SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
1608 research outputs found
Sort by
Pengaruh Penerapan Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3) Terhadap Keamanan Kegiatan Praktik Listrik Otomotif Dan Kenyamanan Belajar Siswa Kelas XI Program Studi Keahlian Teknik Otomotif SMK DiMalang
ABSTRAK Syarifuddin, Agus. 2015. Pengaruh Penerapan Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3) Terhadap Keamanan Kegiatan Praktik Listrik Otomotif Dan Kenyamanan Belajar Siswa Kelas XI Program Studi Keahlian Teknik Otomotif SMK DiMalang. Skripsi, Program Studi Teknik Otomotif,Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Mardji, M.Kes (2) Dra. Anny Martiningsih, M.Kes. Kata kunci : Penerapan K3, Keamanan, Kenyamanan Setiap tahun sering terjadi kecelakaan di tempat kerja yang menimbulkan banyak korban jiwa. Bermacam-macam sumber penyebab kecelakaan kerja tersebut, contohnya dikarenakan posisi tidak aman atau ergonomis, pekerja tidak memakai peralatan yang safety, adanya benturan, serta diakibatkan oleh mesin. Dengan timbulnya kecelakaan kerja tersebut penerapan kesehatan dan keselamatan kerja adalah hal yang tidak dapat ditinggalkan dan sangat dibutuhkan pada semua pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja, yang bertujuan untuk menghindari terjadinya kecelakaan saat melakukan suatu pekerjaan.Fokus dari penelitian ini adalah peneliti ingin meneliti dan membuktikan apakah ada pengaruh penerapan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) terhadap kegiatan praktik dan pengaruh penerapan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) terhadap kenyamanan siswa saat melaksanakan praktik di bengkel otomotif SMK Nasional dan SMK Negeri 10 Malang. Penelitian ini dilakukan di Malang. Populasi dalam penelitian ini adalah pada SMK Nasional dan SMK Negeri 10 Malang. Penelitian ini merupakan penelitian korelasi sederhana. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket. Hasil penelitian menunjukkan:(1) tidak ada pengaruh yang signifikan antara penerapan K3 terhadap keamanan kegiatan praktik listrik otomotif di SMK Nasional Malang dan SMK Negeri 10 Malang. (2) tidak ada pengaruh yang signifikan antara penerapan K3 terhadap kenyamanan belajar siswa di SMK Nasional Malang begitu pula dengan SMK Negeri 10 Malang.Pengaruh Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Secara Simultan terhadap Keamanan Kegiatan Praktik Listrik Otomotif dan Kenyamanan Belajar Siswa Kelas XI Program Studi Keahlian Teknik Otomotif di SMK Nasional Malang dan SMK Negeri 10 Malang adalah tidak berpengaruh secara simultan terhadap keamanan kegiatan praktik listrik otomotif dan kenyamanan belajar siswa di SMK Nasional dan SMK Negeri 10 Malang. Kesimpulan:penerapan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keamanan kegiatan praktik listrik otomotif dan kenyamanan belajar siswa di SMK Nasional dan SMK Negeri 10 Malang. Saran bagi peneliti lain, penelitian ini masih belum bisa dikatakan sepenuhnya sempurna, maka diharapkan bagi peneliti lain untuk dapat meneliti lebih dalam menggunakan variabel lain
Perbandingan Hasil Belajar Sistem Rem Antara Siswa Yang Diajar Dengan Menggunakan Metode Think Pair Share Dan Ekspositori Siswa Kelas XI TKR DI SMK Teknologi Balung Jember
