SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
1608 research outputs found
Sort by
STUDI TENTANG PENYUSUNAN KURIKULUM IMPLEMENTATIF PADA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DI SMKN 2 KRAKSAANKABUPATEN PROBOLINGGO
Lulusan SMK diharapkan dapat memenuhi standar kompetensi lulusan yang diharapkan serta mencerminkan kemampuan lulusan dalam hal sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Namun, fakta empirik menyebutkan bahwa sebagian besar lulusan SMK belum sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan dari pemangku kepentingan (stakeholders).Diperlukan pembenahan dalam sistem pendidikan SMK, khususnya dalam bidang kurikulum. Kurikulum implementatif merupakan kurikulum yang disusun oleh sekolah dan industri guna menerapkan sistem pendidikan ganda dalam pendidikan kejuruan. Pelaksanaan penyusunan kurikulum implementatif melibatkan sekolah dan industri guna menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Tujuan dalam penelitian ini adalah: (1) mengetahui persiapan sekolah dan industri dalam penyusunan kurikulum implementatif di SMKN 2 Kraksaan Kabupaten Probolinggo, (2) mengetahui pelaksanaan penyusunan kurikulum implementatif di SMKN 2 Kraksaan Kabupaten Probolinggo, (3) mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam penyusunan kurikulum implementatif di SMKN 2 Kraksaan Kabupaten Probolinggo, dan (4) mengetahui evaluasi dalam pelaksanaan kurikulum implementatif di SMKN 2 Kraksaan Kabupaten Probolinggo. Metode dalam penelitian ini menggunakan metodepenelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Sumber data diambil dari informan yang memiliki kemampuan dan kesesuaian dengan kasus yang ada diperkuat dengan bukti foto dokumentasi, dokumen pendukung, dan sebagainya. Prosedur pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan meliputi reduksi data, penyajian data, dan diakhiri penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian adalah: (1) persiapan penyusunan kurikulum implementatif diawali dengan pelaksanaan perjanjian kesepakatan bersama antara sekolah dan industri kemudian dilanjutkan dengan mempersiapkan kurikulum oleh sekolah yaitu KTSP dan kurikulum dari industri yaitu Kurikulum Honda yang nantinya akan dikolaborasikan; (2) pelaksanaan penyusunan kurikulum implementatif dijadwalkan oleh bidang kurikulum dan melibatkan kepala sekolah, komite, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, kepala program studi/ketua program keahlian, dan MPM (PT. Mitra Pinasthika Mulia) Honda. Beberapa topik penyusunan melibatkan penetapan DKK (Dasar Kompetensi Kejuruan), penentuan setiap DKK menggunakan murni KTSP, campuran, dan murni Kurikulum Honda, rasio perangkat praktik 1:3 (1 kelas terbagi 3 kelompok), dan peralatan diarahkan pada Honda serta materi dari industri akan diajarkan pula; (3) faktor pendukung penyusunan kurikulum implementatif meliputi stakeholder (komite sekolah danpihak DU/DI) berperan aktif, mesin/peralatan (sumber belajar) yang telah terstandarisasi dari industri (Honda), serta siswa yang telah memiliki kemampuan dan keterampilan awal sebelumnya. Faktor penghambat penyusunan kurikulum implementatif yaitu sarana dan prasarana belum tercukupi, buku pendukung dalam pembelajaran belum beragam, kemampuan dari siswa (selama proses pembelajaran) yang heterogen, pengakuan keahlian peserta didik (sertifikat tingkat nasional) belum terpenuhi, dan kurangnya kompetensi yang dimiliki guru. Solusi yang dilakukan yakni melengkapi sarana dan prasarana dengan cara dana orang tua/komite, Dinas Pendidikan Kota/Provinsi/Pusat, pembentukan TUK (Tempat Uji Kompetensi), memenuhi buku pendukung melalui kerja sama dengan Honda dan pengadaan buku oleh sekolah, pemberian bimbingan kepada murid serta melibatkan orang tua, bimbingan oleh BP/BK, bimbingan oleh wali kelas, pembentukan KBM yang lebih baik, pengadaan sertifikasi lulusan, dan pemberian pelatihan kompetensi guru; dan (4) evaluasi kurikulum implementatif dilaksanakan setiap tahun sekali dalam program kerja tahunan sekolah dan membahas mengenai sarana