SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
1608 research outputs found
Sort by
PENGARUH PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN PEMBERIAN TUGASPADA MATA PELAJARAN PEMELIHARAAN MESIN KENDARAAN RINGAN TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA JURUSAN TEKNIK OTOMOTIF SMK ISLAM 1 BLITAR
ABSTRAK Rufai, Muhammad. 2017. Pengaruh Penggunaan Metode Pembelajaran Pemberian Tugas pada Mata Pelajaran Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan t erhadap Motivasi Belajar Siswa Jurusan Teknik Otomotif S MK Islam 1 Blitar . Skripsi, Jurusan Teknik Mesin , Fakultas Teknik , Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr . Syarif Suhartadi , M.Pd. , (II) Drs. Partono , M.Pd. Kata Kunci : m etode pemberian tugas, motivasi belajar , pemeliharaan mesin kendaraan ringan, SMK Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa, faktor tersebut salah satunya adalah metode mengajar. Metode sangat penting dalam kegiatan belajar mengajar, karena tidak ada satupun kegiatan belajar yang tidak menggunakan metode pengajaran, metode juga berfungsi sebagai alat perangsang dari luar yang dapat membangkitkan motivasi belajar seseorang. Metode mengajar yang efektif dan sesuai dengan materi yang diterapkan oleh guru akan membantu siswa dalam belajar dan memahami materi sehingga diharapkan dapat meningkatkan motivasi siswa untuk belajar lebih giat lagi. Adanya harapan inilah yang diprediksi akan mempengaruhi motivasi belajar siswa. Berdasarkan hal tersebut tujuan penelitian ini adalah untuk menguji (1) motivasi belajar kelas yang diajar dengan metode pembelajaran pemberian tugas (2) motivasi belajar kelas yang diajar dengan metode pembelajaran ceramah (3) pengaruh yang signifikan dari metode pembelajaran pemberian tugas terhadap motivasi belajar di SMK Islam 1 Blitar. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen kuasi dengan menggunakan desain Posttes Only Control Group. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas XI TKR 1 dan XI TKR 2 di SMK Islam 1 Blitar tahun pelajaran 2016/2017. Penentuan kelas sebagai kelompok eksperimen dan dan kelompok kontrol dilakukan secara acak. Teknik pengumpulan data menggunakan angket motivasi belajar (kuesioner). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Motivasi belajar siswa menggunakan metode pembelajaran pemberian tugas baik di SMK Islam 1 Blitar, (2) Motivasi belajar siswa menggunakan metode ceramah kurang baik di SMK Islam 1 Blitar (3) Terdapat perbedaan yang signifikan motivasi belajar antara kelas eksperimen menggunakan metode pemberian tugas dengan kelas kontrol yang menggunakan metode ceramah di SMK Islam 1 Blitar . Berdasarkan penelitian ini, disarankan agar guru pengampu mata pelajaran Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan khususnya kelas XI dapat menerapkan metode pemberian tugas dalam proses pembelajaran karena agar menumbuhkan motivasi belajar siswa pada saat proses pembelajara
Hubungan Kesiapan Belajar, Manajemen Waktu, dan Kecemasan dalam Mengerjakan Tes dengan Hasil Belajar Mata Pelajaran Teknik Listrik Dasar Otomotif (TLDO) Siswa Kelas X Teknik Kendaraan Ringan SMK Islam 1 Blitar
ABSTRAK Kesiapan belajar, manajemen waktu, dan kecemasan dalam mengerjakan tes mermpunyai hubungan dengan hasil belajar. Apabila kesiapan belajar dan manajemen waktu siswa semakin tinggi maka akan mengakibatkan hasil belajar meningkat. Berbeda halnya jika kecemasan siswa dalam mengerjakan tes semakin tinggi maka hasil belajar akan menurun.Tujuan penelitian ini untuk mengungkap dan mendeskripsikan kesiapan belajar, manajemen waktu, kecemasan dalam mengerjakan tes, dan hasil belajar siswa kelas X Teknik Kendaraan Ringan pada mata pelajaran Teknik Listrik Dasar Otomotif di SMK Islam 1 Blitar, serta untuk menguji signifikansi hubungan kesiapan belajar, manajemen waktu, dan kecemasan dalam mengerjakan tes dengan hasil belajar.Penelitian ini termasuk deskriptif korelasional dengan pendekatan kuantitatifyang dilaksanakan pada siswa kelas X Teknik Kendaraan Ringan di SMK Islam 1 Blitar. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 146 siswa dengan metode Simple Random Sampling. Pengambilan data dilakukan dengan angket dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan dengan uji analisis deskriptif, uji asumsi klasik, uji regresi linear berganda, dan uji hipotesis dengan bantuan SPSS 17.0 for Windows.Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan ada hubungan yang signifikan kesiapan belajar, manajemen waktu, dan kecemasan dalam mengerjakan tes dengan hasil belajar sebesar 45,6%, secara parsial ada hubungan positif yang signifikan kesiapan belajar dengan hasil belajar sebesar 32,7%, secara parsial ada hubungan postif yang signifikan manajemen waktu dengan hasil belajar sebesar 35,7%, dan secara parsial ada hubungan negatif yang signifikan kecemasan dalam mengerjakan tes dengan hasil belajar sebesar 10,3%. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah kondisi kesiapan belajar, manajemen waktu, kecemasan dalam mengerjakan tes, dan hasil belajarberada pada kategori sedang. Ada hubungan yang signifikan secara simultan kesiapan belajar, manajemen waktu, dan kecemasan dalam mengerjakan tes dengan hasil belajar,ada hubungan positif yang signifikan kesiapan belajar dengan hasil belajar, ada hubungan positif yang signifikan manajemen waktu dengan hasil belajar, dan ada hubungan negetif yang signifikan kecemasan dalam mengerjakan tes dengan hasil belajar
Partisipasi Industri terhadap Pelaksanaan Praktik Kerja Industri Model Week Release dan Block Release Jurusan Teknik Otomotif di SMK Negeri 1 Balikpapan
ABSTRAK Damayanti, Astri. 2017. Partisipasi Industri terhadap Pelaksanaan Praktik Kerja Industri Model Week Release dan Block Release Jurusan Teknik Otomotif di SMK Negeri 1 Balikpapan. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Yoto, S.T., M.Pd., M.M, (II) Drs. Partono, M.Pd. Kata Kunci: partisipasi, praktik kerja industri, kelas kerjasama, SMK Pelaksanaan Praktik Kerja Industri merupakan program SMK dalam pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda dimana sistem pendidikan dan pelatihan diselenggarakan di dua tempat, yaitu di sekolah dan di industri (the dual system). Kerjasama yang baik antara pihak industri dan pihak sekolah akan menunjang keberhasilan prakerin. Partisipasi industri merupakan peran yang penting seperti dalam hal penyediaan sarana dan prasarana prakerin, penunjang alat dan bahan praktik pembelajaran, hingga pengembangan sumber daya yaitu guru dan murid. Penelitian ini bertujuan untuk megetahui bagaimana partisipasi industri terhadap pelaksanaan praktik kerja industri model week release dan block release jurusan teknik otomotif di SMKN 1 Balikpapan. Pelaksanaan praktik kerja industri melalui tiga tahapan yaitu persiapan pelaksanaan prakerin, proses pelaksanaan prakerin, dan pasca pelaksanaan prakerin. Dari ketiga tahapan tersebut akan dilihat bagaimana bentuk-bentuk partisipasi industri untuk yang model week release dan block release. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif karena menggambarkan karakteristik dan fenomena secara secara utuh dan menyeluruh dengan uraian kata-kata dan kalimat yang naratif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Subjek penelitian yaitu dari pihak sekolah dan pihak industri yang bekerjasama dengan pelaksanaan prakerin untuk kelas yang menggunakan model week release untuk kelas WR dan untuk block release. Prosedur pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan yaitu analisis model Miles and Huberman, dengan proses analisis data yaitu pengumpulan data, mereduksi data, menyajikan data, dan yang terakhir verifikasi data. Pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan mengecek/menguji empat kriteria, yaitu derajat kepercayaan atau kredibilitas (credibility), keteralihan (transferability), ketergantungan (dependability), dan kepastian (confirmability). Hasil Penelitian menunjukan bahwa partisipasi industri terhadap pelaksanaan praktik kerja industri model week release dan block release sudah memberikan kontribusi yang baik untuk tahap persiapan praktik kerja industri, proses pelaksanaan praktik kerja industri, dan pasca pelaksanaan praktik kerja industri. Model week release untuk kelas WR bekerja sama dengan 4 industri yang ikut serta dalam persiapan kerjasama, persiapan siswa, guru, sarana prasarana dan kegiatan belajar mengajar yang menunjang sebelum pelaksanaan prakerin Pada saat pelaksanaan prakerin industri berperan serta dalam monitoring, pekerjaan yang dilakukan siswa, danproses pembimbingan. Pasca pelaksanaan prakerin