ABSTRAK Damayanti, Vivi. 2015. Perbandingan Hasil Belajar Sistem Rem Antara Siswa Yang Diajar Dengan Menggunakan Metode Think Pair Share Dan Ekspositori Siswa Kelas XI TKR DI SMK Teknologi Balung Jember. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin FT Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd. (II) Drs. Partono, M.Pd. Kata Kunci: Metode Pembelajaran Think Pair Share, Metode Pembelajaran Ekspositori, Hasil Belajar Siswa. Permasalahan yang sering dijumpai di sekolah adalah metode pembelajaran untuk menyampaikan materi pembelajaran ke siswa. Banyak siswa kurang berminat selama mengikuti proses belajar mengajar. Hal tersebut megakibatkan hasil belajar yang rendah. Dengan keadaan yang seperti ini, maka perlu dilakukan inovasi dalam proses pembelajaran khususnya pada metode pembelajaran. Metode pembelajaran dengan tingkat pemahaman yang tinggi agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Dari permasalahan tersebut, peneliti mencari solusi dengan mencoba menerapkan metode pembelajaran TPS (think pair share) yang dapat digunakan oleh guru. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, yang mana rancangannya menggunakan rancangan penelitian quasy experimental (eksperimen semu) dengan post test only design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Teknologi Balung Jember. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI TKR 2 yang berjumlah 35 siswa dan XI TKR 3 yang berjumlah 35 siswa di SMK Teknologi Balung Jember. Namun, penentuan kelas sebagai kelas eksperimen dan kontrol dilakukan secara acak. Teknik pengambilan data menggunakan tes tulis posttest. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh dari tes hasil belajar berupa post-test. Analisis data menggunakan Uji t (independent sample t test). Hasil penelitian ini menunjukkan thitung sebesar 4,866 dan diperoleh ttabel 1,9954 maka thitung > ttabel sehingga dapat disimpulkan ada perbedaan hasil belajar sistem rem antara yang diajar dengan menggunakan metode pembelajaran think pair share dan metode pembelajaran ekspositori. Nilai rata-rata kelas XI TKR 2 yang menggunakan metode pembelajaran think pair share yaitu 85,71 dan nilai rata-rata kelas XI TKR 3 menggunakan metode pembelajaran ekspositori yaitu 78,86 maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar sistem rem kelas XI TKR 2 yang menggunakan metode pembelajaran think pair share lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar dengan menggunakan metode ekspositori
Pengaruh Posisi Pengelasan SMAW (Shielded Metal Arc Welding) Ergonomi Terhadap Produktivitas Dan Kelelahan
ABSTRAK Hudha, Samsul. 2015. Pengaruh Posisi Pengelasan SMAW (Shielded Metal Arc Welding) Ergonomi Terhadap Produktivitas Dan Kelelahan. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I). Prof. Dr H. Mardji, M. Kes. (II) Drs. Solichin, S.T., M.Kes. Kata Kunci: Ergonomi, Posisi Pengelasan SMAW, Produktivitas, Kelelahan Ergonomi, ilmu yang mempelajari tentang penyesuaian tugas pekerjaan dengan kondisi tubuh manusia ialah untuk menurunkan stress yang akan dihadapi. Tujuannya yakni peningkatan kualitas kehidupan kerja serta produktivitas kerja. Dalam jurnal Hari Purnomo dkk yang berjudul (sistem kerja dengan pendekatan ergonomi total mengurangi keluhan muskuloskeletal, kelelahan dan beban kerja serta meningkatkan produktivitas pekerja industri gerabah di kasongan, bantul) dinyatakan bahwa terjadi peningkatan produktivitas secara bermakna antara kelompok kontrol dan eksperimen, dengan peningkatan sebesar 59,49%. Sedangkan peningkatan pendapatan pekerja dan perusahaan masing-masing sebesar 23,81% dan 76,19%.” Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan posisi 1G dan 2G pengelasan SMAW (Shielded Metal Arc Welding) ergonomi terhadap produktivitas dan kelelahan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental dengan metode Experimental Semu karena penggunaan perancangan ini dimaksudkan untuk mengungkapkan sebab-akibat dengan cara melibatkan kelas kontrol disamping kelas eksperimen. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah assignment random sampling yaitu menggunakan kelas yang sudah ada sebagai sampling. Mahasiswa dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelas eksperimen perlakuan ergonomi dan kelas kontrol yang tanpa perlakuan ergonomi. Data dikumpulkan dengan angket. Pengujian data dilakukan dengan menggunakan Uji Normalitas dan Uji-t independent samples test dengan bantuan SPSS 22 untuk mengetahui signifikansi perbedaan Posisi Pengelasan SMAW (Shielded Metal Arc Welding) Ergonomi terhadap produktivitas dan kelelahan. Taraf signifikansi 0,05. Kesimpulan bahwa (1) penerarapan ergonomi pada posisi pengelasan didapatkan ada pengaruh terhadap produktivitas dan tingkat kelelahan berdasarkan hasil analisis independent samples t test yang disajikan. Pada tabel dapat dilihat t hitung atau nilai signifikansi. Nilai signifikansi produktivitas pada tabel independent samples t test (Sig. (1-tailed) = 0,004), nilai signifikansi kelelahan pada tabel independent samples t test (Sig. (1-tailed) = 0,043), maka Ho ditolak (2) ada perbedaan yang timbul dari posisi 1G dan 2G penerapan ergonomi pada praktikum pengelasan terhadap produktivitas kerja (3) ada perbedaan yang timbul dari posisi 1G dan 2G penerapan ergonomi pada praktikum pengelasan terhadap tingkat kelelahan mahasiswa yang melakukan praktek pengelasan lanjut Universitas Negeri Malang
Kesiapan DU/DI dalam Pelaksanaan Prakerin Siswa SMK Program Studi Keahlian Teknik Otomotif di Kabupaten Bojonegoro
ABSTRACT Agustian, Shandy Prima. 2016. Kesiapan DU/DI dalam Pelaksanaan PrakerinSiswa SMK Program Studi Keahlian Teknik Otomotif di KabupatenBojonegoro. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Otomotif,Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (I) Dr. H. Yoto, S.T., M.Pd., M.M., (II) Drs. H. Sumarli,M.Pd., M.T.Kata Kunci: Kesiapan DU/DI, prakerin, teknik otomotif.Pendidikan sistem ganda (PSG) pada SMK diimplementasikan melaluiprakerin di DU/DI yang relevan dengan program keahlian yang ditempuh,sehingga ketercapaian tujuan pendidikan sangat dipengaruhi oleh kesiapan DU/DIsebagai institusi pasangan dalam pelaksanaan PSG. Oleh karena itu, penelitianbertujuan untuk mengungkap tingkat kesiapan pelaksanaan prakerin, sehinggatingkat kesiapan DU/DI dalam pelaksanaan prakerin SMK program studi keahlianteknik otomotif di Bojonegoro ditinjau dari aspek administrasi, sumber dayamanusia, sarana prasarana yang dimiliki, dan program prakerin yang diberikandapat diketahui.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif denganpendekatan kuantitatif. Data diperoleh dari beberapa DU/DI mitra pelaksanaprakerin SMK di Kabupaten Bojonegoro dengan menggunakan angket danobservasi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif secara persentasesederhana, kemudian dilakukan interpretasi data dan disimpulkan.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dianalisis, menghasilkan temuansebagai berikut: (1) tingkat kesiapan DU/DI dalam pelaksanaan prakerin ditinjaudari administrasi yang diterapkan tergolong dalam kategori kesiapan rendah(61,62%). Masih adanya DU/DI yang belum memenuhi keseluruhan persyaratanadministrasi prakerin, seperti mengadakan MoU dengan sekolah, memberikan tatatertib pelaksanaan prakerin, memberikan dan mengawasi presensi kehadiranbeserta jurnal siswa, hingga menerbitkan sertifikat prakerin; (2) tingkat kesiapanDU/DI dalam pelaksanaan prakerin ditinjau dari SDM yang dimiliki tergolongdalam kategori kesiapan cukup (67,69%). Masih ditemukannya instruktur prakerinyang memiliki latar belakang yang kurang relevan dengan bidang pekerjaan,pengalaman kerja yang kurang, minimnya pengalaman pelatihan, minimnyapengalaman jabatan, minimnya kepedulian terhadap penerapan K3 beserta prosespembimbingan kepada peserta prakerin; (3) tingkat kesiapan DU/DI dalampelaksanaan prakerin ditinjau dari sarana dan prasarana yang dimiliki tergolongkategori kesiapan rendah (59,99%). Hal tersebut dikarenakan adanya DU/DI yangbelum memiliki kelengkapan