SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
1608 research outputs found
Sort by
Pengaruh Kondisi Bengkel Bodi Otomotif terhadap Minat Belajar dan Kepuasan Siswa SMK se-Jawa Timur
ABSTRAK Fotkawati, Helanda. 2015. Pengaruh Kondisi Bengkel Bodi OtomotifTerhadap Minat Belajar dan Kepuasan Siswa SMK se- Jawa Timur. Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Mardji, M.Kes (2) Imam Muda Nauri., DRS., S.T., M.T Kata kunci : Pengaruh, Kondisi Bengkel bodi Otomotif, Minat Belajar dan Kepuasan Bengkel merupakan sebuah ruangan yang didalamnya dilaksanakan proses pengerjaan suatu alat antara lain perbaikan, perakitan, maupun pembuatan. Kegiatanpraktikum di bengkel bodiotomotifmerupakansalahsatu proses pembelajaran siswa kejuruan. Dalam proses tersebut banyak sekali kendala yang terjadi, salah satu faktor adalah kondisi bengkel. Tujuanyang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui pengaruh kondisi bengkel bodi otomotif (ventilasi, cahaya, suhu, suara, kelembaban, kebersihan, tataletak dan kelengkapan alat) terhadap minat belajar siswa SMK se- Jawa Timur. (2) untuk mengetahui pengaruh kondisi bengkel bodi otomotif (ventilasi, cahaya, suhu, suara, kelembaban, kebersihan, tataletak dan kelengkapan alat) terhadap kepuasan belajar siswa SMK se- Jawa Timur. (3) untuk mengetahui pengaruh kondisi bengkel bodi otomotif (ventilasi, cahaya, suhu, suara, kelembaban, kebersihan, tataletak dan kelengkapan alat) terhadap minat belajar dan kepuasan siswa SMK se- Jawa Timur. Penelitianini dilakukan di SMK PGRI 3 Malang dan SMKN 1 Purwosari. Teknikpengumpulan data menggunakancaraobservasidanmenggunakankuisionerangket. Teknik analisis data dengan statistik deskriptif dan dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan: (1) secara diskriptif diketahui kondisi ventilasi, cahaya, Suhu, Suara, kelembaban, memiliki klasifikasi baik, dan kondisi minat belajar, kepuasan siswa memiliki klasifikasi sangat baik. (2) dari hasil analisis data didapatkan bahwa variabel kondisi ventilasi (X1), Kelengkapan Alat (X7) bengkel secara bersama sama terdapat berpengaruh secara signifikan terhadap Minat Belajar Siswa.Hal itudibuktikandengannilaisignifikansi0,031˂ 0,05 (kepercayaan 95%), dannilaiRsquare0,183 yang artinya data memiliki pengaruh yang posotif terhadap variabel.(3)dari hasil analisis data didapatkan bahwa variabel kondisi ventilasi (X1), Kelengkapan Alat (X7) bengkel secara bersama sama terdapat berpengaruh secara signifikan terhadap Kepuasan Belajar Siswa.Hal itudibuktikandengannilaisignifikansi0,000 ˂ 0,05 (kepercayaan 95%), dannilaiRsquare0,233 yang artinya data memiliki pengaruh yang posotif terhadap variabel. Kesimpulan: BahwakondisiBengkel Bodi Otomotif SMK (ventilasi, pencahayaan, suhu, suara, kelembaban, tataletak, kebersihan, dan kelengkapan alatbengkel berpengaruh dan Signifikasiterhadapminat belajar dan kepuasan siswa SMK Se-Jawa Timur. Saran: bagi peneliti lain untuk mengembangkan penelitian ini sebeb masih banyak variable yang belum tergali dalam penelitian ini
Pengaruh Penguasaan Mata Diklat Produktif dan Minat Siswa terhadap Kesiapan Memasuki Dunia Kerja Kelas XII Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK Negeri 1 Ngasem Kediri
ABSTRAK Widodo, Devi Ari. 2016. Pengaruh Penguasaan Mata Diklat Produktif dan Minat Siswa Terhadap Kesiapan Memasuki Dunia Kerja Kelas XII Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK Negeri 1 Ngasem Kediri. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Yoto, S.T., M. Pd., M.M., (II) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd. Kata kunci: mata diklat produktif, teknik kendaraan ringan, minat siswa, kesiapan memasuki dunia kerja Kesiapan memasuki dunia kerja merupakan kondisi dimana seorang siswa yang telah mencapai kematangan baik dari faktor akademis maupun non-akademis untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Faktor akademis tersebut meliputi: Kognitif, afektif dan psikomotorik sedangkan faktor non-akademis berupa soft skill.Faktor akademis seorang siswa SMK didapatkan melalui proses belajar mata diklat produktif yang harus dikuasai. Kesiapan siswa memasuki dunia kerja tidak hanya dipengaruhi dari penguasaan siswa terhadap mata diklat produktif akan tetapi juga harus ada dorongan dari minat siswa itu sendiri. Minat siswa adalah suatu perasaan yang muncul ketika siswa menyukai sesuatu dan tertarik untuk terlibat dalam suatu aktifitas dan akan memusatkan perhatiannya lebih banyak. Apabila siswa mempunyai minat memasuki dunia kerja pada bidang yang dipelajarinya maka siswa tersebut akan mengarahkan dirinya pada bidang tersebut dengan rasa senang dan tanpa paksaan. Jika penguasaan mata diklat produktif dan minat siswa tinggi, maka akan memperoleh tingkat kesiapan memasuki dunia kerja yang tinggi pula. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penguasaan mata diklat produktif dan minat siswa terhadap kesiapan memasuki dunia kerja kelas XII program keahlian teknik kendaraan ringan SMK Negeri 1 Ngasem. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan termasuk jenis penelitian explanasi. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Ngasem Kediri. Responden dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII program keahlian teknik kendaraan ringan sejumlah 66 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan kuesioner (angket). Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif, analisis regresi ganda, uji asumsi klasik (uji normalitas, multikolonieritasheterokedastisitas) dan pengujian hipotesis. Berdasarkan hasil uji hipotesis menggunakan uji parsial (uji t) diperoleh nilai thitung untuk variabel penguasaan mata diklat produktif (X1) sebesar 2,976 dengan taraf signifikan 0,004 < 0,05. Dan nilai thitung untuk variabel minat siswa (X2) sebesar 6,271 dengan taraf signifikan 0,000 < 0,05. Sedangkan uji silmutan (uji F) diperoleh nilai Fhitungsebear 36,002 dengan taraf signifikansi 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan antara penguasaan mata diklat produktif dan minat siswa terhadap kesiapan memasuki dunia kerja. Hasil penelitian menunjukan bahwa penguasaan mata diklat produktif dan minat siswa berpengaruh terhadap kesiapan memasuki dunia kerja sebesar 53,3% dan sisanya 46,7% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti oleh penulis
Pengaruh Penggunaan Variasi Batu Kapursebagai Media Pengecoran Logam Al-Si dengan Tanah Liat Sebagai Pengikat Terhadap Cacat Coran dan Ketangguhan
Pengecoran adalah menuang logam cair ke dalam rongga cetakan, rongga cetakan tersebut terbuat dari pasir atau batu kapur. Pada penelitian ini menggunakan logam aluminium silikon (Al-Si) karena Al-Si mempunyai sifat mampu cor yang baik dan tidak membutuhkan suhu yang tinggi untuk dapat melebur sehingga penggunaan energi akan semakin hemat. Pada penelitian sebelumnya dijelaskan bahwa batu kapur dapat digunakan sebagai media pengecoran logam akan tetapi tidak dijelaskan cacat apa yang terjadi pada hasil produk coran. Untuk itu, perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh penggunaan variasi batu kapur sebagai media pengecoran logam terhadap cacat coran dan ketangguhan logam Al-Si. variasi batu kapur yang digunakan adalah 83% + tanah liat 12%, batu kapur 86% + tanah liat 9%, batu kapur 89% + tanah liat 6%, pasir silika 85% + bentonit 10%. Penggunaan air pada semua variasi adalah 5%. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) mengetahui cacat coran yang terjadi pada logam Al-Si dengan menggunakan media pasir silika 2) mengetahui cacat coran yang terjadi pada logam Al-Si dengan menggunakan media batu kapur 3) mengetahui ketangguhan logam Al-Si hasil coran menggunakan media pasir silika 4) mengetahui ketangguhan logam Al-Si hasil coran menggunakan media batu kapur. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Ditinjau dari jenis metode penelitian, maka jenis penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian eksperimen dengan model penelitian staticgroupcomparation. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif yang dilakukan dengan cara merangkum hasil penelitian dari pengamatan yang dilakukan. Data yang diperoleh berupa nilai rerata ditampilkan dalam bentuk tabel, dan grafik sehingga lebih mudah dibaca. Cacat coran dilihat secara visual dan ketangguhan diukur dengan menggunakan alat uji ImpactCharpy. Ketangguhan Al-Si hasil pengecoran dengan menggunakan media batu kapur sebesar 83% adalah 0,310joule/mm2, batu kapur 86% adalah 0,321 joule/mm2, batu kapur 89% adalah 0,330 joule/mm2, jika dibandingkan dengan hasil pengecoran Al-Si dengan pasir silika maka hasilnya akan lebih besar yaitu 0,335 joule/mm2. Menurunnya ketangguhanImpactdisebabkan oleh cacat porositas yang persentasenya semakin tinggi.Pada penelitian ini, penemuan yang penting adalah bahwa batu kapur dapat digunakan sebagai media pengecoran logam Al-Si menggantikan pasir silika dan semakin tinggi persentase batu kapur, kualitas hasil coran semakin baik sehingga harga Impactnya semakin tinggi
BUKU PANDUAN DESAIN KARAKTER BAJU TRADISIONAL SUMATERA UTARA SEBAGAI MEDIA MENGGAMBAR KARAKTER UNTUK PEMULA
ABSTRACT Sutrisno, Bayu. 2016. Buku Panduan desain karakter baju tradisional Sumatera utara sebagai media menggambar karakter untuk pemula, Desain Komunikasi Visual, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sugiyono Ardjaka, M.Sc., Ph.D (II) Gunawan Susilo, S.Sn., M.Sn Kata Kunci: Buku panduan, Desain karakter, Baju adat, Sumatera Utara Desain karakter adalah ilustrasi dalam bentuk manusia yang hadir dengan atributnya seperti sifat, fisik, profesi, tempat tinggal bahkan takdir. Karakter bisa bermacam-macam dapat dilihat dari permainan seperti laki-laki, perempuan, robot, moster dan lain-lain. Dalam industri kreatif desain karakter sangat diperlukan dalam memproduksi jasanya. Namun masih saja ada kendala bagi pemula yang mungkin masih kesusahan dalam menggambar. Maka dari itu diperlukan suatu panduan untuk meningkatkan atau membantu pemula awal dalam membuat desain karakter, dengan menggunakan model prosedural deskriptif akan menerangkan langkah-langkah yang urut dan rinci dalam menciptakan suatu media yang direncanakan untuk buku panduan ini. Perancangan ini menghasilan desain karakter baru dengan menggunakan baju tradisional sumatera utara vector yang mungkin nantinya dapat dikembangan oleh para pemula yang dikemas dalam media utama berupa buku tutorial menggambar karakter. Beserta media pendukungnya, antara lain: x-banner, brosur, poster, iklan koran, dan iklan online.
