SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    1608 research outputs found

    Partisipasi Industri Dalam Rekrutmen Tenaga Kerja Pada Kelas Industri Rekayasa Di SMK PGRI 3 Malang

    No full text
    ABSTRAK Utomo, Sasmito. 2017. Partisipasi Industri dalam Rekrutmen Tenaga Kerja pada Kelas Industri Rekayasa di SMK PGRI 3 Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Yoto, S.T., M.Pd., M.M. (2) Dr. Widiyanti M.Pd. Kata Kunci: rekrutmen, Kelas Industri Rekayasa, partisipasi industri, SMKMewujudkan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai lembaga pendidikan yang bermutu perlu usaha dan kerja keras dari seluruh pelaku pendidikan termasuk siswa sebagai subjek dalam pendidikan. Selain itu diperlukan kerjasama dari Dunia Usaha/Dunia Industri (DU/DI) sebagai tempat untuk mempraktikkan kemampuan peserta didik dari ilmu yang didapat dari sekolah. SMK memiliki tujuan untuk menyiapkan dan membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan dan teknologi agar mampu mengembangkan sikap profesional dalam bidang keahlian yang diminatinya serta mampu mengembangkan diri melalui jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Lulusan dari SMK diharapkan memiliki daya saing yang berpeluang untuk memasuki DU/DI. Dalam jangka waktu tertentu siswa SMK akan bekerja di DU/DI sesuai dengan keahlian dibidangnya. Berdasarkan pernyataan diatas, untuk itu diperlukan kerjasama antara sekolah menengah kejuruan dengan industri terkait agar menghasilkan peserta didik yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja di industri. Oleh karena itu, penelitian ini digunakan untuk: (1) menjelaskan perencanaan partisipasi industri dalam rekrutmen tenaga kerja pada kelas industri rekayasa di SMK PGRI 3 Malang, (2) menjelaskan pelaksanaan partisipasi industri dalam rekrutmen tenaga kerja pada kelas industri rekayasa di SMK PGRI 3 Malang, (3) menjelaskan penempatan partisipasi industri dalam rekrutmen tenaga kerja pada kelas industri rekayasa di SMK PGRI 3 Malang dan (4) menjelaskan kelebihan dan kekurangan partisipasi industri dalam rekrutmen tenaga kerja pada kelas industri rekayasa di SMK PGRI 3 Malang.Pendekatan kualitatif digunakan dalam pelaksanaan penelitian ini, pemilihan subjek penelitian dipilih berdasarkan purposive sampling yaitu: (1) kepala bidang otomotif, (2) kepala bidang elektro, (3) staff BKI bagian alumni, (4) staff BKI bagian otomotif dan (5) guru kelas industri. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi dari segi sumber data dan metode pengambilan data.Hasil penelitian dapat diketahui bahwa: (1) latar belakang dibentuknya kerjasama rekrutmen dalam tenaga kerja di kelas industri adalah industri ingin mendapatkan alumni yang siap kerja sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh industri, (2) ada dua cara dalam sistem pelaksanaan rekrutmen tenaga kerja pada kelas industri. Pertama, rekrutmen melalui jalur khusus yakni Prakerin (Praktik Kerja Industri) dan melalui undangan lowongan kerja khusus untuk kelas industri. Cara rekrutmen yang kedua adalah rekrutmen umum yakni pihak industri akan mengundang melalui lowongan kerja yang ditujukan untuk umum yang dapat diikuti kelas reguler maupun dari kelas industri. Untuk dapat mengikuti sistem rekrutmen ini siswa harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Syarat ini ada dua macam yakni syarat umum dan syarat khusus, (3) Perencanaan dalam penempatan tempat kerja di industri merupakan wewenang mutlak yang dimiliki oleh pihak industri. Pertimbangan dalam rekruitmen maupun penempatan kerja sepenuhnya oleh pihak industri. Pihak sekolah sekolah hanya berperan untuk menginformasikan kepada siswa serta mengarahkan minat mereka terhadap rekruitmen industri yang dituju, dan (4) Kelebihan dalam pelaksanaan rekrutmen kelas industri adalah terwujudnya tujuan dari kerjasama pihak sekolah dengan pihak industri untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Tenaga kerja yang dihasilkan dari rekrutmen kelas industri mempunyai kompetensi yang lebih unggul dibandingkan kelas reguler. Sedangkan kekurangan dalam pelaksanaan rekrutmen kelas industri adalah tidak semua siswa mampu diserap untuk menjadi tenaga kerja di industri tersebut. Dalam proses pembelajaran, pihak industri kurang memberikan sarana maupun prasarana yang memadai yang sesuai dengan teknologi industri. Hal ini menyababkan sekolah harus mencari sumber dana lain untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Saran yang dapat diberikan oleh peneliti adalah: (1) sekolah hendaknya selalu menjaga komunikasi yang baik dengan pihak industri agar kerjasama terus berlanjut. Sekolah juga disarankan untuk melengkapi sarana dan prasana untuk menunjang sistem pembelajaran dan praktik yang ada di sekolah sesuai dengan kebutuhan yang ada di industri, (2) industri disarankan untuk dapat menerima siswa yang lulus di semua lini agar tidak ada siswa yang tersisih pada proses rekrutmen. Pihak industri diharapkan dapat memberikan dukungan pada sekolah berupa bantuan alat, sarana dan prasarana serta pelatihan yang sesuai dengan dunia industri, (3) pemerintah disarankan untuk membuat kebijakan-kebijakan yang memihak pada sekolah dan siswa sehingga diharapkan lulusan SMK dapat disalurkan kepada industri-industri secara merata dan mampu mengurangi jumlah pengangguran secara efektif. Pemerintah juga disarankan lebih kooperatif lagi dalam membantu SMK untuk memnuhi sarana dan prasarana yang mendukung dalam praktik lapangan yang ada di industri, (4) Universitas Negeri Malang disarankan untuk melakukan pengembangan pada penelitian-penelitian serupa agar tetap berkesinambungan guna menciptakan sistem pembelajaran yang terpadu dan terintegrasi. Universitas Negeri Malang juga disarankan untuk berperan dalam pelatihan-pelatihan di SMK sebagai bentuk dari pengabdian terhadap dunia pendidikan dan masyarakat, dan (5) mahasiswa diharapkan untuk mengembangkan penelitian sejenis sehingga tetap tercipta penelitian yang berkelanjutan. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai sumber referensi untuk meningkatkan mutu pendidikan SMK