industri masih berperan serta dalam tindakpenilaian pelaksanaan prakerin dan lulusan siswa. Hal tersebut sedikit berbeda dengan penerapan di model block release, kelas TAB Trakindo bekerjasama dengan PT. Trakindo Utama yang berperan serta dalam persiapan kerjasama, penyeleksian siswa, penyusunan kurikulum, persiapan siswa, guru, sarana prasarana dan kegiatan belajar mengajar yang menunjang sebelum pelaksanaan prakeri. Pada saat pelaksanaan prakerin industri berperan serta dalam monitoring, pekerjaan yang dilakukan siswa, pembimbingan, dan penilaian. Pasca pelaksanaan prakerin industri masih berperan serta dalam penilaian pelaksanaan prakerin dan lulusan siswa. Pihak industri dan sekolah diharapkan dapat terus menjaga keharmonisan kerjasama dalam rangka melaksanakan kebijakan link and match. Persiapan intelektual mental dan sikap dari masing-masing siswa harus lebih dipersiapkan secara matang sebelum siswa melaksanakan prakerin. Pemberian motivasi kepada siswa dapat ditingkatkan lagi agar siswa dapat lebih aktif lagi untuk mencari ilmu dan menguasai keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Siswa juga harus bisa beradaptasi dengan lingkungan kerja dan berperilaku baik dengan memperhatikan sikap kerja dan kedisiplinan karena menyangkut nama baik sekolah
Analisis Okupansi Ruang Kuliah pada Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Dewangga, Teguh. 2017. Analisis Okupansi Ruang Kuliah pada Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Partono, M.Pd. (2) Drs. Paryono, S.T., M.T. Katakunci:Ruang Kuliah, Sarana dan Prasarana, Okupansi Terdapat beberapa permasalahan yang ada di Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pada tahun ajaran semester gasal Jurusan Teknik Mesin FT UM 2016/2017memiliki beberapa ruang kuliah baru yang digunakan. Namun yang terlihat kondisi ruang kuliah tidak digunakan/dihuni dengan maksimal dan beberapa ruang tidak memiliki sarana dan prasarana yang sesuai standar. Maka dari itu solusi yang dapat dilakukan dengan menghitung tingkat huni ruang kuliah untuk mengetahui seberapa efektif ruang kuliah dihuni. Selain itu juga menghitung tingkat kesesuaian sarana dan prasarana dengan standar yang telah diatur dalam peraturan menteri dan penjamin akademik, sebagai sebuah bahan evaluasi dalam pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana selanjutnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis seberapa besar tingkat okupansi seluruh ruang kuliah yang ada di Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang, serta seberapa besar kualitas sarana dan prasarana di ruang kuliah tersebut jika dibandingkan dengan standar yang ada. Selain itu juga akan dicari akar permasalahan dan dijadikan bahan evaluasi. Metode penelitian ini dilaksanakan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis desain penelitian deskriptif tipe expose factoyang dilaksanakan pada semester genap 2016/2017. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti untuk menghimpun data primer dan sekunder dan selanjutnya dilakukan analisis adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi bertujuan untuk mengetahui fenomena yang terjadi secara langsung banyaknya ruang kuliah yang kosong pada jam tertentu dan bangku kuliah yang tidak terpakai serta kualitas sarana dan prasarana yang ada. Wawancara dilakukan kepada narasumber untuk mengonfirmasi dan menanggapi hasil temuan antara lain Ketua Jurusan Teknik Mesin, terkait penjadwalan penggunaan ruang kuliah serta sarana dan prasarana. Sedangkan narasumber lainnya adalah Wakil Dekan II Fakultas Teknik UM, untuk menanggapi hasil temuan terkain sarana dan prasarana yang ada di Ruang Kuliah. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai okupansi ruang kuliah selama seminggu pada tahun ajaran semester genap 2016/2017 sebesar 0,2947 atau digunakan sebanyak 29,47% dari jumlah jam pembelajaran yang ada dan dalam klasifikasi kurang baik, padahal selayaknya ruang kelas yang baik memiliki nilai okupasi di atas 0,75. Nilai okupansi jika dilihat dari sudut pandangan penggunaan ruangan per-hari dapat dilihat nilai okupansi pada hari Senin sebesar 0,3960 (39,60%) dalam klasifikasi kurang baik, hari Selasa sebesar 0,3935 (39,35%) dalam klasifikasi kurang baik, hari Rabu sebesar 0,3364 (33,64%) dalam klasifikasi kurang baik, hari Kamis sebesar 