SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    1608 research outputs found

    PENGARUH PENAMBAHAN MAGNESIUM (MG) PADA PADUAN ALUMUNIUM SILIKON (AL-SI) TERHADAP TINGKAT KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO.

    No full text
    Abstrak:Nilai rata-rata (Al – Si) yang mengalami proses pengecoran tanpapenambahan magnesium (Mg) akan meningkat setelah dilakukan proses pengecoran dengan penambahan magnesium (Mg) 2%denganpening katansebesar 15,2 HRB, 17,1 HRB untuk penambahan magnesium (Mg) 5% dan 24,6 HRB untuk penambahan magnesium (Mg) 8%.Kekerasan specimen naiksebesar 24,6 HRBdaritanpapenambahan magnesium (Mg) sampai dengan penambahan magnesium (Mg) 8%. Foto mikro (Al – Si) tanpa penambahan magnesium (Mg) dengan perbesaran 400x  terlihat ada bentuk seperti pulau – pulau berwarna putih yaitu aluminium dan bentuk seperti cacing yang berwarna coklat yaitu silikon.Foto mikro (Al – Si) dengan penambahan magnesium (Mg) 2% dengan perbesaran 400x terlihat ada bentuk seperti pulau – pulau berwarna putih yaitu aluminium dan bentuk seperti cacing yang berwarna hitam yaitu silikon dan juga terlihat blok hitam yaitu Magnesium (Mg).Foto mikro (Al – Si) dengan penambahan magnesium (Mg) 5% dengan perbesaran 400x terlihat ada bentuk seperti pulau – pulau berwarna putih yaitu aluminium dan bentuk seperti cacing yang berwarna hitam yaitu silikon dan juga terlihat blok besar yang semakin mengecil yaitu Magnesium (Mg).Foto mikro (Al – Si) dengan penambahan magnesium (Mg) 8% dengan perbesaran 400x terlihat ada bentuk seperti pulau – pulau berwarna putih yaitu aluminium dan bentuk seperti cacing yang berwarna hitam yaitu silikon dan juga terlihat garis - garis kecil yaitu Magnesium (Mg)

    Pengaruh Penggantian Variasi Gaya Tekan Pegas Kopling Terhadap Daya dan Torsi pada Sepeda Motor Yamaha Jupiter Z

    No full text
    Performa mesin standar yang dirasa kurang maksimal sehingga modifikasi menjadi suatu pilihan. Banyak produk spare part di pasaran yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan performa mesin. Salah satunya dengan pegas kopling yang memiliki gaya tekan tinggi, hal ini dirasa dapat meningkatkan efisiensi sistem pemindah tenaga pada sepeda motor. Dengan menambah tekanan pada pegas kopling, dirasa dapat mengurangi kerugian performa pada bagian kopling, sehingga daya dan torsi yang diteruskan kopling semakin maksimal.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan: (1)Untuk mengetahui pengaruh penggantian pegas kopling dengan gaya tekan 20 kg terhadap daya dan torsi pada mesin sepeda motor Yamaha Jupiter Z, (2) Untuk mengetahui pengaruh penggantian pegas kopling dengan gaya tekan25 kg terhadap daya dan torsi pada mesin sepeda motor Yamaha Jupiter Z. (3) Untuk mengetahui pengaruh penggantian pegas kopling dengan gaya tekan28 kg terhadap daya dan torsi pada mesin sepeda motor Yamaha Jupiter Z, (4) Untuk mengetahui perbedaan daya dan torsi antara variasi pegas kopling (gaya tekan 20 kg, 25 kg, dan 28 kg) pada mesin sepeda motor Yamaha Jupiter Z.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental. Obyek dalam penelitian ini adalah sepeda motor Yamaha Jupiter Z. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis mann-whitney test dan Kruskal-wallis test dengan bantuan aplikasi komputer IBM SPSS  Statistics 21.Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya dan torsi yang dihasilkan sepeda motor Yamaha Jupiter Z yang menggunakan variasi gaya tekanpegas kopling relatif sama, dengan kata lain tidak ada perbedaan daya dan torsi yang signifikan antara variasi pegas kopling (gaya tekan 20 kg, 25 kg, dan 28 kg) pada mesin sepeda motor Yamaha Jupiter Z.Dengan demikian dapat disarankan agar penelitian ini memberikan pemahaman pada masyarakat, khususnya pengguna kendaraan sepeda motor Yamaha Jupiter Z dalam meningkatkan daya dan torsi dengan penggantian variasi gaya tekan pegas kopling. Untuk peneliti lain disarankan agar meneliti lebih lanjut dengan variabel dari sistem pemindah tenaga yang lebih mendalam agar mendapat hasil yang lebih didalam berinovasi. 

