SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    1608 research outputs found

    Hubungan Kematangan Usia dan Motivasi Memasuki Dunia Kerja Dengan Kesiapan Kerja Mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Teknik Otomotif Angkatan 2010 Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Agustiawan, Dedik. 2015. Hubungan Kematangan Usia Dan Motivasi Memasuki Dunia Kerja dengan Kesiapan Kerja Mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Teknik Otomotif Angkatan 2010 Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Otomotif, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd, M.Ed (II) Drs. Partono., M.Pd.   Kata kunci: kematangan usia, motivasi memasuki dunia kerja, kesiapan kerja Kematangan usia adalah gejala dimana individu sudah mencapai batas maksimal perkembangan sehinggan dalam keadaan ini individu sudah bisa dikatakan dewasa dari segi fisik maupun psikis. Motivasi memasuki dunia kerja merupakan sesuatu yang menimbulkan semangat atau dorongan peserta didik untuk memasuki dunia kerja. Kesiapan kerja adalah keseluruhan kondisi individu yang meliputi kematangan fisik, mental dan pengalaman serta adanya kemauan dan kemampuan untuk melaksanakan suatu pekerjaan atau kegiatan. Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui adanya hubungan antara kematangan usia dengan kesiapan mahasiswa pendidikan teknik otomotif (2) Untuk mengetahui adanya hubungan motivasi memasuki dunia kerja dengan kesiapan kerja mahasiswa pendidikan teknik otomotif (3) Untuk mengetahui adanya hubungan kematangan usia dan motivasi memasuki dunia kerja dengan kesiapan kerja mahasiswa pendidikan teknik otomotif. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Deskriptif. Obyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa pendidikan teknik otomotif angkatan 2010 Universitas Negeri Malang dengan jumlah 30 mahasiswa. Analisis hasil penelitian yang dipakai adalah analisis Regresi Linier Berganda dengan menggunakan program SPSS 16 for Windows. Berdasarkan analisis regresi diperoleh persamaan regresiY = 14.317 + 0.556 X1 + 0.417 X2. Kontribusi Kematangan Usia dan Motivasi Memasuki Dunia Kerja dengan Kesiapan Kerja sebesar 57.5%. Secara koefisien korelasi hubungan kematangan usia dengan kesiapan kerja sebesar 0.720, dan hubungan motivasi memasuki dunia kerja sebesar 0.226 Dalam rangka pengembangan ilmu bidang pendidikan khususnya bidang otomotif maka peneliti selanjutnya diharapkan mempertimbangkan kematangan usia dan motivasi memasuki dunia kerja dalam upaya meningkatkan kesiapan kerja mahasiswa pendidikan teknik otomotif, sehingga menciptakan lulusan yang berkompeten dalam bidangnya