0,3171 (31,71%) dalam klasifikasi kurang baik. Serta hari Jumat nilai okupansi sebesar 0,0306 (3,06%) dalam klasifikasi tidak baik. Dari hasil wawancara juga didapatkan bahwa pemampatan dan pengurangan jam kuliah tidak bisa dilaksanakan karena akan bertentangan dengan peraturan rektor yang ada, selain akar permasalahan banyaknya ruang kuliah yang kosong karena perbedaan kuota mahasiswa pada kelas kuliah dan kelas praktikum.Sedangkan nilai rata-rata kualitas sarana dan prasaran ruang kuliah sebesar 0,8774 atau 87,74% dengan klasifikasi sangat baik. Jabaran nilai variabel sarana dan prasarana diperoleh dengan sepuluh sub-variabel antara lain: (1) meja dan kursi mahasiswa sebesar 0,9146 dengan klasifikasi sangat baik, (2) meja dan kursi dosen sebesar 0,9791 dengan klasifikasi sangat baik, (3) proyektor sebesar 0,6406 dengan klasifikasi cukup baik, (4) LCD sebesar 0,9895 dengan klasifikasi sangat baik, (5) papan tulis sebesar 1,000 dengan klasifikasi sangat baik, (6) Dimensi sebesar 0,9062 dengan klasifikasi sangat baik, (7) pencahayaan sebesar 0,6667 dengan klasifikasi cukup baik, (8) warna cat sebesar 1,000 dengan klasifikasi sangat baik, (9) ventilasi sebesar 0,7091 dengan klasifikasi cukup baik, (10) penataan tempat duduk sebesar 0,8774 dengan klasifikasi sangat baik. Dari hasil klarifikasi dalam wawancara juga ditemukan beberapa kekurangan dalam kelengkapan sarana dan prasarana yang selanjutnya akan dijadikan bahan evaluasi untuk pengadaan barang selanjutnya. Saran dari hasil penelitian ini antara lain Memilih ruang kuliah yang mempunyai dimensi yang cukup besar dan kualitas sarana dan prasaran yang cukup memadai untuk jumlah mahasiswa yang cukup besar. (1) membatasi jumlah mahasiswa maksimal setiap perkuliahan sebesar 40 mahasiswa, (2) memperbaiki meja dan kursi mahasiswa terutama yang tidak memiliki tempat tas, (3) mengganti beberapa kuris dosen yang tidak nayaman dan tidak layak pakai, (4) memperbaiki instalasi kabel proyektor dan memberikan setiap ruang kuliah tempat remote proyektor, (5) memperbaiki LCD yang tidak bisa digulung, (6) menjaga papan tulis supaya tetap bersih dengan perawatan berkala, (7) mempertimbangkan penggunaan ruang kuliah yang dimensinya cukup kecil untuk pembelajaran dengan jumlah mahasiswa yang sedikit, (8) mempertimbangkan penggunaan ruang kuliah yang tidak memiliki pencahayaan langsung dari sinar matahari untuk digunakan sebagai laboratoium yang memang tidak memerlukan pencahyaan langsung, (9) memberikan ventilasi kepada ruang kelas yang tidak memiliki atau AC agar nyaman untuk digunakan, (10) mengganti tempat duduk yang ada dengan bahan selain kayu dan lebih ringan agar lebih mudah dalam penataan tempat duduk sesuai stategi perkuliahan, (11) mengajukan seluruh kekurangan sarana dan prasarana ke pihak fakultas untuk segera mendapat perbaikan
Pengaruh Preheating Cetakan High Pressure Die Casting (H PDC ) Terhadap Kekerasan Dan Struktur Mikro Hasil Pengecoran Al - Si
ABSTRAK Kodraniasandi, Bona. 2014. Pengaruh Preheating Cetakan High Pressure Die Casting (HPDC) Terhadap Kekerasan Dan Struktur Mikro Hasil Pengecoran Al-Si.Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H.Putut Murdanto, S.T., M.T. (II) RR. Poppy Puspitasari, S.Pd., M.T., Ph.D., Kata Kunci: High Pressure Die Casting (HPDC), Preheating cetakan, logam Al-Si, struktur mikro, kekerasan.Pengecoran/casting adalah suatu proses manufaktur yang menggunakan logam cair dan cetakan untuk menghasilkan part dengan bentuk yang mendekati bentuk geometri akhir produk jadi. High Pressure Die Casting (HPDC) merupakan metode pengecoran dengan cara menginjeksi cairan logam ke dalam cetakan dengan kecepatan dan tekanan tertentu.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian analisa hasil coran logam Al-Si menggunakan preheating cetakan HPDC terhadap struktur mikro, dan kekerasan akibat pengaruh preheating cetakan adalah analisis deskriptif, yakni menjabarkan perbandingan spesimen yang diberi perlakuan variasi preheating cetakan menggunakan bantuan software microsoft excel. Hasil analisis data yang diperoleh pada temperatur preheating 150 0C terlihat fasa silikon lebih kecil dibandingkan dengan fasa silikon hasil temperatur preheating 200 0C dan 175 0C. Sedangkan ukuran dari fasa silikon dengan temperatur preheating 175 0C lebih kecil dibandingkan dengan temperatur preheating 200 0C dan ada pengaruh kekerasan yang signifikan pada temperatur preheating 150 0C nilai rata-rata kekerasannya 167.8 HV, tingkat kekerasannya menurun 8,5% saat temperatur preheating dinaikkan menjadi 175 0C yaitu nilai rata-ratanya 153.7 HV, dan mengalami penurunan 18,1% nilai kekerasan saat temperatur preheating dinaikan menjadi 200 0C yaitu nilai rata-ratanya 137.5 HV
