SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
1608 research outputs found
Sort by
Karakteristik Struktur dan Kekuatan Tarik Biokomposit Tapioka dengan Penguat Montmorillonit
ABSTRACT Wanjaya, Reza. 2016. Karakteristik Struktur dan Kekuatan Tarik Biokomposit Tapioka dengan Penguat Montmorillonit. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Heru Suryanto, S.T., M.T, (II) Rr. Poppy Puspitasari, S.Pd., M.T. Ph.D.Kata kunci : Biokomposit plastik, plasticizer, tepung tapioka, montmorillonit, kekuatan tarik, x-ray diffraction. Plastik biokomposit adalah plastik yang akan terurai di alam dengan bantuan mikroorganisme. Salah satu alasan penggunaan tepung tapioka sebagai bahan utama pembuatan plastik dikarenakan tanaman ini memiliki komoditas yang banyak di Indonesia, untuk memperoleh komposisi dari komponen penyusun biokomposit maka dibuat tepung tapioka sebagai bahan dasar, gliserol sebagai plasticizer, dan montmorillonit sebagai filler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan montmorillonit terhadap sifat fisik dan mekanik biokomposit tepung tapioka yang meliputi penentuan gugus fungsi menggunakan FTIR, kristalinitas menggunakan XRD dan pengamatan permukaan patahan menggunakan SEM, uji tarik dengan standar ASTM D882-09. Penelitian dilakukan dalam dua tahapan, yaitu uji pendahuluan dan sintesis biokomposit tepung tapioka dengan penguat montmorillonit. Hasil yang diperoleh dari uji pendahuluan menunjukkan bahwa konsentrasi tapioka dengan sifat mekanik terbaik adalah 5,215 MPa dengan konsentrasi tepung tapioka 5,0% (b/v) dan gliserol 1,5% (v/v). Komposisi tersebut digunakan untuk mensintesis biokomposit tapioka dengan variasi konsentrasi montmorilonit, yaitu 0% ; 2,5% ; 5,0% ; 7,5% ; dan 10% (b/b). Penambahan konsentrasi montmorilonit 2,5 – 5,0% mampu meningkatkan sifat mekanik biokomposit dengan kekuatan tarik 6,344 MPa, persentase pemanjangan 13,5% , modulus elastisitas 47 MPa, dan densitas 1,183 g/cm3. Hasil uiji XRD menunjukan adanya puncak difraksi montmorillonit pada sudut 2 adalah 19,770 dan ditemukan gugus fungsi baru biokomposit dengan panjang gelombang FTIR 2400 – 1850 cm
Pramono Mairita Valentino, Bryan. 2016. Analisis Ketangguhan Dan Struktur Mikro Untuk Hasil Coran Aluminium (Al) dengan Paduan Nikel (Ni). Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang.
ABSTRACT Pramono Mairita Valentino, Bryan. 2016. Analisis Ketangguhan Dan StrukturMikro Untuk Hasil Coran Aluminium (Al) dengan Paduan Nikel (Ni).Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (I) Drs., H. Putut Murdanto, S. T., M. T., (II) Drs.,Suharmanto, M.Pd.Kata Kunci: Variasi Paduan Nikel (Ni), Pengecoran logam, Ketangguhan,Struktur Mikro, Aluminium (Al).Aluminium merupakan salah satu jenis dari kelompok logam ringan. Dalam ASM Handbook volume 2 (1990: 17), diantara karakteristik yang paling mencolok dari aluminium adalah flesksibilitas. Berbagai sifat fisik dan mekanik dapat dikembangkan dari olahan aluminium dengan kemurnian tinggi untuk paduan kompleks yang luar biasa. Aluminium murni 100% tidak memiliki kandungan unsur apapun selain aluminium itu sendiri, namun aluminium murni yang dijual di pasaran tidak pernah mengandung 100% aluminium. Umumnya, aluminium murni yang dijual dipasaran adalah aluminium murni 99%.Nikel adalah komponen yang ditemukan banyak dalam meteorit dan menjadi ciri komponen yang membedakan meteorit dari mineral lain. Paduan unsur nikel yang sesuai dapat meningkatkan ketangguhan. Tujuan dari penelitian ini adalah; (1) mengetahui Ketangguhan dengan paduan nikel sebesar 1%, 2%, dan 3%. (2) mengetahui struktur mikro aluminium murni dengan paduan nikel sebesar 1%, 2%, dan 3%.Metode dalam penelitian ini merupakan metode penelitian Ekpesrimental. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Data hasil uji impact yang berupa nilai rata-rata ditampilkan dalam bentuk tabel, dan histogram.Hasil penelitian nilai rata-rata ketangguhan aluminium tanpa paduan tembaga (0%) adalah 17,67174833 J/mm2, paduan nikel 1% adalah 17,533126676 J/mm2, paduan nikel 2% adalah 17,223374 J/mm2, paduan nikel 3% adalah 16,772621 J/mm2. Hasil penelitian struktur mikro aluminium tanpa penambahan nikel (Ni) (0%) Berdasarakan gambar struktur mikro pada gambar 4.2, maka tampak jenis fasa (a). Matriks Al, (b). Presipitat (), (c) Denrit. Dimana bentuk butirnya masih belum terbentuk, besar dan menyebar rata pada permukaan pada gambar struktur mikro. Berdasarakan gambar struktur mikro pada gambar 4.3, maka tampak jenis fasa (a). Matriks Al, (b). Presipitat (), (c) Denrit. Dimana bentuk butir pada paduan Ni 1% mulai terbentuk besar, menyebar rata dan matriks Al mesih tetap mendominasi pada permukaan gambar struktur mikro. Berdasarakan gambar struktur mikro pada gambar 4.4, maka tampak jenis fasa (a). Matriks Al, (b). Presipitat (), (c) Denrit. Dimana pada paduan Ni 2% bentuk butir sudah terbentuk kecil-kecil dan menyebar rata pada permukaan gambar struktur mikro. Berdasarakan gambar struktur mikro pada gambar 4.5, maka tampak jenis fasa (a). Matriks Al, (b). Presipitat (θ), (c) Denrit. Dimana pada paduan Ni 3% bentuk butir mulai membesar, menyebar rata dan struktur bentuk butir kembali ke struktur awal dimana bentuk butirnya membesar pada permukaan gambar struktur mikro
Pengaruh Variasi Penambahan Seng (Zn) Pada Proses Pengecoran Dengan Cetakan Logam Terhadap Ketangguhan Paduan Aluminium Silikon (AlSi).
ABSTRACT Pengaruh Variasi Penambahan Seng (Zn) Pada Proses Pengecoran Dengan Cetakan Logam Terhadap Ketangguhan Paduan Aluminium Silikon (AlSi).Pengecoran logam adalah proses pembentukan logam dengan mencairkan logam dan menuangkan ke dalam rongga cetakan dan dibiarkan mendingin dan membeku. Pengecoran dapat dicetak dengan menggunakan 2 jenis cetakan yakni cetakan logam dan cetakan pasir.Aluminium dalam bentuk murni tidak begitu baik digunakan untuk aplikasi yang membutuhkan ketahanan deformasi dan patahan. Aluminium dalam bentuk paduan sering dikenal sebagai aluminium alloy. Aluminium dapat dipadukan dengan silikon (AlSi), magnesium (AlMg), tembaga (AlCu), mangan (AlMn), dan seng (AlZn).Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh variasi penambahan seng (Zn) terhadap tingkat ketangguhan paduan aluminium silikon (AlSi). Variasi penambahan seng (Zn) yang dilakukan yakni 5%, 9% dan 13%.Penelitian ini merupakan penelitian Pre-experimental Design. Penelitian ini berbentuk One Group Pretest-Posttest Design, karena pada desain ini terdapat pretest sebelum diberi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan tingkat ketangguhan rata-rata tertinggi diperoleh dengan penambahan seng (Zn) sebesar 13% dengan tingkat ketangguhan 1,04 Joule/mm2. Tingkat ketangguhan terendah diperoleh aluminium silikon (AlSi) murni tanpa penambahan seng (Zn) dengan tingkat ketangguhan 0,78 Joule/ mm2. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat ketangguhan paduan aluminium silikon (AlSi) murni sebelum dan sesudah ditambahkan seng (Zn) dengan variasi tertentu, sehingga dapat disimpulkan bahwa variasi penambahan seng (Zn) pada paduan aluminium silikon (AlSi) berpengaruh terhadap tingkat ketangguhan yang dihasilka
Pengembangan Media PembelajaranInteraktifBerbasisAotoplay Media Sudio 8Pada Mata PelajaranSistemPendinginKelas XI TKR di SMKN 1 JetisMojokerto
ABSTRACT Pengembangan Media PembelajaranInteraktifBerbasisAotoplay Media Sudio 8Pada Mata PelajaranSistemPendinginKelas XI TKR di SMKN 1 JetisMojokertoSudibyo, Fandi. 2016. Pengembangan Media PembelajaranInteraktifBerbasisAotoplay Media Sudio 8Pada Mata PelajaranSistemPendinginKelas XI TKR di SMKN 1 JetisMojokerto. Skripsi, JurusanTeknikMesin, Program Studi S1 PendidikanTeknikOtomotif, FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.SyarifSuhartadi, M.Pd (II) Drs.Paryono, S.T., M.T.Kata Kunci: Autoplay,Mediapembelajaran, interaktif,SistemPendingin.Pada era modern ini pendidikan harus dituntut untuk selalu mengembangkan IPTEK (ilmu pengetahuan dan teknologi), salah satunya yang terkena dampak perkembangan IPTEK ialah media pembelajaran. media pembelajaran sangat penting dalam dunia pendidikan, khususnya di SMK. BerdasarkanObservasi yang dilakukanPeneliti, SMK Negeri 1 JetisMojokertomerupakansalahsatusekolahnegeri yang memiliki input ataumasukansiswa yang memilikihasilbelajar yang bervariasi. Media pembelajaran yang digunakanmasihbersifatmonotonNamun media yang digunakanmasihbelumbersifatinteraktifhalinidibuktikandenganmasihbanyaknya guru yang menggunakan media pembelajarankonvensionalyaitu power point.TujuandariPenelitiandanpengembanganiniialahuntukmenghasilkandanmengembangkansuatu media