SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    1608 research outputs found

    Pengaruh Pemasangan X Power Terhadap Konsumsi Bahan Bakar dan Emisi Gas Buang pada Sepeda motor Vega ZR

    No full text
    ABSTRAK   Pengaruh Pemasangan X Power Terhadap Konsumsi Bahan Bakar dan Emisi Gas Buang pada Sepeda motor Vega ZR Maskur, Muhammad. 2016. Pengaruh Pemasangan X Power terhadap Konsumsi Bahan Bakar dan Emisi Gas Buang pada Sepeda Motor Vega ZR. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Paryono, S.T.,M.T (2) Ir. Drs. Eko Edi Purwanto,SE.,M.Pd.,M.M. Kata kunci: X Power, Konsumsi Bahan Bakar, Emisi Gas Buang Seiring dengan perkembangan teknologi, peningkatan jumlah kendaraan setiap tahunnya juga akan berpengaruh pada jumlah konsumsi bahan bakar yang digunakan. Sedangkan cadangan minyak bumi dunia semakin tahun akan semakin berkurang karena dihasilkan dari fosil yang memiliki keterbatasan produksi dan akhirnya akan habis, karena bahan bakar tersebut tidak dapat diperbarui. Seiring meningkatnya jumlah kendaraan akan mengakibatkan emisi gas buang sisa kendaraan bermotor akan meningkat. Emisi gas buang ini akan berdampak buruk terhadap lingkungan disekitarnya karena mengandung gas-gas yang berbahaya. Untuk mengurangi dampak-dampak tersebut perlu adanya upaya untuk menyempurnakan proses pembakaran pada kendaraan bermotor, yaitu salah satunya dengan pemasangan x power. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemasangan x power terhadap konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang pada sepeda motor Vega ZR, dan diperoleh alternative yang mengurangi konsumsi bahan bakar pada motor bensin sehingga pemakaian bahan bakar lebih hemat dan menurunkan kadar emisi gas buang. Penelitian ini dilaksanakan di Labolatorium Teknik Mesin Universitas Negeri Malang, pada tanggal 24-25 mei 2016. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian ekperimental. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis parametric menggunakan uji beda Paired Sample Test. Hasil yang didapat pada penelitian ini ialah selisih konsumsi bahan bakar antara penggunaan x power dan tanpa penggunaan x power sebesar (3,2 detik/10ml ). Selisih kadar emisi gas buang CO antara penggunaan x power dan tanpa penggunaan x power sebesar (0,4368 %) dan selisih kadar emisi gas buang HC antara penggunaan x power dan tanpa penggunaan x power sebesar (14,74 ppm) . Berdasarkan hasil penelitian diatas dan setelah dilalukan analisis data dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara tanpa pemasangan x power dan dengan pemasangan x power terhadap komsumsi bahan bakar. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara tanpa pemasangan x power pada kadar emisi gas buang CO, dan ada perbedaan yang signifikan antara tanpa pemasangan x power dengan pemasangan x power terhadap kadar emisi gas buang HC. Untuk penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian dengan jenis kendaraan yang berbeda, missal kendaraan yang sudah menggunakan sistem EFI , baik pada motor tipe matik maupun tipe bebek

    Analisis Variasi Penambahan Tembaga Pada Logam Paduan Aluminium Silikon Terhadap Kualitas Hasil Cor dan Impact Strength (ketangguhan) Menggunakan Perekat Tetes Tebu dan Bentonit