dan prasarana, guru (pendidik), buku pendukung, dan peserta didik. Pelaksanaan evaluasi kurikulum dilakukan dengan mengundang komite sekolah, kepala sekolah, waka kurikulum, ketua program keahlian, dan pihak industri dan hasilnya akan dipenuhi tahun berikutnya. Saran yang diberikan dari hasil penelitian yaitu: (1) kepada siswa diharapkan membantu dalam penerapan kurikulum implementatif dan meningkatkan kemampuan siswa guna membantu pelaksanaan kurikulum implementatif; (2) kepada Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten diharapkan dapat menggalakkan dan menerapkan sistem kelas kerja sama untuk sekolah menengah kejuruan serta memberikan dukungan penerapan dan pelaksanaan kurikulum implementatif; (3) kepada kepala sekolah diharapkan meningkatkan intensitas kunjungan industri dan menjaga etika baik dengan industri, menjalin kerja sama dalam hal pengembangan dan penyesuaian kurikulum dengan kemajuan teknologi, serta menjalin hubungan baik dengan pihak industri dalam hal kemajuan dan perbaikan kurikulum; (4) kepada pihak industri diharapkan dapat membantu sekolah terutama dalam melakukan penyusunan dan pengembangan kurikulum implementatif, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk membantu pembinaan dan pelatihan kepada peserta didik di SMK, dan mengikuti perkembangan teknologi yang nantinya akan menjadi masukan untuk pengembangan kurikulum implementatif; dan (5) kepada peneliti selanjutnya diharapkan dapat dijadikan rujukan untuk penelitian sejenis dan dapat melakukan pengkajian penelitian yang sejenis di tempat lain
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR INTERAKTIF BERBASIS MULTIMEDIA PADA MATA PELAJARAN TEKNOLOGI MEKANIK KELAS X TEKNIK PEMELIHARAAN MESIN MEKANIK INDUSTRI (TPMMI) SMKN 1 SINGOSARI
Mata pelajaran Teknologi Mekanik merupakan salah satu mata pelajaran yang termuat dalam kurikulum SMKN 1 Singosari. Materi yang diajarkan dalam mata pelajaran Teknologi Mekanik terdiri dari Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Ilmu Pengetahuan Bahan, sampai dengan teori Teknik Pengerjaan Logam. Metode pembelajaran yang digunakan dianggap kurang efektif khususnya untuk materi Teori Teknik Pengerjaan Logam dengan Proses Pembubutan Dasar karena membuat siswa sulit membayangkan mengenai proses yang terjadi sebenarnya pada proses pemesinan tersebut.Tujuan Penelitian ini adalah mengembangkan bahan ajar interaktif berbasis multimedia dengan memanfaatkan sistem android untuk Mata Pelajaran Teknologi Mekanik dengan materi Proses Pembubutan Dasar. Pengembangan Bahan Ajar ini diharapkan dapat membantu guru dan siswa dalam kegiatan belajar-mengajar, dengan memanfaatkan media berbasis komputer proses belajar-mengajar menjadi lebih efektif, efisien, dan menyenangkan. Prosedur pengembangan perangkat lunak ini menggunakan model pengembangan Waterfall karena model ini memiliki tahapan yang sistematis, sedangkan untuk model penelitian dan pengembangan menggunakan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation) dikarenakan model ini memiliki tahapan yang sistematik dan jelas, memiliki komponen pengembangan yang lengkap, dan mudah untuk dipelajari. Setelah produk selesai dibuat maka dilakukan validasi produk oleh ahli materi, ahli media, dan juga siswa kelas X TPMMI. Berdasarkan hasil validasi data oleh ahli materi, ahli media, dan siswa didapatkan hasil rata-rata sebesar 84,5% yang artinya produk dapat dan layak digunakan. Keunggulan dari produk ini yaitu praktis, mudah dioperasionalkan, dan dilengkapi dengan video yang dapat membantu siswa lebih mudah memahami materi. Siswa dan guru yang memiliki smartphone berbasis android sebaiknya menginstal bahan ajar interaktif berbasis multimedia agar dapat membantu dalam proses pembelajaran. Kepada Kepala Sekolah diharapkan dapat memberikan fasilitas berupa smartphone berbasis android untuk memberikan kelancaran dalam proses pembelajaran di kelas. Untuk peneliti selanjutnya diharapkan mampu mengembangkan produk dengan inovasi terbaru dan menyempurnakan kekurangan yang ada pada produk sebelumnya.
