SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    1608 research outputs found

    Studi Pengelolaan Kelas Honda pada Program Keahlian Teknik Sepeda Motor di SMK Negeri 9 Malang.

    No full text
    ABSTRAK   Slamet, Muhamad Aji. 2017. Studi Pengelolaan Kelas Honda pada Program Keahlian Teknik Sepeda Motor di SMK Negeri 9 Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Yoto, S.T., M.Pd., M.M. (2) Dr. Widiyanti, M.Pd.   Kata Kunci: pengelolaan, kelas Honda, Teknik Sepeda Motor, SMK Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pada dasarnya diselenggarakan untuk mempersiapkan tenaga kerja terampil tingkat menengah sesuai dengan kebutuhan untuk mendukung pembangunan sebagai sektor perekonomian Indonesia, dalam upaya mewujudkan hal tersebut salah satu langkah yang dapat dilakukan oleh satuan pendidikan kejuruan adalah program kerjasama. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005, dalam Standar Pengelolahan Oleh Satuan Pendidikan Pasal 49 ayat 1 menyatakan pengelolaan satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah menerapkan menajemen berbasis sekolah yang ditujukan dengan kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan, dan akuntabilitas. Program kerjasama kelas Honda merupakan prinsip link and match, link and match adalah kebijakan Depdiknas pada tahun 1993, konsep link and match berorientasi pada kebutuhan pasar (demand driven) terkait antara SMK, siswa, orang tua, dan dunia kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelolaan kerjasama antara SMK Negeri 9 Malang pada bidang keahlian Teknik Sepeda Motor (TSM) dengan PT. Mitra Punasthika Mulia (MPM) dalam progam keahlian kelas Honda yang meliputi: (1) persiapan  kerjasama pada program keahlian kelas Honda di SMK Negeri 9 Malang, (2) penyusunan dan model kurikulum dalam program keahlian kelas Honda di SMK Negeri 9 Malang, (3) persyaratan guru pada program keahlian kelas Honda di SMK Negeri 9 Malang, (4) sistem pembelajaran pada program keahlian kelas Honda di SMK Negeri 9 Malang, (5) Praktik Kerja Industri (Prakerin) pada program keahlian kelas Honda di SMK Negeri 9 Malang, (6) Uji Kompetensi Kejuruan (UKK) pada program keahlian kelas Honda di SMK Negeri 9 Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sumber data diperoleh kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, wakil kepala sekolah hubungan masyarakat, wakil kepala sekolah bidang sarana dan prasarana, kepala program keahlian otomotif, kepala bengkel otomotif, guru produktif kelas Honda, siswa kelas Honda. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara bebas dan mendalam, dokumentasi, dan observasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa pengelolaan kerjasama antara SMK Negeri 9 Malang pada bidang keahlian Teknik Sepeda Motor (TSM) dengan PT. Mitra Punasthika Mulia (MPM) dalam progam keahlian kelas Honda, berjalan secara efektif dalam menghadirkan suatu pendidikan yang terintegrasi dengan kebutuhan industri. Peran kerjasama kelas Honda sangat baik dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMK Negeri 9 Malang, hal tersebut tercermin pada sinkronisisi kurikulum dengan, pengadaan sarana dan prasarana, pelatihan guru, penempatan praktik kerja industri, pelaksanaan uji kompetensi kejuruan, dan penyerapan tamatan kerja. Kepada guru disarankan agar lebih memanfaatkan sarana prasarana yang sudah tersedia dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pada kelas Honda, serta diharap bagi guru untuk lebih memperhatikan kedisiplinan, kerapian dan kesopanan peserta didik. Kepada PT. Mitra Punasthika Mulia selaku mitra kerjasama kelas Honda disarankan untuk lebih koperatif serta meningkatkan kerjasama dalam bentuk program peduli pendidikan lainya

    PENGARUH PENGGUNAAN CDI LIMITER DAN NON LIMITER TERHADAP TORSI DAN EMISI GAS BUANG SEPEDA MOTOR SATRIA FU 150 BUILD UP THAILAND