peralatan, fasilitas yang kurang memadai, kondisiDU/DI yang masih jauh dari standar kelayakan bengkel, dan belumdiperhatikannya aspek pengorganisasian sarana prasarana; dan (4) tingkatkesiapan DU/DI dalam pelaksanaan prakerin ditinjau dari program prakerin yangdiberikan tergolong dalam kategori kesiapan rendah (55,42%). Prakerindilaksanakan tanpa adanya rencana kerja yang terarah dan sesuai dengankurikulum, pemberian target kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta, hinggabelum seluruhnya DU/DI melaksanakan uji kompetensi sebagai bentuk evaluasiterhadap peserta prakerin sebagai proses evaluasi prakerin. iiBerdasarkan temuan tersebut, diberikan saran sebagai berikut: (1) pokja PSGbeserta pihak SMK diharapkan mengadakan MoU dengan industri, memberikanpembekalan terhadap pembimbing prakerin tentang keseluruhan aspek yang harusdipenuhi dalam prakerin, mengarahkan pembimbing internal untuk melakukanmonitoring secara intensif terhadap peserta prakerin, memilih DU/DI yangmemiliki tingkat kesiapan tinggi untuk melaksanakan prakerin, meningkatkankompetensi siswa sebelum melaksanakan prakerin, dan secara bersama-samadengan industri untuk menyusun program prakerin; (2) hendaknya pihak DU/DImeningkatkan kualitas pembimbingan, meningkatkan kepedulian terhadap pesertaprakerin, dan melengkapi sarana dan prasarana; (3) disarankan mencari DU/DIuntuk melaksanakan prakerin di luar Kabupaten Bojonegoro, karena berdasarkanpenelitian ditemukan sebesar 60,71% DU/DI memiliki tingkat kesiapan yang tergolong rendah dalam pelaksanaan prakerin
Perbedaan Laju dan Bentuk Korosi pada Baja Electrolitic Tin Plate (ETP) Dengan dan Tanpa Goresan pada Lapisan
ABSTRACT Perbedaan Laju dan Bentuk Korosi pada Baja Electrolitic Tin Plate (ETP) Dengan dan Tanpa Goresan pada LapisanPermasalahan yang tidak bisa di hindari oleh industri kaleng adalah korosi.Korosi terjadi pada material utama produksi yakni baja electrolitic tin plate (ETP). Baja (ETP) adalah baja tipis yang dilapisi oleh timah (Sn) karena sifat ( Sn) yang lebih muliadaribaja, maka jika terjadi cacat permukaan seperti terkelupas atau tergores akan mempercepat proses korosi.Pada proses produksi kaleng seringditemukan goresan pada baja(ETP). Kerosi yang terjadi pada baja (ETP) mengakibatkan (1) Kerusakan baja (ETP); (2) Terkontaminasi nya produk didalam kaleng oleh zat korosi dan mikroba; (3) Rusaknya tampilan bagian luar kaleng (4) Tingginya biaya perawatan, semua dampak korosi berujung padakerugian ekonomi yang harus di tanggung pabrik.Dari penelitian ini didapatkan perbedaan laju dan bentuk korosi baja electrolitic tin plate (ETP) dengan dan tanpa goresan pada lapisan. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dalam menentukan tindakan untuk meminimalisir kerugian ekonomi akibat korosi.Penelitian ini tergolong dalam penelitian eksperimental. Pengujian laju korosi menggunakan metode kehilangan berat calculating corrosion rate weigt losssedangkan bentuk korosi akan diamati dari hasil foto makro. Teknik analisis statistik(uji –t) digunakan untuk menentukan perbedaan laju korosi pada baja (ETP) dengan dan tanpa goresan.Teknik analisis deskriptif juga di gunakan untuk menentukan bentuk korosi yang terjadi. Berdasarkan hasil penelitian rata-rata laju korosi baja (ETP) tanpa perlakuan goresan adalah 0,5537 mmpy, sedangkan rata-rata laju korosi baja (ETP) dengan perlakuan goresan adalah 0,8305 mmpy. Tingkat ketahanan korosi baja (ETP) dengan dan tanpa goresan tergolong kurang karena rata-rata laju korosi dalam kisaran 0,5 mmpy – 1 mmpy. Bentuk korosi yang terjadi pada baja (ETP) tanpaperlakuan goresan adalah korosi merata, sedangkan bentuk korosi yang terjadi pada baja (ETP) dengan perlakuan goresan adalah korosi merata dan korosi galvanis. Hasil uji-t menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara laju korosi pada baja electrolitic tin plate (ETP) dengan dan tanpa goresan pada lapisan. Goresan pada baja (ETP) berpengaruh terhadap laju korosi, maka perlu tindakan khusus untuk mencegah korosi seperti tidak menempatkan material pada lokasi yang bersifat korosif, memastikan material dikemas secara baik,dan meminimalisir goresan pada proses produksi kaleng karena goresan dapat mempercepat korosi