    No full text
    ABSTRACT Pratama, Andri Bagus, 2016. Analisis Variasi Penambahan Tembaga Pada  Logam Paduan Aluminium Silikon Terhadap Kualitas Hasil Cor dan Impact Strength (ketangguhan) Menggunakan Perekat Tetes Tebu dan Bentonit. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Putut Murdanto, S.T., M.T., (II) Drs. Basuki, M.Pd. Kata Kunci : Impact Strength, Aluminium Silikon (Al-Si), Bentonit, Tetes Tebu, Penecoran, Tembaga (Cu), Struktur Mikro Dalam pengecoran logam, khususnya menggunakan cetakan pasir memilih bahan perekat sangatlah penting, yang nantinya akan berdampak pada hasil pengecoran. Pada umumnya, menggunakan cetakan pasir dengan perekat bentonit terdapat gelembung udara yang tidak bisa keluar dari rongga cetak, dan akhirnya dapat menyebabkan cacat cor pada benda cor khususnya di permukaan benda cor. Jika dengan menggunakan tetes tebu, hasil coran bisa lebih halus, kuat dan kokoh.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai impact strength pada Aluminium silikon yang divariasi penambahan tembaga dengan menggunakan cetakan pasir menggunakan perekat bentonit dan tetes tebu. Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian eksperimental dengan menggunakan model Static Group Comparisson dengan teknik pembahasan secara deskriptif, yakni membandingkan hasil cor, nilai Impact Strength, Struktur Mikro pada spesimen Aluminium silikon yang di tambahkan unsur tembaga dengan cetakan pasir menggunakan perekat bentonit dan tetes tebu.Pada hasil pengecoran, cacat cor menggunakan bentonit masih banyak terjadi seperti cacat lubang jarum, rongga udara, pasir yang rontok. Sedangkan menggunakan tetes tebu cacat yang terjadi yaitu deformasi, dan lubang jarum. lubang jarum sudah mulai berkurang, dikarenakan jika menggunakan tetes tebu udara pada rongga cetakan dapat lebih cepat keluar dari rongga cetak. Untuk nilai dari Impact Strength, menggunakan tetes tebu lebih rendah yaitu sebesar 18,6035 Joule, jika dibandingkan dengan menggunakan bentonit yang hanya sebesar 18,7854 Joule. Yang artinya spesimen lebih kuat dan keras. Ditinjau dari butiran matrik struktur mikro, sangat mendukung hasil impact strength, dikarenakan semakin halus butiran matriks Aluminium Silikon, maka semakin keras dan kuat hasil coran.ABSTRACT Pratama, Andri Bagus, 2016. Analysis Variation of Copper Addition On Silicon Aluminium Metal Alloys On the Quality Casting Results and Impact Strength Adhesives Using Molasses and Bentonite.. Thesis, Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, University of Malang. Supervisor: (I) Drs. H. Putut Murdanto, S.T., M.T., (II) Drs. Basuki, M.Pd.Keywords: Impact Strength, aluminum silicon (Al-Si), Bentonite, Molasses, metal casting, Copper (Cu), microstructureIn metal casting, especially using sand molds choosing adhesive materials is very important, which will have an impact on the outcome of the foundry. In general, using a sand mold with adhesive bentonite there are air bubbles can not get out of the cavity molding, and can eventually lead to disability cast on the casting, especially on the surface of the casting. If using molasses, casting product can be more subtle, strong and sturdy.The purpose of this research was to determine the impact strength at Aluminium silicon varied additions of copper using sand molds using an adhesive bentonite and molasses. The method in this study using an experimental study using a model Static Group comparisson with descriptive discussion techniques, which compare the results of the cast, the value Impact Strength, microstructure on silicon Aluminium specimens are added elements of copper with adhesive sand molds using bentonite and molasses. On the results of casting, casting defects using bentonite still many defects occur such as a pinhole, air cavity, sand loss. While using molasses defects that occur are deformation, and pinhole. pinhole has begun to decrease, because if the use of molasses air in the mold cavity can be faster out of the molding cavity. For the value of the Impact strengt, using molasses was lower, amounting to 18.6035 Joule, when compared to using bentonite which only amounted to 18.7854 Joule. Which means that specimens thicker and stronger. Judging from the matrix grain microstructure, strongly supports the results of impact strength, because the finer the grain matrix Aluminum silicon, the harder and stronger results castings

    ANALISIS HASIL UJI TARIK DAN STRUKTUR MIKRO BAJA ST41 DENGAN SAMBUNGAN KAMPUH V AKIBAT VARIASI KUAT ARUS PENGELASAN MIG

    No full text
    ABSTRAK   Angkasa, Sendy 2015. Analisis Hasil Uji Tarik Dan Struktur Mikro Baja ST 41 Dengan Sambungan Kampuh V Akibat Variasi Kuat Arus Pengelasan MIG. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Solichin, S.T., M.Kes, (II) Rr. Poppy Puspitasari, S.Pd., M.T., Ph.D.   Kata Kunci: Kuat arus, Las MIG, kekuatan tarik, Struktur Mikro.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh arus pengelasan terhadap kekuatan tarik, dan struktur mikro sambungan las. Penelitian ini menggunakan bahan baja dengan jenis baja ST 41,  Bahan diberi perlakuan  pengelasan  dengan variasi arus 100 Amper, 120 Amper, 130  Amper  dan  140  Amper  dengan  menggunakan  las  MIG. Jenis kampuh yang digunakan adalah kampuh V. Spesimen yang dilakukan yaitu pengujian tarik, keluluhan dan foto mikro. Pengujian tarik dilakukan untuk mengetahui sifat-sifat mekanis dari material baja   paduan rendah sebagai material uji dalam penelitian ini. Hasil pengujian tarik pada umumnya adalah parameter kekuatan (kekuatan tarik dan kekuatan  luluh),  parameter  keliatan  atau  keuletan  yang  ditunjukkan dengan adanya persentase perpanjangan dan persentase kontraksi atau reduksi penampang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kekuatan tarik untuk kelompok  pengelasan arus 100 ampere paling tinggi yaitu 38,99 kgf/mm². Pada kelompok variasi arus pengelasan 120 ampere mengalami penurunan menjadi 27,29 kgf/mm² dari arus 100 ampere, sedangkan pada arus 130 ampere mengalami peningkatan menjadi 36,01 kgf/mm² dari arus 120 ampere dan 140 ampere mengalami peningkatan kembali dari arus 130 ampere menjadi 38,27 kgf/mm², sedangkan nilai  kekuatan  luluh  untuk  spesimen daerah lasan kelompok 130 ampere paling tinggi dibandingkan kelompok variasi arus pengelasan 100 ampere, 120 Amper dan 140 Amper, dimana nilai arus 130 ampere adalah 30,74 kgf/mm², pada arus 100 ampere mengalami penurunan sebesar 6,09 kgf/mm² dari arus 130 ampere, dan di arus 120 ampere mengalami penurunan sebesar 8,79 kgf/mm² dari arus 130 ampere, serta di arus 140 ampere juga mengalami penurunan sebesar 11,25 kgf/mm² dari arus 130 ampere dan arus 140 ampere ini menjadi arus terendah dalam kelompok pengujian kekuatan luluh. Struktur mikro daerah logam las 100 ampere dan 130 ampere bertipe quasi- cleavage (QC) yang dalam hasil foto mikronya terdapat dimple serta cleavage dalam strukturnya, sedangkan arus 120 ampere dan 140 ampere hampir semua bagian dari arus tersebut terdapat cleavage yang bertipe getas, sedangkan tipe getas adalah tipe yang kekuatan tariknya cendeung tidak kuat, terutama pada arus 120 ampere cleavage pada arus ini menyerupai aliran sungai