pembelajaranInteraktifberbasisautoplay media studio 8 padamataperlajaranSistempendinginuntuksiswakelas XI TKR di SMKN 1 JetisMokokerto.Metode penelitian yang digunakan dalamPenelitian ini menggunakan metode penelitian Research and Development (penelitian dan pengembangan) model Sugiono, metodepengembangayang digunakanmemilikisepuluhlangkahsepertiberikut(1)potensi dan masalah,(2)pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) ujicoba produk, (7) revisi produk, (8) ujicoba pemakain, (9) revisi produk, (10) produksi masal.Instrumen pengumpul data yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini berupa angket yang diberikan ke pada ahli media, ahli materi, dankepadasubjekujicoba. Data dariangketberisi data kuantitatifdan data kualitatif.Hasil dari penelitian dan pengembangan ini telah melalui 3 tahap uji coba menggunakan, yaitu validasi ahli yang terdiri dari ahli media mendapatkan persentase sebesar 95,48% dinyatakan sangat valid dan ahli materi pembelajaran mendapatkan persentase sebesar 87,29% dinyatakan sangat valid, uji coba kelompok kecil mendapatkan persentase sebesar 96,78% yang berarti sangat valid Padapenelitiandanpengembanganinitelahdihasilkansebuah media pembelajarandalambentuk CD yaitu media pembelajaraninteraktifuntuksiswakelas Xl TKR di SMKN 1 Jetispadamatapelajaran system pendinginmobil.Agar pemanfaatandaripenelitianpembangunan media pembelajaraninilebihmaksimal, makapenelitimemberikanbeberapa saranyaitu: Produkdaripengembangan media pembelajaraninidiharapkanbisadigunakanpadasemuasiswatidakhanyaterbataspadasiswakelas XI sajatetapi juga siswakelas X dankelas XII dan juga bisadijadikansalahsatumedia pembantudalamsumberbelajarmandiriolehsiswa
Implementasi Standar Proses Kurikulum 2013 di Jurusan Teknik Kendaraan Ringan SMK
ABSTRACT Fuadi, M Andri Mas’ad. 2016. Implementasi Standar Proses Kurikulum 2013 di Jurusan Teknik Kendaraan Ringan SMK. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. H. Amat Nyoto, M.Pd (II) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd. Kata kunci: Standar Proses, Kurikulum 2013, Jurusan Teknik Kendaraan Ringan, SMKN 1 Sidoarjo dan SMKN 1 Jabon.Pendidikan merupakan hal paling esensial dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Kualitas sumber daya manusia bergantung pada mutu pendidikan. Pendidikan karakter dan pengembangan Kurikulum 2013 diharapkan dapat menyiapkan SDM yang berkualitas sehingga masyarakat indonesia dapat menghadapi dan menjawab berbagai masalah dan tantangan yang semakin rumit dan kompleks. Kurikulum 2013 memiliki Standar Nasional Pendidikan (SNP) meliputi delapan standar, yaitu standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan dan standar penilaian pendidikan. Diantara delapan standar tersebut terdapat Standar Proses. Standar proses merupakan kriteria mengenai pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi standar proses kurikulum 2013 di Jurusan Teknik Kendaraan Ringan SMKN 1 Sidoarjo dan SMKN 1 Jabon yang meliputi perencanaan pembelajaran dan pelaksanaan proses pembelajaran. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Subyek penelitian adalah guru produktif Jurusan Teknik Kendaraan Ringan SMKN 1 Sidoarjo yang berjumlah 6 (enam) orang dan guru produktif Jurusan Teknik Kendaraan Ringan SMKN 1 Jabon yang berjumlah 4 (empat) orang. Pengumpulan data menggunakan metode angket, wawancara, observasi dan dokumentasi. Uji validitas instrumen dilakukan melalui penilaian para ahli (Expert Judgement) dan analisis butir instrumen menggunakan korelasi Product Moment dari Karl Pearson. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif.Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa: (1) perencanaan pembelajaran yang dilakukan guru termasuk dalam kategori sesuai (rerata pencapaian skor: 56,4). Hasil tersebut menunjukkan perencanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru sesuai dengan kurikulum 2013.