlukanperawanlebihpadakabelgasnya.Terlebihlagisaatterjadibanjirsehinggamerendamkabelgasnya.Kabel gas yang berbahansekumpulankawatkecilmenjadiberkaratsaatterendam air banjir.kabel gas iniharusseringdilumasi agar tidakterjadigenangan air didalamnyadanmelancarkanjalanseling yang ada di dalamnya. Terdapat 3 tujuandaripenelitian, yaituuntukmelakukanperancangankonstruksidarielectric throttlesehinggadapatdigunakanpadakendaraantoyotakijang 4K, melakukananalisiscarakerjadarielectric throttlepadakendaraantoyotakijang 4K, danmelakukananalisiscaraperawatandarielectric throttle padakendaraantoyotakijang 4K. Penelitianinimenggunakanmetodepenelitiandanpengembangan (R&D)adalah, research and information collecting, planning, develop preliminary form of product, preliminary field testing, main product revision, main field testing, operational product revision, operational field testing, final product revision, and dissemination and implementation.Dalamhalini, penelitianinifokusmenelitipembuatanelectric thriottlesebagaipenggantithrottle konvensional. Instrumenpenelitian yang digunakandalampenelitianinimenggunakan, pengamatandandokumentasi.Sumber data penelitianiniadaduayaitu primer dansekunder. Hasildaripenelitianperancanganelectric throttlemenunjukkan, bahwaelectric throttle dapatbekerjasesuaikeinginandandapatdijadikanpenggantithrottle konvensionaldimanasemakintinggibukaan pedal gas, semakintinggi pula bukaanthrottle padakarburatortetapitetapsesuaidenganjumlahderajadbukaanpadathrottle konvensional
Pengaruh Waktu Expose di Udara terhadap Penyusutan dan Kekerasan pada Bahan Polimer
ABSTRAK Polimermerupakan senyawa yang besar yang terbentuk dari hasil penggabungan sejumlah (banyak) unit-unit molekul yang kecil. Unit molekul kecil pembentuk senyawa ini disebut monomer. Polimer memiliki sifat yang hampir sama dengan logam akan tetapi memiliki kelebihan, yaitu ringan dan tahan terhadap korosi. Oleh sebab itu banyak polimer saat ini lebih banyak digunakan dan menjadi pilihan untuk menggantikan peran logam dalam kondisi tertentu. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui (1)perbedaan nilaipenyusutan polimer yang diberi waktu expose di udara selama 2 hari, 4 hari, 6 hari, 8 hari, dan 10 hari, (2) perbedaan nilai kekerasan polimer yang diberi waktu expose di udara selama 2 hari, 4 hari, 6 hari, 8 hari, dan 10 hari,dan (3) interaksi antara penyusutan dan kekerasan polimer yang diberi waktu expose di udara selama 2 hari, 4 hari, 6 hari, 8 hari, dan 10 hari. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Ditinjau dari jenis metode penelitian, maka jenis penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan eksperimental. Data yang diperoleh dalam penelitian ini diolah dan dianalisis menurut model statistikinferensial.Data yang diperoleh berupa nilai rerata ditampilkan dalam bentuk tabel, dan grafik sehingga lebih mudah dibaca. Pengukuran penyusutan diukur dengan menggunakanmicrometer dengan ketelitian 0,01 mm dan pengujian kekerasan menggunakan mesin uji kekerasan mikro vikers. Hasil penyusutan pada bahan polimer yang di expose di udara selama 10 hari menunjukkan nilai penyusutan yang semakin meningkat dari 0,01 mm menjadi 0,06 mm. Nilai kekerasan pada bahan polimer juga meningkat dari 13,28 HVN menjadi 34,03 HVN. Hal ini disebabkan karena polimer yang baru dicetak memiliki atom-atom yang belum tersusun secara teratur, setelah di expose di udara selama2 hari, 4 hari, 6 hari, 8 hari, dan10 hari atom-atom tersebut sedikit demi sedikit akan tersusun secara teratur dan membentuk rantai yang semakin memanjang. Hal inilah yang menyebabkan penyusutan dan naiknya nilai kekerasan pada bahan polimer. Pada penelitian ini, penemuan yang penting adalah bahwa adaperbedaan serta interaksi antara penyusutan dan kekerasan terhadap waktu expose di udara