PenggaruhPenggunaanKnalpot Racing TerhadapDayadan CO2, CO, HC PadaMesinSepeda Motor Yamaha new vixion lightning
Walker, Henry. 2016. PenggaruhPenggunaanKnalpot Racing TerhadapDayadan CO2, CO, HC PadaMesinSepeda Motor Yamaha new vixion lightning Skripsi, JurusanTeknikMesin, FakultasTeknikUniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Mardji, M.Kes., (2) Drs. IrMustaman, M.Pd. Kata Kunci :penggunaanknalpot racing, daya, emisi gas buang. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dari waktu ke waktu mengalami kemajuan yang pesat, semakin modern serta canggih.Kebutuhan manusia yang semakin meningkat dan benekaragam, juga memicu berkembangnya teknologi, terutama teknologi di bidang otomotif, tuntutan manusia pada bidang tersebut semakin berkembang pula. Manusia menghendaki kemudahan dalam segala bidang tanpa mengeluarkan biaya yang banyak.Manusia juga menginginkan segala sesuatu menjadi lebih mudah dan cepat, salah satunya adalah di bidang transportasi.Teknologi Fi adalah teknologi yang ramah lingkungan, karena mampu menekan dan mengurangi emisi gas buang yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor. Hal ini menyesuaikan dengan standar pemerintah Indonesia yang mulai menerapkan pada kendaraan bermotor roda 2 sesuai Standar Euro 3. Fi sendiri singkatan dari Fuel Injection yang bekerja secara elektronik sebagai sistem suplai bahan bakar yang artinya system terprogram untuk memasok BBM dan oksigen sesuai kebutuhan mesin dengan perhitungan yang tepat dan akurat sehingga mampu menghasilkan tenaga yang responsive dan irit bahan bakar juga ramah lingkungan Pabrik sudah merancang dan meneliti tentang daya pada sepeda motor matic dengan harapan mesin mampu menghasilkan tenaga yang besar dengan bahan bakar yang efisien, namun pada kenyataanya sepeda motor banyak yang diganti knalpot bawaan standar pabrik dengan memakai knalpot racing dengan harapan agar daya dapat maksimal, sesuai dengan ilmu pengetahuan penulis ingin mencari karak terdengan cara menggunakan knalpot racing pada Yamaha new vixion lightning.Alat ini dipasang pada saluran gas buang.Sehingga memiliki karakteristik sesuai dengan kondisi mesin sehingga mendapatkan tenaga yang optimal danemisi gas buang yang di hasilkan dari pembakaran rendah. Penelitian ini bertujuanantara lain: untuk mengetahui pengaruh daya penggunaan knalpot racing dengan variasi putaran terhadap daya sepeda motor yamaha new vixion lightning, untuk mengetahui penggaruh kadaremisi gas buang penggunaan knalpot racing dengan variasi putaran terhadap CO sepeda motor yamaha new vixion lightning, untuk mengetahui penggunaan knalpot racing dengan variasi putaran terhadap CO2 sepeda motor yamaha new vixion lightning, untuk mengetahui penggunaan knalpot racing dengan variasi putaran terhadap HC sepeda motor yamaha new vixion lightning Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dan menggunakan analisis anova satu arah atau one way anova.Pengujian daya dilakukan dengan menggunakan dynotest, sedangkan untuk pengujian emisi gas buang, dilakukan dengan menggunakan gas analyzer.Pengujian dilakukan pada rpm 1750, 2000, 2250, 2500, 2750, 3000, 3250, 3500, 3750 dan rpm 4050. Untuk pengambilan data daya dan emisi gas buangCO, CO2 dan HCdilakukan dengan beban tak tentu dan pada gigi 5 (gigi rasio 5), untuk menjaga keabsahan data dilakukan tiga kali pengujian tiap pengantianknalpot. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari Penggaruh Penggunaan Knalpot Racing Terhadap Daya dan CO2, CO, HC Pada Mesin Sepeda Motor Yamaha new vixion lightning. Hasil daya tertinggi menggunakan knalpot standart 9.46 hp pada putaran yang sama yaitu 3500 rpm,daya yang dihasilkan lebih tinggi dari knalpot racing8.54 hp pada putaran 3500 rpm. Hasil emisi gas buang CO tertinggi menggunakan knalpot standart sebesar 4.44 %vol pada putaran 4000 rpm.,emisi gas buang CO yang dihasilkan lebih tinggi dari knalpot racing adalah sebesar 3.44 %vol pada putaran 1750 rpm. Hasil emisi gas buang CO2 tertinggi menggunakan knalpot standart knalpot standart adalah sebesar 6.86 %vol pada putaran 4000 rpm,emisi gas buang CO2 yang dihasilkan lebih tinggi dari knalpot racing adalah sebesar 2.83 %vol pada putaran 3000 rpm. Kesimpulan pada penelitian ini terdapat pengaruh yang signifikan dengan hasil terbaik knalpot standart sebesar 9.46 hp pada putaran yang samayaitu 3500 rpm, akan tetapi hasil emisi gas buang yang dihasilkan terendah yang dihasilkan oleh sepeda motor dengan knalpot racing adalah sebesar 0.05 %vol pada putaran 4000 rpm, Emisi gas buang CO2terendah yang dihasilkan oleh sepeda motor dengan knalpot racing adalah sebesar 2.83 %volpadaputaran 3000 rpm dan Emisi gas buang HC terendah yang dihasilkan oleh sepeda motor dengan knalpot racing adalah sebesar 118.33 ppm pada putaran 3750 rpm, dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut, misalnya penelitian mengenai pengaruh knalpot terhadap konsumsi bahan bakar dengan ECU yang sesuai. ABSTRACT Walker, Henry. 