    ANALISIS KELELAHAN BAHAN ST 41 YANG TELAH MENGALAMI PROSES DOUBLE HARDENING DENGAN MEDIA PENDINGIN AIR SETELAH PROSES CARBURIZING

    No full text
    ABSTRAKRiansah, Erman. 2017. Analisis Kelelahan Bahan St 41 yang telah Mengalami Proses Double Hardening dengan Media Pendingin Air setelah Proses Carburizing. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Ir. H. Djoko Kustono, M.Pd., (II) RR. Poppy Puspitasari, M.T., Ph.D.Kata Kunci: kelelahan, baja St 41, carburizing, double hardening tempering.Peran baja sangat penting dalam dunia industri, banyak rancangan komponen mesin pabrik menggunakan material tersebut. Efisiensi dan efektifitas dari baja itu sendiri yang selalu menjadi bahan pertimbangan dalam pemilihan untuk pemakaian. Sering dijumpai material pada beban berulang atau vibrasi mengalami kegagalan atau patah tanpa diketahui penyebabnya. Misalnya pada transmisi yang mengalami hentakan dan beban puntir. Kerusakan atau patah terjadi pada beben dinamik, walaupun beban yang diterima oleh komponen mesin masih jauh dari tegangan statis maksimum material. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) jumlah siklus kelelahan yang dihasilkan bahan St 41 setelah mengalami proses double hardening dengan media pendingin air yang telah mengalami proses carburizing. (2) perubahan struktur mikro bahan St 41 setelah mengalami proses double hardening dengan media pendingin air yang telah mengalami proses carburizing. Desain penelitian ini adalah penelitian eksperimental yang dilakukan di laboratorium. Penelitian ini dimulai dari mempersiapkan spesimen yang berupa baja St 41. Setelah itu diberikan perlakuan secara berurutan yaitu carburizing pada temperatur 900 0C, double hardening dengan temperatur berbeda, yaitu 850 0C dan 750 0C, tempering pada temperatur 200 0C. Teknik analisa data menggunakan analisa deskriptif.Hasil pengujian kelelahan pada spesimen penelitian ini memiliki jumlah siklus kelelahan rata – rata baja St 41 yang tanpa menalami perlakuan dengan jumlah siklus 1.633,33 siklus, pada spesimen carburizing memiliki jumlah siklus 293.000 siklus, kemudian pada spesimen hardening tempering memiliki jumlah siklus 14.453.600 siklus dan spesimen double hardening tempering memiliki jumlah siklus 68.600 siklus.Hasil pengujian struktur mikro spesimen raw material ini didominasi oleh komposisi ferit, dan terdapat banyak dimple. Spesimen carburizing, spesimen carburizing ini memiliki komposisi ferit dan perlit yang sama banyaknya untuk bagian tengah, bagian tepi dipenuhi oleh perlit dan terdapat banyak dimple. Spesimen hardening tempering, pada bagian tepi spesimen ini dipenuhi perlit yang sangat rapat namun pada bagian tengah terdiri dari banyak ferit, sedikit perlit dan spesimen ini juga terdapat banyak cleavage. Spesimen double hardening tempering, pada bagian tepi spesimen ini terdiridari banyak perlit, namun jika dibandingkan dengan spesimen hardening tempering, komposisi perlit spesimen double hardening tempering tergolong renggang dan dibagian tepi struktur cleavage sangat kecil jika dibandingkan dengan spesimen sebelumnya.ABSTRACTRiansah, Erman. 2017. The Material St 41 Fatigue Analysis in Double Hardening Processed using Water Cooler Media after Carburizing Process. Thesis, Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, State University of Malang. Visors: (I) Prof. Dr. Ir. H. Djoko Kustono, M.Pd., (II) RR. Poppy Puspitasari, M.T., Ph.D.Keywords: fatigue, steel St 41, carburizing, double hardening temperingSteel has very important function in industries. Many designs of factory machine component use that material. Steel efficiency and effectiveness itself always become consideration in selecting that material for any purposes. Most of times, material on repeated load or vibration suffered by failed process or broken without any reasons. For instance is in transmission with surge and twisting moment. This failed process or broken material occurred toward dynamic load, although load accepted by machine components is still far from maximum static stress of material. This research aims to know: (1) number of fatigue cycle resulted by material St 41 after double hardening process with water cooler media that been processed by carburizing; (2) the change of micro structure of material St 41 after double hardening process with water cooler media that been processed by carburizing.The research design was experimental research conducted in laboratory. This research started by preparing specimen of steel St 41. Then, it was given by treatment respectively, carburizing at temperature of 900oC, double hardening with different temperature (850oC and 750oC), and tempering at temperature of 200oC. Data analysis technique in this research used descriptive analysis.The result of fatigue test to the specimen in this research, which was steel St 41, had average number of fatigue cycle for 1,633.33 without any treatment; specimen with carburizing process had average number of fatigue cycle for 293,000; specimen with hardening tempering process had average number of fatigue cycle for 14,453,600; and specimen with double hardening tempering had average number of fatigue cycle for 68,600.The result of micro structure test to this raw material specimen dominated by ferit composition as well as there was much dimple. Specimen with carburizing process had equal ferit and perlit composition in the middle area, while in the edge of this specimen full of dense perlit and much dimple. Specimen with hardening tempering was full of dense perlit in the edge; however in the middle consisted of much ferit and less perlit; this specimen also had many cleavages. Specimen with double hardening tempering had much perlit in the edge; however, compared to specimen with hardening tempering, perlit composition in the specimen with double hardening tempering included into less density and in the edge had too small cleavage structure compared with previous specimen