    PENGARUH PUTARAN SPINDLE DAN KECEPATAN PEMOTONGAN (FEEDING) TERHADAP KEAUSAN PAHAT KARBIDA PADA PROSES TURNING CNC

    No full text
    Abstrak   Pratama, Yoga Digda. 2015. Pengaruh Putaran Spindle dan Kecepatan Pemotongan (Feeding) Terhadap Keausan Pahat Karbida pada Proses Turning CNC. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Maftuchin Romlie, M.Pd., (II) Drs. Imam Sudjono, M.T.   Kata Kunci: putaran spindle, kecepatan pemotongan (feeding), TurningCNC,          keausan pahat karbida   Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh putaran spindle dan kecepatan pemotongan (feeding)terhadap keausan pahat karbida pada proses TurningCNC.Pahat yang digunakan pada penelitian ini adalah pahat Insert Tungaloy T9125. Penentuan putaran spindle dan kecepatan pemotongan (feeding) didasarkan pada katalog penggunaan pahat Insertyang digunakan dalam penelitian ini. Putaran spindle yang digunakan adalah 850 rpm, 1274 rpm, dan 1699 rpm dengan kecepatan pemotongan (feeding) 0,07 mm/rev, 0,08 mm/rev, dan 0,09 mm/rev. Pada setiap spesimen dilakukan pengujian untuk mengetahui tingkat keausan pahat karbida dari tiap-tiap spesimen. Untuk melihat tingkat keausan pahat menggunakan alat Microskop Test OLYMPUS dan kemudian diukur menggunakan software PHOTOSHOP. Hasil dari eksperimen ini dijelaskan dalam desain penelitian dimana observasi dilakukan satu kali yaitu sesudah eksperimen. Pada hasil pengujian keausan pahat karbida untuk uji hipotesis putaran spindle memiliki nilai signifikansi 0,000 dengan demikian ada pengaruh putaran spindle terhadap keausan pahat karbida, untuk uji hipotesis kecepatan pemotongan (feeding) memiliki nilai signifikansi 0,000 dengan demikian ada pengaruh kecepatan pemotongan (feeding) terhadap keausan pahat karbida, sedangkan uji hipotesis putaran spindle dan kecepatan pemotongan (feeding) terhadap keausan pahat karbida tidak memenuhi syarat-syarat untuk dianalisis sehingga tidak berpengaruh secara signifikan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwaputaran spindle  dan kecepatan pemotongan (feeding)berpengaruh terhadap keausan pahat karbida. Pada putaran spindle 850 rpm dan kecepatan pemotongan (feeding) 0,07 mm/rev akan dihasilkan nilai keausan yang rendah, sebesar 0,01013 mm dengan panjang pemotongan 1050 cm. Sedangkan untuk putaran spindle 1699 rpm dan kecepatan pemotongan (feeding) 0,07 mm/rev akan dihasilkan nilai keausan yang besar, sebesar 0,10143 mm dengan panjang pemotongan 1050 cm. Nilai keausan tersebut meningkat seiring dengan peningkatan putaran spindle dan kecepatan pemotongan (feeding). Saran yang diberikan untuk mengetahui tingkat keausan pahat ini adalah (1) perlu diadakan penelitian lebih lanjut mengenai variasi putaran spindle dan kecepatan pemotongan (feeding) yang lebih besar agar keausan pahat bisa terlihat lebih jelas, (2) penelitian selanjutnya disarankan menggunakan jarak tempuh pemotongan yang sama pada variasi kecepatan pemotongan (feeding) agar setiap panjang lintasan bisa diukur

    Pengaruh Variasi Komposisi Campuran Bahan Bakar Premium Dengan Pertamax 92 Terhadap Daya Dan Emisi Gas Buang Pada Honda Vario Techno 125

