SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
1608 research outputs found
Sort by
pengaruh diameter elektroda, pola gerakan kawat las, dan variasi kuat arus listrik terhadap kekuatan tarik pada logam aluminium
RINGKASAN Putra, RizqaPurnama. 2017. Pengaruh Diameter Elektroda dan Pola Gerakan Kawat Las DenganVariasiKuatArusListrik Las GMAW terhadap KekuatanUji Tarik Pada Logam Aluminium. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof., Dr., H. Djoko Kustono M.Pd. (II) Prihanto S.T., M.Pd Kata Kunci: diameter elektroda, polagerakan kawat las, variasi kuat arus listrik, uji tarik, las GMAW Gas metal arc welding (GMAW) atau lebih sering disebut metal inert gas (MIG) yaitu las busur gas yang menggunakan kawat las sekaligus elektroda. Las ini menggunakan gas sebagai pelindung agar mencegah terjadinya difusioksigen, hydrogen, dan nitrogen yang dapat mengakibatkan perubahan struktur metalurgi, patah dan retaknya hasil lasan. Proses pengelasan bertujuan untuk menyambugkan dua atau lebih logam dengan cara dilelehkan melalui dipanaskan. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi hasil kekuatan pengelasan yakni diameter elektroda, pola gerakan kawat las, dan variasi kuat arus listrik las yang menggunakan beberapa variasi. Penelitian ini dilakukan untuk (1) mengetahui pengaruh diameter kawat elektroda terhadap pengujian tarik pada logam Aluminium, (2) mengetahui pengaruh variasi kuat arus listrik las terhadap pengujian tarik pada logam Aluminium, (3) mengetahuipengaruhpolagerakankawatlasterhadappengujiantarikpadalogamAluminium, (4) mengetahuipengaruh diameter kawatelektroda, variasikuataruslistrik, dan pola gerakan kawat terhadap pengujian tarik pada logam Aluminium. Jenis penelitian ini adalah eksperimen kuantitatif. Variabel bebas penelitian ini yakni diameter elektroda, pola gerakan kawat, dan variasi kuat arus listrik.Variabel terikat penelitian ini yakni kekuatan hasil lasan terhadap uji tarik. Variabel control penelitian ini yaitu: (1) menggunakan logam plat Aluminium, (2) tebal plat 5 mm, (3) pola pengelasan yang digunakan yaitu pola melingkar, zigzag, dan segitiga, (4) menggunakan kuat arus pengelasan 90, 115, dan 130 Amphere, (5) menggunakan sambungan kampuh V terbuka, (6) spesimen pengujian tarik yang digunakan adalah ASTM E8. Hasil analisis menggunakan uji anova dua arah atau dengan metode univariate analysis of variance yang menunjukan bahwa ada pegaruh antara diameter elektroda dan pola pengelasan dengan variasi kuat arus terhadap kekuatan tarik pada logam aluminium yang ditunjukan dengan sig 0.005 atau dalam arti lebih kecil dari 0.05 (< 5%) sehingga mengasumsikan hipotesis ditolak yang berarti bahwa ada pengaruh diameter elektroda dan pola pengelasan dengan variasi kuat arus terhadap uji kekuatan tarik pada logam Aluminium menggunakan las GMAW. Sesuai dengan hipotesis berikut ; (a) Ada pengaruh variasi kuat arus listrik 90A, 115A, dan 130 A menggunakanlas GMAW terhadap pengujian tarik pada logam Aluminium. (b) Ada pengaruh Diameter kawat elektroda Ø1.0 dan Ø1.2 mm menggunakan las GMAW terhadap pengujian tarik pada logam Aluminium (c) Ada pengaruh pola pergerakan kawat melingkar, pola zigzag, dan pola segitiga menggunakan las GMAW terhadap pengujian tarik pad logam Aluminium (d) Ada pengaruh besar diameter elektroda menggunakan las GMAW terhadap pengujian tarik pada logam Aluminium
Pengembangan Bahan Ajar Teknik Pemesinan Berbasis Project Based Learning dengan Pendekatan Saintifik Pada Pokok Bahasan Pengelasan dengan Menggunakan Las SMAW untuk Siswa Kelas XI SMK Merdeka Lawang.
