SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    1608 research outputs found

    STRATEGI KEPALA SD,SMP,DAN SMA DALAM MENYELESAIKAN KONFLIK DI KABUPATEN NABIRE PROVINSI PAPUA

    No full text
    ABSTRAK   Tambunan, Abai Manupak.2017. Strategi kepala sekolah SD, SMP dan SMA pada yayasan PESAT dalam Menyelesaikan konflik di Kabupaten Nabire Provinsi Papua. Tesis,  Progam Studi Manajemen Pendidikan. Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Prof. Dr. H. M. Huda A.Y.,M.Pd.(II). Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng, M. Pd   Kata kunci :Strategi KepalaSekolah, Penyelesaian Konflik, Yayasan PESAT Keberadaan yayasan pendidikan sangat diharapkan bagi kemajuan dan perkembangan pendidikan di Indonesia akan tetapi tidak menutup fakta keberadaan yayasan pendidikan di wilayah tanah air rentan dan bisa saja berhenti sewaktu-waktu dalam upaya membantu serta bekerjasama dengan pemerintah dalam mewujudkan cita-cita pendidikan Indonesia. Faktor tutupnya banyak yayasan pendidikan dapat berasal dari berbagai kemungkinan baik dari faktor internal maupun eksternal yayasan. Diantaranya seperti banyaknya konflik yang tidak terselesaikan, kurangnya dana pembiayaan dan lain sebagainya.             Salah satu yayasan yang sampai saat ini berkarya diujung timur tanah air di bumi Papua adalah yayasan Pelayanan Desa Terpadu (PESAT) dimana yayasan tersebut sudah bekerjasama dengan pemerintah kurang lebih 20 Tahun mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Kecakapan dan kepiawaian tersebut tidak serta merta datang dengan sendirinya, ditemukan berbagai strategi yang digunakan oleh kepala sekolah yang bekerjasama dengan yayasan dalam menjaga kondisi yang kondusif. Penyelesaian konflik yang dilakukan kepala sekolah-kepala sekolah mampu menjadikan citra sekolah-sekolah dibawah naungan yayasan PESAT ungul dan menjadi sekolah favorit di Kabupaten Nabire  Provinsi Papua. Fokus penelitian ini melihat bagaimana dan faktor apa saja yang mempengaruhi serta memberi dampak terhadap strategi kepala sekolah-kepala sekolah dalam mengelola konflik pada yayasan. Dengan rincian fokus sebagai berikut: (1) Jenis-jenis konflik di SD, SMP, dan SMA pada yayasan PESAT (2) Peran kepala sekolah SD, SMP, dan SMA pada yayasan PESAT dalam mengelola konflik.(3) Strategi keluarga besar SD, SMP, dan SMA pada yayasan PESAT dalam mengelola konflik Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif fenomenologi, dengan rancangan studi analisis Multi Situs, dimana digunakan untuk mengembangkan teori dengan menggunakan beberapa situs. Pendekatan kualitatif fenomenologi dilakukan dengan mengungkapkan semua proses etik yang ada dalam suatu fenomena sosial dan mendeskripsikan kejadian kejadian proses sosial apa adanya, dengan menguraikan interprestasi atau suatu pengalaman dan memberikan arti dari pengalaman yang dirasakan oleh orang-orang, dengan instrument utamanya peneliti sendiri dan lebih banyak mengungkap dalam bentuk deskriptif Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tiga cara (1) wawancara mendalam, (2) Observasi, (3) Studi dokumentasi. Pemilihan informan penelitian ini menggunakan teknik snowball sampling. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif dengan alur (a) Reduksi Data,(b) Penyajian Data, (c) Penarikan Kesimpulan, dan agar memperoleh keabsahan data. Teknik pemeriksaan didasarkan atas sejumlah kriteria tertentu, peneliti akan menggunakan derajat kepercayaan (credibility)dalampengecekankeabsahantemuantersebut. Dari hasilpaparan data penelitian di lapanganditemukanbahwakepalasekolahmemilkiperananpentingdalamterwujudnyakondisikondusif, tentramdandamai yang dapatmeningkatkanprestasidanmutusekolahdenganstrategipengelolaankonfliknya, daripaparan data penelitianjugaditemukanfaktor-faktor yang mempengaruhistrategipengelolaankonflikkepala-kepalasekolahdibawahnaunganYayasan PESAT yang lebihtepattelahmenjawabfokuspenelitiandiantaranya (1) Sumberkonflik yang ditemukandalampelaksanaankegiatanaktivitassosialterjadiolehberbagaimacamsebab yang dilakukanindividudalamupayamempertahankanberbagaimacamperbedaandankepentingan, sumberkonfliktersebutdiantaranya 1) sumberkonflik internal sepertiperbedaankepentingankarenalatarbelakang, perbedaankepentingankarenaperubahannilaidalamorganisasi,  perbedaanloyalitas pengabdian.2) sumberkonflikeksternalsepertiperbedaanbudayasekolahdenganbudayamasyarakat, banyaknyapahampemisahanatauseparatisme yang berkembangdimasyarakat.  (2) Kepalasekolah-kepalasekolahselalumendapatpembinaandanpengajaran yang secaraimplisitjugaterdapatpembinaanbagaimanamengelolakonflikberdasarkannilai-nilai Kristen. Semuaperandilakukantidaklepasdarigayakepemimpinandengancorakataupengaruhkepemimpinanalkitabiahsepertikepalasekolah SD Kristen Agape yang memilikigayakepemimpinankemitraanberdasarkankisahyesusbersamamurid-muridnya, kepalasekolah SMP Kristen AnakPanah yang terinspirasigayakepemimpinan Paulus yang demokratis, sertakepalasekolah SMA Kristen AnakPanah yang terinspirasidarigayakepemimpinan Paulus yang parsitipatif.(3) strategikeluargabesarsekolahdilakukanterkondisidengansituasi yang merekaalami, denganbimbinganpengajarantentangnilai-nilai Kristen yang merekaterimadianggapsebagaisuplemenataupemicusemangat yang membawadampakpositifdalamketercapaiantujuanpengelolaankonflik. Adapun saran berdasarkantemuan-temuanpenelitianiniadalah (1) bagikepalasekolah agar mampumeningkatkankepemimpinan yang efektifbaikdalampengelolaankonflikberdasarkannilai-nilai Kristen,(2) kepadayayasan agar kedepannyadapatmendirikansekolah yang menyebardiseluruhwilayah Papua.(3) untuk guru kedepannyauntukmenjadikannilai-nilaikristensebagaistandarkeprofesionalanpendidik di sekolahsekolahyayasan PESAT (4) untukmasyarakatkedepanya agar lebihberpartisipatifdalammenyekolahkananak demi kemajuanmasyarakat Papua (5) peneliti lain agar mampumelanjutkanpenelitiantentangpengelolaankonflikolehkepalasekolahdariperspektifnilai-nilai agama lain  

