SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    1608 research outputs found

    PENGEMBANGAN MODUL DENGAN MENERAPKAN STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI PADA POKOK BAHASAN DASAR-DASAR ELEKTRONIKA UNTUK SISWA KELAS X TEKNIK KENDARAAN RINGAN DI SMK NEGERI 10 MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Adi, Ahmad Jama. 2016. Pengembangan Moduldengan Menerapkan Strategi Pembelajaran Inkuiri pada Pokok Bahasan Dasar-Dasar Elektronika untuk Siswa Kelas X Teknik Kendaraan Ringan di SMK Negeri 10 Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Otomotif, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd (II) Drs. Imam Muda Nauri, S.T., M.T.   Kata kunci: strategi pembelajaran inkuiri, modul dasar-dasar elektronika.                 Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan tambahan refrensi bahan ajar berupa modul untuk siswa kelas X Teknik Kendaraan Ringan di SMK Negeri 10 Malang, serta mengetahui kualitas produk bahan ajar modul yang dihasilkan sehingga layak digunakan dalam pembelajaran dasar elektronika.   Metode pengembangan yang digunakan dalam pengembangan ini adalah model pengembangan Dick dan Carey yang terdiri dari 10 langkah. Langkah-langkah tersebut antara lain: (1) mengidentifikasi tujuan pembelajaran, (2) melakukan analisis instruksional, (3) menganalisis karakteristik siswa dan konteks pembelajaran, (4) merumuskan tujuan pembelajaran khusus, (5) mengembangkan instrumen penilaian, (6) mengembangkan strategi pembelajaran, (7) mengem-bangkan dan memilih bahan ajar, (8) merancang dan melaksanakan evaluasi formatif, (9) melakukan revisi terhadap program pembelajaran, dan (10) merancang dan mengembangkan evaluasi sumatif, namun dalam penelitian ini untuk langkah ke-10 tidak dilakukan karena keterbatasan waktu untuk melakukan seluruh kegiatan belajar dalam waktu satu semester. Instrumen pengumpul data yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini berupa angket yang diberikan ke pada ahli media, ahli materi, uji coba kelompok kecil dan kelompok besar berupa hasil tanggapan media pembelajaran.               Hasil dari penelitian dan pengembangan ini telah melalui 3 tahap uji coba formatif, yaitu (1) uji ahli media dan uji ahli materi, (2) uji coba kelompok kecil, (3) uji coba kelompok besar. Dari ketiga tahap uji coba yang telah dilakukan didapat hasil sebagai berikut: (1) ahli media mendapatkan persentase sebesar 95,48% dinyatakan sangat valid dan ahli materi pembelajaran mendapat­kan per­sentase sebesar 87,29% dinyatakan sangat valid, (2) uji coba kelompok kecil mendapatkan persentase sebesar 96,78% yang berarti sangat valid, (3) uji coba kelompok besar mendapatkan persentase sebesar 90,18% yang berarti sangat valid. Berdasarkan hasil perolehan data menunjukkan bahwa media pembelajaran yang telah dikembangkan pada penelitian pengembangan ini dinyatakan valid  dan layak digunakan sebagai media pembelajaran.

    Pengembangan Buku Ajar Tematik Berbasis Budaya Lokal (Daerah Istimewa Yogyakarta) untuk Siswa Kelas V

