SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
1608 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN JOB SHEET PADA MATAKULIAH SEPEDA MOTOR BAGI MAHASISWA S1 PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF UNIVERSITAS NEGERI MALANG
ABSTRAK Nurcahya, BorgaEka. 2014. Pengembangan Job SheetpadaMatakuliahSepeda Motor bagiMahasiswa S1 PendidikanTeknikOtomotifUniversitasNegeri Malang.Skripsi, JurusanTeknikMesin, Program Studi S1 PendidikanTeknikOtomotif, FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Sutijono, M. M, (II) Dra. Anny Martiningsih, M.Kes. Kata Kunci: pengembangan,job sheet, sepeda motor. Perkuliahanpraktikumsepeda motor di JurusanTeknikMesinFakultasTeknikUniversitasNegeri Malang pelaksanaanpembelajarannyamasihberagam. Hal inidikarenakanbelumadanyabukupedomandasarberupajob sheet di matakuliahsepeda motor yang dapatmenyeragamkanpembelajaran di setiap offering S1 PTO UniversitasNegeri Malang.Tujuandaripenelitianiniadalahmenghasilkanprodukprototypejob sheetdanmengetahuikelayakandariproduktersebutuntukpelaksanaanmatakuliahsepeda motor bagimahasiswa S1 PendidikanTeknikOtomotifUniversitasNegeri Malang. Model pengembangan yang digunakanadalah model pengembanganmenurutPustekkomDepdiknas 2008. Langkah-langkahpengembanganterdiridaribedahkurikulum, identifikasi media, pengembangannaskah, produksi, validasidesain, penyempurnaan, ujicobadanrevisi. Bedahkurikulumdilakukandenganmelihatdeskripsidantujuandarimatakuliahsepeda motor padakatalogJurusanTeknikMesinFakultasTeknikUniversitasNegeri Malang. Setelahmelakukanpeninjauankurikulum, prosedurselanjutnyaadalahmelakukanidentifikasi media. Identifikasi media dilakukanberdasarkanmasalah yang adapadamatakuliahsepeda motor. Padatahapselanjutnyayaitupengembangannaskah. Padatahappengembangannaskahdilakukanpengembangankomponenjob sheet. Produksiawalyaituberupajob sheetyang diproduksidalamskalakeciluntuk proses validasi. Validasijob sheetmeliputipenilaianolehahli media danahlimaterisepeda motor. Selanjutnyadilakukanujicobalapanganskalakecilpadamahasiswa S1 PendidikanTeknikOtomotif yang pernahmenempuhmatakuliahsepeda motor berjumlah 20 orang. Setelahujicobalapanganmakadidapatkanprodukakhijob sheet. Berdasarkananalisis data dalampenelitianinidiperolehdata validasijob sheet.Data hasilvalidasijob sheetolehahli media memperolehpersentase89.58% yang teramasukdalamkriteria valid.Data hasilvalidasiolehahlimaterimemperolehpersentase84.99% yang termasukdalamkriteria valid.Data hasilujicobapadamahasiswamemperolehpersentase86.33% yang termasukdalamkriteria valid.berdasarkanhasilanalisis data dapatdisimpulkanbahwajob sheet yang dikembangkantelahlayakdigunakandalampembelajaran. Saran pengembanganlebihlanjut, pengembanganjob sheet dilakukanmengikutiperkembanganteknologi yang adakhususnyateknologisepeda motor danmengujiefektifitaspenggunaaanjob sheet terhadapprestasibelajarapesertadidikataupenelitiantindakandalam proses pembelajaran
Studi Kelengkapan Peralatan Praktik Sekolah Pada Teknik Kendaraan Ringan Mata Diklat Overhoul Mesin di Kelas X SMK PGRI 3 Malang.