PENGARUH PEMASANGAN VELOCITY STACK PADA THROTTLE BODY YAMAHA VIXION TERHADAP POWER DAN TORQUE
ABSTRACT PENGARUH PEMASANGAN VELOCITY STACK PADA THROTTLE BODY YAMAHA VIXION TERHADAP POWER DAN TORQUE Syahrullah, Sumarli, dan Paryono Jurusan Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang e-mail: [email protected] Velocity Stack merupakan suatu alat yang berfungsi untuk memperlancar udara yang masuk ke dalam ruang bakar. Prinsip kerja alat ini dengan cara mengurangi kerugian udara masuk (efek koefisien udara masuk). Karena udara tidak bisa membelok 900. Dengan menambahkan alat ini maka aliran udara yang masuk ke ruang bakar akan semakin cepat dan semakin lancar (smooth). Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui power dan torsi mesin sebelum dipasang Velocity Stack. (2) untuk mengetahui power mesin yang sudah dipasangi Velocity Stack. (3) mengetahui torsi yang dihasilakan mesin setelah dipasang Velocity Stack. Penelitian ini menggunakan jenis metode eksperimen dengan menggunakan dua variabel penelitian. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Velocity Stack, sedangkan Variabel terikat penelitian ini adalah power dan torsi. Penelitian dilakukan pada bengkel GUT Motorsport dengan menggunakan alat yang bernama Dynotest. Data yang diambil mulai dari rpm 2500 hingga rpm 9000 dengan kenaikan 250 rpm. Teknik analisis data menggunakan statistik parametrik dengan metode paired sample t test dengan program SPSS 20 for windows.Berdasarkan hasil analisis data pada penelitian tersebut, pemasangan Velocity Stack telah memberikan efek positif. Pertama yaitu bertambahnya power Yamaha Vixion setelah pemasangan Velocity Stack. Kenaikan power mulai putaran mesin 2750 sampai putaran mesin 9000. Power puncak tercapai pada putaran mesin 8250 sebesar 15,67 Hp. Peningkatan power pada rpm 6000 sebesar 8,993%, peningkatan itu merupakan peningkatan power yang cukup besar dengan perubahan yang minimal yaitu dengan menggunakan Velocity Stack. Dengan peningkatan power sebesar itu sangat terasa saat berkendara, akselerasi akan semakin baik dan rpm tinggi akan mudah dicapai dalam waktu yang lebih singkat. Kedua bertambahnya torsi Yamaha Vixion setelah pemasangan Velocity Stack. Kenaikan torsi mulai putaran mesin 2750 rpm sampai putaran mesin 9000 rpm. Peningkatan torsi maksimal diperoleh pada putaran mesin 6250 rpm peningkatan torsi tersebut sebesar 0,806 Nm. Pada saat torsi maksimal maka efisiensi volumetrik juga maksimal. Karena torsi berbanding lurus efisiensi volumetrik sebuah motor. Keyword : Velocity Stack, Engine Power, Engine Torqu
Pengaruh Penggunaan Turbojet Accelerator dan Variasi Putaran Mesin Terhadap Daya yang Dihasilkan oleh Mesin Disel Berbahan Bakar Biosolar dan Solar Dex
ABSTRACT Pengaruh Penggunaan Turbojet Accelerator dan Variasi Putaran Mesin Terhadap Daya yang Dihasilkan oleh Mesin Disel Berbahan Bakar Biosolar dan Solar DexDi Indonesia terdapat dua jenis bahan bakar untuk mesin disel yang dijual umum yaitu biosolar dan solar dex, kualitas dari kedua bahan bakar tersebut dikatakan berbeda baik dari kandungan sulfur maupun dari angka cetane. Semakin baik kualitas sebuah bahan bakar akan mempengaruhi proses pembakaran dalam mesin dan meningkatkan daya mesin. Selain bahan bakar jumlah udara yang masuk kedalam silinder juga akan mempengaruhi