SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    1608 research outputs found

    PENGARUH PREHEAT DAN KUAT ARUS TERHADAP KETANGGUHAN IMPACT BAJA SS400 DENGAN PENGELASAN TUNGSTEN INERT GAS (TIG)

    No full text
    ABSTRAK  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh Preheat dan kuat arus terhadap ketangguhan impact baja SS 400 dengan pengelasan Tungsten Inert Gas dengan menggunakan kampuh V terbuka. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah rancangan penelitian eksperimental. Jenis pendekatan dan rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian kuantitatif dan rancangan penelitian faktorial 3x3 yaitu tiga variasi preheat dan tiga variasi kuat arus. Penelitian ini menggunakan baja SS400 sebagai objek penelitian dan lembar observasi yang berisi data angka uji ketangguhan impact baja SS400 dengan pengelasan TIG dan WPS (Welding Procedure Specification) sebagai instrument penelitian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Variasi preheating pada pengelasan TIG (Tungsten Inert Gas) material baja SS400 memberikan pengaruh terhadap ketangguhan impact baja hasil pengelasan: Preheating sebesar 2000C memberikan angka ketangguhan impact tertinggi pada setiap daerah pengelasan yaitu sebesar 0.2461 kgm, Kuat arus 125 A memberikan nilai ketangguhan impact tertinggi yaitu sebesar 0.2461 Kgm, Pengaturan variasi preheating dan kuat arus memberikan angka ketangguhan impact tertinggi pada setiap hasil pengelasan dengan varisi sebesar 2000C/120 A. dari beberapa variasi yang ada yaitu (500C, 1500C, 2000C dan 70 A, 95 A, dan 120 A). Hasil terbaik penilitian ini menggunakan preheating dan kuat arus sebesar 200oC dan 150A

    KOMPARASI GASOLINE FUEL ADDITIVE MEREK NORIVALdragrace PADA BAHAN BAKAR RON 88, RON 90, RON 92, RON 98, UNTUK MENEKAN EMISI GAS BUANG SEPEDA MOTOR VARIO 125 ESP