    No full text
    ABSTRAK   Suhartati. 2017. Pengembangan Buku Ajar Tematik Berbasis Budaya Lokal (Daerah Istimewa Yogyakarta) untuk  Siswa Kelas V. Tesis. Program Studi Dasar Konsentrasi Guru Kelas. Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Sa’dun Akbar, M.Pd., (II) Dr. Muhana Gipayana, M.Pd.   Kata Kunci: buku ajar tematik, budaya lokal, Daerah Istimewa Yogyakarta Pada kurikulum 2013 buku ajar tematik terdiri dari buku siswa dan buku guru. Berdasarkan analisis buku siswa dan buku guru subtema Cara Menjaga Kerukunan ditemukan beberapa ketidaksesuaian anatara lain dalam konsep arah mata angin, konsep jarak sebenarnya, penggunaan bahasa, dan pengintegrasian budaya lokal. Studi pendahuluan di dua sekolah dasar, ditemukan beberapa kendala anatara lain : (1) masih menggunakan buku siswa dan buku guru yang memiliki ketidaksesuaian: (2) buku siswa dan buku guru yang digunakan belum berbasis budaya Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY); (3) guru kesulitan mengembangkan buku siswa dan buku guru berbasis budaya DIY; (4) siswa cenderung mengutamakan nilai pengetahuan. Tujuan penelitian ini, yaitu menghasilkan buku ajar tematik berbasis budaya lokal (Daerah Istimewa Yogyakarta) yang valid secara teoritik, memenuhi tingkat kemenarikan dan kepraktisan yang tinggi, dan efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan buku ajar tematik berbasis budaya lokal (Daerah Istimewa Yogyakarta). Penelitian ini menggunakan model pengembangan Dick, Carey, & Carey yang meliputi : (1) menganalisis kebutuhan untuk menentukan tujuan pembelajaran; (2) menganalisis pembelajaran; (3) menganalsis karakteristik siswa; (4) merumuskan tujuan khusus pembelajaran; (5) mengembangkan instrumen penilaian; (6) mengembangkan strategi pembelajaran; (7) mengembangkan dan memilih materi pembelajaran; (8) merancang dan melakukan evaluasi formatif; (9) merevisi pembelajaran; (10) mengembangkan dan melakukan evaluasi sumatif. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan bahwa buku ajar tematik berbasis budaya lokal (Daerah Istimewa Yogyakarta) yang dikembangkan mencapai kualifikasi valid dengan persentase ketercapaian sebesar 75,03%, tingkat kemenarikan yang tinggi dengan persentase kemenarikan sebesar 83,43%, tingkat kepraktisan yang tinggi dengan presentase kepraktisan sebesar 83,80. Terdapat perbedaan hasil belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dalam aspek pengetahuan dengan hasil t hitung 5,875 dan signifikasi 0,000. Hasil belajar dalam aspek sikap, keterampilan, dan aktivitas siswa antara kelas ekperimen dan kontrol juga menunjukkan perbedaan. Kelas ekperimen memperoleh capaian yang lebih tinggi dalam aspek sikap sebesar 5,72%, keterampilan sebesar 7%, dan aktivitas sebesar 6%. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan, maka disarankan untuk menggunakan buku ajar tematik berbasis budaya lokal (Daerah Istimewa Yogyakarta) sebagai salah satu buku penunjang pembelajaran kelas V