ABSTRAK Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara sesuai dengan yang ada pada UU No. 20 Tahun 2003. Pada kenyataannya, bahan ajar di kalangan siswa masih belum sesuai dengan apa yang dibutuhkan. Isi materi dalam bahan ajar yang digunakan oleh siswa belum mampu menghubungkan materi terkait dengan situasi nyata yang dapat memotivasi siswa untuk mengaitkan pengetahuannya dengan memberikan pengalaman langsung kepada siswa sehingga siswa dapat melakukan eksperimen untuk memecahkan masalah yang terjadi. Salah satu metode pembelajaran yang sesuai untuk pembelajaran adalah metode pembelajaran berbasis proyek (project based learning disingkat PJBL). Dalam metode PJBL, fokus pembelajaran Siswa dapat merencanakan proyek yang akan dilaksanakan secara kelompok maupun secara individu (Direktorat Pembinaan SMK).Langkah yang dilakukan dalam penelitian ini diantaranya: (1) melakukan studi pendahuluan, (2) melakukan perencanaan, (3) mengembangkan draft produk, (4) melakukan uji coba pendahuluan, dan (5) revisi produk akhir. Penilaian draft produk untuk mengetahui kelayakan isi dan penyajian isi dilakukan oleh seorang dosen, dua orang guru dan sepuluh siswa kelas XI dengan instrumen penelitian berupa angket validasi. Teknik analisi yang digunakan adalah analisis perhitungan rat-rata yang diadaptasi dari Arikunto. Hasil analisis data produk hasil pengembangan menyatakan, buku kerja siswa yang dikembangkan dinyatakan valid dengan tingkat validitas total 3.43 oleh validator dosen dan validator guru sehingga buku kerja siswa dapat digunakan. Dapat disimpulkan bahwa buku kerja siswa yang dikembangkan layak dan baik untuk digunakan di SMK Merdeka Lawang
ANALISIS SIFAT FISIK DAN MEKANIK PADUAN AL-SIHASIL COR REKAYASA PASIR CETAK DENGAN BAHAN PENGIKATBENTONITKOMBINASI SEMEN PORTLAND
ABSTRAK Pratama, OktaAngga. 2017. AnalisisSifatFisikdanMekanik Paduan Al-Si Hasil Cor RekayasaPasirCetakdenganBahanPengikatBentonitKombinasi Semen Portland. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Andoko, S.T., M.T, (2) Rr. Poppy Puspitasari, S.Pd., M.T., Ph.D. Kata Kunci:sifatfisik,sifatmekanik,paduan Al-Si hasil cor.Hasil pengecoran paduan Al-Si menggunakan kombinasi pasir cetak dengan bahan pengikat bentonit dan semen portland. Jenis bahan pengikat bentonit terdiri atas swelling (Na-bentonit) dan non-swelling (Ca-bentonit). Kombinasi pasir cetak yang optimal adalah 4% bentonit swelling dan 6% semen Portland, 6% bentonit non-swelling dan 4% semen Portland.Tujuan penelitian ini adalah untukmenemukansifatfisikdanmekanikpaduan Al-Si hasil cor. Sifatfisikmeliputi karakterisasi fasa menggunakan X-Ray Diffraction (XRD), komposisi unsur menggunakan Energy Dispersive X-Ray (EDX), morfologi menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM), dan struktur mikro menggunakan Optical Microscope. Sedangkan sifat mekanik meliputi kekuatan tarik, ketangguhan impact dan kekerasanmicrovickers.Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian pre-experimental, yang menggunakan model penelitian the one-shot case study. Berdasarkan karakterisasi fasa hasil cor paduan Al-Si ditemukan bahwa bentonit swelling masih mencapai lattice [311] sehingga belum menjadi single-phase, sedangkan paduan Al-Si hasil cor menggunakan bentonit non-swelling menjadi single-phase lattice [111]. Hasil pengujian komposisi unsur menunjukkan hasil cor paduan Al-Si menggunakan bentonit swelling menghasilkan unsur Al 74,95% dan Si 21,73%, sedangkan hasil cor paduan Al-Si menggunakan bentonit non-swelling menghasilkan