ABSTRAK Wicaksono, Arif. 2015. StudiKelengkapanPeralatanPraktikSekolahPadaTeknikKendaraanRingan Mata DiklatOverhoulMesindiKelas X SMK PGRI 3 Malang. Skripsi, Program StudiPendidikanTeknikOtomotif, JurusanTeknikMesin, FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Partono.,M.Pd, (II) Drs. H. Sutijono., M.M. Kata kunci:KelengkapanPeralatanPraktikSekolahdanOverhoulMesin Proses belajar mengajar merupakan suatu proses komunikasi dua arah antara tenaga pendidik dan anak didik. Proses komunikasi tesebut terdiri dari beberapa unsur yang saling berkaitan satu dengan yang lain, unsusr tersebut antara lain tenaga pendidik, anak didik, materi pelajaran, fasilitas belajar dan lain-lain. Fasilitas belajar sangat penting dalam proses pembelajaran selain mendukung jalannya proses pengajaran juga dapat menimbulkanminat dan dorongan yang besar dalam belajar. Dalam kegiatan belajar mengajar perlu adanya penunjang agar kehgiatan tersebut dapat berjalan seimbang. Penunjang kegiatan belajar mngajar tersebut antara lain gedung, ruang belajar, sarana dan prasarana, keuangan dan lain-lain. Penelitianinibertujuan: (1) Untukmengetahuitingkat kelengkapan peralatan praktik sekolahpada Teknik Kendaran Ringan mata diklat overhoul mesin di Kelas X SMK PGRI 3 Malang mengacukepada Standar Minimum SMK, (2) Untukmengetahuitingkat kesesuaian peralatan praktik sekolahpada Teknik Kendaran Ringan mata diklat overhoul mesin di Kelas X SMK PGRI 3 Malang dengan Standar Minimum SMK. PenelitianinimenggunakanrancanganpenelitianDeskriptif.ObyekdalampenelitianiniadalahSiswa di SMK PGRI 3 Malang.Analisis data inimenggunakanskalapersentase. Berdasarakansecarakeseluruhan,presentasetingkatkelengkapanperalatanpraktikpadamatadiklatoverhaulmesinberdasarkanstandar yang telahditentukan, diperoleh(1) jumlahalat-alatkhusus (Special Service Tools) sebanyak 14 set denganpresentase 38,88% (cukupsesuai) danuntukkondisinya 14 set masihbaik 38,88%, (2) jumlahalatukurmekaniksebanyak 37 set denganpresentase 144,4% (sangatsesuai) danuntukkondisinya 37 set masihbaik 119,35%, (3) jumlahalattangandanalatumumsebanyak 94 set denganpresentase 81,9% (sangatsesuai) danuntukkondisinya 94 set masihbaik 81,9%, (4) jumlah trainer unit sebanyak 4 unit denganpresentase 33,3 % (cukupsesuai) adapununtukkondisinya 4 unit masihbaik 33,3% (cukupsesuai), (5) jumlahperalatankeselamatankerjasebanyak 3 unit denganpresentase 75% (sesuai) danuntukkondisinya 3 unit masihbaik 75% (sesuai).Persentasetingkatkelengkapanpadaruangteoridanruangpraktikpadamatadiklatoverhoulmesinberdasarkanstandar yang telahditentukan,didapatkanhasil(1) jumlahperabotsetiap area sebanyak 3 set atau 3 unit/area denganpresentase 100% (sangatsesuai) adapununtukkondisinyabaik 3 unit/area denganpresentase 100%, (2) jumlahperalatansebanyak 1 set/area denganpresentase 100% (sangatsesuai) dengankondisinyabaik 1 set/area denganpresentase 100%, (3) jumlah media pendidikansebanyak 2 unit/area denganpresentase 100% (sangatsesuai) adapununtukkondisinyabaik 2 unit/area denganpresentase 100%, (4) jumlahperlengkapan lain sepertikotakkontakdantempatsampahsebanyak 5 buahatau unit/area denganpresentase 250% (sangatsesuai) adapununtukkondisinyabaik 5 unit/area denganpresentase 250%. BerdasarkanhasilpenelitiandapatdisimpulkanbahwakelengkapanperalatanpraktiksekolahpadaTeknikKendaraanRinganmatadiklatOverhoulMesin di SMK PGRI 3 Malangsangatsesuaidenganstandar yang ditentukan. Saran yang dapatdisampaikanantara lain: pihaksekolahatau guru untukmenjagakelengkapanperalatanpraktekoverhoulmesindanlebihdapatmemeliharakondisinyadenganbaik
Analisis Potensi Sampah Padat Anorganik Combustible Kota Malang Sebagai Alternatif Bahan Bakar Ditinjau Dari Sifat Fisik, Sifat Kimia, Nilai Kalor Dan Dekomposisi Pembakaran