IDENTIFIKASI PERILAKU MAHASISWA PADA PENERAPAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR DI WORKSHOP PERMESINAN JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MALANG
ABSTRAK Romadhon, Gangsar.2017. Identifikasi Perilaku Mahasiswa pada Penerapan Standar Operasional Prosedur di Workshop Permesinan Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang.Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Wahono, S.ST.,M.Pd., (II) Drs. Imam Sudjono, M.T. KataKunci: Prosedur Operasional Baku(POB), praktikum permesinan, workshop permesinan. Dalam rangka penerapan POB pada praktikum permesinan di Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang, diperlukan suatu kajian ilmiah mengenai efektivitas penerapan POB saat praktikum dan identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi nilai dari efektivitas tersebut. Latar belakang inilah yang menjadi dasar dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan model peneliitan mixed methods, yaitu peneliitan dengan menggunakan dua pendekatan, pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Penggunaan metode ini diselaraskan dengan strategi penelitian mixed methodsyang akan digunakan, yaitu strategi sekuensial eksplanatoris dimana strategi ini memprioritaskan pendekatan kuantitatif kemudian dilanjutkan pada pendekatan kualitatif dan dihasilkan interpretasi data berdasarkan dua pendekatan tersebut. Subyek pada penelitian ini adalah kelas praktikum permesinan pada minggu ke- 4-6 yang dibagi menjadi dua berdasarkan waktunya, yaitu kelas jam ke- 1-6 yang berjumlah 17 mahasiswa dan kelas jam ke- 7-12 yang berjumlah 8 mahasiswa. Pada pendekatan kuantitatif, pengumpulan data menggunakan lembar observasi tindakan mahasiswa terhadap instrumen POB yang terdiri dari 3 tahapan, yaitu tahap awal, proses dan akhir praktikum.Data yang diperoleh berupa skor dengan skala Guttman yang nantinya dikonversikan menjadi nilai persentase. Kemudian pada pendekatan kualitatif, pengumpulan data menggunakan teknik wawancara tertutup yang mengacu pada pedoman wawancara. Berdasarkan penelitian tersebut, didapatkan dua macam data yaitu, nilai persentase keseluruhan kelas praktikum permesinan minggu ke- 4-6 dan hasil transkrip wawancara yang kepada delapan responden yang juga mahasiswa praktikan praktikum permesinan minggu ke- 4-6. Nilai persentase yang didapat secara berurutan selama lima hari adalah, 63,80%, 56,40%, 59,00%, 47,20% dan 42,00%. Kemudian hasil dari transkrip wawancara, dapat diinterpretasikan bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi turunnya nilai persentase pelaksanaan POB yaitu, faktor kesadaran atau inisiatif mahasiswa, faktor pengalaman dalam mengoperasikan mesin maupun melakukan praktikum permesinan, faktor kejenuhan belajar dan faktor karakteristik individu. Berdasarkan dari hasil tersebut, saran peneliti adalah; (1) perlunya merevisi kembali susunan POB; (2) perlunya peningkatan pengawasan saat praktikum dan pemberian motivasi bagi mahasiswa; (3) perlunya menata ulang perencanaan jadwal praktikum dan pengkondisian di lapangan dan (4) memperbanyak judul karya ilmiah serupa demi kepentingan civitas UM
PENGARUH VARIASI ARUS LISTRIK PENGELASAN TITIK (SPOT WELDING) TERHADAP KEKUATAN GESER, KEKERASAN, DAN STRUKTUR MIKRO PADA SAMBUNGAN DISSIMILAR BAJA STAINLESS STEEL AISI 304 DENGAN BAJA KARBON RENDAH ST 41