daya, semakin banyak udara yang masuk maka daya yang dihasilkan akan semakin besar. Penggunaan alat turbojet accelerator bisa membantu menambahkan volume udara kedalam ruang bakar.Dalam penelitian ini ada dua tujuan penelitian yang ingin dicapai yaitu (1) Mengetahui perbedaan daya yang dihasilkan oleh mesin disel menggunakan turbojet accelerator dan tanpa menggunakan turbojet accelerator dengan bahan bakar biosolar. (2) Mengetahui perbedaan daya yang dihasilkan oleh mesin disel menggunakan turbojet accelerator dengan bahan bakar biosolar dan solar dex.Hipotesis dari penelitian ini adalah sebagai berikut (1) Ada pengaruh peningkatan daya yang dihasilkan oleh mesin disel dengan diberikan tambahan turbojet accelerator dengan bahan bakar biosolar. (2) Ada pengaruh penggunaan turbojet accelerator terhadap daya yang dihasilkan oleh mesin disel berbahan bakar biosolar dan solar dex.Hasil dari penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak lain diantaranya.(1) Bagi dunia teknologi otomotif, penelitian ini bisa menjadi referensi dalam membantu meningkatkan daya terhadap mesin disel. (2) Bagi lembaga pendidikan, hasil dari penelitian ini bisa dijadikan referensi bagi peneliti lain yang tertarik meneliti mengenai daya dan bahan bakar mesin disel. (3) Bagi masyarakat, bagi para pengguna mesin disel hasil dari penelitian ini bisa menjadi pertimbangan dalam menggunakan bahan bakar disel berkualitas baik agar daya yang dihasilkan lebih besar, (4) Bagi peneliti, bisa menambah wawasan peneliti terhadap mesin disel mengenai daya, penggunaan accelerator dan bahan bakar mesin disel. Kesimpulan dari penelitian ini ada tiga yaitu, (1)Ada pengaruh signifikan dalam peningkatan daya yang dihasilkan mesin disel dengan diberikan turbojet accelerator, artinya daya yang dihasilkan mesin disel dengan menggunakan turbojet accelerator lebih tinggi di bandingkan dengan daya yang dihasilkan mesin disel tanpa menggunakan turbojet accelerator. (2) Ada pengaruh signifikan penggunaan turbojet accelerator terhadap daya yang dihasilkan mesin disel berbahan bakar solar dex, artinya daya pada penggunaan turbojet accelerator dengan bahan bakar solar dex lebih tinggi dibandingkan dengan daya yang dihasilkan oleh mesin disel menggunakan turbojet accelerator dengan bahan bakar biosolar. (3) Seiring dengan naiknya putaran mesin daya yang dihasilkan mesin disel akan semakin tinggi baikpada bahan bakar biosolar maupun bahan bakar solar dex dengan tambahan turbojet accelerator atau tanpa turbojet accelerator
Pengembangan Modul Pembelajaran Avometer Untuk Mata Pelajaran Produktif Alat Ukur Elektronik Bagi Siswa Kelas X Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan di SMKN 11 Malang
ABSTRAK Hidayah, Caesar. 2016. Development of Avometer Learning Module For Productive Electronic Measurement Tool Subject Class X Lightweight Vehicle Engineering Program at SMK 11 Malang. Thesis. Department of Mechanical Engineering, Automotive Engineering Education Program. Faculty of Engineering. State University of Malang. Advisors: (1) Drs. Partono, M.Pd., (II) Drs. Imam Muda Nauri, S.T., M.T. Keywords: development , module components , measuring instruments avometer . The use of learning modules is still a little bit interest by students in vocational high schools because many are using online learning media. However, in developing this module there are several module components, among others: (1) the purpose of learning, (2) the framework of learning content, (3) the instructions for use of modules, (4) the prerequisites, (5) a picture or illustration, (6 ) study materials, (7) Summary, and (8) Exercise. Research and development is carried out with the aim to generate learning module avometer appropriate and can be easily used by students