pengaruh pemakaian bahan bakar premium dan pertamak terhadap daya mesin dan kadar emisi gas buang pada sepeda motor supra x 125 cc
ABSTRACT Iwantaka, Bayu. 2016. Pengaruh Pemakaian Bahan Bakar Premium DanPertamax Terhadap Daya Mesin Dan Kadar Emisi Gas Buang Pada SepedaMotor Supra X 125 Cc. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin Fakultas TeknikUniversitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Paryono, S.T.,M.T.(II) Drs. Partono, M.Pd.Keyword: Premium, Pertamax, Daya Mesin, Emisi Gas BuangTujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: (1) Mengetahuiadanya perbedaan yang signifikan pada kadar emisi gas buang sepeda motorhonda supra x 125cc saat menggunakan bahan bakar premium dan pertamax. (2)Mengetahui adanya perbedaan yang signifikan pada daya mesin sepeda motorhonda supra x 125 cc saat menggunakan bahan bakar premium dan pertamax.Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitianpre experimental yang termasuk dalam kategori one shot case study. Penelitihanya mengadakan treatment satu kali yang diperkirakan sudah mempunyaipengaruh (Arikunto, 2013: 124). Pengujian pada penelitian ini dilaksanakan diPPPTK VEDC, JL. Teluk Mandar Arjosari, Malang. Di PPTK VEDC, penelitimengadakan uji daya mesin dan uji kadar emisi gas buang menggunakanpremium - pertamax.Hasil analisis dayamesin dapat diperoleh nilai probabilitas signifikan tsebesar 0.459 lebih kecil dari 0,5. Nilai thitung sebesar -0.748. Memiliki signifikasinegatif yang berarti bahwa dengan penggunaan premium –pertamax nilai dayamesin bertambah maka nilai kadar emisi gas buang CO dan HC akan berkurang.Begitu pula sebaliknya, jika kadar emisi gas buang CO dan HC bertambah makadaya mesin akan berkurang. Hasil analisis emisi gas buang CO, diperoleh nilaiprobabilitas signifikan t sebesar 0000 lebih kecil dari 0,5. Nilai thitung sebesar6.900 dengan nilat t tabel sebesar 2,021 yang berarti premium- pertamaxmemiliki pengaruh yang signifikan pada emisi gas buang CO. Hasil analisis emisigas buang HC, diperoleh nilai probabilitas signifikan t sebesar 0000 lebih kecildari 0,5. Nilai thitung sebesar 5.354 dengan nilat t tabel sebesar 2,021 yang berartipremium- pertamax memiliki pengaruh yang signifikan pada emisi gas buang HCBerdasarkan hasil penelitian maka, tidak ada pengaruh yang signifikanpenggunaan bahan bakar premium dan pertamax terhadap daya mesin MotorSupra X 125 cc. Dan ada pengaruh yang signifikan premium dan pertamaxterhadap kadar emisi gas buang Motor Supra X 125 ccvHal ini sejalan dengan hasil penelitian Sururi (2013) yang menyatakan dayatertinggi yang dihasilkan oleh premium dan pertamax besarnya sama dan jugapada putaran mesin yang sama. Hal ini juga berarti bahwa penggunaan bahanbakar pertamax dengan mesin standart tidak memberikan peningkatan daya yangsignifikan. Hasil penelitian yang relevan dengan pendapat Sururi adalah hasilpenelitian Surono (2013) yang menyatakan penggunaan bahan bakar pertamaxmaupun premium menghasilkan daya yang hampir sama. viABSTRACT Iwantaka, Bayu. 2016. Effect of Fuel Premium and Pertamax to Power MachineryAnd Exhaust Emission Levels In Motorcycles Supra X 125 Cc. Thesis,Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, StateUniversity of Malang. Supervisor: (i) Drs. H. Paryono, S.T., M.T. (II)Drs. Faiz, M.Pd.Keyword: Premium, Pertamax, Power Machines, Exhaust EmissionsThe objectives of this research were: (1) Knowing there were significantdifferences in the levels of exhaust emissions of motorcycles honda supra x 125ccwhen using premium fuel and pertamax. (2) Knowing there were significantdifferences in engine power of motorcycles honda supra x 125 cc use premiumfuel and pertamax.The research design in this research was pre experimental research. Thereseach included in the category of one-shot case study. Researchers only holdone treatment is estimated to have an influence (Arikunto, 2013: 124). A test forthe research was conducted in PPPTK VEDC, JL. Mandar Bay Arjosari, Malang.In PPTK VEDC, researchers holding power test and test engine exhaust emissionlevels using premium - pertamax.The results of the analysis of the engine power can be obtained by value tby 0459 a significant probability of less than 0.5. Value t -0748. From the result, itknown that engine power has a negative significance, which means that whenengine power value increases, the value of exhaust emission levels of CO and HCwill be reduced. Vice versa, if the levels of exhaust emissions of CO and HCincrease the engine power will be diminish.The results of the analysis of exhaust emissions of CO, obtained asignificant probability value t was smaller than 0.5. T value was 6900 with gradesof t table 2.021, which means premium - pertamax have a significant effect onexhaust emissions CO. The results of the analysis of HC exhaust emissions, asignificant