    kesiapan sekolah dan industri dalam melaksanakan work based learning untuk persiapan siswa memasuki dunia kerja

    No full text
    ABSTRACT Nora, Ardiansyah. 2017. The School and Industrial World Readiness in Implementing Work Based Learning In Order to Prepare the Students in Entering the Workplace. Sarjanas’s Thesis, Mechanical Engineering Department, Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisers: (I) Dr. Yoto, ST., M.Pd., MM., (II) Drs. Partono, M.Pd. Keywords: school and industryreadiness, work based learning Workbased learning  is manifested in the form of industrial internship with an objective of creating an efficiency in the vocational education. Work based learning is a combination of preparing the students in school and in the industrial world through the intership, and designed as such to make the students able to get the right knowledge, skills and attitude they need for their career and life the in the workplace. The research aims to describe the readiness of the school and the industrial world in implementing work based learning in order to prepare the students in entering the workplace. The topics discussed are: (1) The School Readiness in implementing Work Based Learning  in the Light Vehicle Engineering Course in SMK Negeri 12 Malang, and (2) The Industrial World Readiness in implementing Work Based Learning. The method used is the descriptive method with qualitative approach. The data are gathered using interview, documentation and observation. The results show that the school is ready in implementing work based learning. This is based on the readiness of the curriculum, the learning equipments, facilities and the human resources (teachers/supervisors) from school. While in the industrial world the readiness in implementing the work based learning is determined from the readiness of the advisers/instructors from the industry, the equipments and machineries in DU/DI and the readiness in accepting the interns of the work based learning program. Curriculum is the device of the learning subjects and the education program given by an education instituted. It consists of the lesson plans for the students based on the certain education period. Based on the definition SMK Negeri 12 Malang has implemented on 2013 curriculum in their learning program and also the work-based learning  in the Light Vehicle Engineering Program. The learning devices must be prepared by the teacher before conducting the learning process. The learning devices serve as the guidance for the teacher in conducting the learning program in class, laboratory, and outside the classroom. The learning devices are designed in the form of silabus and lesson plans referring to the standard of content, the preparation of media and learning sources, assesment, and learning scenarios. The implementation of 2013 curriculum puts emphasis on the scientific approach with highlights on practice. It requires a complete facilities including practicum equipments and learning media. It is especially essential to ensure the learning effectivity and the efficiency. Teachers’ performance is the level of success of a teacher in a certain period determined by three indicators: the content mastery, the ability in managing the learning process, and the commitment in doing their job. Competency standards for a teacher to get a certification in order to execute the duty and responsibility as the education staff include the paedagogy competency, personality competency, social competency, and professional competency. It is essential to ensure the readiness of the instructors of the DU/DI so that the output will be maximal. In this conditionhe  the readiness of t industry can be assumed, since before the implementation of the work based learning, the school and the industrial world has made an agreement to execute the curriculum draft provided by the school. The facilities readines in DU/DI is important since the DU/DI operates in the service and the after sales of the products. Therefore the DU/DI must complete the facilities need to support their service and making it better. The number of the  work based Learning participants is based in the industry capacity, so that the program will yield the best result as expected by the school and the industry; the competent students, and also making it easier for the industry to monitor and hiring the potencial workforce. A school is ready to implement the work based learning program when they have been able to provide the following elements: the readiness of the curriculum, the readiness of the lesson devices, the readiness of the school facilities and the readiness of the human resources. An industry is ready to implement the work based learning program when they have been able to proved the following; the readiness of the instructors, the readiness of the machinery in the DU/DI and the readiness to  accept the participants of the workbased learning. The research can be used to design an effective concept in creating a skillfull SMK students that can be use immediately by the industrial world, creating a relevant curriculum by expanding students experience in class by integrating between theory and practice. The research can also be used as a consideration in designing the Mechanical Engineering Department Curriculum, Faculty of Engineering, at the Malang State University and as a reference in making researches about other aspects of the implementation of the work based learning