    Pengaruh Presipitat Karbida akibat Proses Pengelasan terhadap Ketahanan Korosi Stainless Steel Tipe 316

    No full text
    ABSTRAK     Ahmadi. 2017. Pengaruh Presipitat Karbida akibat Proses Pengelasan terhadap Ketahanan Korosi Stainless Steel Tipe 316. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Drs. H, Abdul Qolik,. M.M., M.Pd., (II) Prof. Dr. Ir. H, Djoko Kustono, M.Pd.   Kata kunci: SS 316, pengelasan, presipitat karbida, kekerasan, struktur mikro, laju korosi   Korosi batas butir disebabkan oleh presipitat karbida, Karbida Cr dapat berpresipitasi pada daerah temperature (500-900) oC. Untuk mengetahui presipitasi karbida perlu dilihat struktur mikronya. Pengamatan struktur mikro dimaksudkan untuk mengetahui bentuk, susunan, dan ukuran butir pada daerah HAZ setelah pengelasan GTAW. Struktur mikro pengelasan ditentukan oleh banyak faktor diantaranya masukan panas, kuat arus, filler, kecepatan las dan laju pendinginan Selain pengamatan struktur mikro, dilakukan uji kekerasan yang dimaksudkan untuk mengetahui kekerasan Stainless Steel Tipe 316 setelah dan sebelum mengalami proses pengelasan. Serta pada penelitian ini dilakukan pengujian laju korosi dimana dilakukan pengkorosian dengan larutan H2SO4. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) pengaruh variasi arus 100 A,120 A,140 A,dan 160 A terhadap pembentukan presipitat karbida, (2) perubahan tingkat kekerasan dengan variasi arus100A,120A,140A,dan 160 pada daerah HAZ akibat proses pengelasan GTAW Stainless Steel tipe 316,(3) pengaruh variasi arus proses pengelasan GTAW stainless steel tipe 316 terhadap ketahanan korosi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Pada pelaksanaannya penelitian ini dilakukan dengan cara memberikan suatu perlakuan tertentu tertentu kemudian dilakukan pengamatan secara langsung akibat dari hasil perlakuan tersebut. Untuk pengumpulan data pada penelitian ini yaitu mencatat data hasil penelitian kemudian dicari rerata dari setiap variabel. Hasil dari pengamatan struktur mikro, pada spesimen pengelasan pada variasi 160 A lebih terlihat presipitat karbida pada batas butir. Hasil dari pengujian kekerasan setelah mengalami pengelasan dengan kuat arus 100 A menunjukan angka kekerasan 218,2 HV, 120 A menunjukan angka sebesar 222,4 HV, 140 A menunjukan angka sebesar 233,2 HV, dan 160 A menunjukan angka sebesar 233,4 HV. Pada penggunaan variasi arus pengelasan mempengaruhi hasil kekerasan baja tahan karat. Serta hasil pengujian laju korosi dengan konsentrasi larutan H2SO4 10 M menunjukan bahwa arus pengelasan 160 A memiliki tingkat laju korosi yang lebih besar yaitu 0,00969 ipy,   lalu konsentrasi larutan H2SO4 15 M menunjukan bahwa arus pengelasan 140 A memiliki tingkat laju korosi yang lebih besar yaitu 0,0111 ipy, dan konsentrasi larutan H2SO4 20 M menunjukan bahwa arus pengelasan 160 A memiliki tingkat laju korosi yang lebih besar yaitu 0,012181 ipy. Korosi yang terjadi adalah Pitting Corrosion, Uniform Corrosion, intergranular Corrosion dan Stress Corrosion Cracking.   

