SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
1608 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR INTERAKTIF BERBASIS MULTIMEDIA PADA MATA PELAJARAN TEKNOLOGI MEKANIK KELAS X TEKNIK PEMELIHARAAN MESIN MEKANIK INDUSTRI (TPMMI) SMKN 1 SINGOSARI
Mata pelajaran Teknologi Mekanik merupakan salah satu mata pelajaran yang termuat dalam kurikulum SMKN 1 Singosari. Materi yang diajarkan dalam mata pelajaran Teknologi Mekanik terdiri dari Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Ilmu Pengetahuan Bahan, sampai dengan teori Teknik Pengerjaan Logam. Metode pembelajaran yang digunakan dianggap kurang efektif khususnya untuk materi Teori Teknik Pengerjaan Logam dengan Proses Pembubutan Dasar karena membuat siswa sulit membayangkan mengenai proses yang terjadi sebenarnya pada proses pemesinan tersebut.Tujuan Penelitian ini adalah mengembangkan bahan ajar interaktif berbasis multimedia dengan memanfaatkan sistem android untuk Mata Pelajaran Teknologi Mekanik dengan materi Proses Pembubutan Dasar. Pengembangan Bahan Ajar ini diharapkan dapat membantu guru dan siswa dalam kegiatan belajar-mengajar, dengan memanfaatkan media berbasis komputer proses belajar-mengajar menjadi lebih efektif, efisien, dan menyenangkan. Prosedur pengembangan perangkat lunak ini menggunakan model pengembangan Waterfall karena model ini memiliki tahapan yang sistematis, sedangkan untuk model penelitian dan pengembangan menggunakan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation) dikarenakan model ini memiliki tahapan yang sistematik dan jelas, memiliki komponen pengembangan yang lengkap, dan mudah untuk dipelajari. Setelah produk selesai dibuat maka dilakukan validasi produk oleh ahli materi, ahli media, dan juga siswa kelas X TPMMI. Berdasarkan hasil validasi data oleh ahli materi, ahli media, dan siswa didapatkan hasil rata-rata sebesar 84,5% yang artinya produk dapat dan layak digunakan. Keunggulan dari produk ini yaitu praktis, mudah dioperasionalkan, dan dilengkapi dengan video yang dapat membantu siswa lebih mudah memahami materi. Siswa dan guru yang memiliki smartphone berbasis android sebaiknya menginstal bahan ajar interaktif berbasis multimedia agar dapat membantu dalam proses pembelajaran. Kepada Kepala Sekolah diharapkan dapat memberikan fasilitas berupa smartphone berbasis android untuk memberikan kelancaran dalam proses pembelajaran di kelas. Untuk peneliti selanjutnya diharapkan mampu mengembangkan produk dengan inovasi terbaru dan menyempurnakan kekurangan yang ada pada produk sebelumnya.
Kerjasama SMK dengan Industri dalam Pelaksanaan Rekrutmen Tenaga Kerja Melalui Bursa Kerja Khusus di SMK Negeri 1 Singosari Malang.
Didalam lembaga sekolah terdapat BKK (Bursa Kerja Khusus), dimana BKK membantu penyaluran tenaga kerja yang merupakan siswa/siswi lulusan SMK yang disalurkan keindustri. BKK merupakan badan atau organisasi sekolah yang dibentuk oleh sekolah yang menangani penyaluran kerja bagi tamatan SMK. Pada ranah ini peneliti berharap mengetahui program seperti apa yang diterapkan oleh BKK agar tamatan SMK dapat terserap sempurna didunia kerja. Perlu diketahui bahwa tidak semua SMK memiliki lembaga BKK yang aktif didalamnya, hanya SMK yang berstandart ISO atau sejenis yang memilikinya (BKK yang aktif). Dengan begitu dapat disimpulkan keberadaan SMK memiliki peran penting dalam proses rekrutmen karyawan untuk industri dengan bantuan BKK. enelitian ini bertujuan untuk: (1) Proses kerjasama antara BKK dengan dunia industri, (2) partisipasi industri dalam rekrutmen tenaga kerja yang diselenggarakan oleh BKK bagi lulusan SMK, (3) pelaksanaan rekrutmen tenaga kerja melalui BKK di SMK, (3) Keuntungan dan kelemahan dari pelaksanaan rekrutmen tenaga kerja melalui BKK di SMK. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitian ini adalah pengurus BKK yang berjumlah 2 orang, siswa kelas XI Kompetensi Keahlian Teknik Pemesinan 2015/2016 yang berjumlah 1 orang, dan alumni lulusan 2013 1 orang dan ketua program studi teknik permesinan 1 orang. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data disajikan dengan hasil transkrip wawancara narasumber, dokumentasi, observasi. Kemudian dianalisis dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) proses kerjasama BKK dengan industri (pasangan dan bukan pasangan) dapat dilakukan dengan pendekatan dan seleksi, (2) partisipasi industri dalam rekrutmen tenaga kerja yang diselenggarakan oleh BKK bagi lulusan SMKN 1 Singosari Malang memiliki partisipasi yang bersifat hak/kewenangan industri, (3) pelaksanaan rekrutmen tenaga kerja yang diselenggarakan oleh BKK diawali dengan perencanaan rekrutmen yang dilakukan industri meliputi analisis jabatan/pekerjaan yang membutuhkan tenaga kerja baru, industri menjalin kerjasama dengan SMK melalui BKK untuk menyampaikan pengumuman pelaksanaan rekrutment kepada para siswa dan alumni, pengumuma
Pengembangan Media Pembelajaran Menggunakan CD Interaktif pada Mata Pelajaran Pemeliharaan Kelistrikan Kendaraan Ringan 1 Kompetensi Dasar Memelihara Sistem Starter Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMKN 11 Kota Malang.
Kata Kunci: media pembelajaran, CD interaktif, memelihara sistem starter, SMKN 11 Kota Malang. Media pembelajaran merupakan salah satu sumber belajar. Media pembelajaran dapat memotivasi belajar siswa dan diharapkan terjadinya interaksi antara media pembelajaran dengan siswa ketika melakukan kegiatan belajar mandiri. CD multimedia pembelajaran interaktif merupakan salah satu jenis bahan ajar multimedia interaktif. Multimedia interaktif adalah suatu multimedia yang dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna, sehingga pengguna dapat memilih apa yang dikehendaki untuk proses selanjutnya.Tujuan penelitian dan pengembangan ini untuk menghasilkan produk media pembelajaran berupa CD interaktif pada mata pelajaran Pemeliharaan Kelistrikan Kendaraan Ringan 1 kompetensi dasar Memelihara Sistem Starter. Materi ajar tersebut untuk siswa SMK kelas XI kompetensi keahlian Teknik Kendaraan Ringan.Model penelitian dan pengembangan mengacu pada prosedur pengembangan Borg dan Gall. Subjek uji coba penelitian dan pengembangan ini terdiri dari validator materi, validator media, guru bidang produktif, dan siswa SMK kelas XI. Uji coba lapangan dilakukan di SMKN 11 Kota Malang. Metode pengumpulan data menggunakan angket yang terdiri dari angket terbuka dan angket tertutup.Hasil rata-rata persentase penilaian data penelitian dan pengembangan CD interaktif antara lain: validasi oleh ahli materi sebesar 66.67% sehingga dikategorikan tinggi/valid, validasi oleh ahli media sebesar 73.08% sehingga dikategorikan tinggi/valid, validasi oleh guru bidang produktif sebesar 89.52% sehingga dikategorikan sangat tinggi/sangat valid, dan hasil evaluasi uji coba lapangan kepada 24 siswa yang memperoleh nilai 70 keatas lebih dari setengah jumlah siswa yakni sejumlah 15 siswa atau sebanyak 62.5%.
