SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    1608 research outputs found

    PENGARUH PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN IOC (Inside Outside Circle) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI TKR PADA MATA PELAJARAN CHASIS DAN SISTEM PEMINDAH TENAGA SMK PGRI SINGOSARI

    No full text
    ABSTRAK   Vidiyasa, I Komang Satya Agus. 2017. Pengaruh Penggunaan Metode Pembelajaran IOC (Inside Outside Circle) terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI TKR pada Mata Pelajaran Chasis dan Sistem Pemindah Tenaga SMK PGRI Singosari. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs, Partono, M.Pd., (II) Dr. Agus Sholah, M.Pd.   Kata Kunci: Inside Outside Circle, hasil belajar, Chasis, Sistem Pemindah Tenaga Berdasarkan hasil observasi di SMK PGRI Singosari diketahui terdapat beberapa permasalahan, salah satunya adalah proses pembelajaran. Bahwa dalam proses pembelajaran masih terdapat nilai hasil belajar siswa yang belum mencapai KKM yang ditentukan, Dalam upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut seorang guru diharapkan mampu menerapkan berbagai metode pembelajaran yang merangsang siswa untuk turut aktif dalam proses pembelajaran. salah satu metode pembelajaran yang bisa dijadikan alternatif adalah Inside Outside Circle. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mengetahui hasil belajar siswa yang diajar menggunakan metode Inside Outside Circle, (2) mengetahui hasil belajar siswa yang diajar menggunakan metode Ceramah dan (3) mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan metode Inside Outside Circle dan metode Ceramah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain (the non equivalen pretest-postest design)  dengan dua kelompok subyek penelitian yang memiliki kemampuan sama (homogen), diajar oleh guru dan metode yang sama. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di SMK PGRI Singosari. Sampel penelitian yang terdiri dari dua kelas yaitu kelas XI TKR 1 yang mendapat perlakuan metode pembelajaran Inside Outside Circle dan XI TKR 2 yang mendapat perlakuan metode pembelajaran Ceramah. Penilaian kemampuan akhir siswa menggunakan tes yang berbentuk pilihan ganda yang telah divalidasi validator dan Analisis butir sudah dianalisis oleh guru mata pelajaran. Analisa data yang digunakan adalah Independent sampel t-test. Sebelum dilakukan uji beda dengan uji t terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat analisis yang meliputi uji normalitas dan uji homogenitas. Pengujian hipotesis dilakukan pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai hasil belajar kelas eksperimen sebesar 80,50. Nilai rata-rata posttest kelas kontrol sebesar 75,53. Hasil uji t menunjukkan bahwa (Sig) < 0,05 (0,026 < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan p < 0,05 yang berarti Ho ditolak. Dengan demikian menunjukkan bahwa ada perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang diajar melalui metode pembelajaran Inside Outside Circle dan melalui metode pembelajaran Ceramah pada mata pelajaran Chasis dan Pemindah Tenaga kelas XI SMK PGRI Singosari. Dari deskripsi umum hasil penelitian, pengujian hipotesis dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajar menggunakan metode pembelajaran Inside Outside Circle dan siswa yang diajar menggunakan metode Pembelajaran Ceramah pada siswa kelas XI SMK PGRI Singosari

    Pengembangan Media Pembelajaran CAD Berbasis Multimedia pada Bidang Keahlian Teknik Permesinan