    PENGELOLAAN KESISWAAN BIDANG AKADEMIK DI SMK NEGERI 1 TUBAN

    No full text
    ABSTRAK   Pengelolaan didalam dunia pendidikan merupakan komponen yang berguna sebagai pengatur segala sesuatu yang terkait dengan pendidikan. Pengelolaan berfungsi guna terlaksananya suatu tujuan secara efektif dan efisien. Pengelolaan peserta didik adalah mengelola segala sesuatu terkait dengan peserta didik mulai dari awal masuk hingga dinyatakan lulus. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Lembaga Pember­dayaan Pengembangan Kepala Sekolah (LPPKS) menyebutkan bahwa tujuan khusus dari pengelolaan peserta didik sebagai berikut: (1) meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan psikomotorik peserta didik, (2) Menyalurkan dan mengembangkan kemampuan umum (kecerdasan), bakat dan minat peserta didik, (3) menyalurkan aspirasi, harapan dan memenuhi kebutuhan peserta didik, dan (4) peserta didik dapat belajar dengan baik dan tercapai cita-cita mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) bagaimanakah proses penerimaan peserta didik baru di SMK Negeri 1 Tuban; (2) bagaimanakah pengelolaan peserta didik selama proses belajar mengajar berlangsung di SMK Negeri 1 Tuban; (3) bagaimana evaluasi hasil belajar peserta didik di SMK Negeri 1 Tuban; dan (4) bagai­manakah prosedur mutasi dan pengelolaan alumni di SMK Negeri 1 Tuban. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sumber data diperoleh dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, wakil kepala sekolah bidang humas dan guru BK. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara bebas dan mendalam, studi dokumentasi, dan observasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan analisis deskriptif  kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa proses penerimaan peserta didik baru di SMK Negeri 1 Tuban telah terencana dengan baik dengan adanya penyusunan kepanitiaan, pengumuman penerimaan peserta didik baru, pembuatan petunjuk teknis dan koordinasi dengan diknas. Proses pene­rimaan peserta didik baru dilakukan secara online, kemudian validasi data ke sekolah untuk mendapatkan nomor ujian. Orientasi dikenal dengan sebutan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) dengan materi pengenalan sekolah secara keseluruhan. Penjurusan peserta didik dilakukan saat pertama kali melakukan pendaftaran dengan diberikan pilihan maksimal tiga jurusan/kom­petensi keahlian dan ada fasilitas konsultasi mengenai jurusan yang diinginkan oleh peserta didik baru. Pengelolaan peserta didik telah dikelola dengan baik sesuai pedoman yang telah ada dengan mengelompokkan peserta didik berdasarkan urut abjad sesuai dengan nama peserta didik.Kehadiran dan ketidakhadiran peserta didik dilakukan absensi dengan meng­gunakan fingerprint pada beberapa jurusan dan ada tindak lanjut dari guru BP/BK untuk peserta didik yang bermasalah dengan ketidakhadiran.Pengembangan dan pembinaan diberikan fasilitas yang maksimal untuk mengembangkan bakat dan minat peserta didik, peserta didik diberikan pilihan ekstrakulikuler wajib dan pilihan. Proses evaluasi dilaku­kan secara berkesinambungan dan terstrukur. Kenaikan kelas adalah hal yang wajib namun memiliki persyaratan yang harus dipenuhi untuk dapat dinyatakan naik ke tingkat selanjutnya, kelulusan tidak jauh berbeda dengan kenaikan kelas hanya saja yang membedakan adalah adanya ujian kompetensi dan harus mengikuti semua pembelajaran dari kelas X sampai dengan XII. Prosedur mutasi yang dilakukan mengacu pada aturan dinas, memiliki persyaratan umum dan administrasi yang harus dipenuhi untuk dapat melakukan mutasi. Pengelolaan alumni telah memiliki sebuah organisasi  yaitu ikatan alumni (IKA) yang memiliki fungsi dan peran bagi sekolah. Bagi kepala sekolah diharapkan dapat mempertahankan kebijakan pengelolaan yang telah dirasa baik dan memperbaiki kebijakan pengelolaan yang dirasa masih memiliki kekurangan. Didalam proses penerimaan peserta didik baru diharapkan meningkatkan promosi mengenai jalur khusus terutama untuk jalur khusus melalui hafidz Al-Quran. Dalam hal pengelompokan peserta didik dapat dipertim­bangkan untuk melakukan pengelompokan secara acak untuk menghindari terjadinya nama yang homogen dalam satu kelompok. Kehadiran dan ketidak­hadiran peserta didik dapat dilakukan dengan menerapkan penggunaan fingerprint pada semua jurusan untuk mempermudah dalam menindaklanjuti masalah kehadiran dan ketidakhadiran peserta didik. Pengelolaan alumni lebih diperkuat dengan sering diadakannya pertemuan antar alumni dan lebih memfungsikan organisasi IKA. Kepada guru, diharapkan dapat lebih terlibat dalam pengelolaan kesiswaan, dija­dikan sebagai pengetahuan mengenai pengelolaan peserta didik didalam kelas lebih khusus saat proses belajar mengajar berlangsung. Kepada peneliti berikutnya, hendaknya hasil penelitian ini dapat diguna­kan sebagai referensi pada penelitian sejenis serta dapat mengembangkan penelitian yang terkait dengan pengelolaan kesiswaan

    Kontribusi Self–discipline dan Pengetahuan Teori Pemesinan terhadap Hasil Belajar Praktikum Pemesinan serta Dampaknya terhadap Kesiapan Kerja Siswa Kelas XII SMKN 6 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Kesiapan siswa dalam memasuki dunia kerja dilihat melalui tiga aspek, yaitu aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan. Pengetahuan mutlak dibutuhkan sebagai dasar seseorang dalam bekerja. Keterampilan dibutuhkan guna menunjang seseorang dalam bekerja untuk menciptakan sesuatu yang berkualitas, sedangkan sikap yang dimaksud adalah sikap kerja selama berada di dunia kerja untuk meningkatkan produktifitas dalam bekerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan inferensial dengan metode studi hubungan kausal, karena penelitian ini berusaha untuk memberikan pemecahan masalah melalui penyajian data-data, analisis beserta intepretasinya yang didasarkan atas temuan data yang telah diperoleh. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini juga merupakan populasi atau yang biasa disebut dengan penelitian sensus sebanyak 86 orang siswa kelas XII di SMK Negeri 6 Malang. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode path analysis dengan bantuan aplikasi SPSS 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) terdapat kontribusi yang tidak signifikan antara self–discipline terhadap hasil belajar praktikum pemesinan; (2) terdapat kontribusi yang signifikan antara pengetahuan teori pemesinan terhadap hasil belajar praktikum pemesinan sebesar 50% dan meningkat menjadi 53,8% setelah diadakan perbaikan jalur; (3) terdapat kontribusi yang signifikan self–discipline dan pengetahuan teori pemesinan secara simultan terhadap hasil belajar praktikum pemesinan sebesar 54,8%; (4) terdapat kontribusi yang signifikan antara self–discipline terhadap kesiapan memasuki dunia kerja sebesar 11,8% dan meningkat menjadi 12,3% setelah dilakukan perbaikan jalur; (5) terdapat kontribusi yang signifikan antara pengetahuan teori pemesinan terhadap kesiapan memasuki dunia kerja sebesar 19,3% dan meningkat menjadi 23% setelah dilakukan perbaikan jalur; (6) terdapat kontribusi yang tidak signifikan antara hasil belajar praktikum pemesinan terhadap kesiapan memasuki dunia kerja; dan (7) terdapat kontribusi yang signifikan self–discipline ,pengetahuan teori pemesinan dan hasil belajar praktikum pemesinan secara simultan terhadap kesiapan memasuki dunia kerja sebesar 35,7%. Sebaiknya siswa, guru dan instansi pendidikan perlu menyadari akan pentingnya pengembangan diri siswa dalam rangka mempersiapkan siswa untuk siap bekerja dan menghasilkan kompetensi lulusan yang berkualitas