Analisis Potensi Sampah Padat Anorganik Combustible Kota Malang Sebagai Alternatif Bahan Bakar Ditinjau Dari Sifat Fisik, Sifat Kimia, Nilai Kalor Dan Dekomposisi Pembakaran
ABSTRAK Wati, Rita Fajar. 2015. Analisis Potensi Sampah Padat Anorganik Combustible Kota Malang Sebagai Alternatif Bahan Bakar Ditinjau Dari Sifat Fisik, Sifat Kimia, Nilai Kalor Dan Dekomposisi Pembakaran. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sukarni, S.T., M.T., (II) Drs. H. Sumarli, M.Pd., M.T. Kata kunci : Sampah, anorganik, combustible, sifat fisik, sifat kimia, nilai kalor, dekomposisi pembakaran. Seiring dengan pertambahan jumlah penduduk yang pesat, maka volume sampah di Kota Malang semakin hari semakin bertambah. Sedangkan pengelolaan sampah di Kota Malang yang ada sekarang seperti landfilling dan komposting kini sudah mulai mengalami berbagai kendala. Sehingga, sampah di Kota Malang kini menjadi permasalahan serius baik dari segi jumlah maupun jenisnya. Di sisi lain, ketersediaan bahan bakar fosil di dunia, termasuk Indonesia terus mengalami penurunan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui apakah sampah padat anorganik combustible Kota Malang berpotensi untuk dijadikan alternatif bahan bakar pengganti batubara ditinjau dari sifat fisik, sifat kimia, nilai kalor dan dekomposisi pembakarannya. Penelitian ini dimulai dari mengumpulkan sampah di TPS, sampah dicuci, dikeringkan, dihancurkan, disaring, ditimbang kemudian diuji dengan beberapa pengujian yaitu uji proximate, uji SEM-EDX, uji nilai kalor dan uji dekomposisi. Kemudian, data hasil pengujian-pengujian tersebut dianalisis menggunakan aplikasi Linseis dan aplikasi Origin 9.0. Dari penelitian ini, diketahui sifat fisik, sifat kimia, nilai kalor dan dekomposisi pembakaran sampah padat anorganik combustible Kota Malang. Hasil penelitian menunjukkan sifat fisik sampah padat anorganik combustible Kota Malang yaitu kadar air sebesar 2,25%berat, kadar volatil 65,45%berat, kandungan karbon tetap 28,94% berat, kadar abu 3,36% berat. Sifat kimianya meliputi kandungan unsur C sebesar 79,49%berat, O 14,68%berat, Al 8,91%berat, Si 1,57%berat, Ca 0,45%berat, Cu 0,65%berat, Cl 0,25%berat, Ti 5,49%berat dan Na 0,64%berat. Nilai kalornya sebesar 8088,898 cal/gram atau 33,87 MJ/Kg, dan densitas energinya 3612,8 MJ/m3. Proses dekomposisi pembakaran sampah padat anorganik combustible Kota Malang terjadi dalam 3 tahap. Tahap pertama yaitu pada temperatur antara 29,8oC–105,8oC terjadi pelepasan moisture. Tahap kedua yaitu pada temperatur antara 105,8oC-579,9oC terjadi pelepasan volatil dan pembakaran komponen plastik. Tahap ke 3, yaitu pada temperatur antara 622,3oC–766,7oC terjadi pembakaran arang, hingga tersisa abu. Di antara tahap ke dua dan ke tiga, yaitu pada temperatur antara 579,9oC–622,3oC terjadi proses transisi, yaitu proses terjadinya perubahan susunan atau perenggangan ikatan molekul sampah akibat dari peningkatan temperatur