SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
1608 research outputs found
Sort by
PARTISIPASI INDUSTRI TERHADAP PENYUSUNAN KURIKULUM IMPLEMENTASI KELAS TEKNIK MEKANIK ALAT BERAT (TMAB) DI SMKN 1 BALIKPAPAN (Studi Kasus Pada PT.Trakindo Utama)
ABSTRAK Anggraini, Detika Feby. 2017. Partisipasi Industri Terhadap Penyusunan Kurikulum Implementasi Kelas Teknik Mekanik Alat Berat (TMAB) Di SMKN 1 Balikpapan (Studi Kasus Pada PT. Trakindo Utama). Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Yoto, S.T., M.Pd., M.M. (2) Dr. Widiyanti, M.Pd. Kata Kunci: Implementasi, Kurikulum implementasi, Partisipasi Industri, Peran PT. Trakindo Utama dalam pelaksanaan kurikulum implementasi pada siswa SMKN 1 Balikpapan dalam bentuk pemberian kesempatan untuk dapat menerapkan kompetensi yang telah didapat disekolah kedalam dunia kerja. Sinkornisasi kurikulum pendidikan nasional dan industri diwujudkan dengan pengembangan dan pembukaan kelas Teknik Mekanik Alat Berat (TMAB) Trakindo di SMKN 1 Balikpapan, dengan menerapkan kurikulum berbasis karakter. Implementasi kurikulum merupakan penerapan program kurikulum yang telah dikembangkan dalam tahap sebelumnya, kemudian diujicobakan dengan pelaksanaan dan pengelolaan, sambil dilakukan penyesuaian terhadap situasi di lapangan. Tujuan dibukanya Teknik Mekanik Alat Berat di SMKN 1 Balikpapan adalah sebagai perwujudan kebutuhkan akan Mekanik Alat Berat di Kalimantan Timur yang kemudian pembukaan kelas Teknik Mekanik Alat Berat ini didukung dengan PT. Trakindo Utama yang memiliki Program bantuan yang holistic, sebagai upaya pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia di Kota Balikpapan. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus, Sumber data diperoleh dari kepala jurusan Teknik Otomotif, kepala bengkel Mekanik Alat Berat (MAB), guru pengajar kelas Coop Trakindo, dan training supervisor Trakindo Training Canter. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi dari sumber data dan metode pengambilan data. Hasil penelitian ini meliputi: (1) Persiapan perancangan kurikulum dilakukan melalui tahapan yaitu melakukan Proses seleksi Peserta didik baru yang dilakukan bersama antara SMKN 1 Balikpapan dan PT. Trakindo Utama dengan standar tes masuk yang sudah ditentukan; berdiskusi untuk menentukan jumlah peserta didik baru program keahlian Teknik Otomotif Kompetensi Keahlian Teknik Alat Berat yang akan di terima PT. Trakindo; mendiskusikan dan membuat jadwal praktek; penyediaan buku bahan mata pelajaran; dan peminjaman special tools dan alat peraga praktek kerja sesuai kebutuhan dan ketersediaan, (2) SMKN 1 Balikpapan akan membuat silabus kompetensi keahlian Teknik Alat Berat dan Rencana Program Pengajaran (RPP) sertiap mata pelajaran, kemudian mendiskusikan jadwal On The Job Training (OJT) untuk para peserta didik dan staff pengajar yang diharapkan lulusan sesuai dengan target kompetensi peserta didik lulusan SMKN 1 Balikpapan. Trakindo Utama menyediakan staff pengajar yang bersedia mengikuti pelatihan dan On The Job Training (OJT) di trakindo Utama serta syarat mutlak yang kedua adalah staff pengajar yang sudah mengikuti proses pelatihan tidak dipindah tugaskan ke tempat lain selain mengajar di program studi keahlian teknik otomotif kompetensi keahlian Teknik alat berat minimal 3 tahun setelah mengikuti pelatihan, (3) Trakindo Utama bersama SMKN 1 Balikpapan menerapkan sistem belajar yang sesuai dengan industri dimulai dari penaman sikap kerja di