    Penerapan Teknik Pengecoran Aluminium di Desa Mayangan Kota Pasuruan untuk Pengembangan Perkuliahan Pengecoran Logam Di Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang.

    No full text
    ABSTRAK   Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang yang dipersiapkan menjadi tenaga pengajar yang profesional.Di laboratorium Universitas Negeri Malang ada mata kuliah pengecoran logam menggunakan aluminium, akan tetapi cetakan yang digunakan masih menggunakan cetakan pasir silica yang hanya digunakan sekali cetak dan hasilnya masih kurang memuaskan. Sementar di desa Mayangan Kota Pasuruan yang sudah menggunakan cetakan permanen dan hasilnya sudah berkualitas nasional serta proses pengerjaannya yang sangat cepat dalam pengecoran logam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis aluminium yang dipakai serta tahapan-tahapan pengecoran logam alumunium di Home Industri di Kelurahan Mayangan Pasuruan, serta pengembangan perkuliahan pengecoran logam Jurusan Teknik Mesin di Universitas Negeri Malang. Penelitian ini dilakukan di Home Industri Mayangan Pasuruan. Alasan pemilihan tempat ini karena home industri di Mayangan Pasuruan ini sudah terkenal dan produksi yang dihasilkan mempunyai kualitas bagus. Selain itu pemasaran produk ini sudah sampai ke luar pulau Jawa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode  kualitatif deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah pemilik home industri pengecoran di Kelurahan Mayangan Pasuruan dan karyawan. Lokasi penelitian ini dilakukan di home industri pengecorandi Kelurahan Mayangan Pasuruan. Teknik yang digunakan untuk pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Prosedur analisis data yang dilakukan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, mengambil kesimpulan dan verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa (A) Jenis aluminium yang dipakai dalam pengecoran logam di Kelurahan Mayangan Kota Pasuruan adalah aluminium bekas(B) Tahap-tahap proses pengecoran logam aluminium yang berada di desa Mayangan Kota Pasuruan(1) pemilihan bahan baku, (2) peleburan, (3) penuangan ke dalam cetakan, (4) pembubutan dan pemotongan, (5) pemolesan, dan (6) finishing, (C) Pengembangan Materi Mangacu pada (1) mengetahui material dan kemampuan proses, (2) memahamidasar-dasar pengecoran logam. Adapun deskripsi yang ada dalam mata kuliah pengecoran logamantaralain: (1) mengetahui material logam dan kemampuan prosesnya, (2)mengenal materi bukan logam dan kemampuan prosesnya, (3) mengetahuipersyaratan dan perencanaan tuangan, (4) memahami pembuatan model/pola, (5)mengetahui prosedur pengujian/menganalisnis pasir cetak, (6) mengetahui carapembuatan cetakan, (7) mengetahui cara mengoperasikan dapur pelebur, (8)melakukan proses peleburan dan penuangan ke dalam rongga cetak, (9)menangani cacat coran dan penanggulangannya. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan Kepada Mahasiswa Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang ketika ada Pelajaran Pengecoran Logam sebaiknya melakukan kunjuan ke industri pengecoran logam untuk menambah Pengetahuan dan wawasan pengecoran logam.Kepada Dosen Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang memperbaiki kinerja dan menambah wawasan mahasiswa sesuai dengan dunia kerja.Kepada Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang sebaiknya menambah peralatan pengecoan yang sesuai dengan dunia kerja.Kepada Peneliti Selanjutnya sebaiknya meneliti lebih jauh dan mencari faktor-faktor dan sumber yang lebih mendalam dan detail yang berhubungan dengan pengecoran sebagai perluasan materi terhadap penelitian sebelumnya

