SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
1608 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN PERSEPSI SISWA TENTANG KINERJA GURU, FASILITAS BELAJAR, DAN MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN PRESTASI BELAJAR KELISTRIKAN OTOMOTIF SISWA KELAS XI PAKET KEAHLIAN TEKNIK KENDARAAN RINGAN DI SMK TEKSTIL PANDAAN
ABSTRAK Arianto, Abas. 2016.Hubungan Persepsi Siswa Tentang Kinerja Guru, Fasilitas Belajar, Dan Motivasi Berprestasi Dengan Prestasi Belajar Kelistrikan Otomotif Siswa Kelas XI Paket Keahlian Teknik Kendaraan Ringan Di SMK Tekstil Pandaan. Skripsi, Program Studi Teknik Otomotif,Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd.,Pembimbing (II) Drs. Ir. Eko Edi Poerwanto, S.E., M.Pd., M.M. Kata kunci: Prestasi Belajar, Persepsi, Kinerja Guru, Fasilitas Belajar, Motivasi Berprestasi Prestasi belajar siswa merupakan hasil dari aktifitas pembelajaran. Secara garis besar ada dua faktor yang menentukan prestasi belajar, yakni faktor internal dan faktor eksternal. Faktor kinerja guru, fasilitas belajar, dan faktor motivasi berprestasi siswa merupakan perpaduan dari faktor eksternal dan internal yang fungsinya sangat penting dalam perkembangan prestasi belajar siswa. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan persepsi siswa tentang kinerja guru, fasilitas belajar, dan motivasi berprestasi siswa dengan prestasi belajar kelistrikan otomotif siswa kelas XI Paket Keahlian Teknik Kendaraan Ringan (TKR) SMK Tekstil Pandaan. Penelitian ini dilakukan di SMK Tekstil Pandaan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Subyek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI TKR dengan rincian seluruh siswa kelas XI TKR 1, XI TKR 2, dan XI TKR 3 sebagai subyek penelitian sedangkan siswa kelas XI TKR 4 sebagai subyek uji coba instrumen penelitian. Data diambil dengan cara dokumentasi dan kuisioner yang dianalisis dengan teknik korelasional. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi siswa tentang kinerja guru dengan prestasi belajar kelistrikan otomotif siswa kelas XI Paket Keahlian Teknik Kendaraan Ringan di SMK Tekstil Pandaan. (2) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi siswa tentang fasilitas belajar dengan prestasi belajar kelistrikan otomotif siswa kelas XI Paket Keahlian Teknik Kendaraan Ringan di SMK Tekstil Pandaan. (3) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antaramotivasi berprestasi dengan prestasi belajar kelistrikan otomotif siswa kelas XI Paket Keahlian Teknik Kendaraan Ringan di SMK Tekstil Pandaan. (4) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antarapersepsi siswa tentang kinerja guru, fasilitas belajar, dan motivasi berprestasi siswa dengan prestasi belajar kelistrikan otomotif siswa kelas XI Paket Keahlian Teknik Kendaraan Ringan di SMK Tekstil Pandaan.Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian mengenai faktor-faktor lain yang dapat menunjang prestasi belajar siswa
Peran Balai Latihan Kerja Mojokerto Dalam Meneciptakan Individu Yang Siap Kerja Dalam Industri Otomotif
ABSTRAK Auliya, Muhammad Rosul. 2017. Peran Balai Latihan Kerja Mojokerto dalam Menciptakan Individu yang Siap Kerja dalam Industri Otomotif. Skripsi, Jurusan Teknik Otomotif Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Yoto, S.T., M.Pd., M.M. (2) Drs. Partono, M.Pd. Kata Kunci: peran BLK, individu siap kerja, industri otomotifBalai Latihan Kerja (BLK) merupakan Lembaga Pelatihan Pemerintah yang berada di bawah Departemen Tenaga Kerja dan BLK merupakan tempat Pelatihan. Pada Tahun 1983 BLK mulai di bangun di Mojokerto dari dana pemerintah Republik Indonesia diatas lahan seluas 20.030 m2 yang terletak di Jalan Raya Jabon Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto. BLK Mojokerto merupakan BLK Provinsi JATIM yang mencakup daerah mojokerto kota dan kabupaten. Adapun tugas pokok, fungsi dan visi misi dari Balai Latihan Kerja Mojokerto ini diantaranya melatih keterampilan, pengetahuan dan ketatausahaan, serta, pelayanan masyarakat. Pelaksanaan pelatihan uji keterampilan/kompetensi dan sertifikasi tenaga kerja, serta terciptanya tenaga kerja yang terampil, produktif, profesional, disiplin, ulet, dan memberikan pelayanan konsultasi pelatihan kerja. Di BLK Mojokerto ini juga mengutamakan hasil output-nya untuk bisa mendirikan usaha sendiri (bengkel), dari beberapa banyak hasil output BLK Mojokerto ini juga banyak yang menjadi mekanik di bengkel-bengkel seperti di dealer Honda, Yamaha, dan Suzuki. Oleh karena itu, penelitian ini dirancang untuk mengetahui peran BLK Mojokerto. kesiapan kerja adalah kapasitas seseorang dalam meningkatkan kemampuan bekerjanya yang terdiri dari ilmu pengetahuan dan keahlian serta sikap seseorang. Otomotif adalah ilmu yang mempelajari tentang mesin kendaraan bermotor seperti mobil dan sepeda motor. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Subjek penelitian dipilih berdasarkan purposif sampling, yaitu (1) kepala seksi pengembangan dan pemasaran, (2) kepala jurusan otomotif, (3) instruktur kejuruan otomotif, dan (4) penyelenggara pelatihan dan sertifikasi. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara, dokumentasi dan observasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi (triangulation) dari segi sumber data dan metode pengambilan data. Hasil penelitian diketahui bahwa (1) mengetahui proses penerimaan peserta didik mulai dari pendaftaran sampai dengan mengikuti pelatihan di BLK Mojokerto, serta persyaratan-persyaratan yang harus disiapkan oleh calon peserta didik untuk mengikuti pelatihan di BLK Mojokerto, (2) proses pelaksanaan pelatihan mulai dari pra pelatihan yang meliputi fisik mental disiplin (FMD), karakter building dan kewirausahaan, kemudian proses pelatihan inti yang menekankan praktiknya daripada teori, dan yang terakhir proses sertifikasi, peserta didik akan menerima sertifikat pelatihan dari BLK Mojokerto setelah mengikuti kegiatan pelatihan dan akan diuji kompetensinya oleh assessor jika disediakan anggaran dari pemerintah,(3) standarisasi peserta didik yang berbasis kompetensi, karena menyesuaikan dengan kebutuhan pasar maka standarisasi disini adalah berbasis kompetensi atau standar kompetensi kerja nasional Indonesia (SKKNI), dan (4) evaluasi kompetensi akan diuji dalam setiap proses pelatihan untuk mengetahui tingkat kompetensi peserta didik, jadi disini tanpa menunggu setelah selesai pelatihan pun sudah dilakukan evaluasi, namun untuk terciptanya naker yang kompeten di BLK mojokerto juga melakukan evaluasi di akhir pelatihan. Saran yang diberikan oleh penulis yaitu (1) BLK (Balai Latihan Kerja) lebih ditekankan lagi kedisplinan yang sudah diterapkan pada proses kegiatan pelatihan agar peserta didik yang dicetak benar-benar disiplin dalam melakukan suatu pekerjaan, (2) Industri-industri disarankan untuk membuka peluang yang lebih lebar untuk BLK yang akan memulai kerjasama dalam industri otomotif. Karena industri juga memiliki kewajiban dalam membangun kualitas pendidikan daerahnya, (3) Pemerintah disarankan untuk lebih giat lagi dalam melakuakan sosialisasi pada BLK untuk membentuk kerjasama dengan industri terutama kerjasama industri otomotif. Hasil penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan bahan sosisalisasi yang diberikan ke BLK di Indonesia yang belum dan akan menjajaki kerjasama dengan industri, (4) Universitas Negeri Malang juga disarankan tetap istiqomah dalam melakukan penelitian-penelitian yang sejenis untuk menciptakan iklim pembelajaran yang terpadu dan terintegrasi. Universitas Negeri Malang juga disarankan untuk tetap memonitor perkembangan pendidikan, (5) Mahasiswa disarankan untuk lebih memperdalam pembahasan sub penelitian dalam penelitian ini untuk menjadikannya penelitian tunggal. Hal itu dimaksudkan untuk lebih mendapatkan informasi yang lengkap terkait peran BLK Mojokerto dalam industri otomotif khususnya dalam kerjasama industri otomotif. Pendalaman penelitian juga bisa pada aspek pengamatan eksistensi peserta didik lulusan BLK Mojokerto di dunia kerja. Sehingga data penelitian bisa dipakai acuan untuk perbandingan dalam kaitannya dengan meningkatkan mutu pelatihan BLK
Pengaruh Variasi Celah Busi Terhadap Tegangan Yang Dihasilkan Pada Sepeda Motor Supra X 125 Tahun 2009
ABSTRAK Syafiullah, Mukhamad. 2016. Pengaruh Variasi Celah Busi Terhadap Tegangan Yang Dihasilkan Pada Sepeda Motor Supra X 125 Tahun 2009. Skripsi, Program StudiPendidikanOtomotif, JurusanTeknikMesin, FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing : (1) Paryono, Drs., S.T, M.T., (2) Syamsul, Drs.,M.Pd. Kata Kunci : Spark Plug, Celah Busi, Tegangan Busi, Tegangan Maksimum, Tegangan Minimum, Tegangan Yang Disimpan, Celah Busi Optimal. Perkembangan dalam dunia otomotif sangat pesat, dalam perkembangan ini terdapat berbagi macam komponen yang di upgrade atau ditingkatkan kualitasnya. Salah satu yang ditingkatkan kualitasnya yaitu pada sistem kelistrikan tomotif, mulai dari interior hingga ke performa mesin yang diatur oleh satu komponen yaitu ECU. Pada kendaraan keluaran 2009 kebawah masih menggunakan mesin konvensional. Pada kendaraan tahun ini bila menginginkan performanya naik tapi biaya terjangkau, maka alternatifnya dengan cara mengubah lebar celah busi yang optimal. Dengan perubahan celah busi ini diharapkan untuk semakin sempurnanya sistem pembakaran, semakin tinggi tegangan maka akan semakin mudah campuran bahan bakar yang akan dibakar oleh sulutan bunga api dari busi. Tujuan dari penelitian ini agar dapat mengetahui pengaruh variasi celah busi mulai dari 0,80 mm – 1,20 mm dengan kenaikan perlakuan celah 0,10 mm, pada putaran mesin 1200 rpm – 6000 rpm dengan metode akselerasi. Tegangan yang dihasilkan akan meningkatkan performa dari pada mesin kendaraan bermotor, karena semakin besar tegangan yang dihasilkan maka semakin sempurna sistem pembakaran. Pada penelitian ini akan melibatkan variasi celah busi dan putaran mesin. Diharapkan mendapatkan perbedaan antara masing – masing celah busi. Pada variasi celah busi akan didapatkan tegangan minimum yang dihasilkan, tegangan maksimum yang dihasilkan, dan tegangan yang disimpan. Pelaksanaanpengujiandilakukandilakukukan di PPPTKVEDCMalang tanggal16 Mei 2016. Rancanganpenelitian yang digunakanadalah experimental. Analisis data yang digunakanadalahanalisisanovasatujalan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya pengaruh tegangan yang dihasilkan terhadap perlakuan variasi ceah busi yang berbeda-beda dengan putaran mesin.Pada putaran mesin 1200 rpm perlakuan celah busi optimal terdapat pada perlakuan celah busi 1,20 mm. Pada putaran mesin 6000 rpm perlakuan celah busi optimal terdapat pada perlakuan celah busi 1,20 mm. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin lebar celah busi maka semakin besar tegangan yang dihasilkan. Setelah melakukannya penelitian dan pengolahan data mendapatkan perlakuan celah busi yang optimal yaitu pada perlakuan celah busi 1 mm. Dikarenakan batas limit celah busi pada kendaraan bermotor roda dua antara 0,80 mm sampai dengan 1 mm. Oleh karena itu pada tegangan yang disimpan perlakuan celah busi melebihi 1 mm, maka tegangan yang disimpan akan menurun
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ANDROID PADA MATERI SISTEM AC (AIR CONDITIONING) SISWA TKR KELAS XI SMK NEGERI 6 MALANG
ABSTRAK Setiawan, Dedy. 2017. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Android pada Materi Sistem AC (Air Conditioning) Siswa TKR Kelas XI SMK Negeri 6 Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Mardji, M.Kes, (II) Drs. Imam Muda Nauri, S.T., M.T. Kata kunci: media pembelajaran, android, sistem ac (air conditioning)Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran berbasis Android untuk siswa kelas XI TKR SMK Negeri 6 Malang, serta mengetahui kualitas produk media pembelajaran berbasis Android yang dihasilkan sehingga layak digunakan dalam pembelajaran sistem AC (Air Conditioning).Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan model dari ADDIE yaitu: (1) analysis, (2) design, (3) development, (4) implementation, dan (5) evaluation. Instrumen pengumpul data yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini berupa angket yang diberikan ke pada ahli media, ahli materi, uji coba kelompok kecil berupa hasil tanggapan media pembelajaran terhadap delapan siswa dan uji coba lapangan berupa nilai evaluasi siswa. Jenis data yang diperoleh berupa data kuantitatif untuk menilai kevalidan produk media yang dihasilkan dan data kualitatif yaitu hasil saran dan tanggapan dari para validator secara lisan oleh pengembang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis android yang telah dikembangkan berdasarkan penilaian ahli media memperoleh prosentase 91,6% yang termasuk kriteria valid, data dari ahli materi memperoleh prosentase 92,5% yang termasuk kriteria valid, hasil uji coba kelompok kecil menunjukkan media pembelajaran berbasis Android memiliki kualitas sangat baik (90,4%) dan uji coba lapangan nilai terendah yang didapat siswa adalah 75. Berdasarkan hasil perolehan data menunjukkan bahwa media pembelajaran yang telah dikembangkan pada penelitian pengembangan ini dinyatakan valid dan layak digunakan sebagai media pembelajaran.ABSTRACT Setiawan, Dedy. 2017. The Android-based Learning Media Development on AC (Air Conditioning) System course of Students Class XI TKR SMK Negeri 6 Malang. Thesis. Mechanical Engineering, Engineering Faculty, Universitas Negeri Malang. Supervisors: (I) Prof. Dr. Mardji, M.Kes, (II) Drs. Imam Muda Nauri, S.T., M.T. Keywords: learning media, android, ac (air conditioning) systemThis research aims to produce Android-based learning media for students of class XI TKR SMK Negeri 6 Malang and to know the quality of Android-based learning media products, so it would be used in learning of AC (Air Conditioning) system properly.The development model of this research use ADDIE model, namely: (1) Analysis, (2) Design, (3) Development, (4) Implementation, and (5) Evaluation. Data collecting instrument of the research were a questionnaire that given to the media expert, material experts, trial test of small group showed learning media response against eight students and field try test use score from evaluation. The type of data obtained of quantitative data was to assess the validity of media products. In addition, that data quantitative show the result of suggestions from respondent. The results showed that the Android-based learning media has been developed based on an assessment of media experts gain percentage 91.6% valid criteria, which included data from material experts acquire a percentage 92.5% of the valid criteria, trial test results of small group showed that Android-based learning media has excellent quality (90.4%) and minimum score of trial test was 75. However, based on the results of the data acquisition, it is known that the learning media in this research was valid and fit for use in teaching and learning
Pengaruh Model Pembelajaran Learning Cycle 5E terhadap Hasil Belajar Siswa Teknik Listrik Dasar Otomotif Siswa Kelas X Teknik Perbaikan Body Otomotif di SMK PGRI 3 Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang.