sekolah, kedisiplinan dan bertanggung jawab. kemudian. Dilanjutkan dengan On The Job Training yang dilakukan langsung di workshop Trakindo Utama selama enam bulan yang di bagi dua priode. Peserta didik tidak boleh pergi OJT sebelum menguasai 18 skill dasar dan tidak memiliki nilai di bawah 80. Trakindo Utama juga mempunyai kriteria tersendiri dalam mencatat kelakuan para peserta didik yaitu, disiplin, sungguh-sungguh, jujur, peduli dan sopan santun, (4) Pembandingan ketercapaian yang dilakuakan SMKN 1 Balikpapan adalah dengan menelusuri lulusan. penelusuran ini erat hubungannya dengan sasaran utama pendidikan kejuruan yaitu menyiapkan peserta didik untuk bekerja dalam menjalankan tugas sehari-hari. selain itu dapat dilihat dari dari dampak yang dihasilkan dari kurikulum yang diterapkan. Adapun penguatan yang dilakukan Trakindo Utama dan SMKN 1 Balikpapan dengan melakukan audit secara rutin dan penguatan akan semakin kuat saat hal tersebut disampaikan pada lokakarya, dan (5) Kendala penerapan kurikulum adalah secara teknis perawatan engine Alat berat tidak murah, Bahan praktek beli sendiri, dan yang terakhir adalah kurangnya kunjungan guru kepada peserta didik OJT dari pihak SMKN 1 Balikpapan sehingga menyebabkan miscommunication. Saran kepada guru sebagai acuan dalam evaluasi kurikulum implementasi di kelas kerjasama dan diharapkan kepada guru pengajar kelas Coop Trakindo untuk lebih paham dengan bentuk kerjasama, implementasi kurikulum Trakindo, dimana hal tersebut berpengaruh pada kelangsungan hubungan kerjasama kedepannya. Kepada Smk dan smk yang belum melaksanakan kelas kerjasama dengan menerapkan Kurikulum implementasi diharapkan menjadi refrensi terhadap pelaksanaan kurikulum implementasi agar mampu memiliki lulusan yang semakin baik kedepannya. Kepada industri, lebih memperhatikan biaya pemeliharaan engine dan lebih cooperative soal biaya service engine. Hasil dari penelitian juga diharapkan manjadi tolak ukur dan pembenahan dalam penyusunan program-progtram kurikulum implementatif yang lebih baik. Kepada peneliti disarankan untuk lebih memperdalam pembahasan sub penelitian dalam penelitian ini untuk dengan menjadikannya penelitian tunggal. Hal itu dimaksudkan untuk lebih mendapatkan informasi yang lengkap dan konkrit terkait kurikulum implementasi, sinkronisasi kurikulum dan peran industri
Perbedaan Penetrasi Las SMAW dan Kekuatan Tarik antara Hasil Pengelasan Horizontal dan Vertikal
ABSTRAK Sering sekali pengelasan harus dilakukan pada posisi tertentu karena mengikuti rancangan suatu kontruksi seperti pengelasan langit-langit/plafon bangunan, pada pojok bangunan, diatas lantai dan sebagainya. Dengan adanya keharusan posisi pengelasan tertentu, maka akan memberikan hasil yang berbeda terhadap kekuatan dan kekerasan hasil lasan. Posisi pengelasan horizontal (2G) dan vertikal (3G) memungkinkan hasil yang berbeda ditunjang dari kekuatan tarik dan kedalaman penetrasi las.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh posisi pengelasan 2G dan 3G terhadap kekuatan tarik dan kedalaman penetrasi hasil lasan. Penelitian ini termasuk jenis data kuantitatif dengan menggunakan Teknik pengumpulan data observasi terhadap hasil eksperimental. Dalam penelitian kuantitatif dituntut untuk menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut serta penampilan dari hasilnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah kecenderungan perbedaan penetrasi las SMAW dan kekuatan tarik antara hasil