    PERAN INDUSTRI DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN MELALUI KERJASAMA INTERNSHIP PROGRAM/MAGANG BAGI GURU (Studi Kasus SMK PGRI 3 MALANG)

    No full text
    ABSTRAK Kata Kunci: peran industri, mutu pendidikan, internship program,SMK.Pelaksanaan model  Intership Program/Magang yang ditujukan untuk guru diterapkan pada masing-masing bidang keahlian setiap guru. Peranan industri untuk memberikan pelatihan ditempat kerja tentang kemajuan teknologi yang terus diperbarui oleh industri, untuk mencapai kompetensi guru dalam menguasai masalah akademik maupun non akademik yang sangat berkaitan dengan pelaksanaan proses belajar mengajar. Adapun yang menjadi fokus penelitian pada internship program/magang untuk meningkatkan mutu pendidikan di SMK yaitu: 1) Persiapan pelaksanaan membentuk kerjasama internship program/magang bagi guru yang disepakati di SMK PGRI 3 Malang, (2) Model dalam pelaksanaan intership program/magang bagi Guru di SMK PGRI 3 Malang, (3) Persyaratan guru yang mengikuti internship program/magang SMK PGRI 3 Malang dan (4) Pelaksanaan sertifikasi/peng­harga­an pada guru yang telah mengikuti internship program/magang di SMK PGRI 3 Malang.Jenis penelitian  yang dipilih  adalah pendekatan kualitatif. Data penelitian yang berkaitan dengan internship program/magang ini diperoleh menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Untuk menghasilkan sumber data, peneliti memilih sebagai informan yaitu: (1) Kepala Bidang Teknik Otomotif, (2) Kepala Bidang Teknik Elektro, (3) Kepala Bidang Teknik Informatika dan (4) Kepala Bidang Teknik Pemesinan. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi dari segi sumber data dan metode pengambilan data. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap penelaahan data, tahap identifikasi serta klasifikasi data, dan tahap evaluasi data.Berdasarkan hasil penelitian tentang peran industri dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui kerjasama internship progam/ magang bagi guru, dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut: (1) Persiapan dalam menjalin kerjasama perananya adalah Staff BKI SMK PGRI 3 Malang untuk menginformasikan kepada industri dalam membentuk sebuah program. Ditindak lanjuti dengan landasan akan saling membutuhkan antara keduabelah pihak untuk menghasilkan tenaga kerja yang berkalitas maka terbentuklah sebuah program yaitu training untuk guru dan internship program/magang bagi guru; (2) Model penyusunan dalam pelaksanaan tahap pertama menentukan sarana dan prasarana yang ditanggung oleh pihak sekolah dan pihak industri kemudian persyaratan untuk peserta yang sudah dipertimbangkan oleh pihak industri maupun sekolah, setelah itu  penetapan jadwal oleh keduabelah pihak, langkah terakhir adalah pemberian penghargaan/ sertifikasi yang diberikan oleh industri kepada peserta. Sifat program magang ini untuk meningkatakan kompetensi diluar tanpa merubah apa yang ada dalam kurikulum; (3) Persyaratan untuk mendelegasikan peserta atas dasar pertimbangan keduabelah pihak. Peran sekolah untuk melihat profesionalitas keseharian bekerja diharapkan mengasilkan output yang baik untuk menyampaikan kepada siswa dan program lanjutan TOT (Training Of Trainer), maka ditetapkan guru yang sudah mengabdi satu