unsur Al 80,57% dan Si 15,82%. Hasil pengujian morfologi hasil cor paduan Al-Si menggunakan bentonit non-swelling menunjukkan porositas yang lebih sedikit dibandingkan hasil cor paduan Al-Si menggunakan bentonit swelling, porositas yang terjadi dipengaruhi oleh kompleksitas proses solidifikasi dan unsur paduan. Hasil pengujian struktur mikro menunjukkan bahwa hasil cor paduan Al-Si menggunakan bentonit swelling dan non-swelling mengindikasikan adanya kesamaan struktur mikro yang terbentuk, yaitu berupa matrik Al dan eutektik Si.Kekuatan tarik hasil cor paduan Al-Si menggunakan bentonit swelling menghasilkan nilai lebih baik yaitu sebesar 10,76 Kgf/mm2. Ketangguhan impact terbaik sebesar 0,00592 Joule/mm2 terdapat pada Al-Si menggunakan bentonit non-swelling. Kekerasan microvickers terbaik sebesar 111,04 HV pada Al-Si menggunakan bentonit non-swelling. Nilai kekerasan tinggi terjadi karena adanya beda temperatur yang terjadi antara logam coran dan cetakan
PENGARUH PENGGUNAAN RACING VALVE PADA MESIN BERSISTEM DOHC TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR DAN EMISI GAS BUANG PADA SEPEDA MOTOR SUZUKI SATRIA F 150 CC
ABSTRAK Majid, Nasrudin. 2017. Pengaruh Penggunaan Racing Valve pada Mesin Bersistem DOHC terhadap Konsumsi Bahan Bakar dan Emisi Gas Buang pada Sepeda Motor Suzuki Satria F 150 cc. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik,Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Hj. Widiyanti M.Pd., (II) Drs. Ir Eko Edi Poerwanto, S.E., M.Pd., M.M. Kata Kunci: penggunaan racing valve, putaran motor, konsumsi bahan bakar, emisi gas buang. Valve adalah bagian utama dari mekanisme katup yang menjadi saluran masuk campuran udara-bahan bakar dan saluran buang untuk gas sisa pembakaran. Katup juga diharuskan mampu menutup rapat saat langkah kompresi. Katup harus kuat menerima pembebanan pada ujung batang katup dari pelatuk atau dari cam, dan harus kuat pada batang katup karena menerima keausan saat bekerja. Daun katup harus kuat dari tumbukan dan harus dapat menahan panas dengan suhu ± 8000C.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang yang dihasilkan oleh sepeda motor Suzuki Satria f 150cc, penelitian ini dilakukan di UPTPK BKL Pasuruan dengan menggunakan alat gelas ukur untuk uji konsumsi bahan bakar dan menggunakan alat exhause gas analyzer untuk uji emisi gas buang. Rancangan penelitian yang digunakan ialah rancangan factorial (design factorial) dan menggunakan analisis dua jalan.Hasil penelitian ini menemukan 1) Terdapat perbedaan penggunaan racing valve terhadap konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang pada sepeda motor Suzuki Satria F 150 cc. Penggunaan yang dihasilkan tersebut adalah perbedaan yang kearah positif dan negative konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang. Konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang yang dihasilkan racing valve terbukti ada perbedaan yang signifikan dengan menggunakan standard valve. 2) Terdapat perbedaan putaran motor 1500, 4000, dan 6000 rpm terhadap konsumsi bahan bakar yang dihasilkan pada sepeda motor Suzuki Satria F 150 cc. Selisih kenaikan konsumsi bahan bakar pada putaran mesin 1500 rpm sebesar 0,33 ml, selanjutnya pada putaran mesin 4000 rpm terjadi selisih penurunan sebesar 1 ml dan pada putaran mesin 6000 rpm terjadi selisih penurunan sebesar 1 ml. 3) Untuk putaran mesin 1500 rpm terjadi selisih penurunan kadar CO sebesar 0,02 % volume CO, selanjutnya untuk putaran mesin 4000 rpm terjadi selisih penurunan kadar CO sebesar 