2016. The Impacts of Racing-Designed Exhaust on Yamaha New Vixion Lightning’s Engine Power, and CO2, CO, HC Production. Sarjana’s thesis. Department of Machine Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Malang. Malang. Advisors: (1) Prof. Dr. Mardji, M.Kes., (2) Drs. Ir Mustaman, M.Pd. Keywords: racing-designed exhaust, energy, gas emission. Knowledge and technology develop over time, becoming more advanced and modern throughout the process. Humans’ ever-growing expectation is one of the background of such development, which one of the evidences we can trace on developing automotive technology. We tend to seek flexibility and easiness in every aspect of life without adding too much cost in using them, for instance transportation. In modern transportation, we are faced to a new technology called FI of which aims is to reduce gas emission produced by motorized vehicles. This technology is based on Indonesia’s standard who attempts to implement Euro Standard 3 to motorbikes. FI is shortened from Fuel Injection. It is performed automatically and accurately to maintain vehicles’ fuel supply system so that the vehicles could supply fuel to its engine responsively and efficiently, which can impact to environmental-friendly exhaust system. Motorbikes’ manufacturers have done researches and made designs for their automatic motorbikes to be able perform maximally and efficiently. Unfortunately, there are a huge number of motorbikes whose original exhausts have been replaced with racing-designed exhausts. By applying this act, it is expected that the motorbikes can perform with bigger power. In regard to that background, the researcher aims to unravel impacts of using racing exhaust to Yamaha New Vixion Lightning. An instrument is installed at the motorbike’s exhaust pipe to adjust with the bike’s engine in order to produce maximum energy and minimum gas emission. This research aims to: discover the impacts of racing-designed exhaust and variations of engine rotation on Yahama New Vixion Lightning’s engine power; discover the impacts of gas emission produced by the racing-designed exhaust pipe and variations of engine rotation on Yamaha New Vixion Lightning’s CO production; reveal the impacts of racing exhaust and variations of engine rotation on the motorbike’s CO2 production; and reveal the impacts of racing exhaust and variations of engine rotation on Yamaha New Vixion Lightning’s HC production. Furthermore, this research adopts experimental method and One-way Anova analysis. Dynotest is applied to assess the engine power, while Gas Analyzer is selected to examine the produced gas emission. The test is done on RPM variations of 1750, 2000, 2250, 2500, 2750, 3000, 3250, 3500, 3750 and 4050. Various mass of loads and fifth gear are adopted to collect the data of engine power and produced gas emission. Three-staged test is applied to validate the received data. In results, this research comes with a primary conclusion implying significant impacts of racing-designed exhaust on Yamaha New Vixion Lightning’s engine power and CO2, CO, HC production. The highest engine power produced by a standard exhaust system is 9.46 hp, which is still higher compared to the 8.54 hp engine power produced by a racing exhaust, both run on 3500 RPM. In addition, the highest amount of CO produced by the standard exhaust is 4.44%vol run on 4000 RPM, which is higher than 3.44%vol of CO produced by racing exhaust run on 1750 RPM. The highest amount of CO2 produced by the standard exhaust is 6.86%vol run on 4000 RPM; it is higher than the amount of CO2 produced by racing exhaust run on 3000 RPM which is 2.83%vol. Based on the research’s findings, it is understood that there is significant impacts of racing exhaust on the studied variables. The highest quality of engine power is showed by standard exhaust with 9.46 hp run on 3500 RPM. However, the lowest amount of gas emission produced by racing exhaust is 0.05%vol on 4000 RPM; the lowest amount of CO2 produced by racing exhaust is 2.83%vol run on 3000 RPM; and the lowest amount of HC produced by racing exhaust is 118.33 ppm run on 3750 RPM. Therefore, it is suggested that further studies are conducted, for instance those focusing on impacts of particular exhaust on fuel consumption with appropriate amount of ECU.
Dekomposisi Termal Mikroalga Spirulina platensis dengan Variasi Katalis MgCO 3 Sebagai Alternatif Bahan Bakar Terbarukan
Menipisnya ketersediaan energi tak terbarukan menjadi permasalahan besar hampir di seluruh dunia. Semua berawal dari ketergantungan manusia terhadap bahan bakar padat khususnya batubara. Indonesia menghasilkan batubara sekitar 450 juta ton per tahun. Tetapi, kebutuhan batubara semakin meningkat, yaitu 10 juta ton per tahun, sehingga dapat diperkirakan di sekitar tahun 2055 akan terjadi permasalahan dimana nilai konsumsi lebih tinggi daripada produksi batubara. Permasalahan ini dapat diatasi dengan penggantian batubara dengan mikroalga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dekomposisi pembakaran campuran mikroalga Spirulina platensis dengan Magnesium Carbonate (MgCO 3 ) sebagai alternatif bahan bakar terbarukan. Pentingnya penambahan katalis adalah mempercepat laju pembakaran. Metode penelitian menggunakan bubuk mikroalga Spirulina platensis sebanyak 10 mg dan katalis MgCO 3 sebanyak 4,5 mg . Pengujian menggunakan heating rate sebesar 10ºC/min, flow rate udara atmosfer sebesar 100 ml/min dan range temperature dari 25ºC sampai 1200ºC. Selanjutnya dilakukan pengujian Spirulina platensis tanpa katalis MgCO 3 dan pengujian katalis MgCO 3 dengan rasio 3%,6%,9%,12% dan 15% dari massa total Spirulina platensis. Dekomposisi pembakaran dianalisis menggunakan thermogravimetric analysis (TGA) yang menghasilkan grafik TG dan DTG, sehingga dapat digunakan untuk analisis tahap-tahap dekomposisi, laju kehilangan massa, residu, pengaruh temperatur pembakaran dan perhitungan energi aktivasi. Perhitungan energi aktivasi menggunakan metode Arrhenius dan Coats-Redfern yang mempertimbangkan 2RT/E. Berdasarkan hasil uji TGA dengan 6 sampel, dekomposisi pembakaran terjadi sebanyak 5 tahap. Pada tahap 2 dan 4 laju kehilangan massa semakin cepat, ditandai dengan pergeseran kurva DTG ke kanan. Jumlah residu terbanyak dihasilkan oleh penambahan katalis dengan rasio 15%. Nilai energi aktivasi yang dihasilkan Spirulina platensis tanpa katalis MgCO 3 adalah 23,6915744 kJ mol-1 , sedangkan nilai energi aktivasi Spirulina platensis dengan katalis MgCO 3 adalah 24,4506426 kJ mol-1 , sehingga penambahan katalis MgCO 3 dapat meningkatkan nilai energi aktivasi Spirulina platensis.