ABSTRAK Wati, Rita Fajar. 2015. Analisis Potensi Sampah Padat Anorganik Combustible Kota Malang Sebagai Alternatif Bahan Bakar Ditinjau Dari Sifat Fisik, Sifat Kimia, Nilai Kalor Dan Dekomposisi Pembakaran. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sukarni, S.T., M.T., (II) Drs. H. Sumarli, M.Pd., M.T. Kata kunci : Sampah, anorganik, combustible, sifat fisik, sifat kimia, nilai kalor, dekomposisi pembakaran. Seiring dengan pertambahan jumlah penduduk yang pesat, maka volume sampah di Kota Malang semakin hari semakin bertambah. Sedangkan pengelolaan sampah di Kota Malang yang ada sekarang seperti landfilling dan komposting kini sudah mulai mengalami berbagai kendala. Sehingga, sampah di Kota Malang kini menjadi permasalahan serius baik dari segi jumlah maupun jenisnya. Di sisi lain, ketersediaan bahan bakar fosil di dunia, termasuk Indonesia terus mengalami penurunan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui apakah sampah padat anorganik combustible Kota Malang berpotensi untuk dijadikan alternatif bahan bakar pengganti batubara ditinjau dari sifat fisik, sifat kimia, nilai kalor dan dekomposisi pembakarannya. Penelitian ini dimulai dari mengumpulkan sampah di TPS, sampah dicuci, dikeringkan, dihancurkan, disaring, ditimbang kemudian diuji dengan beberapa pengujian yaitu uji proximate, uji SEM-EDX, uji nilai kalor dan uji dekomposisi. Kemudian, data hasil pengujian-pengujian tersebut dianalisis menggunakan aplikasi Linseis dan aplikasi Origin 9.0. Dari penelitian ini, diketahui sifat fisik, sifat kimia, nilai kalor dan dekomposisi pembakaran sampah padat anorganik combustible Kota Malang. Hasil penelitian menunjukkan sifat fisik sampah padat anorganik combustible Kota Malang yaitu kadar air sebesar 2,25%berat, kadar volatil 65,45%berat, kandungan karbon tetap 28,94% berat, kadar abu 3,36% berat. Sifat kimianya meliputi kandungan unsur C sebesar 79,49%berat, O 14,68%berat, Al 8,91%berat, Si 1,57%berat, Ca 0,45%berat, Cu 0,65%berat, Cl 0,25%berat, Ti 5,49%berat dan Na 0,64%berat. Nilai kalornya sebesar 8088,898 cal/gram atau 33,87 MJ/Kg, dan densitas energinya 3612,8 MJ/m3. Proses dekomposisi pembakaran sampah padat anorganik combustible Kota Malang terjadi dalam 3 tahap. Tahap pertama yaitu pada temperatur antara 29,8oC–105,8oC terjadi pelepasan moisture. Tahap kedua yaitu pada temperatur antara 105,8oC-579,9oC terjadi pelepasan volatil dan pembakaran komponen plastik. Tahap ke 3, yaitu pada temperatur antara 622,3oC–766,7oC terjadi pembakaran arang, hingga tersisa abu. Di antara tahap ke dua dan ke tiga, yaitu pada temperatur antara 579,9oC–622,3oC terjadi proses transisi, yaitu proses terjadinya perubahan susunan atau perenggangan ikatan molekul sampah akibat dari peningkatan temperatur
Pengaruh Temperatur Tempering terhadap Kekerasan Pada Hasil Pendinginan Baja S45C
ABSTRAK Hidayat, Taufik Prasetyo. 2015. Pengaruh Temperatur Tempering Terhadap Kekerasan Pada Hasil Pendinginan Baja S45C. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prihanto Tri Hutomo, S.T., M.T. (II) Drs. Yuni Sunarto, M.Pd. Kata Kunci: Tempering, Kekerasan, Hasil Pendinginan, Baja S45C Baja S45C adalah baja karbon sedang dengan kandungan kadar karbon 0,25-0,55% C yang mempunyai kekuatan tarik 58 kg/mm2. Baja S45C masih banyak digunakan dan hampir keseluruhan pabrik gula ex peninggalan Hindia-Belanda masih menggunakan baja tersebut untuk komponen-komponen mesin produksi. Tempering dilakukan untuk meningkatkan keuletan dan mengurangi kerapuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kekerasan baja S45C setelah mendapat perlakuan hardening quenching dilajutkan tempering dengan menggunakan variasi temperatur temper. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian eksprimental yang dilakukan di laboratorium. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode inferensial komparatif, karena penelitian membandingkan perbedaan tingkat kekerasan akibat variasi temperatur tempering. Hasil penelitian spesimen tanpa perlakuan menunjukkan tingkat kekerasan 262.17 HV, spesimen dengan perlakuan hardening quenching pada temperatur 850 ºC menggunakan media pendingin Oli Mesran SAE40 mengalami kenaikan nilai kekerasan rata-rata yaitu 645.0 HV. Pada proses tempering menggunakan temperatur 350 ºC menunjukkan nilai tingkat kekerasan rata-rata 550.19 HV, pada proses tempering menggunakan temperatur 450 ºC menunjukkan nilai tingkat kekerasan rata-rata 432.59 HV, dan pada proses tempering menggunakan temperatur 550 °C menunjukkan nilai tingkat kekerasan rata-rata 372.27 HV. Hal tersebut menyatakan bahwa proses tempering dengan variasi temperatur temper berpengaruh terhadap nilai tingkat kekerasan baja S45C, sedangkan perlakuan tempering menggunakan temperatur 450 °C memberikan nilai kekerasan yang tidak terlalu rendah, tetapi memiliki keuletan yang cukup baik