tahun, kemudian menguasai standar kompetensi dan sudah pernah mengikuti training dari pihak industri terkait dan; (4) Penghargaan diterima atas keber­langsungan pelaksanaannya semua fasilitas baik instruktur atau penilai adalah dari pihak industri. Diterimanya penghargaan dalam bentuk surat keterangan magang setelah kewajiban laporan magang dibuat oleh peserta. Bentuk penilaian dari sekolah kepada guru yang bersangkutan adalah sebagai catatan pengalaman kerja yang akurat. Terdapat sekian banyak kerjasama dengan industri yang sukses terjalin di SMK PGRI 3 Malang salah satunya dalam melaksanakan internship program/magang. Hal ini dapat diimplikasikan bahwasannya SMK PGRI 3 Malang untuk menjadi contoh SMK lainnya terutama SMK swasta agar bersosialisasi dan membuka diri, sehingga tindak lanjut dari program magang ini bisa membangun SMK di Indonesia untuk serentak meningkatkan kualitas mutu pendidikan SMK. Dari implikasi tersebut terdapat beberapa saran yang diberikan oleh peneliti sebagai berikut: Kepada SMK PGRI 3 Malang seharusnya memberikan contoh dalam bentuk penyuluhan kepada SMK lainnya yang belum menjalankan program magang guru; Kepada industri agar membuka diri terhadap dunia pendidikan terutama SMK. Menjalin kerjasama yang baik dalam serangkain mendapatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu bersaing teknologi dengan negara lain; Kepada Pemerintah disarankan untuk lebih mendukung dalam kerjasama SMK dengan industri, dengan demikian antusisas dari masing-masing SMK untuk membangun sekolahnya akan semakin terbantu atas adanya pelayanan terbaik yang diberikan oleh pemerintah terhadap SMK; Kepada Universitas Negeri Malang juga disarankan tetap ikut memantau berkembannya dunia pendidikan SMK, sehingga hasil penelitian dan pemantauan selama ini mampu dijadikan referensi yang tepat dalam meningkatkan mutu pendidikan di indonesia. Kepada Mahasiswa disarankan mampu melanjutkan penelitian program magang bagi guru dengan berbagai model, sehingga hasil penelitian tersebut dapat dijadikan pedoman bagi SMK yang belum melaksanakan program magang guru

    PERAN INDUSTRI DALAM REKRUTMEN TENAGA KERJA DI SMK PGRI 3 KOTA MALANG

    No full text
    ABSTRAK  tujuan sekolah menengah kejuruhan adalah menyiapakan tenaga kerja terampil tinggkat menengah yang sesuai profesi bidang yang dipilih, maka kerja sama antara sekolah dan industri menjadi bagian sistem pendidikan yang sangat penting. Dalam rangka mengurangi angka penganguran kerja yang pada akhirnya mampu mencetak tamatan SMK siap kerja dan mampu bersaing di era global adalah model pendidikan koperatif (model kerja sama antara sekolah dan industri). Maka untuk mengatasi sebuah permasalahan tersebut perlunya diadakan rekrutmen kerja dengan melalui kerja sama dengan perusahaan-perusahaan agar mengurangi pengganguran setelah lulus SMK.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1)Perencanaan Rekrutmen Tenaga kerja di SMK PGRI 3 Kota Malang (2) Pelaksanaan Rekrutmen Tenaga di SMK PGRI 3 Kota Malang. (3) Evaluasi  Rekrutmen Tenaga di SMK PGRI 3 Kota Malang.(4)Keuntungan dan Kelemahan Rekrutmen Tenaga di SMK PGRI 3 Kota Malang.Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data dihimpun menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi

    Pengaruh Pola Gerak Elektroda pada Proses Pengelasan Baja ST 37 dengan Las SMAW terhadap Sudut Distorsi dan Kekuatan Tarik

    No full text
    ABSTRAK Santosa, Puguh Budi. 2017. Pengaruh Pola Gerak Elektroda pada Proses Pengelasan Baja ST 37 dengan Las SMAW terhadap Sudut Distorsi dan Kekuatan Tarik. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs., Wahono, M.Pd, (2) Drs. H. Abdul Qolik, M.Pd. Kata Kunci: pola gerak elektroda, pengelasan SMAW, sudut distorsi, kekuatan tarik. Pengelasan SMAW adalah pengelasan lebur dimana penyatuan logam dicapai dengan menggunakan panas dari busur listrik.  Pada saat proses pengelasan terjadi perbedaan temperatur yang sangat besar didaerah busur las dengan daerah sekitar logam induk akan menimbulkan distribusi temperatur atau panas yang tidak merata, sehingga menyebabkan terjadinya pencairan, pembekuan, pengembangan, dan penyusutan termal didaerah sambungan dan sekitarnya pada suatu konstruksi las yang juga tidak merata yang mendorong terjadinya gaya eksentris pada penampang melintang logam las.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa sudut distorsi, kekuatan tarik dan dimana posisi perpatahan penegelasan baja ST 37 dengan las SMAW dengan variasi pola gerak elektroda. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental dan jenis penelitian kuantitatif. Untuk memperoleh hasil tentang analisis besarnya sudut distorsi dan kekuatan tarik baja ST 37 yang telah mengalami pengelasan SMAW dengan variasi pola gerak elektroda, data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis diskriptif, yakni menjabarkan perbandingan spesimen yang diberi perlakuan secara berbeda-beda saat proses pengelasannya. Nilai hasil uji sudut distorsi dan kekuatan tarik setiap kelompok di rata-rata dibandingkan dengan nilai rata-rata  uji kelompok lainnya.Hasil penelitian perbandingan uji sudut distorsi dan kekuatan tarik dan kelompok kemudian dianalisis. Obejek penelitian adalah baja ST 37. Spesimen uji tarik mengacu pada standar ASTM. Hasil penelitian diperoleh sudut distorsi dengan pola gerak elektroda melingkar sebesar 1,6o. sedangkan pola gerak elektroda zig-zag sebesar 1,4o. pada pola gerak elektroda C sebesar 2,8o. pada sambungan las raw material diperoleh kekuatan tarik sebesar 19,36 kgf/mm2. Nilai kekuatan tarik pada pola gerak elektroda melingkar sebesar 21,714 kgf/mm2. Sedangkan dengan pola gerak elektroda zig-zag sebesar 22,528 kgf/mm2. Pada pola gerak elektroda C sebesar 23,134 kgf/mm2. Posisi perpatahan spesimen pengujian tarik dari hasil pengelasan baja ST 37 dengan las SMAW menggunakan pola gerak elektroda melingkar posisi perpatahannya disamping sambungan pengelasan atau di logam induk.Posisi perpatahan spesimen pengujian tarik dari hasil pengelasan baja ST 37 dengan las SMAW menggunakan pola gerak elektroda zig-zag posisi perpatahannya disambungan pengelasan.Posisi perpatahan spesimen pengujian tarik dari hasil pengelasan baja ST 37 dengan las SMAW menggunakan pola gerak elektroda C posisi perpatahannya disamping sambungan pengelasan atau di logam induk. Dari hasil penelitian jika pengelasan SMAW menggunakan variasi pola gerak elektroda untuk mencari sudut distorsi dan kekuatan tarik yang baik direkomendasikan menggunakan pola gerak elektroda zig-zag

    Hubungan Kompetensi Pedagogik Guru dan Pemahaman Kompetensi Dasar-Dasar Sistem Kelistrikan dengan Hasil Belajar Praktikum Pemeliharaan Kelistrikan Otomotif Siswa Kelas XI Di SMK Islam 1 Blitar.