ABSTRAK Iswanto, Puguh. 2017. Pengaruh Model Pembelajaran Learning Cycle 5E terhadap Hasil Belajar Siswa Teknik Listrik Dasar Otomotif Siswa Kelas X Teknik Perbaikan Body Otomotif di SMK PGRI 3 Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Sumarli, M.Pd., M.T., (II) Drs. H. Agus Sholah, M.Pd. Kata Kunci: learning cycle 5e, hasil belajar, teknik listrik dasar otomotifLearning Cycle 5E merupakan salah satu model pembelajaran dengan pendekatan konstruktivistik sehingga pembelajaran berpusat pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui hasil belajar menggunakn model learning cycle 5E (2) mengetahui hasil belajar menggunakan model ceramah (3) perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajar menggunaka learning cycle 5E dan model ceramahMetode penelitian yang digunakan yaitu Pre-Experimental Design, dengan desain Intact-Group Comparison. Penelitian dilakukan di SMK PGRI 3 Malang dengan menggunakan dua kelas yaitu kelas X TBO A sebagai kelas eksperimen dan kelas X TBO B sebagai kelas kontrol jumlah masing-masing siswa dalam kelas setiap kelas 22. Teknik pengumpilan data menggunakan tes pilihan ganda dan observasi. Kelas eksperimen diberi perlakuan yaitu penerapan pembelajaran Learning Cycle 5E dan kelas kontrol pembelajaran ceramah. Data hasil belajar dianalisis dengan uji normalitas dan uji homogenitas, kemudian dilanjutkan dengan uji hipotesis dengan uji T atau Independent sample T-test menggunakan SPSS 23 for windows.Berdasarkan hasil analisin data penelitian dapat disimpulkan ada perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelas X TBO A yang diajar menggunakan model pembelajaran Learning Cycle dengan hasil belajar kelas X TBO B yang diajar dengan model pembelajaran ceramah. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil perhitungan uji t lebih kecil dari pada .05 (.001 69.59).Saran bagi guru mata pelajaran terkait hendaknya melanjutkan penerapan model pembelajaran Learning Cycle 5E pada mata pelajaran teknik listrik dasar otomotif karena terbukti lebih efektif dan dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan menjadikan siswa lebih aktif. Sekolah hendaknya mengadakan pelatihan tentang model pembelajaran agar guru mampu menciptakan kondisi belajar yang lebih efektif dalam upaya meningkatkan hasil belajar, salah satunya adalah model pembelajaran Learning Cycle 5E. ABSTRACTIswanto, Puguh. 2017. The Influence of Teaching and Learning Cycle 5 E Model on Students’ Learning Achievement in Basic Electrical Automotive Engineering of Grade X Students of Automotive Body Repair Techniques in SMK PGRI 3 Malang. Sarjana’s Thesis, Mechanical Engineering Department, Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisors: (I) Drs. H. Sumarli, M.Pd., M.T., (II) Drs. H. Agus Sholah, M. Pd. Keywords: learning cycle 5e, learning achievement, basic electrical automotive engineeringLearning Cycle 5E is one of the learning models applying constructivist approach in which the students become the center of learning. The purpose of this research is: (1) to know students’ achievement using learning cycle 5E model, (2) to know students’ achievement using lecturing model, (3) and to know the differences between students’ achievement using learning cycle 5E model and lecturing model.The research employs Pre-Experimental Design, and specifically engage Intact-Group Comparison design. It was conducted in SMK (Vocational High School) PGRI 3 Malang which takes Grade X TBO A class as experiment class and Grade X TBO B class as control class, each which consist of 22 students. The data was collected using multiple choice test and observation. In experiment class, students were given the implementation of learning cycle 5E while in control class students were given lecturing model. The data of students’ achievement was analyzed using normality test and homogeny test, and then it goes to hypothesis test using T test or Independence sample T-test using SPSS 23 for windows.According to the result of analysis, it can be concluded that there