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DAN KONDISI BENGKEL PRAKTIKUM DENGAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PEMELIHARAAN CHASIS DAN PEMINDAH TENAGA KENDARAAN RINGAN KELAS XI DI SMKN 01 KADEMANGAN
ABSTRAK Diantoro, Irwan N. 2016. Hubungan motivasi belajar siswa dan kondisi bengkel praktikum dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran pemeliharaan sistem chasis dan pemindah tenaga kendaraan ringan kelas XI di SMKN 1 Kademangan. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif, Jurusan Teknik Mesin, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Sutijono, M.M., (2) Drs. Partono, M.Pd. Kata Kunci: Motivasi Belajar, Kondisi Bengkel Praktikum, Hasil Belajar Siswa Motivasi belajar merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi hasil belajar siswa. Faktor lain yang juga mempengaruhi hasil belajar adalah kondisi bengkel praktikum yang mencakup sarana dan prasarana yaitu keadaan segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan guna kepentingan proses belajar pada saat praktik, sarana dan prasarana dapat berupa media/alat-alat yang menunjang praktik dari suatu proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui hubungan motivasi belajar dengan hasil belajar siswa; (2) Untuk mengetahui hubungan kondisi bengkel praktikum dengan hasil belajar; (3) Untuk mengetahui hubungan motivasi belajar, kondisi bengkel praktikum dengan hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian korelasi dengan pendekatan kuantitatif. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas XI kompetensi keahlian teknik kendaraan ringan tahun ajaran 2015/2016 dan Laboran SMKN 01 Kademangan. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan observasi dengan metode cheklist. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis regresi linier berganda. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap pengolahan data, analisis data deskriptif dan analisis data statistik. Berdasarkan hasil analisis data, pada uji hipotesis diperoleh tiga simpulan sebagai berikut: (1) Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dengan hasil belajar siswa (sig. 0,024); (2) Terdapat hubungan yang signifikan antara kondisi bengkel praktikum dengan hasil belajar siswa (sig. 0,030); (3) Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dan kondisi bengkel praktikum dengan hasil belajar siswa (sig. 0,029). Koefisien determinasinya (R2) sebesar 0,698 atau 69,8%. Saran untuk SMKN 01 Kademangan diharapkan untuk lebih meningkatkan lagi sarana dan prasarana bengkel, agar segera terpenuhinya standar sarana dan prasarana berdasarkan Permendiknas No.40 Tahun 2008. Saran untuk pengajar agar lebih mengintensifkan, dan mengefektifkan proses pembelajaran serta meningkatkan perannya sebagai motivator. Saran untuk peneliti, hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar dan bahan referensi untuk penelitian sejenis dengan mengganti faktor lain yang mempengaruhi hasil belajar siswa
Pengaruh Penambahan Etanol pada Bahan Bakar RON 88 dan RON 90 terhadap Konsumsi Bahan Bakar dan Daya yang Dihasilkan MIO J 113 CC