    Pengaruh Penggunaan 9power terhadap Daya pada Sepeda Motor

    No full text
    ABSTRAK   Abdullah, Jihan Jannata. 2015. Pengaruh Penggunaan Elektromagnetik Magnesium terhadap Daya pada Sepeda Motor. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Drs. Partono, M.Pd., (II)  Drs. H. Sumarli, M.Pd., M.T.   Kata kunci: koil standar, kabel koil, 9power, sistem pengapian, daya, sepeda motor Performa mesin standar yang dirasa kurang maksimal membuat banyak dari sebagian masyarakat yang memutuskan untuk mengaplikasikanproduk-produk aftermarket untuk meningkatkan performa mesin. Di dunia otomotif untuk meningkatkan performa mesin bisa dilakukan dengan memaksimalkan kinerja dari sistem pengapian guna memperbesar percikan bunga api dari busi agar campuran bahan bakar dan udara bisa terbakar dengan sempurna. Pembakaran yang sempurna akan menyebabkan kinerja motor menjadi meningkat. Oleh karena itu penggunaan 9power sebagai piranti yang bertugas untuk menstabilkan percikan bunga api pada busi diharapkan mampu meningkatkan daya secara optimal. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan: (1) Untuk mengetahui daya yang dihasilkan sebuah sepedamotor yang tidak menggunakan 9power (2) Untuk mengetahui daya yang dihasilkan sebuah sepedamotor yang menggunakan9power 1 buah, 2 buah, 3 buah (3) Untuk menemukan adanya perbedaan daya yang dihasilkan antara sepedamotor yang tidak menggunakan 9power dengan yang menggunakan 9power 1 buah, 2 buah, 3 buah. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen. Obyek dalam penelitian ini adalah sepeda motor Honda Vario 125cc ISS. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Anova satu jalurdengan menggunakan program SPSS 21 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya terendah yang dihasilkan standar adalah 3,95 HP pada putaran mesin 1500 rpm dan daya tertinggi yang dihasilkan adalah 9,22 HP pada putaran mesin 4500 rpm.Daya yang dihasilkan sepeda motor menggunakan 9power1 buah, 2 buah, dan 3 buah lebih besar dari pada sepeda motor standar atau yang tidak menggunakan 9power. Daya terendah yang dihasilkan menggunakan 3 buah 9poweradalah 4,95 HP pada putaran mesin 1500 rpm dan daya tertinggi yang dihasilkan adalah 9,54 HP pada putaran mesin 4500 rpm. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan 9powerpada sepeda motor memberikan pengaruh yang positif terhadap daya yang dihasilkan. Dimana daya yang dihasilkan dengan menggunakan 9powerlebih tinggi daripada daya yang dihasilkan dengan tidak menggunakan9power, tetapi tidak ada perbedaan daya yang signifikan antara sepedamotor yang tidak menggunakan 9power dengan yang menggunakan 9power. Dengan kata lain terdapat perbedaan tetapi tidak signifikan antara sepeda motor yang standart (tidak menggunakan 9power), menggunakan 9power 1 buah, 2 buah, dan 3 buahterhadap daya di putaran mesin 1500 sampai 4500 rpm pada sepeda motor Honda Vario 125cc ISS. Dengan demikian dapat disarankan agar penelitian ini memberikan pemahaman pada masyarakat, khususnya pengguna kendaraan Honda Vario 125cc ISS dalam meningkatkan daya dengan pemasangan dan penambahan 9power.   ABSTRACT   Abdullah, Jihan Jannata. 2015. Effect of Magnesium Against Electromagnetic       Power in Motorcycle. Thesis, Department of Mechanical Engineering,        Faculty of Engineering, State University of Malang. Supervisor: (I) Drs. Partono, M.Pd.,(II)H.Drs.Sumarli,M.Pd.,M.T.   Keywords: standard coil, coil cable, 9Power, ignition systems, power, motorcycles Engine performance that feels less than the maximum standard makes much of some people who decide to apply the aftermarket products to improve engine performance. In the automotive world to improve engine performance can be done to maximize the performance of the system in order to enlarge the ignition spark from the spark plug so that the mixture of fuel and air to burn completely. Perfect combustion will cause the motor performance to be increase. Therefore the use 9Power as a tool that serve to stabilize the sparks at the spark plug is expected toincreasethepoweroptimally The research conduct with the aim of: (1) To determine the power produced a motorcycle that does not use 9Power (2) To