perbedaan hasil belajar pada mata pelajaran sistem pemindah tenaga antara siswa yang diajar menggunakan pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran kooperatif jigsaw di SMKN 10 Malang
ABSTRAKPrastya, G.B. 2016. Perbedaan Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Sistem Pemindah Tenaga Antara Siswa yang Diajar Menggunakan Pembelajaran Berbasis Masalah dan Pembelajaran Kooperatif Jigsaw di SMKN 10 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd., (II) Drs. H. Sumarli, M.Pd., M.TKata Kunci: Model Pembelajaran Berbasis Masalah, Pembelajaran Kooperatif Jigsaw, dan Hasil Belajar SiswaModel pembelajaran yang baik adalah model pembelajaran yang mampu menciptakan kondisi kelas kondusif, sehingga mampu menciptakan suasana aktif dalam belajar dan pada akhirnya dapat memberikan dampak positif terhadap hasil belajar. Akan tetapi, dalam aplikasinya sering kali seorang guru kurang memperhatikan terkait penggunaan model pembelajaran yang baik. Maka dari itu harapan peneliti mencoba memberikan perlakuan pembelajaran dengan model Pembelajaran Berbasis Masalah dan Pembelajaran Kooperatif Jigsaw ini, dalam rangka memberikan alternatif/ solusi untuk mengurangi permasalahan yang ada. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara siswa yang diberi perlakuan menggunakan model Pembelajaran Berbasis Masalah dan yang diberi perlakuan menggunakan model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw pada mata pelajaran sistem pemindah tenaga kelas XI di SMK Negeri 10 Malang.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental semu dengan post test only control design, yaitu suatu rancangan penelitian yang berupaya untuk mengungkapkan hubungan sebab akibat dengan cara melibatkan kelompok kontrol disamping kelompok eksperimen. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI TKR 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI TKR 2 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan tes tulis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa kelompok eksperimen yang diberi perlakuan menggunakan pembelajaran berbasis masalah memperoleh nilai tertinggi sebesar 94, nilai rata-rata 83,36 dan nilai terendah sebesar 74 dengan jumlah siswa yang mencapai KKM sebanyak 26 siswa dan 2 siswa lainnya belum mencapai KKM. Sedangkan hasil belajar siswa kelompok kontrol yang diberi perlakuan menggunakan pembelajaran kooperatif jigsaw, memperoleh nilai tertinggi sebesar 88, nilai rata-rata 78,93 dan nilai terendah sebesar 68 dengan jumlah siswa yang mencapai KKM sebanyak 23 siswa dan 5 siswa lainnya belum mencapai KKM.Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang diberi perlakuan menggunakan pembelajaran berbasis masalah dan yang diberi perlakuan menggunakan pembelajaran kooperatif jigsaw pada mata pelajaran sistem pemindah tenaga kelas XI di SMK Negeri 10 Malang.
Identifikasi Tingkat Kekerasan dan Kekasaran Baja ST 60 Pada Proses Electroplating Menggunakan Nikel Dengan Variasi Tegangan Listrik
ABSTRAK Perdana, Rizal Firman, 2014, Identifikasi Tingkat Kekerasan dan Kekasaran Baja St 60 pada Proses Electroplating Menggunakan Nikel Dengan Variasi Tegangan Listrik, Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Wahono, Drs., S.ST. , M.Pd. (2) Tuwoso, Dr.. M.P. Kata kunci: kekerasan, kekasaran, electroplating Electroplating adalah suatu proses pengendapan logam pada permukaan suatu logam atau non logam secara elektrolisa. Pelapisan listrik bertujuan untuk melapisi logam pada permukaan logam atau permukaan yang konduktif melalui proses elektrokimia atau elektrolisa, agar mencapai permukaan yang tahan korosi dan penampilannya bagus, mengkilap, cerah dari segi estetika. Pelapisan logam juga berfungsi agar baja memiliki sifat kekerasan untuk ketahanan suatu bahan terhadap deformasi plastis apabila bahan tersebut diberi beban dari luar. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tingkat kekerasan dan kekasaran baja St 60 pada proses electroplating menggunakan nikel dengan variasi tegangan listrik. Metode dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Penelitian ini menggunakan baja karbon menengah St 60 yang dilapisi nikel menggunakan metode electroplating dengan variasi tegangan listrik 4 Volt, 6 Volt dan 8 Volt lalu dilakukan pengujian kekerasan dan kekasaran, selanjutnya dianalisis dengan menggunakan tabel dan grafik rata-rata hasil pengujian. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai rata-rata tingkat kekerasan pada waktu pelapisan 4 menit, 8 menit, 12 menit dan tegangan 4 Volt, 6 Volt, 8 Volt, secara berturut-turut adalah 213.27 HV, 203.19 HV, 189.84 HV, kemudian nilai kekasaran menunjukan 0.42 µm, 0.55 µm, 0.61 µm. Dapat disimpulkan bahwa kekerasan baja karbon menengah St 60 akan turun seiring dengan naiknya tegangan listrik dan lama waktu pada proses electroplating. dan tingkat kekasaran akan naik seiring dengan naiknya tegangan listrik dan waktu pada proses electroplating
Kontribusi Kemampuan Awal Praktik dan Ergonomi Posisi Pengelasan SMAW terhadap Produktivitas Kerja Siswa Paket Keahilan Teknik Pengelasan SMK Negeri Kabupaten Bojonegoro
ABSTRAK Wulandari, Belinda. 2017. Kontribusi Kemampuan Awal Praktik dan Ergonomi Posisi Pengelasan SMAW terhadap Produktivitas Kerja Siswa Paket Keahilan Teknik Pengelasan SMK Negeri Kabupaten Bojonegoro. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Ir. H. Djoko Kustono, M.Pd., (II): Drs. H. Solichin, S.T., M.Kes. Kata Kunci: ergonomi, SMAW, produktivitas kerja Praktik pengelasan merupakan mata pelajaran produktif di SMK paket keahlian Teknik Pengelasan. Salah satu praktik pengelasan yang dilakukan adalah praktik las SMAW. Hasil dari praktik pengelasan selalu diikuti dengan penilaian untuk mengetahui kemampuan praktik yang dicapai dan produktivitas kerja yang dihasilkan peserta didik. Praktik pengelasan dilakukan dengan posisi duduk untuk menghindari keluhan akibat nyeri dan ketegangan otot. Penerapan kerja yang mengabaikan prinsip ergonomi dapat menyebabkan ketidaknyamanan, biaya tinggi, kecelakaan dan penyakit akibat kerja meningkat, performansi menurun yang berakibat pada penurunan produktivitas kerja. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pra eksperimental dengan jenis pretest-posttest design. Variabel pada penelitian ini adalah kemampuan awal praktik (X1) dan ergonomi posisi pengelasan SMAW (X2) sebagai variabel bebas, sedangkan produktivitas kerja (Y) merupakan variabel terikat. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dokumentasi, observasi terstruktur dan jobsheet. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif statistik untuk menjelaskan perbedaan kemampuan awal praktik dan uji paired sample t test untuk menjelaskan pengaruh perlakuan ergonomi posisi pengelasan terhadap produktivitas kerja. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terdapat perbedaan hasil kemampuan awal praktik kelas TP 1 dari SMKN 3 Bojonegoro sedangkan kelas TP 2 dan TP 3 dari SMKN 4 Bojonegoro. Kelas TP 1 memperoleh nilai rata-rata 82.07, sedangkan untuk kelas TP 2 memperoleh nilai rata-rata 87.40, kemudian untuk kelas TP 3 memperoleh nilai rata-rata 86.63. Rata-rata perolehan skor observasi sebelum perlakuan ergonomi untuk kelas TP 1 sebesar 7.67 sedangkan rata-rata skor observasi sesudah perlakuan ergonomi sebesar 12.93. Rata-rata skor observasi sebelum perlakuan ergonomi untuk kelas TP 2 sebesar 7.60 sedangkan rata-rata skor observasi sesudah perlakuan ergonomi sebesar 13.07. Rata-rata skor observasi sebelum perlakuan ergonomi untuk kelas TP 3 sebesar 8.37 sedangkan rata-rata skor observasi sesudah perlakuan ergonomi 12.8125. Kelas TP 1 mengalami peningkatan produktivitas kerja sebesar 7.56%, sedangkan kelas TP 2 mengalami peningkatan produktivitas kerja sebesar 5.44%, selanjutnya TP 3 mengalami peningkatan produktivitas kerja sebesar 6.05%. Kesimpulan analisis data menggunakan uji sample paired t test menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari perlakuan ergonomi posisi pengelasan SMAW terhadap produktivitas kerja.