0,13 % volume CO dan pada putaran mesin 6000 rpm terjadi selisih penurunan kadar CO sebesar 0,36 % volume CO. 4) Selisih penurunan kadar hidrokarbon (HC) pada putaran mesin 1500 rpm sebesar 54 part per million (ppm), selanjutnya pada putaran mesin 4000 rpm terjadi selisih penurunan sebesar 4,33 part per million (ppm) dan pada putaran mesin 6000 rpm terjadi selisih penurunan sebesar 15 part per million (ppm). Dengan demikian dapat disarankan perlu adanya pengembangan dan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh penggunaan racing valve terhadap akselerasi, daya, dan torsi
Pengaruh Kondisi Bengkel Terhadap Tingkat Penguasaan Praktik Siswa Kelas X Teknik Kendaraan Ringan SMK Negeri 11 Malang
ABSTRAK Purnomo, Agus. 2017. Pengaruh Kondisi Bengkel terhadap Tingkat Penguasaan Praktik Siswa Kelas X Teknik Kendaraan Ringan SMK Negeri 11 Malang. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Marji, M.Kes., (2) Dr. Yoto, S.T., M.M.,M.Pd. Kata Kunci: kondisi bengkel, tingkat penguasaan praktik, SMKKondisi bengkel yang tidak ideal tentu memberikan dampak yang kurang baik bagi siswa. Dampak paling besar yang ditimbulkan ialah kenyamanan siswa dalam melakukan kegiatan pembelajaran. Hal lain yang terdampak apabila kondisi bengkel kurang ideal adalah kesehatan siswa. Pencahayaan yang kurang, kebisingan yang berlebihan, ventilasi udara yang kurang standar tentu memberikan dampak negatif pada kesehatan siswa seperti sakit mata, gejala ketulian, dan sesak nafas. Dampak tersebut juga tidak hanya terjadi pada siswa tetapi dapat pula terjadi pada tenaga pengajar yang ada dalam bengkel tersebut. Guru pun juga dapat terkena dampak yang sama seperti yang diterima oleh siswa dalam bengkel yang kondisinya tidak ideal. Untuk mengetahui gambaran terhadap hal tersebut diperlukan usaha yang tepat, salah satunya adalah melalui penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kondisi bengkel terhadap tingkat penguasaan praktik siswa kelas X Teknik Kendaraan Ringan.Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 11 Malang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X jurusan Teknik Kendaraan Ringan SMK Negeri 11 Malang yang terdaftar di Tahun Ajaran 2016/2017 dengan sejumlah 64 orang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik/ tipe cross sectional. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, studi pustaka.Hasil penelitian menunjukan: (1) luas ruang praktikum bengkel praktikum teknik kendaraan ringan memiliki luas praktikum yang standar, (2) tingkat pencahayaan ruang praktikum bengkel teknik kendaraan ringan memenuhi standar pencahayaan minimal, (3) aliran udara ruang praktikum bengkel teknik kendaran ringan memenuhi kriterian minimum, (4) tingkat kebisingan ruang praktikum bengkel teknik kendaraan ringan memiliki tingkat kebisingan dibawah batas maksimal, (5) suhu ruang praktikum bengkel teknik kendaraan ringan memenuhi standar minimal suhu ruangan, (6) tingkat kelembaban ruang praktikum teknik kendaraan ringan berada diambang standar minimal kelembababan, (7) tingkat penguasaan praktik siswa jurusan teknik kendaraan ringan memiliki sekor yang sangat baik dan berada diatas ambang standar rata-rata minimal, (8) dari uji regresi didapatkan bahwa variabel kondisi bengkel berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat penguasaan praktik siswa, dengan signifikansi .011 lebih kecil dari .05 (tingkat kepercayaan 95%). Kesimpulan: (1) kondisi bengkel praktikum jurusan teknik kendaraan ringan memiliki kondisi yang ideal sesuai dengan standar ketentuan yang ada, (2) kondisi bengkel berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat penguasaan praktik siswa kelas X teknik kendaraan ringan SMK Negeri 11 Malang. Saran untuk SMK Negeri 11 Malang dan para guru agar selalu memperhatikan kondisi bengkel serta melengkapi kondisi bengkel praktikum