determine the power produced a motor­cycle that uses 9Power 1 piece, 2 pieces, 3 pieces (3) To find the difference power is generated between the motorcycles that do not use 9Power with the use 9Power 1 piece, 2 pieces, 3 pieces. This research uses experimental research design. Objects in this study is a 125cc Honda motorcycle Vario ISS. Analysis of the data used in this study is one path Anova analysis using SPSS 21 for Windows. The results show that the lowest power produced by the standard is 3.95 HP at 1500 rpm and peak power produced is 9.22 HP at 4500 rpm. Motorcycle power generated using 9Power 1 piece, 2, and 3 pieces larger than a standard motorcycle, or who do not use 9Power. Lowest power generated using 3 9Power is 4.95 HP at rpm 1500 rpm and peak power produced is 9.54 HP at 4500 rpm. It can be conclude that the use 9Power on motorcycles have a positive effect on the power generated. Where the power is generated by using 9Power higher than the power generated by not using 9Power, but there was no significant difference in power between the motorcycles that do not use 9Power with the use 9Power. In other words there is a difference but not significantly between the standard motorcycle (do not use 9Power), using 9Power 1 piece, 2 pieces, and 3 pieces of the power in the engine 1500 rpm to 4500 rpm on the 125cc Honda motorcycle Vario ISS. Thus it can be suggested that this research provides an understanding in the community, especially the Vario 125cc Honda vehicles ISS in improving the in­stallation and the addition 9Power

    Pengembangan Media Pembelajaran Menggunakan Moodle Pada Matakuliah Kelistrikan Bodi Standar Program Studi Otomotif Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Zainuri, Mas. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran Menggunakan Moodle Pada Matakuliah Kelistrikan Bodi Standar Program Studi Otomotif Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Mardji, M.Kes., (II) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd.    Kata Kunci: pengembangan, moodle, kelistrikan bodi standar  E-learning membuat pembelajaran dapat lebih terbuka dan fleksibel. Pembelajaran dapat terjadi kapan saja, dimana saja, dan dengan siapa saja. E-learning juga dapat mendorong perubahan paradigma pendidikan dari  teacher-centered-learning  menjadi  student-centered-learning  yang sesuai dengan pandangan konstruktivistik. Manfaat E-learning yang lain adalah proses pembelajaran tidak hanya tatap muka saja, tetapi ada penambahan waktu belajar dengan memanfaatkan media online, mempermudah dan mempercepat proses komunikasi antara pendidik dan peserta didik (mitra belajar), serta membantu proses percepatan pembelajaran. Tujuan penelitian ini menghasilkan produk berupa media pembelajaran berbasis  e-learning  bagi mahasiswa jurusan Pendidikan Teknik Otomotif sebagai salah satu penunjang kegiatan pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan ADDIE  (Analisys, Design, Development, Implementation, Evaluation). Pengumpulan data dilakukan dengan cara validasi pada ahli materi dan media yang terdiri dari dosen dan mahasiswa. Media yang telah divalidasi dan direvisi akan diuji pada kelompok kecil yang terdiri dari 10 mahasiswa program studi Otomotif untuk menentukan layak tidaknya penggunaan media pembelajaran tersebut. Hasil validasi ahli media menunjukan skor 92, 3%, validasi ahli materi menunjukan skor 76,25%, dan penilaian perorangan mendapat skor 87, 1%. Sedangkan hasil preetest dan postest yang dilakukan pada penilaian lapangan  mampu meningkatkan prestasi belajar siswa dengan rata-rata kenaikan 11,5%. Kesimpulan dari penilaian keseluruhan media pembelajaran yang dikembangkan adalah  valid  dengan rata-rata penilain 85,21% dan layak digunakan. Hasil revisi media ini meliputi : (1) tampilan  background, (2) tampilan petunjuk penggunaan.  Beberapa saran pengembangan produk  media  pembelajaran berbasis web moodle meliputi  (1) Penggunaan media pembelajaran yang dikembangkan tidak hanya terbatas pada teknik kendaraan ringan saja akan tetapi juga pada kompetensi keahlian yang lain, (2) peneliti selanjutnya dapat melakukan  implementation  dan  evaluation  terhadap media tersebut.