    STRATEGI PENERAPAN TEACHING FACTORY BIDANG TEKNIK PEMESINAN DI SMK TUREN

    No full text
    ABSTRAK Arifin, Rian. 2017. Strategi Penerapan Teaching Factory Bidang Teknik Pemesinan di SMK Turen. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Widiyanti, M.Pd. (2) Dr. Yoto, S.T., M.Pd., M.M. Kata Kunci: strategi penerapan, teaching factory, SMK TurenPerkembangan dunia industri pada dasarnya berpengaruh terhadap pendidikan, khususnya sekolah yang akan mencetak pekerja yang akan bekerja di industri. Dalam hal ini adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dengan kemajuan industri yang ada maka pihak SMK harus mampu mempersiapkan siswanya untuk dapat bersaing di dunia industri. Salah satu langkah SMK dalam persiapan untuk menghadapi tuntutan industri adalah dengan dilaksanakannya teaching factory. Hal ini bertujuan  meningkatkan kualitas lulusan dan kemampuan tenaga kependidikan yang berkompeten dan profeisonal di bidangnya. Serta untuk menambah modal pembiayaan penyelenggaraan pendidikan, namun penyelenggaraan teaching factory harus didukung dengan strategi penerapan yang baik agar dapat berjalan dengan lancar.Penelitian ini tergolong penelitian kualitatif. Sumber data diperoleh dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, wakil kepala sekolah bidang humas, kepala program keahlian teknik pemesinan, kepala laboratorium teknik pemesinan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara bebas dan mendalam, studi dokumentasi dan observasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa strategi penerapan teaching factory meliputi: (1) strategi dalam persiapan keorganisasian, sumber daya manusia, koordinasi dengan DU/DI, sarana dan prasarana, modal; (2) strategi dalam pelaksanaan manajemen waktu dan kerja, produksi, standarisasi produk, penggunaan perlengkapan; (3) strategi dalam evaluasi dan tindak lanjut dari evaluasi, dan (4) faktor pendukung dan penghambat pada koordinasi dengan DU/DI, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, modal dan lokasi kerja. Bagi SMK Turen disarankan agar menambahkan sarana dan prasarana untuk menunjang pelaksanaan teaching factory. Bagi kepala sekolah diharapkan meningkatkan kerjasama baik dengan pihak jurusan maupun DU/DI untuk peningkatan pelaksanaan teaching factory. Bagi kepala program keahlian dan seluruh anggota teaching factory diharapkan dapat meningkatkan kepedulian terhadap proses produksi dan pelaksanaan teaching factory. Bagi DU/DI diharapkan dapat meningkatkan kerjasama dengan sekolah dalam seluruh proses yang dilakukan untuk lancarnya pelaksanaan teaching factory

    Hubungan Antara Latar Belakang Pendidikan, Minat Terhadap Profesi Guru, Kemanfaatan Ospek, Kegiatan Organisasi, dan Hasil Belajar Mahasiswa Pendidikan Otomotif