    No full text
    ABSTRAK   Anggriawan, Richo. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran CAD Berbasis Multimedia pada Bidang Keahlian Teknik Permesinan . Skripsi, Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Muhammad Alfian Mizar ,M.P. (2) Drs. Imam Sudjono, M.T.   Kata kunci: pengembangan media CAD, multimedia, teknik pemesinan Autodesk Inventor merupakan salah satu program CAD yang digunakan untuk program permodelan solid berbasis fitur parametrik sehingga semua objek dan hubungan antargeometri dapat dimodifikasi kembali. Siswa Teknik Permesinan harus menguasai CAD karena CAD mengikuti perkembangan industri. Keterbatasan waktu merupakan faktor penghambat utama siswa untuk menguasai mata pelajaran menggambar dengan menggunakan Autodesk Inventor. Oleh karena itu perlu dikembangkannya suatu media pembelajaran Autodesk Inventor. Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan dengan melakukan pengembangan media dan dilanjutkan dengan analisis data. Research and Development (R dan D) dari Borg and Gaal dipilih sebagai metodologi penelitian.  Pengambilan data dilakukan di SMK Negeri 1 Kediri dikelas XII TPM 1 dengan tujuan: (1) Mengetahui karakteristik multimedia pembelajaran yang akan dirancang untuk mata pelajaran CAD, (2) Mengetahui cara mengoperasikan media pembelajaran menggambar mesin,(3) Mengetahui analisis validasi media Proses Pemodelan Menggunakan Autodesk Inventor.  Teknik pengambilan data adalah dengan memberikan kuesioner pada siswa perseorangan, kelompok kecil yaitu siswa-siswa SMK Negeri 1 Kediri, pengguna media yaitu pendidik dan ahli media yang merupakan dosen Teknik Elektro UM. Analisis data dalam penelitian pengembangan dipaparkan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil validasi penelitian adalah 87,5 % untuk pengguna media, 84,7% ahli media, 95% siswa perseorangan dan 90,3% kelompok kecil. Hasil yang didapatkan media pengembangan ini tergolong valid, layak digunakan dan tidak revisi

    Pelaksanaan Pembelajaran Seni Budaya Sub Pokok Mata Pelajaran Seni Rupa Sekolah Paket B Tunas Bangsa di Kabupaten Trenggalek.

    No full text
    Sekolah paket B Tunas Bangsa yang berada di Kabupaten Trenggalek merupakan sekolah yang telah diselenggarakan oleh pemerintah daerah Trenggalek untuk mengatasi permasalahan wajib lulus pendidikan dasar setara dengan SMP. Siswa di sekolah Paket B memiliki karakteristik tersendiri dari siswa lainya yang berada di SMP, hal tersebut disebabkan latar belakang peserta didik adalah siswa putus lanjut, dengan berbagai persoalan ekonomi sosial dan budaya. Untuk itu peneliti berupaya meneliti dengan teknik observasi dan wawancara dengan narasumber untuk mengetahui: (1) bagaimana perencanaan pembelajaran Seni Budaya sub pokok mata pelajaran seni rupa Sekolah Paket B Tunas Bangsa di Kabupaten Trenggalek, (2) bagaimana pelaksanaan pembelajaran Seni Budaya sub pokok mata pelajaran seni rupa Sekolah Paket B Tunas Bangsa di Kabupaten Trenggalek, dan (3) bagaimana evaluasi pembelajaran Seni Budaya sub pokok mata pelajaran seni rupa Sekolah Paket B Tunas Bangsa di Kabupaten Trenggalek. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal, yang mencakup perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran Seni Budaya sub pokok mata pelajaran seni rupa Sekolah  Paket B Tunas Bangsa di Kabupaten Trenggalek. Jenis penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Sumber data dari guru Seni Budaya sub pokok mata pelajaran seni rupa, dengan menggunakan Kurikulum Satuan Pendidikan (KTSP). Dokumen terkait berupa RPP, silabus, dan siswa. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan triangulasi data. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi, paparan data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh kesimpulan bahwa perencanaan kegiatan pembelajaran Seni Budaya di Sekolah Paket B Tunas Bangsa di Kabupaten Trenggalek berjalan dengan baik dengan menyusun RPP dan silabus sesuai dengan kurikulum. Pelaksanaan pembelajaran Seni Budaya sub pokok mata pelajaran seni rupa Sekolah Paket B Tunas Bangsa di Kabupaten Trenggalek berjalan secara efektif dan efisien dari kegiatan awal hingga akhir pembelajaran. Evaluasi Pembelajaran Seni Budaya sub pokok mata pelajaran seni rupa sekola paket B Tunas Bangsa di Kabupaten Trenggalek sudah berjalan sesuai dengan kurikulum KTSP dengan sistem penilaian yang digunakan adalah tes dan nontes sebagai pertimbangan nilai akhir siswa.