(2) Pelaksanaan proses pembelajaran menurut guru termasuk kedalam kategori sesuai(rerata pencapaian skor: 157,9). sementara menurut hasil observasi termasuk kedalam kategori sesuai (rerata pencapaian skor: 139,7). Hasil penelitian tersebut menunjukkan pelaksanaan proses pembelajaran telah sesuai dengan kurikulum 2013. ABSTRACT Fuadi, M Andri Mas'ad.2016. The implementation of the processing standards in curriculum 2013 in light vehicle engineering department at Vocational High School. Thesis, Department of mechanical engineering, faculty of engineering, Universitas Negeri Malang. Supervisor 1. Dr H Amat Nyoto, M.Pd 2. Dr. Sharif Suhartadi, M.Pd.Keywords: Processing Standards, Curriculum 2013, the Department of light vehicle engineering, Vocational High School 1Sidoarjo and Vocational High School 1 Jabon. Education is the most essential thing in creating qualified human resources. The quality of human resources depends on the quality of education. Character education and curriculum development in 2013 is expected to prepare qualified human resources so that the people of Indonesia can face and answer various problems and challenges that are more complicated and complex. The 2013 curriculum has national education standards (SNP) that cover the eight standards, namely graduate competency standards, content standards, processes standards, educators and education personnel standards facilities and infrastructure standards, management standards, financing standards and education assessment standards. Among the eight educational standard we can find the process standards. The Processes standards are the criteria which are needed in the implementation of learning in the educational unit to achieve graduate competency standards.This study aims to determine the implementation of processing standards of the 2013 curriculum in the light vehicle engineering department at Vocational High School 1 Sidoarjo and at Vocational High School 1 Jabon which includes lesson planning and implementation of the learning process. This study is a descriptive research. The subjects were six productive teachers in the light vehicle engineering department at Vocational High School 1 Sidoarjo and four productive teachers in the light vehicle engineering department at Vocational High School 1 Jabon. Collecting data used questionnaires, interviews, observation and documentation. The test of Instrument validity is done through research by the experts (Expert Judgement) and the analysis item instrument used the Product Moment from Karl Pearson. Data analysis was conducted by using quantitative descriptive techniques. Based on the results of the study concluded that: (1) Planning study conducted by the teachers included in the appropriate category (mean achievement score: 56.4). These results indicate that the lesson planning done by teachers in accordance with the curriculum of 2013. (2) The Implementation of the learning process by teachers included in the appropriate category (mean achievement score: 157.9), while according to the results of observations included in the appropriate category (mean achievement score: 139.7). The results showed the implementation of the learning process in accordance with the curriculum of 2013
AnalisisPengaruhVariasiPreheating CetakanCorTerhadapCacatCorandanKekuatanTarik padaPaduanAluminium-Tembaga (Al-Cu)
ABSTRAK Saputra, Syahrul. 2016. AnalisisPengaruhVariasiPreheating CetakanCorTerhadapCacatCorandanKekuatanTarik padaPaduanAluminium-Tembaga (Al-Cu). Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Putut Murdanto, S.T., M.T. (II) Drs. Imam Sudjono, M.T. Kata Kunci : Al-Cu, Preheating CetakanCor, Cacat Makro, Struktur Mikro, AlumuniumTembaga(Al-Cu) merupakanpaduan aluminum yang digunakanuntukmeningkatkankekuatandankekerasan. Al-Cumemilikisifatpengisian yang lambatsaat proses feeding, sehinggamenyebabkanterjadinyacacatpenyusutan, sertamenurunkanfluiditascoran. PaduanAl-Cu mudahmenyerap gas hydrogen dariudaradisekitarnyayang dapatmenyebabkancacatporositas gas sehinngamenurunkankekuatanmekanisnya.Beberapafaktortersebutdapatdiantisipasidenganmempengaruhilajupendinginanataupembekuanmenggunakanpemanasancetakan. Sehinggadalampenelitianiniakandilakukanpreheatingcetakandengantemperatur135OC, 155OC dan 175OC.Pengujianyang dilakukanmeliputipemeriksaancacatpermukaan, pengamatanstrukturmikrodankekuatantarikdaricoran Al-Cu. Pengujiandilakukangunamengetahuipengaruhlajupendinginandanpembekuanakibat proses preheating terhadapkualitascoran Al-Cu. PenelitiandilakukandenganmeleburAlumuniumdantembagapadadapurcrusibelsecarabersamaan.Kemudiandilakukanpemanasanpadacetakanpasir diatastungkupemanassebagaitindakanpreheatingcetakanpasir. Selanjutnyalogamcairdituangpadamasing-masingcetakan