    Emisi Gas Buang dan Konsumsi Bahan Bakar Spesifik Motor Bensin 4 Tak Satu Silinder dengan Campuran Bahan Bakar Metanol

    No full text
    ABSTRAK   Prasetya,Yudha Eka. 2016. Emisi Gas Buang dan Konsumsi Bahan Bakar Spesifik Motor Bensin 4 Tak Satu Silinder dengan Campuran Bahan Bakar Metanol. Skripsi, JurusanTeknikMesin, FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang.Pembimbing:(I) Dr. Sukarni, S.T., M.T., (II) Dra. Widiyanti, M.Pd.   Kata kunci :emisi gas buang, konsumsi bahan bakar spesifik, metanol, putaran, mesin Metanol merupakan salah satu bahan bakar alternatif dengan karakteristik fisika dan pembakaran yang hampir sama dengan bensin. Bahan bakar metanol dapat diperbarui dan dapat dihasilkan dari pemanfaatan dari tumbuhan seperti kayu, jerami, umbi-umbian, dan sampah dimana semua itu ketersediaanya melimpah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui emisi gas buang dan konsumsi bahan bakar spesifik motor bensin 4 tak satu silinder dengan campuran bahan bakar metanol dengan melakukan studi literatur dari beberapa penelitian. Hasil penelitian terdahulu dari beberapa bahan bakar alternatif seperti etanol dan iso-propanol menunjukan bahwa penggunaan bahan bakar alternatif dari turunan alkohol tersebut dapat mengurangi emisi gas buang karbon monoksida (CO), hidrokarbon (HC), efisiensi konsumsi bahan bakar dan daya yang meningkat ketika menggunakan premium. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui beberapa pengaruh campuran bahan bakar premium-metanol dengan variasi komposisi, yaitu premium 95% dengan metanol 5%, premium 90% dengan metanol 10%, premium 85% dengan metanol 15% dan premium 80% dengan metanol 20% terhadap emisi gas buang dan  konsumsi bahan bakar spesifik pada putaran mesin 1,500 Rpm, 3,000 Rpm, 4,500 Rpm, dan 6,000 Rpm. Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen yang bertujuan untuk menyelidiki hubungan sebab akibat antara variabel bebas, variabel terikat dan variabel kontrol. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah bahan bakar dengan campuran metanol. Variabel terikat adalah emisi gas buang dan konsumsi bahan bakar spesifik. Sedangkan variabel kontrol adalah putaran mesin. Penelitian ini dilakukan di Asia Motor Honda Pakisaji-Malang. Analisis data yang didapat dari penelitian ini akan dianalisis dengan menggunakan metode analisis One Way Anova. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan metanol yang dicampurkan ke dalam bahan bakar premium dapat mengurangi emisi gas buang karbon monoksida (CO) dan hidrokarbon (HC) serta dapat meningkatkan konsumsi bahan bakar spesifik pada campuran bahan bakar premium 80% dengan metanol 20%. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan pengembangan penggunaan bahan bakar alternatif dari turunan alkohol yaitu metanol yang dapat digunakan untuk mengurangi ketergantungan pemakaian bahan bakar fosil terutama bahan bakar minyak bumi yang semakin menipis persediaanya

    Pengembangan Modul Sistem Pengisian Berbasis Inkuiri Terbimbing sebagai Media Pembelajaran pada Mata Pelajaran Memperbaiki Sistem Starter dan Pengisian di Jurusan Teknik Kendaraan Ringan SMK Nasional Malang

