SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
1608 research outputs found
Sort by
Pengembangan Media Pembelajaran Trainer Sistem Penerangan pada Mata Pelajaran Pemeliharaan Kelistrikan Sepeda Motor Siswa Kelas XI TSM SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi
ABSTRAK Kata Kunci: media pembelajaran, trainer sistem penerangan, pemeliharaankelistrikan sepeda motor, modul, jobsheet.Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di bengkel praktek SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, ditemukan bahwa (1) kurangnya media pembelajaran trainer sistem penerangan (2) 80% guru dalam melaksanakan pembelajaran hanya sebatas teori, (3) terdapat 60% siswa belum bisa memahami wiring diagram.Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membandingkan kemampuan siswa dalam kelas yang menggunakan media pembelajaran berupa trainer dan modul Pemeliharaan Kelistrikan Sepeda Motor dengan yang tidak menggunakan oleh siswa kelas XI TSM SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi.Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) ADDIE yang dikemukakan oleh Robert Maribe Branch, yaitu (1) analysis, (2) design, (3) development, (4) implementation, (5) evaluation. Pengambilan data dilakukan dengan cara melakukan validasi berupa kuisioner terhadap hasil pengembangan kepada ahli media dan ahli materi . Selanjutnya respon uji coba pemakaian oleh siswa yang berupa kuisioner dan tes. Kuisioner diisi oleh siswa kelas XI TSM 1 berjumlah 30 siswa berupa data hasil penilaian siswa terhadap trainer dan modul. Sedangkan tes yang dilakukan berupa soal pretest dan posttest terkait dengan trainer dan modul pembelajaran sistem penerangan, baik yang menggunakan yaitu kelas XI TSM 1 berjumlah 30 siswa dan yang tidak menggunakan yaitu kelas XI TSM 2 berjumlah 30 siswa.Hasil penelitian menunjukkan kualitas trainer dan modul sebagai berikut: (1) hasil validasi ahli media menunjukan tingkat kelayakan trainer dan modul sebesar 92.67%, (2) hasil validasi ahli materi dosen dan guru menunjukan tingkat kelayakan trainer dan modul sebesar 92.34% dan 93.90%, (3) hasil uji coba siswa menunjukan tingkat kelayakan trainer dan modul sebesar 97.18%, (4) dari hasil nilai pretest kelas XI TSM 1 dan XI TSM 2 diperoleh nilai rata-rata sebesar 67.07 dan 67.33, dari hasil nilai posttest kelas XI TSM 1 dan XI TSM 2 diperoleh nilai rata-rata sebesar 88.93, dan 72.13. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah trainer dan modul Pemeliharaan Kelistrikan Sepeda Motor dikatakan valid dan dapat digunakan sebagai media pembelajaran pada kompetensi pemeliharaan sistem penerangan sepeda motor oleh siswa kelas XI TSM SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, dan terdapat perbedaan secara signifikan rata-rata nilai akhir/posttest antara yang menggunakan trainer dan modul pembelajaran sistem penerangan sepeda motor dengan yang tidak menggunakan trainer dan modul pembelajaran sistem penerangan sepeda motor
Studi Pelaksanaan Praktik Kerja Industri untuk Mempersiapkan Tenaga Terampil di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen
ABSTRAK Kata Kunci: praktik kerja industri, tenaga terampil, SMKPendidikan merupakan salah satu sektor yang saling berkaitan dengan berbagai sektor lainnya. Pendidikan bermaksud untuk menumbuhkembangkan potensi-potensi sumberdaya manusia. Dalam pendidikan kejuruan pembelajaran dibagi menjadi dua hal yaitu pembelajaran teori dan pembelajaran praktik, baik itu praktik di bengkel sekolah maupun praktik kerja di lapangan yaitu dengan Praktik Kerja Industri. Tujuan utama dari program Praktik Kerja Industri adalah untuk mengoptimalkan hasil pembelajaran pada pendidikan kejuruan guna mencapai tujuan pendidikan kejuruan secara maksimal agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan lapangan kerja. Dalam upaya melaksanakan Praktik Kerja Industri, pihak sekolah terlebih dahulu melakukan kerja sama dengan Dunia Usaha/Industri agar tercipta link and match antara pelajaran yang disampaikan di sekolah dapat diaplikasikan di Dunia Usaha/Industri. Untuk hal itu berbagai upaya dilakukan oleh pihak sekolah untuk mempersiapkan peserta didik dalam rangka memasuki masa Praktik Kerja Industri.