    No full text
    ABSTRAK Rahmatulloh, Rangga Maulana. 2017. Pengaruh Penggunaan CDI limiter dan non limiter  terhadap Torsi dan Emisi Gas Buang Sepeda Motor Satria Fu 150 Build Up Thailand. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Widiyanti, M.Pd., (II) Drs. Ir. Solichin, S.T., M.Kes. Kata Kunci : CDI limiter, CDI non limiter, torsi, emisi gas buangSistem pengapian merupakan sistem yang sangat penting untuk memaksimalkan performa mesin pada sepeda motor yang berfungsi untuk mengatur proses pembakaran campuran bahan bakar dan udara di dalam silinder sesuai waktu yang telah ditentukan. Pada sepeda motor bawaan pabrik atau standar yang di produksi pada saat ini masih kebanyakan mempergunakan CDI limiter. CDI limiter adalah CDI yang memiliki batasan dalam memercikan bunga api ke dalam ruang bakar. CDI non limiter adalah CDI yang yang kerjanya tanpa ada batasan pengapian dan mampu menghasilkan unjuk kerja mesin sampai RPM berapapun tergantung seberapa kuat mesin berputar. CDI non limiter sebagai komponen yang bertugas untuk mengatur waktu pengapian dalam ruang bakar mesin diharapkan mampu meningkatkan torsi dan memperkecil keluarnya kadar pada emisi gas buang.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan CDI limiter dan non limiter terhadap Torsi dan Emisi Gas Buang pada Sepeda Motor Satria Fu Build Up Thailand, dan diperoleh alternatif yang mempengaruhi torsi dan emisi gas buang. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan dua variabel penelitian. Teknik analisis yang digunakan adalah statistik parametrik dengan metode paired sample t test dengan program SPSS 20 for windows.Berdasarkan hasil penelitian penggunaan CDI non limiter dapat memberikan efek positif dibandingkan CDI limiter terhadap torsi dan emisi gas buang sepeda motor Satria Fu 150 Build Up Thailand. Hasil penelitian menunjukkan bahwa torsi mesin, emisi gas buang CO, dan emisi gas Buang HC pada Satria Fu 150 Build Up Thailand yang menggunakan CDI non limiter pada putaran 3000 rpm sampai 8000 rpm lebih baik. Torsi mesin yang menggunakan CDI non limiter pada putaran 3000 rpm sebesar 11,044 Nm sedangkan  pada putaran 8000 rpm sebesar 11,298 Nm. Untuk emisi gas buang CO menunjukkan bahwa menggunakan CDI non limiter pada putaran 3000 rpm  sebesar 1,868 % sedangkan  pada putaran 8000 rpm sebesar 0,394 %. Untuk emisi gas buang HC menunjukkan bahwa menggunakan CDI non limiter pada putaran 3000 rpm  sebesar 130,4 ppm sedangkan  pada putaran 8000 rpm sebesar 55,4 ppm

    Pengembangan Media Pembelajaran Video Tutorial Overhoule Engine EFI K3-VE pada Paket Keahlian Teknik Kendaraan Ringan di SMK Negeri 11 Malang