    Pengaruh Pergeseran Pick Up Coil Dalam Sistem Pengapian Terhadap Daya Dan Konsumsi Bahan Bakar Pada Sepeda Motor Honda Astrea

    No full text
    ABSTRAK Budiono . 2016. Pengaruh Pergeseran Pick Up Coil Dalam Sistem Pengapian Terhadap Daya Dan Konsumsi Bahan Bakar Pada Sepeda Motor Honda Astrea . Skripsi. Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Imam Muda Nauri. ST,M.T. (2) Drs. Eko Edi Poerwanto,Ir. S.E. M.Pd. M.M. Kata Kunci: Pergeseran pick up coil, Daya Motor, dan Konsumsi Bahan Bakar . Indonesia dijadikan peluang besar oleh pengusaha otomotif sebagai sasaran&nbsp; penjualan berbagai produk otomotif. Dengan sangat pentingnya alat transportasi maka masyarakat akan memilih sepeda motor yang mempunyai tenaga besar, irit bahan bakar dan ramah lingkungan. Sehingga akan menggantikan&nbsp; sepeda motor yang lama dengan yang baru. Untuk mengatasi hal ini ada berbagai cara yang bisa dilakukan yaitu dengan menggeser sudut saat pengapian untuk dapat meningkatkan prestasi mesin. Sebab tanpa disadari semakin lama mesin digunakan dapat berpengaruh terhadap daya sepeda motor itu sendiri. Hal tersebut juga dipengaruhi dengan kondisi mesin itu sendiri, ketepatan waktu pengapian membuat mesin bekerja secara optimal karena proses pembakaran terjadi secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pergeseran pick up coil &nbsp;dalam sistem pengapian terhadap daya dan konsumsi bahan bakar pada sepeda motor Honda Astrea, dan diperoleh alternatif yang mempengaruhi daya dan konsumsi bahan bakar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian ekperimental. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis parametric menggunakan uji Anova Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya mesin lebih tinggi pada putaran 6000 rpm atau pada kecepatan 75 km/jam dan daya menurun pada putaran tinggi ketika&nbsp; posisi pick up coil digeser menjadi 16ᵒ, 17ᵒ dan 18ᵒ karena semakin cepat bunga api dipercikan maka akan semakin cepat pula piston untuk mencapai posisi TMB sehingga dapat mengakibatkan kerugian daya ketika mesin berada pada putaran tinggi. Untuk konsumsi bahan bakar menunjukan bahwa konsumsi bahan bakar lebih boros pada saat posisi pick up coil digeser menjadi 16ᵒ, 17ᵒ dan 18ᵒ&nbsp; sebab dengan sudut pengapian yang dimajukan&nbsp; maka menyebabkan bahan bakar akan terbakar lebih awal sehingga bakan bakar yang dibakar lebih banyak jika dibandingkan dengan yang standar, semakin cepat bunga api dipercikan maka terjadi ledakan lebih awal pada ruang bakar, ini mengakibatkan konsumsi lebih boros pada kecepatan tinggi dan mesin tersendat-sendat. Berdasarkan hasil penelitian diatas dan setelah dilakukan analisis data dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara pergeseran pick up coil &nbsp;16ᵒ, 17ᵒ dan 18ᵒ&nbsp; dengan yang standar pada daya motor dan konsumsi bahan bakar. Untuk penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian dengan pengimbangan komponen lainnya pada sepeda motor Honda Astrea. &nbsp

    Perbedaan Kompetensi Produktif antara Siswa Kelas Industri dengan Kelas Reguler Paket Keahlian Teknik Kendaraan Ringan di SMKN 10 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Efendi, Syaiful. 2016. Perbedaan Kompetensi Produktif antara Siswa Kelas Industri dengan Kelas Reguler Paket Keahlian Teknik Kendaraan Ringan di SMKN 10 Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd., (II) Drs. H. Agus Sholah, M.Pd. Kata Kunci: kompetensi produktif, kelas industri, kelas reguler   Tujuan SMK adalah menyiapkan siswa untuk memasuki lapangan kerja dan  mengembangkan sikap profesionalis. Hal ini dapat diwujudkan melalui kerjasama internal dengan membuka kelas kerjasama atau kelas industri pada SMK. SMKN 10 Malang adalah salah satu sekolah yang menerapkan kelas kerjasama dengan pihak Honda di jurusan teknik kendaraan ringan. Kelas tersebut bernama kelas HTEC (Honda Technician Education Class) yang dirilis sejak tanggal 10 Desember 2014. Tujuan dengan adanya kelas HTEC ini mampu meningkatkan kompetensi produktif siswa pada kelas XII agar  mempunyai kompetensi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kompetensi produktif antara siswa kelas industri dengan kelas reguler. Desain penelitian ini termasuk dalam desain eksperimen dengan post-test only control design. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pengelompokkan kelas yang terdiri dari kelas industri dan kelas reguler sedangkan kompetensi produktif merupakan variabel terikat. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XII Teknik Kendaraan Ringan pada kelas industri dan kelas reguler menggunakancluster sampling dan proportional sample sebagai teknik pengambilan sampel penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik uji t (Independent Sample t-Test). Rata-rata nilai post-test kompetensi produktif siswa kelas industri adalah 83.8 dan rata-rata nilai post-test kompetensi produktif siswa kelas reguler adalah 76.94. Hasil uji t diperoleh nilai sig. (2 tailed