yang dipanaskan. Variabelbebasdaripenelitianiniadalahvariasipreheatingyakni temperature 135OC, 155OC dan 175OCsertatemperaturkamarsebagaipembandingdalamkeadaan normal tanpaperlakuan. Sedangkanuntukvariabelkontrolmeliputikomposisipasircetak (pasirsilika80%, air 10% danbentonit 5%),temperaturpenuangan 700OC,sertapaduanlogamterdiridaricampuranAl 95%danCu 5%. Variabelterikatpenelitianiniadalahkualitaslogamcoranakibatpreheatingcetakan, yaitua) cacatcoran (cacatpermukaan), b) strukturmikro, danc) kekuatantarik.Instrumenpengujian yang digunakanadalahmikroskopoptikdanUniversal Test Machine(UTM). Hasilpenelitianmenunjukanbahwacacatpermukaan yang seringmunculadalahlubangjarumdanrontokpasir. Cacattersebutmunculdisetiapvariasi preheating cetakan. Temperaturcetakan155OCmemilikijumlahcacat paling sedikit.Kekuatantarikpadahasilcoranmengalamikenaikanpadatemperaturkamar(34.64 Kg/mm2) hinggatemperatur 155OC (38.95Kg/mm2). Selanjutnyamenurunpadatempeartur175OC (35.18 Kg/mm2). Sehinggadapatdikatakankekuatantarikmengalamifluktuasiseiringmeningkatnyatemperaturcetakan.Puncakkekuatantarikterjadipadacetakantemperatur 155OC. Kemudianuntukbutirmikroterlihatukuranfinnerpadacetakantemperaturkamardan 155OC kemudianberukurancoarsepadacetakantemperatur 135OC dan 175OC. ABSTRACT Saputra, Syahrul. 2016. Analysis of Effect Variation of Preheating of Casting Mold towards Casting Defects and Tensile Strength on Aluminum-Copper Alloy (Al-Cu). Thesis, Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering,UniversitasNegeri Malang. Advisors: (I) Drs. H. PututMurdanto, S.T., M.T. (II) Drs. Imam Sudjono, M.T. Keywords: Al-Cu, Preheating of Casting Mold, Macro Defect, Microstructure Copper aluminum (Al-Cu) is an aluminum alloy that is used to increase the strength and hardness. Al-Cu has a characteristic that is slow charging when the process of feeding, thus causing the shrinkage defects, as well as lowering the fluidity of castings. Al-Cu alloy easily absorbs hydrogen gas from the surrounding air which can cause gas porosity defects so that it decreases the mechanical strength. Some of these factors can be anticipated to affect the rate of cooling or freezing using heating the mold. Thus, this study will be conducted with the mold preheating temperature of 135o C, 155o C and 175o C. The testing was conducted on the surface defect inspection, observation of microstructure, and tensile strength of Al-Cu casting. The testing was conducted to determine the effect of the rate of cooling and freezing due to the preheating of the quality of Al-Cu casting. The study was conducted by melting aluminum and copper in the crucible furnace simultaneously. Then, the mold of sand was heated on top of the boiler as a sand mold preheating action. Furthermore, the molten metal was poured in each heated mold. The independent variable of this research is a variation of the preheating temperature 135o C, 155o C, 175o C and room temperature as the comparison in normal circumstances without any treatment. For the control variables, it included the composition of molding sand (80% silica sand, 10% water and 5% bentonite), pouring temperature of 700o C, as well as metal alloy composed of a mixture of 95% Al and 5% Cu. The dependent variablef this study was the quality of the metal casting as a result of preheating the mold, namely a) the casting defects (surface defects), b) microstructure, and c) the tensile strength. The testing instruments used were optical microscopy and Universal Test Machine (UTM). The results showed that the surface defects that often raised were the pinhole and the loss of sand. The flaw appeared in every variation of preheating molds. Mold temperature of 155o C had the fewest number of defects. The tensile strength of the casting product raised at room temperature (34.64 Kg / mm 2) to a temperature of 155o C (38.95 Kg / mm2). Furthermore, it was declined at temperature of 175o C (35.18 Kg / mm2). So it can be said tensile strength fluctuated with the increasing of mold temperature. The top tensile strength occurred at mold temperature of 155o C. Then, for micro-grained was visible on finer mold size at room temperature and 155o C, then at coarse-grained was on the mold temperature of 135o C and 175o C.