    No full text
    ABSTRAK Berdasarkan hasil observasi di SMK Nasional Malang diketemukan permasalahan dalam proses pembelajaran sistem pengisian bahan ajar yang digunakan terbatas pada LKS dan power point, sehingga siswa kurang memiliki bahan ajar secara mandiri. Berdasar permasalahan tersebut, mengembangkan bahan ajar berupa modul merupakan sebuah solusi yang diperlukan.Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan pendekatan model pengembangan Sugiyono yang terdiri dari 10 langkah. Langkah-langkah tersebut meliputi: potensi dan masalah, pengumpuan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, ujicoba produk, revisi produk, ujicoba produk, revisi produk dan produk siap digunakan. Hasil penelitian menghasilkan modul Sistem Pengisian dengan kriteria kelayakan sebagai berikut: validasi ahli media menunjukan rata-rata prosentase tingkat kelayakan modul sebesar 95,24% (valid), validasi ahli materi menunjukan rata-rata prosentase tingkat kelayakan modul sebesar 86,76% (valid), hasil uji coba skala kecil menunjukan rata-rata prosentase tingkat kelayakan modul sebesar 85,47% (valid) dan hasil ujicoba skala besar menunjukan rata-rata prosentase tingkat kelayakan modul sebesar 82,98% (valid). Berdasar data tersebut maka dapat disimpulkan bahwa produk modul Sistem Pengisian dikatakan layak dan dapat digunakan sebagai media pembelajaran pada kompetensi memelihara sistem pengisian oleh siswa kelas XI Teknik Kendaraan Ringan SMK Nasional Malang

    Hubungan Hasil Belajar pada Paket Keahlian Teknik Kendaraan Ringan dan Hasil Praktik Kerja Lapangan dengan Kesiapan Kerja Siswa Kelas XII Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK Negeri 6 Malang

    No full text
    ABSTRAK Kata Kunci: hasil belajar pada paket keahlian teknik kendaraan ringan, praktik kerja lapangan, kesiapan kerja, SMK.Hasil Belajar Pada Paket Keahlian Teknik Kendaraan Ringansangat berpengaruh dalam mendukung berkembangnya siswa. Hasil Belajar Pada Paket Keahlian Teknik Kendaraan Ringan yang baik dapat mendukung jalan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh siswa terlebih bagi siswa SMK yang melaksanakan kegiatan praktikum dalam kegiatan belajarnya disekolah. Untuk kegiatan di SMK pentingnya Hasil Belajar yang baik dan tuntas akan berhubungan dengan kinerja dari siswa di SMK yang disiapkan untuk lulusan yang siap memasuki dunia kerja. Hasil Belajar di SMK ini juga akan memberikan pengaruh dan dukungan kepada siswa saat melakukan Praktik Kerja Lapangan  guna untuk melatih siswa agar siap bekerja. Rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi (1) Apakah ada Hubungan antara Hasil Belajar Pada Paket Keahlian Teknik Kendaraan Ringandengan Kesiapan Kerja Siswa KelasXII Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK Negeri 6 Malang. (2) Apakah ada Hubungan antara Hasil Praktik Kerja Lapangan dengan Kesiapan Kerja Siswa Kelas XII Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK Negeri 6 Malang. (3) Apakah ada hubungan antara Hasil Belajar Pada Paket Keahlian Teknik Kendaraan RinganDan Hasil Praktik Kerja Lapangandengan Kesiapan Kerja Siswa Kelas XII Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK Negeri 6 Malang.Penelitian ini menggunakan teknik penelitian deskriptif korelasional, penekanan pada penelitian korelasional memperkirakan hubungan antara dua atau lebih variabel. Dengan mengambil subyek penelitian 114 siswa. Teknik pengambilan data dengan menggunakan seluruh subyek penelitian.Data dikumpulkan menggunakan teknik angket dan dokumentasi. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis korelasi sederhana dan analisis korelasi berganda dengan bantuan program aplikasi statistik SPSS 22.0 for windows. Dengan taraf signifikan yang digunakan sebesar 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Ada hubungan yang positif antara Hasil Belajar Pada Paket Keahlian Teknik Kendaraan Ringandengan kesiapan kerja siswa Kelas XII Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK Negeri 6 Malangdengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,596. (2) Ada hubungan yang positif antara Hasil Praktik Kerja Lapangan dengan kesiapan kerja siswa Kelas XII Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK Negeri 6 Malang dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,474. (3) Terdapat hubungan yang signifikan antara Hasil Belajar Pada Paket Keahlian Teknik Kendaraan Ringandan Hasil Praktik Kerja Lapangan dengankesiapan kerja siswa Kelas XII Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK Negeri 6 Malangdengan nilai R 0,644 yang apabila diinterprestasikan kedalam pedoman interprestasi koefisien korelasi masuk dalam kategori Kuat