    No full text
    ABSTRAK   Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk menguji kualifikasi latar belakang pendidikan, minat terhadap profesi guru, kemanfaatan ospek, kegiatan organisasi, dan hasil belajar mahasiswa pendidikan otomotif Universitas Negeri Malang, (2) untuk menguji signifikansi hubungan antara latar belakang pendidikan dan hasil belajar, (3) untuk menguji signifikansi hubungan antara minat terhadap profesi guru dan hasil belajar, (4) untuk menguji signifikansi hubungan antara kemanfaatan ospek dan hasil belajar, (5) untuk menguji signifikansi hubungan antara kegiatan organisasi dan hasil belajar, (6) untuk menguji signifikansi hubungan antara latar belakang pendidikan, minat terhadap profesi guru, kemanfaatan ospek, kegiatan organisasi, dan hasil belajar. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional dengan subjek mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Otomotif Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang angkatan 2015 sebanyak 79 mahasiswa. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Teknik sampling menggunakan simple random sampling yang dilakukan dengan cara undian pada semua anggota populasi. Teknik analisis data menggunakan Teknik Analisis Linier Berganda. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh simpulan sebagai berikut. Pertama, tidak ada hubungan yang signifikan antara latar belakang pendidikan dengan hasil belajar (koefisien korelasi -0,009 dan sign. 0,468). Tidak ada perbedaan hasil belajar antara mahasiswa yang berlatar belakang pendidikan SMK dan non – SMK di jurusan Pendidi-kan Otomotif Universitas Negeri Malang. Kedua, tidak ada hubungan yang signifikan antara minat terhadap profesi guru dengan hasil belajar (koefisien korelasi 0,030 dan sign. 0,397). Tidak ada perbedaan hasil belajar antara mahasiswa yang mempunyai minat terhadap profesi guru tinggi dan rendah di jurusan Pendidikan Otomotif Universitas Negeri Malang. Ketiga, tidak ada hubungan yang signifikan antara kemanfaatan ospek dengan hasil belajar (koefisien korelasi 0,180 dan sign. 0,056). Tidak ada perbedaan hasil belajar antara mahasiswa yang mempunyai kemanfaatan ospek tinggi dan rendah di jurusan Pendidikan Otomotif Universitas Negeri Malang. Keempat, tidak ada hubungan yang signifikan antara kegiatan organisasi dengan hasil belajar (koefisien korelasi 0,025 dan sign. 0,413). Tidak ada perbedaan hasil belajat antara mahasiswa yang mempunyai kegiatan organisasi tinggi dan rendah di jurusan Pendidikan Otomotif Universitas Negeri Malang. Kelima, tidak ada hubungan yang signifikan secara bersama – sama latar belakang pendidikan, minat terhadap profesi guru, kemanfaatan ospek, kegiatan organisasi, dan hasil belajar (Fhitung 0,761 dan sign. 0,554) Tidak ada perbedaan hasil belajar antara mahasiswa yang berlatar belakang pendidikan SMK dan non – SMK, mahasiswa yang mempunyai minat terhadap profesi guru tinggi dan rendah, mahasiswa yang mempunyai kemanfaatan ospek tinggi dan rendah, mahasiswa yang mempunyai kegiatan organisasi tinggi dan rendah di jurusan Pendidikan Otomotif Universitas Negeri Malang

    Strategi Penerapan Teaching Factory Bidang Teknik Pemesinan di SMK Turen

    No full text
    ABSTRAK Arifin, Rian. 2017. Strategi Penerapan Teaching Factory Bidang Teknik Pemesinan di SMK Turen. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Widiyanti, M.Pd. (2) Dr. Yoto, S.T., M.Pd., M.M. Kata Kunci: strategi penerapan, teaching factory, SMK TurenPerkembangan dunia industri pada dasarnya berpengaruh terhadap pendidikan, khususnya sekolah yang akan mencetak pekerja yang akan bekerja di industri.Dalam hal ini adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dengan kemajuan industri yang ada maka pihak SMK harus mampu mempersiapkan siswanya untuk dapat bersaing di dunia industri. Salah satu langkah SMK dalam persiapan untuk menghadapi tuntutan industri adalah dengan dilaksanakannya teaching factory.Hal ini bertujuan  meningkatkankualitaslulusandan kemampuan tenaga kependidikan yang berkompeten dan profeisonal di bidangnya. Sertauntuk menambah modal pembiayaan penyelenggaraan pendidikan, namunpenyelenggaraanteaching factoryharusdidukungdenganstrategi penerapan yang baik agar dapat berjalan dengan lancar.Penelitian ini tergolong penelitian kualitatif. Sumber data diperoleh dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, wakil kepala sekolah bidang humas, kepala program keahlian teknik pemesinan, kepala laboratorium teknik pemesinan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara bebas dan mendalam, studi dokumentasi dan observasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa strategi penerapan teaching factory meliputi: (1) strategi dalam persiapan keorganisasian, sumber daya manusia, koordinasi dengan DU/DI, sarana dan prasarana, modal; (2) strategi dalam pelaksanaan manajemen waktu dan kerja, produksi, standarisasi produk, penggunaan perlengkapan; (3) strategi dalam evaluasi dan tindak lanjut dari evaluasi, dan (4) faktor pendukung dan penghambat pada koordinasi dengan DU/DI, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, modal dan lokasi kerja.Bagi SMK Turen disarankan agar menambahkan sarana dan prasarana untuk menunjang pelaksanaan teaching factory. Bagi kepala sekolah diharapkan meningkatkan kerjasama baik dengan pihak jurusan maupun DU/DI untuk peningkatan pelaksanaan teaching factory. Bagi kepala program keahlian dan seluruh anggota teaching factorydiharapkan dapat meningkatkan kepedulian terhadap proses produksi dan pelaksanaan teaching factory. Bagi DU/DI diharapkan dapat meningkatkan kerjasama dengan sekolah dalam seluruh proses yang dilakukan untuk lancarnya pelaksanaan teaching factory.ABSTRAK Arifin, Rian. 2017. StrategyImplementation of Mechanical Engineering Teaching Factory in SMK Turen.Sarjana’s Thesis, Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, State University of Malang.Advisors: (1) Dr. Widiyanti, M.Pd., (2) Dr. Yoto, S.T., M.Pd., M.M. Keywords: strategy implementation, teaching factory, SMK TurenThe development of the industrial world basically affect the education world, especially to those schoolsthat produce industrial workers. In this case is vocational secondary school (VSS), with the industrial progress nowadays, VSS should be able to prepare the students to compete in the industrial world. One of the ways is by implementing teaching factory with the aim of improving the quality of the graduated students and the ability of the educational staff as well as to increase the financing capital of the implementation of the education. However, this teaching factory needs to be supported with good implementation strategy in order to achieve its goals.This study was a qualitative research. The data source were the Head Master, vice principal of the curriculum, vice principal of the public relations department, the head of the machineries engineering program, the head of the machining engineering laboratory. The data collection was done using free and in-depth interviews, documentation study and observation. The data obtained were then analyzed.Based on the result, it can be concluded that implementation strategy of teaching factory include: (1) strategy in organizational preparation, human resources, coordination with industry, facilities and infrastructure, capital, (2) strategies in the implementation of time and work management, production, product standardization, use of equipment; (3) strategies in the evaluation and follow-up of evaluation, (4) supporting and inhibiting factors in coordination with industry, human resources, facilities and infrastructure, capital and work location. SMK Turen is suggested to add facilities and infrastructure to support the implementation of teaching factory. The Principal is expected to increase cooperation both with the department and industryfor the improvement of teaching factory implementation. The head of the department and all the teaching factory member are expected to raise awareness of production process and teaching factory implementation. The Industryis expected to increase cooperation with schools in all processes undertaken for the smooth implementation of teaching factory.