    No full text
    ABSTRAK Sugiyono, Moh. 2017. Komparasi Gasoline Fuel Additive Merek Norival Dragrace Pada Bahan Bakar RON 88, RON 90,  RON 92, RON 98, Untuk  Menekan Emisi Gas Buang Sepeda Motor Vario 125 ESP. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hj. Widiyanti M.Pd.,(2) Drs. Ir. Eko Edi Poerwanto S.E., M.Pd., M.M., Kata Kunci: Additive , Bahan Bakar, Norival, RON 88, RON 90, RON 92, RON 98, CO, dan HC.Bertambahnya jumlah kendaran pasti akan menambah kemacetan dan emisi dalam jumlah besar.Dengan adanya macet maka bahan bakar yang disemprotkan ke mesin menjadi lebih banyak. Karakteristik kendaraan bermotor sangat berpengaruh pada jumlah emisi yang dihasilkan.Kadar emisi gas buang kendaraan adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan karena Polusi udara di beberapa kota besar di Indonesia telah sangat memprihatinkan. Untuk mengurangi polusi emisi gas buang tersebut dibutuhkan perlakuan khusus, salah satunya dengan menambahkan bahan additive sebagai campuran bahan bakar untuk mengurangi emisi gas buang. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Penelitian ini dilakukan pengambilan data kadar emisi gas buang CO dan HC dengan bahan bakar RON 88, RON 90, RON 92, dan RON 98 pada sepeda motor tanpa campuran additive norival dan dengan campuran additive norival.Pengambilan data ini dilakukan dengan alat gas analyzer, untuk mengetahui kadar emisi gas buang CO dan HC. Sebagai medianya, penelitian ini menggunakan sepeda motor Honda Vario 125 CC tahun perakitan 2016. Metode yang digunakan adalah dengan membandingkan jumlah emisi gas buang antara campuran norival dan tanpa norival pada emisi gas buang CO dan HC. Pada pengplikasiannya, setiap jenis bahan bakar dilakukan pengambilan data pada 1500 RPM hingga 6000 RPM dengan kelipatan 250 RPM. Hal ini dilakukan untuk memastikan keabsahan data yang diperoleh.Hasil penelitian menunjukkan pengaplikasian norival mampu mengurangi kadar CO secara signifikan pada RON 88 dan RON 90 yakni 18.27% dan 13.20%. Pada kadar HC pada RON 92 dan RON 98, yakni 27.96 % dan 49.92 % . Sehingga dapat dikatakan bahwa pengurangan emisi gas buang CO dan HC tersebut berubah tetapi tidak signifikan dan juga dapat mengurangi emisi gas buang CO dan HC pada standart bahan bakar yang digunakan yaitu pada RON 92. ABSTRACT Sugiyono, Moh. 2017. Comparisons of Gasoline Fuel Additive Brand Norival Dragrace in Fuel RON 88, RON 90,  RON 92, RON 98, to suppress emissions on the Motorcycle exhaust Vario 125 ESP.  Sarjana’s Thesis Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisors: (1) Dr. Hj. Widiyanti M.Pd., (2) Drs. Ir. Eko Edi Poerwanto S.E., M.Pd., M.M., keywords: Additive, CO, Fuel, HC, Norival, RON 88, RON 90, RON 92, RON 98Increasing of the vehicle will certainly add to the congestion and emissions on larges By an jammed then the fuel is sprayed into the engine becomes more. The characteristic of a motor vehicle is very influential on the amount of emissions generated. Vehicle exhaust emissions levels is very important to note because of air pollution in some major cities in Indonesia has been very poor. To reduce pollution emissions that needed special treatment, one of them by adding additive ingredients as fuel to reduce exhaust emissions. This study was an experimental study. This study was conducted in data retrieval of exhaust emission level of CO and HC with fuel RON 88, RON 90, RON 92, and RON 98 on a motorbike without additive and with additive norival.This data retrieval was conducted with gas analyzer, to determine exhaust emission level of CO and HC. As the media, this study was using motorbike Honda Vario125 CC assembly line in 2016. The methods used is to compare the amount of exhaust emission level of CO and HC with or without Norival. At the implementation, each type of fuel, performed data collection at 1500 RPM to 6000 RPM in increments of 250 RPM. This is done to ensure the validity of the data that obtained. The result of study showed that application Norival able to reduce the exhaust emission level of CO significantly at RON 88 and RON 90 they are 18.27% and 13.20%. The levels of HC at RON 92 and RON 98, they are 27.96 % and 49.92 % . So can be said that the reduction of exhaust emissions level of CO and HC that change but not significant and reduce the exhaust emissions level of CO and HC on the standard fuel used in RON 92

    PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DASAR DAN PENGUKURAN LISTRIK BERMUATAN PETA KONSEP UNTUK SISWA KELAS X PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK SEMESTER 1 DI SMK ISLAM BLITAR

    No full text
    ABSTRAK   Azka, Hifzhan Nandria. 2016.PengembanganBahan Ajar Dasar dan Pengukuran Listrik Bermuatan Peta Konsep untuk Siswa Kelas X Program Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik Semester 1 di SMK Islam Blitar. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Skripsi, S1 Pendidikan Teknik Elektro, Jurusan Teknik Elektro, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Dr. HakkunElmunsyah, S.T.,M.T., (2) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T.,M.Pd.   Kata kunci: Pengembangan, Bahan Ajar, DasardanPengukuranListrik, Peta Konsep, Autoplay Padakurikulum 2013 saatini, bahan ajar sangatpenting demi mendukung proses pembelajaran dan memicu siswa agar mampu berpikir secara kritis. Namun kenyataannya siswa masih ketergantungan terhadap guru, dikarenakankurangnyabahan ajar yang menunjang proses pembelajaran di sekolah.Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru mata pelajaran Dasar dan Pengukuiran Listrik Jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik di SMKIslam Blitar diketahui bahwa pembelajaran selamaini hanya dilakukan dengan bahan ajar cetak yang hanya tersedia di sekolah, sedangkan siswa SMK memerlukan bahan ajar yang sesuai untuk membantu lebih memahami dan lebih kepada praktikum.Selain itu kurangnyaminatbelajarsiswadan rasa bosandenganmetodepembelajaran yang kurangaktif. Untuk ituperluadanyabahan ajar autoplaybermuataan peta konsep, yang jugauntukmengatasiketerbatasanbahan ajar. Pengembanganinibertujuanmembuatbahan ajar DasardanPengukuranListrik yang belumtersedia di SMK Islam Blitardanmengujikelayakanbahan ajar bagisiswakelas X smester 1. Pengembangan bahan ajar inimenggunakanmetode ADDIE yang terdiridari 5 tahap, antara lain: (1) Analyze, (2) Design, (3) Develop, (4) Implementation, (5) Evaluation. Populasipadapenelitianiniadalahkelas X-L1 Teknik Instalasi Tenaga Listrik semester ganjiltahunajaran 2016-2017 SMK Islam Blitar yang berjumlah 42 siswa. Sampelpadapenelitianiniyaitukelas X-L1 sebagaiujikelayakan. Hasil uji validasi bahan ajar autoplay oleh ahli 1 sebagai uji kelayakan media memperoleh persentase sebesar 92% yang dikategorikan saagat valid, hasil uji validasi oleh ahli 2 sebagai uji kelayakan materi memperoleh persentase sebesar 87% yang dikategorikan saagat valid, hasil uji coba kelompok kecil memperoleh persentase sebesar 85% yang dikategorikan cukup valid, dan hasil uji coba kelompok besar memperoleh persentase sebesar 85% yang dikategorikan cukup valid.Rata-rata hasil data keseluruhan yang diperoleh dari hasil validasi dan uji coba yaitu 87%, sehingga bahan ajar secara keseluruhan dapat dinyatakan sangat valid dan sudah layak untuk digunakan