    APLIKASI MANGANASE OXIDE (MnO) SEBAGAI KATALIS PADA BAHAN BAKAR RON 88,RON 90, RON 92, DAN RON 98 UNTUK MENGURANGI EMISI GAS BUANG (CO DAN HC)

    No full text
    ABSTRAK   Kurniawan, Galih Adhi. 2017. Aplikasi Manganase Oxide (MnO) sebagai Katalispada Bahan Bakar RON 88, RON 90, RON 92, Dan RON 98 untuk Mengurangi Emisi Gas Buang (CO Dan HC). Skripsi. Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Rr. Poppy Puspitasari, S.Pd. M.T. Ph.D. (2) Imam Muda Nauri, S.Pd. M.T.   Kata Kunci: MnO, Katalis, Bahan Bakar, RON 88, RON 90, RON 92, RON 98, CO, dan HC. Perkembangan otomotif di Indonesia, khususnya mobil dan sepeda motor mengalami kemajuan yang sangat pesat. Hal ini sangat memudahkan manusia dalam melaksanakan berbagaikegiatan. Tetapi di sisi lain penggunaan kendaraan bermotor juga menimbulkan dampak yang sangat buruk terhadap lingkungan, terutama gas buang dari hasil pembakaran bahan bakar yang tidak terbakar dengan sempurna. Untuk mengurangi efek negatif yang berlebihan, dibutuhkan perlakuan khusus, salah satunya dengan penerapan katalis pada sistem pengeluaran gas buang. MnO adalah suatu campuran kimia yang dapat diaplikasikan pada katalis untuk mengurangi emisi gas buang tersebut. MnO mampu mengikat unsur CO dan HC yang terkandung dalam gas sisa pembakaran motor. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap, pertama pengambilan data kadar emisi gas buang CO dan HC dengan bahan bakar RON 88, RON 90, RON 92, dan RON 98 pada sepeda motor tanpa penerapan MnO. Kedua pengambilan data kadar emisi gas buang CO dan HC dengan pengaplikasian MnO sebagai katalis. Pengambilan data ini dilakukan dengan alat gas analyzer, untuk mengetahui kadar emisi gas buang CO dan HC. Sebagai medianya, penelitian ini menggunakan sepeda motor Honda Mega Pro 150 CC tahun perakitan 2013. Metode yang digunakan adalah dengan membandingkan jumlah emisi gas buang antara tanpa penerapan MnO sebagai adsoben, dan dengan penerapan katalis pada kendaraan. Pada pengplikasiaannya, setiap jenis bahan bakr, dilakukan pengambilan data pada 1500 RPM hingga 6000 RPM dengan kelipatan 500 RPM. Hal ini dilakukan untuk memastikan keabsahan data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan pengaplikasian MnO sebagai katalis hanya mampu mengurangi kadar CO secara signifikan pada RON 88, yakni 24,36% kadar CO dan HC pada RON 88 dan RON 92, yakni 82,08% dan 38,14 % kadar HC. Hal ini terjadi karena MnO yang digunakan berukuran mikropartikel, yang tidak mampu mengadsorbsi dengan maksimal, serta RON 88 yang menghasilkan kadar CO dan HC yang tinggi, dibandingkan dengan RON yang lebih tinggi

    PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN MATA DIKLAT TEKNIK LISTRIK DASAR OTOMOTIF BERPENDEKATAN SAINTIFIK DALAM KURIKULUM 2013 MENGGUNAKAN MODEL FOUR-D (Define-Design-Develop-Disseminate) KELAS X TEKNIK SEPEDA MOTOR DI SMK GRAHA MADINA SINGOSARI

    No full text
    Abstract:  Development of appropriate materials standards Curriculum 2013 in particular productive learning modules for vocational students should always be done to increase student insight into the development of existing technology. The fact that there is in the field, especially in SMK Graha Madina Malang Regency motorcycle engineering skills program is still not using the module that updates, especially the basic electrical engineering materials in accordance with the Curriculum 2013. Related to that, it is necessary to develop the teaching materials module on basic electrical engineering Automotive or more abbreviated TLDO. Research development is implemented with the aim to produce printed materials in the form of TLDO module according to the standard Curriculum 2013 for class X Motorcycle Engineering at SMK Graha Madina Singosari Kab. Malang and test the feasibility of the developed TLDO learning module. The development procedure used refers to the Four-D development model by Sivasailam Thiagarajan by taking 3 steps from 4 steps, namely (1) Define, (2) Design, and (3) Develop. This TLDO module has the disadvantages of evaluating and testing on a wider subject so that this TLDO module can be used on a larger scale, and further research is needed to determine the effectiveness of the product being developed. While the advantages are the development of this starter system module has never been implemented in SMK Graha Madina Singosari Kab. Malang. In this module contains basic automotive electrical engineering materials that have been packaged from several text books, modules, references and other information that already exist among the general, so more complete for use in the learning process for students on motorcycle engineering skills program.   Abstrak: Pengembangan bahan ajar yang sesuai standar Kurikulum 2013 khususnya modul pelajaran produktif untuk siswa SMK harus selalu dilakukan untuk menambah wawasan siswa terhadap perkembangan teknologi yang ada. Kenyataan yang ada di lapangan khususnya di SMK Graha Madina Kabupaten Malang program keahlian teknik sepeda motor masih belum menggunakan modul yang update khususnya materi teknik listrik dasar otomotif sesuai Kurikulum 2013. Berkaitan dengan itu, maka perlu dilakukan pengembangan bahan ajar modul pada mata pelajaran teknik listrik dasar otomotif atau lebih disingkat TLDO. Penelitian pengembangan dilaksanakan dengan tujuan untuk menghasilkan bahan ajar cetak berupa modul TLDO sesuai standar Kurikulum 2013 untuk kelas X Teknik Sepeda Motor di SMK Graha Madina Singosari Kab. Malang dan menguji kelayakan modul pembelajaran TLDO yang dikembangkan. Prosedur pengembangan yang digunakan mengacu pada model pengembangan Four-D oleh Sivasailam Thiagarajan dengan mengambil 3 langkah dari 4 langkah yang ada, yaitu (1) Define atau pendefinisian, (2) Design atau perancangan, dan (3) Develop atau pengembangan. Modul TLDO ini memiliki kelemahan yaitu masih perlu dilakukan evaluasi dan uji coba pada subyek yang lebih luas agar modul TLDO ini dapat digunakan pada skala yang lebih besar, dan diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui keefektian produk yang dikembangkan. Sedangkan kelebihannya adalah pengembangan modul sistem starter ini belum pernah dilaksanakan di SMK Graha Madina Singosari Kab. Malang. Pada modul ini memuat materi teknik listrik dasar otomotif yang telah dikemas dari beberapa buku teks, modul, referensi dan informasi lain yang sudah ada dikalangan umum, sehingga lebih lengkap untuk digunakan dalam proses pembelajaran bagi siswa pada program keahlian teknik sepeda motor. Kata Kunci: modul pembelajaran teknik listrik dasar otomotif, pendekatan  saintifik dalam kurikulum 2013, model pengembangan Four-

    . Hubungan Kualitas Sarana Prasarana dan Motivasi Belajar terhadap Hasil Belajar Siswa Jurusan Pemesinan di SMK Negeri 1 Singosari