    Analisis Variasi Temperatur Penuangan Pada Pengecoran Kuningan Terhadap Ketangguhan Dan Perubahan Fasa

    No full text
    ABSTRAK   Pratama, Bayu Angga. 2016. Analisis Variasi Temperatur Penuangan pada Pengecoran Kuningan Terhadap Ketangguhan dan Perubahan Fasa. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Putut Murdanto, S.T., M.T., (II) Rr. Poppy Puspitasari, S.Pd., M.T. Ph.D.   Kata kunci: pengecoran kuningan, ketangguhan, perubahan fasa Pengecoran logam adalah proses pembentukan logam dengan cara men­cair­kan logam dan menuangkan kedalam cetakan, kemudian dibiarkan mendingin dan membeku. Proses ini dapat digunakan untuk membuat benda-benda dengan bentuk sulit. Pengecoran merupakan salah satu proses pembentukan bahan baku atau benda kerja yang relatif mahal dimana pengendalian kualitas benda kerja dimulai sejak bahan masih dalam keadaan mentah. Bahan pengecoran kadang dipilih dengan mempertimbangkan harga, kualitas, dan sebagainya. Kuningan tuang adalah kuningan yang mempunyai proses produksi dengan cara pengecoran yang langsung diperoleh bentuknya melalui proses penuangan pada cetakan. Proses ini berdasarkan pada alasan untuk memproduksi benda-benda yang mempunyai bentuk khusus atau yang sulit dikerjakan dengan proses pengerjaan panas atau dingin (penempaan dan lain sebagainya). Selain itu pekerjaan mengecor juga dilakukan untuk ukuran-ukuran besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketangguhan hasil cor dengan variasi temperatur metode cetakan sand casting terhadap logam kuningan, dan untuk mengetahui struktur yang terkandung dalam hasil cor pada metode penge­coran dengan cetakan logam kuningan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental yang melihat hasil dari sebuah perlakuan terhadap suatu kelompok spesimen. Desain penelitian pre-experimental dengan menggunakan model one-shot case study, dimana sekelompok sampel diberi sebuah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan struktur mikro yang memiliki kandungan Cu-Zn yang baik adalah spesimen dengan temperatur tuang 900°C, sedangkan kandungan Cu yang paling sedikit adalah benda dengan temperatur 700°C. Jadi semakin tinggi temperatur yang digunakan untuk pengecoran logam  (kuningan) maka semakin tinggi pula tingkat kegetasan pada benda cor tersebut. Ketangguh­an bahan pada penelitian ini dapat dilihat pada pengaruh paduan dan juga tempe­ratur tuang dari setiap spesimen, semakin tinggi temperatur tuang pada spesimen maka semakin baik perlakuan yang akan diterima oleh paduan. Hasil foto mikro menunjukkan bahwa semakin tinggi temperatur tuang pada pengecoran logam (kuningan) maka semakin kecil unsur karbon yang terkandung di dalamnya