    No full text
    ABSTRAK   Sukhaemi, Akhmad. 2015. Pengaruh Variasi Komposisi Campuran Bahan Bakar Premium dengan Pertamax 92 Terhadap Daya dan Emisi Gas Buang Pada Honda Vario Techno 125. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Sumarli, M.Pd., M.T., (II) Dra. Hj. Widiyanti, M.Pd.   Kata Kunci: premium, pertamax 92, daya, emisi gas buang   Perkembangan teknologi sepeda motor semakin maju untuk menghasilkan performa mesin yang lebih baik dengan emisi gas buang yang ramah lingkungan. Harapan tersebut akan tercapai apabila konsumen menggunakan bahan bakar pertamax 92 untuk menunjang kinerja mesin, namun kenyataannya konsumen menggunakan premium bahkan mencampur kedua bahan bakar tersebut, akibatnya tujuan dari penciptaan produk tidak tercapai. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan: (1) untuk mengetahui pengaruh variasi komposisi campuran bahan bakar premium dengan pertamax 92 terhadap daya, (2) untuk mengetahui pengaruh variasi komposisi campuran bahan bakar premium dengan pertamax 92 terhadap emisi gas buang CO, (3) untuk mengetahui pengaruh variasi komposisi campuran bahan bakar premium dengan pertamax 92 terhadap emisi gas buang HC. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen. Objek dalam penelitian ini ialah honda vario techno 125. Analisis data yang digunakan adalah uji one way ANOVA dan post hoc. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata daya serta emisi gas buang CO dan HC yang dihasilkan oleh komposisi 0 : 4 adalah 9.639 Hp serta emisi gas buang CO sebesar 0.734%, dan HC sebesar78.43 ppm. Komposisi 1 : 4 adalah 9.027 Hp serta emisi gas buang CO sebesar 1.104%, dan HC sebesar 108.93 ppm. Komposisi 1 : 1 adalah 8.428 Hp serta emisi gas buang CO sebesar 1.461%, dan HC sebesar 139.67 ppm. Komposisi 4 : 1 adalah 7.810 Hp serta emisi gas buang CO sebesar 1.875%, dan HC sebesar 175.83 ppm. Komposisi 4 : 0 adalah 7.183 Hp serta emisi gas buang CO sebesar 2.404%, dan HC sebesar 206.57 ppm. Dari hasil pengujian analisis menunjukkan bahwa masing-masing variasi komposisi bahan bakar ada perbedaan daya, emisi gas buang CO dan HC yang dihasilkan. Semakin besar komposisi pertamax 92, maka daya yang dihasilkan meningkat dan emisi gas buang CO dan HC menurun. Pada kecepatan menengah emisi gas buang CO dan HC kembali meningkat. Untuk menghasilkan daya yang maksimum serta emisi gas buang yang ramah lingkungan, maka bahan bakar yang digunakan harus disesuaikan dengan karateristik kendaraan tersebut. Penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai dengan karakteristik motor akan mengakibatkan daya mesin menurun, emisi gas buang meningkat dan kerusakan disekitar bagian piston akan cepat terjadi.   ABSTRACT   Sukhaemi, Akhmad. 2015.Effect ofCompositionVariations ofFuel MixturePremiumandPERTAMAX92toPowerandExhaust EmissionsIn theHondaVarioTechno125.Thesis, Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, University of Malang. Advisors:(I) Drs. H.Sumarli, M.Pd., M.T., (II) Dra. Hj. Widiyanti, M.Pd.   Keywords: premium, pertamax 92, power, exhaust emissions   The development ofmotorcycle technology had beenincreasinglyadvancedto producea betterperformance of the enginewithexhaust emissionsthat were environmentally friendly. These expectationswould be achieved whenconsumersuse fuelpertamax92tosupport theengine's performance, but in factconsumers usepremiumevenmix thattwo fuels, consequentlythe purposeofthe creation ofthe producthad not been reached. The research was conductedwith the aim of : (1) comparingthe effect ofvariations inthe composition of thefuel mixturepremiumwithpertamax92topower, (2) comparingthe effect ofvariations inthe composition of thefuel mixturepremiumwithpertamax92toexhaust emissionsCO, (3) comparingthe effect ofvariations incompositionpremium fuelmixturewithpertamax92toHCexhaust emissions. This research usedexperimentalresearch design. The objectof this researchisHondaVarioTechno125.The data analysiswasone way ANOVA testandpost hoc. The results showedthat the averagepowerand exhaust emissionsof CO andHCgeneratedbythe composition of the0: 4is9639Hpand exhaust gas emissionsby0734% COandHCat78.43ppm. The composition1: 4is9027Hpand exhaust emissionsby1,104% COandHCat108.93ppm. The composition1: 1is8428Hpand exhaust emissionsby1,461% COandHCat139.67ppm. The composition4: 1is7810Hpand exhaust emissionsby1,875% COandHCat175.83ppm. The composition4: 0is7183Hpand exhaust emissionsby2,404% COandHCat206.57ppm. Analysisofthe test resultsshowedthateachvariation offuel compositionhas difference inpower, emissions of COandHCgenerated. The greater thecomposition of pertamax92, thegenerated power is increased andexhaust emissions ofCOandHC is decrease.In themedium-speed,exhaust emissions ofCOandHC is increase. To generate maximum power and exhaust emissions environmentally friendly, the fuel used must be adapted to the characteristics of the vehicle. The use of fuel that does not comply with the characteristics of the motor will result in decreased engine power, increased exhaust emissions and damage to surrounding parts of the piston will rapidly occur