probability values obtained t for 0000 was smaller than 0.5. T value of5354 with grades of t table 2.021 which means premium- pertamax have asignificant influence on the exhaust emissions of HCBased on the research results, there was no significant effect of the usepremium-pertamax fuel to engine power for Motor Supra X 125 cc. And there wasa significant influence on the premium and pertamax exhaust emission levels forMotor Supra X 125 ccThis result was in line with the results of research by Sururi (2013) whichstates the highest power generated by the premium and pertamax equal and as the viisame level at engine speed. It also means that the use of fuel pertamax withstandard machines do not provide a significant increase to power. The results ofSururi opinions relevant to the result of research by Surono (2013) which states that the use of fuel as well as premium pertamax produce nearly the same powe
PengaruhPenggunaan Bahan Bakar Premium, Pertamax dan Pertamax Plus terhadap Konsumsi Bahan Bakar dan Emisi Gas Buang untuk Beban Konstan pada Generator Set Mesin Bensin 4 Langkah
ABSTRACT Nugroho, Faisal Arif. 2015. Pengaruh Penggunaan Bahan Bakar Premium,Pertamax dan Pertamax Plus terhadap Konsumsi Bahan Bakar danEmisi Gas Buang untuk Beban Konstan pada Generator Set MesinBensin 4 Langkah. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik,Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Imam MudaNauri, ST .MT. (II) Drs. Ir. Mustaman, M.pd.Kata Kunci: Bahan Bakar Premium, Pertamax, Pertamax Plus, Konsumsi BahanBakar, Emisi Gas Buang CO, Emisi Gas Buang HC.Pertumbuhan industri skala kecil dan menengah berkembang mewarnaiperekonomian di daerah, dimana keberadaannya menjadi salah satu solusi dalammengatasi angka penggangguran sekaligus menggerakkan roda perekonomiandaerah. Dalam insdustri kecil generator juga memegang peranan yang sangatpenting dalam pembangkit listrik dan penyaluran tenaga listrik pada suatu sistemtenaga listrik. Perkembangan sektor industri akan berdampak pada pemakaiansumber daya alam yang ada, akan tetapi kegiatan industri ini juga berpotensimenimbulkan dampak negatif yaitu adanya polusi akibat proses produksi ataumenghasilkan emisi gas buang. Dalam mengontrol memperkecil keluarnya gasbuang pada gas buang generator set salah satunya dilakukan dengan pemilihanyang tepat pada penggunaan jenis bahan bakar. Kurang difahami juga bahwamesin generator 4 langkah ini kebanyakan menggunakan bahan bakar premium,sementara dengan adanya bahan bakar pertamax dan pertamax plus memilikikandungan oktan yang lebih tinggi dibanding bahan bakar premium, yang dapatmenghasilkan pembakaran yang sempurna dan tenaga yang lebih besar sehinggadidapatkan pula kandungan emisi gas buang yang rendah.Penelitian ini menggunakan jenis metode eksperimen. Analisa yangdigunakan dalam penelitian ini adalah Analisis deskriptif dan untuk uji hipotesismenggunakan Uji hipotesis ini dilakukan dari 2 arah ( significant 2 tailed) dengansig 0,05 dengan melakukan uji normalitas dan homogenitas terlebih dahulu sertadiakhiri menggunakan post hoc test melalui aplikasi spss 20 for windows.Hasil penelitian menunjukan bahwa ada perbedaan yang signifikan dalampenggunaan variasi jenis bahan bakar premium, pertamax dan pertamax plusterhadap konsumsi bahan bakar, ada perbedaan yang signifikan dalampenggunaan variasi jenis bahan bakar premium, pertamax dan pertamax plusterhadap emisi gas buang CO, sedangkan pada uji emisi gas buang HC jugaterdapat perbedaan yang signifikan dalam penggunaan variasi bahan bakarpremium, pertamax dan pertamax plus terhadap emisi gas buang HC. Saran untukpara produsen yang menggunakan bahan bakar di pasaran, agar penggunaan bahanbakar lebih efisien dan lebih ramah lingkungan maka gunakanlah bahan bakarpertamax plus.iiABSTRACT Nugroho, Faisal Arif. 2015. The Effect Of Using Premium, Pertamax andPertamax Plus Gasoline On Fuel Consumption and Exhaust GasEmissions To A Constant Load On The Generator Set 4 Stroke GasolineEngine. Essay. Department of Mechanical Engineering, Faculty ofEngineering, University of Malang. Advisors : (I) Drs. H, Imam MudaNauri, ST. MT. (II) Drs. Ir. Mustaman, M.pd.Keywords : Fuel Premium, Pertamax, Pertamax Plus, Fuel Consumption,Emissions CO, HC Emissions.The growth of small and medium scale industry develops decorating theregional economy, where its presence is a solution in overcoming theunemployment rate at the same time move the wheels of the regional economy. Ina small insdustry generator also plays a very important role in electricitygeneration and distribution of electricity in a power system. The development ofthe industrial sector will have an impact on the use of natural resources that exist,but industrial activity is also a potential negative impact that pollution due to theproduction process or exhaust emissions. In controlling