    No full text
    ABSTRAK Saeroni. 2017. Hubungan Kompetensi Pedagogik Guru dan Pemahaman Kompetensi Dasar-Dasar Sistem Kelistrikan dengan Hasil Belajar Praktikum Pemeliharaan Kelistrikan Otomotif Siswa Kelas XI Di SMK Islam 1 Blitar. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Sumarli, M.Pd., M.T., (II) Drs. Ir. Mustaman, M.Pd. Kata Kunci: kompetensi pedagogik guru, kompetensi dasar-dasar sistem kelistrikan, hasil belajar praktikum pemeliharaan kelistrikan otomotifKompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan, pelaksanaan, evaluasi pembelajaran, dan pengembangan peserta didik dalam pencapaian kompetensi. Kompetensi pedagogik guru dan pemahaman dasar-dasar kelistrikan memiliki hubungan untuk ketercapaian kompetensi siswa dalam hal kelistrikan otomotif. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap signifikansi Hubungan (1) kompetensi pedagogik guru (X1) dengan hasil belajar pemeliharaan kelistrikan otomotif (Y), (2) pemahaman kompetensi dasar-dasar kelisrikan (X2) dengan hasil belajar pemeliharaan kelistrikan otomotif (Y), dan (3) kompetensi pedagogik guru (X1) dan pemahaman kompetensi dasar-dasar kelisrikan (X2) dengan hasil belajar praktikum pemeliharaan kelistrikan otomotif (Y).Penelitian ini tergolong penelitian ex post fakto. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI Teknik Kendaraan Ringan di SMK Islam 1 Blitar yang berjumlah 220 siswa, sementara sampel yang diambil berjumlah 59 siswa dari populasi tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode angket, tes tulis berupa pilihan ganda, dan dokumentasi yang diperoleh melalui persepsi siswa. Data yang diperoleh kemudian diuji dengan uji prasyarat analisis dan uji hipotesis untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat baik secara parsial maupun simultan. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis korelasi product moment dan regresi berganda. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan diperoleh data yaitu (1) bahwa 44,06% responden memiliki persepsi kompetensi pedagogik guru baik, (2) 33,89% responden memiliki pemahaman kompetensi dasr-dasar kelistrikan berkategori baik, (3) 50,84% responden memiliki hasil belajar pemeliharaan kelisrikan otomotif baik, (4) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara variabel X1 dengan variabel Y, (5) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara variabel X2 dengan variabel Y, (6) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara variabel X1 dan X2  secara simultan dengan variabel Y

    Pengembangan Media Pembelajaran Sparkol Videoscribe pada Mata Pelajaran Korespondensiuntuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

    No full text
    ABSTRAK   Rahayu, Ana. 2017. Pengembangan Media Pembelajaran Sparkol Videoscribe pada Mata Pelajaran Korespondensiuntuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa (StudiPadaSiswaKelas X Administrasi Perkantoran SMKN 1 BoyolanguTulungagung). Skripsi S1 Pendidikan Administrasi Perkantoran, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. I Nyoman Suputra, M.Si   Kata Kunci: Media Pembelajaran, SparkolVideoscribe, Korespondensi. Korespondensi merupakan salah satu dari konsepmata pelajaran yang membutuhkan tingkat pemaham tertentu dan sulit untuk disampaikan dengan bahasa verbal. Oleh sebab itu, dibutuhkan suatu media untuk menampilkan contoh, merangsang semangat, keaktifan siswa dalam memahami materi sehingga hasil belajar mereka meningkat. Sparkol Videoscribe merupakan sebuah media pembelajaran video animasi yang terdiri dari rangkain gambar yang disusun menjadi sebuah video utuh. Sparkol Videoscribe memiliki keunikan tersendiri yaitu mampu membuat ilustrasi yang menggambarkan peta konsep seperti catatan yang dibuat guru di papan tulis. Dengan karakteristik yang unik, sparkol videoscribe mampu menyajikan konten pembelajaran dengan memadukan gambar, suara, dan desain yang menarik sehingga siswa mampu menikmati proses pembelajaran. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan menggunakan metode penelitian dan pengembangan dengan sepuluh langkah sistematis. Media pembelajaran ini dilengkapi dengan tombol interaktif untuk menuju halaman tertentu. Media meliputi materi surat niaga, surat promosi penjualan, surat permintaan penawaran, surat penawaran untuk kelas X Administrasi Perkantoran yang telahdinyatakan valid dan efektif. Media pembelajaran Korespondensi ini telah divalidasi oleh ahli materi dan ahli media serta diujicobakan kepada siswa kelas X APK 1 di SMKN 1 Boyolangu Tulungagung melalui uji kelayakan dan keefektifan media. Presentase validitas dari ahli materi sebesar 85,71% dan materi dinyatakan sangat valid, validitas dari ahli media sebesar 88,54%, dan uji coba penggunaan sebesar 93,55% yang hasil keduanya menyatakan media sangat valid untuk digunakan. Media pembelajaran dinyatakan dapat meningkatkan hasil belajar siswa dibuktikan dengan nilai rata-rata pre testkelas X APK 2 (kelaskontrol) yaitu 44,54% lebih tinggi dari kelas X APK 1 (kelasekperimen) yaitu 42,10%. Setelah proses pembelajaran dengan perlakuan berbeda pada masing-masing kelas, diperoleh hasil belajar siswa pada persentase nilai rata-rata post test kelas X APK 1 (kelaseksperimen) yaitu 84,10% lebih tinggi dibandingkan kelas X APK 2 (kelaskontrol) yaitu 79,67%. Sesuai hasil selisih nilai post test dengan pre test tersebut diperoleh hasil angka kenaikan nilai pada kelas eksperimen yaitu 42,00% dan kelas control yaitu 35,13%. Sehingga dapat dikatakan angka kenaikan kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas control dengan selisih kenaikan angka6,87%