    Hubungan Antara Latar Belakang Pendidikan, Penguasaan Kompetensi Otomotif, dan Motivasi Belajar dengan Kesiapan On The Job Training Mahasiswa Pusdiklat Suzuki Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Maharani, Debby. 2016. Hubungan Antara Latar Belakang Pendidikan, Penguasaan Kompetensi Otomotif, dan Motivasi Belajar dengan Kesiapan On The Job Training Mahasiswa Pusdiklat Suzuki Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif, Jurusan Teknik Mesin, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Sumarli, M.Pd., M.T. (2) Drs. H. Imam Muda Nauri, S.T., M.T.   Kata Kunci:  Latar Belakang Pendidikan, Penguasaan Kompetensi Otomotif, Motivasi Belajar, KesiapanOn The Job Training Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui kualifikasi latar belakang pendidikan, penguasaan kompetensi otomotif, motivasi belajar, dan kesiapan On The Job Trainingmahasiswa Pusdiklat Suzuki Universitas Negeri Malang; (2) untuk mengetahui adakah hubungan antara latar belakang pendidikan dengan kesiapan On The Job Training; (3)untuk mengetahui adakah hubungan antarapenguasaan kompetensi otomotif dengan kesiapan On The Job Training; (4) untuk mengetahui adakah hubungan antaramotivasi belajardengan kesiapan On The Job Training; (5)untuk mengetahui adakah hubunganlatar belakang pendidikan, penguasaan kompetensi otomotif, dan motivasi belajar secara bersama-samadengan kesiapan On The Job Training. Penelitian ini merupakan jenis penelitian korelasi dengan pendekatan kuatitatif. Subjek dari penelitian ini adalah mahasiswa Pusdiklat Suzuki Universitas Negeri Malang Tahun Ajaran 2015/2016. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan tes. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh lima simpulan sebagai berikut. Pertama, latar belakang pendidikan mahasiswa didominasi dari SMK (89%), penguasaan kompetensi otomotif mahasiswa berada pada kualifikasi sedang sampai tinggi (24,1% sampai 45,5%), motivasi belajar mahasiswa berada pada kualifikasi sedang (36,8%), dan kesiapan On The Job Trainingmahasiswa berada pada kualifikasi tinggi (43,1%). Kedua, terdapat hubungan positif yang signifikan antara latar belakang pendidikan dengan kesiapan OnThe Job Training(koefisien korelasi parsial 0,745 dan sig. 0,046). Ketiga, terdapat hubungan positif yang signifikan antarapenguasaan kompetensi otomotifdengan kesiapan OnThe Job Training(koefisien korelasi parsial 0,604 dan sig. 0,036). Keempat, terdapat hubungan positif yang signifikan antaramotivasi belajardengan kesiapan OnThe Job Training(koefisien korelasi parsial 0,617 dan sig. 0,000). Kelima, terdapat hubungan positif yang signifikan secara bersama-samalatar belakang pendidikan, penguasaan kompetensi otomotif, dan motivasi belajar dengan kesiapan On The Job Training(Fhitung 15,362 dan sig. 0,000), serta koefisien determinasinya (R2)sebesar 0,931 (93,1%). Bagi Pusdiklat Suzuki Universitas Negeri Malang diharapkan dapat meningkatkan kerjasama dengan SMK, bagi instruktur diharapkan dapat mengintensifkan proses pembelajaran dan memberikan motivasi kepada mahasiswa, bagi peneliti selanjutnya diharapkan bila melakukan penelitian sejenis dapat mengganti variabel bebas

    Pengembangan Sistem Kunci Kontak Dengan Menggunakan GSM SHIELD Berbasis Mikrokontroler Atmega16 Untuk Memicu Alarm dan Memutus Sistem Pengapian CDI