    Pengembangan Media Interaktif Pembubutan Dasar di Workshop Berbasis Video Dalam Bidang Praktik Pemesinan

    No full text
    ABSTRAK   Sholihin, Rofiqul, Fuadi. 2016. Pengembangan Media Interaktif Pembubutan Dasar Di Workshop Berbasis Video Dalam Bidang Praktik Pemesinan. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Mesin Jurusan Teknik MesinFakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembibing: (1) Dr. H. Yoto, S.T., M.Pd., M.M (2) Drs. Sunomo, M.Pd   Kata kunci: Media interaktif, pembubutan dasar,berbasis video Media pembelajaran  merupakan segala sesuatu yang dapat memberikan pesan pelajaran dari pengirim ke penerima.  Dengan perkembangannya teknologi  informasi  dan komunikasi media pembelajaran juga harus ada perkembangan. Salah satunya yaitu media  pembelajaran berbasis video di workshop. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan dosen pengajar dan mahasiswa matakuliah pemesinan dasar, bahwa penyampaian materi sangat sulit diterima oleh peserta didik. Kesulitan itu timbul karena suara pendidik tidak terdengar oleh peserta didik.Selain itu pendidik juga harus mendemostrasikan prosedur-prosedur pembubutan yang membutuhkan waktu lama. Dari latar belakang tersebut pengembang menciptakan media interaktif berbasis video di workshop. Tujuan dari pengembangan media interaktif pembubutan dasar berbasis video adalah menghasilkan produk media pembelajaran pemesinan dasar berbasis video dengan materi pembubutan rata, pembubutan alur, pembubutan tirus dan pembubutan ulir. Selain itu juga bertujuan untuk  mengetahui kevalidan produk media  interaktif yang dibuat. Metode dalam pengembangan media interaktif menggunakan model Borg and Gall. Jumlah pengujian dalam pengembangan menggunakan tiga tahap yaitu uji lapangan awal, uji lapangan utama dan uji lapangan operasional. Subjek uji coba yang digunakan dalam pengembangan media interaktif pembubutan dasar  berbasis video meliputi ahli materi, ahli media, sepuluh mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin dan tiga puluh lima mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin yang sedang menempuh matakuliah pemesinan dasar. Instrumen yang digunakan dalam pengembangan media interaktif yaitu kuisioner. Analisis data yang digunakan untuk melihat hasil validasi media interaktif pembubutan dasar berbasis video adalah persentase. Hasil pengembangan media interaktif pembubutan dasar di workshop berbasis video dalam bidang praktik pemesinan dasar meliputi ahli materi 87,50% dan ahli media 93,75%. Hasil data pengujian lapangan awal sudah dalam katagori valid. Uji lapangan utama kepada sepuluh mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin mendapatkan hasil rata-rata 85,90%.Uji lapangan operasional kepada tiga puluh lima mahasiswa yang sedang menempuh matakuliah pemesinan dasarmendapatkan hasil 87,85%. Hasil uji lapangan utama dan uji lapangan operasional media interaktif pembubutan dasar di workshop berbasis video sudah termasuk dalam kualifikasi valid karena data hasil uji coba lebih dari 61%. Media interaktif pembubutan dasar di workshop berbasis video merupakan media yang diciptakan untuk membantu peserta didik memahami materi-materi pemesinan dasar. Media interaktif disusun dalam bentuk software power point dengan sistim hyperlink. Media juga disertai dengan gambar dan video yang mempermudah peserta didik memahami materi-materi pemesinan dasar. Produk media interaktif terdapat materi-materi pemesinan dasar meliputi pembubutan lurus, pembubutan alur, pembubutan tirus dan pembubutan ulir. Materi-materi disusun secara bertahap untuk mempermudah peserta didik dalam memahaminya. Desain media pembelajaran dibuat menarik yang dapat meningkatkan motivasi dan minat belajar peserta didik. Media yang dikembangkan dapat digunakan untuk kegiatan belajar mandiri dan kegiatan belajar bersama-sama diruang kelas atau workshop. Saran untuk pemanfaatan media interaktif yang dikembangkan yaitu media digunakan untuk sumber belajar peserta didik dalam memahami materi-materi pemesinan dasar yang ditempuh oleh mahasiswa sarjana satu Pendidikan Teknik Mesin. Saran untuk pengembangan selanjutnya diharapkan melihat pengaruh media interaktif pembubutan dasar di workshop berbasis video dalam bidang praktik pemesinan terhadap hasil belajar peserta didik