    No full text
    ABSTRAK Fadeli, Mohammad Miftahul. 2017. Pengembangan Media Pembelajaran Video Tutorial Overhoule Engine EFI K3-VE pada Paket Keahlian Teknik Kendaraan Ringan di SMK Negeri 11 Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Ir. Eko Edi Poerwanto, S.E., M.Pd., M.M., (II) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd. Kata Kunci:   pengembangan media, video tutorial, overhoule engine EFI K3-VEPenelitian ini bertujuan untuk: (1) membuat media pembelajaran Video Tutorial Overhoule Engine EFI K3-VE; (2) mengetahui kelayakan Video Tutorial Overhoule Engine EFI K3-VE; dan (3) mengetahui perbedaan hasil belajar menggunakan Video Tutorial Overhoule Engine EFI K3-VE dengan tidak menggunakan Video Tutorial Overhoule Engine EFI K3-VE. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model prosedural. Tahapan pengembangan yang digunakan meliputi (1) identifikasi masalah; (2) pengumpulan data; (3) desain produk; (4) validasi desain;  (5) revisi desain; (6) uji coba produk; (7) revisi Produk; (8) uji coba pemakaian; (9) revisi produk; dan (10) produksi masal.Validasi produk meliputi validasi dari sudut media, validasi dari sudut materi, validasi menurut penilaian guru, dan validasi menurut penilaian siswa (uji produk skala kecil). Uji coba pemakaian (skala besar) dilakukan pada dua kelas. Kelas XII TKR 1 sebagai kelas eksperimen diberi media video tutorial Overhoule Engine EFI K3-VE dan kelas XII TKR 2 sebagai kelas kontrol tanpa diberi media video tutorial Overhoule Engine EFI K3-VE. Analisis uji coba pemakaian menggunakan SPSS dengan uji T-Test (Independent Samples T-Test). Hasil penelitian berupa (1) validasi ahli media: 93.33%; (2) validasi ahli materi 87.91%; (3) validasi menurut penilaian guru 97.5%; (4) uji coba produk (skala kecil) menurut penilaian siswa: 99.46%. Analisis uji coba pemakaian didapatkan nilai Sig. adalah .033. (Nilai Sig. < .05. Berarti Ho di tolak. Jadi ada perbedaan signifikan rata-rata pada penggunaan Media Video Tutorial Overhoule Engine EFI K3-VE). Dengan demikian disimpulkan bahwa produk Video Tutorial Overhoule Engine EFI K3-VE dikatakan layak dan dapat digunakan sebagai media pembelajaran pada mata pelajaran pemeliharaan engine di SMK Negeri 11 Malang

    Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learningn untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Kewirausahaan di SMK ISLAMIC QON Gresik

    No full text
    ABSTRAK Tamam, Mohammad Badrut. 2016. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learningn untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Kewirausahaan di SMK ISLAMIC QON Gresik. Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. H. Agung Winarno, M. M., (2) Handri Dian Wahyudi, S.Pd., S.E., M.Sc. Kata kunci: Model pembelajaran Problem Based Learning, hasil Belajar.   Berdasarkan hasil wawancara kepada guru mata pelajaran Kewirausahaan yaitu Bapak Apri Sugian Hadi S.Pd pada tanggal 17 November 2016, diketahui bahwa guru SMK ISLAMIC QON GRESIK belum sepenuhnya menggunakan model pembelajaran. Di dukung dengan observasi yang dilakukan di SMK ISLAMIC QON GRESIK ketika peneliti melakukan observasi dapat diketahui bahwa proses pembelajaran di kelas masih berpusat pada guru (teacher oriented) sehingga guru kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang secara mandiri. Dari masalah diatas, maka perlu adanya suatu model pembelajaran yang lebih efektif dan tepat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran agar aktivitas dan hasil belajar siswa dapat meningkat. Salah satu cara yang dapat digunakan oleh guru untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif dalam pembelajaran adalah pembelajaran kooperatif yaitu model pembelajaran Problem Based Learning. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mendiskripsikan penerapan model Problem Based Learning, meningkatkan hasil belajar.Penelitian tindakan ini dilakukan dalam dua siklus dan subjek penelitian Kelas X Akuntansi yang jumlah seluruhnya 46 siswa. Penelitian ini menggunakan penilitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan materi pokok tentang mengaktualisasikan sikap dan prilaku usaha. Setiap siklus meliputi 4 tahap: (i) perencanaan (ii) pelaksanaan tindakan (iii) 0bservasi (iv) refleksi. Data penelitian dikumpulkan melalui tes, dokumentasi, dan observasi. Berdasarkan hasil penelitiandan pembahasan yang telah diuraikan, dapat disimpulkan bahwa: 1. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning  untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Kewirausahaan di SMK ISLAMIC QON GRESIK berjalan dengan kondusif, serta membuat siswa antusias. Terdapat 6 tahapan dalam penerapan model pembelajaran Problem Based Learning, diantaranya: (1) Menyiapkan kartu jawaban dan kartu soal sesuai konsep, (2) Membagikan kartu kepada siswa, (3) Siswa mencari pasangan, (4) Siswa maju ke depan bersama pasangannya, (5) Memberi poin, (6) Membuat kesimpulan. 2. Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar dari siklus I ke siklus II pada mata pelajaran Kewirausahaan pemasaran kelas X pemasaran di SMK ISLAMIC QON GRESIK, dari data observasi pada tindakan aktivitas belajar melalui observasi mengalami peningkatan pada aktivitas dan hasil belajar. 3. Ada beberapa faktor yang menghambat dalam penerapan model pembelajaran Problem Based Learning pada Kewirausahaan di SMK ISLAMIC QON GRESIK yaitu siswa walaupun pada proses pembelajaran sangat kondusif namun ada beberapa siswa yang sibuk berbicara sendiri dengan teman sebangku. Saran yang dapat disampaikan peneliti yaitu yaitu siswa walaupun pada proses pembelajaran sangat kondusif namun ada beberapa siswa yang sibuk berbicara sendiri dengan teman sebangku