are significant differences of learning achievement between X TBO A class which using Learning Cycle model and X TBO B class which using lecturing model. This is proved by the result of T test which was smaller than .05 (.001 69.59). Suggestions for teachers, it is better to continue the implementation of Learning Cycle 5E model for Basic Electrical Automotive Engineering, because it is proved to be more effective and more conducive learning situation and make the students more active. School should hold the teacher training on learning model using Learning Cycle 5E, in order to make them create more effective learning situation so that it can increase students’ achievement
Studi Pengelolaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) di SMK PGRI 3 Kota Malang
ABSTRAK Putri, Faristya Anggella. 2017. Studi Pengelolaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) di SMK PGRI 3 Kota Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Yoto, S.T., M.Pd., M.M., (II) Drs. Yuni Sunarto., M.Pd. Kata Kunci: UKK, SMK, LSP-P1, Dunia Usaha/Dunia Industri (DUDI)Pendidikan menengah kejuruan adalah pendidikan pada jenjang pendidikan menengah yang mengutamakan pengembangan kemampuan peserta didik untuk pelaksanaan jenis pekerjaan tertentu. Namun, fakta empirik menyebutkan bahwa tingkat pengangguran terbuka penduduk usia 15 tahun ke atas menurut pendidikan tertinggi yang ditamatkan, lulusan sekolah menengah kejuruan dengan persentase tertinggi, yaitu 9,84%, meningkat dari 9,05%. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi hal ini adalah dengan melalui pengadaan Ujian Kompetensi Keahlian untuk meningkatkan mutu pendidikan. Pelaksanaan UKK bertujuan untuk mengukur pencapaian kompetensi siswa pada level tertentu sesuai Kompetensi Keahlian yang ditempuh selama masa pembelajaran di SMK.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui persiapan sekolah dalam menyusun perencanaan pengelolaan uji kompetensi keahlian, pelaksanaan uji kompetensi keahlian, proses penilaian dan sertifikasi, faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan uji kompetensi keahlian di SMK PGRI 3 Kota Malang, serta untuk mengetahui perbedaan antara Uji Kompetensi LSP dengan Uji Kompetensi dengan pihak DUDI di SMK PGRI 3 Kota Malang.Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Sumber data diambil dari informan yang memiliki kemampuan dan kesesuaian dengan kasus yang ada diperkuat dengan bukti foto dokumentasi, dokumen pendukung, dan sebagainya. Prosedur pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan meliputi reduksi data, penyajian data, dan diakhiri penarikan kesimpulan. Untuk menjaga keabsahan data, maka dilakukan teknik triangulasi.Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh lima simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, persiapan pelaksanaan uji kompetensi keahlian BNSP sepenuhnya dilakukan oleh pihak LSP-P1 SMK PGRI 3 Malang. Dimulai dari mendaftarkan SMK untuk mengikuti uji kompetensi keahlian ke Dinas Pendidikan Kota Malang. Selanjutnya menyiapkan berkas verifikasi TUK, kemudian dilaksanakan verifikasi TUK dan diterbitkan Surat Keputusan (SK) tentang penetapan TUK. Disaat yang bersamaan, pihak LSP-P1 SMK PGRI 3 Malang juga menyiapkan siswa yang akan mengikuti UKK, soal yang akan diujikan, sarana dan prasarana yang dibutuhkan, serta asesor/penguji. Kedua, pelaksanaan UKK pada bulan Oktober dan berlangsung selama 1 minggu. Dalam 1 hari seorang asesor hanya di ijinkan untuk menguji 10 siswa. Bagi siswa yang dinyatakan tidak kompeten, maka akan mengikuti ujian remidi bersama pihak DUDI. Terlaksananya uji kompetensi yang sesuai dengan rencana tersebut tidak lepas dari peran beberapa pihak, yakni Kepala LSP-P1 SMK PGRI 3 Malang, Kepala bengkel, dan asesor. Ketiga, penilaian UKK LSP terdiri dari ujian praktik dan teori. Penilainnya meliputi persiapan, unjuk kerja, hasil kerja, serta sikap kerja. Syarat-syarat lulus uji kompetensi keahlian yaitu untuk ujian teori siswa harus mendapat nilai 80%, dan untuk ujian praktek minimal