    Pengembangan Standard Operating Procedure Praktikum Pengelasan SMAW di SMK Negeri 1 Udanawu dan SMK Negeri 1 Blitar

    No full text
    Pengembangan media belajar ini bertujuan untuk menghasilkan produk bahan ajar cetak jenis poster dengan judul “Standart Operating ProcedurePraktikumPengelasan SMAW” yang materi nya di sesuaikan dengan sajian materi  yang sudah ada di Jobsheet yang digunakan. Poster yang dikembangkan nantinya akan dijadikan salah satu sumber belajar di SMK Negeri 1 Udanawu dan SMK Negeri 1 Blitar guna menciptakan kreativitas belajar mandiri siswa. Pengembangan ini menggunakan model pengembangan Sugiyono (2009). Pengembangan model Sugiyono adalah pengembangan yang bersifat prosedural yang meliputi : (1) potensi masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk I, (8) uji cobapemakaian, (9) revisi produk II, dan (10) produksi massal. Untuk mengetahui tingkat kevalidan kelayakan keterpakaian produk yang dihasilkan dilakukan uji kelayakan produk dalam 3 tahap, yaitu tahap uji ahli, uji produk, dan ujilapangan. Data diambil dengan menggunakan angket, kemudian dianalisis menggunakan deskriptif kualitatif dalam bentuk persentase. Produk standard operating procedure di uji melalui tiga tahap yaitu : (1) uji coba ahli materi, ahli media, dan guru mata pelajaran, (2) uji coba produk yang dilakukan oleh 10 siswa, (3) uji coba pemakaian. Hasil penilaian/tanggapan digunakan untuk merevisi produk sebagai bagian dari proses penyempurnaan produk standard operating procedure. Hasil uji coba tahap ahli materi memperoleh skor 83,3% dengan kriteria valid, ahli media pembelajaran memperoleh skor 60% dengan kriteria cukup valid dan tanggapan guru mata pelajaran di SMK Negeri 1 Blitar memperoleh skor 72,5% dengan kriteria cukup valid, sedangkan tanggapanguru mata pelajaran di SMK Negeri 1 Udanawu mendapatkan skor 75% dengan kriteria cukup valid. Kemudian tahap uji coba produk memperoleh skor 74,2 dengan kriteria cukup valid. Sedangkan uji coba pemakaian di SMK Negeri 1 Blitar memperoleh skor 87,05% dengan kriteria valid dan di SMK Negeri 1 Udanawu memperoleh skor 71,91% dengan kriteria cukup valid, sehingga dari uji coba yang dilakukan poster layak digunakan sebagai sumber belajar di SMK Negeri 1 Udanawu dan SMK Negeri 1 Blitar. Dari serangkaian uji coba dapat diketahui kelebihan dan keterbatasan standard operating procedure yang telah dikembangkan. Kelebihan nya yaitu : (1) standard operating procedure dirancang sesuai karakteristik dan kebutuhan siswa dan, (2) bahan ajar di sesuaikan dengan menggunakan prinsip pengetahuan yang bersifatn fakta, konsep dan prosedure. Kelemahan standard operating procedureini adalah disusun untuk praktikum pengelasan SMAWdi SMK, sehingga bila standard operating procedure digunakan dalam praktikum pengelasan lain perlu penyempurnaan atau revisi yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan pengguna