    No full text
    ABSTRAK   Alyas. 2015. Pengembangan Sistem Kunci Kontak dengan Menggunakan GSMSHIELD Berbasis Mikrokontroler Atmega16 untuk Memicu Alarm danMemutus Sistem Pengapian CDI. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin FakultasTeknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Mardji,M., Kes., (II) Drs. H. Imam Muda Nauri, S.T., M.T.   Kata Kunci: Kunci Kontak, Mikrokontroler Atmega16, GSM SIM900A, Handphone, Relay, Alarm, Sistem Pengapian.Kunci kontak kendaraan roda dua yaitu sebagai saklar on/off untukmenghidupkan kendaraan roda dua pada tahanan tertutup. Di era sekarang iniperkembangan teknologi sangat pesat apalagi di dunia IPTEK, berbagai kunci kontak dibuat oleh produsen untuk memenuhi kebutuhan konsumen agar memiliki kendaraan yang aman untuk digunakan. Dalam pengembangan kunci kontak yangdibuat penulis, pengembangan sistem kunci kontak menggunakan GSM SIM900Aberbasis mikrokontroler ATmega16 untuk memicu alarm dan memutus sistem pengapian CDI yang bertujuan untuk mengurangi tindak kejahatan pencurian sepedamotor pada kendaraan roda dua. Pengembangan produk ini menggunakan model Borg dan Gall yang dimodifikasi. Tahapan-tahapan pengembangan antara lain (1) Pengumpulan data, (2)perencanaan, (3) pengembangan, (4) validasi ahli, (5) pengujian, dan (6) revisiproduk akhir. Berdasarkan hasil penelitian produk pengembangan yang dilakukandi Laboratorium Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang, rata-rata validitas ahli adalah 100%. Dengan rincian 100% untuk LCD, 100% untuk SIM900A,100% untuk rangkaian alarm, 100% untuk Interface dengan komputer. Sedangkanrata-rata hasil pengujian produk adalah 100%. Nilai-nilai tersebut mengimplikasikan bahwa produk yang dihasilkan memenuhi kriteria sebagai instrument pengukuran. Dari hasil pengembangan sistem kunci kontak menggunakan GSMSIM900A berbasis Mikrokontroler Atmega16 untuk memicu alarm dan memutussistem pengapian CDI, dapat dijadikan sebagai alternatif penggantian kunci kontakstandar bawaan pabrik. Untuk mendapatkan kinerja produk yang lebih optimal darihasil penelitian pengembangan sistem kunci kontak perlu dilakukan penelitian lebihlanjut guna menyempurnakan sistem kerja dari alat hasil pengembangan ini.   ABSTRACT Alyas. 2015. Development of Key Contact System Using GSM SHIELD BasedMicrocontroller ATmega16 to Trigger Alarm and Breaking the CDI IgnitionSystem. Thesis, Department of Mechanical Engineering, Faculty ofEngineering, State University of Malang. Advisors: (I) Prof. Dr. H. Mardji,M., Kes., (II) Drs. H. Imam Muda nauri, S.T., M.T.   Key words: Key Contacts, Microcontroller ATmega16, GSM SIM900A, Mobile, Relay, Alarm, Ignition system.Contacts key two wheeled vehicle is an on/off switch to turn on twowheeled vehicles in closed resistance. Nowadays, rapid technological developmentespecially in the world of science and technology with various ignition switch hadbeen made by many manufacturers to meet continuous consumer needs to have avehicle which is safe to use. In this case writer has made Development ignitionsystem using GSM SIM900A with based ATmega16 microcontroller to trigger analarm and CDI ignition system disconnected to reduce of violence criminal motorcycles on two wheeled vehicles. To develop this product, writer has using Borg and Gall model modification.Stages of development was: (1) data collection, (2) planning, (3) development, (4)expert validation, (5) testing, and (6) Revision of the final product. Based on research of product development conduction housed at the Laboratory Department ofMechanical Engineering, State University of Malang, resulting the average validity of experts is 100%. With 100% details for LCD, 100% for SIM900A, 100% for thealarm circuit, 100% for computer. Interface average testing results of product was100%. These product values have matches implication criteria as a measurementinstrument.From the development of ignition system using GSM SIM900A based ATmega16 microcontroller to trigger the alarm and CDI ignition system disconnected,could be used as an alternative replacement of standards factory ignition switch. Tooptimization of the ignition system development results, continuous research wouldneeded to improve the work system of instrument development results

    Pengaruh Arus Listrik dan Posisi Pengelasan Terhadap Kekerasan Dan Ketangguhan Daerah Haz (Heat Affected Zone) Pada Pengelasan Kampuh V Dengan Las Smaw Pada Baja St 42

    No full text
    ABSTRAK Idris. 2016. Pengaruh Arus Listrik dan Posisi Pengelasan Terhadap Kekerasan Dan Ketangguhan Daerah Haz (Heat Affected Zone) Pada Pengelasan Kampuh V Dengan Las Smaw Pada Baja St 42. Skripsi, , Program Studi S1 Pendidikan Teknik Mesin Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang. Pembimbing; (1) Dr, Hj. Widiyanti, M.Pd., (2) Dr. Sukarni, S.T, M.T. Kata kunci : Las, HAZ, Arus, Posisi, Kekerasan, Ketangguhan. Salah satu proses yang harus diperhatikan pada suatu produksi khususnya dalam bidang konstruksi mesin dan bangunan baja ialah proses penyambungan. Dari sekian macam teknik yang dapat digunakan dalam proses penyambungan, teknik penyambungan yang sering digunakan adalah teknik penyambungan dengan pengelasan. Luasnya penggunaan teknologi ini karena bangunan dan mesin menjadi ringan dan lebih sederhana dalam proses pembuatannya.  Tujuan penelitian ini yang pertama adalah menguji pengaruh antara variasi arus listrik pengelasan terhadap kekerasan dan ketangguhan daerah HAZ (heat affected zone)  pada material baja ST 42  dengan sambungan kampuh V pada pengelasan SMAW. Yang kedua yaitu pengaruh antara variasi posisi pengelasan terhadap kekerasan dan ketangguhan daerah HAZ (heat affected zone) pada material baja ST 42  dengan sambungan kampuh V pada pengelasan SMAW. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitaf. Data dalam peneltian ini adalah data kuantitatif hasil uji kekerasan dan uji ketangguah serta data kualitatif foto mikro dari baja ST 42 yang telah mengalami pengelasan dengan variasi Arus Listrik dan variasi posisi pengelasan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terjadi hububungan antara variasi arus dan posisi pengelasan terhadap kekerasan dan ketangguhan hasil pengelasan. Nilai kekerasan paling tinggi pada variasi arus yaitu pada arus 70 Amper sebesar 72.33 HRB dan terendah pada arus 100 Amper sebesar 63 HRB. Nilai ketangguhan pada variasi arus yang tertinggi pada arus 0.1020 Joule/mm dan terendah yaitu pada arus 100 A 0.0857 Joule/mm. Pada variasi posisi nilai kekerasan tertinggi pada posisi 3G yaitu 64.33 HRB dan terendah yaitu pada posisi 1G dengan nilai 60.66  HRB. Pada uji ketangguhan nilai tertinggi yaitu pada posisi 3G dengan nilai 0.1265 Joule/mm dan terendah yaitu pada posisi 1G dengan nilai 0.0809 Joule/mm