of class X Light Vehicle Engineering at SMK Negeri 11 Malang. Model development study adapted from the model 10 step Sugiyono research (2015). The research instrument used to collect data in the form of questionnaires and tests. Questionnaires filled out by testing a small sample group included 30 students in the form of data from student assessments of the learning modules avometer. While the tests conducted in the form of pre-test and post-test and lab tests related to the students' learning modules avometer totaled 57 students consisting of 28 students of class X TKR 1 and 29 students of class X TKR 2. Data were obtain on quantitative data used to determine the validity of the module and influence on student learning outcomes. The results of data the material analysis expert validation showed a score of 94.2 % , a media expert validation showed a score of 95 % . Then , from data analysis student scores are significant differences between the values before and after the modules have been proven modules with pre-test and post-test . Value pre-test class X TKR 1 71.4 % of all students in class get value classification C (Enough) and after the post-test the students' grades rose to 92.9 % gain value classification B (Good). Value pre-test class X TKR 2 79.3 % of all students in class get value classification C (Enough) and after the post-test the students' grades rose to 96.6 % gain value classification B (Good) Conclusion of an overall assessment of learning modules developed is valid and ready to use and may affect student scores significantly
Hubungan Nilai Kapasitas Kapasitor Terhadap Frekuensi Kedipan Lampu Sein Pada Sepeda Motor Honda Supra X 125 Helm-in
ABSTRACT Hubungan Nilai Kapasitas Kapasitor Terhadap Frekuensi Kedipan Lampu Sein Pada Sepeda Motor Honda Supra X 125 Helm-inSusanto, Hendry. 2016. Hubungan nilai kapasitas kapasitor terhadap frekuensi kedipan lampu sein pada sepeda motor honda supra x 125 helm-in. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Drs. H. Imam Muda Nauri, S.T., M.T., (II)Drs. H. Sumarli, M.Pd., M.T.Kata Kunci: kapasitor, frekuensi kedipan, lampu seinKendaraan bermotor merupakan alat transportasi yang membantu manusia dalam melakukan aktifitas sehari-hari, pada kendaraan bermotorsistem penerangan merupakan piranti penting khususnya pada malam hari, salah satu contohnya yaitu lampu tanda beloksebagai informasi kepada pengendara lain untuk tandaberbelok kekanan atau bebelok kekiri.Masalah yang sering dijumpai banyak pengendara kendaraan bermotor yang memodifikasi lampu sein dengan mempercepat atau memperlambat kedipan sehingga membingungkan pengendara lain.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara nilai kapasitas kapasitor terhadap frekuensi kedipan lampu sein. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen, danobjek dalam penelitian ini ialah Honda Supra X 125 Helm-in. Semakin besar kapasitas kapasitor maka frekuensi kedipan lampu sein akan menurun dikarenakan kapasitas kapasitor meningkat sehingga waktu yang dibutuhkan untuk charging semakin lama.Dari hasil analisis bisa disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara variasi kapasitor dengan frekuensi kedipan lampu sein sepeda motor Honda Supra x 125 helm-in. Hasil dari penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu sumber referensi ilmu pengetahuan di bidang otomotif yang berkaitan dengan hubungan kapasitas kapasitor dengan frekuensi kedipan lampu sein.Untuk peneliti selanjutnya bisa ditambahkan dengan meneliti frekuensi kedipan dengan menggunakan lampu LED dan menggunakan flasher transistor
Variasi Sudut Potong Gerak Makan dan Spindle Speed Terhadap Tingkat Kekasaran Pada Pembubutan Kuningan (Brass). Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang.