ABSTRAK Ulumuddin, Ikhya. 2016. Pengaruh Penambahan Etanol pada Bahan Bakar RON 88 dan RON 90 terhadap Konsumsi Bahan Bakar dan Daya yang Dihasilkan Mio J 113 CC. Skripsi.Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr.Hj.Widiyanti,M.Pd. (2) Drs.H.Sutijono,M.M. Kata Kunci: Etanol, Bahan Bakar, RON 88, RON90, Konsumsi Bahan Bakar dan Daya Mesin Indonesia dijadikan kesempatan besar oleh pengusaha otomotif sebagai pasar penjualan dari berbagai produk otomotif. Sepeda motor merupakan produk otomotif yang paling banyak dijual di Indonesia. Tanpa disadari semakin banyak sepeda motor dapat berpengaruh terhadap penggunaan bahan bakar yang ada di Indonesia.Untuk mengurangi efek negatif yang berlebihan, dibutuhkan campuran bahan bakar dengan alkohol sesuai dengan yang diinginkan.Etanol merupakan sejenis cairan yang mudah menguap, mudah terbakar, tidak berwarna dan merupakan alkohol yang telah lama digunakan sebagai bahan bakar.Pertalite adalah bahan bakar yang memiliki RON sebesar 90 lebih tinggi dari RON Premium yang memiliki RON 88.Pada bahan bakar RON 88 masih mengandung timbal, sedangkan RON 90 sudah tidak mengandung timbal. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen.Penelitian ini dilakukan dua tahap.Pertama pengujian konsumsi bahan bakar dengan mencampurkan etanol dengan bahan bakar RON 88 dan RON 90.Kedua pengujian daya mesin dengan bahan bakar RON 90, RON 90 + etanol dan RON 88 + etanol.Pengujian ini dilakukan pada putaran mesin 1500 rpm sampai 5000 rpm. Metode yang digunakan adalah dengan cara membandingkan 2 bahan bakar yang berbeda yaitu bahan bakar RON 88 + etanol dan RON 90, bahan bakar RON 90 + etanol dan RON 90. Kedua bahan bakar tersebut dibandingkan konsumsi bahan bakar dengan beberapa variabel yaitu putaran mesin (rpm) 1500, 3000, 4500 pada mesin sepeda motor Mio J 113 CC. Perbandingan daya mesin diukur menggunakan alat uji dynamometer menggunakan putaran mesin (rpm) 1500 sampai 5000 pada mesin sepeda motor Mio J 113 CC, untuk menentukan daya mesin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi bahan bakar yang lebih efisien antara bahan bakar RON 88 + etanol, RON 90 + etanol dan RON 90, adalah bahan bakar RON 90 + etanol karena jumlah oktan yang lebih tinggi dan proses pembakaran yang sempurna. Daya mesin yang lebih tinggi adalah bahan bakar RON 90 + etanol karena proses pembakaran yang lebih sempurna, sehingga daya yang dihasilkan menjadi lebih tinggi dari pada bahan bakar RON 88 + etanol dan RON 90. ABSTRACT Ulumuddin, Ikhya. 2016. Effect of Addition of Ethanol on Fuel RON 88 and RON 90 on Fuel Consumption and Power Generated Mio J 113 CC. Essay. Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, State University of Malang. Supervisor: (1) Dr.Hj.Widiyanti, M.Pd. (2) Drs.H.Sutijono, M.M. Keyword: Ethanol, fuel ,RON 88, RON90, Fuel consumtion and the machine Indonesia is a big opportunity by automotive entrepreneur as sales market from every automotive products. Motorcycle is automotive products most widely sold in Indonesia. Without realizing many motor cycles can affect for using fuel which is in Indonesia. Reduce the negative effect of excessive, it is needed a mixture of fuel with alcohol as desired. Etanol is kind of the liquid that’s easy to evaporate,flammable,no coloured and an alcohol that hasn’t been used as fuel. Pertalite is fuel which RON 90 higher RON Premium which RON 88. RON 88 still contain lead, meanwhile RON 90 has not contain lead. This research was experiment research. This research was carried out two steps. The first step was comsumtion of fuel by mixing Ethanol with RON 88 and RON 90. The second step was the machine with RON 90, RON 90 + Ethanol and RON 88 + Ethanol. This test was done at machine speed 1500 rpm up to 5000 rpm. The method that usedcomparing two different fuels,that is RON 88 + Ethanol and RON 90, RON 90 + Ethanol and RON 90. Both of these fuels ware compared the fuel comsumtion by several variebles. The machine speed (rpm) was 1500,3000,4500 in MIO J 113 CC’s motor cycle machine. Comparison of the machine power was measured by using a dynamometer the machine speed (rpm) 1500 to 5000 in MIO J 113 CC’s motor cycle machine for determine the machine power. The result has show that consumtion of fuel more efficient between RON 88 + Ethanol, RON 90 + Ethanol and RON 90 is RON 90 + Ethanol because the higher octane quantity and perfect combustion process. The higher machine power is RON 90 + Ethanol because the process of combustion was more perfect, so that the energy that produced was higher than RON 88 + Ethanol and RON 90