    Pengembangan Media Pembelajaran Video Tutorial Overhoule Engine EFI K3 - VE pada Paket Keahlian Teknik Kendaraan Ringan d i SMK Negeri 11 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Fadeli, Mohammad Miftahul. 2017. Pengembangan Media Pembelajaran Video Tutorial Overhoule Engine EFIK3-VE pada Paket Keahlian Teknik Kendaraan Ringan di SMK Negeri 11 Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Ir. Eko Edi Poerwanto, S.E.,M.Pd., M.M., (II) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd.   Kata Kunci:   pengembangan media, video tutorial, overhoule engine EFI K3-VE Penelitianini bertujuan untuk: (1)membuat media pembelajaranVideo Tutorial Overhoule EngineEFI K3-VE; (2) mengetahui kelayakan Video Tutorial Overhoule Engine EFIK3-VE; dan (3) mengetahui perbedaan hasil belajar menggunakan Video Tutorial Overhoule EngineEFIK3-VE dengan tidak menggunakan Video Tutorial Overhoule Engine EFI K3-VE. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model prosedural. Tahapan pengembangan yang digunakan meliputi (1) identifikasi masalah; (2) pengumpulan data; (3) desain produk; (4) validasi desain;  (5) revisidesain; (6) uji coba produk; (7) revisiProduk; (8) uji cob apemakaian; (9) revisi produk; dan(10) produksi masal. Validasi produk meliputi validasi dari sudut media, validasi dari sudut materi, validasi menurut penilaian guru, dan validasi menurut penilaian siswa (uji produk skala kecil). Uji coba pemakaian (skala besar) dilakukan pada dua kelas. Kelas XII TKR 1 sebagai kelas eksperimen diberi media video tutorial Overhoule Engine EFI K3-VE dan kelas XII TKR 2 sebagai kelas kontro ltanpa diberi media video tutorial Overhoule EngineEFI K3-VE. Analisis uji coba pemakaian menggunakan SPSS dengan uji T-Test (Independent Samples T-Test). Hasil penelitian berupa (1) validasi ahli media: 93.33%; (2) validasi ahli materi 87.91%;(3) validasi menurut penilaian guru 97.5%; (4) uji coba produk (skala kecil) menurut penilaiansiswa :99.46%.  Analisis uji coba pemakaian didapatkan nilai Sig. adalah .033. (Nilai Sig. < .05. Berarti Ho di tolak. Jadi ada perbedaan signifikan rata-rata pada penggunaan Media Video Tutorial Overhoule Engine EFI K3-VE). Dengan demikian disimpulkan bahwa produk Video Tutorial Overhoule Engine EFIK3-VE dikatakan layak dan dapat digunakan sebagai media pembelajaran pada mata pelajaran pemeliharaan engine di SMK Negeri 11 Malang