pengelasan horizontal dan vertikal. Dalam menentukan kekuatan tarik pada baja karbon rendah, data yang telah didapat dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Data yang akan dideskripsikan adalah tegangan tarik ultimate, tegangan yield point, dan regangan. Analisis data yang digunakan yaitu deskriptif dengan visualisasi table dan grafik. Hasil penelitian ini adalah; (1) ada kecenderungan perbedaan kedalaman penetrasi las antara posisi pengelasan 2G dan 3G, dimana kedalaman penetrasi 3G lebih besar dibandingkan dengan 2G. Posisi pengelasan 3G mempunyai rata-rata yang lebih dalam dari para pada posisi pengelasan 2G. Selisih nilai kedalaman penetrasi las kedua posisi tersebut hanya sebesar 0.49 mm, (2) ada kecenderungan perbedaan kekuatan tarik antara posisi pengelasan 2G dan 3G, dimana kekuatan tarik pengelasan dengan posisi 3G lebih besar dibandingankan dengan 2G. Pada posisi pengelasn 3G rata-rata nilai tegangan tarik ultimate sebesar 74.81 kg/mm2, rata-rata nilai regangan sebesar 34.79 %, dan rata-rata nilai tegangan luluh sebesar 55.26 kg/mm2. Akan tetapi nilai modulus elastisitas pengelasan dengan posisi 2G lebih besar yaitu sebesar 7966.38 kg/mm2
analisis penggunaan ecu racing pada honda beat fi 110 cc terhadap daya dan konsumsi bahan bakar
ABSTRAK Arzaqy, Moch Iqbal. 2017. Analisis Penggunaan ECU Racing pada Honda Beat FI 110 cc Terhadap Daya dan Konsumsi Bahan Bakar. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Imam Muda nauri. S.T, M.T., (II) Drs. Paryono, S.T, M.T. Kata Kunci : ECU racing, putaran motor, daya, konsumsi bahan bakar ECU merupakan komponen vital dari sistem kontrol elektronik yang berperan sebagai otak dari sistem injeksi bahan bakar PGMF-I, ECU menggunakkan micro computer dalam kerjanya yang mampu mengolah data hasil input dari sensor-sensor pendukung yang termasuk dalam sistem kontrol elektronik dan untuk kemudian mengirim sinyal menuju actuator dengan bentuk variasi tegangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya mesin yang dihasilkan dan konsumsi bahan bakar yang dibutuhkan oleh sepeda motor Honda Beat Fi 110 cc, penelitian ini dilakukan di UPTPK BLK Pasuruan dengan menggunakan alat dyno test untuk menguji daya dan menggunakan gelas ukur untuk uji konsumsi bahan bakar. Rancangan penelitian yang digunakan ialah rancangan factorial (design factorial) dan menggunakan analisis dua jalan. Hasil penelitian ini menemukan 1) Terdapat perbedaan penggunaan ECU Racing terhadap Daya dan konsumsi bahan bakar pada Honda Beat Fi 110 cc. Penggunaan yang dihasilkan tersebut adalah perbedaan kearah positif dan negative daya dan konsumsi bahan bakar. Daya mesin dan konsumsi bahan bakar yang dihasilkan ECU Racing terbukti ada perbedaan yang signifikan dengan menggunakan ECU Standart. 2) Terdapat perbedaan pada putaran 1000-8000 rpm terhadap daya mesin yang dihasilkan oleh sepeda motor Honda Beat Fi 110 cc dan mulai mengalami perbedaan yang signifikan yaitu pada putaran 4000 rpm dengan pencapaian 4,20 Hp dan menciptakan daya maksimal pada putaran 8000 rpm yaitu mencapai 9,10 Hp dengan selisih kenaikan daya mencapai 0,56 Hp dengan daya maksimal yang dihasilkan ECU Standar yang berkisar di angka 8,68 HP. untuk perbedaan nilai konsumsi bahan bakar mulai mencapai perbedaan yang signifikan pada putaran mesin 5000 rpm yakni konsumsi bahan bakar mencapai 2,81 ml dengan selisih kenaikan konsumsi sebesar 0,16 ml dengan konsumsi yang dibutuhkan oleh penggunaan ECU Standar, dan mencapai nilai konsumsi maksimal pada putaran 8000 rpm dengan nilai 3,56 ml selisih sebesar 0,26 ml dibandingkan dengan penggunaan ECU Standar. Dengan demikian dapat disarankan perlu adanya pengembangan dan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh penggunaan ECU Racing terhadap akselerasi dan torsi pada sepeda motor