Uji Kinerja Instalasi Pelapisan Logam Nikel Ditinjau Dari Hubungan Ketebalan Lapisan dan Variasi Tegangan Pada Medium Carbon Steel
ABSTRAK Dermawan, Lutfi. 2016. Uji Kinerja Instalasi Pelapisan Logam Nikel Ditinjau Dari Hubungan Ketebalan Lapisan dan Variasi Tegangan Pada Medium Carbon Steel. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Wahono, S. ST., M.Pd. (II) Rr. Poppy Puspitasari, S.Pd., M.T. Ph.D. Katakunci : Electroplating, variasi arus, tebal lapisan Electroplating merupakan suatu proses pengendapan zat atau ion-ion logam pada eletrtoda katoda (negatif) dengan cara elektrolisis. Hasil dari elektrolisis tersebut akan mengendap pada elektroda negatif/katoda. Terjadinya suatu endapan pada proses ini disebabkan adanya ion-ion bermuatan listrik yang berpindah dari suatu elektorda melalui elektrolit. Endapan yang terjadi bersifat adhesif terhadap logam dasar. Pelapisan logam mempunyai berbagai tujuan, diantaranya adalah supaya tahan korosi, penampilannya bagus, mengkilap dan cemerlang dari segi estetika. Proses pelapisan dipengaruhi oleh rapat arus, konsentrasi larutan, temperatur dan waktu pelapisan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil kinerja dari rangkaian electroplating sederhana dengan menggunakan nikel sebagai logam pelapis dan spesimen medium carbon steelsebagai logam yang dilapisi. Penelitian ini ditulis dengan hasil analisis dari beberapa perlakuan electroplating yang menggunakan temperatur larutan 54-56 oC, lama pencelupan 10 menit dan 3 variasi tegangan arus yaitu 2 volt, 4 volt dan 6 volt berdasarkan tinjauan pustaka yang ada. Hasil electroplating dengan menggunakan tegangan arus 2 volt diperoleh data rata-rata ketebalan lapisan sebesar 9,2 µm, untuk penggunaan tegangan 4 volt diperoleh data rata-rata sebesar 12,1 µm, sedangkan penggunaan tegangan 6 volt diperoleh data rata-rata sebesar 18,9 µm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar tegangan yang digunakan maka tebal lapisan logam nikel pada medium carbon steel meningkat dengan rata-rata penambahan lapisan sebesar 18,9 µm. Pada hasil electroplating terdapat beberapa cacat lapisan seperti peeling, rough deposite dan pitting ABSTRACT Dermawan, Lutfi. 2016. Nickel Metal Coating Installation Performance Test Observed by Voltage Correlation Variation Effect onCoating Thickness in Medium Carbon Steel. Thesis, Departemen of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, State University of Malang. Supervisors: (I) Drs. Wahono, S.ST., M.Pd. (II) rr. Poppy Puspitasari, S.Pd., M.T. Ph.D. Keywords : Electroplating, current variation, thick layer Elecroplating is a process of metal deposition on the cathode electrode (negative) by electrolysis. The result of that electrolysis was forming sediment on the cathode electrode (negative). The sediment was formed in this process caused by ions that loads electricity that moved from electrode by electrolit. The formed sediment is adhesively to base metal.Metal plating has a variety of purpose, such as corrosion resistant, well appearance, shiny, and high aestetic value. Electroplating process was affected by current density, concentration, temperatute, and holding time of the electroplating process. The purpose of this research was to knows the result of performance of simple electroplating instalation using nickel as a metal coating and medium carbon steel specimen as a metal that coated by nickel. This research was made from analysis result fromsome electroplating treatments that used liquid temperature about 54-55 oC, holding time that used was 10 minutes, and 3 variations of electricity voltage was 2 volt, 4 volt, and 6 volt based on a literature review. Electroplating result that used voltage 2Vresulted average of thickness 9,2 µm.Result of electroplating that used voltage 4Vresulted average of thickness 9,2 µm. Result of electroplating that used voltage 6Vresulted average of thickness 18,9 µm. The result of research shows if the larger voltage that used then the thickness of nickel coating on the medium carbon steel was increased with an average of added layers 18,9 µm. There are some defects such as peeling layers, rough deposite and pitting in electroplating result