Pengaruh Variasi Celah Busi Terhadap Tegangan Yang Dihasilkan Pada Sepeda Motor Supra X 125 Tahun 2009
ABSTRAK Syafiullah, Mukhamad. 2016. Pengaruh Variasi Celah Busi Terhadap Tegangan Yang Dihasilkan Pada Sepeda Motor Supra X 125 Tahun 2009. Skripsi, Program Studi Pendidikan Otomotif, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Paryono, Drs., S.T, M.T., (2) Syamsul, Drs.,M.Pd. Kata Kunci : Spark Plug, Celah Busi, Tegangan Busi, Tegangan Maksimum, Tegangan Minimum, Tegangan Yang Disimpan, Celah Busi Optimal. Perkembangan dalam dunia otomotif sangat pesat, dalam perkembangan ini terdapat berbagi macam komponen yang di upgrade atau ditingkatkan kualitasnya. Salah satu yang ditingkatkan kualitasnya yaitu pada sistem kelistrikan tomotif, mulai dari interior hingga ke performa mesin yang diatur oleh satu komponen yaitu ECU. Pada kendaraan keluaran 2009 kebawah masih menggunakan mesin konvensional. Pada kendaraan tahun ini bila menginginkan performanya naik tapi biaya terjangkau, maka alternatifnya dengan cara mengubah lebar celah busi yang optimal. Dengan perubahan celah busi ini diharapkan untuk semakin sempurnanya sistem pembakaran, semakin tinggi tegangan maka akan semakin mudah campuran bahan bakar yang akan dibakar oleh sulutan bunga api dari busi. Tujuan dari penelitian ini agar dapat mengetahui pengaruh variasi celah busi mulai dari 0,80 mm – 1,20 mm dengan kenaikan perlakuan celah 0,10 mm, pada putaran mesin 1200 rpm – 6000 rpm dengan metode akselerasi. Tegangan yang dihasilkan akan meningkatkan performa dari pada mesin kendaraan bermotor, karena semakin besar tegangan yang dihasilkan maka semakin sempurna sistem pembakaran. Pada penelitian ini akan melibatkan variasi celah busi dan putaran mesin. Diharapkan mendapatkan perbedaan antara masing – masing celah busi. Pada variasi celah busi akan didapatkan tegangan minimum yang dihasilkan, tegangan maksimum yang dihasilkan, dan tegangan yang disimpan. Pelaksanaan pengujian dilakukan di PPPTKVEDCMalang tanggal16 Mei 2016. Rancangan penelitian yang digunakan adalah experimental. Analisis data yang digunakan adalah analisis anova satu jalan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya pengaruh tegangan yang dihasilkan terhadap perlakuan variasi ceah busi yang berbeda-beda dengan putaran mesin.Pada putaran mesin 1200 rpm perlakuan celah busi optimal terdapat pada perlakuan celah busi 1,20 mm. Pada putaran mesin 6000 rpm perlakuan celah busi optimal terdapat pada perlakuan celah busi 1,20 mm. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin lebar celah busi maka semakin besar tegangan yang dihasilkan. Setelah melakukannya penelitian dan pengolahan data mendapatkan perlakuan celah busi yang optimal yaitu pada perlakuan celah busi 1 mm. Dikarenakan batas limit celah busi pada kendaraan bermotor roda dua antara 0,80 mm sampai dengan 1 mm. Oleh karena itu pada tegangan yang disimpan perlakuan celah busi melebihi 1 mm, maka tegangan yang disimpan akan menurun
ANALISIS SIFAT MEKANIK BAJA ST.41 AKIBAT PROSES PENGELASAN DAN PENGKOROSIAN OLEH SENYAWA H2SO4
file:///D:/ABSTRAK.pd
Hubungan Antara Sikap Siswa Dalam Mata Pelajaran Produktif dengan Interpersonal Skill Siswa pada Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan kelas X SMK Negeri 10 Malang
ABSTRAK Saputra, Dandi A. 2015. Hubungan Antara Sikap Siswa Dalam Mata Pelajaran Produktif dengan Interpersonal Skill Siswa pada Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan kelas X SMK Negeri 10 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Mardji, M.Kes., (II) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd Kata Kunci: Sikap Siswa, Mata Pelajaran Produktif, Interpersonal Skill Dari hasil observasi awal pada kegiatan pembelajaran mata pelajaran produktif di SMKN 10 Malang masih belum jelas bagaimana hubungan sikap siswa dalam mata pelajaran produktif dengan interpersonal skill siswa. Dari sini dapat dilihat bahwa sikap siswa dalam mata pelajaran produktif belum sepenuhnya sepadan dengan interpersonal skill yang dimiliki oleh lulusan SMK. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mendiskripsikan sikap siswa dalam mata pelajaran produktif di SMK Negeri 10 Malang, (2) mendiskripsikan interpersonal skill siswa di SMK negeri 10 Malang, (3) mengetahui hubungan sikap siswa dalam mata pelajaran produktif dengan interpersonal skill siswa di SMK Negeri 10 Malang pada program teknik kendaraan ringan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif korelasional dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMK Negeri 10 Malang, sedangkan sampel yang digunakan sebanyak 102 siswa kelas X Program Teknik Kendaraan Ringan dengan metode pengambilan sampel menggunakan sampel acak berstrata proporsional. Metode pengambilan data yang digunakan dengan angket. Berdasarkan hasil analisis data dari sampel 102 siswa kelas X Teknik Kendaraan Ringan di SMK Negeri 10 Malang siswa golongkan tiga kelompok (1) kelompok dengan nilai sikap tinggi sebanyak 34 siswa (34,68%) dengan nilai rata-rata 8,81 diperoleh Fhitung > F tabel, yaitu F hitungnya adalah 24,414 dan F tabelnya adalah 3,94,(2) dengan nilai sikap sedang sebanyak 34 siswa (34,68%) dengan nilai rata-rata 8,28 diperoleh Fhitung > F tabel, yaitu F hitungnya adalah 13,675 dan F tabelnya adalah 3,94 dan (3) kelompok dengan nilai sikap rendah sebanyak 34 siswa (34,68%) dengan nilai rata-rata 7,74 diperoleh Fhitung > F tabel, yaitu F hitungnya adalah 7,760 dan F tabelnya adalah 3,94. Diketahui sebanyak 3 siswa (2,94%) memiliki interpersonal skill sangat tinggi, sebanyak 7 siswa (6,86%) memiliki interpersonal skill tinggi, sebanyak 10 siswa (9,80%) memiliki interpersonal skill cukup tinggi, sebanyak 43 siswa (42,16%) memiliki interpersonal skill sedang, sebanyak 23 siswa (22,55%) memiliki interpersonal skill cukup dan sebanyak 16 siswa (15,69%) memiliki intepersonal skill rendah. Dari hasil penghitungan F tabel diperoleh Fhitung sebesar 157,157 dengan taraf signifikan 0,000. Selain itu Fhitung > F tabel, yaitu F hitungnya adalah 157,157 dan F tabelnya adalah 3,94 ; 157,157 > 3,94. Oleh karena itu, Ha yang berbunyi ada hubungan antara sikap siswa dalam mata pelajaran produktif dengan interpersonal skill siswa pada program teknik kendaraan ringan dapat diterima. Saran bagi siswa agar memperbaiki sikap selama mengikkuti mata pelajaran produktif sehingga ketika masuk dunia industri mudah untuk naik jenjang karirnya
Pengaruh Diklat dan Pengalaman Guru terhadap Kompetensi Guru Teknik Kendaraan Ringan dalam Mengelola Bengkel pada SMK di Kota Malang
Abstrak Supriyanto. 2015. Pengaruh Diklat dan Pengalaman Guru terhadap Kompetensi Guru Teknik Kendaraan Ringan dalam Mengelola Bengkel pada SMK di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultak Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. H. Yoto, S.T., M.Pd., M.M, (II) Drs. Partono, M.Pd. Kata kunci : Diklat, Pengalaman Guru, Kompetensi Guru dalam mengelola bengkel Tenaga kerja teknik tingkat menengah dan teknisi merupakan tenaga kerja yang ikut menentukan keberhasilan transpormasi teknologi dan industri. Tenaga kerja ini merupakan produk dari lembaga pendidikan teknik, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) atau sejenisnya, sehingga lembaga pendidikan ini mempunyai peran yang sangat penting atas keberhasilan transpormasi teknologi dan industri yang berlangsung pada masa pembangunan ini.Oleh karena Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang banyak menekankan pada pelajaran praktik, maka keberadaan fasilitas yang berupa sarana dan prasarana praktik sangat memegang peranan penting. Untuk keperluan tersebut Pemerintah telah banyak melakukan usaha-usaha yang berupa penataan kembali arah pendidikan kejuruan khususnya SMK dengan disertai pembangunan sarana dan prasarana praktik atau laboratorium. Sarana yang berupa gedung dan prasarana yang berupa alat-alat praktik atau mesin-mesin adalah merupakan identitas dari suatu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang memiliki investasi yang sangat mahal. Oleh karena itu kompetensi guru teknik dalam mengelola sarana dan prasarana praktik sangat diperlukan. Dengan pengelolaan sarana dan prasarana praktik yang baik, maka akan membantu kelancaran pelaksanaan proses belajar mengajar praktik Teknik Kendaraan Ringan. Kompetensi