ABSTRAK Fachruddin. 2016. Pengaruh Variasi Arus Listrik Pengelasan Titik (Spot Welding) terhadap Kekuatan Geser, Kekerasan, dan Struktur Mikro pada Sambungan Dissimilar Baja Stainless steel AISI 304 dengan Baja Karbon Rendah St 41. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Heru Suryanto, S.T., M.T., (II) Drs. Solichin, S.T., M.Kes. Kata Kunci: las titik, arus pengelasan, sambungan logam tidak sejenis, kekuatan geser, kekerasan, struktur mikro Salah satu teknik pengelasan yang dikembangkan saat ini adalah teknik penyambungan dua jenis logam tidak sejenis (dissimilar metal). Pengelasan dengan logam tidak sejenis dapat lebih rumit dari pada pengelasan logam sejenis karena siklus termal yang berbeda dialami masing-masing logam. Penelitian ini bertujuan untuk mencari arus pengelasan yang paling baik dengan waktu pengelasan 1 detik pada sambungan dissimilar baja stainless steel AISI 304 dan baja karbon rendah St 41. Penyambungan menggunakan las titik dengan variasi arus pengelasan 1000 A, 1200 A, 1400 A, dan 1600 A. Setelah itu, dilakukan pengujian kekuatan geser menggunakan standar AWS D8.9-97. Pengujian kekerasan menggunakan Hardness Rockwell Ball (HRB) yang dilakukan pada daerah logam las, Heat Affected Zone (HAZ), dan logam induk dari masing-masing material. Pengujian sruktur mikro dilakukan pada daerah logam las, HAZ dan logam induk dari masing-masing material. Hasil penelitian menunjukkan bahwasannya arus pengelasan 1000 A memiliki nilai kekuatan geser tertinggi sebesar 76,89 Kg/mm2, sedangkan nilai kekuatan geser terendah didapatkan pada arus pengelasan 1600 A dengan nilai sebesar 50,89 Kg/mm2. Dari hasil pengujian kekuatan geser yang telah dilakukan bahwasannya sambungan baja stainless steel AISI 304 cenderung lebih kuat dibandingkan dengan baja karbon rendah St 41, hal ini dikarenakan koefisien muai dari baja stainless steel AISI 304 lebih tinggi dibandingkan baja karbon rendah St 41, sehingga baja stainless steel AISI 304 memiliki keuletan yang tinggi. Pada pengujian kekerasan nilai kekerasan tertinggi didapatkan pada arus pengelasan 1000 A dengan nilai rata-rata sebesar 85,8 HRB, hal ini dikarenakan struktur mikro yang terbentuk pada arus pengelasan 1000 A didominasi oleh ferrit acicular yang berfungsi sebagai interlocking structure yang mampu menghambat laju perambatan retak, sedangkan nilai kekerasan terendah didapatkan pada arus pengelasan 1600 A, dengan nilai rata-rata sebesar 82,5 HRB, hal ini dikarenakan struktur mikro yang terbentuk pada arus pengelasan 1600 A didominasi oleh struktur ferrit batas butir. Jika arus pengelasan semakin tinggi, maka masukan panas semakin besar, sehingga laju pendinginan proses pengelasan menjadi lambat, akibatnya struktur mikro yang terbentuk didominasi oleh ferrit batas butir yang bersifat lunak.
Perbedaan Kekerasan Aluminium Akibat Variasi Persentase Pengerjaan Dingin
ABSTRAK Harjantho, MuslihHadi. 2016.Perbedaan Kekerasan Aluminium Akibat Variasi Persentase Pengerjaan Dingin. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Wahono, S.ST., M.Pd. (II) Drs. H. Abdul Qolik, M.M., M.Pd. Kata Kunci: pengerjaan dingin, aluminium, kekerasan Pembentukan logam dapat dilakukan dengan cara pengerjaan dingin. Pengerjaan dingin adalah suatu proses pembentukan secara plastis terhadap logam atau paduan yang dilakukan di bawah temperatur rekristalisasi. Pengaruh pengerjaan dingin pada logam dapat merubah sifat logam akibat perubahan deformasi yang dialami. Proses pengerjaan dingin menghasilkan peristiwa pengerasan regangan yakni bertambahnya kekerasan sebagai akibat deformasi plastis pada logam. Spesimen uji yang digunakan pada penelitian ini adalah aluminium 6061. Jenis aluminium ini merupakan paduan yang sangat baik kemampuan bentuknya untuk bahan tempaan.Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental yang dilakukan dilaboratorium.Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis onewayanova.Pada penelitian ini digunakan variasi persentase pengerjaan dingin yaitu 0%, 25%, 50%, dan 75% dan selanjutnya masing-masing perlakuan dari aluminium 6061 diuji kekerasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap nilai kekerasan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan terhadap nilai kekerasan pada tiappengerjaan dingin, pada spesimen dengan pengerjaan dingin 0% atau tanpa pengerjaan dingin memiliki nilai rata-rata kekerasan 35,94 HRB (Hardness Rockwell Ball), pengerjaan dingin 25% memiliki nilai rata-rata kekerasan 39,22 HRB, pengerjaan dingin 50% memiliki nilai rata-rata kekerasan 41,22 HRB, dan pengerjaan dingin 75% memiliki nilai rata-rata kekerasan 45,83 HRB.Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar pengerjaan dingin maka semakin besar niliai kekerasannya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kekerasan aluminium akibat variasi persentase pengerjaan dingin.