Analisis Thermogravimetric Dekomposisi Pembakaran Campuran Mikroalga Laut Spirulina platensis dengan Tongkol jagung
ABSTRAK Zarkasi, Za’im. 2016. Analisis Thermogravimetric Dekomposisi Pembakaran Campuran Mikroalga Laut Spirulina platensis dengan Tongkol jagung. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sukarni, S.T., M.T.(II) Drs. Solichin, S.T., M.Kes. Kata kunci: Mikroalga Spirulina Platensis, Tongkol jagung, Physical Properties, Chemical Properties, Dekomposisi Pembakaran. Penggunaan bahan bakar fosil menghadapi masalah saat ini, dimana pembakaran dari bahan bakar fosil mengakibatkan banyaknya polusi udara. Selain hal tersebut, bahan bakar fosil juga sangat lama dalam proses memperbaruinya. Perlu adanya penggantian bahan bakar fosil padat yang umum digunakan yaitu batu bara yang dengan bahan bakar biomassa dari tumbuh-tumbuhan. Biomassa yang berpotensi pengganti bahan bakar fosil adalah mikroalga Spirulina paltensis dan tongkol jagung. Hal tersebut disebab luas dua pertiga wilayah Indonesia berupa lautan, selain itu lahan pertanian di Indonesia juga melimpah. Penelitian ini bertujuan mendapatkan data sebagai acuan untuk merancang sebuah dapur pembakaran, sehingga dapat diketahui jumlah pasokan oksigen untuk dapur. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental eksploratif yang bertujuan untuk menggali temuan baru berupa teori dari suatu penelitian. Hasil physical properties mikroalga Spirulina platensis memiliki kandungan moisture 7,88%, volatile matter 74,76%, fix carbon 8,75%, ash 8,61%, dan nilai kalor sebesar 16,57 MJ/kg. Hasil physical properties tongkol jagung memiliki kandungan moisture 7,44%, volatile matter 73,13%, fix carbon 10,59%, ash 8,54%, dan nilai kalor sebesar 17,24 MJ/kg. Hasil Chemical properties menunjukkan data komposisi kimia dari Spirulina platensis yang didominasi unsur C sebesar 43,55 + 3,5 wt% dan unsur O sebesar 22,86+4,35 wt%. Hasil Chemical properties tongkol jagung didominasi unsur C sebesar 62,48+1,62 wt% dan unsur O sebesar 30,16+3,64 wt%. Pengujian Differential Thermal Analysis (DTA) dekomposisi pembakaran campuran mikroalga Spirulina platensis dan tongkol jagung menghasilkan empat tahapan dekomposisi yaitu: a) pelepasan moisture, b) pelepasan volatile, c) pelepasan arang, dan d) abu sebagai sisa pembakaran
Pengaruh Variasi Kecepatan Putar Spindel dan Kecepatan Pemakanan Pada Mesin Frais Terhadap Kekasaran Permukaan Benda Kerja ST 60
ABSTRAK Sirken, Rumaldus. 2016. Pengaruh Variasi Kecepatan Putar Spindel dan Kecepatan Pemakanan Pada Mesin Frais Terhadap Kekasaran Permukaan Benda Kerja ST 60. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Sunomo., M.Pd. (2) Dr. Sukarni, S.T., M.T. Kata Kunci:kecepatan putar spindel, kecepatan pemakanan, kekasran permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan tingkat kekasaran permukaan benda kerja hasil pengefraisan pada variasi kecepatan putar spindel dan kecepatan pemakanan mesin frais, dan (2) perbedaan tingkat kekasaran permukaan benda kerja hasil pengefraisan pada variasi kecepatan pemakanan dan kedalaman potong mesin frais. Variabel bebas dari penelitian ini adalah (a) kecepatan putar spindel, (b) kecepatan pemakanan, dan (c) kedalaman potong. Sedangkan variabel terikat merupakan kekasaran permukaan benda kerja hasil pengefraisan. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan: (1) ditemukan hasil kekasaran permukaan yang paling baik (paling halus) adalah pada kecepatan putar spindel 360 rpm dan kecepatan pemakanan 30 mm/menit. (2) ditemukan hasil kekasaran permukaan yang paling baik adalah pada kecepatan pemakanan 30 mm/menit dan kedalaman potong 0,5 mm. ABSTRAC Sirken, Rumaldus. 