adalah "merupakan kewenangan atau kekuasaan untuk menentukan (memutuskan) sesuatu, sedangkan orang yang berkompetenberarti orang yang cakap (mengetahui), berwenang, berkuasa (menentukan, memutuskan) sesuatu" (Depdikbud, 1989:453). Istilah kompetensi menurut Joni (1980:9) adalah "menunjuk kepada kemampuan melaksanakan sesuatu yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau latihan". Dalam hubungannya dengan tenaga professional tenaga kependidikan, kompetensi menunjuk kepada perbuatan (performance) yang bersifat rasional dan memenuhi spesifikasi tertentu di dalam pelaksanaan tugas-tugas kependidikan. Kompetensi dipergunakan di dalam dua konteks, yaitu sebagai indikator kemampuan yang menunjuk kepada perbuatan yang bias diamati dan sebagai konsep yang mencakup aspek-aspek kognitif, afektif dan kinerja (performance) serta tahap-tahap pelaksanaannya secara utuh. Tujuan penelitian ini adalah (1) Tingkat kompetensi guru Teknik Kendaraan Ringan dalam mengelola bengkel pada SMK Di Kota Malang. (2) Kualitas diklat guru Teknik Kendaraan Ringan pada SMK Di Kota Malang. (3) Kualifikasi pengalaman guru Teknik Kendaraan Ringan pada SMK Di Kota Malang. (4) Pengaruh antara kualitas diklat guru Teknik Kendaraan Ringan dengan tingkat kompetensi dalam mengelola bengkel pada SMK Di Kota Malang.(5) Pengaruh antara pengalaman guru Teknik Kendaraan Ringan dengan tingkat kompetensi dalam mengelola bengkel pada SMK Di Kota Malang. (6) Pengaruh antara kualitas diklat dan pengalaman guru Teknik Kendaraan Ringan dengan tingkat kompetensi dalam mengelola bengkel pada SMK Di Kota Malang. Perancangan penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif.Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.Dari hasil analisis data menunjukkan bahwa pengalaman guru teknik kendaraan ringan secara keseluruhan dapat dikategorikan memiliki kualifilkasi pengalaman "baik". Terbukti dari 44 responden sebanyak 52,3% berkualifikasi baik. Tingkat kompetensi guru teknik kendaraan ringan dalam penelitian ini diukur dari 4 hal, yaitu: (1) kompetensi dalam perencanaan bengkel, (2) kompetensi dalam pengorganisasian bengkel, (3) pelaksanaan dan (4) kompetensi dalam pengawasan bengkel. Hasil perhitungan SPSS diperoleh hasil berikut Nilai koofisien R adalah 0.391. Artinya hubungan antara variabel bebas yang meliputi variabel faktor Pendidikan dan pelatihan (diklat) (X1) dan variabel Pengalaman guru (X2) berpengaruh terhadap kompetensi guru dalam mengelola bengkel. Variabel bebas terhadap variabel terikat yang ditunjukkan oleh koofisien determinasi simultan (Rsimultan) adalah sebesar 15,3 %. Sedangkan sisanya sebesar 84,7% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini. Selain itu untuk memperoleh efisiensi pendidikan dan pelatihan (diklat) yang lebih tinggi, perlu ada koordinasi program pendidikan dan pelatihan (diklat) antarpusat-pusat pendidikan dan pelatihan (diklat). Koordinasi yang menuntut keseragaman: (1) jenis dan tingkat pendidikan dan pelatihan (diklat), (2) keseragaman tujuan dari setiap pendidikan dan pelatihan (diklat), (3) keseragaman penghargaan tas setiap sertipikat pendidikan dan pelatihan (diklat), dan (4) koordinasi data guru dan peserta pendidikan dan pelatihan (diklat) agar tidak terjadi seseorang .ipanggil atau dikirim berulang untuk program pendidikan dan pelatihan (diklat) dalam jenis dan tingkat yang sama. Dalam penelitian ini ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara kualitas pendidikan dan pelatihan (diklat) yang pernah diikuti oleh guru teknik kendaraan ringan dengan kompetensi guru teknik dalam mengelola bengkel. Temuan ini mendukung teori yang disampaikan oleh Mc Clelland (1987) yang menyatakan bahwa pendidikan dan latihan yang diikuti seseorang akan ikut memainkan peran dalam memimpin suatu organisasi. Pendidikan dan pelatihan (diklat) dan/atau latihan bagi pemimpin dapat menghasilkan perubahan perilaku dalam pekerjaan Kesimpulan :Terdapat pengaruh antara pendidikan dan pelatihan dan pengalaman guru teknik kendaraan ringan terhadap kompetensi guru teknik kendaraan ringan dalam mengelola bengkel teknik kendaraan ringan pada SMK di kota Malan