Model Pelaksanaan Uji Kompetensi Kelas Kerjasama Program Keahlian Teknik Pemesinan (Studi kasus SMK PGRI 1 Gresik-PT. Indospring)
ABSTRAKHamdani, Wahyu. 2016. Model Pelaksanaan Uji Kompetensi Kelas Kerjasama Program Keahlian Teknik Pemesinan (Studi Kasus SMK PGRI 1 Gresik-PT. Indospring). Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Solichin, S.T, M.Kes, (II) Dr. Yoto, S.T, M.M, M.Pd. Kata Kunci: SMK, industri, model uji kompetensi Dalam upaya peningkatan kualitas sekolah menengah kejuruan, selain pihak pemerintah, pihak sekolah juga mengemban tanggung jawab yang besar yaitu mempersiapkan siswa dan siswinya untuk menghadapi kebutuhan dan tantangan yang sangat cepat perubahannya saat sudah terjun di masyarakat dengan memiliki keterampilan dan keahlian yang mumpuni. Uji kompetensi disini adalah suatu sarana untuk menguji dan mengukur kompetensi seorang siswa dalam lingkup pembelajarannya di SMK, dari hasil uji kompetensi tersebut dapat dinyatakan bahwa siswa itu lulus/tamat belajar ataupun direkrut oleh industri yang bekerjasama dengan SMK terkait. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendes-kripsikan beberapa hal, yang mencakup gambaran umum dari model uji kompetensi yang dilakukan, persiapan yang dilakukan dalam uji kompetensi, pelaksanaan uji kompetensi, evaluasi dari pelaksanaan uji kompetensi serta faktor pendukung dan penghambat dari uji kompetensi yang dilakukan di kelas kerjasama SMK PGRI 1 Gresik dengan PT. Indospring.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian yang berkaitan dengan uji kompetensi pada kelas kerjasama ini diperoleh menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi dengan sumber data tim pengembang, wakil kepala sekolah urusan humas, ketua program keahliah Teknik Mesin dan ketua BKK dari SMK PGRI 1 Gresik. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa manusia, yaitu peneliti sendir. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan berdasarkan ketekunan peneliti, pengamatan ulang dan triangulasi data. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap penelaahan data, tahap identifikasi dan klasifikasi data, dan tahap evaluasi data.Berdasarkan hasil analisis data yang telah diperoleh, didapatkan lima temuan hasil penelitian sebagai berikut. Uji kompetensi yang dilaksanakan di kelas Indospring SMK PGRI 1 Gresik merupakan kombinasi dari uji praktik yang berupa praktik kerja industri dan uji teori yang diwujudkan melalui ujian tulis kelas Indospring dengan peserta 24 siswa yang telah melewati proses seleksi dan proses pembelajaran. Kedua, Persiapan uji kompetensi pada kelas Indospring dilakukan oleh dua pihak, yaitu pihak sekolah yang menyediakan tempat dan waktu sedangkan pihak PT. Indospring mempersiapkan mulai dari instruktur dan materi untuk proses pembelajaran, penguji dan verifikator serta alat-alat yang digunakan dalam uji kompetensi. Ketiga, Pelaksanaan uji kompetensi di kelas Indospring dilakukan dalam waktu + 6 bulan untuk uji praktik (Praktik kerja industri) dan + 120 menit untuk uji teori (Ujian tulis kelas Indospring) dengan penguji dan pengawas independen dari PT. Indospring. Keempat, Tahap evaluasi dalam kelas Indospring dilakukan oleh PT. Indospring dengan mengkombinasikan dari nilai uji praktik, teori dan kehadiran saat di kelas maupun saat praktik kerja industri dalam penentuan kelulusan yang berupa daftar prioritas dan pemetaan yang nantinya akan direkrut oleh PT. Indospring serta akan diberikannya sertifikat kompetensi bagi yang lulus. Kelima, Faktor pendukung dalam pelaksanaan uji kompetensi ini adalah komunikasi yang baik dari pihak SMK PGRI 1 Gresik dengan PT. Indospring, sedangkan faktor penghambatnya adalah munculnya keraguan pada beberapa siswa setelah menjalani praktik kerja industri untuk melanjutkan studinya.Implikasi dari penelitian ini adalah pihak sekolah dapat menjadi pelopor bagi SMK lain dalam pendirian kelas Industri mengingat di Kota Gresik terdapat banyak industri-industri besar. Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka tercetus beberapa saran, yaitu: kepada SMK PGRI 1 Gresik Sebaiknya pihak sekolah juga mengetahui hasil dari setiap ujian yang dilakukan oleh siswa kelas Indospring dan juga menjadi pengawas dalam pelaksanaan uji kompetensi, agar pihak sekolah dapat membuat tolak ukur ketercapaian dari siswa yang ada di kelas Indospring; kepada lembaga Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang, diharapkan mampu membuat ataupun mendirikan kerjasama dengan industri dalam pelaksanaan pembelajaran, karena ilmu-ilmu yang di dapatkan di bangku perkuliahan tidak selalu cocok dengan keadaan di SMK dan duni industri; kepada mahasiswa sebaiknya mahasiswa pada umumnya dan mahasiswa calon guru pada khususnya dapat mengkaji dan memperdalam pemahaman mengenai sistem yang ada pada SMK, seperti model uji kompetensi yang ada, sehingga dapat memikirkan dan membuat inovasi dalam proses pembelajaran untuk menyongsong uji kompetensi dengan model yang berbeda-beda; kepada peneliti selanjutnya agar meneruskan penelitian ini ke tingkat yang lebih tinggi, seperti perbandingan antara uji kompetensi pada kelas kerjasama dengan sekolah yang melaksanakan uji kompetensi serentak oleh pemerintah, sehingga gambaran perbedaan yang signifikan dapat terlihat jelas dan dapat memotivasi sekolah lain untuk menyelenggarakan kelas industri.