    HUBUNGAN PERSEPSI SISWA TENTANG KEMAMPUAN MENGAJAR GURU DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PDTO DI SMK NEGERI 2 PAMEKASAN

    No full text
    ABSTRAK Sandy, Trio Ari. 2017. Hubungan Persepsi Siswa tentang Kemampuan Mengajar Guru dan Motivasi Belajar dengan Prestasi BelajarSiswa pada Mata Pelajaran PDTO di SMK Negeri 2 Pamekasan.Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri malang. Pembimbing: (I) Dr. Syarif Suhartadi, M. Pd., (II) Drs. H. Agus sholah, M.Pd.   Kata Kunci: kemampuan mengajar guru, motivasi belajar, prestasi belajar   Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan latihan bagi peranannya di masa akan datang. Seorang guru mempunyai peranan penting dalam kegiatan pembelajaran, begitu pentingnya peran guru dalam memberi atau mentransformasikan input-input pendidikan kepada pesertadidik, sehingga banyak pakar menyatakan bahwa di sekolah tidak akan ada perubahan atau peningkatan kualitas tanpa adanya perubahan dan peningkatan kualitas guru. Kemampuan guru akan teraktualisasi dalam penguasaanpengetahuan, ketrampilan, maupun sikap profesional dalam menjalankanfungsi sebagai seorang guru.Penelitian ini dilaksanakan dengan mengambil masalah pokok Hubungan Persepsi Siswa Tentang Kemampuan Mengajar Guru dan Motivasi dengan Prestasi Belajar Pada Mata Pelajaran PDTO di SMK Negeri 2 Pamekasan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Data dari penelitian ini diperoleh dari angket yang diberikan kepada siswa untuk variabel persepsi tentang kemampuan mengajar guru dan motivasi belajar sedangkan data prestasi belajar siswa pada mata diklat pengetahuan dasar teknik otomotif diperoleh dengan dokumentasi. Untuk menjamin keabsahan data, maka dilakukan uji validitas dan reabilitas pada instrument penelitian. Analisis data dalam penelitian ini di bagi menjadi dua, yaitu analisis deskriptif dan analisis korelasional atau uji hipotesis. Hasil analisis korelasional atau uji hipotesis menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif antara persepsi tentang kemampuan mengajar guru dan motivasi belajar dengan prestasi belajar pada mata pelajaran pengetahuan dasar teknik otomotif. Koefisien korelasi kemampuan mengajar guru 622 dan koefisien korelasi motivasi belajar 254. Dan di ketahui bahwa besarnya hubungan antara persepsi tentang kemampuan mengajar guru dan motivasi (secara simultan) dengan prestasi belajar siswa dihitung dengan koefisien korelasi adalah 758. Saran yang dapat diberikan untuk SMK Negeri 2 Pamekasan berdasarkan penelitian ini adalah diharapkan pihak sekolah lebih berperan aktif dalam peningkatan kemampuan mengajar guru. Bagi guru diharapkan dapat lembih lagi meningkatkan motivasi siswa, sehingga prestasi belajar siswa dapat meningkat. Bagi siswa diharapkan mempunyai hubungan yang baik dengan guru supaya tercipta motivasi belajar sehingga dapat meningkat prestasi belajar disamping itu juga siswa diharapkan bisa menerapkan atau menggunakan ilmu yang didapat dengan baik sebagaimana mestinya. Selanjutnya untuk peneliti lain diharapkan dapat mengembangkan penelitian ini agar lebih bermanfaat kedepannya