    Dekomposisi Termal Mikro Alga Spirulina Platensis dengan Variasi Katalis MgCO3 Sebagai Alternatif Bahan Bakar Terbarukan

    No full text
    Menipisnya ketersediaan energi tak terbarukan menjadi permasalahan besar hampir di seluruh dunia. Semua berawal dari ketergantungan manusia terhadap bahan bakar padat khususnya batubara. Indonesia menghasilkan batubara sekitar 450 juta ton per tahun. Tetapi, kebutuhan batubara semakin meningkat, yaitu 10 juta ton per tahun, sehingga dapat diperkirakan di sekitar tahun 2055 akan terjadi permasalahan dimana nilai konsumsi lebih tinggi daripada produksi batubara. Permasalahan ini dapat diatasi dengan penggantian batubara dengan mikroalga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dekomposisi pembakaran campuran mikroalga  Spirulina platensis dengan Magnesium Carbonate (MgCO 3 ) sebagai alternatif bahan bakar terbarukan. Pentingnya penambahan katalis adalah mempercepat laju pembakaran. Metode penelitian menggunakan bubuk mikroalga Spirulina platensis sebanyak 10 mg dan katalis MgCO 3 sebanyak 4,5 mg . Pengujian menggunakan heating rate sebesar 10ºC/min, flow rate udara atmosfer sebesar 100 ml/min dan range temperature dari 25ºC sampai 1200ºC. Selanjutnya dilakukan pengujian Spirulina platensis tanpa katalis MgCO 3 dan pengujian katalis MgCO 3 dengan rasio 3%,6%,9%,12% dan 15% dari massa total Spirulina platensis. Dekomposisi pembakaran dianalisis menggunakan thermogravimetric analysis (TGA) yang menghasilkan grafik TG dan DTG, sehingga dapat digunakan untuk analisis tahap-tahap dekomposisi, laju kehilangan massa, residu, pengaruh temperatur pembakaran dan perhitungan energi aktivasi. Perhitungan energi aktivasi menggunakan metode Arrhenius dan Coats-Redfern yang mempertimbangkan 2RT/E. Berdasarkan hasil uji TGA dengan 6 sampel, dekomposisi pembakaran terjadi sebanyak 5 tahap. Pada tahap 2 dan 4 laju kehilangan massa semakin cepat, ditandai dengan pergeseran kurva DTG ke kanan. Jumlah residu terbanyak dihasilkan oleh penambahan katalis dengan rasio 15%. Nilai energi aktivasi yang dihasilkan Spirulina platensis tanpa katalis MgCO 3 adalah 23,6915744 kJ mol-1 , sedangkan nilai energi aktivasi Spirulina platensis dengan katalis MgCO 3 adalah 24,4506426 kJ mol-1 , sehingga penambahan katalis MgCO 3 dapat meningkatkan nilai energi aktivasi Spirulina platensis