PENGARUH PENGGUNAAN TURBULATOR PADA INTAKE MANIFOLD TERHADAP EMISI GAS BUANG MESIN BENSIN INJEKSI
Putra, Ramadany Dwi. 2016. Pengaruh Penggunaan Turbulator Pada Intake Manifold Terhadap Emisi Gas Buang Mesin Bensin Injeksi. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Sumarli, M.Pd., M.T, (II) Drs. Partono, M.Pd. Kata Kunci: Turbulator, Homogenitas, Emisi Gas Buang. Pertumbuhan kendaraan menyebabkan kepadatan pada perkotaan yang menimbulkan dampak negatif terhadap kualitas udara. Menurunnya kualitas udara yang terjadi tersebut akibat banyaknya kendaraan yang memiliki emisi gas buang yang tidak baik, sehingga banyaknya gas HC, CO, CO2, dan NOx yang dikeluarkan oleh kendaraan bermotor akibat pembakaran yang tidak sempurna pada mesin. Pembakaran yang sempurna berlangsung bila terjadi campuran yang homogen antara udara dan bahan bakar. Cara untuk meningkatkan homogenitas udara dan bahan bakar salah satunya dengan mengubah aliran udara yang masuk ke ruang bakar menjadi aliran turbulen, aliran udara turbulen dapat diperoleh salah satunya dengan menambahkan alat yang bernama turbulator pada intake manifold. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh dari variasi besar sudut bilah pada turbulator yang digunakan terhadap emisi gas buang HC dan CO pada mesin bensin yang sudah menerapkan sistem injeksi bahan bakar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental semu dengan menggunakan sepeda motor Yamaha Vixion tahun 2012 sebagai objek penelitian. Pengujian sendiri dilakukan pada putaran mesin 1000 rpm hingga 5000 rpm dengan kenaikan 500 rpm, dan menggunakan gas analyzer sebagai alat untuk membaca jumlah emisi gas buang yang dikeluarkan. Teknik yang digunakan untuk melakukan analisis data adalah One Way ANOVA dengan bantuan softwere. Dari hasil penelitian menunjukan nilai gas buang HC pada putaran mesin paling rendah pada perlakuan standar 222,67 ppm, sedangkan pada penggunaan turbulator sudut bilah 15o sebesar 206,33 ppm, sudut bilah 30o sebesar 199,33 ppm, sudut bilah 45o sebesar 212 ppm, dan sudut bilah 60o sebesar 231 ppm. Sedangkan nilai gas buang CO pada putaran mesin paling rendah pada perlakuan standar 2,70 %, sedangkan pada penggunaan turbulator sudut bilah 15o sebesar 2,48 %, sudut bilah 30o sebesar 2,41 %, sudut bilah 45o sebesar 2,56 %, dan sudut bilah 60o sebesar 2,78 %. Hasil dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan: 1) Terdapat pengaruh pada penggunaan variasi sudut bilah turbulator terhadap emisi gas buang HC, dimana pada penggunaan turbulator sudut bilah 30o memiliki pengaruh paling baik dengan selisih nilai gas buang HC sebesar 23,34 ppm. 2) Terdapat pengaruh pada penggunaan variasi sudut bilah turbulator terhadap emisi gas buang CO, dimana pada penggunaan turbulator sudut bilah 30o memiliki pengaruh paling baik dengan selisih nilai gas buang CO sebesar 0,29 %. Berdasarkan hasil dari penelitian, disarankan untuk penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh yang dihasilkan pada konsumsi bahan bakar maupun daya yang dihasilkan dan juga kekuatan dari turbulator tersebut, sehingga alat ini nantinya memiliki nilai ekonomis yang dapat digunakan oleh masyarakat secara luas