    Analisis Kinetika Pembakaran Sampah Padat Anorganik Dengan Nanokatalis MnO

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan kimia, mengetahui sifat fisik, dekomposisi pembakaran, pengaruh penambahan katalis, dan energi aktivasi dari pembakaran sampah padat anorganik dengan penambahan nanokatalis MnO. Penelitian ini menggunakan sampah padat anorganik dengan massa 10 mg dan sampah padat anorganik dengan penambahan nanokatalis MnO dengan massa 10.5 mg, dalam rentang temperatur 25 - 1000°C pada heating rate 10, 20, 30 dan 40°C/menit. Dari penelitian ini diketahui sampah padat anorganik ini mengandng unsur kimia C 57.06%, O 22.21%, Cl 16.52%, Ca 8.02% dan unsur kimia mineral lainya. Sifat fisik sampah padat anorganik ini adalah moisture 0.75%, volatile matter 85.27%, fixed carbon 6.02, ash 7.69%. Dekomposisi pembakaran sampah padat anorganik dengan nanokatalis MnO terjadi dalam 4 tahap. Tahap pertama terjadi pelepasan kandungan air dan volatil ringan, tahap kedua terjadi pelepasan volatil serta pembakaran, tahap ketiga terjadi pembakaran arang (fixed carbon), tahap keempat terjadi pembakaran lambat sisa arang hingga menjadi abu. Pengaruh penambahan nanokatalis MnO pada pembakaran sampah padat anorganik ini adalah mempercepat mulainya dekomposisi dan mempercepat penurunan massa. Nilai energi aktivasi dari sampah padat anorganik dengan nanokatalis MnO dianalisis menggunkan metode Flynn Wall Ozawa, Vyazovkin dan Coats Redfern. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata energi aktivasi menurut FWO 204.5 kJ/mol, Vyazovkin 204.9 kJ/mol dan Coats Redfern 47.1 kJ/mol

    Studi Pelaksanaan Praktik Kerja Industri untuk Mempersiapkan Tenaga Terampil di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen.