Analisis Variasi Temperatur Penuangan Pada Pengecoran Kuningan Terhadap Ketangguhan Dan Perubahan Fasa
ABSTRAK Pratama, Bayu Angga. 2016. Analisis Variasi Temperatur Penuangan pada Pengecoran Kuningan Terhadap Ketangguhan dan Perubahan Fasa. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Putut Murdanto, S.T., M.T., (II) Rr. Poppy Puspitasari, S.Pd., M.T. Ph.D. Kata kunci: pengecoran kuningan, ketangguhan, perubahan fasa Pengecoran logam adalah proses pembentukan logam dengan cara mencairkan logam dan menuangkan kedalam cetakan, kemudian dibiarkan mendingin dan membeku. Proses ini dapat digunakan untuk membuat benda-benda dengan bentuk sulit. Pengecoran merupakan salah satu proses pembentukan bahan baku atau benda kerja yang relatif mahal dimana pengendalian kualitas benda kerja dimulai sejak bahan masih dalam keadaan mentah. Bahan pengecoran kadang dipilih dengan mempertimbangkan harga, kualitas, dan sebagainya. Kuningan tuang adalah kuningan yang mempunyai proses produksi dengan cara pengecoran yang langsung diperoleh bentuknya melalui proses penuangan pada cetakan. Proses ini berdasarkan pada alasan untuk memproduksi benda-benda yang mempunyai bentuk khusus atau yang sulit dikerjakan dengan proses pengerjaan panas atau dingin (penempaan dan lain sebagainya). Selain itu pekerjaan mengecor juga dilakukan untuk ukuran-ukuran besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketangguhan hasil cor dengan variasi temperatur metode cetakan sand casting terhadap logam kuningan, dan untuk mengetahui struktur yang terkandung dalam hasil cor pada metode pengecoran dengan cetakan logam kuningan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental yang melihat hasil dari sebuah perlakuan terhadap suatu kelompok spesimen. Desain penelitian pre-experimental dengan menggunakan model one-shot case study, dimana sekelompok sampel diberi sebuah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan struktur mikro yang memiliki kandungan Cu-Zn yang baik adalah spesimen dengan temperatur tuang 900°C, sedangkan kandungan Cu yang paling sedikit adalah benda dengan temperatur 700°C. Jadi semakin tinggi temperatur yang digunakan untuk pengecoran logam (kuningan) maka semakin tinggi pula tingkat kegetasan pada benda cor tersebut. Ketangguhan bahan pada penelitian ini dapat dilihat pada pengaruh paduan dan juga temperatur tuang dari setiap spesimen, semakin tinggi temperatur tuang pada spesimen maka semakin baik perlakuan yang akan diterima oleh paduan. Hasil foto mikro menunjukkan bahwa semakin tinggi temperatur tuang pada pengecoran logam (kuningan) maka semakin kecil unsur karbon yang terkandung di dalamnya
Analisis Morfologi, Unsur, dan Fasa Paduan Aluminium dengan Variasi Kadar Nikel Pada Pengecoran Logam dengan Cetakan Pasir
ABSTRAK Teknologi saat ini berkembang sangat pesat, permintaan kebutuhan barang-barang produksi dengan kualitas yang lebih baik meningkat di dalam dunia industri. Banyak penelitian yang dilakukan untuk memperbaiki hasil produksi dengan memodifikasi sifat-sifat material. Memodifikasi sifat-sifat material dalam dunia industri salah satunya dengan pengolahan logam yaitu berupa proses produksi atau pengecoran logam. Dalam dunia industri, banyak ditemukan paduan aluminium yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan industri, misalnya Al-Mg, Al-Si, Al-Cu, dll. Berdasarkan temuan di lapangan peneliti ingin mengembangkan tentang paduan logam yang berbeda dari sebelumya, yaitu memadu dua unsur aluminium dengan nikel (Al-Ni). Nikel mempunyai sifat tahan korosi dalam suhu tinggi dan kekerasan yang baik. Paduan aluminium dengan penambahan nikel diharapkan bisa mempengaruhi sifat mekanis dan fisis logam aluminium.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui morfologi, perubahan unsur, serta fasa pada paduan aluminium hasil pengecoran dengan variasi penambahan nikel 1%, 2%, dan 3%. Penelitian ini merupakan penelitian ekperimental dan jenisnya adalah The One-Shot Case Study. Pengujian morfologi dilakukan dengan menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM), unsur diuji dengan menggunakan Energy Dispersive X-Ray (EDX), sedangkan perubahan fasa pada paduan Al-Ni diuji dengan menggunakan Optical Microscope. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kadar nikel pada hasil pengecoran paduan aluminium dapat mempengaruhi morfologi, unsur, serta fasa pada paduan tersebut. Berdasarkan hasil pengamatan dengan menggunakan SEM, morfologi paduan Al-Ni, penambahan nikel membuat bentuk butir aluminium menjadi semakin bulat pipih dan memadat yang menyebabkan bentuk butir dari bentuk granular yang memanjang menjadi lebih pendek serta porositas semakin mengecil. Berdasarkan hasil pengujian unsur paduan Al-Ni dengan menggunakan EDX menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kadar nikel (Ni) pada struktur paduan Al-Ni di setiap variasinya. Penambahan kadar nikel (Ni) bertujuan untuk memperbaiki sifat mekanik suatu material dengan mengubah komposisi kimia material. Berdasarkan pengamatan perubahan fasa pada paduan aluminium (Al) dengan penambahan variasi kadar nikel (Ni) 1%, 2%, dan 3%, didapatkan data bahwa pada paduan Al-Ni terjadi pembentukan dan pertumbuhan fasa intermetalik (κ) yang mengikuti reaksi eutectic
Perbedaan Motivasi Belajar dan Prestasi Belajar antara Mahasiswa Bidikmisi dengan Mahasiswa Non Bidikmisi Prodi S1 Pendidikan Teknik Otomotif Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Taufik, Rohman. 2017. Perbedaan Motivasi Belajar dan Prestasi Belajar antara Mahasiswa Bidikmisi dengan Mahasiswa Non Bidikmisi Prodi S1 Pendidikan Teknik Otomotif Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Partono, M.Pd., (II) Drs. Ir. Eko Edi Poerwanto, S.E., M.Pd., M.M. Kata Kunci: bidikmisi, non bidikmisi, motivasi belajar, prestasi belajarBidikmisi merupakan bantuan biaya pendidikan bagi calon mahasiswa tidak mampu secara ekonomi dan memiliki potensi akademik baik untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi pada program studi unggulan sampai lulus tepat waktu. Latar belakang mahasiswa bidikmisi dengan mahasiswa non bidikmisi membuat adanya perbedaan antara motivasi belajar dan prestasi belajar mahasiswa bidikmisi dengan mahasiswa non bidikmisi tersebut.Tujuan penelitian ini ialah (1) mengetahui seberapa besar motivasi belajar mahasiswa bidikmisi dan mahasiswa non bidikmisi dari masing–masing angkatan maupun secara keseluruhan; (2) menguji signifikansi perbedaan prestasi belajar dan motivasi belajar antara Mahasiswa Bidikmisi dari masing–masing angkatan dan mahasiswa non bidikmisi dari masing–masing angkatan; (3) menguji signifikansi perbedaan prestasi belajar dan motivasi belajar antara mahasiswa non bidikmisi dari masing–masing angkatan; (4) menguji signifikansi perbedaan prestasi belajar dan motivasi belajar antara Mahasiswa Bidikmisi dengan mahasiswa non bidikmisi secara keseluruhan.Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif komparatif untuk membandingkan motivasi belajar dan prestasi belajar antara mahasiswa bidikmisi dengan mahasiswa non bidikmisi pada Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif. Sampel penelitian ini berjumlah 154 mahasiswa yang terdiri dari 77 mahasiswa bidikmisi dan 77 mahasiswa non bidikmisi dengan metode Proporsional Random Sampling. Pengambilan data menggunakan teknik angket dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan dengan uji analisis deskriptif, uji One Way Anova dan uji t dengan bantuan SPSS 17.0 For Windows. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Mahasiswa bidikmisi angkatan 2013 memiliki motivasi belajar rendah, angkatan 2014 dan 2016 memiliki motivasi belajar sangat tinggi, sedangkan angkatan 2015 memiliki motivasi belajar sedang; (2) Mahasiswa non bidikmisi angkatan 2013 dan 2016 memiliki motivasi belajar sedang , angkatan 2014 memiliki motivasi belajar sangat tinggi, sedangkan angkatan 2015 memiliki motivasi belajar rendah; (3) Motivasi belajar mahasiswa bidikmisi berada pada kategori sedang, sedangkan mahasiswa non bidikmisi berada pada kategori rendah; (4) Mahasiswa bidikmisi angkatan 2013 dan 2015 memiliki prestasi belajar sedang, sedangkan angkatan 2014 dan 2016 memiliki prestasi belajar sangat tinggi; (5) Mahasiswa non bidikmisi angkatan 2013 