    Pengembangan Instrumen Penilaian Kemampuan Penalaran Ilmiah tentang Tekanan

    No full text
    ABSTRAK Fatimah, Vita.2017. PengembanganInstrumenPenilaianKemampuanPenalaranIlmiahtentangTekanan. Skripsi, Program StudiPendidikan IPA, FMIPA, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Vita Ria Mustikasari, S.Pd.,M.Pd, (II) Metri Dian Insani, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci:InstrumenPenilaian, PenalaranIlmiah, tekananIPA merupakanilmupengetahuantentanggejalaalam yang dibuktikandenganfakta, konsep, prinsipdanhukum yang terujikebenarannyamelaluimetodeilmiah. Metodeilmiahdapatdiimplementasikandalampembelajaran. Rancanganpembelajaranberdasarkanmetodeilmiahdapatmengembangkankemampuanpenalaranilmiahdanketerampilanilmiahsiswa. Pembelajarandenganmetodeilmiahdiharapkandapatmengembangkankemampuanbernalar(reasoning abilities)dalamberpikiranalisisinduktifdandeduktifdenganmenggunakankonsepdanprinsip IPAdanmenyelesaikanmasalahbaiksecarakualitatifmaupunkuantitatif. Kemampuansiswamenyelesaikanmasalahdipengaruhiolehkemampuanpenalaranilmiahsiswa. Berdasarkan hasilwawancaradi salah satu SMP di Kota Malang faktanya gurubelumpernahmengukurkemampuanpenalaranilmiahsiswa.Salah satu tes penalaran ilmiah yang dapatdigunakanadalahLawson’s Clasroom Test of Scientific Reasoning (LCTSR). Berdasarkanhaltersebut, padapenelitianiniakandikembangkaninstrumenpenalaranilmiah. Tujuandaripenelitianiniuntukmengembangkaninstrumenpenalaranilmiahtentangtekanan yang valid danreliabel.Penelitianinimerupakanjenispenelitiandanpengembangan (Research and Development). Model yang digunakanadalah model 4D yang dilakukanhanyatigatahapyaitupendefinisian, perancangan, danpengembangan.Instrumenpengumpulan data yang digunakanberupalembarvalidasidansoalpenalaranilmiah. Data didapatkandalampenelitiandanpengembanganberupa data kuantitatifdankualitatif. Data kuantitatifdidapatkanberdasarkanpersentasehasilvalidasidanujiempiris, data kualitatifdidapatkandari saran dankomentaroleh validator. Hasilvalidasiaspekkriteriapenalaranilmiah, konstruksidanbahasamendapatkanhasil rata-rata sebesar 96,06 %dengankatogorisangatlayak.Hasilujiempirisdidapatkansebanyak 44 soalyang validdanreliabel. Kooefisienreliabilitasbutirsoaldidapatkansebesar 0,874dengankategorisangattinggi. Distribusijumlahsoalkemampuanpenalaranilmiahyang dihasilkan44 soaldenganindikatorpenalarankonservasi (13,64%), penalaranpengurutan (18,18%), penalaranproposional (31,81%), penalaranmengontrolvariabel (9,09%), penalaranprobabilitas (4,54%), penalarankorelasi (9,09%), danpenalarankombinasi (13,64%).Berdasarkanhasilanalisis data diperolehbahwapengembanganinstrumenpenilaianpenalaranilmiahtentangtekanan yang valid danreliabel

    Pengaruh Waktu Perendaman pada Medium Asam Sulfat H2SO4 dengan Konsentrasi 4 M terhadap Laju korosi Baja St 60 berlapis Nikel

    No full text
    ABSTRAK Dalam perkembangan teknologi dan industri penggunaan logam sebagai salah satu material sangat besar peranannya, akan tetapi dalam kehidupan sehari–hari banyak faktor yang menyebabkan daya guna logam ini menurun. Dalam hal ini seringkali logam–logam diberi suatu proses khusus untuk mendapatkan sifat–sifat tertentu yang diinginkan, misalnya adalah elektroplating. Proses electroplating berfungsi untuk melapisi permukaan logam agar kuat, tahan lama dan tidak mudah mengalami korosi. Baja paling banyak digunakan sebagai produk akhir, juga perlu dilakukan proses eleoktroplating yaitu dengan nikel, karena nikel umumnya banyak dipakai sebagai material coating, yaitu seperti pada paduan Nickel-Cobalt-Chrome yang telah diketahui sebelumnya memiliki banyak kelebihan diantaranya sifat mekanik yang baik dan dapat meningkatkan thermal stability. Logam baja yang berlapis nikel juga tidak bisa lepas dari masalah korosi. Larutan yang dipilih bersifat korosif dan bisa menimbulkan korosi pada logam, misalnya H2SO4. Kemampuan lapisan nikel dalam memperlambat laju korosi pada baja dalam medium H2SO4 perlu diteliti.Dalam penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental dengan analisis data deskriptif  yang dilakukan di laboratorium Penelitian Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang . Pada penelitian ini untuk menentukan laju korosi digunakan variasi konsentrasi waktu perendaman. Penelitian ini terdiri dari 4 tahap yaitu (1) penyiapan bahan, (2) pembuatan larutan elektrolit, (3) pelaksanaan electroplating, dan (4) pengujian korosi terhadap spesimen dengan medium H2SO4 dengan konsentrasi 4 M dengan konsentrasi waktu perendaman yaitu selama 60,120,180, dan 240 menit.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui laju korosi Baja St60 belapis nikel pada medium Asam Sulfat (H2SO4) dengan waktu 60 menit, 120 menit, 180 menit, 240 menit dengan mengunakan metode pengurangan berat dan rumus laju korosi. Hasil penelitian menyebutkan bahwa laju korosi pada medium H2SO4 dengan konsentrasi 4 M dengan konsentrasi waktu perendaman yaitu selama 60 menit sebesar 0.0203 mm/year, pada perlakuan perendaman 120 menit, mendapatkan hasil laju korosi sebesar 0.0320 mm/year, dan pada perlakuan perendaman 180 menit, mendapatkan hasil laju korosi sebesar 0.0642 mm/year, sedangkan pada perlakuan perendaman selama 240 menit, hasil laju korosi yang didapat sebesar 0.0893 mm/year