Pengaruh Variasi Larutan Elektrolit terhadap Warna dan Kekerasan Lapisan Hasil Proses Anodizing
Anodizing merupakan salah satu proses pelapisan logam secara anodic, yakni mengonversi permukaan logam dengan membentuk lapisan oksida yang salah satu tujuannya adalah peningkatan nilai kekerasan lapisan. Selain itu, logam anodized memiliki karakteristik adhesi yang baik terhadap pewarna, sehingga biasanya dilanjutkan dengan proses coloring. Salah satu faktor yang mempengaruhi karakterisik lapisan oksida yang terbentuk pada proses anodizing adalah jenis larutan elektrolit yang digunakan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh variasi larutan elektrolit terhadap warna dan kekerasan lapisan hasil proses anodizing. Elektrolit yang digunakan adalah larutan asam sulfat, larutan asam nitrat, dan larutan asam fosfat dengan persentase 15%. Spesimen adalah aluminium tipe 1100 dengan kadar kemurnian 99,00%, tegangan yang digunakan adalah 12 Volt, lama proses perendaman 30 menit, suhu elektrolit di setiap perlakuan anodizing pada room temperature, dan pewarna yang digunakan pada proses coloring adalah pewarna tinta warna magenta. Penelitan ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental berbentuk Pre-experimental Design (non design), digolongkan sebagai One Group Pretest-Posttest Design, dengan analisis deskriptif dan analisis statistik uji beda one way anova untuk mengetahui ada atau tidak adanya pengaruh dari variabel bebas. Berdasarkan hasil analisis data, nilai kekerasan lapisan secara urut dari yang paling tinggi dihasilkan pada perlakuan anodizing menggunakan larutan asam nitrat yaitu 46,87 HV, perlakuan menggunakan larutan asam sulfat yaitu 46,40 HV, dan perlakuan menggunakan larutan asam fosfat yaitu 41,24 HV. Hasil tersebut dibandingkan dengan nilai kekerasan lapisan aluminium tanpa perlakuan anodizing yaitu 37,16 HV. Adapun hasil dari uji statistik dengan one way anova yang menyatakan terdapat perbedaan masing-masing perlakuan terhadap nilai kekerasan lapisan. Perbedaan nilai kekerasan lapisan dari setiap perlakuan pada penelitian ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu golongan larutan elektrolit, derajat ionisasi larutan, konsentrasi ion [H+] pada larutan, serta sifat dari senyawa asam dalam larutan. Untuk warna yang dihasilkan pada tahap coloring didapatkan nilai ΔE* dari yang terdekat dengan standard magenta color codes adalah perlakuan menggunakan larutan asam sulfat dengan nilai 48,58, perlakuan menggunakan larutan asam fosfat dengan nilai 73,06, dan perlakuan menggunakan larutan asam nitrat dengan nilai 74,47. Hal ini disebabkan oleh perbedaan struktur dari lapisan oksida berupa ukuran porous yang terbentuk pada proses anodizing dari setiap jenis elektrolit yang digunakan. Disimpulkan bahwa karakteristik dari lapisan oksida yang terbentuk akan sangat mempengaruhi adhesi pewarnaan
PengaruhPemasanganFemaxTerhadapKonsumsi BahanBakardanEmisi Gas BuangPadaSepeda Motor Vega ZR.