    Pengaruh Campuran Bioetanol Jagung dengan Premium terhadap Konsumsi Bahan Bakar dan Emisi Gas Buang pada Sepeda Motor Yamaha Vega R

    No full text
    ABSTRAK   Sabara, David Eli. 2015. Pengaruh Campuran Bioetanol Jagung dengan Premium terhadap Konsumsi Bahan Bakar dan Emisi Gas Buang pada Sepeda Motor Yamaha Vega R. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembibing: (1) Dr. Sukarni, S.T., M.T. (2) Ir. Drs. Eko Edi Poerwanto, S.E., M.MPd., M.M.   Kata Kunci: Bioetanol Jagung, Konsumsi Bahan Bakar, Emisi Gas Buang. Seiringdengan perkembangan manusiadan kemajuan zaman, kebutuhan energi semakin meningkat dikarenakan semakin banyaknya  masyarakat yang menggunakan alat bantu dalam kesehariannya yang didukung dengan energi itu sendiri. Bahan  bakar fosil yang biasa digunakan untuk menunjang kebutuhan masyarakat, semakin tahun bahan bakar tersebut semakin menipis dan pada akhirnya akan habis persediaanya. Kontinuitas penggunaanbahan bakar fosil (fossilfuel) memunculkan palingsedikit dua ancaman serius: (1)faktor ekonomi, berupajaminan ketersediaan bahan bakarfosil untuk beberapadekademendatang, masalahsuplai, harga, danfluktuasinya (2) polusiakibat emisi pembakaran bahan bakar fosilkelingkungan. Polusiyang ditimbulkan oleh pembakaran bahan bakar fosilmemiliki dampak langsungmaupun tidak langsungkepadaderajat kesehatan manusia. Untuk mengurangi dampak-dampak tersebut banyak pihak sedang mencari solusinya, dengan mengembangkan bahan bakar terbarukan sebagai ganti bahan bakar fosil (premium), yaitu salah satunya bioetanol jagung. Bioetanolyangterbuat dari tumbuh-tumbuhandi Indonesia misalnyatebu,singkong, jagung, ubi jalar dan sagu, semuanya merupakan hasilbumiyangdianggap rendah nilai ekonominya, sehinggabisa dipastikan bahan bakarbioetanol tersebut lebih murah dibandingkan bahan bakar premium jikadiproduksi secaramasal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah variasi campuran bioetanol jagung dengan bahan bakar premium dapat mempengaruhi konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang pada sepeda motor Yamaha Vega R. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, dan menggunakan variasi campuran bahan bakar yang terdiri dari: premium murni (100% premium), premium 95% - bioetanol 5%, premium 90% - bioetanol 10%, premium 85% - bioetanol 15%. Dalam penelitian ini variabel kontrolnya meliputi putaran 1500 rpm, 300 rpm, 4500 rpm, 6000 rpm, 8000 rpm untuk melihat perbedaan konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang meliputi gas CO dan HC. Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin besar campuran bioetanol jagung pada premium maka konsumsi bahan bakar semakin lama waktu pembakarannyadengan batasan bahan bakar 10 ml dan emisi gas buang CO dan HC semakin menurun. Konsumsi bahan bakar yang paling lama waktunya yaitu pada premium 85% - bioetanol 15% dengan waktu maksimum selama 512,33 detik dan yang paling cepat pada premium 100% dengan waktu maksimum selama 214,33 detik dalam 10 ml bahan bakar. Gas CO menunjukan terendah pada premium 85% - bioetanol 15% menghasilkan 0,206% dan tertinggi pada premium 100% menghasilkan  0,813%. Sedangkan gas HC menunjukan terendah pada premium 85% - bioetanol 15% menghasilkan 73,66 ppm dan tertinggi pada premium 100% menghasilkan 158,33 ppm. Pada penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa ada perbedaan konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang CO dan HC terhadap variasi campuran bioetanol jagung dengan bahan bakar premium. Dengan demikian ada beberapa saran yang di paparkan yaitu: Perlu dikembangkan penggunaan sumber energi alternatif terutama jenis alkohol yang memiliki persedian yang cukup banyak dan cukup mudah untuk dikembangkan, sebagai referensi, pengetahuan dan wacana yang berkaitan dengan dunia otomotif, dan perlu adanya pengembangan lebih lanjut untuk penelitian berikutnya.   ABSTRACT Sabara, David Eli. 2015. The Influence of Corn Bioethanol Mixed with Premium toward Fuel Consumption and Gas Emission on Yamaha Vega R. Thesis, Mechanical Engineering Department, Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisors: (1) Dr. Sukarni, S.T., M.T. (2) Ir. Drs. Eko Edi Poerwanto, S.E., M.MPd., M.M.   Key Words: Corn Bioethanol, Fuel Consumption, Gas Emission Day by day, the number of human are growing up, so does the era, it becomes more modern. It is also followed by the increasing of energy needed because the numbers of people who use the energy are also increasing. Fossil fuel which are usually used by people for their daily needed finally will run out. The continuity of fossil fuel consumption will cause at least two serious impacts. (1) Economic factor, it is related to the availability of the fossil fuel in the following decade. The problems are in supply, cost, and fluctuation. (2) The emission will also make pollution to the environment. The pollution also has direct or indirect impact to human’s health. There are still some people try to find the solution of this problem, one of the example is providing the new version or modification of fuel to replace fossil fuel (premium), that is corn bioethanol. Bioethanol which made of sugar cane, cassava, corn, sweet potato, and sago palm usually has a low cost, so that it is pretty sure that the bioethanol fuel is cheaper than premium. The aim of this research is that to know whether the mixture of corn bioethanol with premium will influence the fuel consumption and gas emission on Yamaha Vega R or not. This is experimental research. The variations of the mixtures are: pure premium (100% premium), premium 95% - bioethanol 5%, premium 90% - bioethanol 10%, premium 85% - bioethanol 15%. The control variables used in this research are 1500 rpm 300 rpm, 4500 rpm, 6000 rpm, and 8000 rpm. To see the difference of fuel consumption and gas emission include CO and HC. The result of this research shows that the more corn bioethanol mixed with premium, the fuel consumption with a longer burning process of 10 ml fuel and the gas emission CO and HC goes down. The slowest fuel consumption is in premium 85% - bioethanol 15% with the maximum time 512.33 seconds, and the fastest fuel consumption is in 100% premium with maximum time 214.33 seconds in 10 ml fuel. CO shows the lowest emission in premium 85% -bioethanol 15% and producing 0.206%, and the highest emission is in premium 100% producing 0.813%. While HC shows the lowest emission in premium 85% - bioethano 15% and producing 73.66 ppm, and the highest emission is in premium 100% producing 158.33 ppm. So, it can be concluded that there was a difference of fuel consumption and CO & HC emission because of the mixture of corn bioethanol and premium. Based on the conclusion, there was some suggestions for this case, they are: we need to provide alternative energy especially using alcohol because alcohol is quite much and easy to modify. As a reference, knowledge which related to automotive needs to be developed for the next research