    No full text
    ABSTRAK Kata Kunci: praktik kerja industri, tenaga terampil, SMKPendidikan merupakan salah satu sektor yang saling berkaitan dengan berbagai sektor lainnya. Pendidikan bermaksud untuk menumbuhkembangkan potensi-potensi sumberdaya manusia. Dalam pendidikan kejuruan pembelajaran dibagi menjadi dua hal yaitu pembelajaran teori dan pembelajaran praktik, baik itu praktik di bengkel sekolah maupun praktik kerja di lapangan yaitu dengan Praktik Kerja Industri. Tujuan utama dari program Praktik Kerja Industri adalah untuk mengoptimalkan hasil pembelajaran pada pendidikan kejuruan guna mencapai tujuan pendidikan kejuruan secara maksimal agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan lapangan kerja. Dalam upaya melaksanakan Praktik Kerja Industri, pihak sekolah terlebih dahulu melakukan kerja sama dengan Dunia Usaha/Industri agar tercipta link and match antara pelajaran yang disampaikan di sekolah dapat diaplikasikan di Dunia Usaha/Industri. Untuk hal itu berbagai upaya dilakukan oleh pihak sekolah untuk mempersiapkan peserta didik dalam rangka memasuki masa Praktik Kerja Industri.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu penelitian yang bertujuan untuk memaparkan data dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi serta untuk memberikan gambaran umum tentang praktik kerja industri yang didapatkan data dari hasil temuan penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. Prosedur pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi serta triangulasi data. Dari hasil pengumpulan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi serta triangulasi data dapat digambarkan tentang pelaksanaan praktik kerja industri untuk mempersiapkan tenaga terampil.Hasil dari penelitian ini diketahui: (1) Persiapan sekolah untuk pelaksanaan Praktik Kerja Industri dengan membuat program kerja Praktik Kerja Industri, kemudian sekolah memberikan sosialisasi kepada guru pembimbing melalui guru pembimbing disampaikan kepada peserta didik tentang pelaksanaan Praktik Kerja Industri berupa materi teoritis maupun materi non teoritis, selanjutnya sekolah akan memberikan sosialisasi kepada semua guru dan mewajibkan bagi guru pembimbing untuk melaksanakan OJT (On the Job Training) terlebih dahulu, bagi guru yang sudah pernah menjadi pembimbing maka sekolah akan langsung memberikan surat tugas kepada guru tersebut untuk membimbing peserta didik dalam melaksanakan Praktik Kerja Industri, untuk mendukung pelaksanaan praktik kerja industri Fasilitas yang ada di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen sama dengan standart yang ada di industri, selanjutnya Sekolah berupaya memberikan sosialisasi kepada siswa kelas XI khususnya melalui guru produktif atau melalui guru pembimbing dengan cara pembelajaran praktik maupun pengetahuan umum, (2) Proses pembimbingan dari sekolah dilakukan oleh guru pembimbing masing-masing dengan cara memberikan informasi tentang budaya yang ada di industri tersebut, selanjutnya SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen dalam melaksanakan Praktik Kerja Industri ini menggunakan (block release) hal ini dapat dilihat dari peraturan sekolah yang telah mewajibkan bagi peserta didiknya untuk melakukan Praktik Kerja Industri minimal 3 bulan di industri, hal ini juga didukung oleh industri yang meminta peserta didik untuk melakukan kegiatan Praktik Kerja Industri minimal 2 bulan kemudian selama melaksanakan Praktik Kerja Industri peserta didik mendapat pengawasan dari guru pembimbingya masing-masing minimal 1 bulan sekali dengan cara dikunjungi, peran seorang guru pembimbing sangatlah penting karena sebagai penghubung antara sekolah, orang tua, dan industri, (3) untuk penilaian Sekolah tidak memberi nilai, yang memberikan nilai adalah industri tempat peserta didik tersebut melaksanakan Praktik Kerja Industri, selanjutnya untuk evaluasinya dilakukan dengan cara melakukan rapat bersama antara pihak sekolah dan pihak industri, untuk pelaporan evaluasi dengan cara melihat laporan yang telah dibuat oleh peserta didik tersebut maupun laporan dari guru pembimbing. Saran yang diberikan dalam skripsi ini yaitu: (1) peserta didik sebaiknya memilih tempat industri yang telah disarankan oleh sekolah karena sekolah telah memilih tempat industri yang terbaik untuk meningkatkan kualitas bagi lulusannya, (2) sebaiknya guru pembimbing diberikan diklat untuk meningkatkan kualitas peserta didik dalam pelaksanaan praktik kerja industri, (3) industri sebaiknya lebih banyak melakukan kerja sama dengan sekolah karena industri dapat berperan  sebagai sumber belajar, tempat belajar, dan sarana  pendidikan bagi peserta didik SMK, (4) sebaiknya pihak sekolah juga memberikan nilai kepada peserta didik agar nilai yang diperoleh peserta didik tidak seluruhnya dari industri, (5) Penelitian ini tentunya masih banyak kekurangan yang perlu untuk ditambahkan, harapannya peneliti selanjutnya dapat memperdalam dan melengkapi kekurangan yang ada dalam penelitian ini agar dapat digunakan dalam proses pelaksanan Praktik Kerja Industri untuk mempersiapkan tenaga terampil di SMK sehingga pelaksanan praktik kerja industri di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen khususnya dan SMK lainnya menjadi lebih baik lagi

    0

    full texts

    1,608

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