    Pengaruh Penambahan Avgas pada Bahan Bakar Premium terhadap Daya dan Emisi Gas Buang pada Sepeda Motor Yamaha Mio 115 CC

    No full text
    ABSTRAK   Wardana, Rahmad Wisnu. 2015. Pengaruh Penambahan Avgas pada Bahan Bakar Premium terhadap Daya dan Emisi Gas Buang pada Sepeda Motor Yamaha Mio 115 CC. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Hj. Widiyanti, M.Pd. (2) Drs. H. Sumarli, M.Pd., M.T.   Kata Kunci: Premium, Avgas, Emisi Gas Buang, Daya Mesin.   Indonesia masuk posisi 5 besar negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Indonesia berada diperingkat ke-4 dengan jumlah penduduk mencapai 253,60 juta jiwa, dengan jumlah penduduk yang begitu banyak, Indonesia dijadikan kesempatan besar sebagai pasar penjualan dari produk otomotif, banyak perusahaan otomotif yang menjual produknya ke Indonesia, tanpa disadari dengan banyaknya kendaraan yang ada di Indonesia juga mempunyai efek negatif yang diakibatkan oleh gas buang dari kendaraan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, bentuk rancangan yang digunakan dalam penelitian eksperimental ini adalah post test only design. Penelitian ini menggunakan komposisi campuran bahan bakar yang terdiri dari: premium 100%, Premium 95% - avgas 5%, premium 90% - avgas 10%, premium 85% - avgas 15%, pertalite 100%. Pengujian dilakukan pada putaran 1500 rpm sampai 7000 rpm dengan rentan 250 rpm untuk melihat daya mesin, dan emisi gas buang CO dn HC. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan bahwa semakin besar komposisi avgas yang dicampur dengan premium maka daya mesin meningkat dan emisi gas buang CO dan HC menurun. Untuk daya mesin, daya tertinggi pada Premium 85% - Avgas 15% menghasilkan daya maksimum 8,351 HP dan daya daya terendah pada Premium 100% menghasilkan daya maksimum 6,642 HP. Untuk gas CO, gas CO tertinggi pada Premium 100% menghasilkan 1,940% dan gas CO terendah pada Premium 85% - Avgas 15% menghasilkan 1,220%. Untuk gas HC, gas HC tertinggi pada Premium 100% menghasilkan 196 ppm dan gas CH terendah pada Premium 85% - Avgas 15% menghasilkan 111 ppm. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai referensi bagi mahasiswa atau pihak lain yang akan melakukan penelitian lebih dalam mengenai bahan bakar premium dicampur avgas. Kemudian untuk peneliti selanjutnya, dapat meneliti emisi gas buang berupa NOx karena gas buang tersebut berbahaya bagi kesehatan manusia dengan bahan bakar yang sama. Selanjutnya untuk masyarakat, Memberikan pemahaman bahwa percampuran bahan bakar avgas kedalam premium dapat meningkatkan daya dari sepeda motor Yamaha Mio 155 cc dan emisi gas buang CO dan HC menurun

    Hubungan Kemampuan Servis Engine dan Persepsi Siswa Tentang Peralatan Praktik Terhadap Prestasi Belajar Prakerin Siswa Kelas XII TKR di SMK Negeri 10 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Hidayat, Tiwit Nor. 2015. Hubungan Kemampuan Servis Engine dan Persepsi Siswa Tentang Peralatan Praktik Terhadap Prestasi Belajar Prakerin Siswa Kelas XII TKR di SMK Negeri 10 Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Syarif Suhartadi,  M.Pd., (II) Drs. Ir. Mustaman, M.Pd.   Kata kunci: kemampuan servis engine, persepsi siswa, prestasi belajar prakerin   Prakerin merupakan kegiatan yang wajib diikuti oleh siswa SMK untuk mengimplementasikan ilmu yang didapat di sekolah. Tujuan tersebut dapat tercapai jika pelaksanaan pembelajaran servis engine baik dan dikuasai oleh SMK kompetensi keahlian teknik kendaraan ringan. Lalu pemahaman siswa tentang kelayakan, kelengkapan, ketersediaan peralatan yang digunakan siswa selama kegiatan praktikum disekolah berlangsung. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara kemampuan servis engine dan persepsi siswa tentang peralatan praktik terhadap prestasi belajar prakerin siswa kelas XII TKR di SMK Negeri 10 Malang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan dokumentasi nilai raport dan penyebaran angket. Hasil penelitian menunjukkan hubungan kemampuan servis engine dengan prestasi belajar adalah signifikan. Hubungan antara persepsi siswa tentang peralatan praktik dengan prestasi belajar prakerin adalah signifikan. Hubungan antara kemampuan servis engine dan persepsi siswa tentang peralatan praktik dengan prestasi belajar prakerin adalah positif dan signifikan. Dengan hasil penelitian diatas dapat diambil kesimpulan yang pertama, terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan servis engine terhadap prestasi belajar prakerin. Kedua, terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi siswa tentang peralatan praktik terhadap prestasi belajar prakerin. Ketiga, terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara kemampuan servis engine dan persepsi siswa tentang peralatan praktik dengan prestasi belajar prakerin siswa kelas XII TKR di SMK Negeri 10 Malang