    ANALISIS PENGGUNAAN ELEKTRODA PURE TUNGSTEN PADA PENGELASAN GTAW DENGAN VARIASI ARUS DAN VOLUME ALIRAN GAS PELINDUNG TERHADAP KEKUATAN TARIK HASIL PENGELASAN ALUMINIUM PADUAN (Al-Cu)

    No full text
    ABSTRAK Ikhwanudin. 2017. Analisis Penggunaan Elektroda Pure Tungsten pada Pengelasan GTAW dengan Variasi Arus dan Volume Aliran Gas Pelindung terhadap Kekuatan Tarik Hasil Pengelasan Aluminium Paduan (Al-Cu). Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Solichin, S.T., M.Kes., (2) Drs. Abdul Qolik, M.M., M.Pd. Kata Kunci: GTAW, pure tungsten, arus las, volume aliran gas pelindung, kekuatan tarikGTAW merupakan proses pengelasan dengan menggunakan elektroda tungsten yang tidak terumpan sebagai penghasil busur listrik. Logam pengisi ditambahkan dalam proses penyambungan dan untuk bahan yang tipis tidak diperlukan logam pengisi. Untuk melindungi dari pengaruh udara atmosfir digunakan gas pelindung (argon, helium, ataupun campuran keduanya). GTAW banyak digunakan untuk pengelasan logam-logam non fero seperti Aluminium dan paduannya.Dalam melakukan pengelasan dengan GTAW terdapat beberapa parameter yang perlu diperhatikan, antara lain: elektroda, arus pengelasan, dan volume aliran gas pelindung yang digunakan. Parameter-parameter tersebut mempengaruhi kualitas hasil pengelasan yang dihasilkan. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis kekuatan tarik hasil pengelasan GTAW menggunakan elektroda pure tungsten dengan variasi arus dan volume aliran gas.Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental, dengan jenis pendekatan kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah factorial design 2x2 yaitu dua variasi arus pengelasan sebesar 100 A dan 160 A, dan dua variasi volume aliran gas pelindung 5 l/min dan 10 l/min. Untuk mendapatkan data kekuatan tarik, dalam penelitian ini dilakukan uji tarik dengan universal testing machine. Data kekuatan tarik yang didapatkan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian rata-rata kekuatan tarik tertinggi diperoleh pada pengelasan dengan menggunakan arus 160 A dan volume aliran gas pelindung 5 l/min sebesar 521,097 kg/mm2, dan kekuatan tarik terendah diperoleh pada pengelasan dengan arus 160 A dan volume aliran gas pelindung 10 l/min sebesar 390,373 kg/mm2. Sehingga dapat disarankan, untuk mendapatkan kualitas hasil lasan yang memiliki nilai kekuatan tarik tertinggi dapat menggunakan arus 160 A dan volume aliran gas pelindung 5 l/min

    penggunaan metode discovery learning terhadap hasil belajar pada mata pelajaran transmisi dan kopling siswa kelas x di smk negeri 10 malang