    Pengembangan Sistem Kunci Kontak dengan Menggunakan GSM SHIELD Berbasis Mikrokontroler Atmega16 untuk Memicu Alarm dan Memutus Sistem Pengapian CDI

    No full text
    ABSTRAK   Alyas. 2015. Pengembangan Sistem Kunci Kontak dengan Menggunakan GSMSHIELD Berbasis Mikrokontroler Atmega16 untuk Memicu Alarm danMemutus Sistem Pengapian CDI. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin FakultasTeknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Mardji,M., Kes., (II) Drs. H. Imam Muda Nauri, S.T., M.T.   Kata Kunci: Kunci Kontak, Mikrokontroler Atmega16, GSM SIM900A, Handphone, Relay, Alarm, Sistem Pengapian.Kunci kontak kendaraan roda dua yaitu sebagai saklar on/off untukmenghidupkan kendaraan roda dua pada tahanan tertutup. Di era sekarang iniperkembangan teknologi sangat pesat apalagi di dunia IPTEK, berbagai kunci kontak dibuat oleh produsen untuk memenuhi kebutuhan konsumen agar memiliki kendaraan yang aman untuk digunakan. Dalam pengembangan kunci kontak yangdibuat penulis, pengembangan sistem kunci kontak menggunakan GSM SIM900Aberbasis mikrokontroler ATmega16 untuk memicu alarm dan memutus sistem pengapian CDI yang bertujuan untuk mengurangi tindak kejahatan pencurian sepedamotor pada kendaraan roda dua. Pengembangan produk ini menggunakan model Borg dan Gall yang dimodifikasi. Tahapan-tahapan pengembangan antara lain (1) Pengumpulan data, (2)perencanaan, (3) pengembangan, (4) validasi ahli, (5) pengujian, dan (6) revisiproduk akhir. Berdasarkan hasil penelitian produk pengembangan yang dilakukandi Laboratorium Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang, rata-rata validitas ahli adalah 100%. Dengan rincian 100% untuk LCD, 100% untuk SIM900A,100% untuk rangkaian alarm, 100% untuk Interface dengan komputer. Sedangkanrata-rata hasil pengujian produk adalah 100%. Nilai-nilai tersebut mengimplikasikan bahwa produk yang dihasilkan memenuhi kriteria sebagai instrument pengukuran. Dari hasil pengembangan sistem kunci kontak menggunakan GSMSIM900A berbasis Mikrokontroler Atmega16 untuk memicu alarm dan memutussistem pengapian CDI, dapat dijadikan sebagai alternatif penggantian kunci kontakstandar bawaan pabrik. Untuk mendapatkan kinerja produk yang lebih optimal darihasil penelitian pengembangan sistem kunci kontak perlu dilakukan penelitian lebihlanjut guna menyempurnakan sistem kerja dari alat hasil pengembangan ini.   ABSTRACT Alyas. 2015. Development of Key Contact System Using GSM SHIELD BasedMicrocontroller ATmega16 to Trigger Alarm and Breaking the CDI IgnitionSystem. Thesis, Department of Mechanical Engineering, Faculty ofEngineering, State University of Malang. Advisors: (I) Prof. Dr. H. Mardji,M., Kes., (II) Drs. H. Imam Muda nauri, S.T., M.T.   Key words: Key Contacts, Microcontroller ATmega16, GSM SIM900A, Mobile, Relay, Alarm, Ignition system.Contacts key two wheeled vehicle is an on/off switch to turn on twowheeled vehicles in closed resistance. Nowadays, rapid technological developmentespecially in the world of science and technology with various ignition switch hadbeen made by many manufacturers to meet continuous consumer needs to have avehicle which is safe to use. In this case writer has made Development ignitionsystem using GSM SIM900A with based ATmega16 microcontroller to trigger analarm and CDI ignition system disconnected to reduce of violence criminal motorcycles on two wheeled vehicles. To develop this product, writer has using Borg and Gall model modification.Stages of development was: (1) data collection, (2) planning, (3) development, (4)expert validation, (5) testing, and (6) Revision of the final product. Based on research of product development conduction housed at the Laboratory Department ofMechanical Engineering, State University of Malang, resulting the average validity of experts is 100%. With 100% details for LCD, 100% for SIM900A, 100% for thealarm circuit, 100% for computer. Interface average testing results of product was100%. These product values have matches implication criteria as a measurementinstrument.From the development of ignition system using GSM SIM900A based ATmega16 microcontroller to trigger the alarm and CDI ignition system disconnected,could be used as an alternative replacement of standards factory ignition switch. Tooptimization of the ignition system development results, continuous research wouldneeded to improve the work system of instrument development results

    Analisis Motif Batik Gedog Desa Margorejo Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban

    No full text
    ABSTRAK   Safitri, Rona Zarifah. 2015. Analisis Motif Batik Gedog Desa Margorejo Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban.Skripsi, Jurusan SenidanDesain, FakultasSastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:  (I) Drs. A. A. G. RaiArimbawa, M. Sn, (II) Ike Ratnawati S. Pd, M. Pd.   Kata Kunci: Batik Gedog, Analisis, Motif Batik merupakan warisan budaya Indonesia yang sudah mendunia.Batik memiliki makna atau filosofi yang disampaikan melalui motif atau corak yang dimilikinya. Motif-motif tersebut diciptakan dengan berbagai macam latar belakang disetiap daerah yang mempengaruhinya.Setiap daerah memiliki budaya dan tradisi yang berbeda-beda, itu berpengaruh pada motif dan warna yang dihasilkan. Salah satunya adalah batik gedog, batik gedog merupakan batik yang berasal dari daerah pesisiran tepatnya di Dusun Dukoh Desa Margorejo Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban. Batik gedog merupakan batik khas dari Tuban. Batik gedog mempunyai daya tarik atau keunikan tersendiri dari motif, warna maupun kain yang digunakannya. Oleh karena itu perlu menganalisis lebih lanjut mengenai motif batik gedog di Desa Margorejo Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif yang diperoleh dengan mengungkapkan informasi secara menyeluruh dan sesuai dengan konteks melalui pengumpulan data. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi secara langsung. Analisis data dimulai dari tahap deskripsi, analisis formal, interpretasi, dan evaluasi. Berdasarkan hasil penelitian, motif batik gedog merupakan motif turun temurun. Akan tetapi banyak terciptanya berbagai motif baru yang terinspirasi dari alam sekitar di daerah tersebut, kemudian diolah dengan menstilasi dan mendeformasikan bagian-bagian yang akan dikembangkan. Motif-motif yang terdapat pada gedog memiliki beberapa ornamen motif batik, diantaranya adalah ornamen utama, ornamen pendukung, dan isen-isen motif batik serta warna yang terdapat pada motif batik gedog. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sedikit pandangan tentang kekayaan motif batik dan juga manfaat untuk bekal calon pendidik Seni Budaya dan Prakarya, sehingga pendidik dapat menggunakan keragaman motif batik daerah setempat sebagai materi mengajar Seni Budaya di sekolah. Juga untuk menambah wawasan dan pengetahuan serta lebih kreatif mengembangkan ide penciptaan desain motif batik untuk memperkaya budaya daerah dan nusantara

    Pengembangan Modul Pembelajaran Sistem Bahan Bakar Injeksi Bensin untuk Siswa Kelas XII Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan di SMK Negeri 11 Malang.