Manajemen Pemeliharaan Dan Perbaikan Pada Bengkel Pemesinan Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen Kabupaten Malang
ABSTRAK Ramadhani, Rahmat Bagus. 2016. Manajemen Pemeliharaan Dan Perbaikan Pada Bengkel Pemesinan Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, universitas negeri malang. Pembimbing (I): Dr. Hj. Widiyanti, M.Pd, Pembimbing (II): Drs. Solichin, S.T.,M.Kes. Kata Kunci: Manajemen Pemeliharaan, Perbaikan Pada Bengkel Pemesinan, SMK Sekolah Menengah Kejuruan dengan jurusan teknik pemesinan merupakan penyedia sumber daya manusia yang sesuai sebagai mekanik. Tujuan SMK dapat menghasilkan sumber daya manusia yang cerdas dan berpengalaman, harus ditunjang dengan sarana dan prasarana pendidikan yang baik. Salah satu dari sarana dan prasarana yang paling menunjang adalah bengkel/laboratorium beserta peralatan dan perlengkapan yang ada di dalamnya. Mengingat pentingnya bengkel di SMK maka bengkel tersebut harus dikelola dengan baik agar siswa dapat dengan mudah mengasah dan mengembangkan keterampilan yang dimiliki. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan sejauh mana manajemen pemeliharaan dan perbaikan pada bengkel pemesinan di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen Kabupaten Malang ditinjau dari segi perencanaan, pengorganisasian, penstafan, penggerakan, dan pengawasannya. Rancangan penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen dari Permendiknas No. 40 Tahun 2008 serta melakukan penelusuran dokumen, melakukan wawancara untuk mendalami dan sebagai penguatan dari dokumen-dokumen yang ada maka sangat penting menggunakan prinsip triangulasi. Dari teknik yang digunakan akan dihitung dengan perhitungan skoring sesuai dengan perhitungan skala persentase dan akan dideskripsikan dalam bentuk simpulan hasil penelitian. Dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi menunjukkan bahwa tingkat ketercapaian prasarana kelayakan di tinjau dari kualitas dan kuantitas Bengkel Program Keahlian Teknik Pemesinan SMK Muhammadiyah 1 adalah 73,75%, maka dapat dikatakan layak berdasarkan hasil pencapaian standar yang dilakukan pada prasarana RPK (Ruang Pembelajaran Khusus) Program Keahlian Teknik Pemesinan yang meliputi area kerja bangku, ruang laboran CNC/Gambar Manufactur, area kerja mesin bubut, area kerja mesin frais, dan ruang penyimpanan alat dan instruktur sesuai Permendiknas No. 40 Tahun 2008. Ketercapaian sarana kelayakan ditinjau dari kualitas, kuantitas dan kemutakhiran Bengkel Program Keahlian Teknik Pemesinan adalah 87,31%. Dapat dikatakan layak berdasarkan hasil pencapaian standar yang dilakukan pada sarana RPK (Ruang Pembelajaran Khusus) Program Keahlian Teknik Pemesinan yang meliputi area kerja bangku, ruang laboran CNC/Gambar Manufactur, area kerja mesin bubut, area kerja mesin frais, dan ruang penyimpanan alat dan instruktur sesuai Permendiknas No. 40 Tahun 2008, sehingga dapat mendukung peningkatan kompetensi siswa sesuai dengan dunia industri dan teknologi terkini, sehingga siswa/peserta didik mempunyai keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan industri di Program Keahlian Teknik Pemesinan SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen Kabupaten Malang.