    No full text
    ABSTRAK   Azzalia,Vishela Rosa. 2017. Hubungan Kualitas Sarana Prasarana dan Motivasi Belajar terhadap Hasil Belajar Siswa Jurusan Pemesinan di SMK Negeri 1 Singosari. Skripsi, JurusanTeknikMesin, FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Yoto,S.T., M.Pd., M.M., (2) Dr. Tuwoso, M.P.   Kata Kunci: kualitas sarana prarana bengkel, motivasi belajar, dan hasil belajar siswa Aktivitasbelajarseorangsiswamembutuhkansuatudoronganataumotivasisehinggasesuatu yang diinginkandapattercapai. Motivasiberperan pentingdalam proses pembelajarankarenabelajaradalahsuatukegiatan yang aktif, menuntutusaha yang sengaja, dandilakukandenganpenuhkesadaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikankualitas sarana prasarana bengkel pemesinan, motivasi belajar, dan hasil belajar praktikum pemesinan, dan untuk mengetahui hubungankualitas sarana prasarana bengkel pemesinan (X1), motivasi belajar(X2) danhasil belajar praktikum pemesinan (Y) pada siswa kelas XII di SMK Negeri 1 Singosaribaiksecaraparsialmaupunsimultan. Populasi dalam penelitianiniadalahsemua siswakelas XIITeknikPemesinandi SMKNegeri 1 Singosari yang berjumlah 96 siswa, sementara sampel yang diambil berjumlah 87 siswa dari populasi tersebut. Data yang diperolehkemudian diujidenganujiprasyarat analisis, uji linieritasdanujihipotesisuntukmengetahuihubunganantaravariabelbebasdenganvariabelterikatbaiksecaraparsialmaupunsimultan.Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis korelasi product moment dan korelasi ganda. Hasildari penelitian yang telah dilakukan diperoleh data sebagai berikut: Kualitas sarana prasana bengkel pemesinan(X1) dalamkategori cukup baiksebesar32,18%. Motivasi Belajar (X2) dalamkategori cukup baik sebesar 35,63%. Hasil belajar praktikum pemesinan siswa (Y) dalam kategori baik sebesar 31,03%. Pengujian hipotesis didapatkan hasil sebagai berikut:(1) Secara parsial ada hubunganyangsignifikanantarakualitas sarana prasarana bengkel pemesinan dengan hasil belajardengannilaikoefisiensikorelasisebesar.253, (2) Secara parsial ada hubunganyangsignifikanantaramotivasi belajardengan hasil belajar dengannilaikoefisiensikorelasisebesar.457, (3) Secara simultan ada hubunganyangsignifikanantarakualitas sarana prasarana bengkel pemesinan, motivasi belajarterhadap hasil belajar dengannilaikoefisiensikorelasiganda sebesar .353.   ABSTRACT   Azzalia, Vishela Rosa. 2017. The Relationship between Infrastructure Quality and Learning Motivation to the Students’ Learning Achivievementin  Mechanical EngineeringDepartment at SMK Negeri 1 Singosari. Sarjana’sThesis. Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisors: (I) Dr. Yoto, S.T., M.Pd., M.M., (II) Dr. Tuwoso, M.P.   Keywords: infrastructure quality, learning motivation, learning achivievement students The learning activity for a student need a motivation until something which is desirable can be achieved. Motivation has an important role within learning process because learning active activity, it requires some efforts that purposeful, and with be conducted with full of awareness. The other factors that must be noted are their ambitions, abilities, self-condition and the surroundings. The purposes of this study are to describe the quality of mechanical workshop’s infrastructure, learning motivation, and the achivievement of machinery practice, and also to find out the relationship between the quality of machinery workshop’s infrastructure (X1), learning motivation (X2) and also the achivievement of machinery practice, (Y) toward the students of XII grade from State Vocational High School 1 of Singosari., in both partial and simulant. The population of this study was all of XII grade of mechanical engineering students in State Vocational High School 1 of Singosari. They were 96 students, moreover the researcher only took 87 students as the sample for this current study. The data collection was conducted by using observation, questionnaire and documentation. The obtained data were analyzed by using precondition test, linearity test, and hypothesis test to find out the relationship between independent and dependent variable in both partial and simulant. The data analysis within this study was using product moment correlation analysis and multiple correlation. The data obtained from the data collection procedure on the research field show several facts; the quality of infrastructure of machinery workshop (X1) is still in the good condition with the percentage of 32.18%. The learning motivation (X2) can be categorized as good with the percentage of 35.63%. Theachivievementof students’ machinery practice, (Y) is also stated in good category with the percentage of 31.03%. The results of testing the hypotheses are; (1) partially, there is significant relationship between the quality of machinery workshop’s infrastructure with the results of XII grader students’ machinery practice, with the coefficient correlation value of .253, (2) Partially, there is significant relationship between learning motivation and the achivievementof XII grader students’ machinery practice, with the coefficient correlation value of .457, (3) Simultaneously, there is significant relationship between the quality of machinery workshop’s infrastructure, learning motivation toward the achivievementof XII grader students’ machinery practice, with the coefficient correlation value of .353