minimize discharge offlue gases in the flue gas generator sets one of which is done by selecting the righttype of fuel in use. Less understood also that the engine generator 4 step is mostlyusing premium fuel, while the presence of fuel pertamax and pertamax pluscontains a higher octane fuel than premium, which can result in completecombustion and more power so we get too content low exhaust emissions.This research used experimental method. The analysis used in thisresearch was descriptive analysis and hypothesis testing using a test for thishypothesis was conducted from two directions (significant 2-tailed) with sig 0.05to test the normality and homogeneity in advance and terminated used a post hoctest through SPSS 20 for aplication windows.The results showed that there were significant differences in the use ofvariations in the type of premium fuel, pertamax and pertamax plus on fuelconsumption, there was significant difference in the use of variations in the typeof premium fuel, pertamax and pertamax plus for exhaust emissions of CO, whilein the test HC exhaust emissions there were also significant differences in the useof premium fuel variation, pertamax and pertamax plus the HC exhaust emissions.Suggestions for producers who use fuel in the market, so that the use of more fuel efficient and more environmentally friendly fuel then use pertamax plu
DEKOMPOSISI PEMBAKARAN MIKROALGA SPIRULINA PLATENSIS PADA VARIASI KADAR KATALIS ZINC OXIDESEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF TERBARUKAN
ABSTRAK Huda, Muhammad Misbachul, Dekomposisi Pembakaran Mikroalga Spirulina Platensis Pada Variasi Kadar Katalis Zinc Oxide Sebagai Bahan Bakar Alternatif Terbarukan. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sukarni, S.T., M.T.(II) Rr. Poppy Puspitasari, S.Pd., M.T. Ph.D. Kata Kunci: Mikrolaga Spirulina platensis, Analisis thermogravimetric, dekomposisi pembakaran, ZnO. Menipisnya cadangan bahan bakar minyak dunia khususnya dari bahan bakar fosil yang tidak dapat diperbarui telah menimbulkan masalah berupa krisis energi. Banyak cara menangani masalah ini salah satunya dengan penghematan penggunaan. Namun, penghematan saja belum cukup menyelesaikan masalah. Perlu ada tindakan lebih dari sekedar mengurangi pemakaian misalnya dengan menciptakan energi terbarukan. Mikroalga dengan laju pertumbuhannya yang cepat, dan telah dilakukan penelitian bahwa mikroalga dapat menghasilkan biofuel, yakni biodiesel dan bioethanol, menjadikan latar belakang tulisan ini untuk meneliti mikroalga sebagai bahan bakar alternatif terbarukan, dengan dilihat dari dekomposisi pembakaran menggunakan katalis zinc oxide. Pengujian dilakukan dengan mikroalga Spirulina p. dibakar dengan pada suhu ruangan hingga suhu 1200 oC dengan laju pemanasan 10 oC/min pada udara atmosphere dengan laju udara 50 ml/min. dengan didapatkan bahwa, semakin tinggi kadar katalis, semakin banyak pula massa Spirulina p. yang dilepaskan pada saat pembakaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dekomposisi pembakaran campuran mikroalga Spirulina p. dan zinc oxide sebagai bahan bakar terbarukan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan penelitian eksperimental. Metode tersebut merupakan metode yang mengidentifikasi sifat mendasar terlebih dahulu pada material yang diteliti kemudian dilakukan beberapa pengujian untuk diketahui data dan info tema penelitian yang diangkat. Berdasarkan hasil penelitian dekomposisi pembakaran mikroalga Spirulina p. terjadi pada 4 tahap pembakaran. Tahap pertama merupakan tahap pelepasan kandungan moisture, tahap kedua adalah tahap dimana volatil matters terlepas, kemudian tahap ke tiga proses terdekomposisi dan terlepasnya fixed carbon, serta tahap ke empat adalah tahap akhir dari dekomposisi pembakaran, tahap ini merupakan proses dekomposisi lambat abu. Dibandingkan di antara lima variasi, kadar zinc oxide yang paling baik digunakan untuk campuran biomassa mikroalga Spirulina p. adalah 6% dan 9 % dari massa total sampel. Penambahan 6% dan 9% katalis zinc oxide dapat mempercepat laju kehilangan massa, zinc oxide dengan kadar 6% dan 9% juga efektif digunakan untuk menghilangkan moisture, volatil matter, dan fixed carbon jika dibandingkan dengan zinc oxide dengan kadar 3%, 12% dan 15%. Selain itu zinc oxide dengan kadar 6% dan 9% mampu menurunkan temperatur pembakaran masing-masing sekitar 13,7 oC dan 10,9 oC pada tahap pelepasan moisture. Zinc oxide dengan kadar 6%, dan 9% mampu menurunkan temperatur masing-masing sekitar 7 oC dan 4,8 oC pada laju pelepasan volatile matter. Pada pelepasan fixed carbon zinc oxide kadar 9% mampu menurunkan temperatur masing-masing sekitar 5 oC
Pengembangan Media Pembelajaran Pemesinan Berbasis E-Learning pada Mata Pelajaran Teknik Pemesinan Bubut untuk Siswa Kelas X Teknik Pemesinan di SMK PGRI 3 Tlogomas Malang.