    Analisis Variasi Sudut kampuh V Pengelasan SMAW Arus 85 A Gerak melingkar Dengan Elektroda RB-26 Terhadap Kekuatan tarik Plat Baja ST 42

    No full text
    ABSTRAK Huda, Syamsul. 2016. Analisis Variasi Sudut Kampuh V Pengelasan SMAW Arus 85 A Gerak Melingkar Dengan Elektroda RB-26 Terhadap Kekuatan Tarik Plat Baja ST 42. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prihanto Tri Hutomo, S.T., M.T., (2) Drs. Yuni Sunarto, M.Pd Kata Kunci: Variasi Sudut Kampuh V, Nilai Uji Kekuatan Tarik, Jenis Patahan Penelitian yang dilakukan adalah menganalisis perbedaan variasi sudut kampuh V 500, sudut kampuh V 600, dan sudut kampuh V 700 dengan masing-masing sample sebanyak 3 buah sehingga berjumlah 9 buah sample uji. Parameter penelitian ini menggunakan pengelasan Las busur listrik (SMAW: Shielded Metal Arc Welding) yang merupakan proses pengelasan dimana panas dihasilkan dari busur nyala listrik terlindung dengan mempergunakan busur nyala listrik sebagai sumber panas pencair logam. Plat baja karbon rendah ST 42 tebal 8 mm sebagai bahan spesimen pengelasan dengan acuan spesimen uji tarik JIS Z 2201 no.13B, menggunakan arus 85 A elektroda RB-26 pengelasan gerak melingkar, serta uji yang digunakan adalah pengujian kekuatan tarik (Universal Testing Machine).             Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, setelah dilakukan pengujian tarik didapat nilai kekuatan tarik yang bervariasi dengan analisis data One-Way Anova menunjukkan bahwa tidak memiliki nilai perbedaan kekuatan tarik yang signifikan dari masing-masing variasi sudut kampuh V penelitian, karena nilai F = 2,834 atau signifikansi 0,136 lebih besar dari pada 0,05. Nilai dari kekuatan tarik pada sudut kampuh V 600 memiliki hasil 47,721 kg/mm2, nilai ini merupakan hasil yang paling kecil dari pada variasi sudut-sudut kampuh yang lainnya. Mengacu nilai kekuatan tarik sudut kampuh V 600 memiliki nilai paling kecil ternyata analisa foto makro perpatahan (Fracture) sample kampuh V 600 C menunjukkan patahan jenis ulet. Sudut kampuh V 500 lebih tinggi nilainya yang menunjukkan hasil kekuatan tarik sebesar 47,86 kg/mm2, nilai ini meningkat 0,139 kg/mm2 dari pada sudut kampuh V 600, untuk sudut kampuh V 700 memiliki nilai kekuatan tarik yang paling tinggi dengan nilai kekuatan tariknya sebesar 48,56 kg/mm2. Nilai ini meningkat 0,7 kg/mm2 dari pada nilai kekuatan tarik sudut kampuh V 500, sedangkan selisih atau peningkatan kekuatan tarik sudut kampuh V 600  dengan 700 sebesar 0,839 kg/mm2. Patahan yang terjadi untuk sample 500 B dan 700 B adalah patahan jenis getas. ABSTRACT Huda, Syamsul. 2016. Analysis of SMAW Welding V-Groove Variation for Current of 85 Aand Circular Movement with RB-26 Electrode to the Tensile Strength of Steel Plate ST 42. Mini Thesis, Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, State University of Malang. Supervisors: (1) Prihanto Tri Hutomo, S.T., M.T., (2) Drs. Yuni Sunarto, M.Pd Keywords: V-Groove Variation, Score of Tensile Strength Test, Fracture Type The research that been conducted was analyzing about the difference between variation of V-groove 50o, V-groove 60o, and V-groove 70o with each sample consists of 3, then all sample was 9 test samples. Parameter in this research used SMAW(Shielded Metal Arc Welding), which was welding process where the heat resulted from protected arc current by using arc current as heat source of metal melting. Steel plate of low carbon ST 42 with 8 mm thickness used as welding specimen material with specimen reference of tensile strength was JIS Z 2201 no. 13B, using current of 85 A and RB-26 electrode with circular movement welding, also test that used in this research was tensile strength test (Universal Testing Machine). This research was experimental research. After it was conducted by tensile strength test, it was obtained various tensile strength scores. With data analysis of One-Way Anova, it showed that there was no significant difference of tensile strength score from each V-groove variation of the research, because F value = 2.834 or significance 0.136 was bigger than 0.05. Score from tensile strength to the V-groove 60o had result 47.721 kg/mm2, this score was the smallest score from other V-groove variation. Referring to the tensile strengthscore of V-groove 60o which had smallest score, in fact fracture macro photo analysis of V-groove 60o sample showed fracture type of though. V-groove 50o had higher score which showed tensile strength for 47.86 kg/mm2, this score improved for 0.139 kg/mm2 than V-groove 60o. For V-groove 70o had the highest tensile strength score with tensile strength score for 48.56 kg/mm2. This score improved 0.7 kg/mm2 than tensile strength of V-groove 50o. Meanwhile, the difference or improvement of tensile strength for V-groove 60o and 70o was 0.839 kg/mm2. Fracture that occurred for sample 50oB and 70oB was fracture type of brittle.     Green Sand Mold is a type of molding in foundry sand raw material which has binder and contains water. Molding sand binder which commonly used is bentonite. Previous studies showed that bentonite is an ideal binder for sand molding, yet the price is quite high in the market. The production of coal burning ashes (fly ash) in Indonesia is high thus it makes the price of fly ash more economical and can be obtained easily. Bentonite and fly ash have similar CaO  compound (clay). Based on this reason, theoretically, fly ash can be used as a binder in sand molding. This study aimed to analyze the use of fly ash as a binder mixture to the permeability, compressive strength and fluidity to form pre-experimental model of a one-shot case study. Green sand mold treatment was given binder content variation in the form of fly ash and bentonite. The pre test began with permeability testing. Permeability testing used permeability tester to determine the flowed air volume per minute (cm3/minutes). Compressive strength testing was used Universal Sand Strength to determine the ability of molds to withstand the pressure of the molten metal flow per unit area (N/cm2). Fluidity testing conducted by the Birmingham method. Through this method, it could be revealed the melted metal flow length (mm) which filled molds pattern with varying thickness. Based on this research, there were three important information. First, the value of the lowest permeability was owned by a sand mold with a mixture of 4% fly ash and 5% bentonite. It was caused by the similarity of bentonite and fly ash amount therefore the space between the grains of sand was narrower if it was filled by two binders. Although the permeability owned by this molds was low, but it had the most ideal permeability among  the two other treatments (between 50–170 cm3/minutes). Second, the value of the compressive strength of all the sand mold was high (above 0–1.0 kg/cm2). High compressive strength affected disassembly difficulty but it avoid mold loss. However, the more fly ash added, the value of compressive strength was decreased. This was due to the excess of CaO content which made the cementing agent reaction was imperfect. Third, the results showed that the fluidity of all molds was not suit the pattern at all. It was caused by the low pouring temperature that affected viscosity metal, false flow, and cold plug