ada 4 item yang tidak sesuai ukuran. Pada tahap akhir pelaksanaan uji kompetensi keahlian, pihak LSP-P1 SMK PGRI 3 Malang akan memberikan sertifikat yang diterbitkan oleh BNSP kepada siswa yang dinyatakan kompeten. Keempat, Faktor pendukung dalam pelaksanaan uji kompetensi keahlian di SMK PGRI 3 Malang adalah peralatan dan mental siswa. Sedangkan faktor penghambatnya adalah kendala teknis serta siswa yang sudah dijadwalkan untuk mengikuti ujian terkadang tiba-tiba berhalangan hadir. Solusi untuk kendala teknis seperti listrik yang tiba-tiba mati, sekolah memiliki jenset yang dapat digunakan sebagai solusi saat hal ini terjadi. dan disiapkan 1 mesin sebagai cadangan yang dapat digunakan oleh siswa jika ditengah ujian praktek tiba-tiba mesin mengalami kendala. Kelima, perbedaan pokok antara UKK yang diselenggarakan oleh LSP-P1 dengan UKK yang bekerjasama dengan pihak DUDI adalah materi yang diujikan, syarat kelulusan, waktu pelaksanaan, asesor, serta sertifikatnya untuk UKK LSP diterbitkan oleh BNSP, sedangkan UKK DUDI diterbitkan oleh institusi pasangan. Saran yang diberikan dari hasil penelitian yaitu: (1) Kepada SMK yang belum membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP-P1) disarankan untuk segera membentuk LSP-P1 mengingat Inpres No.9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK, dan kompetensi yang dimiliki oleh siswa setelah lulus dari SMK dapat diakui secara nasional; (2) Kepada industri disarankan untuk membuka peluang yang lebih besar bagi SMK yang siswanya telah memiliki sertifikat yang berstandar nasional. Selain itu, nama perusahaan akan menjadi lebih baik lagi jika karyawannya memiliki kompetensi yang diakui secara nasional; (3) kepada pemerintah disarankan untuk lebih giat lagi dalam melakukan sosialisasi pada SMK untuk membentuk LSP-P1 (4) Kepada peneliti selanjutnya disarankan untuk membahas secara lebih mendalam sub penelitian dalam penelitian ini
Pengaruh Fraksi Volume Serat Terhadap Kekuatan Tarik Komposit Epoxy Berpenguat Serat Waru (Hibiscus Tiliaceus
ABSTRAK Kristiawan, Aditya Sapta. 2017. Pengaruh Fraksi Volume Serat Terhadap Kekuatan Tarik Komposit Epoxy Berpenguat Serat Waru (Hibiscus Tiliaceus). Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Heru Suryanto, S.T., M.T. (II) Drs. Yuni Sunarto, M.Pd. Kata Kunci: komposit, Serat Waru, Resin Epoxy, kekuatan tarik, fraksi volume.Penggunaan benda berbahan komposit semakin meningkat dan semakin berkembang. Serat kulit batang waru adalah salah satu jenis serat yang berasal dari tumbuhan dan tergolong dalam serat alam yang berpotensi sebagai penguat material komposit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fraksi volume serat batang kulit waru berpenguat resin epoxy terhadap kekuatan tarik, dan mengamati patahan komposit melalui foto SEM (Scanning Electron Microscopy).Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif/eksperimental dengan variabel bebasnya adalah variasi fraksi volume serat sebesar 10%, 20%, 30%, 40%. Variabel terikatnya adalah kekuatan tarik. Varibel kontrolnya adalah bahan serat waru, matriks resin epoxy, katalis MEKPO, perlakuan NaOH 5% selama 2 jam kemudian dibilas dengan aquades, spesimen pengujian menggunakan standar ASTM D 638-2a dan menggunakan teknik analisis deskriptif. Kekuatan tarik meningkat seiring meningkatnya fraksi volume. Dari hasil penelitian, diperoleh nilai modulus elastisitas yang terbaik terdapat pada fraksi volume 30% dengan nilai modulus elastisitasnya 1102,48 N/mm2 dan terendah pada fraksi volume 10% dengan nilai modulus elastisitas 718,159 N/mm2. Pengamatan patahan komposit menunjukan hasil patahan putusan serat atau fiber pull out pada daerah patahan didominasi kegagalan berupa void yang menyebabkan celah patah lebih cepat disebabkan adanya udara pada proses pencetakan karena unsur-unsur bahan yang kurang homoge
Hubungan Kompetensi Pedagogik Guru dan Pemahaman Kompetensi Dasar-Dasar Sistem Kelistrikan dengan Hasil Belajar Praktikum Pemeliharaan Kelistrikan Otomotif Siswa Kelas XI Di SMK Islam 1 Blitar.