    PENGARUH VARIASI ARUS TERHADAP TEGANGAN TARIK PADA PIPA SCHEDULE 40 YANG DILAS DENGAN GMAW DIDAHULUI PREHEATING

    No full text
    Besar arus yang digunakan saat pengelasan akan mempengaruhi jumlah masukan panas, penetrasi las, maupun tegangan pada saat proses pengelasan. Ketidaksesuaian masukan panas yang diberikan saat mengelas akan menyebabkan cacat, dan juga mempengaruhi pada kecepatan pendinginan logam lasan, Proses preheat banyak dilakukan pada baja karbon rendahyang dilas menggunakan las GMAW untuk mengurangi distorsi akibat pengelasan dan meningkatkan penyatuan logam induk dengan logam las. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh variasi arus terhadap tegangan tarik pada pipa schedule 40 yang dilas dengan GMAW didahului preheating. Metode dalam&nbsp; penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif/eksperimental dengan variabel bebasnya adalah variasi arus 70A, 85 A, 100 A yang dipreheating 550ᴼC dan tanpa preheating. Variabel terikatnya adalah kekuatan tarik.Variabel kontrolnyaadalah bahan pipa schedule 40, elektroda ER70S,posisi pengelasan bawah tangan (1G), kampuh V 60&deg;, las GMAW,gas pelindung CO2dan media pendingin menggunakan udara. Pengujian bahan meliputi pengujian kekuatan tarik. Spesimen pengujian menggunakan standar JIS Z 2201 dan teknik analisis data mengunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan nilai tegangan tarikultimatepipa schedule 40yang mengalami prheating 550ᴼC pada arus 70 A : 449,13 MPa, pipa schedule 40yang mengalami prheating 550ᴼC pada arus 85 A : 436,82 MPa, pipa schedule 40yang mengalami prheating 550ᴼC pada arus 100 A : 436,82 MPa, dan nilai tegangan tarik ultimate pipa schedule 40 tanpa preheatingpada arus 70 A : 486,46 MPa, arus 85 A : 449,74 MPa, arus 100 A : 473,54 MPa. Nilai tegangan tarikultimatepipa schedule 40 &nbsp;mengalami penurunan setelah mengalami proses preheat dan proses pengelasan. Semakin tinggi arus yang dipreheat semakin berkurang nilai tegangan tarik ultimate. Dari hasil pengujian tarik titik yang putus adalah di daerah baja karbon, diluar Weld Metal, ini menunjukkan bahwa daerah&nbsp; HAZ lebih kuat dibanding base metal pipa sch 40. Maka pengelasan untuk variasi arus yang didahului preheating dan variasi arus tanpa preheating pada penelitian ini bisa dikatakan masih dalamkeamanan pemakaian untuk pengelasan GMAW

    Perbedaan Penetrasi Las SMAW Dan Kekuatan Tarik Antara Hasil Pengelasan Horizontal Dan Vertikal.

    No full text
    ABSTRAK  Posisi pengelasan horizontal (2G) dan vertikal (3G) memungkinkan hasil yang berbeda ditunjang dari kekuatan tarik dan kedalaman pentrasi las. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh posisi pengelasan 2G dan 3G terhadap kekuatan tarik dan kedalaman penetrasi hasil lasan. Penelitian ini menggunakan teknik analisi deskriptif dengan rata-rata dan visualisasi tabel digabung dengan mengkombinasikan hasil eksperimental. Hail penelitian ini adalah; (1) ada kecenderungan perbedaan kedalaman penetrasi las antara posisi pengelasan 2G dan 3G, dimana kedalaman penetrasi 3G lebih besar dibandingkan dengan 2G, (2) ada kecenderungan perbedaan kekuatan tarik antara posisi pengelasan 2G dan 3G, dimana kekuatan tarik pengelasan dengan posisi 3G lebih besar dibandingankan dengan 2G

    pengembangan modul pembelajaran berbasis kompetensi pratek bengkel teknik sepeda motor kelas XI SMK Al-Khozini