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu penelitian yang bertujuan untuk memaparkan data dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi serta untuk memberikan gambaran umum tentang praktik kerja industri yang didapatkan data dari hasil temuan penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. Prosedur pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi serta triangulasi data. Dari hasil pengumpulan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi serta triangulasi data dapat digambarkan tentang pelaksanaan praktik kerja industri untuk mempersiapkan tenaga terampil.Hasil dari penelitian ini diketahui: (1) Persiapan sekolah untuk pelaksanaan Praktik Kerja Industri dengan membuat program kerja Praktik Kerja Industri, kemudian sekolah memberikan sosialisasi kepada guru pembimbing melalui guru pembimbing disampaikan kepada peserta didik tentang pelaksanaan Praktik Kerja Industri berupa materi teoritis maupun materi non teoritis, selanjutnya sekolah akan memberikan sosialisasi kepada semua guru dan mewajibkan bagi guru pembimbing untuk melaksanakan OJT (On the Job Training) terlebih dahulu, bagi guru yang sudah pernah menjadi pembimbing maka sekolah akan langsung memberikan surat tugas kepada guru tersebut untuk membimbing peserta didik dalam melaksanakan Praktik Kerja Industri, untuk mendukung pelaksanaan praktik kerja industri Fasilitas yang ada di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen sama dengan standart yang ada di industri, selanjutnya Sekolah berupaya memberikan sosialisasi kepada siswa kelas XI khususnya melalui guru produktif atau melalui guru pembimbing dengan cara pembelajaran praktik maupun pengetahuan umum, (2) Proses pembimbingan dari sekolah dilakukan oleh guru pembimbing masing-masing dengan cara memberikan informasi tentang budaya yang ada di industri tersebut, selanjutnya SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen dalam melaksanakan Praktik Kerja Industri ini menggunakan (block release) hal ini dapat dilihat dari peraturan sekolah yang telah mewajibkan bagi peserta didiknya untuk melakukan Praktik Kerja Industri minimal 3 bulan di industri, hal ini juga didukung oleh industri yang meminta peserta didik untuk melakukan kegiatan Praktik Kerja Industri minimal 2 bulan kemudian selama melaksanakan Praktik Kerja Industri peserta didik mendapat pengawasan dari guru pembimbingya masing-masing minimal 1 bulan sekali dengan cara dikunjungi, peran seorang guru pembimbing sangatlah penting karena sebagai penghubung antara sekolah, orang tua, dan industri, (3) untuk penilaian Sekolah tidak memberi nilai, yang memberikan nilai adalah industri tempat peserta didik tersebut melaksanakan Praktik Kerja Industri, selanjutnya untuk evaluasinya dilakukan dengan cara melakukan rapat bersama antara pihak sekolah dan pihak industri, untuk pelaporan evaluasi dengan cara melihat laporan yang telah dibuat oleh peserta didik tersebut maupun laporan dari guru pembimbing. Saran yang diberikan dalam skripsi ini yaitu: (1) peserta didik sebaiknya memilih tempat industri yang telah disarankan oleh sekolah karena sekolah telah memilih tempat industri yang terbaik untuk meningkatkan kualitas bagi lulusannya, (2) sebaiknya guru pembimbing diberikan diklat untuk meningkatkan kualitas peserta didik dalam pelaksanaan praktik kerja industri, (3) industri sebaiknya lebih banyak melakukan kerja sama dengan sekolah karena industri dapat berperan sebagai sumber belajar, tempat belajar, dan sarana pendidikan bagi peserta didik SMK, (4) sebaiknya pihak sekolah juga memberikan nilai kepada peserta didik agar nilai yang diperoleh peserta didik tidak seluruhnya dari industri, (5) Penelitian ini tentunya masih banyak kekurangan yang perlu untuk ditambahkan, harapannya peneliti selanjutnya dapat memperdalam dan melengkapi kekurangan yang ada dalam penelitian ini agar dapat digunakan dalam proses pelaksanan Praktik Kerja Industri untuk mempersiapkan tenaga terampil di SMK sehingga pelaksanan praktik kerja industri di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen khususnya dan SMK lainnya menjadi lebih baik lagi
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN KELISTRIKAN MESIN DAN KONVERSI ENERGI DI SMK ISLAM 1 BLITAR