    Identifikasi Kekuatan Impact dan Bending pada Aluminium Daur Ulang Velg Mobil

    No full text
    ABSTRAK   Velg mobil merupakan bagian mobil yang berfungsi sangat vital sebagai penumpu ban roda pada kendaraan. Ketika mobil melaju cepat  benturan yang keras dapat saja terjadi akibat roda melintasi lubang di jalan. Akibat benturan yang berulang – ulang ini velg dapat mengalami retak pada bagian tertentu. Jika dibiarkan lama-lama retak ini akan menjalar hingga menyebabkan pecah pada velg. Akibatnya kecelakaan fatal dapat terjadi ketika mobil melaju dengan kencang Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) berapakah kekuatan impactaluminium daur ulang velg mobil untuk penuangan cairan aluminium pada temperatur 600° C, 700° C dan 800° C, (2) Berapakah kekuatan bending aluminium daur ulang velg mobil untuk penuangan cairan aluminium pada temperatur 600° C, 700° C dan 800° C, (3) Adakah pengaruh variasi temperatur Alumunium cair terhadap kekuatan impact untuk daur ulang alumunium velg mobil, (4) Adakah pengaruh variasi temperatur Alumunium cair terhadap kekuatan bending untuk daur ulang alumunium velg mobil. Hasil penelitian menunjukan bahwa daur ulang berpengaruh terhadap ketangguhan impact dan bendingpada aluminium. Nilai rerata impact terbesar dihasilkan oleh pengecoran ketiga yaitu sebesar 0.098J/mm² dan nilai rerata impact terkecil dihasilkan oleh pengecoran pertama yaitu sebesar 0.068J/mm². Sedangkan nilai rerata bending terbesar dihasilkan oleh pengecoran ketiga yaitu sebesar 8.4 mm dengan beban 900 N dan nilai rerata bending terkecil dihasilkan oleh pengecoran pertama yaitu sebesar 8 mm dengan beban 720 N. Proses daur ulang dapat meningkatkan kekuatan impact dan bending

    Pengaruh Variasi Lobe Separation Angle Camshaft Terhadap Daya Pada Sepeda Motor Honda Vario 108cc

    No full text
    Pada saat ini perkembangan teknologi khususnya dibidang otomotif setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan,hal ini ditandai dengan semakin meningkatnyapenjualan kendaraan bermotor dan aksesori pendukungnya. Seiring dengan kemajuan teknologi dibidang otomotif ini, pihak industri mulai mengeluarkan produk-produk baru yang menarik minat para konsumen untuk melakukan modifikasi. Modifikasi yang dilakukan tersebut meliputi modifikasi penampilan kendaraan bermotor dan modifikasi performa mesin. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui daya sepeda motor honda vario 108cc yang menggunakan lobe separation angle camshaft dengan variasi ukuran 102o, 104o, dan 106o; (2) untuk mengetahui pengaruh variasi lobe separation angle camshaft terhadap daya pada sepeda motor honda vario 108cc. Penelitian ini merupakan peneltian eksperimental. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Post Test Only Control Design. Penelitian ini menggunakan variasi Lobe Separation Angle Camshaft yang terdiri dari : camshaft dengan LSA standart (104o) dengan lift 4,5 mm, camshaft dengan LSA diperbesar (106o) dengan lift 4,5 mm , dan camshaft dengan LSA diperkecil (102o) dengan lift 4,7 mm.Pengujian dilakukan pada putaran 2500 rpm sampai 8000 rpm dengan rentan 500 rpm untuk melihat daya mesin Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan bahwa penggunaan camshaft dengan LSA diperkecil (102o) menghasilkan daya maksimum yang lebih besar sedangkan penggunaan camshaft dengan LSA diperbesar (106o) menghasilkan daya maksimum yang semakin menurun. Camshaft dengan LSA standart (104o)menghasilkan daya maksimum sebesar 6,589 HP pada 7500 rpm, dan daya minimum sebesar 3,701 HP pada 2500 rpm. Camshaft dengan LSA diperbesar (106o) menghasilkan daya maksimum sebesar 5,270 HP pada 7000 rpm, dan daya minimum sebesar 2,710 HP pada 2500 rpm. Camshaft dengan LSA diperkecil (102o) menghasilkan daya maksimum sebesar 6,726 pada 7500 rpm, dan daya minimum sebesar 3,330 pada 2500 rpm. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai referensi bagi mahasiswa atau pihak lain yang akan melakukan penelitian lebih dalam mengenai penggunaan variasi camshaft pada sepeda motor. Untuk peneliti selanjutnyavariabel dalam penelitian ini hanya meneliti pengaruh terhadap daya selanjutnya dapat diteliti terhadap konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang yang dihasilkan dari penggunaan variasi camshaft. Sebagai pertimbangan agar menggunakan camshaft dengan LSA dipersempit untuk meningkatkan daya pada sepeda motor.  