    No full text
    ABSTRAK   Sofyan, Adcha. 2015. Pengembangan Modul Pembelajaran Sistem Bahan Bakar Injeksi Bensin untuk Siswa Kelas XII Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan di SMK Negeri 11 Malang. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Amat Nyoto, M.Pd. (II) Drs. H. Paryono, S.T., M.T.   Kata kunci: modul, peer mediated instruction and intervention (PMII), sistem bahan bakar injeksi bensin Bahan ajar merupakan salah satu komponen penting dalam menunjang pembelajaran. Modul merupakan salah satu bahan ajar yang baik digunakan untuk pembelajaran di SMK. Meskipun modul dipercaya dapat meningkatkan prestasi belajar siswa, namun modul belum tersedia dan digunakan di SMK Negeri 11 Malang. Oleh karena itu perlu untuk mengembangkan modul  yang baik dan efektif khususnya untuk materi Sistem Bahan Bakar Injeksi Bensin melalui penelitian pengembangan. Pengembangan modul bercirikan pembelajaran Peer Mediated Instruction and Intervention (PMII)  pada materi sistem bahan bakar injeksi bensin ini menggunakan model pengembangan 4D dari Thiagarajan yang terdiri dari empat tahap yaitu define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan) dan disseminate (penyebaran). Namun untuk tahap disseminate (penyebaran) tidak dilaksanakan.Validasi dari modul dilakukan oleh ahli sedangkan kepraktisan dan keefektifan modul melalui uji coba produk. Instrumen yang digunakan yaitu lembar validasi, lembar observasi, tes penguasaan materi modul serta angket. Subjek coba produk hasil pengembangan ini adalah 31 siswa kelas XII-TKR di SMK Negeri 11 Malang. Uji coba yang dilakukan terhadap subjek coba terdiri dari uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan (kelas). Hasil uji coba lapangan yaitu (1) semua siswa dapat mengerjakan lebih dari 80% aktivitas-aktivitas yang diminta dalam modul, (2) siswa yang tidak tuntas dalam tes penguasaan materi modul dapat mengerjakan semua aktivitas dalam modul, (3) terdapat beberapa siswa yang kurang/tidak teliti dalam mengerjakan tes yang terdapat dalam modul. Hasil uji ahli mengenai modul diperoleh skor rata-rata seluruh aspek sebesar 3,59, hasil uji coba lapangan mengenai observasi keterlaksanaan modul diperoleh skor rata-rata seluruh aspek sebesar 3,07, hasil uji coba lapangan yang dilakukan, diperoleh hasil sebesar 88,07% siswa XII TKR telah menguasai materi Sistem Bahan Bakar Injeksi Bensin. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 90,12% siswa XII TKR memberikan respon yang positif terhadap penggunaan modul dalam pembelajaran

    STUDI TENTANG PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEAM TEACHING PADA PELAJARAN SISTEM PEMINDAH TENAGA KELAS XI TEKNIK KENDARAAN RINGAN DI SMKN 6 MALANG

    No full text
    ABSTRACT STUDI TENTANG PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEAM TEACHING PADA PELAJARAN SISTEM PEMINDAH TENAGA KELAS XI TEKNIK KENDARAAN RINGAN DI SMKN 6 MALANGLaksono, GalihDhogie. 2016. Studi Tentang Pelaksanaan Pembelajaran Team Teaching Pada Pelajaran Sistem Pemindah Tenaga Kelas XI Teknik Kendaraan Ringan di SMKN 6 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. SyarifSuhartadi, M.Pd, (II) Drs. Syamsul, M.Pd.Kata kunci:Team Teaching, PembelajaranSistemPemindahTenagaStrategi pembelajaran merupakan bagian penting dalam upayamemaksimalkan pencapaian hasil belajardan bisa memotivasi siswa. Dengan adanya strategi pembelajaran yang tepat, proses pembelajaran dapat memperoleh hasil yang maksimal dan mencapai tujuan pembelajaran serta hasil belajar yang optimal.Dalam hal ini, strategi team teaching dapat dijadikan sebagai alternatif untuk mengatasi permasalahan yang ada. Team teaching merupakan salah satu bentuk strategi pembelajaran yang melibatkan dua orang pendidik atau lebih dalam proses pembelajaran peserta didik, dengan pembagian peran dan tanggung jawab secara jelas dan seimbang.Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan perencanaan, pelaksanaan dan kendala team teaching pada pelajaran sistem pemindah tenaga kelas XI teknik kendaraan ringan di SMKN 6 Malang.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, dokumentasi dan wawancara.Populasidalampenelitianiniadalahsemua kelas XI program teknik kendaraan ringan di SMKN 6 Malang sebanyak 152 siswaterdiridari 5kelas, dandiambil 1 kelassebagaisampel.Dalam penelitian ini berlandaskan pada analisa induktif. Peneliti berusaha merumuskan pernyataan atau abstraksi teoritis lebih umum mendasarkan peristiwa. Analisis ini dilakukan berdasarkan pengamatan di lapangan atau pengalaman empiris berdasarkan data yang diperoleh dari wawancara, observasi dan dokumentasi kemudian disusun dan ditarik kesimpulan.Dari hasil penelitian ini dapat mendeskripsikan bahwa: (1) Perencanaan team teaching padapembelajaran sistem pemindah tenaga kerja kelas XI teknik kendaraan ringanSMK Negeri6Malangtermasukdalamkatagorisangatbaik; (2) Penerapanteam teaching padapembelajaran sistem pemindah tenaga kelas XI teknik kendaraan ringanSMK Negeri6Malangtermasukdalamkatagoribaik; (3) Kendala dalam pelaksanaan perangkat dan praktik pembelajaran yaitu setiap guru memiliki pemahaman dan strategi pembelajaran yang berbeda-beda dalam mengajar serta perbedaan dalam pembukaan dan penutupan pelajaran dalam ruang praktik tidak bisa menyampaikan secara bersamaan. Berdasarkan hasil penelitiantersebut, dapat disimpulkan secara analisis dan teori,bahwa strategi pembelajaran team teachingdi SMKN6Malang dikategorikan baik.Dengan demikian disarankan untuk mewujudkanterlaksananya tujuan pembelajaran yang efisien dan efektif, agar dapat diterapkan strategi pembelajaran team teaching yang lebih baik lagigunatercapainya tujuan pembelajaranserta hasil belajar yang optimal