    No full text
    ABSTRAK Prasetyo, Guruh. Kukoh. 2016. PenggunaanMetode Discovery LearningTerhadapHasilBelajarPada Mata PelajaranMemperbaikiTansmisi Dan KoplingSiswaKelas X Di SMK Negeri 10 Malang. Skripsi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Partono.,M.Pd, (II) Drs.AgusSholah,H., M.Pd. Kata Kunci: Metode Discovery Learning, Hasil Belajar, TransmisidanKopling.Bedasarkanobservasi yang dilakukan SMK Negeri 10Malang. Penelitimenemukanbeberapapermasalahanketika proses belajarmengajarberlangsungsalahsatupermasalahannyaadalahkegiatanpembelajaran yang cenderungteacher centered bukan student centered. Hal inihanyamembuatsiswa tidak aktif dan tidakmendapatkanhasilbelajar yang memuaskan.Metode discovery learning adalah salah satu metode yang dijadikan alternatif untuk mengatasi permasalahan pembelajaran.Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui hasilbelajarsiswakelaseksperimenpadamatapelajaranTransmisidanKopling, menggunakan metode Discovery Learning.(2)Untuk mengetahui hasilbelajarsiswakelaskontrolpadamatapelajaranTransmisidanKopling, menggunakan metode Ceramah.(3) Untuk mengetahui perbedaanhasilbelajarsiswakelaseksperimendankelas control padamatapelajaranTransmisidanKopling, menggunakan metode Discovery Learning Dan MetodeCeramah.Lokasi penelitian ini dilaksanakan di SMKNegeri 10 Malang. Subyek penelitian terdiri dari dua kelas yaitu kelas X TKR A yang mendapat perlakuan metode ceramah dan X TKR B yang mendapat perlakuan metode pembelajaran Discovery Learning. Analisa data yang digunakan adalah Independent sampel t-test.Dari hasil penelitian, diperoleh rata-rata hasil belajar kelompok Discovery learningsebesar 79,03 sedangkan hasil belajar kelompok metodeceramah sebesar 69,19.Berdasarkanhasilpenelitian, dapatdisimpulkanbahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara kelompok eksperimen yang menggunakan metode pembelajaran discovery learning  yang hasilnya lebih baik dibanding dengan kelompok kontrol yang menggunakan metode ceramah

    Optimasi Desain pada Kincir Air Kaki Angsa Next-G dengan Variasi Kecepatan Air, Lebar dan Jumlah Sudu Menggunakan Pendekatan Computational Fluid Dynamics

    No full text
    ABSTRAK   Maharani, Dhea. 2017. Optimasi Desain pada Kincir Air Kaki Angsa Next-G dengan Variasi Kecepatan Air, Lebar dan Jumlah Sudu menggunakan Pendekatan Computational Fluid Dynamics. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Retno Wulandari, S.T., M.T, (II) Prof. Dr. Ir. H, Djoko Kustono, M.Pd.   Kata Kunci: desain, kincir air Kaki Angsa Next-G, kecepatan air, lebar, jumlah sudu,computational fluid dynamics Saat ini, pertumbuhan penduduk semakin meningkat. Peningkatan ini sejalan akan kebutuhan energi listrik. Sumber energi utama pembangkit listrik masih menggunakan bahan bakar fosil yang jumlahnya semakin lama semakin menipis dan diikuti dengan harga jual yang semakin tinggi serta pembaharuannya memerlukan waktu yang cukup lama.Salah satu alat yang memanfaatkan air untuk menghasilkan sumber energi listrik adalah turbin air. Turbin air adalah pesawat penggerak atau mesin konversi energi yang mengubah energi kinetik air menjadi energi mekanik. Kincir air kaki angsa merupakan pengembangan desain kincir air yang menggunakan prinsip kerja kaki angsa pada saat berenang. Kelebihan kincir air kaki angsa Next-G adalah mengekstrak energi pada aliran air arus bebas (free water flow), tidak memerlukan ketinggian (head), tidak memerlukan bendungan, dapat bekerja kopel (couple)dan dapat di pasang majemuk (banyak) pada satu aliran.Akan tetapi, setiap kincir air memiliki kelemahan baik dari segi desain ataupun lainnya. Oleh karena itu, pengembangan desain kincir air perlu terus dilakukan, agar kincir air dapat bekerja dengan baik dan efisien. Berdasarkan observasi dan kajian pendahuluan maka dikembangkan suatu software yang dapat menyesuaikan dengan karakteristik aliran aliran fluida dengan menggunakan teknik komputasi fluida dinamik (CFD). CFD memprediksi aliran berdasarkan model matematika (persamaan diferensial parsial,metode numerik (teknik solusi dan diskritisasi), dan tools perangkat lunak.Metode  penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah simulasi numerik (kajian eksperimental semu) dengan menggunakan perangkat lunak Fluent yang terdapat dalam ANSYS 14.5 Workbench. Tujuannya adalah mencari desain sudu kincir air kaki angsa next-G yang paling optimal. Pembaharuan pada kincir air kaki angsa next-G didalam penelitian ini adalah dengan memvariasikan jumlah sudu, lebar sudu dan kecepatan aliran air sungai. Jumlah sudu sebanyak 6, 7, dan 10 sudu. Lebar sudu sebesar 750 mm, 800 mm dan 850 mm dan kecepatan aliran air 0,08 m/s dan 0,2 m/s. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa efisiensi minimum terdapat pada variasi kecepatan air0,08 m/s, jumlah sudu 6 dan lebar 750 mm, efisiensi sebesar 37,54 %. Efisiensi maksimum pada variasi kecepatan air 0,2 m/s, jumlah sudu 10 dan lebar 850 mm yakni dengan efisiensi sebesar 72,38 %. Kincir yang memiliki efisiensi maksimum tersebut dapat dikatakan paling optimum, sebab memiliki efisiensi paling besar