    MODEL KERJA SAMA SMK DENGAN INDUSTRI DALAM PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI (STUDI KASUS DI SMK NEGERI 3 BOYOLANGU KABUPATEN TULUNGAGUNG)

    No full text
    ABSTRAK   Wibowo, Aris Tri. 2016. Model Kerja Sama SMK dengan Industri dalam Pelaksanaan Praktik Kerja Industri Studi Kasus di SMK Negeri 3 Boyolangu Kabupaten Tulungagung. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Solichin, S.T., M.Kes. (2) Dr. Yoto, S.T., M.Pd., M.M. Kata Kunci: kerja sama, industri, parktik kerja industri Kerja sama SMK dengan industri harus memiliki hubungan yang baik untuk memperoleh kegiatan yang bermanfaat. Kerja sama yang dilakukan bertujuan agar industri dan SMK saling membantu dalam berbagai hal yang dibutuhkan antara industri dan SMK yang meliputi: pengembangan kurikulum/pemetaan, rekrutmen tenaga kerja, bantuan sarana dan prasarana atau dana pendidikan, dan uji kompetensi siswa/guru.Praktik kerja industri adalah proses kegiatan pembelajaranyang dilakukan diluar sekolah yang pelaksanaannya dilakukan di industri yang sudah ditentukan oleh sekolah sebagai lembaga dan pelatihan  untuk melatih siswa dalam dunia kerja.Praktik kerja industri merupakan strategi dimana setiap siswa mengalami proses belajar melalui bekerja langsung (learning by doing) pada pekerjaan sesungguhnya dan untuk memudahkan siswa mengenai keterampilan keahlian sesuai bidang yang dipilih.Pelaksanaan praktik kerja industri dilaksanakan sesuai dengan penyusunan program yang sudah direncanakan oleh SMK dan industri yang meliputi: kurikulum yang berlaku, waktu penyelenggaraan Prakerin, daya tampung dunia usaha/industri, jenis kegiatan yang akan dilaksanakan siswa, pembimbingan,  pembiayaan, sertifikasi, dan lain-lain. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu penelitian yang bertujuan untuk menjabarkan hasil dari observasi, wawancara, dan dokumentasi serta memberikan gambaran umum melalui pemaparkan data yang diperoleh berdasarkan hasil temuan yang didapat selama penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 3 Boyolangu Kabupaten Tulungagung. Prosesdur pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi serta hasil triangulasi data. Dari hasil mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi serta hasil triangulasi dapat digambarkan bahwa model kerja sama SMK dengan industri dalam pelaksanaan praktik kerja industri. Hasil penelitian diketahui: (1)pelaksanaan Prakerin SMK Negeri 3 Boyolangu dimulai dengan melihat website industri di internet untuk melihat profil perusahaan, selanjutnya sekolah mengunjungi industri sambil membawa proposal, permohonan dan MOU, selanjutnyasekolah menunjuk guru produktif sebai pembimbing siswa Prakerin; penyiapan sarana dan prasarana disiapkan oleh Waka Sarpras sebagai penunjang kegitan belajar siswa di bengkel, pelaksanaan kerja sama Prakerin antara SMK dengan industri selama 3 tahun sesuai dengan ketetapan dari SMK Negeri 3 Boyolangu yang berlangsung mulai bulan Juni 2016 s/d  April 2017 dengan pelaksanaan Prakerin 4 bulan setiap tahun yang terbagi menjadi 3 periode dengan waktu pelaksanaan Prakerin tidak dapat diubah karena sudah sesuai