2016. The Influence of Spindle Speed and Feeding Variance in Milling Machine to the Surface Roughness of Work Piece ST 60. Bachelor Thesis, Departement of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, State University of Malang. Supervisors: (I) Drs. H. Sunomo, M.Pd., (II) Dr. Sukarni, S.T., M.T. Keywords: spindle speed, feeding, surface roughness. This research aims to know: (1) the difference of work piece surface roughness level of milling product caused by spindle speed and feeding variance, and (2) the difference of work piece surface roughness level of milling product caused by feeding and dept of cut variance. The independent variables of this research were the (a) spindle speed, (b) feeding, and (c) depth of cut. Meanwhile, dependent variables was work piece surface roughness of milling product. Based on data analysis, it could be conduded as follow: (1) the best roughness (the finest grinding) was found at 360 rpm spindle speed and 30 mm/min feeding speed. (2) the best roughness was found at 30 mm/min feeding speed and 0,5 mm depth of cut
Analisis Uji Kekerasan Hasil Las SMAW dengan Sumber Arus DC dan Variasi Diameter Elektroda Pada Plat Baja ST 37
ABSTRACT Jamili. 2016. Analisis Uji Kekerasan Hasil Las SMAW dengan Sumber Arus DC dan Variasi Diameter Elektroda Pada Plat Baja ST 37. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prihanto Tri Hutomo, S.T., M.T. (II) Dr. Hj. Widiyanti, M. Pd. Penguji (I): Drs. Suharmanto, M. Pd.Kata Kunci: Uji Kekerasan, Las SMAW, Arus DC, Diameter Elektroda, Baja Karbon Rendah ST 37Proses penyambungan logam dengan pengelasan sudah sering diaplikasikan dalam industry fabrication, salah satu jenis pengelasan yang banyak dipakai adalah Shielded Metal Arc Welding (SMAW). Panas yang dihasilkan cenderung tidak terdistribusi secara merata antara weld metal, base metal dan daerah HAZ setelah diberi perlakuan panas atau pengelasan. Tentu diperlukan variasi untuk mengetahui mana yang lebih baik hasil pengelasan dengan arus dan diameter yang digunakan dalam pengelasan SMAW dengan Baja ST 37. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui nilai kekerasan baja karbon rendah ST 37 terhadap hasil pengelasan SMAW dengan variasi arus dan diameter elektroda, (2) Untuk mengetahui perubahan Struktur Mikro baja karbon rendah ST 37 terhadap hasil pengelasan SMAW dengan sumber arus dan diameter elektroda.Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Proses variasi yang digunakan adalah arus pengelasan 80 Ampere, 100 Ampere dan 120 Ampere terhadap elektroda type E6013 dengan diameter elektroda 2.6 mm dan 3.2 mm. Posisi pengelasan yang digunakan adalah posisi 1G dengan spesimen pengelasan menggunakan bentuk kampuh V tunggal, spesimen uji kekerasan diuji dengan tiga titik uji pada tiga daerah. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif yang dilakukan dengan cara merangkum hasil penelitian dari pengamatan pada hasil uji kekerasan dan struktur mikro. Data yang diperoleh berupa nilai rata-rata yang ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik sehingga lebih mudah untuk dibaca dan dibandingkan dengan penelitian lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kekerasan tertinggi pada daerah Weld Metal dimiliki oleh spesimen dengan arus 100 A tehadap diameter elektroda 2.6 mm dengan nilai kekerasannya 74.6 HRB, kekerasan tertinggi pada daerah HAZ dimiliki oleh spesimen dengan arus 120 A terhadap diameter elektroda 2.6 mm dengan nilai kekerasan 70.3 HRB dan pada daerah Base Metal nilai kekerasan tertinggi terjadi pada arus 120 A terhadap diameter elektroda 3.2 mm dengan nilai kekerasan 69.3 HRB. Pada masing-masing spesimen yang diberi variasi berbeda antara arus dan diameter elektroda mengalami kenaikan dan penurunan nilai kekerasan atau nilai kekerasannya tidak stabil. Dapat disimpulkan bahwa semakin besar arus atau ampere pada mesin las maka nilai kekerasannya semakin tinggi dan bahan menjadi getas. Meningkatnya kekerasan pada arus tersebut diakibatkan karena banyaknya unsur Mangan