    No full text
    ABSTRAK     Ma'arif, Alvien. 2017. Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Praktek Bengkel Teknik Sepeda Motor Kelas XI SMK Al Khozini. Skripsi, Jurusan Teknik Otomotif Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd. (2) Drs. Paryono, S.T.M.T. Kata Kunci: pengembangan bahan ajar, teknik sepeda motor Pendidikan SMK bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa untuk mengembangkan potensi diri, sejalan dengan berkembangnya dunia otomotif khususnya pada teknik sepeda motor, siswa di tuntut secara aktif mengembangkan teknologi yang ada pada bidang otomotif, serta menyiapkan mental siswa untuk memasuki lapangan kerja dan mengembangkan sikap professional. Banyak kesulitan yang dialami siswa dalam pembelajarannya. Untuk mengatasi masalah tersebut, perlu dilakukan suatu upaya pendekatan pembelajaran yang dapat di gunakan untuk membuat proses pembelajaran lebih aktif. Pemakaian bahan ajar dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi, dan rangsangan kegiatan belajar. Produk bahan ajar ini adalah berupa Modul yang di kembangkan dan di uji coba di SMK AL Khozini pada standar kompetensi praktikum teknik sepeda motor. Tujuan penelitian ini adalah: menghasilkan produk berupa modul pembelajaran teknik sepeda motor sebagai sarana pembelajaran mata pelajaran teknik sepeda motor terhadap siswa SMK Al-khozini. Tahapan penelitian adalah observasi awal, mendesign, mengembangkan, memvalidasi desain. Pengumpulan data yang digunakan dalam pengembangan ini berupa angket kuisioner yang disebarkan kepada dua ahli media, uji coba kelompok kecil sebanyak 5 siswa dan uji coba kelompok besar sebanyak 30 siswa. Penyajian data dalam penelitian ini terdiri dari 2 macam, yaitu penyajian data hasil validasi ahli dan penyajian data hasil uji coba modul tahap pertama dan tahap kedua. Penyajian data hasil validasi ahli diperoleh dari lembar validasi. Sedangkan penyajian data hasil uji coba modul tahap pertama dan tahap kedua diperoleh dari hasil tes evaluasi siswa dan angket

    Pelaksanaan Pembelajaran Seni Budaya Sub Pokok Mata Pelajaran Seni Rupa Sekolah Paket B Tunas Bangsa di Kabupaten Trenggalek.

    No full text
    Sekolah paket B Tunas Bangsa yang berada di Kabupaten Trenggalek merupakan sekolah yang telah diselenggarakan oleh pemerintah daerah Trenggalek untuk mengatasi permasalahan wajib lulus pendidikan dasar setara dengan SMP. Siswa di sekolah Paket B memiliki karakteristik tersendiri dari siswa lainya yang berada di SMP, hal tersebut disebabkan latar belakang peserta didik adalah siswa putus lanjut, dengan berbagai persoalan ekonomi sosial dan budaya. Untuk itu peneliti berupaya meneliti dengan teknik observasi dan wawancara dengan narasumber untuk mengetahui: (1) bagaimana perencanaan pembelajaran Seni Budaya sub pokok mata pelajaran seni rupa Sekolah Paket B Tunas Bangsa di Kabupaten Trenggalek, (2) bagaimana pelaksanaan pembelajaran Seni Budaya sub pokok mata pelajaran seni rupa Sekolah Paket B Tunas Bangsa di Kabupaten Trenggalek, dan (3) bagaimana evaluasi pembelajaran Seni Budaya sub pokok mata pelajaran seni rupa Sekolah Paket B Tunas Bangsa di Kabupaten Trenggalek. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal, yang mencakup perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran Seni Budaya sub pokok mata pelajaran seni rupa Sekolah  Paket B Tunas Bangsa di Kabupaten Trenggalek. Jenis penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Sumber data dari guru Seni Budaya sub pokok mata pelajaran seni rupa, dengan menggunakan Kurikulum Satuan Pendidikan (KTSP). Dokumen terkait berupa RPP, silabus, dan siswa. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan triangulasi data. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi, paparan data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh kesimpulan bahwa perencanaan kegiatan pembelajaran Seni Budaya di Sekolah Paket B Tunas Bangsa di Kabupaten Trenggalek berjalan dengan baik dengan menyusun RPP dan silabus sesuai dengan kurikulum. Pelaksanaan pembelajaran Seni Budaya sub pokok mata pelajaran seni rupa Sekolah Paket B Tunas Bangsa di Kabupaten Trenggalek berjalan secara efektif dan efisien dari kegiatan awal hingga akhir pembelajaran. Evaluasi Pembelajaran Seni Budaya sub pokok mata pelajaran seni rupa sekola paket B Tunas Bangsa di Kabupaten Trenggalek sudah berjalan sesuai dengan kurikulum KTSP dengan sistem penilaian yang digunakan adalah tes dan nontes sebagai pertimbangan nilai akhir siswa.