    Pengembangan Trainer Dasar-dasar Elektronika sebagai Media Pembelajaran Mata Pelajaran Teknik Listrik Dasar Otomotif Kelas X TKR di SMKN 3 Boyolangu Tulungagung

    No full text
    ABSTRAK Satria, Mohammad Hanif Agus. 2017.  Pengembangan Trainer Dasar-dasar Elektronika sebagai Media Pembelajaran Mata Pelajaran Teknik Listrik Dasar Otomotif Kelas X TKR di SMKN 3 Boyolangu Tulungagung. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Drs. H. Imam Muda Nauri, S.T., M.T.,  (2) Dr. H. Agus Sholah., M.Pd. Kata Kunci : pengembangan, trainer, dasar-dasar elektronika, smkPenggunaan media pembelajaran dalam suatu proses belajar mengajar mampu meningkatkan minat, ketertarikan, motivasi dan keinginan untuk lebih mendalami materi yang diajarkan kepada siswa. Tentunya dengan menggunakan media pembelajaran maka akan membuat suasana kelas menjadi hidup, membantu meningkatkan keefektivan proses pembelajaran penyampaian pesan dan isi pada pelajaran tersebut sehingga tujuan pembelaja­ran bisa tercapai.Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) untuk menghasilkan media pembelajaran trainer dasar-dasar elektronika mata pelajaran teknik listrik dasar otomotif kelas X TKR di SMKN 3 Boyolangu, 2) untuk membandingakan kemampuan siswa dalam kelas yang menggunakan media pembelajaran trainer dasar-dasar elektronika mata pelajaran teknik listrik dasar otomotif dengan kelas yang tidak menggunakan media pembelajaran trainer dasar-dasar elektronika mata pelajaran teknik listrik dasar otomotif siswa kelas X TKR di SMKN 3 Boyolangu.Model pengembangan trainer ini menggunakan model pengembangan ADDIE karena terdapat evaluasi pada setiap tahapannya sehingga didapatkan produk yang efektif dan efisien. Model pengembangan trainer ini memiliki 5 tahap yaitu: 1) analisis kebutuhan media, 2) perancangan media pembelajaran, 3) pengembangan trainer, 4) penerapan, 5) evaluasi. Dalam model ini dari setiap prosesnya selalu ada proses evaluasi yang bertujuan untuk kesempurnaan trainer yang dibuat. Media pembelajaran yang dihasilkan berupa 1) trainer dasar-dasar elektronika yang berukuran minimalis dan dilengkapi rangkaian seri, rangkaian paralel, lampu bulb, switch toggle, push button, variable resistor, buzzer, motor DC, dan power suplly variable 12 VDC yang bisa mensimulasikan dan melatih ketrampilan siswa dalam mempelajari materi kelistrikan dasar otomotif dan 2) dihasilkannya modul dan jobsheet praktikum bagi dosen dan siswa yang dilengkapi dengan petunjuk penggunaan trainer sebagai pelengkap dalam menggunakan media pembelajaran trainer dasar-dasar elektronika. Dari pengambilan data, didapatkan hasil validasi dari ahli materi 97,06%, hasil validasi ahli media 92.3%, hasil uji coba kelompok kecil 93,1%, hasil uji coba kelompok besar 91,24% dan hasil uji compare means kelas perlakuan memperoleh nilai 81.31 dan kelas kontrol 77.31. Sehingga dapat disimpulkan baha produk trainer dasar-dasar elektronika dikatakan layak dan dapat digunakan sebagai media pembelajaran pada kompetensi Teknik Listrik Dasar Otomotif oleh siswa kelas X TKR di SMKN 3 Boyolangu

    Pengembangan Media Pembelajaran Video Tutorial Overhoule Engine EFIK3-VE pada Paket Keahlian Teknik Kendaraan Ringan di SMK Negeri 11 Malang