    Perbedaan Kompetensi Produktif antara Siswa Kelas Industri dengan Kelas Reguler Paket Keahlian Teknik Kendaraan Ringan di SMKN 10 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Efendi, Syaiful. 2016. Perbedaan Kompetensi Produktif antara Siswa Kelas Industri dengan Kelas Reguler Paket Keahlian Teknik Kendaraan Ringan di SMKN 10 Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd., (II) Drs. H. Agus Sholah, M.Pd. Kata Kunci: kompetensi produktif, kelas industri, kelas reguler   Tujuan SMK adalah menyiapkan siswa untuk memasuki lapangan kerja dan  mengembangkan sikap profesionalis. Hal ini dapat diwujudkan melalui kerjasama internal dengan membuka kelas kerjasama atau kelas industri pada SMK. SMKN 10 Malang adalah salah satu sekolah yang menerapkan kelas kerjasama dengan pihak Honda di jurusan teknik kendaraan ringan. Kelas tersebut bernama kelas HTEC (Honda Technician Education Class) yang dirilis sejak tanggal 10 Desember 2014. Tujuan dengan adanya kelas HTEC ini mampu meningkatkan kompetensi produktif siswa pada kelas XII agar  mempunyai kompetensi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kompetensi produktif antara siswa kelas industri dengan kelas reguler. Desain penelitian ini termasuk dalam desain eksperimen dengan post-test only control design. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pengelompokkan kelas yang terdiri dari kelas industri dan kelas reguler sedangkan kompetensi produktif merupakan variabel terikat. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XII Teknik Kendaraan Ringan pada kelas industri dan kelas reguler menggunakancluster sampling dan proportional sample sebagai teknik pengambilan sampel penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik uji t (Independent Sample t-Test). Rata-rata nilai post-test kompetensi produktif siswa kelas industri adalah 83.8 dan rata-rata nilai post-test kompetensi produktif siswa kelas reguler adalah 76.94. Hasil uji t diperoleh nilai sig. (2 tailed

    Hubungan antara Percaya Diri Dalam Belajar dan Motivasi Belajar dengan Prestasi Belajar Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang

    No full text
    Dalam proses pembelajaran di diperguruan tinggi, rasa percaya diri dalam belajar merupakan salah satu faktor interen pendukung keberhasilan mahasiswa akan potensi yang dimilikinya, rasa percaya diri dalam belajar sangat penting untuk ditanamkan kepeda setiap mahasiswa, karena kurangnya rasa percaya dalam belajar diri bisa menyebabkan kegagalan mahasiswa dalam melaksanakan tugas dikampus maupun saat proses belajar dikampus. Hal tersebut didasari oleh ketidak percayaan akan kemampuan dirinya dan dampak pada prestasi hasil belajar yang rendah. Sehingga dengan demikian rasa percaya diri dalam belajar harus ditumbuhkan agar memotivasi siswa menjadi berprestasi. Jika percaya diri dalam belajar dan motivasi belajar tinggi, maka akan memperoleh pencapaiaan tingkat prestasi belajar mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri MalangPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara percaya diri dan motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunkan sampel, dimana dalam pengambilan sampel menggunakan proportional stratified random sampling pada poulasi yang telah ditentukan. Teknik pengumpulan data dengan cara menyebar kuisioner (angket) kepada responden. Tes terstandart dengan pilihan jawaban dan angket menggunakan kuisioner tertutup yang berskala likert.     Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis korelasional dan analisis inferensial digunakan untuk menguji hipotesis yang diajukan terdiri dari percaya diri dalam belajar (x1), motivasi belajar (x2), prestasi belajar (y).Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai presentase mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Persentase percaya diri dalam belajar diperoleh nilai dengan kriteria sangat baik (1.10%), baik (13.30%), dan cukup (51.10%), persentase motivasi belajar diperoleh nilai dengan kriteria sangat baik (18.90%), baik (44.40%), dan cukup (23.30%), dan persentase prestasi belajar diperoleh nilai dengan kriteria sangat baik (5.60%), baik (45.60%), dan cukup (38.90%). Maka dari itu percaya diri dalam belajar dan motivasi belajar berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar sebesar 24% dan sisanya sebesar 76% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini seperti, dukungan sosial, berfikir kreatif,  bakat akademik, dan lingkungan  sehingga dapat diteliti oleh peneleti selanjutnya.Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh tiga simpulan sebagai berikut; Pertama, ada hubungan antara percaya diri dalam belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Fakultas Tenik Universitas Negeri Malang. Kedua, ada hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Ketiga, ada hubungan antara percaya diri dalam belajar dan motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang.Merujuk dari hasil dan kesimpulan nilai percaya diri dalam belajar mahasiswa jurusan teknik mesin termasuk dalam kriteria cukup baik maka saran yang dapat diambil bagi dosen lebih memberikan motivasi kepada mahasiswa dan untuk mahasiswa bisa mengikuti kegiatan di kampus seperti organisasi, diklat atau seminar sehingga bisa  meningkatkan rasa percaya diri dalam belajar mereka. Serta dengan adanya penelitian ini diharapakan dapat memberikan saran yang ilmiah sehingga dapat dipergunakan sebagai pertimbangan dalam mengambil kebijakan-kebijakan untuk lebih meningkatkan sistem yang ada demi menciptakan lulusan yang mempunyai nilai prestasi belajar yang tinggi yaitu dengan cara meningkatkan rasa percaya diri dalam belajar dan motivasi belajar mahasiswa. 