Perkembangan ilmu dan teknologi didunia terus berjalan seiring dengan peningkatan jumlah kendaraan setiap tahunnya juga akan berpengaruh pada jumlah konsumsi bahan bakar yang digunakan.Sedangkan cadangan minyak bumi dunia semakin tahun akan semakin berkurang Karena dihasilkan dari fosil yang memiliki keterbatasan produksi dan akhirnya akan habis, Karena bahan bakar tersebut tidak dapat diperbarui.Seiring meningkatnya jumlah kendaraan akan mengakibatkan emisi gas buang sisa kendaraan bermotor akan meningkat.Emisi gas buang ini akan berdampak buruk terhadap lingkungan disekitarnya Karena mengandung gas-gas yang berbahaya. Untuk mengurangi dampak-dampak tersebut perlu adanya upaya untuk menyempurnakan proses pembakaran pada kendaraan bermotor, yaitu salah satunya dengan pemasangan femax.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemasangan femax terhadap konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang pada sepeda motor Vega ZR, dandiperoleh alternative yang mengurangi konsumsi bahan bakar pada motor bensin sehingga pemakaian bahan bakar lebih hemat dan menurunkan kadar emisi gas buang.Penelitian ini dilaksanakan di Labolatorium Teknik Mesin Universitas Negeri Malang, pada tanggal 24-25 mei 2016. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian ekperimental. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis parametric menggunakan uji beda Paired Sample Test. Hasil yang di dapat pada penelitian ini ialah selisih konsumsi bahan bak arantara penggunaan femax dan tanpa penggunaan femax sebesar (2 9,7 10ml/detik ). Selisih kadaremisi gas buang CO antara penggunaan femax dan tanpa penggunaan femax sebesar (0,1638 %) dan selisih kadaremisi gas buang HC antara penggunaan femax dan tanpa penggunaan femax sebesar (7,6 ppm) .Berdasarkan hasil penelitian diatas dan setelah dilalukan analisis data dapat di simpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara tanpa pemasangan femax dan dengan pemasangan femax terhadap komsumsi bahan bakar. Ada perbedaan yang signifikan antara tanpa pemasangan femax pada kadar emisi gas buang CO, dan ada perbedaan yang signifikan antara tanpa pemasangan femax dengan pemasangan femax terhadap kadar emisi gas buang HC. Untuk penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian dengan jenis kendaraan yang berbeda, missalnya kendaraan yang sudah menggunakan system EFI ,baikpada motor tipe matik maupun tipe manual.
Hubungan Persepsi Siswa tentang Fasilitas Peralatan Kelistrikan, Performansi Guru dan Kesiapan Belajar Siswa dengan Hasil Belajar Praktikum Kelistrikan Siswa Kelas XI di SMKN 6 Malang
ABSTRAK Kusbanu, Made. 2017. Hubungan Persepsi Siswa tentang Fasilitas Peralatan Kelistrikan, Performansi Guru dan Kesiapan Belajar Siswa dengan Hasil Belajar Praktikum Kelistrikan Siswa Kelas XI di SMKN 6 Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Ir. Eko Edi Purwanto, S.E., M.Pd., M.M., (2) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd. Kata Kunci: persepsi siswa, fasilitas peralatan kelistrikan, performansi guru, kesiapan Belajar, hasil belajar Persepsi adalah suatu proses yang ditempuh individu untuk mengorganisasikan dan menafsirkan kesan-kesan indera mereka agar memberi makna bagi lingkungan. Komponen yang berperan sebagai faktor yang mempengaruhi hasil belajar praktikum kelistrikan siswa adalah fasilitas peralatan kelistrikan, performansi guru serta kesiapan dari siswa itu sendiri dalam mengusai kompetensi tentang kelistrikan.Tujuan penelitian ini untuk mengungkap seberapa besar tingkat hubungan persepsi siswa tentang fasilitas peralatan kelistrikan, performansi guru dan kesiapan siswa dengan hasil belajar SMKN 6 Malang. Penelitian ini tergolong penelitian ex post fakto. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI Teknik Kendaraan Ringan yang berjumlah 157 siswa, sementara sampel yang diambil berjumlah 71 siswa dari populasi tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode angket dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian diuji dengan uji prasyarat analisis dan uji hipotesis untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat baik secara parsial maupun simultan. Dengan teknik analisis product moment pada hipotesis pertama, kedua dan ketiga serta dengan teknik analisis regresi pada hipotesis ke empat. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) ada hubungan antara hubungan persepsi siswa tentang fasilitas peralatan kelistrikan dengan hasil belajar, nilai r = .242, (2) ada hubungan persepsi siswa tentang performansi guru dengan hasil belajar, nilai r = .263, (3) ada hubungan kesiapan belajar dengan hasil belajar, r = .364 dan (4) ada hubungan persepsi siswa tentang fasilitas peralatan kelistrikan, performansi guru dan kesipan siswa dengan hasil belajar, R square = .147. Kesimpulan yang bisa ditarik dalam penelitian ini adalah persepsi siswa tentang fasilitas peralatan kelistrikan, performansi guru dan kesiapan belajar siswa tergolong baik sehingga mempengaruhi hasil belajar yang baik pula. Dari penelitian ini, peneliti memberikan saran sebagai berikut: (1) kepada pihak sekolah agar lebih meningkatkan kelengkapan dan kelayakan peralatan kelistrikan yang kurang dan sedikit tidak layak pakai. (2) Guru agar lebih meningkatkan performansinya dalam kelas supaya siswa aktif belajar dan memberi motivasi supaya siswa memiliki kesiapan beajar yang baik. (3) Peneliti selanjutnya menjadikan hasil penelitian ini sebagai acuan untuk mengembangkan penelitian sejenis dengan variabel berbeda yang belum ada pada penelitian ini. Variabel lain yang bisa diteliti seperti motivasi belajar siswa, rasa percaya diri, konsentrasi belajar, kebiasaan belajar, karakteristik siswa, pemahaman siswa tentang praktikum kelistrikan, bagaimana prosedur pelaksanaan praktikum kelistrikan, bagaimana sikap dari siswa tersebut pada saat melaksanakan praktikum kelistrikan
Karakterisasi Fasa dan Morfologi Serbuk Nano Manganese Oxide (MnO) Dengan Variasi Sintering Time
ABSTRAK Sasongko, Muhammad Ilman Nur. 2017. Karakterisasi Fasa dan Morfologi SerbukNano Manganese Oxide (MnO) Dengan Variasi Sintering Time. Skripsi,Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, Jurusan Teknik Mesin,Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Rr. PoppyPuspitasari, S.Pd., M.T., Ph.D. (2) Widiyanti. Hj. Dr. M.Pd. Kata Kunci: Fasa, Manganese Oxide, MnO, Morfologi, Sintesis, Sol-gel, Sinteringtime Manganese oxide (MnO) banyak terdapat pada salah satu jenis batuan dan dapat berbentuk mineral. MnO memiliki kekurangan, yaitu sangat reaktif, tergolong jenis oksidator berbahaya dan dapat meledak, apabila berada pada suhu diatas 55 °C. Tetapi MnO memiliki sifat magnetik, sifat elektrokimia, dan sifat konduktivitas yang sangat baik, sehingga perlu dilakukan pengecilan ukuran menjadi nano material untuk dapat dimanfaatkan dan meningkatkan sifat dari MnO. Karakterisasi fasa dan morfologi serbuk Manganese Oxide (MnO) bertujuan untuk memperkecil ukuran butir MnO dari ukuran mikro menjadi ukuran nano menggunakan metode sol-gel dengan variasi waktu sintering. Sol-gel merupakan metode sintesis yang sederhana dan sudah teruji dalam mensintesiskan berbagai macam material oksida berukuran mikro menjadi nano. Sintering time merupakan teknik yang dilakukan dalam proses sintesis untuk mengeringkan material dengan suhu diatas suhu normal. Suhu yang digunakan dalam proses sintering dimulai dari suhu 600 ºC hingga 1000 ºC. Material uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah manganese oxide (MnO). MnO yang dipilih berbentuk serbuk berukuran mikro dengan unsur Mn sebesar 89,72 Wt% dan O sebesar 10,29 Wt%, merupakan inovasi baru untuk menghasilkan material oksida berukuran nano, dimana proses yang lazim digunakan dalam proses sol-gel menggunakan solventehtylene glycoldengan material oksida campuran untuk menghasilkan material oksida. XRD merupakan pengujian untuk mengetahui karakterisasi fasa dari suatu material, SEM merupakan pengujian untuk mengetahui karakterisasi morfologi, EDX merupakan pengujian untuk mengetahui karakterisasi kandungan unsur dari suatu material dan FTIR merupakan pengujian untuk mengetahui karakterisasi dari gugus oksida suatu material. Temperatur sintering yang digunakan dalam penelitian ini sebesar 600 ºC dengan variasi waktu 30 menit, 60 menit dan 90 menit. Hasil karakterisasi fasa dari XRD diperoleh ukuran kristal serbuk MnO yang terkecil dengan sintering 30 menit yang berukuran kristal sebesar 47.3 nm. Intensitas (derajat kristalinitas) tertinggi terjadi pada MnO dengan waktu sinter 90 menit.Hasil karakterisasi morfologi dari SEM menunjukkan perubahan morfologi MnO dari butir berbentuk segitiga mikron meter menjadi butir berbentuk bulat nanometer.Hasil karakterisasi unsur dari EDX menunjukkan perubahan Unsur Mn yang terendah dan O tertinggi ditunjukkan pada MnO 30 menit. Hasil karakterisasi gugus dari FTIR menunjukkan pergeseran C-H dan Mn-O diikuti dengan meningkatnya gugus N-H, C=O dan Mn-O
Pengaruh Pembelajaran Cooperative tipe Jigsaw dan Kemampuan Awal Siswa terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Pemeliharaan Sistem Pengapian Elektronik Siswa Kelas XII TKR di SMK.