ABSTRAK Mi’rod, Eksan. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran Pemesinan Berbasis E-Learning pada Mata Pelajaran Teknik Pemesinan Bubut untuk Siswa Kelas X Teknik Pemesinan di SMK PGRI 3 Tlogomas Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Waras, M.Pd., (II) Dra. Hj. Widiyanti, M.Pd. Kata Kunci: media pembelajaran pemesinan, e-learning, pemesinan bubut Salah satu bentuk pemanfaatan media yang sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yaitu dengan memanfaatkan media pembe-lajaran yang menyediakan bahan ajar atau sumber belajar dan dapat melakukan kegiatan belajar dan pembelajaran di dalamnya tanpa terbatas ruang dan waktu untuk menerapkanya. Hasil observasi di SMK PGRI 3 Malang sudah ditunjang fasilitas pendukung tercapainya pemanfaatan e-learning, dengan ketersediaanya wifi spot area sekolah serta alat elektronik yang berupa tablet bagi semua siswa. Media e-learning yang dikembangkan dikemas khusus untuk siswa kelas X Tek-nik Pemesinan pada mata pelajaran Teknik Pemesinan Bubut sebagai alternatif kegiatan pembelajaran jarak jauh dan berisikan materi pembelajaran berdasar silabus dan kurikulum yang berlaku. Tujuan penelitian dan pengembangan untuk menghasilkan media pembelajaran e-learning materi teknik pemesinan bubut yang valid di SMK PGRI 3 Malang dan menyediakan media pembelajaran e-learning mata pelajaran Teknik Pemesinan Bubut sebagai bahan ajar. Metode penelitian dan pengembangan yang digunakan mengadopsi dari tahap-tahap pengembangan Sadiman, dkk. (2010: 101) yaitu (1) Mengidentifikasi kebutuhan (2) merumuskan tujuan, (3) merumuskan butir-butir materi (4) mengembangkan alat pengukur keberhasilan, (5) produksi, (6) menyusun petunjuk penggunaan, (7) FGD (Focus Group Discussion) dan Validasi, (8) Uji coba dan (9) Revisi. Hasil penelitian dan pengembangan diperoleh: (1) Validasi ahli media memperoleh persentase 85,42% dengan kriteria sangat layak, (2) Validasi ahli materi memperoleh persentase 86,9% dengan kriteria sangat layak, (3) Uji coba kelompok kecil memperoleh persentase 80,8% dengan kriteria layak dan (4) Uji coba kelompok besar memperoleh persentase 80,44% dengan kriteria layak. Dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian dan pengembangan media berbasis e-learning dinyatakan valid dan layak digunakan dalam pembelajaran
Pengaruh Waktu Celup Cairan Seng Terhadap kekerasan Dan Ketangguhan Pada Baja Karbon Rendah Yang Diperlakukan Pelapisan Hot Dipping
ABSTRAK Santoso, Arvine. 2015. Pengaruh Waktu Celup Cairan Seng terhadap Kekerasan dan Ketangguhan pada Baja Karbon Rendah yang Diperlakukan Pelapisan Hot Dipping. Skripsi, Program Studi S1 Pend. Teknik Mesin Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Putut Murdanto, S.T., M.T. (2) Prihanto Tri Hutomo, S.T., M.T. Kata Kunci: Hot Dipping, variasi waktu celup, kekerasan, ketangguhan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari kebenaran dan sekaligus membuktikan beberapa pendapat yang ada mengenai lama waktu celup yang digunakan dalam pelapisan baja dengan metode Hot Dipping. Secara spesifik penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisa tentang pengaruh variasi waktu celup pada proses pelapisan Hot Dipping terhadap kekerasan dan ketangguhan pada Baja St 41. Penelitian ini termasuk dalam penelitian eksperimental dimana data didapat dengan cara melakukan percobaan – percobaan dan pengujian terhadap spesimen. Spesimen dalam penelitian ini menggunakan jenis baja St 41. Baja St 41 dibentuk dengan ukuran panjang 60 mm lebar 10 mm tinggi 10 mm dan kedalaman takik 2 mm. Pelapisan dilakukan pada suhu 4500C dengan waktu celup terhadap seng selama 10 menit, 20 menit, 30 menit. Data diambil dengan cara menguji kekerasan permukaan benda kerja setelah dilakukan proses pelapisan Hot Dipping dengan menggunakan alat mesin uji vikers sedangkan untuk menguji ketangguhan benda kerja menggunakan alat mesin uji impact. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variasi waktu celup seng berpengaruh terhadap kekerasan permukaan dan ketangguhan baja. Hal ini dibuktikan dengan nilai kekerasan permukaan sebelum mendapatkan perlakuan sebesar 734.06 HV dan setelah baja diberi perlakuan Hot Dipping pada suhu 4500C dengan waktu celup seng selama 10 menit, 20 menit, 30 menit mendapatkan hasil dengan nilai kekerasan permukaan sekitar 68.99 HV, 132,63 HV dan 103,74 HV. Untuk nilai ketangguhan sebelum mendapat perlakuan sebesar 0.0117 Joule/mm2 dan setelah baja diberi perlakuan Hot Dipping pada suhu 4500C dengan waktu celup seng selama 10 menit, 20 menit, 30 menit mendapatkan hasil dengan ketangguhan sekitar 0.0097 Joule/mm2, 0.0078 Joule/mm2, 0.0041 Joule/mm2. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin lama waktu celup seng lapisan yang yang terbentuk semakin tebal menyebabkan kekerasan semakin tinggi pula. Semakin tinggi kekerasan permukaan menyebabkan semakin kecil ketangguhan yang diperoleh