    Analisis Kekuatan Tarik dan Struktur Mikro Pada Baja AISI P20 Akibat Perbedaan Jenis Kampuh Hasil Pengelasan SMAW

    No full text
    ABSTRAK Kata Kunci: kekuatan tarik, struktur mikro, baja AISI P20, pengelasan SMAWPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan tarik dan struktur mikro baja AISI P20 terhadap jenis kampuh hasil pengelasan SMAW. Selain itu bertujuan untuk membandingkan kekuatan tarik dan struktur mikro terhadap model kampuh V, dengan kampuh K, dan kampuh X. Metode dalam penelitian ini menggunakan deskriptif, sedangkan desain penelitian adalah eksperimental yang dilakukan di laboratorium. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif, dimana dari desain tersebut akan diperoleh data berupa angka yang mudah diolah dengan menjabarkan perbandingan spesimen yang diberi perlakuan menggunakan bantuan aplikasi Microsoft Excel. Sample yang dipakai pada penelitian ini adalah baja AISI P20 yang dilas menggunakan las SMAW dengan variasi kampuh (kampuh V, kampuh X, kampuh K) dengan posisi down hand (1G). Hasil penelitian ini menghasilkan bahwa struktur mikro dan makro yang terjadi pada baja AISI P20 pada kampuh V spesimen (1,2,3) menunjukan tegangan sisa, pada kampuh K spesimen (1) menunjukkan tegangan sisa, sedangkan spesimen (2,3) menunjukan patah getas, pada kampuh X spesimen (1) menunjukkan tegangan sisa, sedangkan spesimen (2,3) menunjukan patah getas. Jenis kampuh pengelasan memberikan pengaruh yang nyata pada hasil kekuatan tarik, dimana kampuh V menunjukan tegangan sisa tidak terjadinya patah. Hadirnya martensit pada logam induk mempengaruhi kekerasan dan mengurangi keuletan bahan sehingga terjadinya patah getas pada penelitian ini dapat terjadi. Logam baja AISI P20 merupakan baja paduan (alloyed steel) dengan komponen-komponen paduan terdiri dari kadar Karbon (C) 0,26%, Khrom (Cr) 1,25%, Molibden (Mo) 0,60%, Vanadium (V) 0,12%, Mangan (Mn) 1,45%, Nikel (Ni) 1,05%, Sulfur (S

    Pengaruh Keaktifan Siswa dalam Pembelajaran dan Persepsi Siswa Tentang Alat Praktik Terhadap Hasil Belajar Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan Siswa Kelas XI SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen

    No full text
    ABSTRAK   Terdapat dua faktor yang mempengaruhi hasil belajar yaitu faktor intern dan ekstern. Keaktifan siswa dalam pembelajaran merupakan contoh dari faktor intern dan ketersediaan alat prakrik merupakan contoh dari faktor ekstern, tanpa adanya keaktifan maka proses belajar tidak akan berjalan dengan baik, selain itu faktor yang mempengaruhui hasil belajar pemeliharan mesin kendaraan ringan adalah ketersediaan alat praktik, karena dengan ketersediaan alat praktik yang lengkap dan sesuai dengan standart maka siswa dalam melaksanakan pembelajaran akan maksimal.Penelitian ini bertujuan (1) Mengetahui keaktifan siswa terhadap hasil belajar pemeliharaan mesin kendaraan ringan, (2) Mengetahui persepsi siswa tentang alat praktik terhadap hasil belajar pemeliharaan mesin kendaraan ringan, (3) Mengetahui Keaktifan siswa dan persepsi siswa tentang alat praktik terhadap hasil belajar pemeliharaan mesin kendaraan ringan.Penelitian ini merupakan diskriptif kuantitatif yang dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Sumber penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. Data penelitian yang berupa paparan penyusunan angket keaktifan siswa dalam pembelajaran dan Persepsi siswa tentang alat praktik.pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik kuisioner dan dokumentasi.Berdasarkan hasil analisis data tersebut diperoleh 3 hasil penelitian sebgai berikut pertama ada pengaruh yang signifikan antara keaktifan siswa dalam pembelajaran terhadap hasil belajar pemeliharaan mesin kendaraan ringan hal ini ditandai dengan (1) turut serta dalam melaksanakan tugas belajarnya; (2) terlibat dalam pemecahan masalah;  (3) Bertanya kepada siswa lain atau guru apabila tidak memahami persoalan yang dihadapinya;  (4) Berusaha mencari berbagai informasi yang diperlukan untuk pemecahan masalah; (5) Melaksanakan diskusi kelompok sesuai dengan petunjuk guru; (6) Menilai kemampuan dirinya dan hasil yang diperolehnya;  (7) Melatih diri dalam memecahkan soal atau masalah yang sejenis;  (8) Kesempatan menggunakan atau menerapkan apa yang diperoleh dalam dan dari hasil uji analisis deskriptif keaktifan siswa yang dimiliki oleh siswa SMK Muhamadiyah 1 Kepanjen masuk dalam katagori tinggiKedua, ada pengaruh yang signifikan antara persepsi siswa tentang alat praktik dengan hasil belajar pemeliharaan mesin kendaraan ringan hal ini dapat dilihat dengan ketersediaan alat praktik yang dimiliki oleh SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen dengan kelengkapan sesuai dengan standart yang telah ditentukan karena dengan adanya peralatan praktik yang lengkap dan sesuai  dengan standart yang ditentukan dapat mempengaruhui hasil belajar siswa lebih baik dan dari hasil uji analisis deskriptif persepsi siswa tentang alat praktik masuk dalam katagori tinggi. Ketiga. Ada pengaruh yang signifikan antara keaktifan siswa dalam pembelajaran dan persepsis siswa tentang alat praktik terhadap hasil belajar pemeliharaan mesin kendaraan ringan hal ini telah di uji analisis dengan hasil dengan hasil R sebesar 0,889. Angka R square menunjukan koefisien determinasi, besar R square adalah 0,790, hal ini berarti 79%  perubahan variabel hasil belajar pemeliharaan mesin kendaraan ringan disebabkan oleh perubahan variabel keaktifan siswa dalam proses pembelajaran dan persepsi siswa tentang alat praktik  sedangkan sisanya 21% disebabkan oleh factor lainSaran yang diberikan oleh peneliti adalah pihak SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen hendaknya untuk melengkapi peralatan praktik otomotif karena terbukti dengan adanya peralatan praktik yang lengkap dan sesuai dengan standart dapat mempengaruhi hasil belajar siswa lebih baik khususnya pada mata pelajaran pemeliharaan mesin kendaraan ringan.Guru hendaknya dapat membantu siswa dalam meningkatkan dan menjaga keaktifan siswa dalam pembelajaran pemeliharaan mesin kendaraan ringan dengan cara .(a) Penekanan proses pembelajaran bukan pada penyampaian informasi oleh pengajar melainkan pada pengembangan ketrampilan pemikiran analitis dan kritis terhadap topik atau permasalahan yang dibahas, (b) Siswa tidak hanya mendengarkan materi secara pasif tetapi mengerjakan sesuatu yang berkaitan dengan materi  (c) Penekanan pada eksplorasi nilai dan sikap-sikap berkenaan dengan materi  (d) Siswa lebih banyak dituntut untuk berpikir kritis, menganalisa dan melakukan evaluasiDengan adanya hasil penelitian ini siswa SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan diharapkan dapat memanfaatkan peralatan praktik yang ada pada bengkel otomotif ini, sehingga siswa dapat menambah kemampuan kognitif dan mengasah kemampuan pesikomotornya melalui pratikum. Memahami pentingnya pemahaman siswa tentang pelajaran pemeliharaan mesin kendaraan ringan dan ketersediaan peralatan praktik, peran siswa yang proaktif dalam mengikuti pembelajaran disekolah sehingga siswa mampu mendapatkan nilai yang baik dalam melaksanakan kegiatan pembelajara

    0

    full texts

    1,608

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