ABSTRAK Saeroni. 2017. Hubungan Kompetensi Pedagogik Guru dan Pemahaman Kompetensi Dasar-Dasar Sistem Kelistrikan dengan Hasil Belajar Praktikum Pemeliharaan Kelistrikan Otomotif Siswa Kelas XI Di SMK Islam 1 Blitar. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Sumarli, M.Pd., M.T., (II) Drs. Ir. Mustaman, M.Pd. Kata Kunci: kompetensi pedagogik guru, kompetensi dasar-dasar sistem kelistrikan, hasil belajar praktikum pemeliharaan kelistrikan otomotif Kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan, pelaksanaan, evaluasi pembelajaran, dan pengembangan peserta didik dalam pencapaian kompetensi. Kompetensi pedagogik guru dan pemahaman dasar-dasar kelistrikan memiliki hubungan untuk ketercapaian kompetensi siswa dalam hal kelistrikan otomotif. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap signifikansi Hubungan (1) kompetensi pedagogik guru (X1) dengan hasil belajar pemeliharaan kelistrikan otomotif (Y), (2) pemahaman kompetensi dasar-dasar kelisrikan (X2) dengan hasil belajar pemeliharaan kelistrikan otomotif (Y), dan (3) kompetensi pedagogik guru (X1) dan pemahaman kompetensi dasar-dasar kelisrikan (X2) dengan hasil belajar praktikum pemeliharaan kelistrikan otomotif (Y). Penelitian ini tergolong penelitian ex post fakto. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI Teknik Kendaraan Ringan di SMK Islam 1 Blitar yang berjumlah 220 siswa, sementara sampel yang diambil berjumlah 59 siswa dari populasi tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode angket, tes tulis berupa pilihan ganda, dan dokumentasi yang diperoleh melalui persepsi siswa. Data yang diperoleh kemudian diuji dengan uji prasyarat analisis dan uji hipotesis untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat baik secara parsial maupun simultan. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis korelasi product moment dan regresi berganda. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan diperoleh data yaitu (1) bahwa 44,06% responden memiliki persepsi kompetensi pedagogik guru baik, (2) 33,89% responden memiliki pemahaman kompetensi dasr-dasar kelistrikan berkategori baik, (3) 50,84% responden memiliki hasil belajar pemeliharaan kelisrikan otomotif baik, (4) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara variabel X1 dengan variabel Y, (5) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara variabel X2 dengan variabel Y, (6) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara variabel X1 dan X2 secara simultan dengan variabel Y
PENGARUH KELENGKAPAN PERALATAN PRAKTIK OTOMOTIF TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MEMPERBAIKI SISTEM PENGAPIAN KENDARAKAN RINGAN DI KELAS XI TKR SMK NEGERI 1 GLAGAH KABUPATEN BANYUWANGI
ABSTRAK Afifi, Erfan Zainul. 2017. Pengaruh Kelengkapan Peralatan Praktik Otomotif terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Memperbaiki Sistem Pengapian Kendarakan Ringan di Kelas XI TKR SMK Negeri 1 Glagah Kabupaten Banyuwangi. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Partono, M.Pd., (II) Drs. Agus Sholah, M.Pd. Kata kunci: Peralatan otomotif, sistem pengapian, teknik otomotif, SMK Kelengkapan peralatan praktik otomotif yang tidak ideal tentunya memberikan dampak yang kurang baik bagi siswa. Dampak yang paling besar ialah tingkat kenyamanan siswa dalam melakukan kegiatan pembelajaran. Hal lain yang terdampak apabila kelengkapan dan kelayakan peralatan praktik kurang standar akan berpengaruh terhadap minat, kemampuan, dan motivasi siswa untuk belajar ataupun praktik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelengkapan dan kelayakan fasilitas praktikum yang telah tersedia pada bengkel otomotif di jurusan Teknik Kendarakan Ringan SMK Negeri 1 Glagah Banyuwangi terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian analitis deskriptif untuk memberikan gambaran tentang kondisi kelengkapan, kelayakan peralatan dan bahan praktik. Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 1 Glagah. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI Jurusan Teknik Kendaraan Ringan SMK Negeri 1 Glagah yang terdaftar di Tahun Ajaran 2016/2017 dengan sejumlah 71 siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) nilai rata-rata presentase kelengkapan dan kelayakan peralatan praktik sebesar 82,00, nilai minimum 62,5, dan nilai maksimum adalah sebesar 100. Berdasarkan hasil grafik frekuensi kelengkapan peralatan praktik di peroleh hasil bahwa kriteria kelayakan peralatan praktikum yang dimiliki Jurusan Teknik Kendaraan Ringan SMK Negeri 1 Glagah adalah sangat layak. (2) nilai rata-rata tingkat hasil belajar siswa kelas XI TKR SMK Negeri 1 Glagah adalah 89,19, nilai minimumhasil belajar adalah 77, dan nilai maksimum hasil belajar siswa adalah 97. Berdasarkan hasil grafik frekuensi hasil belajar siswa diperoleh tingkat hasil belajar siswa adalah baik/di atas nilai KKM. (3) dari uji korelasi didapatkan bahwa kelengkapan peralatan praktik otomotif berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran memperbaiki sistem pengapian kendaraan ringan , dengan signifikasi 0,028 lebih kecil dari 0,05. Berdasarkan hasil analisis data secara keseluruhan dapat ditarik kesimpulan: (1) kelengkapan dan kelayakan peralatan praktik otomotif pada mata pelajaran memperbaiki sistem pengapian kendaraan ringan di kelas XI TKR SMK Negeri 1 Glagah adalah sangat layak. (2) tingkat hasil belajar siswa pada mata pelajaran memperbaiki sistem pengapian kendaraan ringan di kelas XI TKR SMK Negeri 1 Glagah memiliki hasil belajar yang baik/ berada di atas KKM. (3) kelengkapan dan kelayakan peralatan praktk otomotif memiliki pengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran memperbaiki sistem pengapian kendaraan ringan di kelas XI TKR SMK Negeri 1 Glagah.