    PENGARUH VARIASI WAKTU PENEKANAN PENGELASAN TITIK (SPOT WELDING) TERHADAP KEKUATAN TARIK, KEKERASAN, DAN STRUKTUR MIKRO PADA SAMBUNGAN DISSIMILAR BAJA STAINLESS STEEL AISI 304 DENGAN BAJA KARBON RENDAH ST 41

    No full text
    ABSTRACT PENGARUH VARIASI WAKTU PENEKANAN PENGELASAN TITIK (SPOT WELDING) TERHADAP KEKUATAN TARIK, KEKERASAN, DAN STRUKTUR MIKRO PADA SAMBUNGAN DISSIMILAR BAJA STAINLESS STEEL AISI 304 DENGAN BAJA KARBON RENDAH ST 41Firmansyah, Wahyu. Pengaruh Variasi Waktu Penekanan Pengelasan Titik Terhadap Kekuatan Tarik, Kekerasan, Dan Struktur Mikro Pada Sambungan Dissimilar Baja Stainless Steel AISI 304 Dengan Baja Karbon Rendah St 41. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Heru Suryanto, S.T., M.T., (2) Drs. Solichin, S.T., M.Kes.Kata Kunci: Las Titik, Waktu Pengelasan, Sambungan Berbeda Jenis, Kekuatan Tarik, Kekerasan, Struktur MikroPengelasan titik merupakan salah satu proses las listrik yang digunakan oleh industri produksi dan pemeliharaan. Teknik penyambungan las titik digunakan semua jenis logam di pasaran. Pengelasan menggunakan material berbeda jenis antara baja karbon rendah St 41 dengan baja tahan karat AISI 304 menyebabkan terjadinya masalah karena perbedaan sifat mekanis. Penggunaan parameter yang tidak optimal sesuai dengan bahan yang akan dilas mengakibatkan waktu dan tenaga yang dikeluarkan menjadi tidak efisien, khususnya pada pengelasan titik waktu sangat diperlukan untuk mengoptimalkan produktifitas kerja. Waktu pengelasan yang singkat tapi menghasilkan produktifitas yang maksimal menjadi hal yang penting karena tuntutan hasil yang tinggi. Penelitian ini bertujuan mencari waktu pengelasan yang paling optimal dengan arus pengelasan 1200 ampere pada sambungan baja karbon rendah St 41 dan baja tahan karat AISI 304. Penyambungan menggunakan las titik dengan variasi waktu pengelasan 0,5, 1, 1,5, dan 2 detik. Setelah itu, dilakukan pengujian tarik menggunakan standar AWS D8.9-97 dengan pengulangan setiap variasi waktu sebanyak 3 kali. Pengujian kekerasan menggunakan Hardness Rockwell Ball (HRB) dengan 6 titik daerah uji dan dilakukan pengulangan setiap variasi waktu sebanyak 3 kali. Foto struktur mikro dilakukan pada daerah lasan dan daerah HAZ dari baja karbon rendah St 41 dan juga baja tahan karat AISI 304. Hasil penelitian menunjukan bahwa setelah dilakukan pengelasan dengan variasi waktu las hasil yang paling optimal adalah variasi waktu pengelasan 1 detik dengan kekuatan tarik sebesar 24,6 (kg/ ) dengan patahan berjenis ulet, nilai kekerasan paling baik dan lebih merata juga terjadi pada variasi waktu 1 detik dengan nilai 86,2 HRB

    0

    full texts

    1,608

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