    UJI BANDING RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERBASIS SAINTIFIK DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG PADA MATA PELAJARAN TEKNIK PEMESINAN BUBUT DI KELAS XI SMKN 1 TRENGGALEK

    No full text
    Metodepembelajaranmerupakansebuahpengetahuantentangcara-caramengajar yang dipergunakanoleh guru atauinstruktur.Didalamsebuahmetodepembelajaranterdapatbanyaktipepembelajaran yang dapatmeningkatkankeefektifan proses belajar. Pemilihan model pembelajaran yang efektifharus di sesuaikandengankarakteristikmatapelajaran.Penelitianinidilakukanuntukmembandingkanpenggunaan model pembelajaranProblem Based Learning (PBL) dan model pembelajaranlangsung (MPL) dalammatapelajaranteknikpemesinanbubut.Apabiladalamsebuah proses pembelajarandilakukandenganmenggunakan model pembelajaran yang tepatmakadapatdiindikasikanhasilbelajartercapaimaksimal.             Penelitianinibertujuanuntukmengetahuiperbedaanhasilbelajarantarasiswa yang diajardenganmenggunakan model pembelajaranProblem Based Learning (PBL) dan model pembelajaranlangsung (MPL) padamatapelajaranteknikpemesinanbubutdanuntukmenghasilkanprodukberuparencanapelaksanaanpembelajaran yang efektifdalammeningkatkanhasilbelajarsiswa.             Penelitianinimenggunakanrancanganpenelitianeksperimensemu (quasy experimental design).Subyekpadapenelitianiniyaitukelas XI TPm 1 sebagaikelaskontroldenganmenggunakan model pembelajaranlangsung (MPL) dankelasTPm 3 sebagaikelaseksperimendenganmenggunakan model pembelajaranproblem based learning (PBL). Pemilihansubyekpenelitianinimenggunakancaraassignment random samplingatausistemacak. Penelitianiniterdapatempat data kuantitatifyaitupre-testkelaseksperimen, pre-testkelaskontrol, post-testkelaseksperimen, danpost-testkelaskontrol. Pengumpulan data dilakukandenganmenggunakansoalpre-testdanpost-testpilihangandadanteknikanalisismenggunakanbantuan SPSS 22.             Hasilpenelitianinimenunjukkanbahwaterdapatperbedaanhasilbelajarantarasiswa yang di ajarmenggunakan model pembelajaranproblem based learningdan model pembelajaranlangsungpadamatapelajaranteknikpemesinanbubut. Perbedaansignifikanterdapatpadapenerapan model pembelajaranproblem based learning, dimanakemampuanawalsiswadengan rata-rata 57,92meningkatmenjadi 74,17 denganpersentasepeningkatan 16,25%. Perbedaan lain terdapatpadakeaktifansiswa di dalamkelas, bagaimanasiswamencariinformasisecaraindividudansalingberinteraksidenganteman lain

    HAMBATAN BELAJAR SISWA DALAM PRAKTIKUM TUNE UP PADA KOMPETENSI KEJURUAN ENGINE KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK KENDARAAN RINGAN KELAS XI SMKN 10 MALANG