    PENGEMBANGAN JOB SHEET DAN WORK SHEET MEMELIHARA ENGINE MANAGEMENT SYSTEM PAKET KEAHLIAN TEKNIK KENDARAAN RINGAN KELAS XI SMK NEGERI 10 MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Molle, Tosan Danu. 2016. Pengembangan Job Sheet dan Work Sheet Memelihara Engine Management System PaketKeahlianTeknikKendaraanRinganKelas XI SMK Negeri 10 Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Mardji, M.Kes., (II) Drs. H. AgusSholah, M.Pd.   Kata Kunci: pengembangan, job sheet, work sheet, engine management system Penggunaan media pembelajaranseperti job sheet dan work sheetpada era globalisasi informasi ini kurang banyak diminati karena pembelajaran di sekolah menengah kejuruan sudah banyak menggunakan media pembelajaran berbasis online. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan pengembangan komponen job sheet dan work sheetmeliputi: (1) tujuan umum pembelajaran, (2) Kejelasan isi/materi, (3) kejelasan instruksi umum, (4) kesesuaian perlengkapan alat dan bahan, (5) kesesuaian tindak pencegahan atau K3, (6) Ketepatan langkah-langkah kerja, (7) Kejelasan gambar kerja, termasuk tingkat kemenarikan gambar/ ilustrasi text (8) kesesuaian pertanyaan awal dan pertanyaan akhir, (9) ketepatan petunjuk, dan(10) kejelasan/ketepatan penggunaan bahasa. Penelitian pengembangan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menguji hipotesis (H0), yaitu tidak ada perbedaan yang signifikan antara kualitas job sheet dan work sheet pra pengembangan dengan job sheet dan work sheetpasca pengembangan serta hipotesis kerja yang berbunyi job sheet dan work sheet pasca pengembangan lebih baik daripadajob sheet dan work sheet pra pengembangan dan nilai siswa pasca pengembangan job sheet dan work sheet lebih baik daripada nilai siswa pra pengembangan job sheet dan work sheet. Model penelitian pengembangan ini diadaptasi dan diadopsi dari model 5 langkah Borg dan Gall. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa kuesioner. Pengumpulan data di lakukan dengan menggunakan teknik kuesioner dan observasi. Kuesioner diisi oleh sampel penelitian sebanyak 28 siswa. Pengambilan sampel menggunakan formula Krejcie dan Morgan. Data yang diperoleh berupa data hasil penilaian siswa terhadap job sheet dan work sheet pra pengembangan, data hasil penilaian siswa terhadap job sheet dan work sheetpasca pengembangan, dan data hasil penilaian ahli sumber belajar. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh dua simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, ada perbedaan yang signifikan antara nilaijob sheet dan work sheet pra pengembangan (60.07)dengan nilai job sheet dan work sheet pasca pengembangan(86.25). Nilai t=-13.029 dengan taraf signifikansi .000. Dengan demikian H0 ditolak. Hal ini berarti pengembangan job sheet dan work sheet efektif. Kedua, terbukti nilai rata-rata siswakelompok pasca pengembangan job sheet dan work sheet (82.79) lebih baik daripada nilai rata-rata siswa kelompok pra pengembangan (63.93). Nilai t=-10.364 dengan signifikansi .000. Perbedaan rata-rata nilai siswakelompok pra dan pasca pengembangan signifikan.

    0

    full texts

    1,608

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