ABSTRAK Sekolah Menengah Kejuruan merupakan salah satu jenjang pendidikan menengah yang diselenggarakan dengan tujuan untuk mempersiapkan peserta didik supaya mampu bekerja pada satu bidang tertentu daripada bidang yang lain. Pembelajaran di SMK diorientasikan pada dunia kerja. Sehingga, model pembelajaran yang digunakan harus relevan dan dapat merepresentasikan tuntutan kerja pada dunia usaha atau industri. Namun, realitas di lapangan masih belum optimal dalam membentuk pemahaman dan keterampilan siswa sesuai dunia kerja. Berdasarkan hal tersebut, perlu digunakan model pembelajaran yang mampu membentuk kondisi belajar yang sesuai dengan kondisidunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menguji signifikansi perbedaan hasil belajar pemeliharaan sistem pengapian elektronik antara kelompok siswa yang diberikan pembelajaran jigsaw dan pembelajaran konvensional dengan mempertimbangkan kemampuan awal. Rancangan penelitian yang digunakan adalah eksperimental semu dengan metode Non-equivalent Control Group Design.Teknik sampling dengan random assignment. Sampel penelitian berjumlah 63 siswa yakni, 31 siswa di kelas XII TKR 1 sebagai kelompok eksperimen yang dikenakan jigsaw, dan 32 siswa di kelas XII TKR 2 sebagai kelompok kontrol yang dikenakanpembelajaran Konvensional. Setiap kelompok dibagi lagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok siswa dengan kemampuan awal tinggi, kelompok siswa dengan kemampuan awal sedang, dan kelompok siswa dengan kemampuan awal rendah. Kemampuan awal didapat dengan memberi prates, dan hasil belajar didapat dengan memberi pascates. Instrumen yang digunakan adalah tes pilihan ganda. Data dikumpulkan menggunakan teknik observasi dan tes. Uji hipotesis dilakukan menggunakan uji ANOVA dua jalur dengan bantuan SPSS 17 for windows untuk mengetahui signifikansi perbedaan hasil belajar berdasarkan model pembelajaran dan kelompok kemampuan awal siswa. Taraf signifikansi yang digunakan sebesar 0,05 dan dikatakan terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan jika probabilitas di bawah 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:(1) hasil belajar pemeliharaan sistem pengapian elektronik dengan pembelajaran jigsaw lebih baik daripada pembelajaran yang selama ini berlangsung (pembelajaran konvensional); (2) hasil belajar pemeliharaan sistem pengapian elektronik kelompok siswa berkemampuan awal tinggi lebih baik daripada kelompok siswa berkemampuan awal sedang dan rendah; (3) tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dan kemampuan awal terhadap hasil belajar siswa. Artinya, keunggulan pembelajaran jigsaw daripada pembelajaran konvensional dalam meningkatkan hasil belajar pemeliharaan sistem pengapian elektronik tidak bergantung pada kondisi kemampuan awal siswa. Sebaliknya, keunggulan hasil belajar pemeliharaaan sistem pengapian elektronik kelompok siswa berkemampuan awal tinggi daripada kelompok siswa berkemampuan awal sedang dan rendah tidak bergantung pada model pembelajaran
Pelacakan Minat Siswa SMK Kelas XII di Kota Malang dalam Bekerja, Berwirausaha dan Melanjutkan Studi
ABSTRAK Jesi, Riski. 2017. Pelacakan Minat Siswa SMK Kelas XII di Kota Malang dalam Bekerja, Berwirausaha dan Melanjutkan Studi. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Yoto, S.T., M.Pd., M.M., (2) Drs. Sumarli, M.Pd., M.T. Kata Kunci: minat, bekerja, berwirausaha, melanjutkan studi Jurusan Teknik Kendaraan Ringan merupakan jurusan yang paling banyak diminati siswa. Bekerja, Berwirausaha dan Melanjutkan studi adalah tujuan akhir setelah lulus, termasuk lulusan SMK dengan jurusan Teknik Kendaraan Ringan. Oleh sebab itu, sebelum lulus siswa SMK harus memiliki minat dalam bekerja, berwirausaha dan melanjutkan studi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menggambarkan secara menyeluruh hasil analisis data dan fakta-fakta yang diperoleh dari pengamatan mengenai: minat bekerja, minat berwirausaha, dan minat melanjutkan studi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif karena hanya memaparkan data yang diambil menggunakan angka dan dianalisis secara statistik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini jenis penelitian survei. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMK kelas XII di kota malang yang mempunyai jurusan teknik kendaraan ringan dengan jumlah siswa 761, sementara sampel yang diambil sebanyak 88 siswa dari populasi tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, angket dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan bantuan aplikasi SPSS 23 For Windows untuk mengetahui interval, frekuensi dan persentase minat siswa dalam bekerja, berwirausaha dan, melanjutkan studi. Hasil Penelitian ini adalah: (1) 57 siswa (64.77%) memilih minat bekerja di industri dengan kategori Cukup Tinggi, (2) 34 siswa (38.63%) memilih minat bekerja di BUMN dengan kategori Tingi, (3) 48 siswa (54.54%) memilih minat bekerja di TNI/Polri dengan kategori Tinggi, (4) 41 siswa (46.59%) memilih minat bekerja di PNS dengan kategori Tinggi, (5) 52 siswa (59.09%) memilih minat berwirausaha dengan kategori Cukup Tinggi, (6) 41 siswa (46.59%) memilih minat melanjutkan studi dengan kategori Cukup Tinggi. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan analisis datanya, mulai dari terendah sampai tertinggi sebagai berikut: (1) 11 siswa (12.5%) memilih minat berwirausaha, (2) 14 siswa (16.5%) memilih minat melanjutkan studi, (3) 63 siswa (71%) memilih minat bekerja. Saran peneliti bagi siswa agar dapat menjadi rujukan untuk menigkatkan pengetahuan tentang lapangan pekerjaan, berwirausaha dan melanjutkan studi. Bagi guru supaya meningkatakan pembelajaran agar siswa mendapat ilmu pengetahuan dan keterampilan yang baik. Bagi kepala sekolah sebagai rujukan untuk mengambil kebijakan dan memperhatikan dalam penerimaan siswa baru dan penerimaan lususan di dunia pekerjaan