PENGARUH PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA, PENGUKURAN DAN GAMBAR TEKNIK TERHADAP HASIL PRAKTIK TEKNIK PEMESINAN BUBUT SISWA KELAS XI JURUSAN TEKNIK PEMESINAN DI SMK TUREN
ABSTRAK Rahman, Arif. 2017. Pengaruh Prestasi Belajar Matematika, Pengukuran, dan Gambar Teknik terhadap Hasil Praktik Teknik Pemesinan Bubut Siswa Kelas XI Jurusan Teknik Pemesinan di SMK Turen. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I): Drs. H. Putut Murdanto, S.T., M.T., (II): Drs. H. Suwarno, M.Pd. Kata Kunci: prestasi belajar matematika, pengukuran, gambar teknik, hasil praktik teknik pemesinan bubut Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh prestasi belajar matematika, pengukuran dan gambar teknik terhadap hasil praktik teknik pemesinan bubut siswa kelas XI jurusan teknik pemesinan di SMK Turen. Dalam upaya meningkatkan keterampilan siswa pada teknik pemesinan bubut siswa diharuskan mempunyai pengetahuan untuk menunjang kemampuan siswa dalam praktik. Pemahaman pengetahuan dalam praktik teknik pemesinan bubut yaitu tingkat pengetahuan siswa terhadap pemahaman materi atau teori-teori mata pelajaran yang berhubungan dengan praktik. Salah satu diantara mata pelajaran yang wajib di tempuh oleh siswa adalah mata pelajaran Matematika, Pengukuran, dan Gambar teknik. Adapun faktor yang mempengaruhi keterampilan siswa adalah kemauan siswa dalam menguasai materi teori pelajaran praktik. Kemauan siswa dalam menguasai teori pelajaran praktik, dianggap aspek yang paling berpengaruh dalam hasil praktik teknik pemesinan bubut siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan paradigma penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional. Variabel pada penelitian ini yaitu prestasi belajar matematika (X1), pengukuran (X2) dan gambar teknik (X3) sebagai variabel bebas, sedangkan hasil praktik pemesinan bubut (Y) merupakan variabel terikat. Sampel yang diambil adalah siswa jurusan teknik pemesinan (TPm) kelas XI TPm 1, 2, dan 3 di SMK Turen, sebanyak 62 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif dan uji regresi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh yang signifikan antara prestasi belajar matematika terhadap hasil praktik teknik pemesinan bubut siswa kelas XI, dengan nilai kontribusi sebesar 28.07%. (2) Terdapat pengaruh yang signifikan antara pengukuran terhadap hasil praktik teknik pemesinan bubut siswa kelas XI, dengan nilai kontribusi sebesar 32.57%. (3) Terdapat pengaruh yang signifikan antara gambar teknik terhadap hasil praktik teknik pemesinan bubut siswa kelas XI, dengan nilai kontribusi sebesar 33.46%. (4) Terdapat pengaruh yang signifikan antara prestasi belajar matematika, pengukuran, dan gambar teknik terhadap hasil praktik teknik pemesinan bubut siswa kelas XI, dengan nilai kontribusi sebesar 94.1%
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Webpada Matapelajaran Sejarah Kelas XI IPSdi SMA NegeriAmuntai. Skripsi, Prodi S1 Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang
Kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di Sekolah Menengah Atas (SMA) menuntut siswa untuk memiliki pengetahuan luas, kepribadian yang baik, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya. Berdasarkan observasi di SMAN 1 Amuntai, terdapat permasalahan yaitu kurangnya media pembelajaran yang disediakan oleh SMAN 1 Amuntai pada matapelajaran Sejarah yang berdampak pada proses pembelajaran yang kurang menarik dan nilai matapelajaran sejarah kelas XI IPS yang berada di bawah KKM. Didukung dengan adanya sarana dan prasarana yang memadai seperti lab komputer dan koneksi internet maka dapat dikembangkan media pembelajaran berbasis web yang layak digunakan pada kegiatan belajar mengajar sebagai media penunjang pembelajaran matapelajaran sejarah yang interaktif, inovatif, dan menyenangkan khususnya pada kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Amuntai. Penelitian pengembangan ini menggunakan model ADDIE yang terdiri dari 5 tahap pengembangan yaitu Analysis, Design, Development,Implementation dan Evaluation. Pada tahap analisis dimulai dengan identifikasi masalah yang terjadi di sekolah dan rencana penyelesaiannya, kemudian pada tahap desain/perancangan merupakan tahap perancangan konsep dan sampai dengan perancangan media pembelajaran. Tahap pengembangan merupakan tahap pembuatan media pembelajaran dan validasi ahli. Tahap yang terakhir adalah evaluasi yang berada pada setiap tahap model pengembangan ADDIE. Selanjutnya hasil penelitian pengembangan ini produk berupa web untuk matapelajaran sejarah pada kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Amuntai. Media pembelajaran berbasis web yang sudah dikembangkan divalidasi oleh ahli materi dan ahli media, serta di uji coba kelayakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, ahli materi menyatakan media pembelajaran 94,1% sangat valid dan ahli media menyatakan bahwa media pembelajaran 93,7% sangat valid.Hasiluji coba kelompok kecil menyatakan bahwa media pembelajaran 90,4% sangat layak dan hasil uji coba kelompok besar menyatakan media pembelajaran 91.1% sangat layak.Dapat disimpulkan bahwa produk berupa media pembelajaran yang dihasilkan pada penelitian pengembangan ini sangat layak dan dapat digunakan sebagai media pembelajaran berbasis web untuk proses pembelajaran matapelajaran sejarah kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Amuntai.
Hubungan Kepribadian Proaktif dan Penguasaan Kompetensi Keahlian Dengan Kematangan Vokasional Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Mesin Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang
Keterserapan lulusan sekolah menengah maupun sarjana mengalami penurunan, sehingga menimbulkan krisis yang dinamakan pengangguran. BPS mencatatat 7,56 jutapenganguran di dominasi oleh sarjana per agustus 2015. Hal ini yang melatarbelakangiuntuk meneliti kematangan vokasional. Kematangan vokasional yang diteliti adalah yangdipengaruhi oleh kepribadian proaktif dan penguasan kompetensi keahlian. Penelitian inibertujuan untuk mengungkap signifikansi hubungan antara: (1) kepribadian proaktif (X1) dengan kematangan vokasional (Y); (2) penguasaan kompetensi keahlian (X2) dengankematangan vokasional (Y); (3) kepribadian proaktif (X1), dan penguasaan kompetensikeahlian (X2) dengan kematangan vokasional (Y); dan (4) mendeskripsikan (X1), dan (Y). Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan rancanganpenelitian adalah deskriptif korelasional. Uji prasyarat analisis data menggunakan ujinormalitas, linearitas, dan hipotesis yang telah memenuhi syarat. Teknik analisis data yangdigunakan adalah korelasi parsial dan regresi ganda. Analisis data dilakukan denganbantuan SPSS 16.0. Pengumpulan data menggunakan instrumen yang berbeda-beda, yaitu variabel (X1) dan Y diukur menggunakan lembar observasi berupa angket/kuisioner, sedangkan variabel (X2) diukur menggunakan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswaPendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang dengan populasi sejumlah 86mahasiswa. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik studi populasi, mengingatjumlah populasi yang relatif sedikit dan memungkinkan bagi peneliti untuk menjangkaudalam memperoleh data. Kesimpulan pada penelitian ini adalah (1) ada hubungan yang positif dansignifikan antara antara (X1) dengan Y; (2) ada hubungan yang positif dan signifikan antara (X2) dengan Y; (3) ada hubungan positif dan signifikan antara (X1) dan (X2) dengan Y;(4) deskripsi nilai masing – masing variabel, (X1) terkategori sangat tinggi, (X2), (X2) terkategorisangat tinggi, Y terkategori tinggi demikian dapat disimpulkan bahwa kematanganvokasional mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Mesin Jurusan Teknik Mesin UniversitasNegeri Malang terkategori tinggi, artinya mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Mesin JurusanTeknik Mesin Universitas Negeri Malang memiliki aktualisasi karir yang positif dan baik
APLIKASI FERRO OXIDE (Fe2O3) SEBAGAI KATALISPADA BAHAN BAKAR RON 88, RON 90, RON 92 DAN RON 98 UNTUK MENGURANGI EMISI GAS BUANG (CO DAN HC)
ABSTRAK Perkembangan teknologi di berbagai bidang khusunya di bidang transportasi darat menyebabkan jumlah kendaraan bermotor dengan berbagai jenis dan merk meningkat sangat tajam. Pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor tersebut memicu terjadinya pencemaran udara dan peningkatan jumlah emisi gas buang. Emisi yang dikeluarkan dari gas buang kendaraan bermotor adalah gas CO sebesar 70,50%; gas HC sebesar18,34%. Untuk mengurangi efek negatif yang berlebihan, dibutuhkan perlakuan khusus, salah satunya dengan penerapan katalis pada sistem pengeluaran gas buang. Fe2O3 adalah suatu campuran kimia yang dapat diaplikasikan pada katalis untuk mengurangi emisi gas buang tersebut. Fe2O3 mampu mengikat unsur CO dan HC yang terkandung dalam gas sisa pembakaran motor. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap, pertama pengambilan data kadar emisi gas buang CO dan HC dengan bahan bakar RON 88, RON 90, RON 92, dan RON 98 pada sepeda motor tanpa penerapan Fe2O3. Kedua pengambilan data kadar emisi gas buang CO dan HC dengan pengaplikasian Fe2O3 sebagai katalis. Pengambilan data ini dilakukan dengan alat gas analyzer, untuk mengetahui kadar emisi gas buang CO dan HC. Media dalam, penelitian ini menggunakan sepeda motor Honda Mega Pro 150 CC tahun perakitan 2013, dan menggunakan tachometer. Metode yang digunakan adalah membandingkan jumlah emisi gas buang antara tanpa penerapan Fe2O3 sebagai katalis dengan penerapan katalis pada kendaraan menggunakan prototipe yang sudah dimodifikasi sedemikain rupa berdasarkan jurnal-jurnal yang sudah di telaah. Pada pengaplikasiaannya, setiap jenis bahan bakar, dilakukan pengambilan data pada 1500 rpm hingga 6000 rpm dengan kelipatan 500 rpm. Hal ini dilakukan untuk memastikan keabsahan data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan pengaplikasian Fe2O3 sebagai katalis hanya mampu mengurangi kadar CO secara signifikan pada RON 88, yakni 91,43 % kadar CO dan HC pada RON 88, dan RON 92, yakni 53,27 % dan 91,07 % kadar HC. Hal ini terjadi karena Fe2O3 yang digunakan berukuran mikropartikel, yang tidak mampu mengadsorbsi dengan maksimal, serta RON 88 yang menghasilkan kadar CO dan HC yang tinggi, dibandingkan dengan RON yang lebih tinggi. Hal tersebut dikarenakan RON 88 menggunakan teknologi dan campuran yang kurang baik untuk motor bensin 4 tak di jaman ini