    No full text
    ABSTRAK Fadeli, MohammadMiftahul. 2017. Pengembangan MediaPembelajaranVideo Tutorial Overhoule Engine EFIK3-VE padaPaketKeahlianTeknikKendaraanRingan di SMKNegeri 11 Malang. Skripsi, JurusanTeknikMesin,FakultasTeknik,UniversitasNegeri Malang.Pembimbing: (I) Drs. Ir.Eko Edi Poerwanto, S.E.,M.Pd., M.M., (II) Dr. SyarifSuhartadi, M.Pd. Kata Kunci:   pengembangan media, video tutorial, overhoule engineEFI K3-VEPenelitianinibertujuanuntuk: (1)membuat media pembelajaranVideo Tutorial Overhoule EngineEFI K3-VE; (2) mengetahuikelayakan Video Tutorial Overhoule EngineEFIK3-VE; dan (3) mengetahuiperbedaanhasilbelajarmenggunakan Video Tutorial Overhoule EngineEFIK3-VE dengantidakmenggunakan Video Tutorial Overhoule EngineEFI K3-VE.PenelitianinimenggunakanmetodeResearch and Development (R&D)dengan model prosedural. Tahapanpengembangan yang digunakanmeliputi (1) identifikasimasalah; (2) pengumpulan data; (3) desainproduk; (4) validasidesain;  (5) revisidesain; (6) ujicobaproduk; (7) revisiProduk; (8) ujicobapemakaian; (9) revisiproduk; dan(10) produksimasal.Validasiprodukmeliputivalidasidarisudut media, validasidarisudutmateri, validasimenurutpenilaian guru,danvalidasimenurutpenilaiansiswa (ujiprodukskalakecil). Ujicobapemakaian (skalabesar) dilakukanpadaduakelas. Kelas XII TKR 1 sebagaikelaseksperimendiberi media video tutorial Overhoule EngineEFIK3-VE dankelas XII TKR 2sebagaikelaskontroltanpadiberi media video tutorial Overhoule EngineEFI K3-VE.Analisisujicobapemakaianmenggunakan SPSS denganuji T-Test (Independent Samples T-Test).Hasilpenelitianberupa (1)validasiahli media: 93.33%; (2)validasiahlimateri87.91%;(3)validasimenurutpenilaian guru97.5%; (4)ujicobaproduk (skalakecil)menurutpenilaiansiswa:99.46%. Analisisujicobapemakaiandidapatkannilai Sig. adalah .033. (Nilai Sig. < .05. Berarti Ho di tolak. Jadiadaperbedaansignifikan rata-rata padapenggunaan Media Video Tutorial Overhoule Engine EFI K3-VE).DengandemikiandisimpulkanbahwaprodukVideo Tutorial Overhoule EngineEFIK3-VE dikatakanlayakdandapatdigunakansebagai media pembelajaranpadamatapelajaranpemeliharaanengine di SMK Negeri 11 Malang.ABSTRACT Fadeli, Mohammad Miftahul. 2017. The Learning Media Development of Overhoule Engine EFI K3-VE Tutorial Video to the Department of Light Vehicle Engineering in SMK Negeri 11 Malang. Sarjana’s Thesis, Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, State University of  Malang. Supervisors:(I) Drs. Ir. Eko Edi Poerwanto, S.E., M.Pd., M.M., (II) Dr. SyarifSuhartadi, M.Pd. Keywords:media development, tutorial video, overhoule engine EFIK3-VEThis research aims to: (1) create learning media of OverhouleEngine EFI K3-VE Tutorial Video; (2) know the feasibility of OverhouleEngine EFI K3-VETutorial Video; and (3) know the difference of learning outcome by using OverhouleEngine EFI K3-VETutorial Video and not using OverhouleEngine EFI K3-VETutorial Video. This research used Research and Development (R&D) method with procedural model. Development steps that used in this research as follow: (1) problem identification; (2) data collection; (3) product design; (4) design validation; (5) design revision; (6) product test; (7) product revision; (8) application test; (9) product revision; and (10) mass production.Product validation in this research included validation from media expert, validation from material expert, validation according to the teacher assessment, and validation according to the student assessment (small scale product test). Application test (large scale) conducted to the two classes; they were 12th Grade of Light Vehicle Engineering-1 as experimental class that given by learning media of OverhouleEngine EFIK3-VE Tutorial Video and 12th Grade of Light Vehicle Engineering-2 as control class without given by learning media of OverhouleEngine EFI K3-VETutorial Video. Analysis to the application test in this research used SPSS with T-Test (Independent Sample T-Test). The research result showed as follows: (1) validation from media expert obtained percentage of 93.33%; (2) validation from material expert obtained percentage of 87.91%; (3) validation according to the teacher assessment obtained percentage of 97.5%; (4) small scale product test according to the student assessment obtained percentage of 99.46%. Analysis to the application test obtained Sig.value of .33 (Sig.value< .05 means that Ho unconfirmed. Thus, there was significant difference towards the average to the use of learning media of OverhouleEngine EFI K3-VETutorial Video). Therefore, it could be concluded that the learning media of OverhouleEngine EFI K3-VETutorial Video stated as feasible and able to be used as learning media towards engine maintenance subject in SMK Negeri (Public Vocational High School) 11 Malang

    0

    full texts

    1,608

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