IMPELEMENTASI PERATURAN DAERAH KOTA MADIUN NO. 8 TAHUN 2010 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KOTA MADIUN NO. 4 TAHUN 2006 TENTANG PENYELENGGARAAN KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN UMUM
ABSTRAK Santoso, Arvine. 2015. Pengaruh Waktu Celup Cairan Seng terhadap Kekerasan dan Ketangguhan pada Baja Karbon Rendah yang Diperlakukan Pelapisan Hot Dipping. Skripsi, Program Studi S1 Pend. Teknik Mesin Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Putut Murdanto, S.T., M.T. (2) Prihanto Tri Hutomo, S.T., M.T. Kata Kunci: Hot Dipping, variasi waktu celup, kekerasan, ketangguhan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari kebenaran dan sekaligus membuktikan beberapa pendapat yang ada mengenai lama waktu celup yang digunakan dalam pelapisan baja dengan metode Hot Dipping. Secara spesifik penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisa tentang pengaruh variasi waktu celup pada proses pelapisan Hot Dipping terhadap kekerasan dan ketangguhan pada Baja St 41. Penelitian ini termasuk dalam penelitian eksperimental dimana data didapat dengan cara melakukan percobaan – percobaan dan pengujian terhadap spesimen. Spesimen dalam penelitian ini menggunakan jenis baja St 41. Baja St 41 dibentuk dengan ukuran panjang 60 mm lebar 10 mm tinggi 10 mm dan kedalaman takik 2 mm. Pelapisan dilakukan pada suhu 4500C dengan waktu celup terhadap seng selama 10 menit, 20 menit, 30 menit. Data diambil dengan cara menguji kekerasan permukaan benda kerja setelah dilakukan proses pelapisan Hot Dipping dengan menggunakan alat mesin uji vikers sedangkan untuk menguji ketangguhan benda kerja menggunakan alat mesin uji impact. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variasi waktu celup seng berpengaruh terhadap kekerasan permukaan dan ketangguhan baja. Hal ini dibuktikan dengan nilai kekerasan permukaan sebelum mendapatkan perlakuan sebesar 734.06 HV dan setelah baja diberi perlakuan Hot Dipping pada suhu 4500C dengan waktu celup seng selama 10 menit, 20 menit, 30 menit mendapatkan hasil dengan nilai kekerasan permukaan sekitar 68.99 HV, 132,63 HV dan 103,74 HV. Untuk nilai ketangguhan sebelum mendapat perlakuan sebesar 0.0117 Joule/mm2 dan setelah baja diberi perlakuan Hot Dipping pada suhu 4500C dengan waktu celup seng selama 10 menit, 20 menit, 30 menit mendapatkan hasil dengan ketangguhan sekitar 0.0097 Joule/mm2, 0.0078 Joule/mm2, 0.0041 Joule/mm2. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin lama waktu celup seng lapisan yang yang terbentuk semakin tebal menyebabkan kekerasan semakin tinggi pula. Semakin tinggi kekerasan permukaan menyebabkan semakin kecil ketangguhan yang diperoleh. ABSTRAK Maftukhatin, Kharirotul L. 2015. Impementasi Peraturan Daerah Kota Madiun No. 8 Tahun 2010 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kota Madiun No. 4 Tahun 2006 Tentang Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban Umum. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum Dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Suko Wiyono, S.H. M.Hum,(II) Rusdiantor Umas SH, M.Hum Kata Kunci : Peraturan Daerah, Ketentraman, Ketertiban Umum, Pengamen, Pengemis dan Pedagang Asongan. Indonesia sendiri merupakan negara yang memiliki penduduk yang tidak sedikit. Dengan banyaknya penduduk dan hambatanya lapangan pekerjaan yang ada sehingga membuat banyak pengangguran di masyarakat. Tingkat penganguran semakin meningkat di daerah perdesaan dan perkotaan. Kebutuhan sehari-hari yang harus terpenuhi membuat masyarakat Indonesia harus melakukan pekerjaan seadanya, misalnya menjadi pengamen, pengemis dan pedagang asongan. Pengamen, pengemis dan pedagang asongan sendiri juga ada di Kota Madiun. Di Kota Madiun pengamen, pengemis dan pedagang asongan berada di setiap lampu lalu lintas (traffic light). Pemerintah Kota Madiun sendiri menertibkan pengamen, pengemis, dan pedagang asongan dengan membuat Peraturan Daerah No. 8 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kota Madiun No. 4 Tahun 2006 tentang Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban Umum dalam Pasal 8 huruf A dan B. Bagaimana Pemerintahan Daerah dan masyarakat Kota Madiun menerapkan Peraturan Daerah No. 8 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kota Madiun No. 4 Tahun 2006 tentang Penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum khusus Pasal 8 huruf A dan B Kota Madiun. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui persepsi masyarakat dalam penerapan Peraturan Daerah Pasal 8 huruf A dan B di Kota Madiun. (2) Mengetahui upaya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Madiun dalam penerapan Peraturan Daerah Pasal 8 huruf A dan B di Kota Madiun. (3) Mengetahui kendala dalam penerapan Peraturan Daerah Pasal 8 huruf A dan B di Kota Madiun. (4) Mengetahui solusi dalam mengatasi kendala Peraturan Daerah Pasal 8 huruf A dan B di kota Madiun. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pendekatan deskriptif kualitatif dipilih oleh peneliti karena didasarkan bahwa peneliti ingin memahami gambaran Persepsi masyarakat dalam penerapan Peraturan Daerah No. 8 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kota Madiun No. 4 Tahun 2006 tentang Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban Umum Pasal 8 huruf A dan B di Kota Madiun. Sumber data primer yang dijadikan informan oleh peneliti adalah hasil observasi penerapan Peraturan Daerah No. 8 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kota Madiun No. 4 Tahun 2006 tentang Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban Umum Pasal 8 huruf A dan B. Wawancara mendalam dengan masyarakat Kota Madiun dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Madiun sebagai fokus penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles & Huberman, yaitu melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh dari penelitian ini adalah (1) Persepsi masyarakat terhadap penerapan Peraturan Daerah Pasal 8 huruf A dan B sudah dilaksanakan dengan baik oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). (2) Upaya Satuan Polisi Pamong Praja dalam menerapkan Peraturan Daerah Pasal 8 huruf A dan B yaitu menggunakan (a) Upaya Prefentif: Menjaga lampu lalu lintas (traffih light), memberikan Sosialisasi, dan memberikan Plang Pasal 8 huruf A dan B di setiap lampu lalu lintas (traffic light) (b) dan upaya Refernetif: Memberikan sanksi dan sosialisasi. (3) Kendala Satuan Polisi Pamong Praja dalam menerapkan Peraturan Daerah Pasal 8 huruf A dan B pengamen dan pengemis lari ketika melihat mobil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta pengamen dan pengemis memiliki informan yang memberi tahu jika ada razia. (4) Solusi Satuan Polisi Pamong Praja dalam mengatasi kendala Peraturan Daerah Pasal 8 huruf A dan B dengan cara berpakaian bebas dan adanya CCTV (Candit Camera Television) di setiap lampu lalu lintas (traffic light) . Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan maka ada beberapa saran yang berhubungan dengan Impementasi Peraturan Daerah Kota Madiun No. 8 Tahun 2010 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kota Madiun No. 4 Tahun 2006 Tentang Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban Umum: (1) Perlu sering di lakukan sosialisasi Peraturan Daerah Pasal 8 huruf A dan B terhadap anggota masyarakat, pengamen, pengemis, dan pedagang asongan. (2) Setiap Masyarakat Madiun harus mengetahui dan memahami Peraturan Daerah Kota Madiun Pasal 8 huruf A dan B, agar pelaksanaan Peraturan Daerah dapat dilaksanakan lebih baik lagi. (3) Setiap pengamen, pengemis, pedagang asongan, anak jalanan, dan pedagang kaki lima harus memahami Peraturan Daerah Pasal 8 huruf A dan B agar tidak mengganggu ketentraman dan ketertiban umum di Kota Madiun. (4) Kepada Pemerintah Daerah di harapkan memberi fasilitas tempat dan alat musik kepada pengamen untuk menyalurkan bakatnya. Dengan begitu tidak mengganggu ketentraman dan ketertiban umum. (5) Kepada Pemerintah daerah diharapkan memberikan pelatihan ketrampilan kerajinan tangan atau lapangan pekerjaan sesuai dengan bakatnya kepada pengemis dan pedagang asongan agar tidak kembali lagi menjadi pengamen atau pedagang asongan yang mengganggu ketentraman dan ketertiapan umum di Kota Madiun. (6) Sanksi seharusnya di terapkan sesui dengan Pasal 11 Ayat (1) Pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 dan Pasal 9 diancam pidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp. 5.000.000,00 (lima juta rupiah).