    Pengaruh Perubahan Volume Ruang Bakar Terhadap Daya dan Konsumsi Bahan Bakar pada Sepeda Motor Honda Astrea Grand C100

    No full text
    ABSTRAK   Prawoto, Ridlo Alifsandi. 2015. Pengaruh perubahan volume ruang bakar terhadap daya dan                   konsumsi bahan bakar pada sepeda motor Honda Astrea Grand C100. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Sumarli, M.Pd., M.T., (II) Dra. Hj. Widiyanti, M.pd.   Kata kunci:Volume Ruang Bakar, Daya, Konsumsi Bahan Bakar.   Timbul beberapa opini yang sedang terbentuk oleh masyarakat antara lain: (1) Bahwa pertamax lebih baik dibandingkan dengan premium, pertamax memiliki nilai oktan tinggi yaitu RON 92 (Research Oktane Number), sehingga cocok untuk mesin dengan perbandingan kompresi yang lebih tinggi.Pertamax tidak mengandung timbal, sehingga akan menghasilkan gas buang yang lebih ramah lingkungan dan lebih aman bagi kesehatan manusia. Selain itu bensin tanpa timbal akan menjaga ruang bakar dari deposit yang bisa menurunkan performa mesin, sehingga konsumsi bahan bakar lebih irit dibanding dengan premium. (2) Dilihat dari nilai oktan pertamax yang lebih tinggi daripada premium untuk meningkatkan efisiensi dibutuhkan rasio kompresi yang lebih besar maka diperlukan memodifikasi ketebalan paking kepala silinder. Artinya, pada paking sepeda motor Astrea Honda Grand C100 yang standar ketebalan pakingnya 0,9 mm yang  terbentuk 3 lapis, maka dimodifikasi menjadi 1 lapis pada paking bagian tengahnya yaitu ketebalannya menjadi 0,25 mm. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan: (1) Untuk mengetahui perbedaan Daya antara sepeda motor Honda Astrea Grand C100 yang menggunakan volume ruang bakar standar dengan volume ruang bakar modifikasi (2) Untuk mengetahui perbedaan  konsumsi bahan bakar antara sepeda motor Honda Astrea Grand C100 yang menggunakan volume ruang bakar standar dengan volume ruang bakar modifikasi. Penelitian yang dilakukan adalah termasuk penelitian "true experiment posttest control group design". Analisis data yang digunakan adalah metode uji beda dua sampel berpasangan (uji-T )dengan menggunakan program SPSS 16 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya  mesin yang signifikan antara menggunakan volume ruang bakar standar danvolume ruang bakar modifikasi pada mesin Honda Astrea Grand C100. Namun daya yang dihasilkan dengan menggunakan volume ruang bakar standar tetap lebih baik daripada menggunakan volume ruang bakar modifikasi. Sesuai penelitian yang telah dilakukan daya yang dihasilkan mesin menggunakan volume ruang bakar standar sebesar 2,968 HP dan menggunakan volume ruang bakar modifikasi 2,829 HP, kemudian hasil penelitian mesin yang menggunakan volume ruang bakar modifikasi memerlukan waktu yang lebih lama dalam mengkonsumsi bahan bakar daripada mesin dengan menggunakan volume ruang bakar standar. Modifikasi paking dapat menghemat konsumsi bahan bakar pada mesin Honda Astrea Grand C 100. Sesuai penelitian waktu konsumsi bahan bakar yang dibutuhkan mesin Honda Astrea Grand C100 dengan menggunakan volume ruang bakar modifikasi selama 3,143 s/5ml dan  mesin dengan volume ruang bakar standar yang memerlukan waktu 2,545. Berdasarkan hasil penelitian ini, bagi peneliti selanjutnya dapat melanjutkan dengan penelitian variasi ketebalan paking pada kepala silinder

    0

    full texts

    1,608

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