Pengaruh Kelayakan Fasilitas Bengkel Pemesinan dan Minat Belajar Siswa terhadap Hasil Belajar Praktikum Pemesinan di SMKN 1 Singosari
ABSTRAK Susanti, Irma. 2017. Pengaruh Kelayakan Fasilitas Bengkel Pemesinan dan Minat Belajar Siswa terhadap Hasil Belajar Praktikum Pemesinan di SMKN 1 Singosari. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(1) Dr. H. Yoto., S.T., M.Pd., M.M, (2) Dr. Hj. Widiyanti., M.Pd. Kata Kunci: kelayakan fasilitas, minat belajar, hasil belajar praktikum pemesinan. Sekolah menengah kejuruan merupakan sekolah yang mempersiapkan lulusannya untuk bekerja sehingga siswa dituntut untuk memiliki keterampilan di dalam bidang tertentu. Di dalam sekolah SMK fasilitas bengkel sangat perlu diperhatikan untuk mendukung aktivitas belajar siswa. Fasilitas yang lengkap akan memudahkan siswa dalam belajar, sehingga dapat berdampak pada hasil belajarnya. Minat belajar siswa juga harus diperhatikan, sebelum pelajaran guru harus membangkitkan minat belajar agar siswa bersemangat dalam belajar sehingga ilmu akan mudah terserap dan hasil belajar yang bagus akan tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh kelayakan fasilitas bengkel permesinan terhadap hasil belajar praktikum pemesinan di SMKN 1 Singosari, (2) pengaruh minat belajar siswa terhadap hasil belajar praktikum pemesinan di SMKN 1 Singosari, dan (3) pengaruh kelayakan fasilitas bengkel permesinan dan minat belajar siswa terhadap hasil belajar praktikum pemesinan di SMKN 1 Singosari. Penelitian ini merupakan penelitian jenis ex post facto dengan subjek penelitian siswa di SMKN 1 Singosari kelas XII Kompetensi Keahlian Teknik Pemesinan dan Kompetensi Keahlian Teknik Mekanik Industri yang berjumlah 86 siswa. Uji coba instrument dilaksanakan di SMKN 6 Malang dengan jumlah siswa 32 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, angket dan dokumentasi. Uji coba instrumen menggunakan uji validitas dan reabilitas. Teknik analisis data menggunakan uji prasyarat analisis yang meliputi uji normalitas, uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas dan uji autokorelasi. kemudian untuk menguji hipotesis menggunakan analisis analisis regresi sederhana dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh kelayakan fasilitas bengkel permesinan terhadap hasil belajar praktikum pemesinan di SMKN 1 Singosari, dibuktikan dari nilai signifikansi sebesar 0,020 yang berarti kurang dari 0,05 (0,02
Hubungan Keahlian Siswa dan Objek Prakerin terhadap Motivasi Wirausaha di Teknik Pemesinan SMKN 1 Gempol
ABSTRAK Rowi, Muhammad Roem. 2017. Hubungan Keahlian Siswa dan Objek Prakerin terhadap Motivasi Wirausaha di Teknik Pemesinan SMKN 1 Gempol. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Suwarno, M.Pd., (II) Dr. Hj. Widiyanti, M.Pd. Kata kunci: keahlian siswa, objek prakerin, motivasi wirausaha Keahlian siswa merupakan kompetensi yang di miliki oleh siswa tentang teknik pemesinan. Keahlian siswa yang tinggi akan meningkatkan motivasi wirausaha yang tinggi pula. Objek prakerin merupakan bentuk yang dapat di indra oleh siswa di dunia industri ataupun usaha, yang termasuk objek prakerin adalah tempat kerja dan jenis pekerjaan. Semakin banyak objek pengalaman yang ditemui serta pengalaman yang didapat akan meningkatkan motivasi wirausaha yang tinggi pula. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan keahlian siswa dan objek prakerin, dan untuk mengetahui hubungan keahlian siswa dan objek prakerin secara parsial maupun simultan dengan motivasi wirausaha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif korelasional.Sampel dalam penelitian ini sebanyak 84 responden. Kesimpulan dari hasil penelitian secara parsial ada hubungan yang signifikan keahlian siswa dengan motivasi wirausaha dan secara parsial yang kedua ada hubungan yang signifikan objek prakerin dengan motivasi wirausaha di Teknik Pemesinan SMKN 1 Gempol. Keahlian siswa dan objek prakerin ada hubungan yang signifikan terhadap motivasi wirausaha dan menunjukkan hubungan sebesar 19.7% terhadap motivasi wirausaha, sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lain yang tidak digunakan dalam penelitian. Saran dalam penelitian ini adalah guru harus lebih memotivasi dan mengarahka siswa untuk meningkatkan skills dan pengalaman, sekolah perlu adanya pengembangan fasilitas yang memadai dalam hal berwirausaha, untuk penelitian lain lebih banyak mengembangkan cakupan masalah yang diteliti
Interaksi Antara Diameter Puli Dan Luas Penampang Kawat Kumparan Rotor Alternator IC Regulator Terhadap Tegangan Pengisian Pada Daihatsu Feroza
ABSTRAK Maijuansyah. 2017.Pengaruh Variasi Arus Pengelasan Flux Core Arc Welding terhadap Struktur Mikro, Nilai Kekerasandan Distorsi pada Pengelasan Kampuh V dengan Pelat Baja St 37. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. HeruSuryanto, S.T., M.T., (II) Drs. H. Solichin, S.T., M.Kes. Kata Kunci: arus pengelasan, struktur mikro, kekerasan, distorsi, FCAW, baja ST37 Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi arus pengelasan terhadap struktur mikro, nilai kekerasan, dan distorsi pada pengelasan FCAW kampuh V baja ST37.Penelitian ini mengunakan metode kuantitatif eksperimental. Analisis yang digunakan adalah anlisis deskriptif. Variasi arus pengelasan yang digunakan adalah 80A, 110A, dan 140A. Posisi pengelasan yang digunakan adalah posisi 1G dengan model kampuh V menggunakan las FCAW dengan gas pelindung CO2 dan wire yang digunakan E71T1. Pengujian yang dilakukan adalah pengukuran distorsi sudut, uji struktur mikro, dan uji vickers. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah mendapat perlakuan variasi arus pengelasan terlihat perbedaan jenis butir, ukuran serta bentuk masing-masing perlakuan variasiarus dan terjadi pada daerah weld metal, HAZ dan Base metal. Hasil pengukuran kekerasan pada pengelasan FCAW dengan variasi arus 80A, 110A, dan 140A adalah berturut-turut sebesar 284,1 HV, 240,4 HV, dan 227,5 HV pada daerah weld metal. Pada daerah HAZ sebesar 262,7 HV, 236,9 HV, dan 195,6 HV. Pada daerah base metal dengan jarak pengujian 10 mm dari titik tengah weld metal sebesar 237,8 HV, 193,1 HV, dan 193,7 HV. Pada daerah base metal dengan jarak pengujian 15 mm dari titik tengah weld metal sebesar 246,9 HV,173,2 HV, dan 180,5 HV. Hasil pengukuran distorsi sudut yang terjadi setelah proses pengelasan dengan variasi arus 80A, 110A, dan 140A adalah berturut-turut sebesar 2°, 2,33°, dan 2,7°pada daerah awal pengelasan. Pada daerah tengah pengelasan adalah 2,13°, 2,43°, dan 2,83°. Pada daerah akhir pengelasan adalah 2,2°, 2,567°, dan 2,9°