ABSTRAK Hamim, Lutfi. 2017. Pengembangan Multimedia Interaktif pada Mata Pelajaran Kelistrikan Mesin dan Konversi Energi di SMK Islam 1 Blitar. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Suwarno, M.Pd., (II) Drs. Imam Sudjono, M.T. Kata Kunci: multimedia interaktif, kelistrikan mesin, konversi energi, SMK Mata Pelajaran Kelistrikan Mesin dan Konversi Energi merupakan mata pelajaran dasar keteknikan yang wajib dikuasai oleh siswa SMK jurusan teknik pemesinan karena mata pelajaran ini merupakan gerbang awal untuk memasuki bidang keahlian teknik pemesinan, sehingga diharapkan dapat menjadi wahana pengenalan awal tentang teknik pemesinan, didalamnya mencakup pengetahuan dasar tentang teknik pemesinan mulai dari prinsip dasar kelistrikan, mesin listrik, motor bakar, turbin air dan generator. Perlu adanya media pembelajaran yang sesuai dan dapat mendukung proses pembelajaran, karena adanya multimedia interaktif dapat membantu dalam menghadapi minimnya sarana praktik dan juga dapat membantu siswa dalam memahami materi karena di dalamnya terdapat gambar animasi video dan suara yang dapat memvisualisasikan materi pelajaran sehingga lebih menarik dan memotivasi siswa sehigga tercapai tujuan pembelajaran. Prosedur pengembangan multimedia ini menggunakan model pengembangan Sadiman, yang dirancang melalui delapan tahapan, yaitu (1) Menganalisis kebutuhan; (2) Merumuskan tujuan pembelajaran; (3) Merumuskan butir-butir materi; (4) Merumuskan alat pengukur keberhasilan; (5) Menyusun naskah media; (6) Produksi media; (7) Validasi dan (8) Uji coba produk. Pada tahap Validasi yang dilakukan oleh validator ahli media dan validator ahli materi yang selanjutnya akan di ujikan ke lapangan. Multimedia pembelajaran Kelistrikan Mesin dan Konversi Energi ini dinyatakan layak oleh ahli materi, ahli media, dan uji coba kelompok kecil sebagai media pembelajaran pada siswa SMK Islam 1 Blitar. Hal tersebut dibuktikan bahwa hasil pengembangan menunjukkan, (1) Dari ahli materi menunjukkan tingkat kelayakan dengan persentase 83,33%; dengan kriteria tingkat keberhasilan valid, (2) Ahli media menunjukkan tingkat kelayakan dengan persentase 91,66% dengan kriteria tingkat keberhasilan valid (3) Uji coba kelompok kecil menunjukkan tingkat kelayakan dengan persentase 81,18% dengan kriteria tingkat kelayakan valid. Saran dari ahli materi dan media saat validasi media diantaranya, (1) Terdapat beberapa kesalahan penulisan pada materi; (2) beberapa fungsi koreksi yang belum benar; (3) Indikator dan pendahuluan pada intro dijadikan satu pada menu utama media; (4) indikator dan pendahuluan dipisah; (5) Pengurangan teks pada pendahuluan dan indikator. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media ini dapat digunakan sebagai tambahan media untuk proses pembelajaran.
Pengaruh Perubahan Diameter Velocity Stack dan Putaran Mesin terhadap Daya dan Torsi Honda Vario 125
ABSTRAK Aswara, Ari Yuga. 2017. Pengaruh Perubahan Diameter Velocity Stack dan Putaran Mesin terhadap Daya dan Torsi Honda Vario 125. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Ir. Eko Edi Poerwanto, S.E., M.Pd., M.M., (II) Drs. H. Sumarli, M.Pd., M.T. Kata Kunci : velocity stack, putaran mesin, daya, torsiVelocity Stack merupakan corong udara yang berbentuk seperti terompet yang mana ditempatkan pada saluran masuk sebelum throttle body pada mesin injeksi, dan berfungsi untuk memperlancar udara yang masuk ke dalam ruang bakar. Prinsip kerja alat ini dengan cara mengurangi kerugian udara masuk (efek koefisien udara masuk), Semakin besar diameter velocity stack akan meningkatkan jumlah udara yang masuk kedalam ruang bakar.Penelitian ini bertujuan : (1) untuk mengetahui pengaruh dari perubahan diameter velocity stack terhadap power (daya) motor vario 125. (2) untuk mengetahui pengaruh dari perubahan diameter velocity stack terhadap torsi (daya) motor vario 125.Penelitian ini menggunakan jenis eksperimen dengan menggunakan dua variabel penelitian. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah perubahan diameter Velocity Stack dengan diameter 20 mm, 40 mm, dan 60 mm, sedangkan Variabel terikat penelitian ini adalah power dan torsi. Penelitian dilakukan dengan alat Dynotest. Data yang diambil mulai dari rpm 2.750 hingga rpm 9.000 dengan kenaikan 250 rpm. Teknik analisis data menggunakan statistik parametrik dengan metode one way anova dengan program SPSS 18 for windows.Berdasarkan hasil analisis data pada penelitian tersebut, perubahan diameter Velocity Stack telah memberikan efek yang berbeda pada setiap perubahan ukurannya, yaitu velocity stack pada diameter standart 40 mm didapatkan top power sebesar 9,8 HP terdapat peningkatan yang tidak signifikan dibandingakn dengan velocity stack 60 mm yang memiliki top power 10 HP, akan tetapi penurunan yang signifikan ditunjukkan pada velocity stack dengan diameter 20 mm yaitu sebesar 8,6 HP.Velocity stack pada diameter standart 40 mm memiliki torsi maksimum sebesar 16,63 Nm terdapat peningkatan yang tidak signifikan dibandingkan dengan velocity stack 60 mm yang memiliki torsi sebesar 17,11 Nm, akan tetapi penurunan yang tidak signifikan juga ditunjukkan pada velocity stack dengan diameter 20 mm yaitu sebesar 14,52 Nm. Bagi pengguna maupun peneliti akan melakukan perlakuan pada velocity stack diharapkan melakukan perubahan pada diameter yang diperbesar saja karena akan meningkatkan power maupun torsi, dan tidak perlu memperkecil diameter velocity stack karena akan menurunkan torsi maupun daya motor
Pengaruh Penyerapan Karbon Aktif Kulit Kluwak terhadap Emisi Gas Buang Kendaraan Honda Beat 110 Berbahan Bakar Pertalite
ABSTRAK Kurniawan, Fempi Tri. 2017. Pengaruh Penyerap Karbon Aktif Kulit Kluwak terhadap Emisi Gas Buang Kendaraan Honda Beat 110 Berbahan Bakar Pertalite. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hj.Widiyanti M.Pd.,(2) Drs.H. Imam Muda Nauri, S.Pd. M.T. Kata Kunci: karbon aktif, kulit Kluwak, emisi gas buang, bahan bakar, PertaliteKendaraan pada dasarnya merupakan kebutuhan manusia, tetapi pada saat ini kebutuhan akan kendaraan dan benda - benda yang berhubungan dengan kepuasan diri seseorang menjadi tidak terkendali. Jumlah kendaraan yang semakin bertambah berdampak pula pada kualitas udara yang ada di sekitar. Bahaya yang ditimbulkan oleh kendaraan berupa keluarnya partikel - partikel yang dapat menganggu saluran pernafasan pada manusia. Partikel tersebut berupa gas CO yang dapat mengurangi oksigen pada aliran darah dan membahayakan bagi orang yang memiliki penyakit hati dan HC yang berpotensi menyebabkan kanker. Dalam mengatasi dampak tersebut upaya - upaya telah dilakukan salah satunya penambahan katalis pada kendaraan. Penggunaan arang kulit kluwak yang telah teraktivasi dapat mengikat senyawa berbahaya yang dikeluarkan kendaraan.Pengambilan data emisi gas buang HC dan CO dengan menggunakan alat gas analyzer. Penggunaan kendaraan Honda Beat 110 cc tahun produksi 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu membandingkan data yang menggunakan katalis karbon aktif kulit kluwak. Dengan jenis bahan bakar pertalite pada putaran 1500 RPM sampai 8000 RPM dengan kelipatan putaran 500 RPM. Hal ini dilakukan untuk memastikan keabsahan data yang diperoleh.Pengurangan kadar CO dalam penelitian penggunaan karbon aktif kulit kluwak sebagai absorben telah diperoleh data dengan nila rata - rata penggunaan katalis dengan pembanding yang tidak menggunakan katalis yakni 2,4764 %vol dengan 2,8550%vol dengan selisih 0,37863%vol, sehingga dapat ditarik kesimpulan tidak signifikan tetapi dapat mengurangi kadar emisi gas CO.Pengurangan kadar HC dalam penelitian penggunaan karbon aktif kulit kluwak sebagai absorben , telah diperoleh data dengan nila rata - rata penggunaan katalis dengan pembanding yang tidak menggunakan katalis yakni 63.57ppm dengan 83.28 ppm dengan selisih 19,71 ppm, sehingga dapat disimpulkan penurunan kadar HC tidak signifikan tetapi dapat menguranginya.ABSTRACT Kurniawan, Fempi Tri. 2017. The Effect of Active Carbon Kluwak SkinAbsorbers onHonda Beat 110Gas Emissions With Pertalite Fuel. Sarjana'sThesis Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisors: (1) Dr. Hj. Widiyanti M.Pd.,(2) Drs.H. Imam Muda Nauri, S.Pd. M.T. keywords: active carbon, Kluwak skin, gas emissions, fuel, PertaliteVehicles are basically human needs, but nowadays the need for vehicles and objects related to one's self-satisfaction becomes uncontrollable. The increasing number of vehicles has an impact on the air quality around. The danger caused by the vehicle in the form of the release of particles that can disturb the respiratory tract in humans. These particles are CO gas that can reduce oxygen in the bloodstream and harm to people with liver disease and potentially cancer-causing HC. In dealing with these impacts efforts have been made one of them the addition of catalysts on the vehicle. The