memiliki prestasi belajar tinggi, angkatan 2014 dan 2016 memiliki prestasi belajar sangat tinggi,sedangkan angkatan 2015 memiliki prestasi belajar sedang; (6) Prestasi belajar mahasiswa bidikmisi dan mahasiswa non bidikmisi sama–sama berada pada kategori tinggi; (7)Tidak ada perbedaan prestasi belajar yang signifikan antara mahasiswa bidikmisi angkatan 2013, angkatan 2014, angkatan 2015 dan angkatan 2016; (8) Tidak ada perbedaan prestasi belajar yang signifikan antara mahasiswa non bidikmisi angkatan 2013, angkatan 2014, angkatan 2015 dan angkatan 2016; (9) Ada perbedaan motivasi belajar yang signifikan antara mahasiswa bidikmisi angkatan 2013, angkatan 2014, angkatan 2015 dan angkatan 2016; (10) Ada perbedaan motivasi belajar yang signifikan antara mahasiswa non bidikmisi angkatan 2013, angkatan 2014, angkatan 2015 dan angkatan 2016; (11) Ada perbedaan prestasi belajar yang signifikan antara mahasiswa bidikmisi dengan mahasiswa non bidikmisi; (12) Ada perbedaan motivasi belajar yang signifikan antara mahasiswa bidikmisi dengan mahasiswa non bidikmisi
Pengembangan Modul Dasar-dasar Elektronika sebagai Media Pembelajaran Mata Pelajaran Teknik Listrik Dasar Otomotif Kelas X TKR di SMKN 3 Boyolangu Tulungagung
ABSTRAK Permadi, Sigit Risang. 2017. Pengembangan Modul Dasar-dasar Elektronika sebagai Media Pembelajaran Mata Pelajaran Teknik Listrik Dasar Otomotif Kelas X TKR di SMKN 3 Boyolangu Tulungagung. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Imam Muda Nauri, S.T., M.T., (II) Drs. Partono, M.Pd. Kata kunci: pengembangan, modul, dasar-dasar elektronika, SMKPenggunaan media pembelajaran dalam suatu proses belajar mengajar mampu meningkatkan minat, ketertarikan, motivasi dan keinginan untuk lebih mendalami materi yang diajarkan kepada siswa. Tentunya dengan menggunakan media pembelajaran maka akan membuat suasana kelas menjadi hidup guna mempermudah penyampaian pesan dan isi pada pelajaran tersebut sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai.Berdasarkan hasil wawancara di SMKN 3 Boyolangu Tulungagung disimpulkan bahwa terdapat keterbatasan sarana dan prasarana media pembelajaran dasar-dasar elektronika salah satunya adalah modul. Modulinisangatdiperlukan sebagai sumber belajar untuk membimbing siswa dalam kegiatan belajar mengajar siswa di kelas maupun di bengkel saat praktikum.Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D)yang bertujuan untuk menghasilkan produk pengembangan berupa modul pembelajaran. Tahapan pengembangan yang digunakan yaitu (1) analys, (2) design, (3) defelopment, (4) implementation,dan (5) evaluation. Pengambilan data dilakukan dengan cara melakukan validasi terhadap hasil pengembangan kepada ahli materi dan ahli media yang bertujuan untuk melihat kualitas materi dan tampilan yang ada pada modul pembelajaran. Selanjutnya uji coba pemakaian oleh siswa dilakukan sebanyak dua kali yaitu pada skala kecil dan skala besar. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar kuisioner dalam bentuk angket untuk ahli media, ahli materi dan siswa dengan skala penilaian 1 sampai dengan 4. Data yang diperoleh dijadikan dasar untuk merevisi produk. Kemudian siswa diberikan soal tes yang hasilnya dijadikan dasar untuk penilaian keberhasilan modul dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.Hasil penelitian menghasilkan modul Dasar-dasar Elektronika dengan perincian kualitas modul: (1) Hasil validasi ahli materi menunjukan tingkat kelayakan modul sebesar 97,06% dan dapat dikategorikan dalam kualifikasi sangat layak; (2) Hasil validasi ahli media menunjukan tingkat kelayakan modul sebesar 95,23% dan dapat dikategorikan dalam kualifikasi sangat layak; dan (3) Hasil uji coba responden skala besar menunjukan tingkat kelayakan modul sebesar 88,30% dan dapat dikategorikan dalam kualifikasi sangat layak. Modul sudah sesuai dengan silabus dalam hal kualitas dan keefektifan materi serta dilengkapi jobsheet. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa produk modul Dasar-dasar Elektronika layak digunakan sebagai media pembelajaran mata pelajaran Teknik Listrik Dasar Otomotif kelas X di SMKN 3 Boyolangu Tulungagung