Pengaruh Injector Vixion dan ECU Racing Pada Sepeda Motor Yamaha MIO J Terhadap Daya Motor
Indonesia dijadikan kesempatan besar oleh pengusaha otomotif sebagai pasar penjualan dari berbagai produk otomotif. Dengan sangat pentingnya alat transportasi ini maka masyarakat akan memilih sepeda motor yang mempunyai tenaga besar, irit bahan bakar dan ramah lingkungan. Saat ini berkembang teknologi EFI (electronic fuel injection) mesin sepeda motor untuk pada mesin sepeda motor untuk dapat meningkatkan prestasi mesin Tanpa disadari semakin lama mesin digunakan dapat berpengaruh terhadap daya sepeda motor itu sendiri.. Hal tersebut juga dipengaruhi dengan kinerja injector, pada mesin berteknologi EFI injector berfungsi sebagai penyemprot bahan bakar kesaluran masuk (intake manifold) biasanya sebelum katup masuk, namun ada juga yang ke throttle body. Volume penyemprotan disesuaikan oleh waktu pembukaan nozzle/injector. Lama dan banyaknya penyemprotan diatur oleh ECU (Electronik Control Unit). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemasangan Injector Vixion dan ECU standar dan pemasangan Injector standar dan ECU racing dan juga pemasangan Injector Vixion dan ECU racing terhadap daya pada sepeda motor Yamaha Mio J, dan diperoleh alternative yang menambah daya pada pemakaian komponen tersebut yang menambah daya motor. Penelitian ini dilaksanakan di bengkel AUTO GARAGE pada tanggal 12 mei 2016. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian ekperimental. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis parametric menggunakan uji beda Paired Sample Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya mesin lebih tinggi pada saat penggunaan Injector Vixion dan ECU racing karena proses pencampuran bahan bakar yang lebih banyak dan sempurna yang diberikan oleh Injector Vixion dan ECU racing, sehingga daya yang dihasilkan menjadi lebih tinggi dari pada penggunaan Injector Vixion dan ECU standar dan juga penggunaan Injector standar dan ECU racing maupun dengan daya mesin yang menggunakan Injector dan ECU standar. Berdasarkan hasil penelitian diatas dan setelah dilalukan analisis data dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara penggunaan Injector Vixion dan ECU standar dengan Injector dan ECU standart. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara penggunaan Injector standar dan ECU racing dengan penggunaan Injector dan ECU standar pada daya motor, dan ada perbedaan yang signifikan antara penggunaan Injector Vixion dan ECU racing dengan Injector dan ECU standar terhadap daya motor. Untuk penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian dengan pengimbangan komponen lainnya pada CVT (Continuously Variable Transmission) seperti roller dan secondary sheave sepeda motor matic.
Pengembangan Multimedia Pembelajaran Ekonomi Berwawasan KeIndonesiaan untuk SMK
Era globalisasi serta pesatnya perkembangan teknologi merupakan faktor yang menentukan profil manusia yang dibutuhkan oleh dunia informasi terkini khususnya dalam bidang ekonomi. Profil semacam ini erat kaitannya dengan siswa yang sedang menempuh proses belajar di sekolah. Terkait dengan upaya membina siswa menjadi sumber daya manusia yang bertanggung jawab serta berjiwa nasionalisme, sekolah berupaya melakukan pembinaan jati diri bangsa melalui siswa yang telah ditantang oleh unsur budaya baru yang dibawa khususnya oleh media massa. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan salah satu lembaga pendidikan yang bertujuan menyiapkan peserta didiknya untuk menjadi tenaga kerja yang mampu berperan sebagai alat unggulan bagi industri-industri Indonesia dalam menghadapi persaingan global. Proses yang ditempuh dalam mempersiapkan siswa SMK tersebut yang kemudian melandasi penelitian dan pengembangan multimedia pembelajaran ekonomi berwawasan keIndonesiaan ini. Pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah produk video pembelajaran interaktif yang dikemas dalam bentuk CD. Pengembangan ini menggunakan model pengembangan Borg & Gall. Pengembangan ini menghasilkan data kuantitatif dan kualitatif. Uji coba lapangan tahap awal dilakukan dengan subyek uji coba ahli materi dan ahli media. Tahapan selanjutnya adalah revisi produk tahap I yang kemudian diikuti oleh uji coba lapangan terbatas. Produk kemudian menjalani revisi tahap II sebelum kemudian dilakukan uji kelayakan. Data kuantitatif selanjutnya diperoleh dari hasil belajar siswa dalam bentuk nilai pretest dan posttest, uji homogenitas dan uji normalitas. Seluruh data kuantitatif selanjutnya dianalisis menggunakan SPSS. Hasil uji validasi kelayakan multimedia interaktif berdasarkan hasil angket dari ahli media adalah 93,33% (sangat layak), hasil angket dari ahli materi adalah 92,67% (sangat layak), dan hasil angket dari responden adalah 96,36% (sangat layak). Data kuantitatif selanjutnya diperoleh dari nilai pretest dan posttest yang dilaksanakan di kelas eksperimen. Nilai rata-rata pretest dan posttest pada kelas eksperimen adalah 59.06 dan 85.31 sehingga gain value yang diperoleh sebesar 26.25. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dalam penggunaan multimedia interaktif pelajaran ekonomi karena peningkatan rata-rata nilai siswa di kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol. Hal ini membuktikan bahwa media telah layak untuk digunakan.