use of activated kluwak skin charcoal can bind to the harmful compounds issued by the vehicle.Extraction of HC and CO Exhaust emissions data by means of gas analyzer. The use of Honda Beat 110 cc production year 2013. The method used in this research is to compare data using cumulative catalyst of carbon active kluwak skin. With type of fuel pertalite at round 1500 RPM to 8000 RPM in increments of 500 RPM. This is done to ensure the validity of the data obtained. The reduction of CO concentration in the research of the use of activated carbon kluwak skin as absorbent has been obtained data with average value of catalyst use with comparator which does not use catalyst that is 2,4764 % vol with 2,8550% vol with difference 0,3786 % vol, so it can be drawn conclusion not significant but can Reducing CO gas emissions. Reduction of HC concentration in the research of the use of kluwak skin activated carbon as absorbent, has obtained data with average value of catalyst use with comparator which does not use catalyst that is 63.57ppm with 83.28 ppm with difference 19,71 ppm, so that can be concluded Decrease in HC level is not significant but can reduce it
Pengembangan Media Pembelajaran Sparkol Videoscribe pada Mata Pelajaran Korespondensiuntuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
ABSTRAK Rahayu, Ana. 2017. Pengembangan Media Pembelajaran Sparkol Videoscribe pada Mata Pelajaran Korespondensiuntuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa (StudiPadaSiswaKelas X Administrasi Perkantoran SMKN 1 BoyolanguTulungagung). Skripsi S1 Pendidikan Administrasi Perkantoran, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. I Nyoman Suputra, M.Si Kata Kunci: Media Pembelajaran, SparkolVideoscribe, Korespondensi. Korespondensi merupakan salah satu dari konsepmata pelajaran yang membutuhkan tingkat pemaham tertentu dan sulit untuk disampaikan dengan bahasa verbal. Oleh sebab itu, dibutuhkan suatu media untuk menampilkan contoh, merangsang semangat, keaktifan siswa dalam memahami materi sehingga hasil belajar mereka meningkat. Sparkol Videoscribe merupakan sebuah media pembelajaran video animasi yang terdiri dari rangkain gambar yang disusun menjadi sebuah video utuh. Sparkol Videoscribe memiliki keunikan tersendiri yaitu mampu membuat ilustrasi yang menggambarkan peta konsep seperti catatan yang dibuat guru di papan tulis. Dengan karakteristik yang unik, sparkol videoscribe mampu menyajikan konten pembelajaran dengan memadukan gambar, suara, dan desain yang menarik sehingga siswa mampu menikmati proses pembelajaran.Penelitian ini adalah penelitian pengembangan menggunakan metode penelitian dan pengembangan dengan sepuluh langkah sistematis. Media pembelajaran ini dilengkapi dengan tombol interaktif untuk menuju halaman tertentu. Media meliputi materi surat niaga, surat promosi penjualan, surat permintaan penawaran, surat penawaran untuk kelas X Administrasi Perkantoran yang telahdinyatakan valid dan efektif. Media pembelajaran Korespondensi ini telah divalidasi oleh ahli materi dan ahli media serta diujicobakan kepada siswa kelas X APK 1 di SMKN 1 Boyolangu Tulungagung melalui uji kelayakan dan keefektifan media. Presentase validitas dari ahli materi sebesar 85,71% dan materi dinyatakan sangat valid, validitas dari ahli media sebesar 88,54%, dan uji coba penggunaan sebesar 93,55% yang hasil keduanya menyatakan media sangat valid untuk digunakan. Media pembelajaran dinyatakan dapat meningkatkan hasil belajar siswa dibuktikan dengan nilai rata-rata pre testkelas X APK 2 (kelaskontrol) yaitu 44,54% lebih tinggi dari kelas X APK 1 (kelasekperimen) yaitu 42,10%. Setelah proses pembelajaran dengan perlakuan berbeda pada masing-masing kelas, diperoleh hasil belajar siswa pada persentase nilai rata-rata post test kelas X APK 1 (kelaseksperimen) yaitu 84,10% lebih tinggi dibandingkan kelas X APK 2 (kelaskontrol) yaitu 79,67%. Sesuai hasil selisih nilai post test dengan pre test tersebut diperoleh hasil angka kenaikan nilai pada kelas eksperimen yaitu 42,00% dan kelas control yaitu 35,13%. Sehingga dapat dikatakan angka kenaikan kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas control dengan selisih kenaikan angka6,87%
kondisi lingkungan pada bengkel otomotif prodi TKR di SMK YP 17 Malang