    Pengaruh Penggunaan Oli Bekas Sebagai Bahan Pengikat Pada Pasir Cetak Terhadap Kualitas, Kekerasan dan Fluiditas Hasil Pengecoran Logam Al-Si

    No full text
    ABSTRAK   Firdaus, Akh Faizal. 2015.Pengaruh Penggunaan Oli Bekas Sebagai Additive Pasir Cetak Terhadap Kualitas, Kekerasan dan Fluiditas Hasil Pengecoran Logam Paduan Al–Si.Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Drs. H. Putut Murdanto, S.T., M.T., (II) Rr. Poppy Puspitasari, S.Pd., M.T. Ph.D.   Kata Kunci: oli bekas, bahan pengikat, kualitas dan fluiditas.    Pengecoran(metal casting) adalah proses pembentukan benda dimulai dengan mencairkan logam, menuangkannya ke dalam cetakan, kemudian membiarkan logam tersebut sampai dingin dan membeku. Cetakan yang lazim digunakan terbuat dari pasir yang mengandung atau telah dicampur dengan bahan pengikat. Penggunaan bahan pengikat yang berbeda-beda akan menghasilkan produk cor dengan tingkat kualitas, kekerasan dan fluiditas yang berbeda pula.Penelitian ini bertujuan untukmendeskripsikan besaran-besaran fluiditas cairan logam paduan Al-Si, kekerasan hasil coran dan cacat hasil coran akibat penambahan oli bekas pada pasir cetak, maka penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental yang melihat hasil dari sebuah perlakuan terhadap suatu kelompok spesimen. Setelah diberikan perlakuan, spesimen akan dianalisa kecacatannya dan kemampuan alir logam cor (fluiditas). Selain itu dilakukan pula pengujian kekerasan permukaan, dan foto mikro dan foto makro untuk melihat cacat yang terjadi secara lebih detail. Hasil penelitian yang diperoleh, nilai fluiditas paling tinggi terdapat pada logam paduan Al-Si dengan pasir cetak menggunakan bahan additive oli bekas dengan persentase 5%yaitu 795.17 mm. Sedangkan yang paling rendah terdapat pada logam paduan Al-Si dengan pasir cetak menggunakan bahan additive oli bekas dengan persentase 9% yaitu 788.72 mm.Nilai kekerasan tertinggi terdapat pada spesimen coran yang menggunakan variasi oli bekas sebesar 9% dengan rata-rata nilai kekerasan 60.3 HRB. Akan tetapi tidak dianjurkan untuk menggunakan variasi oli bekas lebih dari 9% walaupun hasil dari pengujian kekerasan menunjuk rata-rata kekerasan tertinggi, namun hasil dari pengecoran ini memiliki banyak cacat salah satu diantaranya cacat retakan.Hasil analisa cacat cor secara kasat mata menunjukkan bahwa spesimen coran yang menggunakan variasi oli bekas sebesar 5% memiliki cacat cor yang paling sedikit dan paling kecil bila dibandingkan dengan spesimen lainnya dan untuk hasil analisis foto makro menunjukkan bahwa spesimen cor yang menggunakan bahan additive oli bekas 9% memiliki cacat struktur butir terbuka paling sedikit yaitu284 buah. Berdasarkan hal tersebut, maka oli bekas dapat dijadikan alternative bahan pengikat untuk pengecoran logam. Apabila diinginkan hasil coran dengan sedikit cacat dapat menggunakan bahan pengikat oli bekas sebesar 5%

    0

    full texts

    1,608

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