Pengaruh Penggunaan Papan Pijakan Untuk Siswa Yang Tinggi Badannya Dibawah 160 cm Terhadap Aspek Ergonomi Dan Hasil Kerja Ketika Praktikum Teknologi Mekanik : Studi Kasus Pada Kelas X Teknik Pemesinan SMK PGRI 3 Malang
Praktikum teknologi mekanik pada SMK jurusan teknik mesin adalah mesin bubut dan kerja bangku. Standart ketinggian mesin bubut 138 cm dan ketinggian meja ragum 144 cm. Praktikum teknologi mekanik dilakukan dengan posisi berdiri dengan ketinggian kerja 5 – 10 cm dibawah siku dan arah pengelihatan 23 – 27 derajat kebawah. Tinggi badan siswa dibawah 160 cm tidak sesuai aspek ergonomi (antropometri). Hal ini dapat menyebabkan kecelakaan kerja yaitu (1) kerusakan mesin (2) waktu kerja bertambah lama (3) rusaknya benda kerja (4) operator kelelahan dan terluka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tanpa dan menggunakan papan pijakan untuk siswa yang tinggi badannya dibawah 160 cm terhadap aspek ergonomi dan hasil kerja ketika praktikum teknologi mekanik. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dalam menentukan tindakan untuk meminimalisir kecelakaan kerja dan meningkatkan kualitas kinerja Penelitian ini tergolong dalam penelitian pra-eksperimental. aspek ergomi di ukur menggunakan kusioner. Hasl kinerja siswa di ukur menggunakan jobsheet. Teknik analisis statistik (uji –t) digunakan untuk menentukan perbedaan tanpa dan menggunakan papan pijakan.Teknik analisis deskriptif juga di gunakan untuk menjelaskan aspek ergonomic dan hasil kinerja siswa . Berdasarkan hasil penelitian rata-rata skor kuisioner ergonomi praktikum mesin bubut tanpan menggunakan papan pijakan dengan nilai 40.838 sedangkan rata-rata skor kuisioner praktikum mesin bubut menggunakan papan pijakan dengan nilai 88.419. Rata-rata nilai hasil kerja praktikum mesin bubut tanpan menggunakan papan pijakan dengan nilai 79.774 sedangkan rata-rata nilai menggunakan papan pijakan dengan nilai 88.903. Rata-rata skor kuisioner ergonomi praktikum kerja bangku tanpan menggunakan papan pijakan dengan nilai 39.967, sedangkan rata-rata skor kuisioner praktikum kerja bangku menggunakan papan pijakan dengan nilai 88.354. Rata-rata nilai hasil kerja praktikum keja bangku tanpan menggunakan papan pijakan dengan nilai 79.258 sedangkan rata-rata nilai praktikum menggunakan papan pijakan dengan nilai 88.580.Hasil uji-t menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara praktikum teknologi mekanik tanpa menggunakan papan pijakan dan menggunakan papan pijakan
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR DAN STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA TERHADAP MINAT MELANJUTKAN STUDI KE PERGURUAN TINGI (StudiPadaSiswaKelas XII APK SMK Negeri1 TurenTahunAjaran2016/2017)
Kata Kunci :motivasibelajar, status sosialekonomi orang tua, minat melanjutkan studi keperguruan tinggi.Di era globalisasi seperti sekaran gini, setiap orang dituntut untuk selalu mengembangkan diri terutama dalam hal penguasaan pengetahuan dan berbagai kompetensi yang menuju pada profesionalitas. Salah satucara yang paling tepat dalam meningkatkan pengetahuan dan berbagai kompetensi adalah melalui pendidikan. Di dalam profesionalitas dunia kerja, jenjang pendidikan menjadi salah satu factor pengukur.Pendidikan tinggi member kontribusi dalam menciptakan sumber daya manusia yang mampu bersaing di era globalisasi ini.Pendidikan tinggi diselenggarakan untuk mencetak sumber daya manusia yang bias terjun kemasyarakat.Pendidikan tinggi membekali mahasiswa dengan kemampuan akademik dan profesionalitas.Faktor-faktor yang mempengaruhi minat siswa untuk melanjutkan studi keperguruan tinggi meliputi motivasi belajar dan status social ekonomi orang tua.Penelitianinibertujuanuntukmengetahui : (1) Motivasi belajar, status social ekonomi orang tua siswa, dan minat siswa untuk melanjutkan studi keperguruan tinggi. (2) Pengaruh motivasi belajar secara parsial terhadap minat siswa untuk melanjutkan studi keperguruan tinggi. (3) Pengaruh status social ekonomi orang tua terhadap minat siswa untuk melanjutkan studi keperguruan tinggi.