ABSTRAK Primananda, Muhammad Rian. 2017. Kondisi Lingkungan pada Bengkel Otomotif Prodi TKR di SMK YP 17 Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Prof. Dr. H. Marji, M. Kes., (II) Drs. Ir. Eko Edi Poerwanto, S.E, M.Pd., M.M. Kata Kunci : kondisi lingkungan bengkel, kenyamanan bengkel otomotif, SMK Pendidikan Kejuruan merupakan salah satu lembaga untuk menyiapkan tenaga kerja di industri. Dalam memilih substansi pelajaran yang ada, sekolah kejuruan (SMK) diharuskan senantiasa mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi, kebutuhan masyarakat, dunia usaha, dan industri. Oleh karena itu perlengkapan peralatan yang menunjang sangat diperlukan untuk keberhasilan proses pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui kondisi lingkungan bengkel otomotif SMK YP 17 Kota Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif penelitian observasional crossection. Peneliti menggunakan teknik pengumpulan data observasi checklist, angket, dokumentasi dianalisis dengan statistik deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data secara keseluruhan diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) kondisi suhu bengkel otomotif di SMK YP 17 Malang masuk dalam kategori sangat baik dengan nilai 28,720C, (2) kondisi kelembapan bengkel otomotif masuk dalam kategori sangat baik dengan nilai 51,39%, (3) kondisi intensitas pencahayaan bengkel otomotif masuk dalam kategori kurang baik dengan nilai 91,55lux, (4) kondisi tingkat kebisingan bengkel otomotif masuk dalam kategori sangat baik dengan nilai 86,33dB, (5) kondisi tata letak bengkel otomotif masuk dalam kategori baik, (6) kondisi kebersihan bengkel otomotif di SMK YP 17 Malang masuk dalam katagori baik. Sedangkan hasil dari analisis regresi berganda menghasilkan kesimpulan bahwa terdapat pengaruh antara kondisi lingkungan terhadap tingkat kenyamanan pengguna. Secara keseluruhan beberapa kondisi lingkungan telah mengarah berdasarkan beberapa peraturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Sehingga sekolah hanya perlu memperbaiki kekeruangan yang belum tercapai seperti pencahayaan
Peran Industri dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan melalui Kelas Industri Studi Kasus di SMK PGRI 3 Malang
Program kelas industri merupakan program pengadaan kelas khusus dalam lingkungan sekolah. Kelas ini dikelola secara bersama antara sekolah dengan Industri. Dari model/sistem pengelolaan bersama tersebut akan tercipta iklim belajar yang baru yang menjamin mutu pendidikan siswa. Program ini disinyalir menjadi program yang paling optimal dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah, karena industri juga ikut dalam KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) di dalam kelas. Dari pernyataan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa jika sekolah menginginkan adanya peningkatan pada mutu pendidikannya, maka harus melakukan salah program kerjasama dengan industri melalui kelas industri. Namun, dewasa ini tahapan-tahapan yang harus dilalui oleh sekolah untuk membangun kerjasama dengan industri mulai dari pra kerjasama sampai evaluasi kerjasama belum terpublish secara jelas dan otentik. Oleh karena itu, penelitian ini dirancang untuk mengetahui (1) menjelaskan persiapan pelaksanaan membentuk kerja sama kelas industri yang disepakati di SMK PGRI 3 Malang, (2) menjelaskan penyusunan dan model kurikulum kelas industri yang digunakan di SMK PGRI 3 Malang, (3) menjelaskan persyaratan instruktur atau guru yang ada di kelas industri SMK PGRI 3 Malang, (4) menjelaskan sistem pembelajaran yang dilaksanakan pada kelas industri di SMK PGRI 3 Malang, dan (5) menjelaskan pelaksanaan uji kompetensi pada kelas industri di SMK PGRI 3 Malang. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Subjek penelitian dipilih berdasarkan purposif sampling, yaitu (1) kepala bidang elektro, (2) kepala bidang pemesinan, (3) kepala bidang otomotif, (4) guru kelas industri, dan (5) humas SMK PGRI 3 Malang. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara, dokumentasi dan observasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi (triangulation) dari segi sumber data dan metode pengambilan data. Hasil penelitian diketahui bahwa (1) langkah awal yang dilakukan SMK PGRI 3 Malang untuk membentuk kerjasama kelas industri adalah dengan mengirim siswanya untuk prakerin di industri. Setelah prakerin berjalan ± 3 tahun,maka langkah selanjutnya adalah melakukan perekrutan. Perekrutan oleh industri membuahkan hal baik ketika kualitas lulusan SMK PGRI 3 Malang. Langkah selanjutnya adalah dengan melakukan pendekatan dengan cara mengirim proposal kerjasama kelas industri, (2) model kurikulum yang digunakan di kelas industri dan telah disepakati oleh industri maupun sekolah adalah model kurikulum sinkronisasi atau yang umum disebut dengan kurikulum implementatif. Urutan pembentukan kuriukulum ini yang pertama adalah dengan melakukan persiapan bersama antara industri dan sekolah dibantu dengan pihak-pihak terkait untuk merumuskan kurikulum implementatif. Hal-hal yang dilakukan dalam persiapan itu adalah mendiskusikan bersama pertimbangan-pertimbangan dari sekolah maupun industri untuk pembentukan kurikulum implementatif, (3) instruktur atau guru yang ditekankan dapat mengajar di kelas industri adalah guru yang sudah pernah mengikuti pelatihan di industri dan lulus pelatihan tersebut. Urutan penyiapan guru kelas industri yang pertama dimulai dari seleksi untuk guru yang dilakukan oleh sekolah. Seleksi dan pemilihan yang dilakukan sekolah mengacu pada penilaian tahunan yang dilakukan sekolah. Setelah didapatkan guru-guru yang memiliki nilai terbaik, maka guru-guru tersebut berhak diikutkan pelatihan di industri secara langsung, (4) kelas industri dan kelas reguler memiliki perbedaan dalam muatan kurikulumnya. Hal itu juga menyebabkan sistem pembelajaran antara kedua kelas memiliki perbedaan. Perbedaan sistem pembelajaran terletak di waktu dan model pembelajarannya. Kelas industri memiliki waktu jam belajar yang lebih banyak dari kelas reguler. Model pembelajaran di kelas industri dominan pelaksanaan praktik karena siswa dalam kelas industri juga dituntut untuk mengusai kompetensi yang dibutuhkan industri terkait, dan (5) model pelaksanaan uji kompetensi yang diterapkan di SMK PGRI 3 Malang sangat terencana dan terstruktur. Model pelaksanaan uji kompetensi dimulai dengan pembentukan kepanitian yang mengurusi masalah nilai, penguji, soal, dan sarpras. Kepanitiaan yang dibentuk juga melakukan koordinasi dengan industri untuk melakukan persiapan terkait teknis pelaksanaan uji kompetensi. Di saat yang bersamaan, kepanitiaan ini juga mengurusi administrasi siswa yang akan melakukan ujian kompetensi. Saran yang diberikan oleh penulis yaitu (1) SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) yang belum melaksanakan kebijakan link and match disarankan untuk segera melaksanakannya dengan melakukan kerjasama dengan industri khususnya dalam kerjasama kelas industri. Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan untuk membangun kerjasama kelas industri mulai dari awal, (2) industri-industri disarankan untuk lebih kooperatif dengan membuka peluang yang lebih lebar untuk SMK yang akan memulai kerjasama kelas industri. Karena industri juga memiliki kewajiban dalam membangun kualitas pendidikan daerahnya. Hasil penelitian yang ini juga bisa dijadikan pertimbangan dalam melakukan kerjasama kelas industri dengan SMK, (3) pemerintah disarankan untuk lebih giat lagi dalam melakukan sosialisasi pada SMK untuk membentuk kerjasama dengan industri terutama kerjasama kelas industri. Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan sosisalisasi yang diberikan ke SMK di Indonesia yang belum dan akan menjajaki kerjasama dengan industri untuk membentuk kelas industri. Pemerintah juga disarankan lebih kooperatif lagi dalam membantu SMK yang akan membentuk kerjasama dengan industri, kekooperatifan Pemerintah dapat ditunjukkan dengan memberikan pelayanan yang baik dan dukungan yang maksimal pada SMK yang akan menjajaki kerjasama dengan industri, (4) Universitas Negeri Malang juga disarankan tetap istiqomah dalam melakukan penelitian-penelitian yang sejenis untuk menciptakan iklim pembelajaran kelas yang terpadu dan terintegrasi. Universitas Negeri Malang juga disarankan untuk tetap memonitor perkembangan pendidikan di Indonesia khusunya pendidikan di SMK, (5) mahasiswa disarankan untuk lebih memperdalam pembahasan sub penelitian dalam penelitian ini untuk dengan menjadikannya penelitian tunggal. Hal itu dimaksudkan untuk lebih mendapatkan informasi yang lengkap dan konkrit terkait model pelaksanaan kerjasama sekolah dan industri khususnya dalam kerjasama kelas industri.