Implementasi Manajemen Kerjasama Chevrolet dengan SMK Negeri 3 Boyolangu dalam Program C-STEP
ABSTRAK Mujiono. 2016. Implementasi Manajemen Kerjasama Chevrolet dengan SMK Negeri 3 Boyolangu dalam Program C-STEP. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Yoto, S.T., M.Pd., M.M, (II) Drs. Solichin, S.T., M.Kes. Kata Kunci: manajemen, kerjasama, SMK, industri Salah satu kerja sama yang merupakan langkah nyata dalam mewujudkan link and match sebagai pola utama penyelenggaraan kurikulum SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) yaitu melalui program C-STEP (Chevrolet Technician Education Program) yang diadakan PT. General Motors Indonesia (Chevrolet/ Chevy) di SMK Negeri 3 Boyolangu. SMK Negeri 3 Boyolangu ditunjuk sebagai pelaksana program C-STEP untuk wilayah Jawa Timur. Melalui program C-STEP, SMK Negeri 3 Boyolangu menjadi tempat pusat pendidikan/pelatihan (Training Center) bagi pendidik dan peserta didik dari 14 SMK di Jawa Timur yang tergabung dalam kesepakatan dan kesepahaman (MoU) dengan PT. General Motors Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menginterpretasikan (1) Bentuk kerjasama antara Chevrolet dengan SMK Negeri 3 Boyolangu dalam program C-STEP, (2) Peran Chevrolet dan SMK Negeri 3 Boyolangu dalam pelaksanaan kerja sama, (3) Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam mendukung implementasi kerjasama, dan (4) Tindakan Chevrolet terhadap lulusan program C-STEP SMK Negeri 3 Boyolangu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian studi kasus dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Dalam hal ini, peneliti adalah sebagai instrumen utama. Obyek penelitian adalah SMK Negeri 3 Boyolangu, meliputi Wakasek Kesiswaan, Ketua Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan, Kepala Bengkel Teknik Kendaraan Ringan, dan Wakasek Kurikulum. Pengumpul-an data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Kemudian untuk mengecek keabsahan data dilakukan dengan ketekunan pengamatan, pengamatan ulang, dan triangulasi data. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh empat kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, masalah bentuk kerjasama antara Chevrolet dengan SMK Negeri 3 Boyolangu yaitu meliputi SMK Negeri 3 Boyolangu sebagai penyedia tenaga kerja dan Chevrolet sebagai pemakai tenaga kerja, pelaksanaan pendidikan/pelatihan bagi tenaga pengajar, pelaksanaan pendidikan/pelatihan bagi siswa, kerja praktek (on the job training), dan penyaluran tamatan. Kedua, masalah peran Chevrolet dan SMK Negeri 3 Boyolangu dalam pelaksanaan kerja sama. Peran diantara kedua belah pihak didasarkan pada MoU yang telah disepakati bersama. Chevrolet dan SMK Negeri 3 Boyolangu telah melaksanakan peran dan tanggung jawab masing-masing sehingga tercapainya keberhasilan pelaksanaan program yang terbukti pada hasil lulusan C-STEP sesuai dengan standar dan kualitas kerja teknisi Chevrolet. Ketiga, masalah pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam mendukung implementasi kerjasama Chevrolet dengan SMK Negeri 3 Boyolangu dalam program C-STEP yaitu dalam pelaksanaan pendidikan/pelatihan dan kerja praktek (on the job training) bagi tenaga pengajar maupun siswa sehingga menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keahlian profesional. Keempat, masalah tindakan Chevrolet terhadap lulusan program C-STEP SMK Negeri 3 Boyolangu. Semua lulusan langsung diserap industri yaitu pada lingkup PT. General Motors Indonesia serta dealer resmi Chevrolet di seluruh wilayah Indonesia. Berdasarkan dari simpulan hasil penelitian dapat disarankan kepada semua pihak terkait, yaitu diharapkan mampu meningkatkan dan mengembangkan program kerjasama antara industri dengan SMK seperti program kerjasama Chevrolet dengan SMK Negeri 3 Boyolangu karena dapat meningkatkan mutu pendidikan dan membantu pemerintah dalam mengatasi pengangguran. Kerjasama bisa dirintis dengan industri yang lain untuk semua kompetensi keahlian, bahkan program kerjasama yang telah dilakukan SMK Negeri 3 Boyolangu diharapkan dapat diikuti oleh sekolah lain.