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif.Variabel bebas penelitian ini adalah motivasi belajar (X1) dan status social ekonomi orang tua (X2), sedangkan variable terikat penelitian ini adalah minat siswa untuk melanjutkan studi keperguruan tinggi (Y).Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII APK SMK Negeri 1 Turen yang berjumlah 100 siswa.Sampel menggunakan teknik proportionate random sampling. Skala yang digunakan adalah skala Likert dengan empat skala ukur dimulai dari opsi sangat setuju, setuju, tidak setuju, dan sangat tidak setuju.Jenis datanya adalah data interval.Teknik pengumpulan data menggunakan angket/kuisioner, dokumen dan wawancara.Dalam penelitian ini angket dibagikan kepada seluruh populasi pada tanggal 15 agustus 2016.Dokumentasi di dalam penelitian ini adalah daftar absensi siswa untuk mengetahui jumlah siswa.Untuk uji kelayakan digunakan uji validitas dan reliabilitas yang diolah melalui program IBM SPSS 16 for windows.Penelitian ini menggunakan beberapa model asumsi klasik, yaitu : (1) Ujinormalitas, (2) Uji multikolinieritas, dan (3) Uji heteroskedastisitas.Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa : (1) model regresi memenuhi asumsi normalitas terlihat dari titik-titik menyebar di sekitar garis diagonal pada gambar Normal P-Plot of Regression Standardized Residual. (2) Model regresi tidak terjadi multikolinieritas ditunjukkan dengan nilai VIF 0,10. (3) Model regresi tidak heteroskedastisitas terlihat pada gambar scatterplot tidak membentuk suatu pola tertentu dan menyebar acak. Jadi, model regresilayak untuk digunakan.Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa Motivasi belajar siswa tinggi, Status social ekonomi orang tua siswa rendah, dan minat siswa untuk melanjutkan studi keperguruan tinggi adalah tinggi.Berdasarkan hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa : (1) Motivasi belajar berpengaruh positif secara signifikan terhadap minat siswa kelas XII APK SMK Negeri 1 Turen untuk melanjutkan studi keperguruan tinggi. (2) Status social ekonomi orang tua berpengaruh positif secara signifikan terhadap minat siswa kelas XII APK SMK Negeri 1 Turen untuk melanjutkan studi keperguruan tinggi. Berdasarkan hasil penelitianini, peneliti menyarankan : (1) Bagi pihak sekolah hendaknya memberi arahan yang baik bagi siswanya, agar siswa dapat menetukan arah yang baik setelah mereka lulus dari SMK. Sekolah harus lebih memberikan gambaran yang luas tentang perguruan tinggi. (2) Bagi Orang tua dari golongan status sosial ekonomi yang rendah, diharapkan tetap memberikan dukungan kepada anaknya untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi dengan cara mencari in formasi tentang beasiswa untuk memasuki perguruan tinggi. (3) Bagi siswa dengan motivasi belajar yang tinggi yang telah dimiliki oleh siswa hendaknya digunakan sebagai bahan pertimbangan siswa untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi. (4) Bagi Peneliti selanjutnya penelitian ini memberikan informasi mengenai beberapa faktor yang dapat memengaruhi minat siswa untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi yaitu motivasi belaajr dan statsu sosial ekonomi orang tua. Namun, tidak hanya kedua faktor tersebut yang dapat mempengaruhi minat siswa melanjutkan studi ke perguruan tinggi, tetapi masih banyak faktor lain antara lain faktor ekpektasi masa depan yang dapat peneliti lain paparkan sesuai dengan temuan peneliti