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hambatan-hambatan belajar siswa pada praktikum tune-up kompetensi kejuruan engine kompetensi keahlian teknik kendaraan ringan. Hambatan belajar dikategorikan ke dalam hambatan belajar intern dan hambatan belajar ekstern. Hambatan belajar intern dibedakan menjadi faktor fisiologis dan faktor psikologis sedangkan hambatan belajar ekstern dikategorikan dalam faktor keluarga, sekolah, dan masyarakat. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitiannya adalah 100 siswa SMKN 10 Malang kelas XI.Pelaksanaan penelitian ini diawali dengan melakukan uji coba angket terhadap 25 subjek. Hasil uji coba dianalisis validitas dan reliabilitasnya dengan menggunakan software SPSS untuk mengetahui variabel yang valid yang dapat digunakan untuk memperoleh data selama penelitian. Variabel yang valid dikelompokkan dan yang tidak valid tidak disertakan pada angket yang dibagikan terhadap 100 siswa yang menjadi subjek penelitian. Hasil penelitian diperiksa agar dapat ditentukan frekuensi hambatan masing-masing variabel.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) faktor fisiologis hambatan belajar siswa adalah karena siswa mudah gugup ketika melakukan praktik, (2) faktor psikologis hambatan belajar yang paling sering dialami siswa adalah karena siswa tidak suka membaca buku-buku yang berhubungan dengan dunia otomotif,  (3) faktor keluarga hambatan belajar siswa yaitu karena orang tua siswa tidak memotivasi untuk belajar, (4) faktor sekolah hambatan belajar siswa adalah karena laboratorium siswa tidak terawat dengan baik dan (5) faktor masyarakat yang paling sering dialami oleh siswa adalah tidak ada teman sebaya yang menggeluti bidang otomotif

    Pengaruh Perubahan Diameter Velocity Stack dan Putaran Mesin terhadap Daya dan Torsi Honda Vario 125

    No full text
    ABSTRAK Aswara, Ari Yuga. 2017. Pengaruh Perubahan Diameter Velocity Stack dan Putaran Mesin terhadap Daya dan Torsi Honda Vario 125. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Ir. Eko Edi Purwanto, S.E., M.pd., M.M., (II) Drs. H. Sumarli, M.Pd., M.T. Kata Kunci : velocity stack, putaran mesin, daya, torsiVelocity Stack merupakan corong udara yang berbentuk seperti terompet yang mana ditempatkan pada saluran masuk sebelum throttle body pada mesin injeksi, dan berfungsi untuk memperlancar udara yang masuk ke dalam ruang bakar. Prinsip kerja alat ini dengan cara mengurangi kerugian udara masuk (efek koefisien udara masuk), Semakin besar diameter velocity stack akan meningkatkan jumlah udara yang masuk kedalam ruang bakar.Penelitian ini bertujuan : (1) untuk mengetahui pengaruh dari perubahan diameter velocity stack terhadap power (daya) motor vario 125. (2) untuk mengetahui pengaruh dari perubahan diameter velocity stack terhadap torsi (daya) motor vario 125.Penelitian ini menggunakan jenis eksperimen dengan menggunakan dua variabel penelitian. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah perubahan diameter Velocity Stack dengan diameter 20 mm, 40 mm, dan 60 mm, sedangkan Variabel terikat penelitian ini  adalah power dan torsi. Penelitian dilakukan dengan alat Dynotest. Data yang diambil mulai dari rpm  2.750 hingga rpm 9.000 dengan kenaikan 250 rpm. Teknik analisis data menggunakan statistik parametrik dengan metode one way anova dengan program SPSS 18 for windows.Berdasarkan hasil analisis data pada penelitian tersebut, perubahan diameter Velocity Stack telah memberikan efek yang berbeda pada setiap perubahan ukurannya, pertama yaitu velocity stack pada diameter standart 40 mm didapatkan top power sebesar 9,8 HP terdapat peningkatan yang tidak signifikan dibandingakn dengan velocity stack 60 mm yang memiliki top power 10 HP, akan tetapi penurunan yang signifikan ditunjukkan pada velocity stack dengan diameter 20 mm yaitu sebesar 8,6 HP.Kedua velocity stack pada diameter standart 40 mm memiliki torsi maksimum sebesar 16,63 Nm terdapat peningkatan yang tidak signifikan dibandingkan dengan velocity stack 60 mm yang memiliki torsi sebesar 17,11 Nm, akan tetapi penurunan yang tidak signifikan juga ditunjukkan pada velocity stack dengan diameter 20 mm yaitu sebesar 14,52 Nm. Bagi pengguna maupun peneliti akan melakukan perlakuan pada velocity stack  diharapkan melakukan perubahan pada diameter yang diperbesar saja karena akan meningkatkan power maupun torsi, dan tidak perlu memperkecil diameter velocity stack karena akan menurunkan torsi maupun daya motor

    0

    full texts

    1,608

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