dengan kurikulum yang sudah dibuat oleh sekolah; (2)penempatan siswa Prakerin SMK Negeri 3 Boyolangu dilaksanakan dengan cara mencari nama-nama industri yang ada di website internet, kemudian pelaksanaan Prakerin dilaksanakan selama 4 bulan dengan menempatkan 3-4 siswa di industri, siswa bebas memilih industri sesuai keinginan sebelum penempatan Prakerin, adapun kendala dalam penempatan lokasi Prakerin yaitu lokasi yang jauh dan plosok yang mengakibatkan siswa sulit jauh dari orang tua dan ingin Prakerin di area Kabupaten Tulungagung; (3)pembimbingan Prakerin SMK Negeri 3 Boyolangu dilakukan oleh guru produktif, Guru pembimbing mempunyai peran untuk mengantarkan siswa ke industri, monitoring dan penjemputan,monitoring dilaksanakan setiap satu bulan sekali selama siswa Prakerin; (4) sistem penilaian Prakerin SMK Negeri 3 Boyolangu dilakukan oleh pihak industri, nilai yang diberikan industri akan dicantum kesertifikat dengan format yang diberikan oleh sekolah, penilaian yang diberikan oleh industri yaitu nilai teknis dan non teknis. Saranyang diberikan dalam skripsi ini yaitu: (1) guru pembimbing harus mempunyai peran sebagai motivator dan memberikan masukan ke siswa dalam melaksanakan kegiatan pembimbingan, selain itu guru pembimbing harus meningkatkan koordinasi dengan pimpinan industri untuk menjembatani kegiatan siswa Prakerin, guru pembimbing harus selalu berkomunikasi dengan instrukrur industri sebagai bentuk upaya mengawasi kegiatan praktik di industri (2) dalam memilih industri siswa harus berkonsultasi dengan Pokja Prakerin mengenai industri yang akan dipilih sebagai rujukan tempat Prakerin yang bertujuan agar siswa bisa mengembangkan keterampilannya di industri yang  menjadi pilihannya; (3) industri sebagai tempat Prakerin harus menyiapkan sarana dan prasarana yang ada di bengkel, kondisi bengkel yang memadai akan meningkatkan motivasi kerja siswa selama Prakerin, industri juga harus mendukung kegiatan siswa selama Prakerin dengan menerapkan peraturan-peraturan yang sudah dibuat untuk ditaati dan dipatuhi oleh siswa, penilaian yang dilakukan instruktur sebaiknya lebih objektif dan jeli untuk memantau kegitan siswa, sehingga nilai yang didapatkan siswa bisa akurat dan tidak asal-asalan sesuai dengan kemampuan yang diperoleh siswa selama Prakerin; (4) penelitian ini tentunya masih ada beberapa kekurangan yang perlu ditambahkan oleh peneliti selanjutnya untuk dikembangkan secara stuktural dengan kerja sama SMK dengan industri dalam pelaksanaan praktik kerja industri sebagai implementasi dari penyiapan siswa untuk siap menghadapi tantangan di dunia pekerjaan; (5) pentingnya penambahan mitra kerja sama SMK dengan industri untuk menambah industri pasangan sebagai tempat untuk Prakerin, tempat Prakerin yang disiapkan oleh sekolah harus sesuai dengan jumlah siswa yang akan melaksanakan Prakerin, sekolah memilih guru produktif untuk yang menjadi guru pembimbing dengan pertimbangan guru produktif sudah paham tentang Prakerin dan bisa memecahkan masalah yang terjadi pada saat pelaksanaan Prakerin.

    0

    full texts

    1,608

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