ABSTRACT Maulana, M. Rivan. 2016. Variasi Sudut Potong Gerak Makan dan Spindle Speed Terhadap Tingkat Kekasaran Pada Pembubutan Kuningan (Brass). Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Imam Sudjono, Drs., M.Pd, (II) Yuni Sunarto, Drs., M.Pd.Kata Kunci: sudut potong, kecepatan potong,spindle speed, kekasaran permukaanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) tingkat kekasaran permukaan benda kerja hasil pembubutan dengan variasi sudut potong, (2) tingkat kekasaran permukaan benda kerja hasil pembubutan dengan variasi gerak makan, dan (3) tingkat kekasaran permukaan benda kerja hasil pembubutan dengan spindle speed.Di dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimen untuk mengetahui variasi sudut potong, gerak makan dan spindle speed terhadap tingkat kekasaran pada pembubutan kuningan (brass). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif, yaitu penelitian yang dilakukan untuk memperoleh data-data yang valid hasil pengujian yang berupa angka dan kemudian mendeskripsikan data tersebut dalam bentuk kalimat yang mudah dibaca, dipahami dan diinterpresentasikan.Dari hasil penelitian yang diperoleh bahwasanya variasi parameter pemesinan yang cocok digunakan untuk menghasilkan tingkat kekasaran N6 adalah variasi z1 x2 y1 (feed rate 0.05 mm/rev, sudut potong 800, spindle speed 1250 rpm) dengan nilai Ra 0.52 µm. Dari hasil penelitian yang diperoleh bahwasanya variasi parameter pemesinan yang cocok digunakan untuk menghasilkan tingkat kekasaran N7 adalah variasi z3 x2 y1 (feed rate 0.15 mm/rev, sudut potong 800, spindle speed 1250 rpm) dengan nilai Ra 1.70 µm. Dari hasil penelitian yang diperoleh bahwasanya parameter pemesinan yang cocok digunakan untuk menghasilkan tingkat kekasaran N8 adalah variasi z3 x3 y3 (gerak makan 0.15 mm/rev, sudut potong 750, spindle speed 630 rpm) dengan nilai Ra 2.65 µm. Untuk laboratorium jika melakukan proses pemesinan khususnya pembubutan kuningan, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan untuk mendapatkan hasil kualitas permukaan benda kerja yang lebih baik. ABSTRACT Maulana, M.Rivan. Variations of Cutting Edge, Feed, and Spindle Speed on Surface Roughness of Brass Lathe. Sarjana’s thesis, Mechanical Engineering Department, Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisors: (I) Imam Sudjono, Drs., M.T., (II) Yuni Sunarto, Drs., M.Pd.Keywords: cutting edge, feed rate, spindle speed, surface roughnessThis study aims to reveal: (1) surface roughness of brass turning on cutting edge variation, (2) surface roughness of brass turning on feed variation, and (3) surface roughness of brass turning on spindle speed.Moreover, this study employs experimental method to reveal the variations of cutting edge, feed and spindle speed on surface roughness of brass lathe. Descriptive approach is used as the data analysis method, which is intended to collect numerical valid data and describe it through explicit explanation, which can easily be comprehended and interpreted. Based on the study’s findings, it is discovered that the most suitable machine parameter to produce surface roughness of N6 is z1 x2 y1 (feed rate 0.05 mm/rev, cutting edge 800, spindle speed 1250 rpm) with a score of Ra 0.52 µm. In addition, to produce surface roughness of N7, machine parameter of z3 x2 y1 (feed rate 0.15 mm/rev, cutting edge 800, spindle speed 1250 rpm) with a score of Ra 1.70 µm is best used. moreover, to produce surface roughness of N8, machine parameter of z3 x3 y3 (feed rate 0.15 mm/rev, cutting edge 750, spindle speed 630 rpm) with a score of Ra 2.65 µm is best used. For laboratory purposes, especially for working on brass lathe, this study can be used as a reference to achieve better surface roughness quality