IMPLEMENTASI PELAKSANAAN UJI KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK PEMESINAN DI SMK NEGERI 1 SINGOSARI
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang merupakan lembaga yang mempersiapkan peserta didiknya untuk mampu menguasai bidang tertentu, inilah salah satu wujud dari pendidikan kejuruan. Salah satu fungsi yang cukup penting dari SMK adalah Uji Kompetensi Kejuruan (UKK). Uji Kompetensi bertujuan untuk melihat bukti terhadap peserta didik di SMK yang telah melalui proses pembelajaran dan telah memiliki kompetensi. Uji Kompetensi Kejuruan membutuhkan DU/DI (dunia usaha/dunia industri) dalam pelaksanaannya, karena DU/DI memiliki kompetensi untuk menilai hasil unjuk kerja siswa setelah proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mengetahui tahap persiapan UKK, (2) Mengetahui pelaksanaan UKK, dan (3) Mengetahui evaluasi dan penerbitan sertifikat UKK Teknik Mesin di SMK Negeri 1 singosari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang dipilih adalah studi kasus. Jenis penelitian ini dipilih karena untuk mengungkapkan proses pelaksanaan Uji Kompetensi Kejuruan Teknik Pemesinan di SMK Negeri 1 Singosari secara intensif dan rinci dalam keadaan yang alamiah atau naturalistik.Teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik pengamatan, wawancara, dan analisis dokumen. Berdasarkan hasil pengumpulan dan analisis data, maka diperoleh tiga simpulan berikut.Pertama, tahap persiapan UKK Teknik Mesin di SMK Negeri 1 Singosari dijalankan sesuai dengan prosedur pada Pedoman UKK 2016. Hal ini dibuktikan dengan pelaksanaan verifikasi kelayakan tempat, DU/DI memenuhi syarat, verifikasi penguji eksternal dan internal, analsis soal dan pedoman penilaian. Semua proses dilaksanakan dengan prosedur yang benar. Persyaratan untuk DU/DI, penguji eksternal dan internal juga dipenuhi dengan baik.Kedua, tahap pelaksanaan UKK Teknik Mesin di SMK Negeri 1 Singosari yang melibat penguji eksternal dari DU/DI sudah sesuai dengan prosedur. Penguji memberikan penilaian dengan melihat proses persiapan siswanya, unjuk kerja, dan hasil kerja siswa. penilaian yang dilakukan oleh penguji eksternal juga menggunakan pedoman penilaian dari pemerintah. Penguji juga diberikan wewenang untuk menilai sesuai dengan penilaian yang ada di perusahaan.Ketiga, tahap evaluasi dan penerbitan sertifikat juga dijalankan dengan baik. Tahap evaluasi dilakukan dengan menggabungkan dua nilai dari penguji eksternal dan penguji internal. Aturan penilaian ini juga sesuai dengan Pedoman UKK 2016. Penerbitan sertifikat juga dilakukan dengan diberikannya tanda tangan dari DU/DI sebagai bukti bahwa lulusan SMK Negeri 1 Singosari memiliki kompetensi seperti yang diujikan. Hasil penelitian bermanfaat untuk memberikan gambaran pelaksanaan UKK di SMK Negeri 1 Singosari. Pelaksanaan UKK tersebut dapat dijadikan contoh dan tolak ukur proses evaluasi di SMK. Jika lembaga pendidikan mampu menjalankan dengan baik dan maksimal, maka pembangunan manusia yang memiliki kompetensi yang baik akan terwujud. SMK dan DU/DI sangat perlu untuk meningkatkan kerjasamanya agar berkurangnya pengangguran saat ini.
Dekomposisi Pembakaran Mikroalga Skeletonema Costatum Sebagai Alternatif Bahan Bakar Terbarukan pada Berbagai Variasi Massa Biomassa
Kebutuhan bahan bakar padat semakin meningkat selaras dengan semakin menipisnya bahan bakar fosil sehingga harus ada bahan bakar alternatif di massa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dekomposisi pembakaran mikroalga Skeletonema costatum sebagai alternatif bahan bakar terbarukan. Mikroalga dipilih karena wilayah perairan Indonesia yang luas mendukung kultur mikroalga sehingga ketersediaannya melimpah. Selain itu, pertumbuhannya yang relatif cepat serta mampu menyerap CO2 di atmosfer pada saat fotosintesis sehingga mikroalga ramah lingkungan. Skeletonema costatum dipilih karena memiliki kandungan karbohidrat, protein, lemak dan lipid yang tinggi sehingga memungkinkan untuk dijadikan bahan bakar. Variasi massa dipilih karena massa dapat berpengaruh terhadap resistensi difusi pada waktu devolatilisasi terjadi, ketika massa sampel lebih tinggi, daya tahan panas dapat menjadi lebih tinggi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah exploratif experimental, dengan variasi massa biomassa 5 mg, 10 mg, 15 mg, dan 20 mg. Dekomposisi pembakaran dianalisis menggunakan thermogravimetric analysis (TGA) yang menghasilkan grafik TG dan DTG. Dengan melihat grafik TG dan DTG dapat digunakan untuk mengetahui dekomposisi pembakaran dan energi aktivasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dekomposisi pembakaran terbagi menjadi lima tahap: yakni (1) pelepasan kandungan air dan volatile ringan; (2) pelepasan kadar volatile; (3) transisi menuju proses terbentuknya arang; (4) pembakaran arang; (5) sampel mikroalga menjadi abu. Nilai energi aktivasi mikroalga skeletonema costatum dihitung mengunakan metode diferensial Arrhenius 11,18524 kJ/mol dan metode Arrhenius penurunan massa terhadap waktu 8,140566 kJ/mol.